Nomor : LAI - 1218/PW20/4/2009 25 Maret 2009
Lampiran : Satu Berkas
Hal : Laporan Auditor Independen
Yth. Dewan Pengawas dan Direksi
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara di Kendari
Kami telah mengaudit neraca Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, serta laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, serta hasil usaha, perubahan
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Jalan Balai Kota No. 15 Kendari 93117
Telp. (0401) 3125023, 3126636, 3121380, 3122583 ; Fax (0401) 3122126 E-mail: [email protected] ; Situs: www.bpkp.go.id
(2)
ekuitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Perwakilan
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara
Yudi Rianto, Ak
31-12-2008 31-12-2007 31-12-2008 31-12-2007
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
AKTIVA KEWAJIBAN
1 Kas 5.7.1 38,036,373,825 43,718,374,425 1 Giro 5.7.17 292,323,816,721 467,118,310,972 2 Kewajiban kepada Negara 5.7.18 9,674,325,921 31,407,742,688 2 Giro Pada Bank Indonesia 5.7.2 55,322,135,884 113,521,497,185 3 Kewajiban Segera 5.7.19 19,762,733,196 31,554,484,849 4 Tabungan 5.7.20 314,013,672,086 285,545,132,363 3 Penempatan pada Bank Indonesia 5.7.3 63,300,000,000 50,000,000,000 5 Simpanan Berjangka 5.7.21 231,035,522,000 63,188,572,000 6 Pinjaman yang Diterima 5.7.22 2,342,816,606 2,362,874,905 4 Giro pada Bank Lain 5.7.4 1,127,324,466 99,213,095,731 7 Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 5.7.23 321,421,317 310,912,531 Penyisihan penghapusan 5.7.5 (11,273,245) (992,130,957) 8 Beban yang Masih Harus Dibayar 5.7.24 251,030,765 248,022,217 9 Setoran Jaminan 5.7.25 13,844,707,735 1,239,387,263 5 Penempatan pada Bank Lain 5.7.6 160,162,552,225 249,700,000,000 10 Rupa-rupa Kewajiban 5.7.26 22,427,992,186 7,306,920,512 Penyisihan Penghapusan 5.7.7 (1,601,625,672) (2,497,000,000) 11 Kewajiban Pajak Tangguhan 5.7.27 0 0 905,998,038,533 890,282,360,300 6 Surat Berharga Yang Dimiliki 5.7.8 59,300,814,922 42,482,000,000
Penyisihan Penghapusan 5.7.9 (243,008,149) (92,375,000) EKUITAS
12 Modal Disetor 5.7.28 131,889,961,772 113,519,000,000 7 Pinjaman yang Diberikan 5.7.10 759,249,333,519 493,294,401,234
Penyisihan Penghapusan 5.7.11 (26,806,253,996) (16,500,729,978) 13 Modal Sumbangan 5.7.29 246,449,700 246,449,700 8 Aktiva Tetap dan Inventaris 5.7.12 39,436,950,494 35,727,686,502 14 Cadangan 5.7.30 44,988,650,877 38,087,244,105
Akumulasi Penyusutan 5.7.13 (20,855,487,190) (17,372,052,352)
Nilai Buku Aktiva Tetap 18,581,463,304 18,355,634,150 15 Laba (Rugi) Tahun Berjalan setelah Pajak 5.7.31 61,841,143,325 60,703,566,056 238,966,205,674 212,556,259,861 9 Aktiva Pajak Tangguhan 5.7.14 0 0
10 Aktiva Lain-lain 5.7.15 18,603,850,724 12,693,296,971 11 Penyisihan Penghapusan Lainnya 5.7.16 (57,443,600) (57,443,600)
TOTAL AKTIVA 1,144,964,244,207 1,102,838,620,161 TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1,144,964,244,207 1,102,838,620,161 PASIVA
1. NERACA
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA NERACA
Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
AKTIVA NO. REF NO.REF
NO. NO.
