• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.2. Saran

6.2.3. Bagi peneliti selanjutnya

Disarankan untuk melakukan penelitian tentang hal-hal yang dapat menghambat pemberian ASI Ekskluisif. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu hanya melibatkan ibu saja, untuk penelitian selanjutnya agar dapat melibatkan pasangan dan keluarga sebagai sampel penelitian.

DAFTAR PUSTAKA Kesehatan Masyarakat, 5(3), 210-218. Diakses dari https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/17212.

Aziezah, N., & Merryana, A. (2013). Perbedaan Tingkat Konsumsi dan Status Gizi antara Bayi dengan Pemberian ASI Eksklusif dan Non ASI Eksklusif.

Jurnal Media Gizi Indonesia, 9(1), 78-83. Diakses dari http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/mgi2e2748522full.pdf.

Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas Edisi 4. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Cicih, L. (2011). Pengaruh Perilaku Ibu terhadap Status Kesehatan Anak Baduta di Provinsi Jawa Tengah. Sari Pediatri, 13(1), 41-48. Diakses dari https://saripediatri.org/index.php//sari-pediatri/article/download/455/393.

Ekowati, Y. (2016). Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu serta Dukungan Suami terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. Tesis. Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat USU. Medan.

Emmanuel, A. (2015). A Literature Review of the Factors That Influence Breastfeeding : An Application of the Health Belief Model. International Journal of Nursing and Health Science, 2(3), 28-36. Diakses dari http:///cactus.unijos.edu.ng.

Fikawati, S., Ahmad, S., & Khaula, K. (2015). Gizi Ibu dan Bayi. Jakarta : Rajawali Pers.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2008). Health Behaviour and Health Education : Theory, Research, and Practice. Diakses dari https://www.researchgate.net.

Hedianti, D. A., Sumarmi, S., & Muniroh, L. (2017). Dukungan Keluarga dan Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Pucang Sewu. Kendedes Midwifery Journal. Diakses dari https://www.researchgate.net.

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta : Kemenkes RI.

Lowdermilk. (2013). Keperawatan Maternitas Edisi 8. Singapur : Elsevier Morby.

Maki, F., Andrian, U., & Amatus, Y. (2017). Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula terhadap Kejadian Diare pada Bayi Usia 6-12 Bulan.

Jurnal Keperawatan, 1(5). Diakses dari

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/14674.

Maryunani, A. (2015). Asuhan Ibu Nifas dan Asuhan Ibu Menyusui. Bogor : Penerbit In Media.

Noor, J. (2011). Metodologi Penelitian : Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta : Kencana Prenadamedia Group.

Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis Edisi 3. Jakarta : Salemba Medika.

Priyoto. (2014). Teori Sikap dan Perilaku dalam Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Rahmawati, R. (2014). Gambaran Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2014. Skripsi. Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UIN. Jakarta. Diakses dari http:/repository.uinjkt.ac.id.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, PP NO. 33 Tahun 2012.

Riduwan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung : Alfabeta.

Risneni. (2015). Hubungan Teknik Menyusui dengan Terjadinya Lecet Puting Susu pada Ibu Nifas. Jurnal Keperawatan, XI(2), 158-163. Diakses dari http:///ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id.

Setyorini, R. N., Widjanarko, B., & Sugihantono, A. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(3), 620-628. Diakses dari https://ejournal3.undip.ac.id.

Sunaryo. (2013). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta : EGC.

Taufik, M. (2008). Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan dalam Bidang Keperawatan : untuk Perawat dan Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : Infomedika.

Timporok, A. G. A., Mowor, P. M., & Rompas, S. (2018). Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangkoan. e-Journal Keperawatan (eKp), 6(1), 1-6. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id.

Widyastuti, A., Nugraha, P., & Shaluhiyah, Z. (2018). Perbedaan Faktor Predisposing, Enabling dan Reinforcing antara Ibu yang Memberikan ASI Eksklusi dan Non ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Boyolali 1 Kabupaten Boyolali. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 703-715. Diakses dari https:/ejournal3.undip.ac.id.

