menerima tata cara-tata cara
bait suci?
Bahkan sebelum kita menerima tata cara-tata cara bait suci, kita dapat mem-persiapkan diri dengan hidup layak untuk memasuki bait suci, mematuhi per-janjian-perjanjian yang telah kita buat, dan menjadikan bait suci sebagai bagian dari kehidupan kita. Kita dapat juga menelaah tulisan suci dan perkataan para nabi untuk belajar lebih banyak lagi mengenai tata cara-tata cara bait suci.
Persiapkan diri Anda secara rohani
Dengan doa yang sungguh-sungguh telaahlah tulisan suci dan sumber-sumber ini. Apa menurut Anda yang akan membantu remaja sewaktu mereka menantikan saat un-tuk menerima tata cara bait suci?
Mazmur 24:3–4; A&P 97:15–17 (Kita harus bersih untuk dapat memasuki rumah Tuhan)
Thomas S. Monson, “Bait Suci yang Kudus—Mercusuar bagi Dunia,”
En-sign atau Liahona, Mei 2011, 90–94.
Russell M. Nelson, “Mempersiapkan Diri bagi Berkat-Berkat Bait Suci,”
En-sign atau Liahona, Oktober 2010, 40–
51; lihat juga Bait Suci-Bait Suci Gereja
Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir
“Menjadikan Bait Suci Bagian dari Ke-hidupan Anda,” Ensign atau Liahona,
Oktober 2010, 76–78; lihat juga Bait
Su-ci-Bait Suci Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir
“Pertanyaan-Pertanyaan yang Lazim Diajukan,” Ensign atau Liahona, Oktober 2010, 79–80; lihat juga Bait
Suci-Bait Suci Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir
“Pesan kepada Remaja dari Presidensi Utama,”Untuk Kekuatan Remaja (2011), ii–iii
Video: “Selalu dalam Penglihatan Kita” Jika Anda telah menerima
tata cara-tata cara bait suci, bagaimanakah Anda telah mempersiapkan diri Anda untuk melakukannya? Apa yang telah Anda de-ngar atau amati dari remaja yang membantu Anda me-mahami bagaimana pera-saan mereka mengenai bait suci? Apa yang sedang me-reka lakukan sekarang un-tuk mempersiapkan diri menerima tata cara-tata cara bait suci?
Catatan: Pertimbangkanlah
untuk menyarankan kepada uskup Anda agar
Bagaimana Anda dapat membantu mereka melihat relevansi Injil dalam kehidupan sehari-hari mereka? Gagasan-gagasan berikut dapat membantu Anda:
• Undanglah remaja untuk memba-gikan pengertian-pengertian apa pun yang telah mereka peroleh baru-baru ini setelah mereka mempelajari me-ngenai tata cara-tata cara dan perjanji-an-perjanjian dalam kelas-kelas mereka yang lain atau dalam penela-ahan pribadi mereka.
• Undanglah remaja untuk membaca “Pesan kepada Remaja dari Presidensi Utama,” dalam Untuk Kekuatan
Re-maja (ii-iii). Setelah mereka membaca
pesan tersebut, mintalah mereka membagikan mengapa menurut me-reka gambar bait suci telah dipilih un-tuk sampul buklet tersebut.
Belajar bersama
Setiap kegiatan di bawah akan membantu remaja mempersiapkan diri untuk berpartisi-pasi dalam tata cara-tata cara bait suci. Dengan mengikuti ilham dari Roh, pilihlah satu kegiatan atau lebih yang akan paling sesuai untuk kelas Anda:
• Perlihatkan video “ Always in Our Sights,” dan undanglah setiap anggota kelas untuk memikirkan tulisan suci yang menurut dia berhubungan de-ngan pesan dari video (tunjukkan ke-pada mereka bagaimana menemukan tulisan suci dalam Penuntun bagi Tu-lisan Suci atau indeks untuk tiga rang-kai kitab suci). Mintalah remaja untuk membagikan tulisan suci mereka dan menjelaskan apa yang diajarkan tulisan suci tersebut kepada mereka mengenai mempersiapkan diri pergi ke bait suci. • Bersama kelas, baca Mazmur 24:3–4, dan tanyakan kepada remaja apa yang dimaksud dengan yang bersih tangan-nya dan murni hatitangan-nya. Mengapa ke-bersihan rohani adalah syarat untuk masuk ke bait suci? (lihat A&P 97: 15–17). Undanglah seorang anggota keuskupan untuk mengunjungi kelas guna membahas apa yang harus dila-kukan seeorang untuk layak memiliki rekomendasi bait suci. Rekomendasi apa yang dapat dia berikan untuk di-lakukan remaja dalam mempersiap-kan diri untuk menerima tata cara-tata
cara bait suci? Doronglah remaja un-tuk mengajukan pertanyaan.
