• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

C. Saran

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor internal lain seperti religiusitas, self-esteem, dan emosi positif yang dapat

juga mempengaruhi resiliensi pada subjek. Peneliti juga menyarankan agar peneliti selanjutnya mampu memberikan karakteristik subjek secara lebih spesifik berdasarkan usia subjek maupun rentang lama subjek ketika menjanda. Serta peneliti juga menyarankan untuk menambah jumlah subjek dan mempersiapkan prosedur pengambilan data dengan baik seperti mengawasi secara langsung proses pengambilan data subjek. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk mampu mendapatkan sebaran data yang normal guna dapat digeneralisasikan keseluruh populasi agar dapat mewakili populasi data normal.

77

DAFTAR PUSTAKA

Aprilia, W. (2013). Resiliensi dan dukungan sosial pada orang tua tunggal (Studi kasus pada ibu tunggal di Samarinda). E-Journal Psikologi, 1(3): 268-279.

Akmalia, A. (2013). Pengelolaan stress pada ibu single parent. Emphaty Jurnal Psikologi: Universitas Ahmad Dahlan, 2(1).

Asyari, Y. (2017, 14 Desember 2018). Jumlah duda di kota ini terus meningkat. Jawapos.com. Diunduh dari https://www.jawapos.com/jpg-today/09/07/2017/jumlah-duda-di-kota-ini-terus-meningkat.

Azwar, Saifuddin. (2007). Reabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Azwar, Saifuddin. (2011). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, Saifuddin. (2016). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Badan Pusat Statistik (2015, 28 September). Data jumlah nikah, talak, cerai,

serta rujuk tahun 2012–2015. bps.go.id. Diunduh dari https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/893

Basti & Dewi. (2008). Konflik perkawinan dan model penyelesaian konflik pada pasangan suami istri. Jurnal Psikologi 2(1), 42–51.

Bennett, K. M. (2010). How to achieve resilience as an older widower: Turning points or gradual change?. Ageing and Society, 30(3), 369 – 382. doi: 10.1017/S0144686X09990572.

Berk, L. E. (2012). Development through the life span. Boston : Pearson Education.

Berkman, L. F., Thomas, G., Ian, B., & Teresa, E. S. (2000). From social integration to health: Durkheim in the new millennium. Social Science & Medicine 51(2000), 843 – 857.

Bernas.id. (2017, 14 Desember 2018). Ungkapan perasaan seorang janda akibat stigma negatif tentang status mereka dalam kehidupan sosial.

Bernas.id. Diunduh dari https://www.bernas.id/53457-ungkapan- perasaan-seorang-janda-akibat-stigma-negatif-tentang-status-mereka-dalam-kehidupan-sosial.html

Budi. (2018, 14 Desember 2018). Janda 5 anak yang ditinggal mati suami ini nekat jual ganja untuk bayar hutang. Tribunjambi.com. Diunduh dari http://jambi.tribunnews.com/2018/08/31/janda-5-anak-yang-ditinggal-mati-suami-ini-nekat-jual-ganja-untuk-bayar-hutang

Cai, Wen-Peng., Yu, Pan., Shui-miao, Z., Cun, W., Wei, D., & Guang-hui, D. (2017). Relationship between cognitive emotion regulation, social support, resilience and acutes stress responces in Chinese soldiers: Exploring multiple mediation model. Psychiatry Research 256, 71 – 78. Desiningrum, D. R. (2014). Kesejahteraan psikologis lansia janda/duda

ditinjau dari persepsi terhadap dukungan sosial dan gender. Jurnal Psikologi Undip, 13(2), 102-106.

Desmita (2007). Psikologi perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Eisenberg, N., Fabes, R. A., Guthrie, I. K., & Reiser, M. (2000). Dispositional

emotionality and regulation : Their role in predicing quality of social functioning. Journal of Personality and Social Psychology, 78(1), 136 –

157.

Fernandez, I. M. F., & Soedagijono, J. K. (2018). Resiliensi pada wanita dewasa madya setelah kematian pasangan hidup. Jurnal Experientia, 6(1) 27–38.

Gass-Sternas, Kathleen A. (1995). Single parent widows: Stressors, appraisal, coping, resources, grieving responses and health. Mariage and Family Review, 20(3-4), 411-445.