TAHUN 2008 TAHUN 2007
(Rp) (Rp)
I. PENDAPATAN OPERASIONAL
1. Pendapatan Bunga 5.8.1
1.1 Bunga yang Diperoleh 183,826,775,296 157,556,907,013 1.2 Provisi dan Komisi Kredit 2,636,899,577 1,969,846,387 Jumlah Pendapatan Bunga 186,463,674,873 159,526,753,400
2. Beban Bunga 5.8.2
2.1 Bunga yang Dibayar 35,769,316,884 31,471,304,661 2.2
1,938,368 4,495,435
Jumlah Beban Bunga 35,771,255,252 31,475,800,096
3. Pendapatan Bunga Netto 150,692,419,621 128,050,953,304 4. Pendapatan dan Beban Lainnya
4.1
5.8.3 3,084,747,645 1,792,180,339 4.2
0 0
3,084,747,645 1,792,180,339 4.3 Pendapatan Operasional Lainnya 5.8.4 6,292,615,758 6,191,275,538 4.4 Beban Lainnya selain Bunga dan Provisi 5.8.5 (3,010,257,809) (3,968,332,839)
4.5 Beban Overhead 5.8.6
a. Beban Administrasi dan Umum (16,921,982,971) (15,967,108,604) b. Beban Personalia (37,854,641,103) (26,061,432,274)
c. Beban PPAP (7,210,996,111) (1,430,595,636)
d. Beban Lainnya (816,851,920) (695,171,332)
Jumlah Beban Overhead (62,804,472,105) (44,154,307,846) Jumlah Pendapatan dan Beban Lainnya (56,437,366,511) (40,139,184,808) Pendapatan Operasional Neto 94,255,053,110 87,911,768,496 II. PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 5.8.7
1. Pendapatan Non Operasional 585,359,173 504,703,114 2. Beban Non Operasional (394,393,320) (1,212,821,096)
Pendapatan / Beban Non Operasional 190,965,853 (708,117,982) III. LABA/RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 94,446,018,963 87,203,650,514 IV. TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN BADAN
1. PPH Badan 32,604,875,638 26,500,084,458
2. Penghasilan (Beban) Pajak Tangguhan 0
Jumlah Taksiran Pajak Penghasilan Badan 32,604,875,638 26,500,084,458 V. LABA BERSIH SETELAH PAJAK PENGHASILAN 61,841,143,325 60,703,566,056
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Provisi dan Komisi yang Dibayar untuk Mendapatkan Dana
Provisi dan Komisi yang Diterima Selain dari Pemberian Kredit
Provisi dan Komisi yang Dibayar Selain Untuk Penerimaan Dana
Pendapatan/Beban Provisi dan Komisi Neto 2. LAPORAN LABA RUGI
BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA LAPORAN LABA RUGI
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
No URAIAN No Ref
Modal Disetor Modal Sumbangan Cadangan Laba Rugi Jumlah
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1. Saldo per Tanggal 31 Desember 2006 62,055,134,041 246,449,700 26,144,787,789 43,991,617,063 132,437,988,593
Mutasi Tahun 2007:
Tambahan Setoran Modal 51,463,865,959 51,463,865,959
Pembagian Laba Tahun 2006 (43,991,617,063) (43,991,617,063)
Penambahan Cadangan dari Pembagian Laba Tahun 2006 21,995,808,531 21,995,808,531
Pengurangan Cadangan Tahun 2007 (10,053,352,215) (10,053,352,215)
Laba (Rugi) Tahun 2007 60,703,566,056 60,703,566,056
2. Saldo per Tanggal 31 Desember 2007 113,519,000,000 246,449,700 38,087,244,105 60,703,566,056 212,556,259,861
Mutasi Tahun 2008: Penyesuaian Saldo Awal
Tambahan Setoran Modal 18,370,961,772 18,370,961,772
Pembagian Laba tahun 2007 (60,703,566,056) (60,703,566,056)
Penambahan Cadangan dari Pembagian Laba Tahun 2007 6,901,406,772 6,901,406,772
Pengurangan Cadangan Tahun 2008 0
Laba (Rugi) Tahun 2008 61,841,143,325 61,841,143,325
3. Saldo per Tanggal 31 Desember 2008 131,889,961,772 246,449,700 44,988,650,877 61,841,143,325 238,966,205,674
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
3. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
No. Uraian
Tahun 2008 Tahun 2007
(Rp) (Rp)
I Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba/Rugi Setelah Pajak 61,841,143,325 60,703,566,056
Perubahan Aktiva dan Kewajiban Operasional Penurunan (Kenaikan) pada:
Penyusutan Aktiva Tetap 3,483,434,838 3,548,432,945
