BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
a. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan aktivitas olahraga terhadap sindrom pramenstruasi, dengan memberikan promosi kesehatan untuk melakukan perubahan sikap dan kebiasaan yang kurang baik dalam melakukan olahraga yang dapat bermanfaat untuk kesehatan.
b. Melakukan penelitian dengan melakukan metode eksperimental agar lebih mengetahui jenis olahraga seperti apa yang lebih efektif untuk menurunkan gejala sindrom pramenstruasi.
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, T. J. 2010. “KadarSerum Magnesium terhadap Gambaran Sindrom Pramenstruasi yang Dinilai dengan Premenstrual Syndrome Scale” Skripsi S1 Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara., 2010
Agus.Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta: Yudistira, 2007
Ali, M.,&Anshori, M. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara, 2006
Allen, S. S., Allen,A. M., Lunos, S. danpomerleau, C. S. “Severity of Withdrawal Symptomatology in Follicular versus Luteal Quitters: The Combined Effects of Menstrual Phase and Withdrawal on Smoking Cessation Outcome”.Addict Behav, 2010: h. 23-24
Amjad, A., Kumar, R. danMazher, S. B. 2014. “Socio-demographic Factor and Premenstrual Syndrome among Women attending a Teaching Hospital in Islamabad”. Pakistan. J Pioneer Med Sci, 2014: h 31-38
Ann, Kimbely dkk.”Premenstrual Syndrome”. Lancet, 2008: h 45-51
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Kajian Profil Penduduk Remaja. 2011. Diakses pada 4 Desember 2015 dari http://www.bkkbn.go.id. Blum Ass, Smith G, Sugai D, Parsa FD. “Understanding Endorphins and Their
Importance in Pain Management”.Hawai: Medical Journal, 2010: h 55-67 Borenstein, J. E., Dean, B. B., Endicott, J., Wong, J., Brown, C., dan Yonkers, K. A.
“Health and Economic Impact of The Ptemenstrual Syndrome”. J Reprod Med, 2004: h 54-65
Brannon, L. Health Psychology: An Introduction to Behaviour and Healt., 2007 Cunningham, F.G. Obstetric Williams. Jakarta: EGC, 2006
Daley, A. “Exercise and Premenstrual Symptomatology: a Comprehensive review”. J Womens Health, 2009: h 13-16
Dariyo, Agus. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Refika Aditama, 2007
Delara, M., Ghofranipour, F., Azadfallah, P., Tavafian, S. S., danMontazeri, A.
Disorders: a Cross Sectional Study”. Health and Quality of Life Oucomes, 2012: h 15-35
Dennerstein, L., Lehert, P., Keung, L.S. dan Choi, D. “Asian Study of Effect of Pramenstrual Symptoms on Ctivities of Daily Life”. Menopause Int, 2010: h 39-50
Depkes RI. Pembinaan Kesehatan Olahraga di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2013
Dewi, Ratna Pudiastuti. Asuhan Kebidanan pada Hamil Normal dan Patologi.
Yogyakarta: Nuha medik, 2012
Dickerson, L.M., J,P., Mazyck dan Hubter, M. “Premenstrual Syndrome”.Am Fam Physician, 2003: h 18-24
Douglas, Sue. Pramenstrual Syndrome Evidence Based Treatment in Family Practice.Canadia Family Physician, 2002
Elvira, S.D. Sindrom Pra-Menstruasi Normalkah?. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2010
Emilia. Promosi Kesehatan dalam Lingkup Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Cendekia Press, 2008
Ganong, William. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC, 2002
Gunarsa, S.D. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Gunung Mulia, 2008
Harber, V. J. dan Sutton, J. R. “Endorphins and Exercise”. Sports Med, 2005: h 87-93 Hidayat, A.A.A. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta:
Salemba Medika, 2007
Kasdu, Dini. Solusi Problem Wanita Dewasa. Jakarta: Puspa Swara, 2005 Lau, E. Super Sehatdalam 2 Minggu. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 2011
Lee, M., Kim, J., Lee, J. dan Kim, D. “The Standardization of the Shortened Premenstrual Assessment Form and Applicability on the Internet”. Korean Neuropsychiatr Assoc, 2002: h 70-85
Maulana, H.D. Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC, 2008
Meidya, Arantika. “Hubungan antara Aktivitas Olahraga dengan Sindrom
Pramenstruasi pada Anggota Perempuan UKM INKAI UNS” Skripsi S1,
Semarang: Uversitas Negeri Surakarta, 2012
Nashruna, Ifana. “Hubungan Aktivitas Olahraga dan Obesitas dengan Kejadian Sindrom Pramenstruasi. Klaten”, 2012: 66-71
National Institute of Health. Premenstrual Syndrome. 2014 Diakses pada tanggal 24
Desember 2015 dari
http://nlm.nih.gov/medlineplus/premenstrualsyndrome.html
Notoatdmojo, Soekidjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta, 2007
Notoatmodjo, Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010
Nurcahyo. Ilmu Kesehatan Jilid 2. Jakarta: Depdiknas, 2008
Nurlaela, E. “Hubungan Aktivitas Olahraga dengan Kejadian Sindrom
Pramenstruasi” .Jurnal Ilmu Keperawatan, 2008: h 89-99
Nursalam. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika, 2008
O’Brien, P. S. The Premenstrual Syndromes: PMS and PMDD. London: Informa Healthcare, 2007
Potter & Perry. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik.
