• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Saran

4. Bagi Keluarga Karyawan Pria yang Menghadapi Masa Pensiun

Bagi keluarga karyawan pria yang menghadapi masa pensiun diharapkan untuk

memberikan dukungan dan pengertian kepada karyawan pria yang menghadapi

masa pensiun. Bagi sebagian orang, masa pensiun merupakan hal yang berat

dan memberikan dampak rasa stres, khawatir, tertekan dan was-was. Dukungan

keluarga sangat diperlukan agar karyawan pria dapat berhasil melewati masa

kritis menghadapi pensiun dengan baik.

79

DAFTAR PUSTAKA

Aidit, S. 2000. Catatan Seorang Pensiun.

Epsikologi.com.

Diunduh dari

http://www.epsikologi/com/ htm: 51k.

Aprisandityas, Annie & Elfida, Diana. 2012. Hubungan Antara Regulasi Emosi

dengan Kecemasan Pada Ibu Hamil.

Jurnal Psikologi UIN Sutan Syarif

Kasim Riau Vol.8, No. 2. Riau: UIN Sutan Syarif Kasim.

Bradbury, W. 1897. Masa Dewasa. Jakarta: PT. Tirta Pustaka.

Coon, D. 2005. Psychology: a Journey (ed. Ke-2). USA: Thomson Wadsworth.

Creswell, John W. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitaif, dan

Mixed (ed. Ke-3 Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Eliana, Rika. 2003. Konsep Diri Pensiunan. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Goleman, Daniel. 2007. Emotional Intellegence. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka

Utama.

Gross, James J. 2014. Handbook of Emotion Regulation Second Edition. New

York: The Guilford Press.

Gross, J.J. & Thompson, R.A. 2007. Emotion Regulation: Conceptual

Foundations.

Researchgate.net.

Diunduh

dari

https://www.researchgate.net/publication/303248970_Emotion_Regulation_C

onceptual_Foundations.

Handayani, Yuli. 2013. Post Power Syndrome

pada Pegawai Negeri Sipil yang

Mengalami Masa Pensiun, Skripsi (tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas

Guna Dharma.

Hurlock, Elizabeth B. 2008.

Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan

80

Indrayani, Putu Aris. 2013. Jurnal: Model Pengembangan Subjective Well-Being

pada Masa Pensiun.

Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas

Surabaya Vol.2 No.1. Surabaya: Universitas Surabaya.

Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media

Group.

Kintaninami, A. 2013.

Kebermaknaan Hidup Pegawai dalam Menghadapi

Pensiun, Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Islam Negeri

Sunan Kalijaga.

Moleong, Lexy J. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Nuraini, Dwi Erna. 2013. Kecerdasan Emosi dan Kecemasan Menghadapi

Pensiun pada PNS. E-Journal Psikologi Vol.1, No.3: 324-331. Samarinda:

Universitas Mulawarman.

Papalia, D.E., & Feldman, R.D. 2014. Human Development Edisi 12 Buku 2.

Jakarta: Salemba Humanika.

Prastiti, Kristina H. 2005. Studi Deskriptif Kecemasan dalam Menghadapi Masa

Pensiun pada Guru SD di Kelurahan Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik

Sleman Yogyakarta, Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas

Sanata Dharma.

Prastowo, Andi. 2014. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan

Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Rasyid, Miranti. 2012. Hubungan antara Peer Attachment dengan Regulasi Emosi

Remaja yang Menjadi Siswa di Boarding School SMA Negeri 10 Samarinda.

Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Vol.1, No.3.

Surabaya:

Universitas Airlangga.

Rini, J.F. 2001. Pensiun dan Pengaruhnya. E-psikologi.com. Diunduh dari

http://www.e-psikologi.com/lansia.

81

Safaria, Triantoro & Saputra, Nofrans Eka. 2009. Manajemen Emosi. Jakarta: PT.

Bumi Aksara.

Salamah, Afshyus. 2007. Gambaran Emosi dan Regulasi Emosi pada Remaja

yang Memiliki Saudara Kandung Penyandang Autis. E-Journal Psikologi.

Jakarta: Universitas Guna Dharma.

Sangadji, Etta Mamang & Sopiah. 2010.

Metodologi Penelitian: Pendekatan

Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi.