Yuliani, E. (2012). Analisis Pengaruh Faktor Perilaku terhadap Cakupan ASI Eksklusif dengan Theory of Planned Behaviour dan Health Belief Model di Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Adm Kebijakan Kesehatan, 10(1), 54-59.

Diakses dari http://www.e-jurnal.com.

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN Yth. Ibu menyusui anak usia 6-12 bulan

di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Rantauprapat

Saya adalah Tri Ulan Hediyanti Saragih, mahasiswi S1 – Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara. Saya sedang melakukan penelitian untuk penulisan skripsi sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Keperawatan (S.Kep). Penelitian saya dengan judul Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Rantauprapat bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif.

Berkaitan dengan penelitian yang saya lakukan, saya mohon kesediaan waktu Ibu untuk mengisi lembar kuesioner saya dengan jujur, sesuai dengan keadaan diri masing-masing. Kesediaan Ibu berpartisipasi dalam penelitian ini bersifat bebas untuk bersedia menjadi responden penelitian ataupun menolak tanpa ada sanksi.

Apabila Ibu bersedia saya mohon untuk menandatangani lembar persetujuan (informed consent) yang telah tersedia. Kerahasiaan data yang diberikan responden akan dijaga dan hanya diketahui oleh peneliti.

Atas partisipasi Anda dalam penelitian ini, saya ucapkan terimakasih.

Medan, Januari 2018 Hormat Saya,

Peneliti

(Tri Ulan Hediyanti Saragih)

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN (INFORM CONSENT)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Nama :

Alamat :

Tanggal :

Setelah membaca dan diberi penjelasan pada lembar penjelasan tentang penelitian kepada responden, maka saya menyatakan bersedia menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswi S1 – Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera Utara yaitu Tri Ulan Hediyanti Saragih. Saya memahami bahwa penelitian ini tidak membahayakan saya maupun keluarga saya.

Demikian surat persetujuan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dan ancaman.

Rantauprapat, Januari 2018 Responden

(………)

KUESIONER PENELITIAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA

RANTAUPRAPAT Petunjuk Pengisian

1. Bacalah setiap pertanyaan di bawah ini dengan cermat

2. Berilah tanda checklist (√) pada kolom yang menurut Ibu sesuai dengan kondisi Ibu

3. Tanyakanlah jika ada pertanyaan yang kurang Ibu pahami

A. Data Demografi

1. Nama/Inisial Nama : ……….

2. Umur Ibu : ………

3. Pendidikan Terakhir :

a. Tidak sekolah ( ) d. SMA ( ) b. SD ( ) e. Sarjana/S1 ( ) c. SMP ( ) f. Magister/S2 ( )

4. Pekerjaan :

a. Ibu Rumah Tangga ( ) c. Pegawai Swasta ( )

b. Wiraswasta ( ) d. PNS ( )

Nomor Responden(diisi oleh peneliti) :

5. Jumlah Anak : ……….

6. Pemberian ASI Eksklusif :

a. Hanya ASI 0- 6 bulan ( ) b. ASI + air, vitamin, obat-obatan ( ) c. ASI langsung + ASI perah ( ) d. ASI + makanan bayi, susu formula ( ) e. Hanya susu formula 0-6 bulan ( ) f. Susu formula + makanan bayi ( ) B. Kuesioner Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif

