• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagi Pihak Rumah Sakit atau Lembaga yang Bergerak di

BAB V. PENUTUP

4. Bagi Pihak Rumah Sakit atau Lembaga yang Bergerak di

Pihak rumah sakit atau lembaga yang bergerak di bidang kanker hendaknya memberi pendampingan kepada pasien kanker payudara sejak mendapatkan vonis kanker payudara. Dukungan yang bisa diberikan adalah berupa penerimaan, pemberian saran mengenai cara menghadapi kanker, dan memberikan penjelasan mengenai tindakan pengobatan kanker payudara secara jelas. Dukungan tersebut diperlukan untuk membantu pasien dalam menerima diri apa adanya terkait dengan kanker dan penanganannya, dan membantu pasien dalam memutuskan tindakan kanker yang akan dijalaninya.

150

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, M. D., & Ekowati, W. (2010). Peran keluarga dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian integritas diri pasien kanker payudara post radikal mastektomi. Jurnal Keperawatan

Soedirman, 5(2), 105-114.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial (Jilid 2, Edisi 10). Jakarta: Erlangga.

Chaplin, J. P. (2008). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Grafindo.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry and research design choosing

among five traditions. California : SAGE Publications.

Creswell, J. W. (2010). Research Design : Pendekatan kualitatif,

kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Denewer, A., Farouk, O., Mostafa, W., & Elshamy, K. (2011). Sosial support and hope among Egyptian women with breast cancer after mastectomy. Breast Cancer: Basic and Clinical Research, 5, 93-103.

Halim, M. S. (2003). Quality of life and breast cancer : a general concept.

Jurnal Psikologi, 12, 2, 13-24.

Karyono, D. K. S., & Lela, T. A. (2008). Penanganan stres dan kesejahteraan psikologis pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Media Medika

Indonesiana. Diunduh 13 Oktober 2011, dari

http://eprints.undip.ac.id/15058/1/vol_43_2_2008_102_-_105.pdf. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Jika tidak

dikendalikan 26 juta orang di Dunia menderita kanker. Diunduh 26

Oktober 2012 dari http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press- release/1060-jika-tidak-dikendalikan-26-juta-orang-di-dunia-menderita-kanker-.html.

Kim, H. S., Sherman, D. K., & Taylor, S. E. (2008). Culture dan sosial support. American Psychologist, 63(6), 518-526.

Lubis, N. L. (2009). Depresi : Tinjauan psikologis. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Lubis, N. L., & Hasnida. (2009). Dukungan sosial pada pasien kanker,

Lubis, N. L., & Priyanti, D. (2009). Makna hidup pada penderita kanker leher rahim. Majalah Kedokteran Nusantara, 42, 14-19.

Moleong, L. J. (2009). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ozkan, S., & Ogee, F. (2008). Importance of sosial support for functional status in breast cancer patients. Asian Pasific Journal of Cancer

Prevention, 9, 601-604.

Papalia, D. E., Old, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development

(Psikologi perkembangan). Ed. ke-10. Jakarta: Salemba Humanika.

Poerwandari, E. K. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku

manusia. Jakarta: Pengembangan Sarana Pengukuran dan

Pendidikan Psikologi UI.

Primadi, A., & Hadjam, M. N. R. (2012). Optimisme, harapan, dukungan sosial keluarga, dan kualitas hidup orang dengan epilepsi. Jurnal

Psikologi, 3(2), 123-133.

Rahayu, M. A. (2008). Psychological well-being pada wanita dewasa muda yang menjadi istri kedua dalam pernikahan poligami. Skripsi. Universitas Indonesia.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2001). On happiness and human potentials : a review of research on hedonic and eudaimonic well-being. Annual

Review Psychological, 52, 141-161.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and

Sosial Psychology, 57, 6, 1069-1081.

Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well being revisited. Journal of Personality and Sosial Psychology, 69, 4, 719-727.

Ryff, C. D., & Singer, B. (1998). The contours of positive human health.

Psychological Inquiry, 9, 1, 1-28.

