• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGI GENERASI MUDA Gabriella Felistyani Gunarso

Dalam dokumen MUTIARA TIGA PENJURU Antologi Puisi Beng (Halaman 59-65)

Kedua jenis game ini tidak membutuhkan koneksi internet untuk memainkannya. Game playstation dilengkapi dengan stik, yang bisa dimainkan dengan menggunakan televisi, komputer, atau laptop. Demikian halnya dengan game komputer, jenis game ini dimainkan dengan menggunakan mouse.

Sebelum era globalisasi dan modernisasi muncul, permainan tradisionallah diminati oleh banyak generasi muda. Namun, adanya perkembangan IT, membuat kita sebagai generasi muda melupakan permainan tradisional, kemudian cenderung lebih suka untuk bermain permainan yang lebih modern. Padahal, sebenarnya permainan tradisional ini membuat kita lebih sering melakukan sosialisasi dengan sesama kita dibandingkan dengan bermain game yang lebih modern saat ini. Kondisi tersebut ini terlihat dari banyaknya anak-anak remaja lebih suka berada di dalam rumah. Hal itu menjadikan mreka kurang bersosialisasi dengan orang lain.

Apa Faktornya?

Banyak sekali faktor yang membuat kita generasi muda masa kini, lebih senang bermain game daripada melakukan hal lain yang sekiranya lebih bermanfaat, seperti membaca buku, me- nulis, belajar, dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya. Salah satu faktornya ialah kecanduan dengan game tersebut. Ketika sudah asyik dengan game yang kita mainkan, game itu akan membuat kita semakin betah berada di depan layar komputer atau laptop, apalagi jika score game kita sudah tertinggal jauh dengan teman, kita akan semakin betah di game untuk mengejar ketertinggalan. Semakin menarik dan bervariasinya jenis game, membuat kita semakin ketagihan untuk bermain game.

Faktor lain yang bisa membuat kecanduan game, yaitu ada- nya perkembangan IT di Indonesia. Perkembangan IT semakin canggih di era globalisasi maupun modernisasi. Lingkungan se- kolah juga menyebabkan perkembangan kecanduan tersebut. Mengapa demikian? Hal ini terjadi dikarenakan kelompok ber-

main di sekolah yang gemar bermain game mempengaruhi teman- teman sekolah untuk bermain. Pada akhirnya, teman-teman di sekolah menjadi kecanduan.

Perasaan bosan dan stres juga merupakan pemicu dari kecanduan bermain. Hal ini terjadi karena seseorang yang me- rasa jenuh dengan segala rutinitas yang dijalani. Akibatnya, un- tuk menghilangkan rasa jenuh itu dilampiaskan dengan cara ber- main game, sampai rasa bosan, stres, dan rasa jenuh yang dira- sakan hilang.

Dampak Positif

Di pihak lain, ada segi positifnya dalam bermain game. Be- berapa ahli seperti Tom Watson mengatakan bahwa dengan ber- main game bisa terlatih kemampuan kita dalam berpikir, berkon- sentrasi, dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan yang ada di sekitar kita. Beberapa ahli dari University of Rochester pun berpendapat bahwa kita juga bisa mengembangkan kemampuan membaca dan matematika lewat bermain game. Menurut seorang profesor bernama Mark Griffiths, untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang dirasakan, seperti kemoterapi, dapat dilaku- kan dengan cara main game. Bagi yang cidera tangan, fisioterapi dapat pula dilakukan dengan bermain game. Selain itu, game juga bisa menjadi tempat kita melepas lelah dan stres setelah melaku- kan berbagai aktivitas yang melelahkan. Game juga bisa membuat kita mendapat teman baru, seperti pada game online, yang nanti- nya bisa menjadi teman baru kita di dunia internet.

Meskipun game memiliki dampak positif bagi diri kita, namun para ahli tetap menyarankan agar bisa membatasi diri dan tidak berlama-lama saat bermain game. Beberapa peneliti juga menga- takan kalau bermain game juga bisa berdampak negatif bagi kita generasi muda, mulai dari usia anak-anak sampai usia de- wasa.

Dampak Negatif

Menurut pendapat profesor psikologi, Douglas A. Gentile dan Douglas, bermain game bisa membuat kita gelisah, febia sosial, depresi, kecanduan, dan bisa membuat nilai-nilai sekolah menurun. Selain itu, game bisa menyebabkan terkena masalah yaitu pada konsentrasi dan hiperaktif dua kali lebih tinggi. Ke- canduan bermain game pun dapat membuat orang menjadi reng- gang dengan keluarga karena asyik dengan dunia game. Mereka tidak mau meluangkan waktu bersama keluarga, serta membuat kita menjadi orang yang tertutup dan tidak mampu mengekspre- sikan diri di lingkungan nyata. Bermain game juga dapat memba- hayakan perkembangan anak ke masa depannya. Hal itu disebab- kan adanya beberapa game online yang di dalamnya memuat akses konten-konten yang tidak layak untuk dilihat. Ketergantungan game juga akan membuat orang kurang berkegiatan positif yang lebih bermanfaat.