Jakarta: EGC, 2005
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka, 2005
Rokade. P.B. “Release of Endomorphin Hormone and Its Effects on Our Body and Moods: A Review”. Bangkok: ICCEBS, 2002: h 112-125
Santrock, J.W. Adolescence. Madison: Brown & Benchmark Publishers, 2005
Sarwono, Jonathan. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Graha Ilmu, 2006
Setiadi.Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan.Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007 Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC, 2011 Sianipar, O., Bunawan, N. C., Almazini, P., Calista, N., Wulandari, P., Irene, Seno,
A. dan Suarthana, E. “Prevalensi Gangguan Menstruasi dan Faktor-faktor yang Berhubugan pada Siswi SMU di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur”. Artikel Penelitian Kedokteran Indonesia, 2009: h 77-98
Soetjiningsih.Buku Ajar Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto, 2007
Sujarweni, Wiratna. SPSS Untuk Penelitian. Jakarta: Pustaka Baru, 2014
Sumosardjuno, Sadoso. Pengetahuan Praktis Kesehatan dalam Olahraga. Jakarta: Gramedia, 2008
Suparman, E. Premenstrual Syndrome. Jakarta: EGC, 2012
Vabiella, Fenthy. “Hubungan Antara Aktivitas Olahraga dengan Kejadian Sindrom Pramenstruasi di SMAN 1 Sentolo” Skripsi S1, Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2015
Widyastuti. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitra Maya, 2009 Wiknjosastro, H. IlmuKandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka, 2006
Wiley, J. Premenstrual Syndrome: Textbook of Obstetrics and Gynaecology. UK: Wiley-Blackwell, 2012
Young, Simon. “HowIncrease Serotonin In the Human Brain Without Drugs”.
Montreal: McGill University, 2007
Zaka, M. danMahmood, K. T. “Premenstrual Syndrome”. J.Pharm. Sci. & Res, 2012: h 35-57
Lampiran 1
INFORMED CONSENT
HUBUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA TERHADAP KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASIPADA REMAJA PUTRI DI SMAN 4 JAKARTA
Assalamualaikum. Wr. Wb
Salah Sejahtera.
Nama : Chairunisa Pertiwi
NIM : 1112104000010
Saya mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan sedang melaksanakan penelitian untuk penulisan skripsi sebagai tugas akhir untuk menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Keperawatan (S.Kep).
Dalam lampiran ini terdapat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian. Untuk itu saya harap dengan segala kerendahan hati agar kiranya saudari bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan. Kerahasiaan jawaban saudari akan dijaga dan hanya diketahui oleh peneliti.
Kuesioner ini saya harap diisi dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan apa yang dipertanyakan. Sehingga hasilnya dapat memberikan gambaran yang baik untuk penelitian ini.
Saya ucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasi saudari dalam pengisian kuesioner ini
Apakah saudari bersedia menjadi responden?
YA / TIDAK Tertanda ( ) Responden Tertanda ( ) Peneliti
Lampiran 2
PANDUAN WAWANCARA STUDI PENDAHULUAN
Pertanyaan yang diajukan:
a. Apakah anda mengalami sindrom pramenstruasi? b. Apa saja gejala yang dirasakan?
c. Apa yang dilakukan ketika mengalami sindrom pramenstruasi? d. Apakah anda melakukan olahraga?
e. Berapa kali dalam seminggu dan berapa lama melakukan olahraga tersebut? f. Jika tidak melakukan olahraga, apa alasannya?
