Sebagian besar orang akan memiliki kesempatan untuk membagikan kebenar-an-kebenaran Injil kepada orang lain. Karena ada banyak pandangan yang bertentangan mengenai pernikahan dan keluarga di dunia sekarang, maka penting sekali bahwa kita mengetahui bagaimana menjelaskan pentingnya pernikahan dan keluarga dalam rencana Bapa Surgawi. Sewaktu kita melaku-kannya, kita hendaknya memastikan untuk menjelaskan kepercayaan kita de-ngan ringkas dan sederhana, dede-ngan bimbide-ngan dari Roh, sehingga orang lain dapat memahami kebenaran-kebenaran Injil.
Persiapkan diri Anda secara rohani
Gunakan sumber-sumber di bawah untuk lebih memahami mengenai bagaimana men-jelaskan pentingnya pernikahan dan keluarga. Pengalaman-pengalaman Anda sendiri dalam menjelaskan ajaran kepada orang lain akan membantu Anda mengajarkannya dengan efektif. Pikirkanlah bagaimana kegiatan-kegiatan dalam garis besar ini dapat membantu remaja belajar cara mengajar.
“Keluarga: Pernyataan kepada Du-nia,” Ensign atau Liahona, November 2010, 129
“Pernikahan,” Teguh pada Iman (2004), 97–101
“Pernikahan Kekal” dan “Bait Suci dan Pekerjaan Sejarah Keluarga,”
Mengkhotbahkan Injil-Ku (2004), 85–86
Membuat koneksi
Selama beberapa menit pertama setiap kelas, bantulah remaja membuat hubungan
an-Bagaimanakah Anda telah membantu orang lain me-mahami kepercayaan Anda tentang pernikahan dan keluarga? Dengan cara bagaimana Anda te-lah menjelaskan konsep seperti pernikahan kekal kepada teman-teman yang bukan anggota Gereja? Pengalaman dan gagasan-gagasan apa yang meme-ngaruhi persepsi remaja mengenai pernikahan dan keluarga? Bagaimanakah
• Undanglah remaja untuk memba-gikan bagaimana seorang anggota ke-luarga telah memberikan teladan dalam asas Injil kepada mereka. • Undanglah seseorang yang bisa berbicara dalam bahasa lain (jika me-mungkinkan, seorang anggota kelas) untuk datang ke kelas dan berbicara dalam bahasa tersebut. Undanglah
re-maja tersebut untuk menjelaskan ba-gaimana mendengarkan bahasa yang tidak mereka pahami bisa diumpama-kan seperti mendengardiumpama-kan anggota Gereja menjelaskan kebenaran-kebe-naran Injil kepada orang lain dengan menggunakan kata-kata yang mung-kin tidak lazim, misalnya pernikahan
kekal, pemeteraian, atau kerajaan selestial.
Belajar bersama
Setiap dari kegiatan di bawah akan membantu remaja belajar cara menjelaskan kepada orang lain pentingnya pernikahan dan keluarga. Dengan mengikuti ilham dari Roh, pilihlah satu kegiatan atau lebih yang akan paling sesuai untuk kelas Anda:
• Undanglah remaja untuk memikir-kan dan membuat daftar di papan tu-lis pertananyaan-pertanyaan yang mungkin dimiliki orang-orang lain yang bukan anggota gereja kita me-ngenai pernikahan dan keluarga, se-perti, “Mengapa saya harus menikah dan memiliki anak?” atau “Mengapa pernikahan harus antara pria dan wa-nita?” Mintalah remaja memilih bebe-rapa dari pertanyaan yang sudah ditulis dan mencari jawabannya da-lam tulisan suci (misalnya untuk tu-lisan suci, lihat yang dirujuk di bagian “Pernikahan” dan “Keluarga” dari Teguh pada Iman dalam “Keluarga: Maklumat kepada Dunia”). Dorong-lah remaja untuk mempersiapkan waktu satu menit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka pilih, hindari kata-kata dan ungkapan yang mungkin tidak dapat dipahami dengan mudah oleh orang lain, seperti pernikahan selestial atau
pemeteraian. Berikan mereka waktu
untuk membagikan jawaban mereka. • Kunjungilah situs Ruang Berita Ge-reja dan bacalah bagaimana sebuah
ajaran seperti pernikahan bait suci di-jelaskan kepada mereka yang bukan anggota gereja kita (lihat “Pernikahan Bait Suci”). Mintalah remaja menulis sebuah berita mengenai pentingnya pernikahan dan keluarga. Ini bisa da-lam bentuk cerita singkat yang mung-kin ditampilkan dalam surat kabar sekolah atau ditulis dalam sebuah blog. Undanglah remaja untuk mem-bagikan apa yang telah mereka persi-apkan bersama kelas.