Handayani, M. Th., Ni Wayan, P. A., (2009). Kontribusi pendapatan ibu rumah tangga pembuat makanan olahan terhadap pendapatan keluarga. Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 5(1).

Hahn, E. A., Kelly, E. C., David, M. A., William, E. H. (2011). Time use and well-being in older widows: Adaptation and resilience. Journal of Women & Aging, 23(2),149 – 159, doi: 10.1080/08952841.2011.561139.

Hendrickson, Z. M., Kim, J., Tol, W.A., Shrestha, A., Kafle, H.M., Luitel, N. P., Thapa L., & Surkan, P. J. (2018). Resilience among Nepali widows after the death of a spouse: :”That was my past and now I have to see my

present”. Qualitative Health Research, 28(3), 446-478.

House, S., & Khan R. L. (1985). Measures and concepts of social support. New York: Academic Press.

Jackson, R., & Chris, W. (2004). The resilience inventory: Seven essential

skills for overcoming life’s obstacles and determining happiness.

Selection & Development Review, 20(6), 13 – 17.

Jahja, Yudrik. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Kencana.

Kalil, Ariel. (2003). Family resilience and good child outcomes: A review of the literature. Centre for Social Reaserch and Evaluation Ministry of Social Development, Te Me Whakahiato Ora.

Kartika, D. A. (2012). Resiliensi pada single mother pasca perceraian. Jurnal Psikologi: Universitas Gunadarma.

Li, L., Jersey, L., Amanda, T., Shengzu, G. (2004). Widowhood and depressive symptoms among older Chinese: Do gender and source of support make a difference?. Social Science & Medicine.doi: 10.1016/j.socscimed.2004.06.014

Mardhika, A. R. (2013). Gambaran pencarian makna hidup pada wanita dewasa muda yang mengalami kematian suami mendadak. Jurnal Psikogenesis, 1(2), 107–115.

Martin, J.A & Dowson, M. (2009). Interpersonal relationships, motivation, engagement, and achievement: Yields for theory, current issues, and educational practice. Review of Educational ResearchSpring,79(1), 327–365. doi: 10.3102/003465430832558.

Morrison, R. & Aileen M. P. (2017). Cultivating resilience and self-control among university students: An experimental study. Universal Journal of Psychology 5(1): 1 – 7.

Muiz, R. H., & Rr. Indahria, S. (2015). Efektivitas terapi dukungan kelompok dalam meningkatkan resiliensi pada remaja penghuni lembaga pemasyarakatan. Jurnal Intervensi Psikologi, 7(2), 173–190.

Mujirah. (Maret, 2018). Permasalahan Yang Dialami Oleh Janda Cerai Mati, Komunikasi Pribadi.

Muniroh, S. M. (2010). Dinamika resiliensi orang tua anak autis. Jurnal Penelitian, 7(2), 1-11.

Naufaliasari, A. & Andriani, F. (2013). Resiliensi pada wanita dewasa awal pasca kematian pasangan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 2(2), 264–269.

Noor, J. (2011). Metodologi penelitian: Skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah edisi pertama. Jakarta: Prenada Media Group.

Ozer, E. M., & Bandura, A. (1990). Mechanisms govering empowerment effects: A self-efficacy analysis. Journal of Personality and Social Psychology, 58, 472–486.

Papalia, D.E., Olds. S.W., & Feldman R. D. (2009). Human development. New York : McGraw Hill. Companies, inc

Patilima, H. (2015). Resiliensi anak usia dini. Bandung: ALFABETA.

PEKKA & SMERU. 2014. Menguak keberadaan dan kehidupan perempuan kepala keluarga: Laporan hasil sistem pemantauan kesejahteraan berbasis komunitas (SPKBK-PEKKA). Jakarta: Lembaga Penelitian SMERU.

Priyatno, Duwi. (2012). Belajar praktis analisis parametrik dan non parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Pujiastuti, E., & Sofia, R. (2004). Kepuasan pernikahan dengan depresi pada kelompok wanita menikah yang bekerja dan yang tidak bekerja.

Humanitas: Indonesian Psychologycal Journal, 1(2), 1–9.

Reich, John W., Zautra, Alex J., & Hall, John S., (2010, 14 Desember 2017).