Santrock, John W. 2012. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup

Edisi 13 Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Santrock, John W. 2012. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup

Edisi 13 Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Santrock, John W. 2002. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup

Edisi 12 Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sarwono, Jonathan. 2006.

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.

Smith, J.A. 2009. Psikologi Kualitatif: Panduan Praktis Metode Riset. (Budi S.,

terj). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Karya asli terbit 2008)

Suardiman, Siti Partini. 2011. Psikologi Lanjut Usia. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Supratiknya, A. 2015. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dalam

Psikologi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Sutrisno, Edy. 2013. Kematangan Emosional, Percaya Diri dan Kecemasan

Pegawai Menghadapi Masa Pensiun. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia,

82

Umasugi, Siti Chairani. 2013. Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas

dengan Kecenderungan Perilaku Bullying pada Remaja. Empathy: Jurnal

Fakultas Psikologi, Vol.2 No.1. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

Widuri, Erlina L. 2012. Regulasi Emosi dan Resiliensi pada Mahasiswa Tahun

Pertama. Jurnal Humanitas, Vol. IX, No.2. Yogyakarta: Universitas Ahmad

Dahlan.

Yuliarti, Vivit & Mulyana, Olievia P. 2014. Hubungan antara Kecemasan

Menghadapi Pensiun dengan Semangat Kerja pada Pegawai PT. Pos

Indonesia (Persero) Kantor Pusat Surabaya. Character Journal, Vol.3, No.2.

83

84

INFORMED CONSENT

Saya, Klaudia Herba Ilona yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saya saat ini sedang melakukan

penelitian tentang regulasi emosi dalam menghadapi masa pensiun pada karyawan

pria pekerja tunggal dengan anak yang masih sekolah. Penelitian ini merupakan

salah satu syarat untuk menyelesaikan studi saya di Fakultas Psikologi.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui regulasi emosi dalam

menghadapi masa pensiun pada karyawan pria pekerja tunggal dengan anak yang

masih sekolah. Proses pengambilan data akan dilakukan dengan metode

wawancara yang melibatkan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan topik yang

saya teliti. Selama wawancara berlangsung, mungkin akan ada hal yang membuat

anda merasa tidak nyaman karena perasaan saat mengingat pengalaman anda. Jika

anda tidak berkenan menceritakan pengalaman tertentu, maka anda berhak

menghentikan proses wawancara. Anda bebas mengungkapkan apa yang anda

pikirkan dan rasakan.

Proses wawancara akan direkam menggunakan

recorder, dimana anda

mengetahui letak recorder tersebut secara terbuka. Wawancara akan dilakukan

secara pribadi dan waktu perlaksanaan wawancara akan disesuaikan dengan

keinginan anda. Demi kenyamanan dan privasi anda, saya menjamin kerahasiaan

data dan wawancara anda. Data dan wawancara hanya diketahui oleh saya sebagai

peneliti dan dosen pembimbing saya dengan menyamarkan data diri anda

menggunakan inisial.

Kesediaan anda untuk berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai informan

akan sangat membantu saya sebagai peneliti dan kemajuan Ilmu Psikologi.

Manfaat juga akan dirasakan oleh karyawan pria pekerja tunggal lainnya,

keluarga, serta kerabat terdekat. Apablia anda bersedia, anda dapat membubuhkan

tanda tangan dan nama anda pada pojok kiri bawah halaman ini.

Atas kesediaan dan pengertiannya, saya ucapkan terima kasih.

Responden

Peneliti

85

TABEL VERBATIM

No Verbatim Satuan Makna Satuan Makna Dipadatkan Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

Sebelumnya mau nanya, di tempat bapak bekerja itu ada menyediakan program gak, program pensiun gitu buat karyawan-karyawannya yang menjelang pensiun? Kalo yang sekarang itu biasane nggak ada. Ini tempat kerja saya kan udah tiga kali ganti pemilik. Yang paling bagus tuh yang pertama, yang pertama itu kan Kompas, manajemennya Kompas itu kantornya yang sekarang untuk Tribun itu. Itu dulu terus Krismon itu, Krismon itu terus ya tidak berhenti tapi apa ya istilahnya, istilahnya rebutan sahamlah istilahnya, yang lama dengan Kompas. Ha terus Kompas lepas. Lepas terus itu dikelola sendiri sampe 2004 meskipun Kompas masih punya saham.. Tapi tidak sebesar dulu? Iya tidak sebesar dulu, tidak ikut mengelola. Nah 2004 itu dulu dijual itu sama pemiliknya di Radar Jogja bagian selatan, gabung sama Jawa Pos segala itu sampe baru setahun yang lalu, apa bulan Agustus ini dibeli baru lagi ini manajemennya baru lagi, yang sekarang kantornya di Ringroad Utara itu, itu kantornya disitu

