• Tidak ada hasil yang ditemukan

LUPA BAHASA LIDAH SENDIRI Krishna Zada Kurniawan

Dalam dokumen MUTIARA TIGA PENJURU Antologi Puisi Beng (Halaman 75-81)

liki sejumlah prestasi yang harusnya membuat kita bangga se- bagai pemiliknya. Prestasi itu di antaranya ialah bahasa Indonesia masuk dalam daftar 10 besar bahasa paling diminati di dunia, menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam sejak tahun 2007, men- jadi peringkat ketiga bahasa yang paling sering digunakan dalam posting blog di Wordpress. Seharusnya, hal tersebut membuat kita bangga untuk memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari.

Selain itu, di sekitar kita sering kita lihat berbagai poster, iklan, reklame yang juga menggunakan bahasa asing. Di dalam- nya, sering kita melihat iklan atau promosi tentang les bahasa. Namun, hampir tidak ada satupun yang mempromosikan les bahasa Indonesia. Bahkan, yang lebih mencengangkan lagi, ber- dasarkan hasil survei sederhana yang saya lakukan ke teman- teman saya tentang minat mereka jika ditawari mengikuti les bahasa Indonesia, 9 dari 10 mengatakan bahwa mereka lebih tertarik dengan les bahasa Inggris daripada les bahasa Indonesia. Di samping itu, saat pelajaran beberapa teman saya juga masih ada yang kesulitan baik untuk berbicara di depan kelas maupun menulis dengan EYD yang benar.

Di lingkungan remaja Indonesia, tak hanya bahasa Inggris yang mulai menggeser posisi bahasa Indonesia dalam keseharian mereka, tetapi ada juga bahasa gaul. Sebenarnya, bahasa gaul ini induknya juga bahasa Indonesia, hanya saja bahasa ini sudah mendapat kata serapan dari bahasa lain serta modifikasi dari remaja-remaja kita yang sangat kreatif. Para remaja biasanya menggunakan bahasa gaul ini dalam kegiatan sehari-hari dan hampir seluruh remaja di Indonesia memahami arti dari kata- kata dalam bahasa gaul. Meski demikian, terkadang pengguna- annya oleh para remaja sering salah tempat dan sasaran. Bayang- kan saja bagaimana jika mereka berbicara menggunakan bahasa gaul di forum resmi, saat berbicara dengan orang yang lebih tua, dan tempat serta orang lain yang tidak tepat sasaran. Bila penggunaan bahasa gaul yang kurang tepat itu diteruskan, maka

saya memprediksi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di masa yang akan datang akan semakin berkurang.

Selain itu, jika kita perhatikan pembelajaran bahasa Indone- sia yang ada di sekolah-sekolah, tentu kita tahu di dalamnya terdapat kompetensi menulis, berbicara, mendengarkan, dan membaca. Siswa biasanya mendapat kesulitan ketika diminta untuk berbicara, misalnya untuk berpidato, membaca puisi, de- bat, dan sebagainya. Biasanya, dalam berbicara mereka bingung untuk mengucapkan kata-kata yang tepat dan sulit untuk berbi- cara dengan lantang dan intonasi yang sesuai. Disamping itu, untuk menulis siswa juga biasanya mendapat kesulitan yang le- bih. Jika kita pikirkan lagi, sebenarnya kompetensi untuk berbi- cara dan menulis seharusnya sudah kita dapat sejak kecil. Sebagai orang Indonesia, tentu kita diajari oleh orang tua untuk berba- hasa Indonesia. Namun, di era globalisasi ini para orang tua lebih tertarik untuk mengajari anaknya berbahasa Inggris, bukan- nya bahasa Indonesia yang merupakan warisan dari para leluhur bangsa.

Beberapa minggu ini di sekolah saya ada seorang mahasiswa dari Australia yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Ham- pir tiap jam pelajaran beliau masuk ke dalam kelas untuk meng- asah kemampuan berbahasa Indonesianya. Yang sangat menge- jutkan ialah, dia sanggup berbahasa Indonesia dengan baik, benar dan lancar. Bahkan, bahasanya malah lebih tertata dan baku daripada siswa-siswi di sekolah saya.