No Pertanyaan Ya Tidak

1 Saya memberikan ASI Eksklusif pada bayi saya karena dapat mencegah infeksi kuman melalui pencernaan 2 Memberikan ASI Eksklusif dapat menghindarkan bayi

saya dari obesitas atau kegemukan

3 Saya memberikan ASI Eksklusif untuk mencegah terjadinya alergi makanan

4 Saya memberikan ASI Eksklusif untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi saya

5 Jika saya tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayi saya maka payudara saya bengkak

6

Jika saya tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayi saya dapat terjadi mastitis atau peradangan payudara seperti kemerahan, gatal, perih, bengkak pada payudara 7 Jika saya tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayi

saya maka beresiko kanker payudara

8 Jika saya tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayi saya maka bayi kekurangan gizi

9 Memberikan ASI Eksklusif dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi saya

10 Memberikan ASI Eksklusif dapat meningkatkan ikatan kasih sayang antara saya dengan bayi saya

11 Saya memberikan ASI Eksklusif pada bayi saya untuk mengoptimalkan kecerdasan bayi saya

12 Saya memberikan ASI Eksklusif untuk mendapatkan asupan gizi yang sempurna bagi bayi saya

13

Saat saya ingin memberikan ASI Eksklusif kepada bayi saya, keluarga menganjurkan memberikan makanan tambahan

14

Saya mengalami hambatan atau kesulitan dalam

memberikan ASI Eksklusif karena payudara saya sering lecet

15 Saya sulit dan mengalami hambatan dalam memberikan ASI karena bayi sering menangis

16 Saat saya merasa kelelahan dan letih, pengeluaran ASI saya berkurang

17

Saya mendapatkan dukungan suami dan keluarga yang membantu saya semakin percaya diri dalam memberikan ASI Eksklusif

18 Saya mendapatkan informasi tentang ASI Eksklusif melalui penyuluhan, majalah, televisi, internet

19 Saya sudah mempersiapkan diri untuk memberikan ASI Eksklusif sejak masa kehamilan

20 Saya memberikan ASI Eksklusif karena lebih ekonomis dan praktis

JADWAL TENTATIF PENELITIAN

MAHASISWA S1 – ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU TAHUN AJARAN 2017 - 2018

No Uraian Kegiatan

Januari 2018

Februari

2018 Maret 2018

April

2018 Mei 2018

Juni 2018

Juli 2018

Agustus 2018

Minggu ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Menyerahkan proposal penelitian

2. Sidang proposal penelitian 3. Revisi proposal penelitian 4. Uji validasi instrument 5. Uji reliabilitas instrument 6. Pengumpulan data responden 7. Analisa data

8. Penyusunan laporan 9. Sidang hasil penelitian 10. Perbaikan laporan akhir

KoefisienValiditas Isi

Rumus Lawshe’s CVR CVR = (2ne

n ) – 1

dengan : ne = banyaknya validator yang menilaisuatu item “penting”

n = banyaknya validator yang melakukanpenilaian

CVR = nilai koefisien berkisar antara -1,00 sampai dengan +1,00

Pernyataanke - ne n CVR

k dengan : k = banyaknya item pernyataan Maka, CVI = 20

20 = 1

Uji Reliabilitas Kuesioner

Nomor Responden

Pernyataan ke -

X X2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

R1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 15 225

R2 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 144

R3 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 8 64

R4 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 7 49

R5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 17 289

R6 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 8 64

R7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 64

R8 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 13 169

R9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 16 256

R10 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 11 121

R11 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 7 49

R12 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 15 225

R13 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 14 196

R14 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 7 49

R15 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 7 49

R16 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 16 256

R17 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 13 169

R18 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 11 121

R19 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 7 49

R20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 17 289

Nomor

Distribusi Karakteristik Responden Frequencies

Statistics

Umur Ibu Pendidikan

Terakhir Pekerjaan Jumlah Anak Pemberian ASI Eksklusif

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 20-35 tahun 21 100.0 100.0 100.0

Pendidikan Terakhir

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Jumlah Anak

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Primipara 12 57.1 57.1 57.1

Multipara 9 42.9 42.9 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pemberian ASI Eksklusif

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Hanya ASI 0-6 bulan 21 100.0 100.0 100.0

