PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO
Faktor-Faktor Risiko (Risk Factors)
Risiko-risiko yang dikelola oleh sistem manajemen risiko BPD Sultra meliputi : - Risiko Pasar
Pengelolaan risiko pasar dalam upaya meningkatkan profitabilitas dilaksanakan dengan menilai kembali kredibilitas pihak lawan (counterparty), mencegah penempatan yang terkonsentrasi, menetapkan selisih (spreads) yang diterapkan antara suku bunga referensi dengan suku bunga pasar untuk menetapkan harga dan mengoptimalkan fungsi ALCO (Asset & Liabilities Committee).
LAPORAN TAHUNAN
2008
- Risiko Likuiditas
Pengelolaan risiko likuiditas diupayakan untuk dapat meminimalisasi risiko yang mungkin timbul dan menjaga likuiditas bank melalui strategi antara lain melakukan kaji ulang dalam memelihara hubungan dengan nasabah, diversifikasi simpanan serta mengetahui jumlah dana yang akan diterima dari pasar dalam kondisi normal atau sebaliknya.
- Risiko Kredit
Pengelolaan risiko kredit dimaksudkan untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko kredit yang mungkin timbul, BPD Sulawesi Tenggara melakukan langkah-langkah antara lain : • Memastikan langkah–langkah serta persyaratan pemberian kredit sesuai dengan
peraturan bank yang berlaku dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.
• Semua pihak yang terkait dalam proses pemberian kredit harus dapat meyakini kemampuan dan kesanggupan debitur dalam melunasi kreditnya.
• Mengoptimalkan fungsi Komite Kredit. - Risiko Operasional
Dalam melakukan pengelolaan risiko operasional terdapat 4 (empat) langkah utama yang akan dilakukan oleh BPD Sulawesi Tenggara yaitu :
• Identifikasi Risiko • Penilaian Risiko • Antisipasi Risiko • Monitoring Risiko
Proses Manajemen Risiko
Dalam menerapkan proses manajemen risiko, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara melakukan identifikasi risiko dengan mengenal dan memahami seluruh risiko yang sudah ada maupun yang mungkin timbul dari bisnis Bank, termasuk risiko yang bersumber dari perusahaan terkait dan afiliasi lainnya.
LAPORAN TAHUNAN
2008
1. Identifikasi risiko
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara telah melakukan identifikasi seluruh jenis risiko yang melekat pada setiap aktivitas fungsional yang berpotensi merugikan Bank. Dalam menerapkan identifikasi risiko, Bank telah memperhitungkan hal-hal sebagai berikut:
a. Bersifat proaktif (antisipasi)
b. Mencakup seluruh aktivitas fungsional (kegiatan operasional).
c. Menggabungkan dan menganalisa informasi risiko dari seluruh sumber informasi yang tersedia.
d. Menganalisa kemungkinan timbulnya risiko serta konsekuensinya. 2. Langkah-langkah pengendalian yang dilakukan
Dalam melaksanakan proses pengendalian risiko, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara dalam mengelola risiko tertentu yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank telah merealisasikan hal-hal berikut:
- Penyempurnaan ketentuan-ketentuan intern BPD Sulawesi Tenggara yang telah memperhitungkan manajemen risiko.
- Penyegaran Manajemen Risiko bagi Dewan Pengawas dan Direksi.
- Sosialisasi Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bukan hanya kepada Pejabat Unit Khusus Pengenalan Nasabah (UKPN) tetapi kepada semua pegawai BPD Sulawesi Tenggara.
- Ujian Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Dewan Pengawas, Direksi, Kepala Biro/Divisi/Pejabat setingkat, Kepala Bagian, Kepala Cabang, Kepala Seksi/Kepala Capem.
- Self Assement Profil Risiko BPD Sulawesi Tenggara.
- Pembentukan Komite Audit, Pemantau Risiko serta Komite Nominasi dan Remunerasi sebagai implementasi pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG).