Lampiran 3
KUESIONER
HUBUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA TERHADAP KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI
Petunjuk Umum:
1. Baca setiap poin pertanyaan dengan seksama
2. Isi jawaban pada pertanyaan tanpa pilihan atau berilah tanda silang (X) untuk pertanyaan pilihan, yang paling sesuai dengan apa yang kamu alami.
3. Periksa kembali lembar kuesioner, dan pastikan tidak ada poin pertanyaan yang terlewat.
4. Kembalikan lembar kuesioner ini pada petugas yang menjaga.
A. Identitas Responden
No Pertanyaan Jawaban Koding (diisi
peneliti)
1 Inisial
B. Kejadian Sindrom Pramenstruasi (Shortened Premenstrual Assessment Form)
Gejala-gejala dibawah ini, merupakan gelaja yang akan terjadi selama fase pramenstruasi siklus menstruasi kamu. Fase ini dimulai sekitar tujuh hari sebelum siklus menstruasi dimulaidan berakhir saat waktu perdarahan dimulai.
Petunjuk: Untuk setiap gejala di bawah ini, lingkari pada angka yang paling sesuai menggambarkan intensitas gejala pramenstruasi yang kamu alami selama siklus terakhir menstruasi.
1 = tidak mengalami, 2 = sangat ringan, 3 = ringan, 4 = sedang, 5 = berat, 6 = ekstrim
No Pernyataan Jawaban
1 Payudara terasa nyeri, terjadi pembengkakan pada payudara
1 2 3 4 5 6
2 Merasa tidak mampu atau tidak sanggup mengatasi masalah
1 2 3 4 5 6
3 Merasa di bawah tekanan atau merasa tertekan
1 2 3 4 5 6
4 Mudah marah atau temperamental 1 2 3 4 5 6
5 Merasa sedih atau murung 1 2 3 4 5 6
6 Nyeri pungung, nyeri sendi dan otot, atau kaku sendi
1 2 3 4 5 6
7 Berat badan meningkat 1 2 3 4 5 6
9 Bengkak pada kaki atau pergelangan kaki
1 2 3 4 5 6
10 Perut terasa kembung 1 2 3 4 5 6
C. Aktivitas Olahraga
Petunjuk: Untuk setiap pilihan jawaban dibawah ini, beri tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan yang kamu lakukan.
1. Olahraga apa yang paling sering anda lakukan? Jalan kaki Senam Bersepeda Renang Jogging dll, sebutkan……….
2. Berapa kali dan berapa lama anda berolahraga dalam seminggu? a. < 3 hari dalam seminggu dan < 30 menit
b. < 3 hari dalam seminggu dan ≥ 30 menit c. ≥ 3 hari dalam seminggu dan < 30 menit d. ≥ 3 hari dalam seminggu dan ≥ 30 menit
Lampiran 4
KUESIONER SKRINING
1. Apakah anda sudah mengalami menstruasi? a. Ya
b. Tidak
2. Apakah ibu/saudara kandung perempuan anda mengalami Sindrom Pramenstruasi (PMS)?
a. Ya b. Tidak
3. Berapa kali anda mengkonsumsi gula dalam sehari? a. ≤ 6 sendok teh / ≤ 25 gram
b. > 6 sendok teh / > 25 gram
4. Berapa kali anda mengkonsumsi garam dalam sehari? a. 1 sendok teh / 6 gram gram
b. > 1 sendok teh / > 6 gram garam
5. Berapa kali anda mengkonsumsi kopi dalam sehari? a. 1 cangkir
b. > 1 cangkir
6. Berapa kali anda mengkonsumsi teh dalam sehari? a. ≤ 2 cangkir b. > 2 cangkir c. Nama : Kelas : Usia :
7. Apakah anda sering mengkonsumsi minuman bersoda? a. Ya
b. Tidak
8. Apakah anda sering mengkonsumsi makanan cepat saji/olahan? a. Ya
b. Tidak
Kessler Psychological Distress Scale
Petunjuk Pengisian
Isilah pernyataan dibawah berdasarkan keadaan anda yang sebenarnya dan pilihlah yang paling sesuai dengan anda
Seberapa sering anda melakukan hal yang disebutkan dibawah ini dalam satu bulan terakhir? No Pertanyaan Tidak Pernah Pernah Kadang Kadang Sering Sangat Sering 1 Seberapa sering anda merasa lelah tanpa
alasan yang jelas?