Distribusi Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif Frequencies

Statistics

Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4

N Valid 21 21 21 21

Missing 0 0 0 0

Minimum 0 0 0 0

Maximum 1 1 1 1

Statistics

Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8

N Valid 21 21 21 21

Missing 0 0 0 0

Minimum 0 0 0 0

Maximum 1 1 1 1

Statistics

Pernyataan 9 Pernyataan 10 Pernyataan 11 Pernyataan 12

N Valid 21 21 21 21

Missing 0 0 0 0

Minimum 0 0 0 0

Maximum 1 1 1 1

Statistics

Pernyataan 13 Pernyataan 14 Pernyataan 15 Pernyataan 16

N Valid 21 21 21 21

Missing 0 0 0 0

Minimum 0 0 0 0

Maximum 1 1 1 1

Statistics

Pernyataan 17 Pernyataan 18 Pernyataan 19 Pernyataan 20

N Valid 21 21 21 21

Missing 0 0 0 0

Minimum 0 0 0 0

Maximum 1 1 1 1

Frequency Table Pernyataan 1

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 1 4.8 4.8 4.8

Ya 20 95.2 95.2 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 2

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Ya 21 100.0 100.0 100.0

Pernyataan 3

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 1 4.8 4.8 4.8

Ya 20 95.2 95.2 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 4

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Ya 21 100.0 100.0 100.0

Pernyataan 5

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 2 9.5 9.5 9.5

Ya 19 90.5 90.5 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 6

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 2 9.5 9.5 9.5

Ya 19 90.5 90.5 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 7

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 1 4.8 4.8 4.8

Ya 20 95.2 95.2 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 8

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 2 9.5 9.5 9.5

Ya 19 90.5 90.5 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 9

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 1 4.8 4.8 4.8

Ya 20 95.2 95.2 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 10

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Ya 21 100.0 100.0 100.0

Pernyataan 11

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Ya 21 100.0 100.0 100.0

Pernyataan 12

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Tidak 1 4.8 4.8 4.8

Ya 20 95.2 95.2 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 13

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Tidak 15 71.4 71.4 71.4

Ya 6 28.6 28.6 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 14

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 12 57.1 57.1 57.1

Ya 9 42.9 42.9 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 15

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 19 90.5 90.5 90.5

Ya 2 9.5 9.5 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 16

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 16 76.2 76.2 76.2

Ya 5 23.8 23.8 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 17

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 6 28.6 28.6 28.6

Ya 15 71.4 71.4 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 18

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 1 4.8 4.8 4.8

Ya 20 95.2 95.2 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 19

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid

Tidak 1 4.8 4.8 4.8

Ya 20 95.2 95.2 100.0

Total 21 100.0 100.0

Pernyataan 20

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Ya 21 100.0 100.0 100.0

Kategori Perilaku

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Baik 21 100.0 100.0 100.0

KARAKTERISTIK IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS KOTA RANTAUPRAPAT

Tri Ulan Hediyanti Saragih1, Nur Asiah2

1Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan USU

2Dosen Departemen Maternitas, Fakultas Keperawatan USU Abstrak

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi selama 6 bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Keberhasilan pemberian ASI Eksklusif dapat dipengaruhi oleh karakteristik ibu pada masa menyusui yaitu umur ibu, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan paritas. Cakupan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kota Rantauprapat hanya mencapai 8,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kota Rantauprapat. Desain penelitian adalah deskripsi dengan jumlah sampel 66 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.

Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik ibu yang memberikan ASI Eksklusif adalah ibu berumur 20-35 tahun (31,8%), pendidikan terakhir pada tingkat SMA (19,7%), ibu sebagai ibu rumah tangga (22,7%), dan primipara (28,8%).

Sedangkan karakteristik ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif yaitu umur ibu 20-30 tahun (47,0%), pendidikan terakhir S1 (31,8%), ibu sebagai ibu rumah tangga (25,8%), dan paritas ibu multipara (36,4%). Disarankan bagi pelanyanan kesehatan Puskesmas Kota Rantauprapat untuk memperluas sasaran penyuluhan dengan melibatkan keluarga ibu khususnya suami.