Salsabila. (2009). Resiliensi pada penderita kanker ditinjau dari dukungan sosial. Skripsi-Qt Blogspot. Diunduh 13 Juni 2012 dari

http://skripsi-qt.blogspot.com/2009/04/ resiliensi-pada-penderita-kanker.html.

Sarafino, E. P. (1994). Health Psychology : Biopsychososial interaction (2nd ed.). Canada: John Wiley and Sons, Inc.

Sarafino, E. P. (2008). Health Psychology : Biopsychososial Interaction (6th ed.). USA: John Wiley and Sons, Inc.

Sari, R., & Prasetyadi, B. S. (2005). Impact of sosial support in breast

cancer patients [on_line abstract]. Diunduh pada 30 Agustus 2012

dari http://openstrorage.gunadarma.ac.id/abstract/graduate/244-737-1-SM.pdf.

Sari, Q. N. R. (2011). Dukungan sosial pada penderita kanker payudara di masa dewasa tengah. Skripsi. Universitas Gunadarma.

Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta: Grasindo.

Smith, J. A. (2009). Psikologi Kualitatif : Panduan praktis metode riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Supratiknya, A. (2007). Kiat merujuk sumber acuan dalam penulisan

karya ilmiah. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Taylor, S. (1999). Health psychology (4th ed.). Singapore: Mc Graw-Hill.

Uila, U. (2009). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di ruang mawar II Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Wilson, G. T., Nathan, P. E., O’learny, K. D., & Clark, L. A. (1996).

Abnormal psychology : Integrating perspective. United State of

America: Allyn & Baccon.

Yayasan Kanker Indonesia. (2012). Tentang kanker. Diunduh pada 26 Oktober 2012 dari http://yayasankankerindonesia.org/tentang-kanker/.

Lampiran 1.

Hasil Tryout Skala The Ryff’s Scale of Psychological Well Being

Pada awalnya, untuk melakukan pengukuran psychological well being, peneliti menggunakan skala Psychological Well Being kepada beberapa penderita kanker payudara sesuai kriteria yang sudah ditentukan. Skala yang digunakan merupakan hasil adaptasi dari skala The Ryff’s Scale of Psychological Well Being. Penyebaran skala ini dilakukan untuk mencari subjek dengan tingkat

psychological well being yang baik. Jenis penskalaan yang digunakan adalah skala

Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi. Dalam skala Likert, variabel yang diukur akan dijabarkan menjadi indikator variabel yang kemudian dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrument (Sugiyono, 2012).

Skala ini terdiri dari 42 item yang masing-masing item memiliki rentang 1 sampai 6. Keseluruhan item pada skala ini merepresentasikan 6 dimensi

psychological well being, sehingga masing-masing dimensi terdiri dari 7

pernyataan. Pernyataan-pernyataan dalam skala ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu favorable dan unfavorable. Adapun distribusi item skala pengukuran

Tabel 1

Distribusi Item Skala Psychological Well Being (Sebelum Uji Coba) No. Dimensi Favorable Unfavorable Total

1 Otonomi 1, 7, 25, 37 13, 19, 31 7 2 Penguasaan lingkungan 2, 8, 20, 38 14, 26, 32 7 3 Pertumbuhan pribadi 9, 21, 33 3, 15, 27, 39 7 4 Hubungan positif dengan orang lain

4, 22, 28, 40 10, 16, 34 7

5 Tujuan hidup 11, 29, 35 5, 17, 23, 41 7 6 Penerimaan diri 6, 12, 24, 42 18, 30, 36 7

Jumlah 22 20 42

Untuk mengetahui valid atau tidaknya item yang disusun, maka perlu dilakukan uji coba pada skala tersebut. Uji coba tersebut dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas, apakah item yang disusun sudah sesuai dengan indikator, susunan kalimat apakah mudah dipahami atau tidak. Item yang menunjukkan hasil tidak berkualitas harus dihilangkan atau direvisi kembali untuk tetap disertakan dalam skala penelitian. Selain itu, mean hasil uji coba skala akan digunakan sebagai panduan penentuan tingkat kategori psychological well being. Subjek dengan nilai psychological well being diatas rata-rata akan dilakukan tahap berikutnya, yaitu wawancara.