Handbook of Adult Resilience. New York: Guilford. Diunduh dari http://bit.ly/2ACIMnx

Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Yang diakses pada 14 Oktober 2017 melalui https://kemenag.go.id/file/dokumen/UUPerkawinan.pdf

Resnick, B., Lisa P. Gwyther & Karen A. Roberto. (2011). Resilience in aging: Concepts, research and outcomes. London: Springer Science + Business Media, Inc.

Sasongko, R. D., Frieda, N. R. H., & Ika F. K. (2013). Resiliensi pada wanita usia dewasa awal pasca perceraian di Sendangmulyo, Semarang. Jurnal Psikologi Undip,2(3).

Sarafino, E., P. (2008) Health psychology biopsychosocial interactions. America: John Wiley & Sons, INC.

Sari, Afrina (2015). Model komunikasi keluarga pada orangtua tunggal (Single Parent) dalam pengasuhan anak balita. Jurnal Ilmu Komunikasi: Universitas Budi Luhur, 3(2).

Santrock. (2006). Life span development: Perkembangan masa hidup.

Jakarta: Erlangga.

Santoso, Agung. (2010). Statistik untuk psikologi dari blog menjadi buku.

Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Saputra, Andi (2016, 28 September 2017). Hingga Oktober tahun ini, ada 212 ribu janda baru di Indonesia. Detik.com. Diunduh dari https://news.detik.com/berita/d-3347534/hingga-oktober-tahun-ini-ada-212-ribu-janda-baru-di-indonesia.

Sarason, I. G., Henry, M. L., Robert, B. B., & Barbara, R. S. (1983). Assessing social support: The social support questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology 44 (1), 127 – 139.

Sawitri, D. R. (2007). Menjalani hidup sepeninggal suami: Kenangan, perjuangan, dan harapan. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, ISSN 1693 – 5586

Setiawan, A. & Prastitis, N. T. (2015). Religiusitas, dukungan sosial, dan resiliensi korban lumpur lapindo Sidoarjo. Jurnal Psikologi Indonesia, Persona. 4(2), 137 – 144.

Shahar, D. R., Schultz, R., Shahar, A., Wing, R. R. (2001). The effect of widowhood on weight change, dietary intake, and eating behavior in the elderly population. Journal of Aging and Health, 13 (2), 186–199.

Shear, K., & Harry, S. (2005). Attachment, loss, and complicated grief.

Research Review, 47: 253-267.

Shakespeare-Finch, J., & Obst, P. L. (2011). The development of the 2-way social support scale: A measure of giving and receiving emotional and instrumental support. Journal of Personality Assessment, 93 (5), 483–

490.

Siregar, S. (2013). Statistika Parametrik untuk penelitian kuantitatif: Dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi SPSS Versi 17.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Smet, Bart (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: Penerbit PT. Grasindo. Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta: Penerbit

Supratiknya, A. (2016). Kuantifikasi Validitas Isi dalam Asesmen Psikologis.

Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sutriyanto, E. (2016, 14 Desember, 2018). Obati stress karena suami meninggal, janda muda ini pilih hisap ganja. Tribunnews.com. Diunduh dari http://www.tribunnews.com/regional/2016/07/22/obati-stress-karena-suami-meninggal-janda-muda-ini-pilih-hisap-ganja

Tampi, Kumaat & Masi. (2013). Hubungan sikap dukungan sosial dengan tingkat resiliensi stres penyintas banjir di kelurahan Taas Kecamatan Tikala kota Manado. Ejournal Keperawatan (e-KP), 1(1).

Taufiq, Rahmat., Eka, S., Dyah T. S., & Elin, N. (2014). Gambaran resiliensi anak pasca bencana banjir di Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Psikologi, 6(1), 73 – 87.

Taylor, S. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2006). Social psychology. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Ulfah, Fairuz Rana (2017, 3 September 207). Para janda dan ketidakadilan yang berlapis-lapis. Tirto.id. Diunduh dari https://tirto.id/para-janda-dan-ketidakadilan-yang-berlapis-lapis-ch4x

Ungar, M. 2008. Resilience Across Culture. British Journal of Social Work, 38, 218-325.

Utz, R. L., Reidy, E. B., Carr, D., Nesse, R., & Wortman, C. (2004). The daily consequence of widowhood: The role of gender and intergenerational transfers on subsequent housework performance. Journal of Family Issues 25 (5), 683 – 712.

