BAB V PENUTUP
B. Saran
3. Bagi Mahasiswa-mahasiswi Pendidikan Keagamaan Katolik
Mahasiswa-mahasiswi PAK dapat membuat penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas atau kajian penelitian yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z. (2013). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip Teknik Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Badar, T. I. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, Dan
Kontekstual. Jakarta: Kencana.
Dapiyanta, F.X. (2008). Pendidikan Agama Katolik Pada Tingkat Pendidikan
Dasar. Diktat Mata Kuliah Pendidikan Agama Katolik Pendidikan Dasar
Untuk Mahasiswa Semester III Program Studi PAK, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Daryanto & Mulyo. R. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.
Eggen P & Kuchak D. (2012). Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta Barat: PT Indeks.
Groom, T. (2010). Christian Religius Education. Jakarta: Gunung Mulia.
Huda, M. (2013:24). Model-Model Pengajaran Dan Pembelajaran: Pengajaran. PUSTAKA Pelajar Yogyakarta.
Heryatno, FX. (2008). Diktat Mata Kuliah Pengantar Pendidikan Agama Katolik
di Sekolah. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Kiyanto. (2020). Anak-anak Bukan Kertas Kosong. Diunduh dari https://rumahinspirasi.com/anak-anak-bukan-kertas-kosong/ pada 12 Juni 2020.
Looks. (2013). Karakteristik dan Model-model Pembelajaran. Diunduh dari https://rinastkip.wordpress.com/2013/02/09/makalah-karakteristik-dan-model-model-pembelajaran-rinastkip/ pada 28 Juli 2020.
Malino. (1981). Tempat Dan Peranan Pembelajaran Agama Di Sekolah. Jakarta Pusat: Panitia Wali Gereja Indonesia Bagian Kateketik.
Ngalim P. M. (2013). Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Purwanto, P. N. (2013). Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Purwono, T.A & Konta, D.B. (2017). Pendidikan Agama Katolik dan Budi
Pekerti: Hidup Sebagai Murid Yesus. Yogyakarta: PT Kanisius.
P3MP & LPM Universitas Sanata Dharma. (2008). Pedoman Model
Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian. Yogyakarta: Universitas
Sanata Dharma.
Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Suhaidin, L.A. (2015). “Evaluasi Program Pembelajaran Jasmani Di Pondok Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta” Disertai Tidak Diterbitkan. Yogyakarta:Universitas Negeri Yogyakarta.
Setyakarjana, J.S. (1997). Kateketik Pendidikan Dasar: catatan kuliah yang
ditulis 1980-1992). Yogyakarta: Pusat Kateketik.
Sindhunata. (Ed.). (2001). Pendidikan Kegelisahan Sepanjang Zaman:
Sudjana, N. (1990). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengejar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suryono & Hariyanto. (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sagala, S. (2011). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Suhaidin, L.A. (2015). Evaluasi Program Pembelajaran Jasmani di Pondok
Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah. Diunduh dari https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/download/8170/6841 pada 21 Juni 2020.
Sudrajat. (2009). Tujuan Pembelajaran Sebagai Komponen Penting dalam
Pembelajaran. Di unduh dari https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/08/30/tujuan-pembelajaran-sebagai-komponen-penting-dalam-pembelajaran/ pada 17 Juni 2020. Suryono & Hariyanto. (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Suaidinmath (2010). Evaluasi Pembelajaran Di Kelas. Diunduh dari https://suaidinmath.wordpress.com/2010/05/14/evaluasi-pembelajaran-di-kelas/ pada 17 Juni 2020.
Winkel, W.S. (2007). Psikologi Pembelajaran. Yogyakarta: Media Abadi.
Yaumi, M. (2013). Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Grup.