- Mempertanggungkan semua nasabah BPD Sulawesi Tenggara pada Perusahaan Asuransi baik jiwa maupun kredit termasuk risiko kebakaran dengan banker clouse BPD Sultra. - Memastikan bahwa Kebijakan Perkreditan Bank telah dilaksanakan sebagaimana
LAPORAN TAHUNAN
2008
Profil Risiko
Secara keseluruhan (komposit) penilaian Profil Risiko Bank BPD Sultra Triwulan IV Tahun 2008 atas 4 (empat) jenis yang dinilai rata-rata masih tergolong Low, diperoleh dari hasil penilaian skor terbobot pada risiko inheren sebesar 63,00% (Low) dan System Pengendalian Risiko yang dinilai Strong sebesar 88,34%.
Penilaian tersebut masih terbatas pada risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional dan risiko pasar.
1. Risiko Kredit
Tingkat risiko kredit berada pada posisi ”Moderat” atau meningkat dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya dan posisi triwulan sebelumnya yang berada pada posisi ”Low”. Meningkatnya risiko kredit tersebut disebabkan karena meningkatnya kredit bermasalah sebesar Rp.31.164 juta yaitu dari Rp.20.364 juta bulan September 2008 menjadi Rp.51.510 juta sehingga NPL memburuk dari 2,70% bulan September 2008 menjadi 6,78% bulan Desember 2008. Sampai saat ini konsentrasi kredit masih didominasi pada sektor konsumtif sebesar 86,27% dari jumlah kredit yang diberikan.
2. Risiko Pasar
Tingkat risiko pasar berada pada posisi ”Low”. Pencapaian tingkat risiko tersebut tidak mengalami perubahan atau berada dalam posisi stabil/tetap dibandingkan dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya maupun dengan triwulan sebelumnya.
3. Risiko Likuiditas
Tingkat risiko likuiditas berada pada posisi ”Moderat”. Pencapaian tingkat risiko tersebut tidak mengalami perubahan atau stabil/tetap dibandingkan dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya maupun dengan triwulan sebelumnya. Tingkat risiko yang moderat tersebut disebabkan oleh konsentrasi pemberian kredit dengan jangka waktu lebih dari satu tahun mencapai 589,70% dibandingkan dengan sumber dana dengan jangka waktu lebih dari satu tahun pada aktivitas perkreditan, dan terdapat konsentrasi jangka waktu sumber dana dimana sumber dana jatuh tempo dalam 14 hari mencapai 90,17% dari jumlah DPK serta konsentrasi sumber dana pada deposan inti yang mencapai 32,34% dari DPK pada aktivitas pendanaan.
LAPORAN TAHUNAN
2008
4. Risiko Operasional
Tingkat risiko operasional BPD Sultra berada pada posisi ”Low”. Tingkat risiko tersebut tidak mengalami perubahan atau stabil/tetap dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya maupun dengan triwulan sebelumnya. Tingkat risiko ”Low” menunjukkan bahwa pengendalian yang memadai terhadap risiko yang ada, khususnya risiko bidang operasional.
Profil risiko tahun 2009-2011 diproyeksikan stabil dalam klasifikasi risiko rendah, dengan rincian sebagai berikut :
Jenis Risiko Risiko Inheren
System Pengendalian
Risiko
Kriteria Trend
Risiko Kredit low Acceptable Low Composite Risk Stabil Risiko pasar Low Acceptable Low Composite Risk Stabil Risiko Likuiditas Low Acceptable Low Composite Risk Stabil Risiko Operasional Moderate Acceptable Moderat Composite
Risk
Stabil
AKTIVITAS USAHA DAN JASA LAYANAN UTAMA Aktivitas Utama
BPD Sulawesi Tenggara sebagai Bank Umum selama tahun 2008 telah menjalankan operasionalnya dengan menghimpun dana dalam bentuk Giro, Tabungan dan Deposito serta menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian serta memprioritaskan pada usaha produktif dan profitable. Selain itu, BPD Sulawesi Tenggara juga memberikan pelayanan jasa-jasa perbankan seperti transfer, referensi bank serta pelayanan jasa perbankan lainnya.