86

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58

2016. Berarti.. Berarti untuk

manajemen yang sekarang itu arahnya bagus, tapi untuk program BPJS ha itu katanya mau diurus tapi sampe sekarang

nggak, nggak, nggak… Itu kan

manajemen sekarang perusahaannya

banyak, ada Century21, terus

STIEBANK, njuk terus pariwisata Gedung Pariwisata, banyaklah yang di Jogja itu. Ha itu mereka semua sudah ikut BPJS. Bernas aja yang belum, karena belum setahun dan belum menghasilkan, istilahnya belum yaa masih mencari-cari itu. Kalo yang lama- lama itu ada program-program gitu, persiapan pensiun BPJS Kesehatan, BPJS itu kalo dulu belum kesehatan ya, apa.. Askes itu? Iya Askes, tapi udah

tak ambil semua dah. Berarti

manajemen yang sekarang itu nggak menyediakan program itu ya Pak?

Belum, belum menyediakan. Oiya

belum menyediakan.. Seumpamanya menyediakan saya udah nggak ikut. Kalo dulu-dulu selalu ada program? Ada. Nah itu programnya seperti apa Pak? Dulu ada jaminan kesehatan, jaminan ya untuk hari tua itu, dulu tuh dua, yang Askes sama Simfoni yang

87

60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89

tiap bulan gitu nabung berapa nanti diambilnya pas pensiun. Tapi dulu udah tak ambil semua. Berarti programnya dulu cuma Askes sama tabungan itu aja Pak? Iya. Itu berlaku seterusnya maksudnya sampe seumur hidup? Enggak cuma selama masih bekerja, cuma selama masih bekerja. Oh gitu.. Nanti kalo pensiun tabungannya boleh di ambil. Oh jadi nabung selama bekerja gitu buat tabungan di hari tua nanti? Iya, istilahnya buat pesangon. Pesangonnya kan sampe sekarang beda. Kalo di Kompas tuh bagus sekali itu, di Kompas itu pesangonnya masa kerja kali gaji pokok, kalo manajemen sekarang kan enggak ya cuma empat kali gaji, istilahnya bukan pesangon itu tali kasih ya haha.. Iya ahahaha.. Ya cuma itu, nggak ada program-program lainnya.1

Katanya rencananya ada BPJS

kesehatan sama tabungan seperti

Simfoni itu tadi, tapi sampe sekarang realisasinya belum ada.Kalo perusahaan CEO, yang satu CEOnya itu sudah. Oh perusahaan yang lainnya itu ya. Iya itu sudah. Karena ini baru aja jadinya belum gitu. Iya baru aja di rekrut jadi belum. Em ya terus menurut Bapak,

kalo manajemen sekarang kan enggak ya cuma empat kali gaji, istilahnya bukan pesangon itu tali kasih ya haha.. Ya cuma itu, nggak ada program-program lainnya. (1)

Manajemen sekarang hanya

memberikan pesangon sebesar empat kali gaji pokok dan tidak ada tunjangan lain-lain. (1)

Manajemen sekarang

memberikan pesangon hanya

empat kali gaji pokok dan tidak ada tunjangan. (1)

88

92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120

itu ya kalo saya yoo gimana ya ya kan sudah umur ya, sudah umur, sudah tidak produktif lagi,2 ya udah mau bagaimana lagi. Saya nerimo lah gitu istilahnya saya gitu. Kalo udah nggak dipake perusahaan ya mau gimana lagi.3 Tapi kalo untuk saya sendiri ya, untuk saya sendiri di atas 60 saya masih mampu, tapi saya batasi aja umur 60 udah berhenti.4 Ada yang bapak takuti nggak dari pensiun itu? Nggak ada yang ditakuti. Udah pengen keluar aja. 5 Cuma istri saya sendiri yang belum siap. Sebetulnya saya Januari ini sudah mau keluar lho. Tapi istri saya yang enggak, mbok wes nganu wae diteruske wae ngopo, di rumah yo ngopo.6 Saya sama istri punya kegiatan, masak itu terus di titipkan. Nah kegiatan itu saya mau mengembangkan itu gitu. Tapi istri saya belum, belum.. Belum siap. Mindsetnya beda, pola pikir istri saya itu beda e.