Penurunan (Kenaikan) Penempatan Pada Bank Lain 89,537,447,775 191,300,000,000 Penurunan (Kenaikan) Surat Berharga yang Dimiliki (16,818,814,922) (42,482,000,000) Penurunan (Kenaikan) Pinjaman yang Diberikan (265,954,932,285) (155,863,466,620) Penurunan (Kenaikan) Aktiva Lain-Lain (5,910,553,753) (1,861,301,157) Kenaikan (Penurunan) pada:
Kenaikan (Penurunan) Cadangan 6,901,406,772 11,942,456,316 Kenaikan (Penurunan) Pinjaman yang Diterima (20,058,299) (667,808,315) Kenaikan (Penurunan) Estimasi Kerugian dan Kontinjensi 10,508,786 182,344,894 Kenaikan (Penurunan) Giro (174,794,494,251) 4,860,426,814 Kenaikan (Penurunan) Tabungan 28,468,539,723 99,602,658,978 Kenaikan (Penurunan) Simpanan Berjangka 167,846,950,000 28,468,322,000 Kenaikan (Penurunan) Setoran Jaminan 12,605,320,472 363,525,055 Kenaikan (Penurunan) Beban yang Masih Harus Dibayar 3,008,548 (44,834,822) Kenaikan (Penurunan) Rupa-Rupa Kewajiban 15,121,071,674 1,320,701,277 Kenaikan (Penurunan) Kewajiban kepada Negara (21,733,416,767) 14,197,181,597 Kenaikan (Penurunan) Penyisihan Penghapusan Giro Pada Bank Lain (980,857,713) 84,845,465 Kenaikan (Penurunan) Penyisihan Penempatan Pada Bank Lain (895,374,328) (1,913,000,001) Kenaikan (Penurunan) Penyisihan Surat Berharga yang Dimiliki 150,633,149 92,375,000 Kenaikan (Penurunan) Penyisihan Penghapusan Pinjaman yang Diberikan 10,305,524,018 4,181,428,952 Kenaikan (Penurunan) Penyisihan Penghapusan Lainnya 0 0 Kenaikan (Penurunan) Kewajiban yang Segera Harus Dibayar (11,791,751,653) (279,652,424,263)
Sub Jumlah (164,466,408,215) (122,340,135,885)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (102,625,264,890) (61,636,569,829) II Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penambahan Aktiva Tetap dan Inventaris (3,709,263,992) (3,823,016,227) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (3,709,263,992) (3,823,016,227) III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Tambahan Modal 18,370,961,772 51,463,865,959
Pembagian Laba (60,703,566,056) (43,991,617,063)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan (42,332,604,284) 7,472,248,896 Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas (148,667,133,166) (57,987,337,160) Kas dan Setara Kas Awal Periode 306,452,967,341 364,440,304,501 Kas dan Setara Kas Akhir Periode 157,785,834,175 306,452,967,341 Rincian Kas dan Setara Kas Terdiri Dari:
Kas 38,036,373,825 43,718,374,425
Giro/Penempatan pada Bank Indonesia 118,622,135,884 163,521,497,185
Giro pada Bank Lain 1,127,324,466 99,213,095,731
Jumlah Kas dan Setara Kas 157,785,834,175 306,452,967,341
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4. LAPORAN ARUS KAS
BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007
No Uraian
5.1. Informasi Umum Direktur Utama : Direktur Umum : Direktur Kepatuhan : Direktur Pemasaran : Ketua : Anggota : Anggota :
Pada tanggal 27 Januari 2009, sesuai dengan SK Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 25 Tahun 2009 Direktur Utama diberhentikan sementara dan untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pengelolaan BPD Sultra ditunjuk Drs. H. Jahja Mallisa Pejabat Sementara Dewan Pengawas sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama sesuai SK Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 25 Tahun 2009 tanggal 27 Januari 2009. Pada tanggal 19 Februari 2009, Direktur Utama sesuai SK Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 89 Tahun 2009 diberhentikan dari jabatannya.
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Ir. H. Aminudin Arief H. Amir Pidani,Sm.Hk
Sejak tanggal 28 September 2008 seluruh Dewan Pengawas BPD Sultra telah habis masa jabatannya sehingga ditunjuk Pejabat Sementara Anggota Dewan Pengawas BPD Sultra yaitu Ir. H. Zaenal Abidin MM dan Drs. Jahja Mallisa sesuai dengan SK Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 604A Tahun 2008 tanggal 29 September 2008.
