• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor Pendukung Virtual Idol di Jepang

Salah satu objek industri budaya pop di Jepang yang marak dipertontonkan dan digemari oleh masyarakat Jepang ialah para artis atau penyanyi pop yang bernyanyi dan menari di atas panggung yang sering sebut Idol. Para Idol mempertontonkan keahlian mereka kepada peikmat budaya pop di Jepang.

Dengan harapan mendapat keuntungan materi, para pengusaha-pengusaha bisnis hiburan ini berlomba-lomba menciptakan berbagai versi idol, misalnya Buono!

(sebuah idol grup vokal berisi 3 orang peempuan yang pandai menari serta

bernyanyi dengan aransemen musik rock), AKB 48 (grup idol yang berisikan 48 perempuan remaja yang pandai menari dan bernyanyi), Morning Musume yang grup idolya hampir sama dengan AKB 48 hanya saja personilnya lebih sedikit, dan idol-idol lainnya. Mereka sangat digemari oleh para fansnya masing-masing.

Para penggemarnya rela mengorbankan uang banyak untuk membeli tiket konser dan merchandise sang Idol. Namun Hatsune Miku muncul merubah paradigma orang-orang terhadap budaya pop yang ada, bahwa objek teks Idol tidak selalu harus manusialah yang memerankannya. Karena pada dasarnya semua dapat memerankan dan menambahkan kenyataan yang sebenarnya tidak mungkin direalisasikan kepada idol pada umumnya.

Sangatlah wajar apabila Hatsune Miku Populer. Hatsune Miku membuat terobosan sendiri, seluruh dunia telah melihatnya sehingga ia menjadi Japan topic cool saat ini, yaitu duta besar promosi produk kebudayaan populer Jepang ke seluruh dunia di dalam segmen musik J-Pop dan segmen teknologi yang disukai dan selalu diikuti oleh banyak orang. Partisipasi Hatsune Miku dalam beberapa animasi sebagai Opening dan Ending anime sudah dijalani Hatsune Miku untuk menjadi populer. Dunia cosplay yang menampilkan segmen-segmen para pelaku cosplay Hatsune Miku membuat interpretasi orang-orang di dunia bahwa Miku adalah salah satu bagian produk kebudayaan yang paling komersil di Jepang kini (cool japan). Semua langkah-langkah kepopuleran yang mengatasnamakan keuntungan yang dilakukan Crypton Future Media Yamaha Corperation yang mengobjekkan pemujaan idol Hatsune Miku sebagai ujung tombak promosi produk vocaloid, sukses besar. Perangkat lunak, tiket konser, merchandise dan hal-hal yang berbau Hatsune Miku laris laku dibeli masyarakat Jepang maupun luar negeri.

Objek Hatsune Miku yang telah menyenangkan banyak orang dengan memanfaatkan interpretasi masyarakat yang tidak lepas dari aspek-aspek teknologi virtual yang disukai dan di ikuti selalu perkembangannya oleh masyarakat, serta menciptakan pencitraan segmen idol yang sedang menari dan menyanyi. Crypton telah berhasil meraih untung besar tanpa harus mencari-cari pengakuan kepopuleran, tapi tetap mengikuti kaidah dasar kepopuleran yang ada, bahwa Hatsune miku ialah hal yang menyenangkan dan disukai banyak orang,

maka melalui penelitian ini telah jelas mengapa Hatsune Miku menjadi Populer, terkenal, hingga sangat di gemari oleh masyarakat saat ini sebagai produk budaya populer jepang kini (cool Japan).

Konser Vocaloid yang memproyeksikan animasi Hatsune Miku dan teman-teman virtualnya telah menghebohkan industri hiburan musik pop di Jepang akhir-akhir ini. Konser ini sedemikian menghebohkan hingga penuh dihadiri para fans Vocaloid. Hatsune Miku sangatlah digandrungi dan dipuja-puja penggemarnya yang sudah berjumlah sangat banyak. Indikator kepopuleran Hatsune Miku di industri musik pop di Jepang, tampak dari jadwal tur Hatsune Miku yang sangat padat, sebagaimana jadwal artis penyanyi populer pada umumnya. Indikator kepopuleran lainnya ialah bahwa tur Hatsune Miku diselenggarakan di mana-mana, bukan hanya sekedar di Jepang, tetapi sudah mencapai Amerik dan Singapura,

Adapun beberapa factor-faktor yang membuat virtual idol Hatsune Miku menjadi Populer, terkenal, hingga sangat di gemari oleh masyarakat Jepang hingga luar negeri.

2.6.1 Faktor Budaya

Faktor Budaya merupakan faktor yang dapat di katakan paling dekat dengan keberhasilan Hatsune Miku. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan masyarakat Jepang.

2.6.2 Bentuk Anime dan Manga

Dalam istilah sederhana, anime adalah bentuk kartun Jepang baik di televisi atau di rilis pada DVD atau video. Buku yang menampilkan visual dan bentuk anime disebut manga. Karakter Hatsune Miku yang di buat oleh Kei Garou, seniman manga yang menciptakan karakter Hatsune Miku, mengandung estetika dari anime dan manga (gadis sekolah yang cantik, kaki panjang, mulut dan hidung kecil, dan lain lain). Karena hal itu Hatsune Miku terlihat seperti karakter anime. Tetapi walaupun Hatsune Miku berbrntuk anime, namun ia tidak memiliki latar belakang cerita seperti yang umumnya ada pada manga.