Kaya kalo punya usaha terus

dikembangkan sedikit-sedikit saya gitu, sekarang usaha seadanya dulu, nanti

kalo ada ya dikembangkan-

dikembangkan gitu. Tapi istri saya tuh wes gini aja yang penting dapet uang untuk sangu anak-anak sekolah.7 Terus

ya, sudah umur, sudah tidak produktif lagi, (2)

ya udah mau bagaimana lagi. Saya nerimo lah gitu istilahnya saya gitu. Kalo udah nggak dipake perusahaan ya mau gimana lagi. (3)

Tapi kalo untuk saya sendiri ya, untuk saya sendiri di atas 60 saya masih mampu, tapi saya batasi aja umur 60 udah berhenti.(4)

Nggak ada yang ditakuti. Udah pengen keluar aja. (5)

Cuma istri saya sendiri yang belum siap. Tapi istri saya yang enggak, mbok wes nganu wae diteruske wae ngopo, di rumah yo ngopo. (6)

Saya sama istri punya kegiatan, masak itu terus di titipkan. Nah

kegiatan itu saya mau

mengembangkan itu gitu. Tapi istri saya belum, belum.. Belum siap. Mindsetnya beda, pola pikir istri saya itu beda e. Kaya

kalo punya usaha terus

dikembangkan sedikit-sedikit saya gitu, sekarang usaha

produktif lagi. (2)

Ya udah mau gimana lagi, menerima kalo sudah tidak dipakai perusahaan. (3)

Masih mampu bekerja diatas 60

tahun, namun memberikan

batasan untuk diri sendiri bekerja sampai usia 60. (4) Tidak ada yang ditakuti dari pensiun malah ingin keluar, (5) Istri yang belum siap dan beranggapan bahwa lebih baik meneruskan pekerjaan daripada menganggur di rumah. (6) Saya dan istri memiliki kegiatan

memasak masakan lalu

dititipkan. Saya ingin

mengembangkan usaha tersebut sedikit demi sedikit namun istri

memiliki pemikiran yang

berbeda, yang penting

mendapatkan uang untuk sangu anak-anak sekolah. (7)

umur yang tidak produktif lagi. (2)

Mau bagaimana lagi kalau sudah tidak dipakai perusahaan. (3)

Masih mampu bekerja namun membatasi diri sampai usia 60 tahun. (4)

Tidak takut pensiun dan ingin keluar. (5)

Istri belum siap dan beranggapan bahwa lebih baik meneruskan pekerjaan daripada menganggur di rumah. (6)

Memiliki kegiatan memasak lalu masakan dititipkan dan ingin mengembangkan usaha tersebut namun istri memiliki pemikiran yang berbeda dan merasa cukup untuk memberikan uang saku pada anak-anak. (7)

89

122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151

bapak menyikapi itu? Maksudnya kan Bapaknya udah mau menjelang masa pensiun, nah terus Bapak sih siap, tapi istrinya gak siap, terus Bapak gimana menyikapinya? Yaudah saya jalani aja, saya kerja lagi. Terus usahanya itu gimana? Jalan terus juga. Mau dikembangin nggak? Apa nanti nunggu Bapak udah pensiun? Ya tujuan saya memang tak mau tak kembangkan, tapi saya masih omong-omong terus sama istri saya. Saya ngomong, aku ming punya waktu

setahun dua tahun, dadi arep

dipertahanke koyo ngene atau mau dikembangkan gitu.8 Kalo saya itu pengennya saya buka warung ya buka warung apalah untuk sekedar, sekedar po jual nasi rames po jual apa gitu.. Istri saya itu pinter masak itu, kan setiap nganu itu laris kok dagangan saya, jualan saya, mesti habis terus. Kalo nggak laku ya kembali. Tapi itu habis terus. Selalu habis. Sebenernya dari itu aja kalo diitung dari itu sebenernya udah jalan lho untuk keuntungannya udah keliatan gitu. Tapi istri saya tuh kadang-kadang kan istilahnya sekarang dapet uang 100 ya, nanti belanjanya 150 hahaha.. Kadang-kadang gitu, nanti kalo

dikembangkan-dikembangkan gitu. Tapi istri saya tuh wes gini aja yang penting dapet uang untuk sangu anak-anak sekolah. (7)