Anas Latief, SE H. Alimuddin, SE
H. Ibar Paladengi, SE,MM Hj. Rukayah Thamrin, SE
Drs. H. La Ode Nsaha
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. D.15.16.1.18 tanggal 27 Januari 1970 tentang Pemberian Izin Usaha Bank kepada BPD Sulawesi Tenggara, Peraturan Daerah No. 2 Tahun 1993 tanggal 13 Februari 1993 tentang Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara dan Peraturan Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara No. 5 Tahun 2003 tanggal 11 September 2003 tentang Perubahan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 1993.
Kegiatan usaha Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara adalah menghimpun dana masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, simpanan berjangka dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, dan melakukan usaha jasa perbankan lainnya.
Susunan Direksi BPD Sultra tahun buku 2008 sesuai dengan SK Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 361 Tahun 2005 Tanggal 27 September 2005 dan Nomor 154 tahun 2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Pengangkatan Direksi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara sebagai berikut :
Susunan Dewan Pengawas BPD Sultra sampai dengan 27 September 2008 sesuai SK Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 364 tahun 2005 tanggal 27 September 2005, adalah sebagai berikut :
5.2.Kebijakan Akuntansi 5.2.1. 5.2.2. 5.2.3. 5.2.4. 5.2.5.
Aktiva Non Produktif yang wajib dinilai kualitasnya meliputi Agunan Yang Diambil Alih (AYDA), Properti Terbengkalai, Rekening Antar Kantor dan Suspense Account.
Biaya bunga dan biaya lainnya diakui dan dibebankan pada saat terhutang (accrual basis ).
Pendapatan dan beban selain bunga (provisi dan komisi kredit) yang berkaitan dengan jangka waktu diakui secara proporsional sesuai dengan periode waktu tersebut.
Pendapatan dari provisi kredit dan provisi jasa bank diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kredit.
Aktiva produktif dicatat berdasarkan baki debet yang kualitasnya digolongkan Lancar, Dalam Perhatian Khusus (DPK), Kurang Lancar, Diragukan dan Macet sesuai ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005 Tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/2/PBI/2006 dan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/6/PBI/2007. Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dibentuk dengan klasifikasi ‘Cadangan Umum PPAP’ bagi aktiva produktif yang kolektibilitasnya tergolong Lancar dan klasifikasi ‘Cadangan Khusus PPAP’ bagi aktiva produktif yang kolektibilitasnya tergolong Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet.
Terhadap Aktiva Produktif yang bermasalah, sesuai dengan prosedur dan syarat-syarat yang telah ditetapkan akan dilakukan penghapusbukuan (write-off ). Penghapusbukuan aktiva produktif tersebut dibebankan pada rekening 'Cadangan Khusus PPAP'. Penerimaan angsuran/pelunasan atas pokok kredit (aktiva produktif) yang telah dihapusbukukan dicatat pada rekening 'Cadangan Khusus PPAP', sedangkan penerimaan bunganya dicatat pada rekening 'Pendapatan Bunga Kredit Hapus Buku' (Pendapatan Operasional Lainnya). Garis besar kebijakan akuntansi yang dianut Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara adalah sebagai berikut :
Laporan keuangan yang disajikan merupakan laporan keuangan atas seluruh cabang BPD Sulawesi Tenggara yang terdiri dari Kantor Pusat di Kendari, Kantor Cabang Utama, Kantor Cabang Unaaha, Kantor Cabang Kolaka, Kantor Cabang Raha, Kantor Cabang Bau-Bau dan Kantor Cabang Wanci.
Bunga atas pinjaman yang diberikan diakui sebagai pendapatan pada saat timbulnya pembebanan bunga pada rekening debitur yang bersangkutan (accrual basis ) sepanjang tidak melampaui batas maksimum kredit untuk kredit kategori kolektibilitas lancar dan dalam perhatian khusus. Bunga atas pinjaman yang diberikan dalam kategori non performing (kurang lancar, diragukan, dan macet) dicatat dalam rekening administratif dan diakui sebagai pendapatan apabila telah diterima (cash basis ).
-a b c d 5.2.6.