2.6.3 Fandom dan Otaku

Fandom adalah bentuk kata dari fan yang berarti penggemar dan sufiks dom yang berarti kerajaan atau kebebasan, jadi fandom adalah apresiasi penggemar dari gaya anime dan manga. Para fans baik fanboys dan fangirls menjalankan rasa kekaguman mereka dengan santai ataupun fantastisme yang ekstrim. Sedangkan fans yang secara ekstrim terobsesi terhadap satu hal disebut otaku. Misalnya terhadap computer di sebut computer otaku, terhadap cosplay di sebit cosplay otaku, terhadap anime di sebut anime otaku dan sebagainya.

Begitu pula terhadap karakter Hatsune Miku, ia juga memiliki fandom dan juga otaku terhadap karakter Hatsune Miku. Dengan gaya dan penampilan Hatsune Miku yang kawaii dan kepopuleran yang dimilikinya, fandom dan otaku Hatsune Miku bukanlah merupakan suatu yang asing ataupun mengherankan. Ini dapat menggambarkan antusiasme yang dimiliki oleh para penggemar, baik mereka para penulis lagu, penulis lirik, produsen, ataupun animator. Tidak jarang mereka berusaha untuk menghidupkan atau mewujudkan Hatsune Miku menjadi figure yang nyata. Usaha para penggemar untuk mewujudkan figure Hatsune Miku menjadi sosok yang nyata salah satunya adalah dengan cosplay atau menyanyi dengan menggunakan software Vocaloid Hatsune Miku.

2.6.4 Musik: J-Pop, Idola Remaja, dan Virtual Idol

J-Pop atau Japanese Pop merupakan genre music yang muncul di jepang sejak tahun 1990. J-Pop adalah istilah yang di gunakan untuk membedakan jenis musik di Jepang dengan jenis musik Negara lainnya. Ataupun untuk membedakan jenis musik baru Jepang dengan music tradisional Jepang seperti music enka.

Hatsune Miku masih terkenal Hingga saat ini di karenakan ia membawa lagu-lagu dengan genre musik J-Pop yang memang merupakan genre musik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari Jepang, Hatsune Miku merupakan karakter virtual idol berusia remaja, hal ini sesuai dengan rata-rata usia idol di Jepang yang biasanya berusia antara 14 tahun hingga 16 tahun.

2.6.5 Dukungan Pemerintah

Nittono (2010) mengatakan kementrian luar negeri Jepang menunjuk tiga tokoh muda yang aktif di bidang kawaii sebagai grand ambasadors untuk mempromosikan pemahaman dan menyebar luaskan budaya

pop Jepang di seluruh dunia (Kementrian Luar Negeri Jepang,2009). Kawaii secara resmi di akui dan di gunakan sebagai alat kebijakan luar negeri.

Sebelum idol group kembali booming, „alat‟ yang dijadikan pemerintah Jepang sebagai promosi Jepang adalah anime dan manga, seperti Astro Boy, Doraemon, dan lain-lain. Tetapi saat ini idol group dijadikan „alat‟ untuk mempromosikan Jepang ke seluruh dunia, seperti idol group Morning Musume dan AKB 48 akan “lulus” ketika usia mereka mencapai 20 tahun dan akan di gantikan dengan anggota remaja yang baru, sehingga gaya kawaii tetap di perhatikan walaupun dengan anggota yang akan terus berganti. Lain halnya dengan Hatsune Miku, sejak ia di ciptakan, ia tidak akan pernah berubah, sehingga gaya kawaii tetap dapat di perhatikan tanpa harus “meluluskan”

Hatsune Miku.

2.6.6 Dukungan Teknologi

Hatsune Miku adalah tokoh hologram tiga dimensi (3D) yang di ciptakan dan dibuat dengan menggunakan teknologi komputer. Cara mengisikan suara pada Hatsune Miku pun menggunakan software Vocaloid yang terdiri dari beberapa jenis suara,begitu juga pada konser live Hatsune Miku, dalam konser tersebut dibutuhkan banyak dukungan teknologi untuk membuat Hatsune Miku dapat bernyanyi dan menari hingga terlihat menjadi sangat nyata. Hal ini menunjukkan bahwa selama masih ada pengguna teknologi komputer dan software Vocaloid, maka Hatsune Miku akan terus „hidup‟.

2.6.7 Dukungan Penggemar

Menurut Milgram dan Lewis (2001 : 17) kehidupan yang semakin moderen membuat fans ini terasing karena mereka dianggap berbeda dengan yang lain yang bukan fans. Meskipun di sisi lain mereka hanyalah pihak yang ingin menunjukkan kesetiaan dan dukungan terhadap pihak idola yang kadang membutuhkan dukungan untuk penampilan mereka sendiri. Hatsune Miku pun memiliki jumlah fans yang sangat banyak, yang selalu mengikuti di manapun Hatsune Miku menggelar konser live, mereka membeli benda-benda yang berhubungan dengan Hatsune Miku, membeli CD lagunya, dan bahkan menciptakan atau membuatkan lagu Hatsune Miku dengan menggunakan software Vocaloid Hatsune Miku, ini semua seperti dengan perasaan yang membuat

seorang fans menjadi seperti idolanya dan selalu merasa dekat dengan idolanya.

Jadi selama masih ada peran aktif para penggemar Hatsune Miku akan terus hidup.

BAB III

Dokumen terkait