Jika hal-hal tadi sudah membuat Anda tercengang, bersiap- lah untuk lebih tercengang dengan fakta ini. Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rata-rata nilai UN mata pelajaran bahasa Indonesia tahun ajaran 2013/2014 meru- pakan nilai yang terendah dibanding mata pelajaran lainnya. Meski tahun ini ujian nasional menggunakan soal dengan standar internasional, tetapi tidak untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Seharusnya, dengan soal bahasa Indonesia yang tidak berstandar Internasional ini, para siswa akan lebih mudah dalam menjawab

soal dan mendapatkan nilai yang maksimal. Apalagi kita meru- pakan pemilik dari bahasa Indonesia yang seharusnya sudah sangat hafal dan familiar dengan karakteristik dari bahasa Indo- nesia. Kenyataan tadi semakin memperjelas bahwa sekarang ba- hasa Indonesia mulai dilupakan.

Apa Penyebab Bahasa Indonesia Mulai Dilupakan?

Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi, yang pertama ialah pengaruh globalisasi. Tak dapat dipungkiri bahwa dengan pengaruh globalisasi informasi dari berbagai tempat di dunia dapat diperoleh dengan cepat dan tepat. Dengan demikian, budaya dari satu tempat akan dengan cepat menyebar ke tempat lain, salah satunya ialah bahasa. Jika karakter kita sebagai bangsa Indonesia tidak kuat, tentu dengan mudahnya budaya-budaya dari luar mengikis budaya kita.

Penyebab kedua ialah faktor yang sangat dasar, yaitu faktor keluarga. Keluarga merupakan tempat awal bagi kita semua un- tuk mempelajari budaya di sekitar kita. Di sini juga merupakan tempat awal bagi kita untuk mempelajari bahasa. Saat ini sering kita lihat di sekitar kita ada keluarga yang sejak kecil mengajari anaknya untuk berbahasa Inggris. Sebenarnya ini bagus untuk masa depan sang anak. Namun, porsi penggunaanya lebih besar dari bahasa Indonesia. Akibatnya, anak akan lebih jarang meng- gunakan bahasa Indonesia dan saat sudah dewasa mungkin ke- mampuan berbahasa Indonesianya kurang baik. Bayangkan saja, jika sejak kecil generasi-generasi penerus bangsa jarang menggu- nakan bahasa Indonesia, bagaimana mereka bisa menghargainya di masa yang akan datang? Jika sudah begitu tentu bahasa Indo- nesia mungkin akan semakin dilupakan.

Bagaimana Pendapat Penulis?

Bahasa Indonesia, seharusnya bisa membuat kita sebagai pemiliknya bangga. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai prestasi yang sudah dicapai bahasa Indonesia, sebagaimana yang sudah

dipaparkan pada bagian fakta diatas, seperti bahasa Indonesia masuk dalam daftar 10 besar bahasa paling diminati di dunia, menjadi bahasa resmi kedua di vietnam sejak tahun 2007, menjadi peringkat ketiga bahasa yang paling sering digunakan dalam posting blog di Wordpress, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya, penggunaan bahasa asing di Indonesia tidak dilarang. Bahkan saya juga mendukung untuk mempelajari bahasa-bahasa asing ini sebagai upaya kita untuk menjadi negara maju dan menyetarakan kedudukan dengan negara-negara lain. Hanya saja, penggunaanya harus dalam bagian yang pas dan sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Bahasa gaul sebenarnya juga tidak selalu memberi dampak buruk, tetapi tergantung bagaimana cara si penutur mengguna- kannya. Jika si pengguna dapat menggunakannya dalam bagian yang pas dengan bahasa Indonesia yang benar, tentu bahasa gaul akan dapat saling melengkapi dengan bahasa Indonesia dan penggunaannya juga dapat mencegah dilupakannya bahasa Indonesia.