Uji validitas yang digunakan dalam skala ini adalah menggunakan validitas isi, yaitu melakukan analisis rasional terhadap isi skala. Item yang akan digunakan diperoleh berdasarkan hasil konsultasi item kepada ahli (professional

judgement), dalam hal ini dosen pembimbing. Hal ini dilakukan dengan tujuan,

supaya item yang tersusun mencakup seluruh objek yang akan diukur. Seleksi item yang baik, yang digunakan dalam pengukuran ini menggunakan koefisien korelasi ≥ 0,3. Sehingga, item dengan koefisien korelasi < 0,3 termasuk dalam kategori item yang kurang baik.

Dalam skala ini, uji coba dilakukan kepada 64 wanita dengan usia 35-65 tahun. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil koefisien korelasi memiliki rentang antara -0,156 sampai dengan 0,511. Terdapat 23 item yang gugur dari 42 item yang diujicobakan, yaitu item nomor 1, 2, 4, 7, 8, 9, 11, 12, 15, 16, 17, 19, 20, 25, 28, 29, 31, 34, 36, 37, 38, 41, 42. Item yang tidak valid tersebut memiliki rentang koefisien korelasi antara -0,156 sampai dengan 0,281. Adapun hasil koefisien korelasi item yang tidak valid terdapat pada tabel 2.

Tabel 2

Koefisien Korelasi Item yang Tidak Valid

No. Nomor Item Koefisien Korelasi

1. Item 1 -0,246

2. Item 2 0,088

3. Item 4 0,261

5. Item 8 -0,156 6. Item 9 0,241 7. Item 11 0,291 8. Item 12 0,281 9. Item 15 0,261 10. Item 16 0,178 11. Item 17 0,184 12. Item 19 0,185 13. Item 20 0,043 14. Item 25 0,129 15. Item 28 0,088 16. Item 29 0,187 17. Item 31 0,235 18. Item 34 0,251 19. Item 36 0,178 20. Item 37 0,023 21. Item 38 -0,024 22. Item 41 0,204 23. Item 42 -0,024

Jumlah item yang valid adalah sebanyak 19 item. Berdasarkan hasil uji coba skala ini, dapat diketahui bahwa sebagian besar item pada skala ini tidak valid. Oleh karena itu, skala ini tidak jadi digunakan dalam pengukuran

Psychological Well Being. Hasil seleksi item skala Psychological Well Being bisa

terlihat pada tabel 3.

Tabel 3

Distribusi Item Skala Psychological Well Being (Setelah Uji Coba) No. Dimensi Favorable Unfavorable Total

1 Otonomi 1*, 7*, 25*, 37* 13, 19*, 31* 1 2 Penguasaan lingkungan 2*, 8*, 20*, 38* 14, 26, 32 3 3 Pertumbuhan pribadi 9*, 21, 33 3, 15*, 27, 39 5 4 Hubungan positif dengan orang lain

4*, 22, 28*, 40 10, 16*, 34* 3

5 Tujuan hidup 11*, 29*, 35 5, 17*, 23, 41* 3 6 Penerimaan diri 6, 12*, 24, 42* 18, 30, 36* 4

Jumlah 7 12 19

Keterangan :

Lampiran 2.

Hasil Perhitungan Statistik Tryout Skala The Ryff’s Scale of Psychological Well Being

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items .786 42 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item1 184.09 210.245 .310 .780 Item2 183.61 216.020 .088 .787 Item3 183.91 202.658 .368 .776 Item4 183.97 212.158 .261 .781 Item5 183.41 205.928 .466 .775 Item6 183.94 205.615 .395 .776 Item7 184.12 217.603 .028 .789 Item8 186.17 224.049 -.156 .798 Item9 183.84 212.166 .241 .782 Item10 184.17 203.795 .436 .774 Item11 183.44 214.663 .291 .782 Item12 183.50 212.762 .281 .781 Item13 184.23 203.611 .418 .775 Item14 183.78 209.634 .333 .779 Item15 184.27 210.325 .261 .781 Item16 183.86 213.170 .178 .784 Item17 183.72 213.094 .184 .784 Item18 185.47 203.840 .357 .777