- Bangunan Permanen : 5 % dari nilai perolehan - Bangunan Non Permanen : 10 % dari nilai perolehan - Aktiva Kelompok 1 : 50 % dari nilai buku - Aktiva Kelompok 2 : 25 % dari nilai buku - Aktiva Kelompok 3 : 12,5 % dari nilai buku - Aktiva Kelompok 4 : 10 % dari nilai buku
Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dan Aktiva non Produktif ditetapkan sebagai berikut :
Nilai agunan yang diperhitungkan sebagai unsur pengurang perhitungan PPAP adalah sebagai berikut :
Penyajian aktiva produktif dalam bentuk surat berharga ditetapkan berdasarkan urutan klasifikasi:
Khusus untuk surat berharga dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN) ditetapkan seluruhnya memiliki kualitas lancar dan dikecualikan dalam perhitungan pembentukan PPAP.
Aktiva tetap dicatat berdasarkan harga perolehannya dan penyusutannya dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk bangunan dan saldo menurun untuk aktiva kelompok 1, 2, 3, 4 berdasarkan masa manfaat dari aktiva tersebut, yaitu :
Tanah, Gedung, Rumah Tinggal, Pesawat Udara, Kapal Laut, Kendaraan bermotor dan persediaan paling tinggi sebesar 70% (tujuh puluh perseratus) dari penilaian, apabila penilaian dilakukan dalam 12 (dua belas) bulan terakhir, 50% (lima puluh perseratus) dari penilaian, apabila penilaian yang dilakukan telah melampaui jangka waktu 12 (dua belas) bulan namun belum melampaui 18 (delapan belas) bulan, 30% (tiga puluh perseratus) dari penilaian, apabila penilaian yang dilakukan telah melampaui 24 (dua puluh empat) bulan dan 0% (nol perseratus) dari penilaian yang dilakukan telah melampaui jangka waktu 24(dua puluh empat) bulan.
. Lancar
. Kurang Lancar . Diragukan
Aktiva dengan kualitas Lancar Aktiva dengan kualitas DPK
Aktiva dengan kualitas Kurang Lancar Aktiva dengan kualitas Diragukan
: 1 %
: 5 % setelah dikurangi nilai agunan : 15 % setelah dikurangi nilai agunan : 50 % setelah dikurangi nilai agunan
Surat Berharga dan saham yang aktif diperdagangkan di bursa efek di Indonesia atau memiliki peringkat investasi paling tinggi sebesar 50% (lima puluh perseratus) dari nilai yang tercatat di bursa efek pada akhir bulan.
. Macet
:100 % setelah dikurangi nilai agunan Aktiva dengan kualitas Macet
5.2.7. 1. 2. 3. 5.2.8. : 4 tahun : 8 tahun : 16 tahun : 20 tahun 5.2.9. 5.2.10. : 50 % : 25 % : 10 % : 15 %
Efek-efek dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dimana Bank bermaksud dan mempunyai kemampuan untuk memiliki hingga jatuh tempo, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto.
- Jasa Produksi
Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Dalam kegiatan normal usahanya, BPD Sultra melakukan transaksi-transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama jika dilakukan pada pihak ketiga (pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa), kecuali untuk kredit / pinjaman yang diberikan kepada Direksi dan Karyawan.
Efek-efek sesuai dengan PSAK No.50 " Akuntansi Investasi Efek Tertentu " efek-efek dinyatakan berdasarkan klasifikasi sebagai berikut :
Efek-efek dalam kelompok diperdagangkan dinyatakan berdasarkan nilai wajar dan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat perubahan nilai wajar dilaporkan dalam Laporan laba rugi.
Efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai wajar dan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat perubahan nilai wajar dilaporkan sebagai komponen ekuitas.
- Cadangan Umum
- Dana Kesejahteraan pegawai
Laba bersih setelah dipotong pajak yang telah disahkan dalam RUPS, pembagiannya ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara No. 5 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 10 Tahun 2004 sebagai berikut : Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang berlaku.
- Kelompok II (Aplikasi Olibs, Switching ATM)
- Deviden untuk Pemegang Saham - Kelompok III
- Kelompok IV
Tarif penyusutan atas aktiva tetap tersebut telah sesuai dengan tarif penyusutan berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang berlaku.
- Kelompok I (Aplikasi LBU dan Buku Pedoman)
Aktiva lain-lain dicatat pada saat terjadinya perolehan aktiva sebesar nilai perolehan. Aktiva lain-lain berupa aktiva tidak berwujud dilakukan amortisasi secara garis lurus berdasarkan perkiraan masa manfaat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan Pasal 11 A sebagai berikut :
5.2.11.