Kata kunci : karakteristik; pemberian ASI Eksklusif

PENDAHULUAN

ASI merupakan makanan yang ideal untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang bayi, karena ASI memiliki kandungan jumlah dan proposi zat gizi yang sesuai dengan kondisi kebutuhan fisiologis bayi (Fikawati, dkk, 2015). World Health Organizatian (WHO), United Nation Children’s Fund (UNICEF), dan American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif pada bayi selama 6 bulan sebagai sumber makanan satu-satunya dan dilanjutkan hingga berusia 2 tahun dengan makanan tambahan (Lowdermilk, 2013). Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif pasal 1 ayat 2, “Air Susu Ibu Eksklusif yang selanjutnya disebut ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain”.

Meskipun pemerintah sudah menghimbau pemberian ASI Eksklusif. Namun, angka cakupan pemberian ASI Eksklusif belum mencapai target nasional yaitu 80%. Hal ini dapat dilihat dari cakupan ASI Eksklusif di Indonesia tahun 2016 untuk usia 0-5 bulan 54% dan usia sampai 6 bulan 29,5%. Provinsi Sumatera Utara, cakupan ASI 2016 untuk usia 0-5 bulan 46,8% dan usia sampai 6 bulan 12,4% (Profil Kesehatan Indonesia, 2016). Berdasarkan hasil penelitian Ekowati (2016) didapatkan bahwa cakupan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kota Rantauprapat hanya mencapai 8,5%.

Rendahnya pemberian ASI Eksklusif oleh ibu menyusui dapat disebabkan oleh faktor karakteristik ibu. Karakteristik ibu yang dapat menentukan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, yaitu umur ibu, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan paritas (Hanifah, Astuti, Susanti, 2015).

Berdasarkan pengumpulan data penelitian yang telah dilakukan peneliti pada bulan April hingga Mei 2018 di wilayah kerja Puskesmas Kota Rantauprapat, ditemukan bahwa terdapat ibu menyusui yang memberikan ASI Eksklusif dan Non-ASI Eksklusif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengidentifikasi karakteristik ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kota Rantauprapat.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu menyusui yang memilki bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Rantauprapat yaitu 197 ibu. Jumlah sampel sebanyak 66 ibu dengan teknik sampling yaitu purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan peneliti, yaitu 1) Ibu menyusui yang menetap di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. 2) Ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan dan memiliki suami. 3) Ibu sehat fisik dan mental. 4) Ibu bersedia menjadi responden. Adapun kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah : 1) Ibu yang diindikasikan tidak boleh menyusui. 2) Ibu yang memiliki bayi yang mengalami gangguan perkembangan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Cendana karena wilayah ini memiliki cakupan ASI Eksklusif yang rendah dan ditemukan banyak ibu menyusui. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.

HASIL

Karakteristik Responden

Tabel 1 Distribusi frekuensi dan persentase karateristik ibu menyusui yang memiliki anak usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Rantauprapat

No. Karakteristik Responden Frekuensi Persentase ( % ) 1.

Tabel 1 menunjukkan bahwa 66 ibu yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Rantauprapat memiliki karakteristik yaitu, mayoritas umur ibu 20-35 tahun sebanyak 52 orang (78,8%), ibu memiliki pendidikan terakhir pada tingkat SMA sebanyak 29 orang (43,9%), pekerjaan ibu sebagai Ibu Rumah Tangga sebanyak 32 orang (48,5%), paritas ibu yaitu primipara sebanyak 40 orang (60,6%).