Item19 184.94 211.425 .185 .784 Item20 183.97 217.936 .043 .787 Item21 184.17 205.859 .511 .774 Item22 183.88 207.603 .362 .778 Item23 184.06 204.821 .480 .774 Item24 183.92 210.295 .404 .778 Item25 184.91 212.943 .129 .787 Item26 184.77 204.024 .338 .778 Item27 184.73 206.992 .303 .779 Item28 184.27 216.579 .088 .786 Item29 183.52 215.841 .187 .784 Item30 184.31 203.234 .467 .773 Item31 185.28 208.555 .235 .782 Item32 184.38 202.079 .480 .772 Item33 183.27 214.039 .324 .781 Item34 184.08 210.867 .251 .781 Item35 183.88 203.921 .390 .776 Item36 185.02 210.428 .178 .785 Item37 184.91 216.562 .023 .793 Item38 184.45 218.950 -.024 .793 Item39 184.16 203.309 .403 .775 Item40 183.97 210.951 .416 .778 Item41 185.45 211.141 .204 .783 Item42 184.34 219.150 -.024 .792

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items .825 20 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item1 87.56 107.964 .246 .824 Item3 87.38 101.603 .349 .821 Item5 86.88 102.397 .535 .811 Item6 87.41 104.499 .344 .820 Item10 87.64 101.313 .470 .813 Item13 87.70 103.291 .360 .819 Item14 87.25 106.286 .333 .820 Item18 88.94 101.869 .360 .820 Item21 87.64 105.853 .387 .818 Item22 87.34 103.658 .418 .816 Item23 87.53 100.856 .585 .808 Item24 87.39 107.289 .376 .819 Item26 88.23 99.643 .428 .816 Item27 88.20 104.069 .309 .822 Item30 87.78 102.110 .448 .814 Item32 87.84 100.229 .508 .811 Item33 86.73 109.849 .301 .822 Item35 87.34 100.293 .464 .813 Item39 87.62 101.159 .423 .816 Item40 87.44 107.361 .416 .818

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items .824 19 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item3 82.73 96.833 .322 .822 Item5 82.23 96.881 .537 .810 Item6 82.77 99.293 .329 .819 Item10 83.00 95.968 .465 .812 Item13 83.06 97.615 .367 .818 Item14 82.61 100.559 .341 .818 Item18 84.30 96.720 .347 .820 Item21 83.00 100.698 .363 .818 Item22 82.70 97.990 .426 .814 Item23 82.89 95.718 .569 .808 Item24 82.75 101.619 .380 .817 Item26 83.59 93.705 .448 .813 Item27 83.56 98.536 .309 .821 Item30 83.14 96.281 .465 .812 Item32 83.20 94.260 .534 .808 Item33 82.09 104.118 .307 .821 Item35 82.70 94.752 .469 .812 Item39 82.98 96.079 .407 .815 Item40 82.80 101.498 .435 .816

Lampiran 3. PANDUAN WAWANCARA Pelaksanaan Wawancara : Durasi Wawancara : Tempat Wawancara : Subjek : Pekerjaan : Usia : Stadium Kanker :

No. Panduan Pertanyaan

1. RIWAYAT PENYAKIT

a. Bisakah Anda menceritakan bagaimana awal mula Anda dinyatakan menderita kanker payudara?

b. Apakah ada tanda/gejala yang lain yang Anda rasakan?

c. Apakah di dalam keluarga Anda ada riwayat sakit kanker payudara? d. Sudah berapa lama Anda menderita sakit kanker payudara?

2. KONDISI PSIKOLOGIS

a. Ketika pertama kali Anda divonis kanker payudara, apa yang Anda rasakan?

b. Apakah Anda mengalami kesedihan mendalam ketika itu?

Anda lakukan?

Jenis obat, jangka waktu

Apakah ada pengobatan lain selain pengobatan medis?

d. Bagaimana perasaan Anda ketika harus menjalani berbagai pengobatan tersebut?

3. PSYCHOLOGICAL WELL BEING

a. Bagaimana Anda memandang diri Anda saat ini?