Walgito, B. (2002). Bimbingan dan konseling perkawinan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Widhiarso, W. (2011, 20 September 2018). Tahap penyusunan skala yang sering diabaikan: Jumlah butir di dalam skala dan proporsi jumlah butir

dalam komponen. Diunduh dari

http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/wp/tahap-penyusunan-skala-yang-sering- diabaikan-jumlah-butir-di-dalam-skala-dan-proporsi-jumlah-butir-dalam-komponen/.

Wills, Thomas A., & Erin O’Carroll Bantum. (2012). Social support, self -regulation, and resilience in two populations: General-population adolescents and adult cancer survivors. Journal of Social and Clinical Psychology, 31(6),568 – 592.

Wolkow, K. W., & Ferguson, H. B. (2001). Community factors in the development of resilience: Consideration and future directions. Community Mental Health Journal, 37, 489-499.

Yuriantini. (Februari, 2018). Masalah-Masalah Yang Terjadi Pada Janda, Komunikasi Pribadi.

84

LAMPIRAN 1:

Skala Penelitian

SKALA PENELITIAN

Di susun oleh: Dyah Ayu Sekar Ambarini

149114081

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

LEMBAR PERSETUJUAN

(INFORMED CONSENT)

Salam Sejahtera, saya Dyah Ayu Sekar Ambarini, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang saat ini sedang melakukan sebuah penelitian untuk menyelesaikan studi saya di Fakultas Psikologi untuk memperoleh gelar sarjana. Berhubungan dengan penelitian yang akan saya lakukan, saya memohon bantuan dan kesedian Ibu sekalian untuk berpartisipasi sebagai responden saya dengan mengisi skala penelitian yang saya di bawah ini. Skala penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seorang istri menjalani hidupnya dengan dukungan dari lingkungan sekitar setelah ditinggal suami karena meninggal dunia.

Saya berharap Ibu bersedia untuk menjawab pernyataan-pernyataan yang telah saya buat untuk penelitian ini dengan spontan, jujur dan apa adanya sesuai dengan keadaan yang dialami oleh Ibu. Dalam hal ini tidak ada penilaian benar atau salah atas jawaban yang Ibu pilih. Informasi yang Ibu berikan bersifat pribadi dan saya menjamin kerahasiaan informasi yang Ibu berikan hanya dipergunakan untuk kepentingan penelitian tanpa dipublikasikan.

Saya berterima kasih atas kesediaan dan partisipasi Ibu dalam mengisi angket ini. Dengan menandatangani lembar persetujuan ini, Ibu telah bersedia untuk berpartisipasi menjadi responden dalam penelitian saya. Atas waktu dan bantuannya, saya mengucapkan terima kasih.

Saya telah membaca dan memahami lembar persetujuan mengenai angket ini dan saya bersedia mengisi angket ini.

Menyetujui,

Partisipan Penelitian

(…...………..)

*Nama Terang dan Tanda Tangan

Hormat saya, Peneliti

IDENTITAS DIRI

Nama : Usia : Pendidikan Terakhir : Jumlah Anak : Usia Anak :

Lama menjadi single mother :

Status Pekerjaan : Bekerja/ Tidak Bekerja (*coret yang tidak perlu)

PETUNJUK PENGERJAAN

1. Anda diminta untuk menjawab pernyataan-pernyataan berikut ini dengan memilih salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan diri Anda yang sebenarnya atau apa yang Anda alami.

2. Berikan tanda CENTANG (√) atau CORET (X) pada kolom jawaban

yang tersedia pada pernyatan yang menggambarkan diri Anda. Terdapat empat kemungkinan jawaban yang dapat Anda pilih, yaitu:

SS : Bila keadaan Anda SANGAT SESUAI dengan pernyataan yang tersedia

S : Bila keadaan Anda SESUAI dengan pernyataan yang tersedia TS : Bila Keadaan Anda TIDAK SESUAI dengan pernyatan yang tersedia

STS : Bila keadaan Anda SANGAT TIDAK SESUAI dengan pernyataan

3. Dalam pengisian beberapa pernyataan ini tidak terdapat jawaban yang

BENAR maupun SALAH. Jawaban hanya diisi dengan kesesuaian dengan gambaran atau situasi yang Anda hadapi.

