• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagaimana Masyarakat Jepang Meminati Vrtual Idol

MASYARAKAT JEPANG

3.2 Bagaimana Masyarakat Jepang Meminati Vrtual Idol

Di Jepang akhir-akhir ini musik dari virtual idol sangat digemari, disukai, bahkan digandrungi oleh masyarakat Jepang. Hal yang biasa ditampilkan oleh artis ataupun penyanyi idol wanita maupun pria di konser pada saat ini, seperti bernyanyi, menari, dan berinteraksi dengan penonton, bisa pula dilakukan oleh Hatsune Miku. Penampilan Hatsune Miku yang diiringi dengan animasi yang termediasi secara Digital Holografi dengan menggunakan media proyektor Dilad Board. Inilah yang menjadikan Hatsune Miku menjadi inovasi idol yang berbeda dengan Pop idol masa kini. Hatsune miku adalah tokoh imaji fiktif animasi yang awalnya tidak ada dalam realita namun menjadi nyata saat ini.

Pada umumnya virtual idol tidak terlalu jauh berbeda dari idol-idol lainnya, dikarenakan sosok seorang idol pada umunya sangat di puja oleh para fansnya, begitu pula sosok virtual idol Hatsune Miku. Bagi para penggemar virtual idol, mereka memiliki beberapa macam cara untuk menikmati virtual idol tersebut.

Untuk para fans yang senang menikmati musik yang dinyanyikan oleh Hatsune Miku, biasanya mereka menonton langsung konser Hatsune Miku, ataupun menonton konsernya melalui internet. Dikarenakan untuk harga tiket konser

Hatsune Miku terbilang cukup mahal, para fans virtual idol Hatsune Miku dapat membuat konser buatan mereka sendiri. Adapun beberapa cara fans untuk menikmati konser Hatsune Miku adalah dengan cara menggunakan projector yang di arahkan ke dinding, ataupun projector yang di arakan ke kaca. Selain itu ada juga yang menggunakan sistem hologram lainnya seperti hologram piramid dan hologram box.

Gambar 6. Hatsune Miku menggunakan projector yang di arahkan ke layer kaca yang terbuat daripolyethylene.

Gambar 7. Virtual idol Hatsune Miku yang di tampilkan melalui hologram pyramid.

Gambar 8. Hatsune Miku yang di tampilkan melalui hologram box.

Selain konser, para fans virtual idol Hatsune Miku juga menciptakan lagu atau mengedit sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Hatsune Miku melalui software Vocaloid. Tidak hanya menikmati lagu-lagu yang sudah ada, tetapi para fans Hatsune Miku bisa memilih lagu kesukaan mereka atau menciptakan lagu buatan sendiri kemudian di masukkan kedalam software Vocaloid Hatsune Miku dan diedit sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

Gambar 9. Proses pembuatan lagu menggunakan software Vocaloid.

Selain membuat konser, mengedit dan mencitakan lagu sendiri, para fans Hatsune Miku juga melakukan cosplay atau costum play. Coslpay adalah sebutan bagi orang-orang yang suka berpakaian seperti karakter dalam film animasi, komik, ataupun video games. Dikarenakan Hatsune Miku adalah sosok karakter virtual, para fans Hatsune Miku bisa melakukan cosplay ataupun berpakaian serupa dengan idol-nya, sedangkan orang yang melakukan cosplay sering di sebut cosplayer. Bagi para fans Hatsune Miku yang melakukan cosplay bisa merasakan keterdekatan terhadap idol-nya ataupun merasa seolah-olah menjadi karakter Hatsune Miku tersebut. Karena karakter Hatsune Miku bergambarkan seorang karakter perempuan, kebanyakan para fans yang melakukan cosplay menggunakan kostum Hatsune Miku adalah fans dari pihak perempuan. Biasanya para cosplayer ini bisa ditemukan saat event-event seperti Nippon Banashi Street Festa, dan Comiket (atau comic market). Comiket adalah sebuah pasar komik yang diadakan dua kali setahun, dan telah menarik jutaan pengunjung tiap kalinya.

Selain acara utama ini, berbagai konvensi game dan anime terkait diadakan sepanjang tahunnya, selalu menawarkan kesempatan besar untuk menampilkan karya cosplay.

Gambar 10. Cosplayer Hatsune Miku mengenakan costum snow pada event Comiket tahun 2019.