 Apakah ada perbedaan cara memandang diri sendiri? b. Tujuan hidup Anda apa saja?

 Apakah sejak dari dulu seperti itu?

 Apakah ada perubahan tujuan hidup semenjak Anda sakit?

Bagaimana hal itu (berubah/tidak) bisa terjadi?

c. Menurut Anda, apakah orang yang kanker payudara itu ada kemungkinan untuk mengembangkan diri?

 Mengapa?

Pengembangan diri yang seperti apa?

 Bagaimana dengan diri Anda sendiri? d. Apa saja kegiatan sehari-hari Anda?

Bagaimana cara mengatur kegiatan sehari-hari?

Kalau ada kegiatan lain, bagaimana cara Anda mengaturnya?

e. Bagaimana cara Anda dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan keseharian, apakah Anda terbiasa menentukan sendiri atau meminta bantuan?

Kepada siapa?

Dalam hal keputusan apa saja?

Bagaimana dengan keputusan pengobatan?

f. Bisa Anda ceritakan hubungan Anda dengan orang lain semenjak Anda didiagnosis kanker payudara?

Suami?

Anak?

Masyarakat sekitar?

Lingkungan sosial? (kantor, komunitas, dll)

4. DUKUNGAN SOSIAL

a. Apakah mereka memberikan dukungan untuk kesembuhan Anda? b. Siapa saja yang memberikan dukungan selama ini?

Diantara orang-orang tersebut, siapakah yang paling mendukung?

Mengapa?

c. Dukungan apa saja yang Anda terima dari mereka?

Apa saja yang mereka lakukan untuk mendukung Anda?

d. Bagaimana cara mereka memberikan dukungan tersebut?  Apa saja yang mereka lakukan untuk mendukung Anda?

e. Bagaimana pengaruh dari dukungan orang-orang tersebut bagi hidup Anda?

f. Apakah ada pengalaman Anda tidak mendapatkan dukungan sosial?  Mengapa?

Lampiran 4.

Transkrip Verbatim Wawancara dan Analisis Data Subjek 1 (Ibu S)

BARIS VERBATIM KODING AWAL ANALISIS

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34.

Bisa ibu menceritakan

bagaimana awal mula Ibu itu dinyatakan sakit kanker payudara?

Waktu itu kan kalau terasa itu tidur. Kalau miring itu kelihatan benjolannya. Kalau gini enggak. Ooh.. benjolannya di sebelah mana, Bu?

Kiri Bawah. Di bawah?

Iya. Itu baru kelihatan. Terus saya kan cerita itu sama kakak, kalau gini gini. Terus bulan apa gitu, bulan Oktober itu saya tanya sama yang kerja di rumah sakit, saya dinyatakan sakit, terus operasi.

Itu terasa sakit apa enggak, Bu?

Enggak sakit. Enggak.

Ooh.. gejala lain ada gak, Bu? Enggak ada.

Gak ada? Enggak.

Berarti cuma benjolan itu aja ya?

He’em.

Benjolan terlihat ketika tidur dalam posisi miring

(GT)

Benjolan terdapat di payudara sebelah kiri bawah (GT)

Tidak ada rasa sakit pada benjolan (GT)

Tidak ada gejala lain (GT)

Gejala yang muncul hanya berupa benjolan (GT)

Gejala kanker payudara yang muncul adalah berupa benjolan di payudara sebelah kiri bawah dan tidak terasa sakit (GT)

Gejala yang muncul hanya benjolan, tidak ada gejala lain (GT)

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74.

Ukurannya besar atau kecil, Bu?

Segini (menunjukkan besar ukuran benjolan dengan jari). Ooh.. masih agak kecil ya? Itu agak besar, Mbak.

Ooh.. sudah agak besar gitu ya?

Kalau di luar itu kayaknya segini. Ooh.. tapi ternyata waktu sudah diangkat itu besar di dalamnya ya , Bu?

Ho’o.

Itu cuma berupa benjolan aja apa ada lukanya?

Enggak. Enggak. Cuma itu. Gak ada luka apa-apa. Cuma benjolan aja di dalam.