(1) LAMPIRAN
(2) Lampiran 2: Instrumen Penelitian
(11) Lampiran 3: Instrumen Wawancara
A. Instrumen wawancara Guru SD PAK Se-DIY
1. Apakah dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi timbal balik antara guru dan siswa? (Tunjukan fakta yang terjadi)
2. Apakah guru memahami kondisi awal siswa? (jelaskan secara singkat alasannya)
3. Apakah guru memberikan memotivasi kepada siswa dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
4. Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
5. Apakah guru mampu memanfaatkan sarana pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
6. Apakah model pembelajaran/langkah-langkah membantu siswa aktif dan tertib dalam proses? (Tunjukan fakta yang terjadi
7. Apakah guru menggali pengalaman hidup siswa dalam memperoleh pemahaman nilai-nilai kerohanian? (Tunjukan fakta yang terjadi)
8. Apakah siswa merespon dengan baik ketika guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi).
B. Instrumen wawancara Siswa SD PAK dan Se-DIY
1. Apakah kamu menyukai pembelajaran agama katolik saat di sekolah? 2. Hal apa yang kamu sukai dalam pembelajaran agama katolik?
3. Apakah kamu merasa nyaman saat pembelajaran agama katolik? 4. Apa saja yg membuat kamu nyaman dalam proses pembelajaran agama 5. Apakah kamu merasa senang saat pembelajaran agama katolik?
6. Sebutkan hal-hal menarik dalam proses pembelajaran yang membuat kamu berminat untuk mengikuti pelajaran agama katolik?
7. Ceritanya dan mengerjakan soal, terkadang juga membuat soal dari cerita? 8. Ceritakan pengalaman pembelajaran agama katolik yang kamu alami dari
awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran? (langkah-langkah pembelajaran)
9. Dalam pelajaran agama katolik yang kamu sukai pada bagian apa: 10. Dalam pelajaran agama katolik yang kamu tidak sukai pada bagian apa? 11. Sarana pembelajaran yang biasanya kamu gunakan saat mencari suatu
pengetahuan dan memecahkan persoalan yang ada dalam pertanyaan, biasanya kamu lebih suka menggunakan sarana pembelajaran apa? (buku, internet atau bertanya kepada guru yang berkaitan)
12. Kesulitan apa yg kamu alami selama pembelajaran agama?
13. Apakah guru agama katolik membimbing kamu dengan baik dalam pembelajaran agama katolik?
14. Apakah dalam proses pembelajaran guru menggunakan sarana pembelajaran? 15. Dalam proses pembelajaran apakah kamu termotivasi untuk bertanya atau
(12) Lampiran 4: Transkrip Wawancara
A. Wawancara Guru SD PAK dan BP Se-DIY Sumber : A1
Pertanyaan : Apakah dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi timbal balik antara guru dan siswa? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Ya. Proses belajarnya pada umumnya berjalan dengan cara bertanya antara guru dan siswa atau diskusi kelompok. Proses tersebut membawa efek yang baik sebab baik guru maupun siswa turut berpartisipasi.
Pertanyaan : Apakah guru memahami kondisi awal siswa? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Guru mengenal mereka dalam artian memahami kondisi awal siswa melalui wali kelas siswa
Pertanyaan : Apakah guru memberikan memotivasi kepada siswa dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Tentu saja. Secara umum guru memberi motivasi kepada para murid melalui cerita yang kadang dibuat sendiri oleh guru. Cerita tersebut kemudian dihubungkan dengan pelajaran pada hari bersangkutan. Pada akhir pelajaran guru akan memberikan beberapa poin yang dikaitkan dengan para siswa. Hal itu bisasaja kritik ataupun motivasi bagi setiap siswa dalam kesehariannya (relevansinya).
Pertanyaan : Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Ya. 1. Guru menyiapkan murid secara psikis, seperti bertanya tujuan siswa ke sekolah, kemudian memberi motivasi siswa untuk belajar dengan mengarahkan pemikiran mereka untuk masuk pada pembelajaran. 2. Penyampaian rangkuman pembelajaran sebelumnya, berupa pertanyaan yang akan di jawab oleh siswa.
(13)
akan dibahas pada hari itu. 4. Pemaparan materi
5. Merangkum pembelajaran dari awal hingga akhir melalui beberapa pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa.
Pertanyaan : Apakah guru mampu menanfaatkan sarana
pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Ya. Misalnya memanfaatkan speaker untuk menarik perhatian para siswa untuk menyimak cerita yang diputar.