Bermain game terlalu lama juga dapat memberikan dampak negatif bagi fisik kita, terutama mata. Terlalu lama di depan komputer bisa menyebakan kelelahan bagi mata kita karena ter- kena cahaya radiasi komputer yang dapat merusak saraf mata dan otak. Kesehatan jantung kita juga terganggu karena seharian bermain game. Akibatnya, membuat kita lebih banyak duduk, kurang makan dan minum, kurang olahraga. Hal itu membuat fisik kita mudah lelah karena tidak pernah beraktivitas. Parah- nya, hal ini dapat dimungkinkan menyebakan kematian.

Secara sosial, game dapat membuat kita menjadi renggang dengan keluarga dan teman karena terlalu asyik dengan dunia kita sendiri. Keterampilan dalam bersosialisasi dengan sesama pun jadi berkurang. Hal itu membuat kita menjadi sulit saat ber- hubungan dengan orang lain. Perubahan juga terjadi dalam peri- laku, karena terpengaruh dari apa yang sudah kita mainkan.

Dilihat dari sisi psikisnya, bermain game juga bisa menye- babkan pikiran kita hanya tertuju kepada strategi yang harus dilakukan untuk game yang akan dimainkan. Hal itu menjadikan

pikiran tidak konsentrasi dalam menjalankan tugas dan tang- gungjawab yang kita miliki. Kita juga menjadi orang yang tidak peduli dengan apa yang ada di sekeliling kita, serta rela mela- kukan apapun agar bisa bermain game, misalnya berbohong atau mencuri. Ada karena hanya terbiasa berkomunikasi satu arah dengan komputer, kita menjadi orang yang tertutup dan tidak bisa mengekspresikan diri saat ada di lingkungan nyata.

Sekadar wawasan pengalaman dari penulis. Dulunya, saya juga pernah mengalami hal yang sama pada diri saya. Saat ayah saya membeli laptop dan diisi dengan berbagai game yang me- narik, saya menjadi anak yang kecanduan game dan sulit untuk berhenti bermain game itu. Karena kecanduan tersebut, saya mengalami banyak dampak negatif. Kesehatan mata saya jadi terganggu. Minus mata saya jadi bertambah dan terkadang saya merasa pusing karena berada lama di depan laptop. Saya juga pernah tidak meluangkan waktu bersama keluarga saya karena saking asyiknya saya di depan laptop. Setelah itu, saya mulai belajar untuk bisa membatasi diri untuk tidak berlama-lama ber- main game di depan komputer.

Upaya Pencegahan

Dengan banyaknya berbagai dampak negatif dari bermain game, ada solusi yang harus dilakukan oleh diri kita sendiri. Solusi itu ialah sebagai berikut kita harus bisa membatasi diri kita sendiri saat kita bermain game di laptop, komputer, playstation, atau gadget lainnya yang ada berbagai game menarik, agar kita tidak menjadi generasi muda yang kecanduan dengan game.

Sebagai orang tua juga harus selalu mengawasi anak–anak- nya saat bermain game untuk mencegah agar sang anak tidak terpengaruh ke hal-hal yang negatifnya. Di samping itu, orang tua agar tahu, apakah game tersebut layak untuk dimainkan atau tidak. Orang tua juga harus memberikan batasan waktu kepada sang anak agar tidak terlalu lama bermain game untuk menghin- dari dampak buruk yang bisa mempengaruhi diri anak.

Upaya pencegahan juga bisa dilakukan lewat kehidupan di lingkungan sekitar kita agar terhindar dari dampak negatif. Misal- nya, anak-anak diberi permainan outdoor, seperti gobak sodor, lompat tali, kasti, dan berbagai permainan outdoor lainnya yang bisa membuat game lebih sering bersosialisasi dengan orang- orang di luar daripada mendekam terus-menerus di dalam rumah dan duduk di depan komputer atau laptop saja.

Pengantar

KEMENDIKBUD mewajibkan seluruh sekolah yang ada di Indonesia harus memiliki perpustakaan sekolah. Tidak hanya sekolah menengah, tetapi juga perguruan tinggi harus memiliki perpustakaan sebagai salah satu fasilitas penunjang pembelajar- an. Dapat kita ketahui bahwa perpustakaan merupakan jantung- nya informasi. Namun, di zaman sekarang ini minat baca di per- pustakaan sangat kurang. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil survei yang menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah.

Perpustakaan dan Minat Baca

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai kurangnya minat baca di perpustakaan, kita harus tahu apa arti dari perpus- takaan dan minat baca itu. Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas yang ada di sekolah. Hampir setiap sekolah memiliki fasilitas tersebut. Perpustakaan adalah tempat koleksi buku dan majalah serta tempat mencari informasi. Perpustakaan menyedia- kan banyak koleksi bacaan, mulai dari bacaan tentang ilmu pe- ngetahuan, pelajaran, sastra, karya ilmiah, hiburan, agama, dll. Dalam Wikipedia dimuat bahwa perpustakaan juga berperan sebagai upaya untuk meningkatkan proses efesiensi dan efektivi- tas dalam pembelajaran. Menurut para ahli, minat baca ialah sebagai berikut.

KURANGNYA MINAT BACA

Dalam dokumen MUTIARA TIGA PENJURU Antologi Puisi Beng (Halaman 59-65)