4. Apabila Anda telah selesai dalam mengisi semua pernyataan yang tersedia, Anda diharapkan MEMERIKSA dan MEMASTIKAN kembali bahwa tidak ada jawaban yang SALAH ataupun TERLEWATKAN.

Contoh cara pengisian:

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1. Saya menyukai suasana yang ramai √

5. Jika Anda ingin mengganti jawaban, silahkan anda memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, kemudian memberikan tanda

centang (√) pada jawaban yang Anda rasa mewakili keadaan Anda. Contoh cara penggantian jawaban:

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1. Saya menyukai suasana yang ramai. √

KUISIONER PENELITIAN

A. SKALA A

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1. Saya tidak merasa terbebani

dengan status saya sebagai

seorang janda di kalangan

masyarakat.

2. Ketika saya memiliki masalah

dengan keluarga, saya

berdiam diri dan

mengabaikan pekerjaan

rumah/kantor saya.

3. Saya percaya dapat menjalani

kehidupan saya walau tanpa

suami.

4. Saya meyakini bahwa apa

yang terjadi dalam hidup saya

membuat saya semakin

terpuruk

5. Ketika menghadapi masalah,

saya sesegera mungkin

menyelesaikan masalah

tersebut.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

6. Apapun yang saya lakukan,

saya merasa gagal

memberikan pendidikan pada

anak karena tidak adanya

suami.

7. Saya dapat memahami

suasana hati anak saya yang

sedang bersedih.

8. Saya sulit membaca raut

wajah anak saya yang sedang

bersedih.

9. Saya yakin kegagalan yang

saya alami merupakan

keberhasilan yang tertunda.

10. Dalam menyelesaikan

permasalahan, saya berani

untuk menghadapi tantangan

atau risiko yang akan terjadi

pada saya.

11. Masalah yang saya hadapi

mengahambat aktivitas saya

sehari-hari.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

12. Saya mampu menahan

amarah meskipun saudara

saya membicarakan hal

negatif tentang saya.

13. Saya yakin ikatan

persaudaraan dengan

keluarga suami saya akan

lebih erat meskipun suami

saya telah tiada.

14. Saya kesulitan memahami

suatu permasalahan pribadi

saya.

15. Saya yakin dapat

menyelesaikan tanggung

jawab sebagai janda tanpa

terganggu dengan kritik

negatif orang lain.

16. Ketika saya memiliki

masalah, saya tetap bersedia

mendengarkan cerita

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

17. Ketika saya gagal, saya takut

untuk mencoba kembali.

18. Setelah suami saya tiada, saya

mampu mengambil keputusan

walaupun dalam kondisi

tertekan.

19. Saya mampu membesarkan

anak saya meskipun orang

lain berkomentar negatif

tentang status saya.

20. Setiap saya menghadapi

masalah, saya cenderung

menunda penyelesaiannya

dalam waktu yang lama.

21. Saya dapat mencapai

keberhasilan dalam hal

pendidikan anak walau suami

saya telah tiada.

22. Saya dapat memahami anak

saya yang sedang bersedih

melalui raut wajah yang

murung.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

23. Penting bagi saya untuk tidak

merasa takut ketika hendak

melakukan sesuatu.

24. Saya tetap mampu menjalani

aktivitas sehari-hari walaupun

banyak masalah yang saya

hadapi

25. Saya tetap fokus mengurus

pekerjaan rumah/kantor saya

walaupun saya memiliki

masalah dengan keluarga

saya.

26. Saya yakin peristiwa yang

terjadi dalam hidup saya

dapat membawa perubahan

yang positif untuk masa

depan saya.

27. Saya segera mencari

pemecahan masalah dari

setiap permasalahan yang

muncul.

28. Saya gagal dalam karir

karena lebih berfokus pada

anak dan keluarga saya.

B. SKALA B

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1. Saya merasa anak saya

mengabaikan saya ketika saya

gagal.

2. Keluarga dan anak saya

peduli terhadap masalah yang

saya hadapi.

3. Sulit bagi keluarga menerima

saya ketika terlibat dalam

acara keluarga.

4. Ketika saya gagal

menghadapi masalah,

keluarga saya tetap memberi

penguatan untuk saya.

5. Keluarga jarang memberikan

informasi berkaitan dengan

pekerjaan kepada saya.

6. Saya mendapat saran dari

keluarga untuk berkaitan

masa depan saya.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

7. Ketika saya mengadakan

acara keluarga, tetangga saya

cuek untuk menawarkan

bantuan.