Pertanyaan : Apakah model pembelajaran/langkah-langkah membenatu murid aktif dan tertib dalam proses? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Secara umum IYA. Saya memberi kesempatan untuk siswa untuk bertanya dan siswa juga mau menjawab jika diberikan pertanyaan serta mencatat hal-hal penting dalam proses belajar mengajar.
Pertanyaan : Apakah guru menggali pengalaman hidup siswa dalam memperoleh pemahaman nilai-nilai kerohanian? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Ya, pastinya yang mengajar guru agama akan menggali pengalaman hidup murid, seperti bagaimana kehidupan doanya. Hal-hal menggali pengalaman hidup siswa
(14)
dalam memperoleh kehidupan rohani Katolik maupun protestan kita juga bisa sharing-sharing pengalaman hidup keseharian siswa.
Pertanyaan : Apakah murid merespon dengan baik ketika guru mengunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Ia siswa merespon dengan baik dengan menjawab setiap
pertanyaan yang diajukan atau memberikan pertanyaan.
Sumber A2
Pertanyaan : Apakah dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi timbal balik antara guru dan siswa? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Ja:waban : Interaksi tetap terjadi dalam proses pembelajaran yang saya alami, seperti saat presensi dan anak akan mengangkat tangan dan berbicara, sharing dan tanya jawab.
Pertanyaan : Apakah guru memahami kondisi awal siswa? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Ya memahami, kondisi awal siswa misalnya yang kelas atas itu sudah ada dasarnya dari keluarga untuk beriman ke gereja belajar, istilahnya saya hanya mendampingi siswa dalam proses belajar mengajar
Pertanyaan : Apakah guru memberikan memotivasi kepada siswa dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Tentu saya sebagai guru memberi motivasi dan sebelum pelajaran pasti ngomong dulu sebelum masuk ke materi mungkin pengalaman-pengalaman anak kesulitan anak misalnya kan saya kasih tugas kesulitannya atau ada
(15)
permasalahan apa pasti saya tanyakan dulu ke anak-anak, kemudian saya selalu mengingatkan untuk supaya berhasil dan beriman dengan baik itu bagaimana pasti selalu saya ingatkan dan saya berikan kepada anak-anak supaya mereka termotivasi untuk terlibat dalam dinamika menggereja.
Pertanyaan : Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Iya, model pembelajaran yang saya terapkan, yaitu menyapa murid, berdoa dengan meminta murid yang memimpin, pembahasan tugas rumah, menanyakan materi sebelumnya dan menjelaskan materi saat itu, tanya jawab, rangkuman dan doa penutup.
Pertanyaan : Apakah guru mampu menanfaatkan sarana
pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Saya biasanya mengajar menggunakan perpustakaan dan memanfaatkan sarana yang ada, seperti komputer dengan menggunakan film misalnya materi nabi Nuh film nabi. Saya juga memanfaatkan sarana seperti, gambar-gambar saya pakai gambar-gambar atau buku-buku cerita misalnya tentang kitab kejadian buku-buku cerita tentang nabi misalnya tentang materi nya Adam dan hawa.
Pertanyaan : Apakah model pembelajaran/langkah-langkah membenatu murid aktif dan tertib dalam proses? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Ya rata-rata mereka aktif, terkadang di luar pelajaran anak-anak bertanya dan saya menjawab sesuai kemampuan yang saya miliki.
Pertanyaan : Apakah guru menggali pengalaman hidup murid dalam memperoleh pemahaman nilai-nilai kerohanian? (Tunjukan fakta yang terjadi)
(16)
Jawaban : Iya, seperti sharing pengalaman dan tanya jawab terkait pengalaman hidup murid.
Pertanyaan : Apakah murid merespon dengan baik ketika guru mengunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Muird tertarik untuk bertanya.
Sumber A3
Pertanyaan : Apakah dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi timbal balik antara guru dan murid? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Dalam proses belajar mengajar, terjadi sebuah proses timbal balik yang signifikan, sebagai contoh tanyak jaawab dan disekusi setelah penjelasan materi.