2 Seberapa sering anda merasa gugup? 3 Seberapa sering anda merasa gugup
sehingga tidak ada yang bisa menenangkan anda?
4 Seberapa sering anda merasa putus asa? 5 Seberapa sering anda merasa gelisah? 6 Seberapa sering anda merasa begitu
gelisah sehingga anda tidak bisa duduk diam?
7 Seberapa sering anda merasa tertekan? 8 Seberapa sering anda merasa bahwa
segala sesuatu memerlukan usaha yang keras?
9 Seberapa sering anda merasa sangat sedih sehingga tidak ada yang bisa menghibur anda?
10 Seberapa sering anda merasa tidak berharga?
Lampiran 5
HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Hasil Uji Validitas Kuesioner Sindrom Pramenstruasi
P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 Total_skor P1 Pearson Correlation 1 .042 .113 .021 .065 .378 * .069 .287 -.027 .012 .328 Sig. (2-tailed) .825 .553 .911 .733 .039 .718 .124 .886 .950 .077 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P2 Pearson Correlation .042 1 .436 * .206 .279 .191 .000 .174 .088 -.099 .396* Sig. (2-tailed) .825 .016 .274 .135 .312 1.000 .357 .643 .603 .030 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P3 Pearson Correlation .113 .436 * 1 .176 .627** .517** .467** .332 .410* .182 .738** Sig. (2-tailed) .553 .016 .352 .000 .003 .009 .073 .024 .336 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P4 Pearson Correlation .021 .206 .176 1 .240 .229 .361 .487 ** .188 .271 .564** Sig. (2-tailed) .911 .274 .352 .201 .224 .050 .006 .319 .148 .001 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P5 Pearson Correlation .065 .279 .627 ** .240 1 .451* .416* .367* .312 .254 .704** Sig. (2-tailed) .733 .135 .000 .201 .012 .022 .046 .093 .175 .000
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P6 Pearson Correlation .378 * .191 .517** .229 .451* 1 .162 .541** .529** .086 .714** Sig. (2-tailed) .039 .312 .003 .224 .012 .394 .002 .003 .649 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P7 Pearson Correlation .069 .000 .467 ** .361 .416* .162 1 .392* .245 .127 .557** Sig. (2-tailed) .718 1.000 .009 .050 .022 .394 .032 .193 .505 .001 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P8 Pearson Correlation .287 .174 .332 .487 ** .367* .541** .392* 1 .285 .234 .721** Sig. (2-tailed) .124 .357 .073 .006 .046 .002 .032 .126 .213 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P9 Pearson Correlation -.027 .088 .410 * .188 .312 .529** .245 .285 1 .372* .582** Sig. (2-tailed) .886 .643 .024 .319 .093 .003 .193 .126 .043 .001 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 P10 Pearson Correlation .012 -.099 .182 .271 .254 .086 .127 .234 .372 * 1 .436* Sig. (2-tailed) .950 .603 .336 .148 .175 .649 .505 .213 .043 .016 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Total_skor Pearson Correlation .328 .396 * .738** .564** .704** .714** .557** .721** .582** .436* 1 Sig. (2-tailed) .077 .030 .000 .001 .000 .000 .001 .000 .001 .016 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Hasil Relabilitas Kuesioner Sindrom Pramenstruasi Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.794 10
Hasil Uji Validitas Kuesioner Aktivitas Olahraga
p1 p2 total_skor p1 Pearson Correlation 1 .161 .592** Sig. (2-tailed) .395 .001 N 30 30 30 p2 Pearson Correlation .161 1 .891** Sig. (2-tailed) .395 .000 N 30 30 30
total_skor Pearson Correlation .592** .891** 1
Sig. (2-tailed) .001 .000
N 30 30 30
Hasil Reliabilitas Kuesioner Aktivitas Olahraga No. Item Soal Total 1 2 1 1 1 2 2 1 1 2 3 1 1 2 4 1 1 2 5 0 0 0 6 0 0 0 7 1 1 2 8 1 1 2 9 1 0 1 10 1 1 2 11 1 0 1 12 0 0 0 13 0 0 0 14 0 0 0 15 0 0 0 16 1 0 1 17 1 1 2 18 1 0 1 19 1 0 1 20 1 0 1 21 1 1 2 22 1 0 1 23 0 0 0 24 1 1 2