8. Saya kurang terampil dalam

mendidik anak karena

tetangga saya enggan

memberikan pemaham

kepada saya.

9. Keluarga saya tetap

membantu saya walaupun

mereka memiliki kesibukan

masing-masing.

10. Keluarga saya dapat

memahami masalah pribadi

yang saya alami.

11. Tetangga saya bersikap cuek

tentang keadaan saya.

12. Saya merasa keluarga dan

teman saya memberikan

pandangan positif terhadap

diri saya.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

13. Pencapaian karir saya

dianggap rendah oleh

keluarga saya.

14. Keluarga saya memberikan

arahan yang positif dalam

berelasi dengan orang lain.

15. Keputusan yang saya ambil

kurang melibatkan nasihat

dari keluarga saya.

16. Ketika saya sibuk, keluarga

saya bersedia membantu saya

untuk mengerjakan pekerjaan

rumah.

17. Keluarga saya jarang

memberikan waktunya untuk

membantu saya ketika saya

merasa bimbang dengan

sesuatu hal.

18. Anak saya menghibur ketika

saya merasa gagal.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

19. Saya merasa keluarga dan

anak saya kurang

memperdulikan saya.

20. Keluarga saya mampu

menerima saya secara baik.

21. Ketika saya gagal

menghadapi masalah,

keluarga saya merendahkan

saya.

22. Keluarga saya memberikan

informasi berkaitan dengan

suatu pekerjaan.

23. Teman saya cenderung malas

memberikan masukan untuk

menyelesaikan masalah

keluarga saya.

24. Tetangga saya selalu

menawarkan bantuannya

ketika saya mengadakan

suatu acara keluarga.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

25. Keluarga saya sulit

meluangkan waktunya untuk

membantu saya.

26. Tetangga saya menanyakan

keadaan saya.

27. Keluarga dan teman saya

memberikan pandangan

negatif terhadap diri saya.

28. Keluarga saya aktif

memberikan nasihat sebelum

saya mengambil suatu

keputusan.

29. Keluarga saya merasa

direpotkan apabila saya

meminta bantuan untuk

mengerjakan pekerjaan

rumah.

30. Keluarga saya bersedia

meluangkan waktu untuk

mendengarkan permasalahan

pribadi yang saya hadapi.

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

31. Keluarga saya kurang peka

terhadap masalah pribadi

yang saya alami.

32. Keluarga saya merasa senang

ketika saya terlibat dalam

acara keluarga.

33. Terkadang saya merasa

keluarga menerima saya

dengan terpaksa.

34. Anak saya kecewa terhadap

pencapaian yang telah saya

capai.

35. Informasi yang diberikan

keluarga kurang membantu

saya dalam berelasi dengan

orang lain.

36. Keluarga kurang membantu

dalam memberikan saran

untuk masa depan saya.

Periksa kembali jawaban Anda, jangan sampai ada yang

terlewatkan

LAMPIRAN 2: Reliabilitas dan Korelasi Item Total Skala

Resiliensi

A.

Hasil reliabilitas dan korelasi item total skala resiliensi setelah uji coba Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .947 56 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item1 177.39 372.963 .386 .946 Item2 177.90 372.690 .297 .947 Item3 177.20 372.681 .552 .945 Item4 177.22 371.773 .595 .945 Item5 177.49 372.415 .406 .946 Item6 177.61 368.603 .590 .945 Item7 177.24 370.824 .565 .945 Item8 177.22 370.613 .651 .945 Item9 177.31 370.980 .600 .945 Item10 177.51 369.935 .574 .945 item11 177.27 370.083 .568 .945 item12 177.88 371.186 .437 .946 Item13 177.49 369.655 .550 .945 Item14 177.27 369.683 .473 .946 Item15 177.59 365.247 .526 .945 Item16 177.47 370.694 .556 .945 Item17 177.57 368.050 .650 .945 Item18 177.35 369.513 .637 .945 Item19 177.51 373.055 .347 .946 Item20 177.86 384.841 -.031 .949 Item21 177.71 370.612 .455 .946 Item22 177.31 368.860 .698 .945 Item23 177.37 365.958 .610 .945 Item24 177.71 369.652 .507 .945