Benjolan di dalam gak sakit tapi, Bu?

Enggak. Wong tetangga saya sini itu gak tahu kalau saya itu punya kayak gitu. Tahunya mau

operasinya.

Waktu periksa dokter, juga langsung dokter nyuruhnya langsung operasi?

Enggak. Waktu itu harus periksa ini, ini dulu. Di teliti itu, cek jantung dulu, terus torax, sama

lab. Ya itu terus diambil sample

nya. Waktu itu Dokter Kunto.

Ukuran benjolan agak besar

(GT)

Gejala yang dirasakan adalah berupa benjolan saja dan tidak ada luka (GT)

Tidak ada rasa sakit pada benjolan (GT)

Gejala yang dirasakan adalah munculnya benjolan yang tidak terasa sakit dan tidak ada luka (GT)

75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. 110. 111. 112. 113. 114.

Terus kalau dari keluarga Ibu sendiri pernah ada riwayat kena penyakit kanker?

Enggak ada yang pernah kanker. Sudah berapa lama, Bu sakit kanker ini?

Kurang begitu tahu. Wong saya itu orang awam ya gak gitu tahu ya. Kirain apa, gitu aja.

Ini tahun berapa, Bu ketahuannya?

Itu 2011. Terus, saya itu bulan Oktober sekitar tanggal 13, 14. Itu mulai periksa?

Enggak. Mulai diangkatnya itu. Terus, waktu pertama kali Ibu dinyatakan kanker payudara sama Dokter, yang dirasakan Ibu apa waktu itu?

Enggak ada.

Ibu gak merasa gimana? Enggak.

Sedih atau kaget?

Enggak. Enggak. Cuma kaget pas itu aja ya. Kan kanker. Tapi yaudah. Saya kan udah itu, yang penting kan pengen sembuh. Itu aja.

Jadi cuma saat itu saja? Iya. Saat itu aja. Abis itu udah. Jadi waktu Dokter bilang Ibu kena kanker, Ibu gak ngerasa

Tidak ada riwayat keluarga terkena kanker (RK)

Pada awalnya tidak mengetahui bahwa terkena kanker (GT)

Terdiagnosis kanker Oktober 2011  1,5 tahun

(LS)

Kaget ketika divonis saja, setelah itu tidak karena ingin sembuh (Pngl.KD)

Keluarga tidak ada yang memiliki riwayat sakit kanker (RK)

Pada awalnya tidak memahami bahwa perubahan pada payudara merupakan gejala kanker

(GT)

Sakit kanker sudah 1,5 tahun (LS)

Perasaan yang dialami adalah muncunya reaksi terkejut atas vonis yang diterima (Pngl.KD)

115. 116. 117. 118. 119. 120. 121. 122. 123. 124. 125. 126. 127. 128. 129. 130. 131. 132. 133. 134. 135. 136. 137. 138. 139. 140. 141. 142. 143. 144. 145. 146. 147. 148. 149. 150. 151. 152. 153. 154. sedih?

Enggak. Yang penting saya kepingin sembuh.

Merasa takut gak bu? Gak ada.

Kenapa bu?

Ya itu. Nomer 1 semangatnya itu. Kepengen sembuh.

Terus, ada pengalaman merasakan kesedihan yang mendalam gitu?

Enggak ada. Dihadapi dengan senang, ikhlas, gitu aja.

Berpikiran sekarang gak harus

ngoyo, santai, gitu aja. Jadi

enggak untuk beban-beban. Beban berat, enggak. Hehehehe…

Sama sekali nggak ada bu? Gak ada. Saya buat senang sekarang. Kan sekarang kondisinya tubuh sudah berkurang to. Jadi kalau ada masalah yang gimana gitu nggak saya pikirkan. Santai.

Terus selama sakit ini, tindakan pengobatan yang sudah Ibu lakukan apa aja, Bu?

Ya itu, saya cuma itu, apa, alternatif aja. Itu, apa, rebus sarang semut.

Sarang semut? Itu direbus? Iya. Dari Irian langsung.