• Bersama kelas, bacalah “Keluarga” dalam Untuk Kekuatan Remaja. Un-danglah remaja untuk mempersiap-kan diri mengajarmempersiap-kan beberapa ajaran yang telah mereka pelajari mengenai keluarga kepada anak-anak Pratama. Misalnya, mereka dapat mengajar anak-anak dengan menggunakan pertanyaan “Mengapa keluarga pen-ting?” Undanglah mereka untuk membuat sebuah garis besar yang membantu mereka menjelaskan kon-sep tersebut dengan sederhana dan ringkas. Dengan izin uskup dan presi-densi Pratama, aturlah bagi remaja untuk mengajarkan pelajaran-
Kiat mengajar
“Pembahasan dalam ke-lompok-kelompok kecil dapat segera melibatkan mereka yang tampaknya kehilangan minat dan kon-sentrasi” (Mengajar, Tiada
Pemanggilan yang Lebih Mulia[1999], 72).
pelajaran mereka. Setelah mereka me-miliki kesempatan untuk mengajar, mintalah mereka untuk membahas bagaimana mereka telah mengajarkan asas Injil ini.
• Dengan izin uskup, undanglah mi-sionaris penuh-waktu untuk memba-gikan kepada kelas cara mereka menjelaskan ajaran-ajaran tentang per-nikahan dan keluarga kepada orang lain. Bagilah kelas menjadi dua kelom-pok, dan mintalah satu kelompok un-tuk bersiap mengajar mengenai
pernikahan kekal dan kelompok yang lainnya untuk bersiap mengajar me-ngenai bait suci dan sejarah keluarga, dengan menggunakan sumber-sumber yang disarankan dalam garis besar ini (atau sumber-sumber lain yang dapat mereka temukan). Setelah mereka mempersiapkan penjelasan yang se-derhana dan singkat untuk topik-topik mereka, undanglah remaja untuk mengajar seseorang dari kelompok lain mengenai ajaran yang telah me-reka pelajari.
Mintalah remaja untuk membagikan apa yang mereka pelajari hari ini. Apakah mereka memahami bagaimana menjelaskan pentingnya pernikahan dan keluarga kepada orang lain? Apa perasaan atau kesan yang mereka miliki? Apakah mereka memiliki perta-nyaan tambahan apa pun? Akankah bermanfaat untuk meluangkan lebih banyak waktu mengenai topik ini?
Mengundang untuk bertindak
Tanyakan kepada remaja apa yang mereka rasakan mereka diilhami untuk lakukan ka-rena apa yang mereka pelajari hari ini. Doronglah mereka untuk bertindak berdasarkan perasaan-perasaan ini. Pertimbangkan cara-cara Anda dapat menindaklanjutinya.
Mengajar dengan cara Juruselamat
Yesus Kristus mengun-dang mereka yang Dia ajar untuk bertindak dalam iman dan hidup sesuai dengan kebenaran- kebenaran yang Dia ajar-kan. Dalam semua ajaran-Nya, Dia berfokus untuk membantu para pengikut-Nya menjalan-kan Injil dengan segenap hati mereka. Bagaimana-kah Anda dapat mem-bantu remaja bertindak dalam iman terhadap apa yang mereka pelajari?
Sumber-Sumber Pilihan
Cuplikan dari “Pernikahan Bait Suci” (MormonNewsroom.org article)
Para anggota Gereja percaya bahwa pernikahan yang dilaksanakan dalam bait suci “dimeteraikan,” atau diberkati untuk bertahan selama kekekalan. Konsep bahwa unit keluarga dapat berlanjut setelah kematian sebagai sebuah kesatuan yang sungguh-sungguh dan penuh kasih, dengan kemitraan perni-kahan dan hubungan orang tua-anak tetap utuh, adalah kepercayaan inti para anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Setelah sepasang suami-istri dinikahkan dan dimete-raikan dalam bait suci, anak-anak yang lahir dari me-reka secara otomatis dimeteraikan kepada meme-reka saat lahir. Jika anak-anak lahir sebelum pasangan ter-sebut dimeteraikan, anak-anak terter-sebut dapat berpar-tisipasi kemudian dalam sebuah pemeteraian bait suci dengan keluarga mereka. Anak-anak yang dia-dopsi juga memiliki kesempatan untuk dimeteraikan kepada orang tua adopsi mereka.
Konsep keluarga kekal berasal dari tulisan suci dan wahyu zaman modern. Misalnya, rujukan Perjanjian Baru dalam Matius 16:19 mencatat Yesus Kristus memberitahukan Rasul Petrus: “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Gereja menyamakan kata “ikat” dengan “meterai.” Menurut penelitian yang dikutip dalam 2000 artikel dalam Los Angeles Times, “di zaman banyak terjadi perceraian, pernikahan di bait suci Mormon dimak-sudkan untuk bertahan,” dengan tingkat perceraian hanya 6 persen. Studi lainnya, yang diterbitkan tahun 1993 dalam Demography Magazine, menyimpulkan bahwa para anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir yang menikah di salah satu bait suci Gereja memiliki kemungkinan paling kecil dari semua orang Amerika untuk bercerai.
AGUSTUS: PeRNIKAHAN DAN KeLUARGA