Akhirnya, masalah kurangnya kemampuan para pelajar di Indonesia dalam hal keterampilan berbahasa seperti berpidato, menulis puisi, debat, dan sebagainya menurut saya disebabkan kurangnya pembinaan dari orang tua dan sekolah sejak si anak masih kecil. Namun, mulai tahun ini pemerintah menggunakan kurikulum baru yang lebih menekankan pada pemahaman dan praktik, sehingga, diharapkan siswa lebih menguasai pelajaran, khususnya bahasa Indonesia.

Perlu diingat juga bahwa bukan berarti bahasa Indonesia yang baik dan benar wajib dan harus kita gunakan di berbagai kesempatan. Hanya pada saat-saat tertentu saja dan di acara- acara formal seperti pidato, debat, dan lainnya yang menuntut kita untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Namun, bahasa Indonesia boleh saja kita gunakan dengan ragam bahasa Indonesia lain seperti bahasa gaul yang sering digunakan oleh

para remaja, karena pada hakikatnya, penggunaan berbagai ra- gam bahasa yang dimiliki bahasa Indonesia akan mendukung penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Menyikapi fenomena ini kita perlu berpikir jernih. Coba kita pikir lagi, sebagai orang Indonesia, apakah kita tidak malu jika nantinya bahasa Indonesia malah dilupakan oleh pemiliknya sen- diri, padahal tanpa kita sadari bahasa Indonesia sangat dihargai di luar Indonesia. Oleh karena itu kita perlu menjaga dan meles- tarikan bahasa Indonesia sebagai warisan leluhur kita. Mari kita gunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Ber- bangga hatilah kita sebagai pemilik dan pengguna bahasa Indo- nesia.

Selain itu, cara untuk mencegah dilupakannya bahasa Indo- nesia ialah dengan sebisa mungkin menggunakan bahasa Indone- sia di berbagai kesempatan agar kita dan orang-orang di sekitar kita juga lebih menghayati bahasa Indonesia.

Diharapkan juga nantinya tak hanya generasi tua yang meng- hayati bahasa Indonesia sebagai warisan leluhur, tetapi juga ge- nerasi muda penerus bangsa.

Daftar Pustaka http://beritabaik.web.id/2014/06/03/bahasa-indonesia- peringkat-ke-3-dalam-wordpress http://www.catatansitusku.com/2011/07/bahasa-indonesia- masuk-10-besar-bahasa.html http://www.fuad-compi.net/2013/10/analisa-sepak-terjang- bahasa-indonesia.html

Apabila seseorang menjadi kaya lewat bahasa Inggris, itu sudah biasa.Apabila seseorang menjadi kaya lewat bahasa Indo- nesia, itu pun wajar. Apabila seseorang menjadi kaya lewat ba- hasa daerah, tentu bisa saja terjadi. Namun, apakah bisa sese- orang dapat menjadi kaya lewat bahasa gaul?

Remaja dan bahasa gaul di Indonesia seolah tak terpisahkan. Menggunakan bahasa gaul akan cenderung lebih membuat remaja merasa nyaman. Rasa nyaman yang didapatkan akan memberi- kan keuntungan tersendiri bagi remaja. Contohnya, dalam dunia kepenulisan. Saat ini banyak sekali bermunculan penulis remaja. Para penulis remaja, lebih sering menggunakan bahasa gaul se- bagai bahasa pengantar di dalam karya-karyanya. Kenyamanan ketika menggunakan bahasa gaulmembuat penulis remaja kem- bali ingin menulis. Tak heran, banyak ide-ide kreatif kembali muncul, muncul, dan muncul lagi. Hal itu membuat remaja men- jadi kaya akan ide kreatif. Bahkan remaja juga bisa mendapatkan rupiah-rupiah yang menjadikan mereka kaya.

Seputar Bahasa Gaul

Sejumlah kata atau istilah yang mempunyai arti khusus, unik, menyimpang atau bertentangan dengan yang lazim, ketika digu- nakan oleh orang-orang dari subkultur tertentu, disebut bahasa khusus (special language) atau bahasa gaul.

Menurut Wikipedia, bahasa gaul merupakan hasil perkem- bangan dari bahasa prokem. Bahasa prokem adalah ragam bahasa

REMAJA BISA KAYA

Dalam dokumen MUTIARA TIGA PENJURU Antologi Puisi Beng (Halaman 75-81)