Tidak ada perasaan sedih, karena ingin sembuh dari kanker (Pngl.KD)

Tidak ada perasaan takut

(Pngl.KD) karena memiliki

semangat untuk sembuh

(Dm.TH)

Tidak ada pengalaman kesedihan mendalam

(Pngl.KM)

Menghadapi masalah dengan ikhlas, tidak berpikir secara berat, menjalani dengan santai

(Dm.PD)

Menjalani hidup dengan senang (Dm.PD)

Tindakan pengobatan saat ini mengkonsumsi air rebusan sarang semut

(Pbt.NM)

Tidak ada perasaan sedih ataupun takut (Pngl.KD)

Subjek memiliki keinginan untuk sembuh

(Dm.TH) Tidak muncul pengalaman kesedihan yang mendalam (Pngl.KM) Subjek menghadapi masalah dengan keikhlasan, santai, dan tidak berpikir secara berat (Dm.PD)

Subjek mampu menjalani kehidupannya dengan perasaan senang

155. 156. 157. 158. 159. 160. 161. 162. 163. 164. 165. 166. 167. 168. 169. 170. 171. 172. 173. 174. 175. 176. 177. 178. 179. 180. 181. 182. 183. 184. 185. 186. 187. 188. 189. 190. 191. 192. 193. 194.

Efeknya di badan apa itu, Bu? Enak.

Terus, kalau dari medis sendiri ada gak, Bu?

Enggak.

Kalau kemoterapi dulu Ibu iya?

Iya. 4 kali.

Berarti operasi, kemoterapi 4 kali, terus penyinaran iya gak, Bu?

Enggak. Enggak.

Obat-obatan dari dokter? Enggak. Cuma itu.

Cuma herbal itu ya, Bu?

Ho’o. Rebus sendiri. Di sini kan

ada yang kerja di sana, terus dibawain itu langsung dari Irian. Kan waktu di Sardjito itu kan ada yang bilang, dia itu kan punya itu kanker di perut to, terus minum itu, sarang semut. Terus

mengecil, mengecil, mengecil, terus hilang. Tapi dia itu setiap hari harus periksa untuk

mengetahui perkembangannya. Terus saya juga sekarang gitu. Ooh gitu. Jadi lebih

mengandalkan yang herbal, Bu?

Ho’o.

Terus sekarang masih kontrol

Tidak mengkonsumsi obat medis (Pbt.M)

Melakukan kemoterapi sebanyak 4 kali (Pbt.M)

Tidak melakukan penyinaran (Pbt.M)

Tidak mengkonsumsi obat dari dokter (Pbt.M)

Pengobatan yang dilakukan

obat herbal (Pbt.NM) Seorang teman

membawakan sarang semut langsung dari Irian

(Ds.Inst.)

Dukungan dari teman 

berbagi pengalaman tentang pengobatan menggunakan sarang semut

(Ds.Inf.)

Pengobatan medis yang dilakukan subjek 

kemoterapi sebanyak 4 kali (Pbt.M)

Untuk saat ini subjek melakukan pengobatan non medis  mengkonsumsi sarang semut (Pbt.NM) - Mendapatkan dukungan dari teman (PDs.) - Mendapatkan bantuan

untuk memperoleh obat herbal (Ds.Inst.) - Mendapatkan dukungan

dari sesama pasien kanker (PDs.)

- Mendapatkan informasi tentang pengobatan non medis (Ds.Inf.)

195. 196. 197. 198. 199. 200. 201. 202. 203. 204. 205. 206. 207. 208. 209. 210. 211. 212. 213. 214. 215. 216. 217. 218. 219. 220. 221. 222. 223. 224. 225. 226. 227. 228. 229. 230. 231. 232. 233. 234. gak, Bu? Enggak. Hehehe..

Emang jatah kontrolnya sudah selesai apa Ibu yang berhenti? Ibu yang gak mau.

Kenapa, Bu? Gakpapa. Hehehe..

Kenapa sih, Bu gak kontrol lagi?

Gakpapa. Bosen, Bu? Iya. Hehehe.

Terus ketika Ibu harus minum obat, harus kemo, itu yang Ibu rasakan apa, Bu?

