• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan Alkitab: Matius 4:1-

D. Bagaimana Menghadapinya?

Pada pelajaran sebelumnya siswa telah mempelajarai mengenai beriman dan berpengharapan. Ada beberapa poin yang diangkat dalam rangka hidup beriman dan berpengharapan. Beberapa sikap yang dapat menjadi pendukung bagi remaja dalam menghadapi berbagai tantangan iman adalah: • Tidak mengandalkan diri sendiri tetapi mengandalkan Tuhan (Yer

17:5-6).

• Setia (Mat 25:1-30). • Taat (Kej 12:1-9).

• Memiliki pendirian yang teguh (Yos 24:14-15). • Tidak mudah terpengaruh (Bil 14:25-30).

• Memiliki keyakinan yang kokoh (Roma 1:16;Roma 8:35-39). • Tegar di tengah persoalan (Dan 6;Kis 7).

• Berani menanggung resiko (Dan 3).

• Tidak mengenal putus asa (1 Sam 21-24,26,27).

Nabi Yeremia menulis, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7,8).

Allah memberi kekuatan pada tiap orang percaya untuk mampu menghadapi tantangan hidup. Ketika kita benar-benar mengandalkan Allah, memiliki pendirian yang teguh, serta keyakinan yang kokoh pada janji penyertaan-Nya, maka kita akan terus bertumbuh dalam iman kepada-Nya. Dengan begitu, tantangan iman adalah ujian bagi kita untuk tetap teguh beriman, setia, dan taat pada janji Allah dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tawaran yang merugikan hidup kita.

E. Penjelasan Bahan Alkitab

Matius 4:1-11 Pencobaan di Padang Gurun

Pencobaan terhadap Yesus yang dilakukan oleh Iblis adalah usaha untuk membelokkan Yesus dari jalan ketaatan yang sempurna kepada kehendak Allah. Kita dapat mencatat bahwa dalam setiap pencobaan Yesus tunduk kepada kekuasaan Firman Allah dan bukan kepada keinginan Iblis. Pelajaran apakah yang dapat kita tarik dari peristiwa ini?

1. Iblis merupakan musuh terbesar kita. Sebagai orang Kristen, kita harus sadar bahwa kita terlibat dalam peperangan rohani melawan kuasa-kuasa kejahatan yang tidak nampak namun sangat nyata

2. Tanpa Roh Kudus dan Firman Allah yang digunakan secara tepat, orang Kristen tidak mungkin mengalahkan dosa dan pencobaan. Salah satu cara yang dapat kita lakukan dalam menghadapi pencobaan adalah Sadarilah bahwa Firman Allah berkuasa untuk melawan setiap ajakan Iblis.

Yesus dibawa ke gurun untuk dicobai selama empat puluh hari. Yesus mengalami tiga macam percobaan, sebagaimana ditonjolkan dalam kutipan- kutipan Kitab Suci, yaitu: godaan mengenai makanan dan kenikmatan dunia lainnya, godaan untuk untuk memuaskan keinginannya sendiri , egoism dan kesombongan, godaan untuk memungkiri Allah dan menyembah berhala yang menjamin kekuasaan di dunia ini. Yesus keluar sebagai pemenang dalam menghadapi pencobaan di padang gurun. Yesus adalah Mesias yang

membuka jalan penyelamatan yang sesungguhnya, Ia membuka jalan ketaatan pada Allah.

Pencobaan di padang gurun merupakan ujian bagi Yesus sebagai manusia dan Yesus melawan pencobaan tersebut sebagai manusia pula. Sekalipun demikian, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Manusia. Oleh karena itu, sifat ilahi dan sifat manusiawi di dalam pribadi-Nya membuat hasil ujian itu amat gemilang. Pencobaan di padang gurun memberikan gambaran bagi kita bahwa Yesus kristus yang adalah anak Allah saja dicobai oleh Iblis apa lagi kita manusia berdosa. Oleh karena itu, senjata kita dalam melawan pencobaan adalah kesetiaan kita dalam berdoa, beribadah, dan membaca Alkitab.

F. Kegiatan Pembelajaran

1. Pengantar

Pada bagian Pengantar guru menjelaskan mengenai pentingnya materi ini dibelajarkan pada siswa dan tujuan mempelajari materi ini. Menghadapi tantangan merupakan topik aktual bagi siswa karena semua manusia dalam segala usia pasti menghadapi tantangan. Namun demikian, dalam menghadapi tantangan, orang Kristen memiliki acuan atau pegangan yaitu Alkitab yang menjadi pedoman hidup.