Pertanyaan : Apakah guru memahami kondisi awal murid? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Saya memahami kondisi awal murid dengan membuat pengamatan bagaimana kita akan memberikan materi kepada murid dan cara apa yang akan kita berikan dalam menyampaikan materi
Pertanyaan : Apakah guru memberikan memotivasi kepada murid dalam proses belajar mengajar? (Tunjukan fakta yang terjadi)
Jawaban : Motivasi yang saya berikan dalam bentuk semangat dan biasanya dalam bentuk yang menarik seperti menonton film dengan harapan mereka semakin semangat di tengah minoritas mereka di sekolah mereka
Pertanyaan : Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan)
Jawaban : Iya, seperti berdoa, kemudian bertanya tentang materi yang lalu kemudian menjelaskan kembali materi
(17)
kemarin dan kemudian masuk dengan materi barusaya menggunakan model pembelajaran dengan ceramah dan memberikan arahan kepada murid.
Pertanyaan : Apakah guru mampu menanfaatkan sarana
pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan/memberi contoh)?
Jawaban : Saya mampu memanfaatkan sarana pembelajaran dalam proses belajar mengajar yang saya rasakan adalah dan video yang ada terkait materi pembelajaran.
Pertanyaan : Apakah model pembelajaran/langkah-langkah membenatu murid aktif dan tertib dalam proses?
Jawaban : Ya membantu murid aktif dan tertib dalam proses, karena mampu membuat mereka lebih terstruktur dalam belajar dan biasanya mereka aktif dalam bertanya serta menjawab pertanyaan yang saya berikan
Pertanyaan : Apakah guru menggali pengalaman hidup murid dalam memperoleh pemahaman nilai-nilai kerohanian?
Jawaban : Pengalaman hidup murid saya menggali sangat dalam dan dari penggalian tersebut saya saya memperoleh pemahaman nilai-nilai kerohanian mereka yang mereka ceritakan di dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan sharing-sahring melalui penyampaian pertanyaan.
Pertanyaan : Apakah murid merespon dengan baik ketika guru mengunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar?
Jawaban : Murid merespon dengan sangat baik karena bagi mereka hal yang baru ketika mendapat model pembelajaran yang saya berikan, tidakan yang biasanya yang dilakukan seperti aktif dalam menjawab pertanyaan yang ada di buku LKS dan membuat catatan.
(18)
Pertanyaan : Apakah dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi timbal balik antara guru dan murid? (jelaskan)
Jawaban : Tentu saja, biasanya yang dilakukan dalam proses belajar adalah dengan menyebutkan contoh2 dari materi yang diajarkan, Diminta menjelaskan ulang dan kegiatan tanya jawab
Pertanyaan : Apakah guru memahami kondisi awal murid? (karakter)
Jawaban : Iya, setiap kali aku masuk kelas selalu ku awali dengan tanya jawab kondisi meraka hari itu.
Pertanyaan : Apakah guru memberikan memotivasi kepada murid dalam proses belajar mengajar? (jelaskan/bagaimana)
Jawaban : Iya nanti disisipkan dengan penjelasan materi, seperti tanggung jawab seorang murid adalah belajar untuk membuat bangga orang tuamu kita harus memiliki jiwa yang semangat, biar bisa mendapat nilai bagus, dan berprestasi dengan rajin belajar, aktif di kelas, rajin kerjakan tugan dll.
Pertanyaan : Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan)
Jawaban : Iya, langkah-langkah pembelajaran yang saya terapkan 1. Pembuka, dari doa pembuka, menjelaskan cakupan KD yang hendak di capai, mengulas materi sebelumnya. 2. Cerita, lagu, atau pengalaman. Pendalaman kitav suci, penjelasan, tanya jawab, rangkunan, evaluasi, ulangan. Biasanya saya gunakan cerita, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, rangkunan, evaluasi dan ulangan.
Pertanyaan : Apakah guru mampu menanfaatkan sarana
pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan/memberi contoh)?
Jawaban : ya, biar kondisi dan situasinya semakin menyenangkan sehingga anak semangat untuk mendalami materi. dengan menggunakan cerita, gambar, lagu, film dan
(19) alam sekitar
Pertanyaan : Apakah model pembelajaran/langkah-langkah membantu murid aktif dan tertib dalam proses?