Item25 177.47 372.214 .521 .945 Item26 177.20 373.641 .421 .946 Item27 178.00 383.360 .010 .949 Item28 177.41 369.127 .718 .945 Item29 177.37 370.838 .478 .946 Item30 177.18 371.028 .634 .945 Item31 178.37 383.918 -.006 .949 Item32 177.51 378.255 .265 .947 Item33 177.35 366.593 .690 .945 Item34 177.73 369.083 .385 .946 Item35 177.31 371.420 .545 .945 Item36 177.55 376.613 .237 .947 Item37 177.31 371.700 .656 .945 Item38 177.37 368.918 .668 .945 Item39 177.59 368.087 .600 .945 Item40 177.31 369.060 .737 .945 Item41 177.55 363.013 .716 .944 Item42 177.47 370.334 .644 .945 Item43 177.51 368.335 .583 .945 Item44 177.53 369.374 .641 .945 Item45 177.31 373.100 .447 .946 Item46 177.33 370.307 .680 .945 Item47 177.76 368.784 .492 .946 Item48 177.55 372.413 .441 .946 Item49 178.31 366.300 .448 .946 Item50 177.57 364.530 .572 .945 Item51 177.80 381.241 .085 .948 Item52 177.37 370.918 .662 .945 Item53 177.49 371.615 .525 .945 Item54 177.24 373.184 .526 .945 Item55 177.53 368.734 .633 .945 Item56 177.08 374.714 .513 .946

B. Hasil reabilitas dan korelasi item total skala resiliensi setelah seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,957 49 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item_1 157,31 343,580 ,407 . ,957 Item_3 157,12 343,826 ,555 . ,956 Item_4 157,14 343,081 ,591 . ,956 Item_5 157,41 342,847 ,435 . ,957 Item_6 157,53 339,054 ,627 . ,956 Item_7 157,16 341,615 ,587 . ,956 Item_8 157,14 341,761 ,658 . ,956 Item_9 157,24 341,704 ,626 . ,956 Item_10 157,43 341,410 ,567 . ,956 Item_11 157,20 341,041 ,583 . ,956 Item_12 157,80 343,361 ,403 . ,957 Item_13 157,41 341,647 ,523 . ,956 Item_14 157,20 340,801 ,480 . ,956 Item_15 157,51 336,935 ,520 . ,956 Item_16 157,39 341,603 ,572 . ,956 Item_17 157,49 339,015 ,668 . ,956 Item_18 157,27 340,283 ,662 . ,956 Item_19 157,43 344,250 ,346 . ,957 Item_21 157,63 342,358 ,438 . ,957 Item_22 157,24 340,184 ,700 . ,955 Item_23 157,29 337,052 ,623 . ,956 Item_24 157,63 341,598 ,484 . ,956 Item_25 157,39 343,003 ,541 . ,956 Item_26 157,12 344,426 ,437 . ,957 Item_28 157,33 339,947 ,744 . ,955 Item_29 157,29 342,612 ,458 . ,957

Item_30 157,10 342,130 ,642 . ,956 Item_33 157,27 337,883 ,696 . ,955 Item_34 157,65 341,073 ,366 . ,958 Item_35 157,24 342,504 ,553 . ,956 Item_37 157,24 342,944 ,656 . ,956 Item_38 157,29 339,972 ,682 . ,956 Item_39 157,51 339,655 ,592 . ,956 Item_40 157,24 340,464 ,734 . ,955 Item_41 157,47 334,734 ,711 . ,955 Item_42 157,39 341,163 ,667 . ,956 Item_43 157,43 339,730 ,582 . ,956 Item_44 157,45 340,893 ,632 . ,956 Item_45 157,24 344,104 ,455 . ,956 Item_46 157,25 341,434 ,689 . ,956 Item_47 157,69 340,300 ,486 . ,956 Item_48 157,47 343,054 ,464 . ,956 Item_49 158,24 338,104 ,438 . ,957 Item_50 157,49 335,655 ,584 . ,956 Item_52 157,29 341,932 ,676 . ,956 Item_53 157,41 343,407 ,500 . ,956 Item_54 157,16 344,175 ,536 . ,956 Item_55 157,45 339,893 ,642 . ,956 Item_56 157,00 345,880 ,510 . ,956

