• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.7 Pembabakan

2.3.1 Background

Background merupakan salah satu pendukung utama visual yang membalut animasi untuk memberikan visualisasi suasana, tempat, dan waktu, bahkan Tony White mengatakan bahwa tidak akan ada sebuah animasi yang terbentuk tanpa adanya Background (2006). Selain itu Background bervariasi dari sekedar warna dasar dan gradient warna simplistik hingga kepada penggambaran suasana yang sangat mendetail dan mendalam.

• Element Background 1. Perspektif

Merupakan cara penggambaran suatu objek pada media tertentu agar terlihat memiliki volume, solid, jarak akan sesuatu dan memiliki ruang yang terasa (Norling,1999) sehingga segala sesuatu benda yang memiliki bentuk tiga dimensional dapat terasa tinggi dan kedalamannya, dan dapat dibagi menjadi tiga koordinat yaitu X-Y-Z, setiap koordinat memiliki ruang dimensi yang sejajar pada koordinatnya (Robertson & Bertling,2013).

Ps: Sumber gambar Robertson & Bertling,2013

Selain itu penggambaran perspektif ini memiliki beberapa unsur penting yang memiliki penyebutan tersendiri untuk mempermudah komunikasi ketika membuat produksi, seperti:

a. Horizon line

Yang dalam bahasa Indonesia merupakan ‘garis cakrawala’, adalah garis yang membatasi ruang satu dengan yang lainnya, seperti ruang langit dengan dataran dibawah, Tergantung dengan bagaimana sudut pandang yang diambil, garis cakrawala ini tidak selalu terlihat pada suatu gambar (Fowler, 2001)

Ps: Sumber gambar Fowler,2001

b. Convergence dan Vanishing Point

Convergence atau titik temu merupakan sebuah titik dimana seluruh garis pada suatu ruang mengarah kepada kepada titik yang sama dan pada suatu jarak terlihat menghilang , titik dimana ruang atau benda tersebut terlihat menghilang disebut vanishing point (Fowler,2001)

c. Diminutation dan Foreshorthening

Diminution merupakan langkah yang digunakan untuk mengurangi ukuran suatu benda pada jarak tertentu (Fowler, 2001) untuk memberikan ilusi bahwa benda tersebut terlihat memiliki ukuran yang sama jika berada di kenyataan, sebagian atau seluruh ukuran benda berubah untuk memberikan tujuan tertentu, contohnya untuk staging, hal ini dapat dikatakan dengan foreshortening.

2. Sudut Pandang, Shot, dan Staging

Shot atau sudut pandang merupakan cara mengambil gambar dengan mengatur dekat, jauh, arah dan kemiringan terhadap objek yang ingin menjadi fokus atau dengan tujuan/ maksud tertentu.

Menurut Fowler shot dapat dibagi menjadi beberapa macam tetapi tidak terbatas, seperti:

a. Wide Shot, untuk melihat keseluruhan karakter, selain itu seluruh gerakan dapat terlihat oleh penonton.

b. Establishing Shot, untuk memperlihatkan keseluruhan suasana yang berada pada animasi, dapat disebut sebagai Extreme Long Shot , dalam hal ini sering menjadi pembuka suatu adegan atau setting tertentu (White,2006)

c. Medium Shot, merupakan shot yang sering digunakan untuk memperjelas suatu gerakan atau percakapan, memperlihatkan setengah dari tubuh karakter.

d. Extreme Close Up Shot, memperlihatkan objek sangat dekat, sehingga dapat memberikan penekanan terhadap fokus tertentu.

e. Up Shot, memperlihatkan objek dari arah bawah ke atas, sehingga dapat memberikan kesan tertentu seperti besar dan menyeramkan biasanya terlihat menyamping dan tidak 90 derajat.

f. Frog eye, merupakan pandangan kamera dari bawah keatas kepada objek atau perspektif yang ingin ditempatkan , biasanya mendekati pandangan 90 derajat lurus keatas atau 90 derajat langsung

g. Down Shot, merupakan kebalikan dari Up Shot, memperlihatkan objek dari arah kebawah, sehingga dapat memberikan kesan tertentu seperti tertekan atau lemah.

h. Bird eye, merupakan kebalikan dari frog eyeakan tetapi sudut pandang dilihat dari atas kebawah.

i. Eye Level ,objek sejajar dengan penglihatan mata, dikatakan eye level karena pandangan mata objek.biasanya berada pada horizon line atau garis tengah pada perspektif.