- Lancar : 1 %
- Dalam Perhatian Khusus : 5 %
- Kurang Lancar : 15 % - Diragukan : 50 % - Macet : 100 % 5.3. 5.4. -Pajak Penghasilan
Program Pensiun dan Imbalan Kerja
Taksiran pajak penghasilan merupakan kewajiban pajak pada tahun pajak berjalan berdasarkan laba tahun berjalan sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan pada periode aset atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan-peraturan pajak) yang berlaku atau secara substansi telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika Bank mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Bank menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya sejak tanggal 20 April 1992.
Iuran Program Pensiun tersebut sebesar 5% menjadi beban peserta (karyawan), sedangkan selebihnya menjadi beban BPD Sultra selaku pendiri. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (Rekening Administratif) dibentuk berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005 Tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum. Besarnya prosentase (%) pembentukan cadangan (kewajiban) mengikuti penilaian kualitas atas pinjaman yang diberikan, sebagai berikut :
Program Pensiun
Saldo pajak penghasilan yang masih harus dibayar (Hutang Pajak) merupakan taksiran pajak penghasilan setelah dikurangi kredit pajak yang diperkenankan sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku. Sedangkan saldo pajak penghasilan yang lebih dibayar (Uang Muka Pajak) merupakan selisih lebih antara jumlah pajak yang telah dibayar dan disetor perusahaan dengan taksiran pajak penghasilan setelah dikurangi kredit pajak yang diperkenankan sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku.
BPD Sultra menerapkan metode kewajiban (liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan. Menurut metode kewajiban, aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai aset dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aset dan kewajiban tersebut pada setiap tanggal pelaporan. Metode ini juga mensyaratkan adanya pengakuan manfaat pajak di masa datang seperti rugi menurut pajak yang belum digunakan apabila besar kemungkinan bahwa manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang.
-5.5.
5.6.
Informasi Segmen
Penggunaan Estimasi
Program Imbalan Kerja
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama tahun pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
BPD Sultra mengakui penyisihan uang penghargaan terhadap pegawai berdasarkan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 terutama ketentuan yang mengatur mengenai penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Rugi di perusahaan.
Penyisihan tersebut dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan dari program Pensiun pada usia pensiun normal dengan manfaat yang akan diterima berdasarkan UU No. 13/2003 setelah dikurangi dengan akumulasi kontribusi karyawan dan hasil investasinya. Apabila manfaat pensiun lebih kecil daripada manfaat menurut UU No. 13/2003, maka Bank harus membayar kekurangan tersebut. Penyisihan yang dibentuk dibukukan berdasarkan hasil perhitungan aktuaris independen. Keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut (sebelum dikurangi aset program) dan 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal tersebut. Besarnya keuntungan dan kerugian aktuarial tersebut, diakui selama rata-rata sisa masa kerja dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu terjadi ketika Bank memperkenalkan program imbalan pasti atau mengubah imbalan terutang pada program imbalan pasti yang ada.
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. BPD Sultra hanya bergerak dalam aktivitas umum perbankan, sehingga hanya memiliki satu segmen usaha yaitu perbankan. Oleh karena itu, tidak ada penyajian informasi segmen untuk segmen usaha.
31 Desember 2008 31 Desember 2007 (Rp) (Rp) 5.7.1 38,036,373,825 43,718,374,425 31/12/2008 31/12/2007 0 0 9,907,506,725 24,400,573,200 5,936,280,950 11,829,080,175 2,424,321,500 2,583,559,500 16,817,089,300 2,487,062,700 1,348,576,350 311,081,050 1,602,599,000 2,107,017,800 38,036,373,825 43,718,374,425 5.7.2 55,322,135,884 113,521,497,185 5.7.3 63,300,000,000 50,000,000,000 5.7.4 1,127,324,466 99,213,095,731
5.7. Penjelasan Pos-pos Neraca
Kas
Jumlah tersebut merupakan saldo kas tunai per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah sesuai dengan hasil Kas Opname pada masing-masing Kantor dengan rincian sebagai berikut :
Giro pada Bank Indonesia
Jumlah tersebut merupakan saldo Giro Pada Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dan telah sesuai dengan rekening koran dari Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. Tujuan Giro Pada Bank Indonesia adalah untuk memenuhi Giro Wajib Minimum dan untuk menampung pembiayaan perhitungan kliring antar bank.