Waktu itu, waktu habis kemo itu mual. Terus gak bisa apa-apa lagi.

Lemes gitu gak, Bu?

Iya. Terus sekarang kan saya maemnya maem buah, sayur-sayuran itu, tiap hari itu ya paling 2 macam maem buah, terus sayur-sayuran direbus, gitu. Terus maem goreng-gorengan

dikurangi, terus yang berminyak-minyak dikurangi, pakai berminyak-minyak cuma 1 kali. Sudah.

Tapi kalau minum obat herbal ini gak ada perasan gimana gitu, Bu?

Enggak. Enggak gimana-gimana. Enak.

Sudah tidak melakukan kontrol ke rumah sakit

(Pbt.M)

Kehendak diri sendiri untuk berhenti kontrol (Dm.O)

Merasa bosan ketika harus berobat terus-menerus

(Pngl.B)

Mengalami mual dan tidak bisa beraktivitas ketika melakukan pengobatan kemoterapi (Pngl.B)

Kondisi tubuh melemah ketika melakukan pengobatan kemoterapi

(Pngl.B)

- Subjek mengalami kebosanan dalam berobat

(Pngl.B)

- Subjek memutuskan untuk berhenti berobat

(Dm.O)

- Saat ini sudah tidak melakukan kontrol ke rumah sakit.

Pengobatan kemoterapi yang dijalani subjek memberikan dampak negatif bagi tubuh subjek

kondisi tubuh melemah dan mual sehingga subjek mengurangi aktivitasnya

235. 236. 237. 238. 239. 240. 241. 242. 243. 244. 245. 246. 247. 248. 249. 250. 251. 252. 253. 254. 255. 256. 257. 258. 259. 260. 261. 262. 263. 264. 265. 266. 267. 268. 269. 270. 271. 272. 273. 274.

Ibu ada perasaan bosan gak sih bu harus berobat terus?

Waktu kemo itu nggak. Kan pengen sembuh. Terus udah rampung kemo terus kontrol berapa bulan terus harus obat lagi, terus saya berhenti, sekarang minum sarang semut. Ya bosen. Ya gimana udah tau kondisi sendiri ya harus dijaga.

Terus dengan kondisi Ibu yang sekarang ini, gimana sih, Ibu memandang diri Ibu sekarang? Yaa.. Gimana ya.. hehehe.. ya tetep biasa aja. Seperti dulu. Waktu habis operasi kan kayaknya minder, kurang PD. Sekarang ya itu, jalani aja kayak kehidupan yang kemaren, waktu ini masih ada.

Kayak waktu sebelum operasi ya, Bu?

Ho’o. dijalani aja dah biasa. Berarti apakah Ibu tetap

memandang diri Ibu ini positif? Iya. Ya nomer 1 itu ya semangat, Mbak. Sama dorongan dari suami itu yang utama. Semangatnya itu harus punya.

Berarti apa Ibu bisa menerima diri Ibu ini apa adanya dengan kekurangan yang ada setelah operasi ini?

Iya. Harus. Harus mau. Kalau gak mau ya bagaimana, udah kayak

Ketika kemoterapi tidak mengalami kebosanan. Ketika harus kontrol mengalami kebosanan

(Pngl.B)

Memutuskan untuk berhenti kontrol dan menggantinya dengan mengkonsumsi sarang semut (Pngl.B)

Memandang diri seperti sebelum terkena kanker

(Dm.PD)

Ada pengalaman minder, tidak percaya diri ketika setelah operasi, namun saat ini sudah tidak ada

(Dm.PD)

Memandang diri secara positif dan memiliki semangat (Dm.PD) Menerima dukungan dari suami (PDs.)

Mau menerima keadaan diri apa adanya (Dm.PD)

Perasaan bosan muncul ketika subjek harus menjalani kontrol setiap bulan  subjek memutuskan untuk menghentikan pengobatan medis dan tidak melakukan kontrol ke rumah sakit

(Pngl.B)

Ada pandangan negatif terhadap diri sendiri setelah operasi, tetapi saat ini sudah

Dokumen terkait