Jawaban : Iya, Respon murid biasanya bertanya, menanggapi dengan cerita pengalaman pribadi
Pertanyaan : Apakah guru menggali pengalaman hidup murid dalam memperoleh pemahaman nilai-nilai kerohanian?
Jawaban : Iya, karena di tempat saya mengajar ada 2 agama dengan segala keunikan pendalaman iman mereka, untuk menguatkan hidup iman mereka. Misal saat materi tentang hal berdoa atau kehidipan keagamaan, tanya yang rajin ke gereja, masjid. Rajin berdoa, dan siapa yang sering ikut pelajaran komuni.
Pertanyaan : Apakah murid merespon dengan baik ketika guru mengunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar?
Jawaban : Iya, murid biasaya mau untuk mengerjakan soal-soal yang ada di buku LKS, mau bertanya dan berdiskusi dengan teman-teman
Sumber A5
Pertanyaan : Apakah dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi timbal balik antara guru dan murid? (jelaskan)
Jawaban : Selalu ada interaksi, bahkan murid menganggap guru seperti orangtuanya sendiri, jadi mereka akrab karena saya selalu memperlakukan mereka sepeti layaknya orang tua. Murid merasa senang setiap kali pembelajaran agama berlangsung dan menyambut guru dengan canda gurau, jadi ada rasa rindu untuk ke sekolah dan ingin ketemu bertemu guru.. contoh bentuk interaksi yang sering dilakukan adalah bercerita, saling
(20)
mengungkapkan pengalaman dan tanya jawab.
Pertanyaan : Apakah guru memahami kondisi awal murid? (karakter)
Jawaban : Saya selalu berusaha untuk dapat mengetahui keadaan murid bahkan sampai pada latar belakang keluarganya, saya sering mengadakan kunjungan ke rumah murid terlebih bagi murid yg memerlukan perhatian khusus
Pertanyaan : Apakah guru memberikan memotivasi kepada murid dalam proses belajar mengajar? (jelaskan/bagaimana)
Jawaban : Saya selalu berusaha untuk memberikan motifasi dalam bentuk sanjungan, perhatian dan doa. Apabila ada murid yg malas dan mengalami masalah baik dengan teman atau keluarga, saya selaku guru selalu mengajak murid untuk berdoa bagi mereka, demikian juga terhadap anak yg sedang ulang tahun atau yg berprestasi.
Pertanyaan : Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan)
Jawaban : Langkah-langkah pembelajaran yang saya pakai dalam proses belajar mengajar, seperti menyapa memberi salam, mengajak berdoa, tanya jwb seputar pengalaman siswa, .bernyanyi, menjelaskan materi, penugasan, evaluasi. Penutup dengan doa dan nyanyian. Dalam penyampaian materi sering saya awali dng bercerita karena anak akan lebih mudah menangkap dengan bercerita, seperti diputarkan cerita melalui vidio
Pertanyaan : Apakah guru mampu menanfaatkan sarana
pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan/memberi contoh)
Jawaban : Kelas V dan VI sering saya beri tugas kelompok karena siswanya lebih dari dua murid. Sedangkan kelas 4 tidak ada tugas kelompok, karena murid hanya murid. Saya cukup mampu memanfaatkan sarana dengan mempergunakan sarana atau mediapembelajaran seperti
(21)
laptop, slide, Handphone.
Pertanyaan : Apakah model pembelajaran/langkah-langkah membantu murid aktif dan tertib dalam proses?
Jawaban : Murid merasa senang dan terbantu, sehingga mereka mau memperhatikan dng serius, siswa bertanya tp juga kadang menyanggah kalo ada hal yg kurang paham,
Pertanyaan : Apakah guru menggali pengalaman hidup murid dalam memperoleh pemahaman nilai-nilai kerohanian?
Jawaban : Ia, saya selalu menanyakan seputar kegiatan yang sering murid ikuti, seperti sekolah minggu, misdinar dsb. Bahkan saya sering hadir dalam kegiatan tersebut, selain itu setiap hari murid saya ajak untuk doa Ajelus setiap jam 12 dan yang memimpin murid secara bergantian.
Pertanyaan : Apakah murid merespon dengan baik ketika gurumengunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar?