Tapi saya masih omong-omong terus sama istri saya. Saya ngomong, aku ming punya waktu setahun dua tahun, dadi arep dipertahanke koyo ngene atau mau dikembangkan gitu. (8)

Tapi saya masih membicarakan terus dengan istri, saya hanya punya waktu setahu dua tahun, mau dipertahankan kaya gini atau mau dikembangkan. (8)

Saya sudah siap pensiun sejak

Membicarakan dengan istri

bahwa waktu yang dimiliki hanya

setahun dua tahun, mau

dipertahankan atau

90

154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182

Pas dapet murah gitu. Kalo pensiun saya sudah siap sejak berapa puluh tahun, sebelum dari Kompas itu kan Kompas berakhir itu kan krismon9 terus 2004 itu di PHK. Di PHK semua saya dapet pesangon, terus karena saya dipake lagi pesangonnya dikasihkan separo. 2004 terus manajemen dari Radar Jogja itu. Nah saya sebenernya udah siap sejak itu. Sejak 2004 saya sudah siap, pesangon itu mau tak buat modal mengembangkan jahitnya istri saya atau usaha makanan itu.10 Tapi ya itu pola pikir istri ya tu gini, aku nek ngontrak usaha, ngontrak iyo nek laris, nek ora ilang uangnya gitu. Usaha kalo punya sodara rumahnya di tepi jalan nah disitu aja, mikirnya gitu itu istri saya. Dia mikirnya kalo sampe kontrak gitu ha itu belum sampe dia.11 Padahal kalo usaha gitu kan harus ngontrak ya. Sekarang kan banyak ruko-ruko kecil. Saya tuh kalo pulang belanja sama istri tuh kadang tak ajak mampir ke yaitu warung-warung kecil itu lho. Nah terus saya omong-omong sama yang punya ini ngontraknya berapa, yaitu istri saya tak ajak ngontrak, ternyata yo murah yo ngontrak. Tapi tetap belum berani.12

sejak berapa puluh tahun, sebelum dari Kompas itu kan

Kompas berakhir itu kan

krismon. (9)

Sejak 2004 saya sudah siap, pesangon itu mau tak buat modal mengembangkan jahitnya istri saya atau usaha makanan itu. (10)

Tapi ya itu pola pikir istri ya tu gini, aku nek ngontrak usaha, ngontrak iyo nek laris, nek ora ilang uangnya gitu. Usaha kalo punya sodara rumahnya di tepi jalan nah disitu aja, mikirnya gitu itu istri saya. Dia mikirnya kalo sampe kontrak gitu ha itu belum sampe dia. (11)

Padahal kalo usaha gitu kan harus ngontrak ya. Sekarang kan banyak ruko-ruko kecil. Saya tuh kalo pulang belanja sama istri tuh kadang tak ajak mampir ke yaitu warung-warung kecil itu lho. Nah terus saya omong- omong sama yang punya ini ngontraknya berapa, yaitu istri

krismon. (9)

Sejak 2004 sudah siap dan pesangon akan dijadikan modal untuk mengembangkan usaha jahit istri atau usaha makanan. (10)

Pola pikir istri yaitu jika mengontrak dan laris gapapa,

tapi kalo enggak uangnya

hilang. Kalo punya sodara rumahnya ditepi jalan bisa digunakan untuk usaha. Istri

belum terpikirkan untuk

mengontrak. (11)

Jika membuka usaha harus mengontrak. Sekarang sudah banyak ruko kecil. Ketika pulang belanja, saya mengajak istri mampir ke warung-warung kecil dan mengobrol dengan pemiliknya. Ternyata murah namun istri tetap belum berani. (12)

berakhir saat krismon. (9)

Sejak 2004 sudah siap dengan pesangon dijadikan modal untuk mengembangkan usaha jahit istri atau usaha makanan. (10)

Istri berpikir bahwa mengontrak dan laris tidak masalah, namun jika tidak uangnya akan hilang.