• Berikan tugas kepada setiap remaja untuk membaca satu bagian dari arti-kel Penatua Russell M. Nelson “Mem-persiapkan Diri bagi Berkat-Berkat Bait Suci.” Undanglah remaja untuk membagikan apa yang mereka pela-jari dari bagian-bagian mereka me-ngenai mempersiapkan diri pergi ke bait suci. Hal-hal apa lagi yang mem-buat mereka terkesan mengenai pesan dari Penatua Nelson?
• Pilihlah pertanyaan-pertanyaan dari arikel “Pertanyaan-Pertanyaan yang Lazim Diajukan” yang menurut Anda paling berhubungan dengan re-maja dalam kelas Anda, dan tulislah pertanyaan-pertanyaan ini di papan tulis. Siapkan slip-slip kertas dengan jawaban dari artikel tersebut. Biarkan setiap remaja memilih sebuah perta-nyaan dari papan tulis dan menemu-kan jawaban dari antara kertas-kertas yang telah Anda persiapkan. Undang-lah remaja untuk membagikan
Keterampilan penelaahan Injil
Dengan menggunakan Pe-nuntun bagi Tulisan Suci.
Kegiatan pertama dalam bagian ini mendorong re-maja untuk menemukan tulisan suci dengan meng-gunakan Penuntun bagi Tulisan Suci (lihat
Menga-jar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia, halaman 57).
Bantulah mereka merasa nyaman menggunakan Pe-nuntun bagi Tulisan Suci dan alat bantu belajar lain-nya sehingga mereka bisa sering menggunakannya dalam penelaahan Injil pri-badi mereka.
pengertian-pengertian baru apa pun yang mereka temukan.
• Undanglah remaja untuk menyeli-diki artikel “Menjadikan Bait Suci Ba-gian dari Kehidupan Anda” dan menggarisbawahi kalimat-kalimat yang memberitahu mereka apa yang hendaknya mereka lakukan untuk
mempersiapkan diri pergi ke bait suci. Undanglah mereka untuk mem-buat daftar saran-saran yang mereka temukan dan saran-saran lain yang dapat mereka pikirkan. Doronglah mereka untuk membagikan daftar mereka kepada satu sama lain dan memilih sesuatu dari daftar mereka yang ingin mereka lakukan.
Mintalah remaja untuk membagikan apa yang telah mereka pelajari hari ini. Perasaan atau kesan apa yang mereka miliki? Apakah mereka memahami bagaimana mempersi-apkan diri untuk menerima tata cara-tata cara bait suci? Apakah mereka memiliki per-tanyaan tambahan apa pun? Akankah bermanfaat untuk meluangkan lebih banyak waktu mengenai topik ini?
Mengundang untuk bertindak
• Undanglah remaja untuk mere-nungkan apa yang telah mereka de-ngar dan rasakan hari ini dan memilih sesuatu yang akan mereka
lakukan untuk menerima tata cara-tata cara bait suci.
• Bagikan kesaksian Anda mengenai pentingnya tata cara-tata cara bait suci.
Mengajar dengan Cara Juruselamat
Juruselamat melihat potensi dalam diri para murid-Nya. Dia memerca-yai mereka dan mempersi-apkan mereka untuk melayani dan memberkati orang lain. Apa yang da-pat Anda lakukan untuk membantu remaja dalam kelas Anda mempersiap-kan diri bagi berkat-berkat dan kesempatan-
kesempatan di masa yang akan datang?