Kantor Cabang Raha Kantor Cabang Bau-Bau Kantor Cabang Unaaha Kantor Cabang Wanci
Jumlah Kantor Pusat di Kendari Kantor Cabang Utama
Jumlah tersebut merupakan saldo rekening giro dalam mata uang Rupiah pada bank-bank lain per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dengan rincian sebagai berikut : Giro pada Bank Lain
Kantor Cabang Kolaka
Penempatan pada Bank Indonesia
Jumlah tersebut merupakan saldo penempatan pada Bank Indonesia dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Intervensi Rupiah (Call Money) pada Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007.
Kantor Pusat / Cabang
31/12/2008 31/12/2007 13,333,806 24,700,951 0 3,940,000 74,482,360 26,543,465 12,725,080 14,058,477 68,834,353 67,810,631 0 80,420,571,881 345,944,388 164,411,702 75,745,351 16,970,351 3,624,375 3,996,375 62,024,555 49,285,605 30,231,500 18,354,063,000 110,073,994 18,123,994 191,807,000 13,925,000 118,074,848 14,796,848 1,000,000 0 9,982,379 10,066,811 9,440,477 9,830,640 1,127,324,466 99,213,095,731 5.7.5 (11,273,245) (992,130,957) 5.7.6 160,162,552,225 249,700,000,000
Tidak terdapat penempatan giro pada bank lain yang mempunyai hubungan istimewa dan tidak terdapat giro yang diblokir. (Rincian lebih lanjut dapat dilihat pada Lampiran I / 1 - 1).
Giro pada PT Bank DKI Giro pada PT Bank Danamon Giro pada PT BRI
Giro pada PT BII
Penyisihan Penghapusan Giro pada Bank Lain
Jumlah tersebut merupakan saldo penempatan dana berupa tabungan, deposit on call (DOC) dan deposito berjangka pada bank-bank lain per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 dengan rincian sebagai berikut :
Uraian
Giro pada PT Bank Jabar Giro pada PT Bank Jateng Giro pada PT. Bank Muamalat Giro pada BCA Kendari Giro pada PT Bank Mega Giro pada PT Bank Papua Giro pada PT Bank Mandiri Giro pada PT BNI' 46
Giro pada PT BPD SulSel Giro pada PT BPD Maluku Giro pada PT Bank Artha Graha Giro pada PT Bank Panin Kendari
Giro pada Bank Niaga
Jumlah tersebut merupakan cadangan umum dari penyisihan penghapusan yang dibentuk per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 atas kemungkinan tidak tertagihnya giro pada bank lain. Penurunan pembentukan Cadangan Umum Penyisihan Penghapusan Giro pada Bank Lain sebesar Rp980.857.713 (Rp11.273.245 -Rp992.130.957) dibukukan pada rekening Beban PPAP sebagai pengurang.
Jumlah
Penempatan pada Bank Lain
Kolektibilitas Giro pada Bank Lain tergolong lancar dan telah sesuai dengan saldo hasil rekonsiliasi dengan masing-masing rekening koran bank per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007.
31/12/2008 31/12/2007 162,552,225 0 0 40,000,000,000 0 10,000,000,000 50,000,000,000 0 70,000,000,000 0 0 75,000,000,000 0 4,700,000,000 0 80,000,000,000 40,000,000,000 40,000,000,000 160,162,552,225 249,700,000,000 -5.7.7 (1,601,625,672) (2,497,000,000) 5.7.8 59,300,814,922 42,482,000,000
Jumlah tersebut merupakan Nilai Wajar Surat Berharga yang dimiliki untuk diperdagangkan (Trading) dan dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) berupa obligasi per tanggal 31 Desember 2008 dengan rincian sebagai berikut :
Penyisihan Penghapusan Penempatan pada Bank Lain
DOC pada Bank Kesawan
Penempatan pada Bank Century telah cair pada tanggal 9 Januari 2009.
Jumlah tersebut merupakan cadangan umum penyisihan penghapusan yang dibentuk per tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 atas kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana pada bank lain dalam bentuk deposito berjangka, deposit on call dan tabungan. Penurunan pembentukan Cadangan Umum Penyisihan Penghapusan Penempatan pada Bank Lain sebesar Rp895.374.328 (Rp1.601.625.672 -Rp2.497.000.000) dibukukan pada rekening Beban PPAP sebagai pengurang.
Informasi lebih lanjut atas saldo rekening Penempatan pada Bank Lain per