3. Framing dan Komposisi

Framing dan komposisi digunakan untuk memberikan kesan dan tujuan tertentu yang sesuai, dengan memperhatikan penempatan dan arah objek pada layar, juga agar nyaman dilihat, bahkan dapat dikatakan sebagai memanipulasi penonton agar melihat kepada fokus yang ingin kita perlihatkan (Byrne,1999), framing dan komposisi pada umumnya dapat ditemukan titik ‘nyaman’-nya dengan memanfaatkan Focal Points, karena dalam sebuah gambar setidaknya harus memiliki focal point agar nyaman untuk dilihat , focal point ini dapat direncanakan atau dianalisis dengan menemukan four key points, yang dapat dilihat dengan cara Rule of thirds (Byrne,1999). Seperti berikut

Ps: Sumber gambar Byrne,1999

Komposisi yang nyaman dilihat pada umumnya memiliki Focal Points yang dekat atau sama dengan garis Rule of thirds tersebut.

Selain itu juga terdapat juga komposisi, Golden Triangle,golden ratio dan banyak lainnya yang biasanya bercabang dari four key point yang dilihat dari frame dan sudut pandang yang berbeda

4. Warna

Warna merupakan sesuatu yang memiliki presepsi yang beragam dimata setiap orang, akan tetapi jika dijelaskan secara ilmiah, warna merupakan berkas cahaya yang terpantulkan oleh benda-benda disekeliling kita. (Edwards,2004)

Untuk memahami warna dengan baik, seseorang perlu mengenal beberapa istilah dalam warna itu sendiri, karena bahasa dan penyebutan merupakan salah satu peran penting untuk menyebut bahkan untuk melakukan pencampuran warna itu sendiri, seperti.

a. Primary Color

Merupakan tiga warna utama yang dapat memunculkan warna lain yaitu merah, kuning dan biru, akan tetapi ketiga warna ini akan membentuk perpaduan warna yang berbeda tergantung pigmentasi maupun cahaya yang terpantulkan ataupun variabel lain seperti bahan kimia yang digunakan atau bahan yang digunakan untuk memunculkan warna tersebut (Edwards,2004), sehingga untuk memberikan kesimpulan yang dapat mudah dimengerti dengan variabel pigmentasi dan transparasi warna, disebutkan terdapat 2 jenis pencampuran warna yang dapat dilakukan, dengan pengujian ilmiah warna tersebut dibagi menjadi Additive Color Mixing dan Subtractive Color Mixing (Clair,2016)

Additive color Mixing (kiri), Subtractive Color Mixing (kanan)

Additive Color Mixing merupakan pencampuran warna dengan spektrum cahaya, sedangkan subtractive color Mixing menggunakan pigmen warna.

Hue Wheel (Edwards,2004) b. Secondary Color

Merupakan hasil dari pencampuran warna dari primary color.

c. Tertiary Color

Merupakan penggunaan atau perpaduan warna dengan warna yang bersebelahan berjajar pada roda warna

d. Analogous Color

Merupakan penggunaan atau perpaduan warna dengan warna yang bersebelahan berjajar pada roda warna

e. Complimentary Color

Merupakan perpaduan dari warna yang berseberangan dari roda warna atau sering disebut dengan hue wheel.

5. Pencahayaan dan Bayangan

Pencahayaan dan bayangan dapat ditentukan dari perspektif, kekuatan cahaya, maka digunakanlah arah datangnya cahaya,(Fowler.2002). Pencahayaan dapat membuat ilustrasi dapat lebih solid dan realistis, selain itu juga dapat menggambarkan suasana, menambahkan value dari suatu benda dan juga latar waktu suatu tempat.

Dokumen terkait