LAMPIRAN 3: Reliabilitas dan Korelasi Item Total Skala

Dukungan Sosial

A. Hasil reliabilitas dan korelasi item total skala dukungan

sosial setelah uji coba

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .951 40 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item1 125.47 230.654 .670 .949 Item2 125.75 237.474 .343 .951 Item3 125.22 234.693 .552 .950 Item4 125.27 236.643 .480 .950 Item5 125.41 231.007 .690 .949 Item6 125.53 236.734 .397 .951 Item7 125.47 231.894 .585 .950 Item8 125.29 233.252 .641 .949 Item9 125.49 230.655 .650 .949 Item10 125.37 231.718 .753 .949 Item11 125.20 233.441 .760 .949 Item12 125.25 235.194 .601 .950 Item13 125.55 241.253 .136 .953 Item14 125.75 227.274 .767 .948 Item15 125.51 231.975 .623 .949 Item16 125.53 228.254 .820 .948 Item17 125.39 230.883 .690 .949 Item18 125.55 227.173 .815 .948 Item19 125.22 235.853 .601 .950 Item20 125.33 233.747 .664 .949 Item21 125.43 244.130 .032 .953 Item22 125.67 232.387 .582 .950

Item23 125.59 232.927 .562 .950 Item24 126.10 245.370 -.028 .955 Item25 125.57 228.850 .818 .948 Item26 125.55 232.453 .591 .950 Item27 125.27 235.603 .627 .950 Item28 125.41 233.047 .653 .949 Item29 125.63 231.198 .703 .949 Item30 125.82 244.068 .028 .954 Item31 125.51 228.775 .719 .949 Item32 125.43 232.690 .584 .950 Item33 125.33 235.787 .415 .951 Item34 125.39 234.763 .550 .950 Item35 125.29 232.532 .725 .949 Item36 125.25 234.034 .592 .950 Item37 125.53 230.574 .778 .948 Item38 125.29 233.412 .673 .949 Item39 125.51 228.815 .746 .948 Item40 125.63 232.638 .572 .950

B.

Hasil reliabilitas dan korelasi item total skala dukungan sosial setelah seleksi item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items ,964 ,965 36 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item_1 113,63 226,518 ,659 . ,963 Item_2 113,90 232,370 ,376 . ,964 Item_3 113,37 229,878 ,576 . ,963 Item_4 113,43 231,690 ,512 . ,964 Item_5 113,57 226,890 ,678 . ,963 Item_6 113,69 231,380 ,444 . ,964 Item_7 113,63 227,878 ,568 . ,963 Item_8 113,45 228,493 ,663 . ,963 Item_9 113,65 226,473 ,642 . ,963 Item_10 113,53 226,934 ,778 . ,962 Item_11 113,35 229,193 ,751 . ,962 Item_12 113,41 230,407 ,626 . ,963 Item_14 113,90 222,850 ,772 . ,962 Item_15 113,67 228,107 ,598 . ,963 Item_16 113,69 223,700 ,832 . ,962 Item_17 113,55 226,173 ,708 . ,962 Item_18 113,71 222,892 ,813 . ,962 Item_19 113,37 231,038 ,629 . ,963 Item_20 113,49 229,255 ,671 . ,963 Item_22 113,82 228,108 ,577 . ,963 Item_23 113,75 228,674 ,556 . ,963 Item_25 113,73 224,283 ,830 . ,962 Item_26 113,71 227,852 ,602 . ,963 Item_27 113,43 231,250 ,624 . ,963 Item_28 113,57 227,970 ,693 . ,963

Item_29 113,78 226,933 ,699 . ,963 Item_31 113,67 224,587 ,712 . ,962 Item_32 113,59 228,727 ,564 . ,963 Item_33 113,49 231,895 ,391 . ,964 Item_34 113,55 229,893 ,577 . ,963 Item_35 113,45 228,293 ,717 . ,963 Item_36 113,41 229,727 ,588 . ,963 Item_37 113,69 225,620 ,812 . ,962 Item_38 113,45 228,493 ,705 . ,963 Item_39 113,67 224,187 ,761 . ,962 Item_40 113,78 228,333 ,569 . ,963

LAMPIRAN 4 : DATA EMPIRIS

A. Skala Resiliensi

One-Sample Statistics

N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Resiliensi 120 90.46 10.617 .969 One-Sample Test Test Value = 70 t df Sig. (2-tailed) Mean

Dokumen terkait