25 1 1 2 26 1 1 2 27 1 1 2 28 1 1 2 29 1 1 2 30 0 0 0 Total 22 15 37 P 0.733333 0.5 Q 0.266667 0.5 Pq 0.195556 0.25 K 2 sig pq 0.445556 VAR 0.712222 Mean 1.233333 p (kr20) 0.74883 p (kr21) 0.672387
Lampiran 6
HASIL SKRINING Genetik
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Iya 65 32.8 32.8 32.8 Tidak 133 67.2 67.2 100.0 Total 198 100.0 100.0 Diet
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Buruk 94 47.5 47.5 47.5 Baik 104 52.5 52.5 100.0 Total 198 100.0 100.0 Stres
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak stres 14 7.1 7.1 7.1
Stres ringan 61 30.8 30.8 37.9
Stres sedang 54 27.3 27.3 65.2
Stres berat 69 34.8 34.8 100.0
Responden yang sesuai kriteria
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak sesuai 140 70.7 70.7 70.7
Sesuai 58 29.3 29.3 100.0
LAMPIRAN 7
HASIL UJI NORMALITAS
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Aktivitas Olahraga .225 58 .000 .846 58 .000
Sindrom Pramenstruasi .366 58 .000 .633 58 .000
LAMPIRAN 8
HASIL GAMBARAN KARAKTERISTIK RESPONDEN Gambaran Karakteristik Responden berdasarkan Umur
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 14 tahun 1 1.7 1.7 1.7 15 tahun 9 15.5 15.5 17.2 16 tahun 42 72.4 72.4 89.7 17 tahun 5 8.6 8.6 98.3 18 tahun 1 1.7 1.7 100.0 Total 58 100.0 100.0
Gambaran Karakteristik Responden berdasarkan Kelas
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Kelas X 20 34.5 34.5 34.5
Kelas XI 38 65.5 65.5 100.0
Total 58 100.0 100.0
Gambaran Karakteristik Responden berdasarkan Jurusan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid IPA 37 63.8 63.8 63.8 IPS 15 25.9 25.9 89.7 Bahasa 6 10.3 10.3 100.0 Total 58 100.0 100.0
LAMPIRAN 9
HASIL ANALISIS DENGAN SPSS Hasil Gambaran Sindrom Pramenstruasi
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Tidak ada gejala hingga
gejala ringan 26 44.8 44.8 44.8
Gejala sedang hingga gejala
berat 32 55.2 55.2 100.0
Total 58 100.0 100.0
Hasil Gambaran Aktivitas Olahraga
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Olahraga yang tidak
mempengaruhi PMS 22 37.9 37.9 37.9
Olahraga PMS dan tidak
teratur 19 32.8 32.8 70.7
Olahraga PMS dan teratur 17 29.3 29.3 100.0
Hasil Gambaran Jenis Olahraga
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Basket 8 13.8 13.8 13.8 Futsal 4 6.9 6.9 20.7 Jalan kaki 12 20.7 20.7 41.4 Jogging 12 20.7 20.7 62.1 Voli 2 3.4 3.4 65.5 Taekwondo 2 3.4 3.4 69.0 Renang 7 12.1 12.1 81.0 Skipping 2 3.4 3.4 84.5 Badminton 2 3.4 3.4 87.9 Bersepeda 5 8.6 8.6 96.6 Dance 2 3.4 3.4 100.0 Total 58 100.0 100.0
Hasil Gambaran Rutinitas Olahraga
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak teratur 31 53.4 53.4 53.4
Teratur 27 46.6 46.6 100.0
Hasil Uji Analisis Chi Square
AktivitasOlahraga * Sindrompramenstruasi Crosstabulation
Sindrompramenstruasi Total tidak ada gejala hingga gejala ringan gejala sedang hingga berat AktivitasOlahraga Olahraga yang tidak
mempengaruhi PMS Count 10 12 22 % within AktivitasOlahraga 45.5% 54.5% 100.0% Olahraga PMS dan tidak teratur Count 3 16 19 % within AktivitasOlahraga 15.8% 84.2% 100.0% Olahraga PMS dan teratur Count 13 4 17 % within AktivitasOlahraga 76.5% 23.5% 100.0% Total Count 26 32 58 % within AktivitasOlahraga 44.8% 55.2% 100.0% Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Pearson Chi-Square 13.364a 2 .001 Likelihood Ratio 14.342 2 .001 Linear-by-Linear Association 2.830 1 .093 N of Valid Cases 58
a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7.62.