Dengan melakukan konser buatan sendiri, mengedit musik atau menciptakan musik sendiri, dan ber-cosplay, para fans Hatsune Miku bisa menikmati idol-nya dengan cara yang berbeda-beda. Tidak hanya menikmati, tentunya dengan negedit musik atau menciptakan musik sendiri dapat menambah kereatifitas para fans. Sedangkan dengan ber-cosplay para fans dapat menambah kereatifitas dalam segi pembuatan kostum miliknya sendiri.

Dengan munculnya virtual idol Hatsune Miku, kebudayaan Pop-idol di Jepang pun mulai berubah. Para fans idol di Jepang sebelumnya hanya bisa melihat, mendengarkan, dan mendukung kegiatan idol-nya tersebut, sedangkan fans virtual idol dapat menciptakan karya-karya buatan mereka sendiri, yang dapat dinyanyikan langsung oleh idol-nya

Selain itu Cryptoon Future Media juga menggelar pameran yang menampilkan beberapa accessories Hatsune Miku seperti gantungan kunci, poster, hingga action figure yang dapat di nikmati oleh para fans. Pameran yang di gelar Cryptoon future media ini di sebut Miku Expo, sebuah pameran yang di gelar berdampingan Bersama dengan konsernya Hatsune Miku. Para fans yang datang ke acara konser dapat membeli accessories versi original Hatsune Miku pada pamean tersebut.

..

Gambar 11. Bagian dalam pameran Miku Expo pada tahun 2016 di Shibuya, Jepang.

Gambar 12. Accessoris Hatsune Miku pada pameran Miku Expo tahun 2016 di Shibuya, Jepang.

Seiring dengan perkembangan waktu, kebudayaan Virtual idol pun semakin berkembang hingga saat ini. Tidah hanya Vocaloid, beberapa agensi Virtual idol seperti Hololive dan Nijisanji pun sudah digemari hingga keluar negeri. Hololive dan Nijisanji memiliki daya jual yang sedikit berbeda dari Vocaloid dikarenakan mereka tidak hanya memfokuskan Virtual Idol pada bidang menyanyi dan menari saja, mereka juga melakukan live perfom pada sebuah website salah satuya adalah youtube, dengan beragam konten yaitu bernyanyi, bermain game, dan berbicara secara langsung kepada para penggemarnya.

Melalui kolom komentar para penggemar dapat berbicara secara langsung kepada para idolnya, tentusaja ketika para penggemar yang sudah terlalu banyak mengirimkan pesan di kolom komentar tidak dapat di baca semua, oleh karena itu ada beberapa penggemar yang rela mendonasikan sjumlah uang melalui kolom komentar agar pesan mereka dapat terbaca.

Gambar 13. Salah satu virtual idol asal Hololive yang sedang melakukan live streaming melalui youtube.

BAB IV perkembangan industry musik di Jepang. Dengan munculnya Hatsune Miku penjualan software Vocaloid meningkat derastis. Penjualan tiket konser dan action figure Hatsune Miku-pun terjual habis.

2. Masyarakat Jepang yang meminati virtual idol, dapat menikmati virtual idol-nya dengan cara yang berbeda-beda. Salah satuya dengan cara membuat konser buatan mereka sendiri, menciptakan lagu kepunyaan mereka sendiri, dan ber-cosplay layaknya seperti karakter idol-nya sendiri.

4.2 Saran

1. Penelitian ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dari segi pemahaman, penulisan dan lainnya, bagi pembaca yang ingin mencari tau tentang Vocaloid ataupun Hatsune Miku sebaiknya pembaca harus memahami mengenai virtual idol. Ataupun pembaca bisa melihat langsung tentang Vocaloid atau Hatsune miku pada situs youtube.com atau nicovideo.jp.

2. Bagi pembaca terutama mahasiswa jurusan Sastra Jepang dan Bahasa Jepang yang ingin mempelajari mengenai virtual idol, sebaiknya juga mempelajari budaya musik, pop culture dan idol di Jepang, agar mempermudah pemahaman mengenai virtual idol dan menjadi pengehtahua tambahan terhadap kebudayaan Jepang.

3. Sebaiknya bagi pembaca yang ingin melakukan penelitian Skripsi mengenai kebudayaan modern di Jepang seperti virtual idol, disarankan untuk melakukan pengumpulan data terlebih dahulu agar mempermudah dalam proses pembuatan Skripsi. Dikarenakan belum terlalu banyak data yang bisa di kumpulkan untuk melakukan penelitian mengenai budaya-budaya moderen di Jepang.

Dokumen terkait