Jawaban : Murid merasa senang dan mereka merasa bisa memahami materi yg diberikan. Murid selalu menerima kehadiran guru dengan riang bahkan murid merasa rindu kepada gurunya yang terlihat dari sikapnya yang antusias dalam proses belajar mengajar, seperti bertanya dan menjawab pertanyaan.
Sumber A6
Pertanyaan : Apakah dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi timbal balik antara guru dan murid? (jelaskan)
Jawaban : Secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembelajaran tentunya akan terjadi hubungan timbal balik antara guru dengan peserta didik demi mencapai tujuan dari kegiatan pembelajaran tersebut. Tanya jawab dan cerita adalah bentuk interksi yang biasa terjadi dalam proses belajar mengajar.
(22)
Pertanyaan : Apakah guru memahami kondisi awal murid? (karakter)
Jawaban : Iya, saya memahami keadaan awal murid disetiap akan memulai proses pembelajaran, seperti menanyakan soal materi sebelumnya, kemudian dikaitkan dengan pembahasan hari ini dan murid diminta untuk menebak pembehasan yang akan dibahas pada proses pembelajaran saat ini.
Pertanyaan : Apakah guru memberikan memotivasi kepada murid dalam proses belajar mengajar? (jelaskan/bagaimana)
Jawaban : Tentunya guru pasti memiliki caranya masing-masing dalam memotivasi peserta didik pada saat proses pembelajaran. Seperti ketika ada peserta didik yang malu atau takut ketika diminta untuk maju ke depan menjawab pertanyaan atau bercerita, biasanya saya memberikan kata-kata positif atau semangat kepada peserta didik “Kamu anak hebat, jadi kamu jangan takut untuk mencoba” atau pada saat ada peserta didik yang mendapat nilai jelek pada saat ulangan “Kegagalan itu bukan akhir, melainkan kamu itu justru harus punya semangat lagi dalam belajar, Bu Wulan tau kamu itu anak yang pintar kok” Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan)
Pertanyaan : Apakah guru menggunakan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan)
Jawaban : Ya, guru pasti memiliki model atau pembelajarannya masing-masing supaya proses pembelajaran berjalan secara maksimal. Seperti biasanya untuk mengawali pembelajaran guru harus memberikan energy positif untuk peserta didik supaya bersemangat ketika mengikuti pelajaran. Contohnya seperti mengajak untuk ice breaking atau menceritakan pengalaman-pengalaman lucu, bisa juga mengajak peserta didik untuk membagikan pengalamannya yang dirasa lucu dan menyenangkan. Selain itu, dengan menggunakan metode pembelajaran saling tanya jawab supaya peserta
(23)
didik itu juga dapat mengungkapkan apa ingin mereka ketahui. Tidak hanya itu saja, dalam proses pembelajaran guru juga meminta siswa untuk diskusi atau kerja kelompok untuk membangun kekompakan di kelas. Karena kita tahu bahwa, dengan menggunakan metode ceramah saja tentunya peserta didik akan merasa cepat bosan. Oleh karena itu, tips yang sangat penting adalah mengajak siswa untuk bisa bereksplorasi.
Pertanyaan : Apakah guru mampu menanfaatkan sarana
pembelajaran dalam proses belajar mengajar? (jelaskan/memberi contoh)?
Jawaban : Ya, kita tahu bahwa sarana pembelajaran itu juga sangatlah penting untuk menunjang atau mendukung proses pembelajarang yang maksimal. Karena apabila guru tidak memanfaatkan atau menggunakan sarana pembelajaran yang menarik proses pembelajaran pun akan dirasa sangat membosankan dan pastinya peserta didik akan merasa cepat bosan dan rasanya ingin cepat-cepat mengakhiri pelajaran. Sarana pembelajaran yang biasanya digunakan adalah dengan memberikan cuplikan video singkat, karena ada beberapa kelas yang suka ketika menonton video. Selain itu guru membuat TTS atau permainan ular tangga yang berisikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi. Ada pula gambar supaya peserta didik lebih memahami apa yang ingin disampaikan.
Pertanyaan : Apakah model pembelajaran/langkah-langkah membenatu murid aktif dan tertib dalam proses?