Sumber-Sumber Pilihan
Cuplikan dari Russell M. Nelson, “Mempersiapkan Diri untuk Berkat-Berkat Bait Suci,” ensign atau Liahona Oktober 2010, 41–51
Karena bait suci adalah kudus, Tuhan meminta agar bait suci dilindungi dari penajisan. Siapa pun dapat masuk yang bersedia untuk bersiap dengan baik bagi kesempatan istimewa tersebut. Konsep persi-apan berlaku di semua bidang ikhtiar lainnya. Saya teringat semasa kanak-kanak, saya memberi tahu orang tua saya bahwa saya ingin kuliah di universi-tas. Mereka berkata bahwa saya dapat, namun hanya jika saya bekerja keras di tingkat pendidikan persi-apan dan memenuhi semua persyaratan untuk pene-rimaan ke universitas. Demikian pula, kita harus memenuhi syarat untuk penerimaan masuk ke bait suci. Kita bersiap secara jasmani, intelektual, dan ro-hani. Terpenuhinya syarat ditentukan secara pribadi bagi setiap orang yang memohon rekomendasi. Mereka yang memegang kunci-kunci wewenang dan tanggung jawab imamat menolong kita bersiap dengan mengadakan wawancara rekomendasi bait suci. Para pemimpin ini peduli terhadap kita dan menolong kita menentukan apakah kita siap untuk menghadiri bait suci. Mereka juga mengasihi Tuhan dan memastikan “agar tidak ada sesuatu yang tidak bersih akan diizinkan untuk datang ke dalam rumah[Nya].” [Ajaran dan Perjanjian 109:20]. Kare-nanya, wawancara ini dilakukan dalam semangat pertanggungjawaban.
Bagaimana Anda bersiap bagi rekomendasi bait suci? Anda dapat berunding dengan keuskupan Anda, begitu juga dengan orang tua, keluarga, pre-siden pasak, guru, atau penasihat kuorum Anda.
Persyaratannya sederhana. Dinyatakan dengan ringkas, seseorang diminta untuk menaati perintah-perintah dari Dia yang empunya rumah tersebut. Dia telah menetapkan standarnya. Kita memasuki bait suci sebagai tamu-Nya .…
Karena tata cara-tata cara dan perjanjian-perjanjian bait suci adalah sakral, kita memiliki kewajiban mutlak untuk tidak membahas di luar bait suci apa yang terjadi di dalam bait suci. Hal-hal sakral patut mendapatkan pertimbangan secara sakral.
Dalam rumah pembelajaran ini, kita diajar dengan cara Tuhan. Jalan Tuhan bukan jalan kita [lihat Yesaya 55:8–9]. Kita hendaknya tidak terkejut jika teknik-teknik mengajar berbeda dengan teknik- teknik yang digunakan dalam metode pendidikan di mana kita lebih terbiasa dengannya. Tata cara-tata cara dan perjanjian di bait suci telah menjadi bagian tak terpisahkan dari injil sejak zaman Adam dan Hawa. Di zaman dahulu, simbol-simbol digu-nakan untuk mengajarkan kebenaran-kebenaran yang mendalam, dan metode pengajaran ini diguna-kan di bait suci sekarang.
Oleh karena itu, maka perlu bahwa kita merenung-kan simbol-simbol yang dilambangmerenung-kan dalam bait suci dan melihat kenyataan-kenyataan yang luar bi-asa yang dengannya setiap simbol memiliki arti [li-hat Yohanes A. Widtsoe, “Ibadah di Bait Suci,” Utah
Genealogical and Historical Magazine, Apr. 1921, 62].
“Tata cara-tata cara bait suci begitu dipengaruhi dengan makna-makna simbolis yang memberikan perenungan dan pembelajaran yang produktif.” [Richard G. Scott, dalam Conference Report, April 1999, 33, atau Ensign, Mei 1999, 27]. Ajaran-ajaran
Sumber-Sumber Pilihan
bait suci sangat sederhana dan indah. Ajaran-ajaran tersebut dipahami oleh mereka yang memiliki sedi-kit kesempatan dalam pendidikan, namun dapat membangkitkan kecerdasan bagi mereka yang sa-ngat berpendidikan.
Saya merekomendasikan agar anggota yang pergi ke bait suci untuk pertama kalinya membaca kete-rangan dalam Penuntun bagi Tulisan Suci yang
berkaitan dengan bait suci, seperti “Mengurapi,” “Perjanjian,” “Pengurbanan” serta “Bait Suci.” Sese-orang juga mungkin ingin membaca kitab Keluaran, pasal 26–29, dan kitab Imamat, pasal 8. Perjanjian Lama, begitu juga kitab Musa dan Abraham dalam Mutiara yang Sangat Berharga yang menegaskan keunikan pekerjaan bait suci dan langgengnya sifat dari tata caranya.