Pemberian ASI Eksklusif dan Non-ASI Eksklusif

Tabel 2 Distribusi frekuensi dan persentase karateristik ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif dan Non-ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas

Kota Rantauprapat No. Karakteristik

Responden

ASI Eksklusif Non-ASI Eksklusif Frekuensi Persentase

(%) Frekuensi Persentase (%) Tabel 2 menunjukkan bahwa karakteritik 66 ibu dalam pemberian ASI Eksklusif yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Rantauprapat yaitu, mayoritas ibu yang memberikan ASI Eksklusif memiliki karakteristik umur ibu 20-35 tahun sebanyak 21 orang (31,8%), ibu memiliki pendidikan terakhir pada tingkat SMA sebanyak 13 orang (19,7%), pekerjaan ibu sebagai ibu rumah tangga sebanyak 15 orang (22,7%), paritas ibu yaitu multipara sebanyak 21 orang (3,0%). Sedangkan mayoritas karakteritik ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif yaitu umur ibu 20-30 tahun 31 orang (47,0%), pendidikan terakhir S1 21 orang (31,8%),

pekerjaan ibu rumah tangga 17 orang (25,8), dan paritas ibu multipara 24 orang (6,4%).

Pembahasan

Pemberian ASI Eksklusif pada pembahasan mengunakan teori Green (2012).

Menurut Green (2012) dalam Priyoto (2014) perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu : 1) Faktor Predisposisi, mencakup umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan paritas. 2) Faktor Pendukung, mencakup ketersediaan sarana dan prasarana atau fasilitas kesehatan bagi masyarakat misalnya, air bersih, tempat pembuangan sampah, ketersediaan informasi tentang kesehatan, termasuk juga fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, poliklinik, posyandu. 3) Faktor Penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan, memperoleh dukungan atau tidak. Faktor penguat merupakan faktor penyerta (yang datang sesudah) perilaku dan berperan bagi menetap atau melenyapnya perilaku itu, yang termasuk dalam faktor ini adalah penghargaan atau dukungan dari keluarga, teman, petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan pengambil keputusan (Priyoto, 2014).

Faktor predisposisi pada penelitian ini mencakup umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan paritas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dari 66 responden ibu memiliki umur 20-35 tahun yaitu 52 orang (78,8%). Ibu yang memberikan ASI Eksklusif umur 20-35 tahun yaitu 21 ibu (31,8%) dan ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif umur 20-35 tahun yaitu 31 ibu (47,0%).

Penelitian Hanifah, Astuti, Susanti (2015) menyatakan pada umumnya ibu pada usia 20-35 tahun memiliki kemampuan lakstasi yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang usianya lebih dari 35 tahun sebab pengeluaran ASI-nya lebih sedikit. Namun pada usia kurang dari 20 tahun secara psikis umumnya belum siap untuk menjadi ibu, sehingga menyebabkan depresi dan menyebabkan ASI susah untuk keluar. Peneliti Setyorini, Widjanarko, Sugihantono (2017) menyatakan ibu berumur lebih muda dapat lebih banyak memproduksi ASI dibandingkan ibu yang lebih tua. Hasil penelitian ditemukan ibu berusia reproduktif tidak memberikan

ASI Eksklusif karena ibu kurang mendapatkan dukungan dari keluarga dalam pemberian ASI Eksklusif.

Kemudian hasil penelitian didapati mayoritas ibu memiliki pendidikan terakhir pada tingkat SMA yaitu 29 responden (43,9%). Ibu yang memberikan ASI Eksklusif pendidikan terakhir pada tingkat SMA yaitu 13 ibu (19,7%) dan ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif pendidikan terakhir pada tingkat S1 yaitu 21 ibu (31,8%). Dalam penelitian Rahmawati (2014) menyatakan “Pendidikan pada satu sisi mempunyai dampak positif yaitu ibu semakin mengerti akan pentingnya pemeliharaan kesehatan termasuk pemberian ASI Eksklusif, tetapi di sisi lain pendidikan yang semakin tinggi juga akan berdampak adanya perubahan nilai-nilai sosial seperti adanya anggapan bahwa menyusui merupakan hal yang tidak modern dan dapat merubah bentuk payudara ibu”.