Jika punya saudara yang

rumahnya ditepi jalan bisa digunakan untuk usaha. (11)

Untuk membuka usaha perlu

mengontrak. Mengajak istri

mengobrol dengan pemilik

warung-warung kecil. Kontrak ternyata murah namun istri tetap belum berani. (12)

91

184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213

Bapak siap kan setelah itu kan setelah 2004. Iya. Waktu itu waktu Bapak mau di PHK itu kaya ada pemberitahuan sebelumnya gitu gak? Atau desas-desus gitu? Ada, oo ada iya. Nah itu gimana Pak? Itu tuh malah bosnya itu konsultasinya sama saya. Ohhhh… Itu bosnya itu usianya jauh dibawah saya, dulu saya masuk disitu itu dia masih SMA. Ooo.. Ya saya usianya juga belum 30 itu, saya kerja disitu dia masih SMA. Seperti teman gitu lho. Nah dia itu malah dekatnya sama saya, jadi dia konsultasi gitu, pie Pak Kelik, aku entuk tawaran ngene nek cah-cah kae tak PHK piye. Ya kalo memang udah gak produktif, kerja sakenaknya yo rapopo. Nah kekeliruannya bos saya dulu itu yang ngambil, yoweslah sik tak jupuki sik

bodo-bodo ning manut. Emmmmm…

Nah itu, kekeliruannya disitu, itu banyak pinter-pinter semua, orang- orang pinter semua itu banyak di PHK, diambil cuma ya yang penting manut karo aku istilahnya gitu. Oh gitu.. Kalo saya dinganu itu wah iki seng kae, kae, kae gitu saya udah tau. Oh gitu. Tapi saya dulu dipertahankan gitu, jabatan saya dulu kan Kasi. Kasi? Kepala

yo murah yo ngontrak. Tapi belum berani. (12)

92

216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245

Kompas itu. Berarti waktu itu Bapak nggak masuk dalam daftar PHK itu ya? Enggak, nggak masuk, malah tau yang mau di PHK itu siapa-siapa aja, jadi mentalnya nggak nganu, ada yang di PHK gitu saya tenang-tenang aja. Nggak masuk data, yang lainnya agak goyah gitu saya tenang-tenang saja soalnya nggak ikut. Terus ketika itu tuh Bapak tau nggak di PHK tapi malah jadi siap itu gimana? Kondisi korannya sudah seperti itu nggak bakalan maju, nggak bisa berkembang cuma bisa bertahan. Nggak bisa sedulu lagi.13 Wong itu dah apa ya istilahnya, gaji itu tunjangan-tunjangan itu udah dihapus semua, yang ada cuma gaji pokok. Tunjangan di Kompas itu ada

tunjangan kemahalan, tunjangan

kesehatan, tunjangan jabatan, terus tunjangan trasportasi itu hilang semua. Cuma gaji pokok aja ya? Iya, kalo dulu tuh manajemennya gaji pokoknya sedikit tunjangannya banyak, itu untuk

menghindari kalo PHK itu. PHK kan…

Berapa kali gaji pokok. Iya, kan masa kerja kali gaji pokok. Ya itu saya kan terus setelah 2004 berjalan itu wah wes ora bakal maju. Wes siap-siap. Rencana

Kondisi korannya sudah seperti itu nggak bakalan maju, nggak bisa berkembang cuma bisa bertahan. Nggak bisa sedulu lagi. (13)

Kondisi korannya sudah seperti itu, tidak akan maju dan

berkembang, hanya bisa

bertahan, tidak bisa seperti dulu. (13)

Kondisi koran tidak akan maju dan berkembang, hanya bisa bertahan, tidak bisa seperti dulu. (13)

93

247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276

2004 itu? Ya enggak, pas berjalan 2004 berjalan itu. Wah wes gak maju. Tapi ya istri saya itu ya mbok dipertahanke wong ning omah yo ngopo istilahnya gitu. Tujuan saya pesangon saya yang separo tak ambil untuk modal, wong

Dokumen terkait