2. Pendalaman Materi

Siswa melakukan pendalaman materi mengenai tantangan iman yang dihadapi oleh remaja masa kini. Pada bagian ini guru dapat memberikan pengayaan pada siswa mengenai berbagai bentuk tantangan kehidupan yang dihadapi oleh remaja masa kini. Guru diharapkan tidak hanya terpaku pada empat kategori tantangan yang

ada dalam buku guru dan siswa, namun dapat juga dibuat identifikasi

tantangan lainnya yang dihadapi remaja secara global maupun lokal. Namun empat kategori yang sudah ada dalam materi dipandang sebagai tantangan global yang dihadapi oleh semua remaja.

3. Identifikasi Tantangan Remaja Masa Kini

Sebagai tindak lanjut dari pendalaman materi, maka guru minta

siswa mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh

remaja masa kini. Siswa dapat menulis dalam lembaran kertas dan didiskusikan dikelas. Siswa juga dapat menambahkan hal-hal yang

belum tercantum dalam pembahasan. Kegiatan hanya terfokus

pada identifikasi tantangan yang dihadapi karena pada kegiatan

selanjutnya ada pendalaman materi mengenai cara remaja Kristen menghadapi tantangan iman.

4. Pendalaman Alkitab Mengenai Tantangan Iman

Guru membantu siswa memahami teks Alkitab tentang tantangan iman. Alkitab yang menjadi acuan utama dalam menghadapi tantangan iman. Pemilihan teks Alkitab ini diharapkan mampu memberikan pencerahan pada siswa bahwa tantangan iman akan selalu ada. Yesus yang adalah anak Allah pun tidak luput dari godaan dan pencobaan apalagi manusia berdosa. Guru dapat mengkaitkannya dengan empat kategori tantangan yang sudah dibahas pada point sebelumnya. Atau guru dapat menggabungkan pendalaman materi pada point B dan C

barulah siswa melakukan aktivitas mengidentifikasi tantangan hidup

beriman.

5. Gambar Diri

Setelah membuat identifikasi tantangan yang dihadapi remaja

masa kini, mempelajari bahan Alkitab yang berkaitan dengan

tantangan iman, siswa diminta membuat gambar atau profil diri dalam menghadapi tantangan. Contoh profil ada dalam buku siswa.

Mengenai penilaian guru dapat mengubahnya dalam bentuk rating skala.

6. Menghadapi tantangan Iman

Aktivitas ini merupakan penguatan pada siswa dalam menghadapi tantangan. Remaja membutuhkan pegangan dalam menghadapi godaan dan tantangan iman. Peran guru amat penting dalam memberikan pencerahan bahwa siswa tidak perlu cemas, khawatir, dan takut menghadapi godaan. Ingatkan sekali lagi bahwa Yesus juga digoda oleh Iblis dan itu merupakan tantangan bagi Yesus, namun Ia mampu menghadapinya dan keluar sebagai pemenang. Mengapa? Karena pegangan Yesus hanya satu, yaitu iman dan percaya kepada Allah Bapa.

Allah memberi kekuatan pada tiap orang percaya untuk mampu menghadapi tantangan hidup. Ketika kita benar-benar mengandalkan Allah, memiliki pendirian yang teguh, keyakinan yang kokoh pada janji penyertaan-Nya, maka kita akan terus bertumbuh dalam iman

kepada-Nya. Dengan begitu, tantangan iman adalah ujian bagi kita untuk tetap teguh beriman, setia dan taat pada janji Allah dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tawaran yang merugikan hidup kita. Kamu akan lebih kuat bertahan jika kita setia berdoa, beribadah dan membaca Alkitab.

7. Menyusun Doa Syukur

Guru minta siswa menyusun Doa syukur pada Allah karena telah diberi kemampuan untuk menghadapi godaan dan tantangan hidup. Guru memilih salah satu doa terbaik untuk dipakai sebagai doa penutup dalam pembelajaran ini, dan yang lain dikumpulkan untuk dinilai oleh guru.

G. Penilaian

Penilaian dilakukan dalam bentuk penilaian produk, yaitu doa syukur karena diberi kemampuan oleh Allah dalam menghadapi tantangan. Penilaian produk karya tulis mengenai tantangan hidup beriman. Penilaian

tertulis ketika siswa membuat identifikasi berbagai bentuk tantangan iman

yang dihadapi dan menganalisis cara menghadapi tantangan. Penilaian ketrampilan ketika mempresentasikan karya tulis mengenai menghadapi tantangan.

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

1.1 Mensyukuri makna hidup beriman dan berpengharapan.

1.3. Mensyukuri hidup sebagai orang beriman sesuai dengan teladan Yesus

2. Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

2.1. Menunjukkan sikap hidup beriman dan berpengharapan.

2.3. Menunjukkan sikap hidup orang beriman sesuai dengan teladan Yesus.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

3.1. Memahami arti sikap hidup beriman dan berpengharapan.

3.3. Memahami makna hidup beriman sesuai dengan teladan Yesus.

Penjelasan Bab X