Penelitian ini ibu sebagai ibu rumah tangga sebanyak 32 orang (48,5%). Ibu yang memberikan ASI Eksklusif sebagai ibu rumah tangga yaitu 15 ibu (22,7%) dan ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif sebagai ibu rumah tangga yaitu 17 ibu (25,8%), bekerja sebagai pegawai swasta 12 ibu (18,2%), dan bekerja sebagai PNS 10 ibu (15,2%). Penelitian yang dilakukan Timporok, Mowor, Rompas (2018) menyatakan apabila status pekerjaan ibu tidak bekerja maka besar kemungkinan ibu dapat memberikan ASI Eksklusif dan ibu yang bekerja cenderung tidak memberikan ASI Eksklusif karena terbentur dengan kewajiban pekerjaan. Kemudian penelitian Astuti (2013) menyatakan penyebab ibu bekerja sulit memberikan ASI Eksklusif yaitu ibu harus kembali bekerja sebelum bayi berusia 6 bulan dan proses memerah ASI merupakan masalah pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja. Hasil penelitian ditemukan ibu rumah tangga memberikan Non-ASI Eksklusif meskipun memilki waktu yang lebih banyak dalam mengasuh anak, hal ini disebabkan oleh hambatan yang dialami oleh ibu dalam pemberian ASI secara eksklusif.

Selain itu, mayoritas ibu pada penelitian ini primipara yaitu 40 orang (60,6%). Ibu yang memberikan ASI Eksklusif primipara yaitu 19 ibu (28,8%) dan ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif multipara yaitu 24 ibu (36,4%). Penelitian Hanifah, Astuti, Susanti (2015) menyatakan pengalaman menyusu memang

berperan penting bagi ibu untuk menyusui kembali sehingga meneruskan pengalaman anak sebelumnya. Hasil penelitian Emmanuel (2015) menyatakan ibu primipara lebih memiliki keinginan untuk memberikan ASI Eksklusif daripada ibu multipara. Ibu multipara juga menunjukkan tingginya dalam pemberian ASI Eksklusif meskipun ditemukan ibu multipara yang memilki jumlah anak lebih banyak memberikan ASI tidak secara eksklusif, sehingga paritas tidak menunjukkan dampak terhadap pemberian ASI Eksklusif yang bermakna bahwa perilaku pemberian ASI Eksklusif pada wanita primipara dan multipara adalah sama.

Faktor pendukung mencakup ketersediaan informasi tentang pemberian ASI Eksklusif yang diberikan kepada ibu oleh petugas kesehatan puskesmas, poliklinik, dan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan ibu sudah mendapatkan informasi mengenai ASI Eksklusif sehingga ibu menyadari dampak dan manfaat yang diperoleh ibu dan bayi dari pemberian ASI Eksklusif.

Kemudian faktor penguat mencakup dukungan dari keluarga, petugas kesehatan.

Bentuk dukungan yang diberikan petugas kesehatan berupa memberikan informasi yang dapat mendorong ibu untuk memberikan ASI Eksklusif dan bentuk dukungan keluarga yaitu tetap menganjurkan pemberian ASI secara Eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang memberikan ASI Eksklusif mendapatkan dukungan oleh keluarga, ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif kurang mendapatkan dukungan keluarga dengan menganjurkan pemberian susu formula sehingga hal ini juga menjadi kendala bagi ibu dalam memberikan ASI

Bentuk dukungan yang diberikan petugas kesehatan berupa memberikan informasi yang dapat mendorong ibu untuk memberikan ASI Eksklusif dan bentuk dukungan keluarga yaitu tetap menganjurkan pemberian ASI secara Eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang memberikan ASI Eksklusif mendapatkan dukungan oleh keluarga, ibu yang memberikan Non-ASI Eksklusif kurang mendapatkan dukungan keluarga dengan menganjurkan pemberian susu formula sehingga hal ini juga menjadi kendala bagi ibu dalam memberikan ASI

Dokumen terkait