BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Proses Penelitian
Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan beberapa proses persiapan penelitian, yaitu :
a. Uji coba skala Psychological Well Being
Sebelum digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian, peneliti melakukan uji coba untuk melihat validitas dan reliabilitasnya. Uji coba dilakukan pada tanggal 3 – 16 Maret 2013. Uji coba dilakukan kepada sekelompok wanita usia 35-65 tahun. Alat ukur yang disebarkan untuk diuji coba adalah sebanyak 65 eksemplar, namun 1 eksemplar tidak kembali, sehingga yang diujicobakan sebanyak 64 subjek.
Dari hasil uji coba tersebut, diperoleh hasil bahwa dari 42 item, hanya 19 item yang lolos seleksi. Item yang lolos seleksi dipilih berdasarkan hasil koefisien korelasi yang mendapatkan skor ≥ 0,3. Item yang gugur memiliki koefisien korelasi < 0,3. Sedikitnya jumlah item yang valid, maka skala ini tidak jadi digunakan untuk mengukur psychological well being. Alasan tidak jadi dipakainya skala ini adalah skala yang digunakan ini merupakan skala hasil adaptasi dari The Ryff’s Scale of
Psychological Well Being yang berasal dari luar negeri. Oleh sebab
itu, ada kemungkinan isi dari skala ini tidak sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia.
b. Penyusunan single item scale
Untuk menyusun skala item tunggal, peneliti melakukan survey ke 73 orang untuk menanyakan mengenai istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi psychological
well being. Survey dilakukan pada tanggal 14-24 April 2013. Hasil
survey menunjukkan bahwa istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi psychological well being adalah istilah
“kebahagiaan”. Istilah yang ditemukan akan digunakan untuk item
pada skala item tunggal pengukuran psychological well being. Alasan penggunaan skala item tunggal ini adalah skala item tunggal merupakan metode pengukuran yang sederhana dan metode ini yang sesuai dengan tujuan dari penggunaan skala pengukuran, yaitu mengukur tingkat psychological well being yang isi dari skala tersebut sesuai dengan budaya di Indonesia. Akan tetapi, skala ini menjadi lemah karena hanya menggunakan 1 temuan istilah, yang berjumlah 28 suara, dari total 73 suara.
c. Melakukan perizinan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan subjek penelitian.
Untuk mendapatkan subjek penelitian, peneliti mengajukan permohonan izin ke Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Pengajuan
surat perizinan dilakukan pada 4 Maret 2013 dan mendapatkan kepastian perizinan dari pihak rumah sakit pada tanggal 23 Maret 2013.
Setelah mendapatkan izin dari pihak Rumah Sakit, maka peneliti meminta izin ke bagian Bedah dan bagian Rekam Medis rumah sakit untuk melakukan perizinan meminta data pasien dan meminta keterangan tentang stadium kanker pasien.
d. Mencari subjek penelitian
Peneliti menghubungi beberapa pasien kanker payudara untuk memintanya menjadi subjek penelitian.
e. Mempersiapkan panduan wawancara
Agar proses pengambilan data dapat berjalan lancar, maka sebelum wawancara dimulai peneliti mempersiapkan panduan wawancara yang akan digunakan. Persiapan panduan wawancara ini dilakukan dengan mengujicobakan panduan yang telah disusun kepada penderita kanker payudara.
f. Perkenalan dan penjelasan tujuan penelitian
Setelah panduan wawancara siap digunakan, peneliti kembali menghubungi calon subjek penelitian untuk memastikan kesanggupan menjadi subjek. Peneliti melakukan perkenalan dan pendekatan kepada subjek supaya subjek merasa nyaman ketika proses wawancara berlangsung.
Selain itu, peneliti juga memberikan penjelasan penelitian kepada subjek supaya subjek paham maksud dan tujuan dari penelitian ini. Setelah subjek memastikan bahwa dirinya sanggup untuk diwawancara, maka subjek diminta untuk membaca dan menandatangani informed consent.
g. Penentuan jadwal wawancara
Sebelum wawancara dimulai, peneliti dan subjek menentukan terlebih dahulu jadwal wawancara. Waktu dan lokasi wawancara ditentukan oleh subjek, sesuai dengan kondisi subjek.
2. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pengukuran tingkat psychological well being, meminta persetujuan wawancara, pelaksanaan proses wawancara, melakukan transkrip data dan menganalisis hasil wawancara, serta menunjukkan hasil verbatim dan hasil analisis kepada subjek untuk mendapatkan keterangan keabsahan data dari subjek. Adapun urutan proses pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Peneliti melakukan pengukuran tingkat psychological well being dengan meminta subjek untuk menentukan sendiri skor tingkat
psychological well beingnya berdasarkan rentang angka yang ada.
Setelah dapat dipastikan bahwa subjek memiliki psychological well
persetujuan wawancara. Peneliti melakukan wawancara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sebelum wawancara dimulai, subjek diminta untuk membaca dan menandatangani surat persetujuan wawancara. Dalam melakukan wawancara, peneliti menggunakan panduan wawancara yang telah dipersiapkan. Banyaknya proses pertemuan wawancara untuk masing-masing subjek berbeda-beda karena menyesuaikan dengan kondisi dan waktu subjek. Untuk merekam proses wawancara, peneliti menggunakan alat perekam suara. Lokasi wawancara ini dilakukan di tempat yang kondusif dan memungkinkan untuk dilaksanakannya proses wawancara.
b. Tahap berikutnya, setelah proses wawancara selesai, peneliti melakukan transkrip data hasil wawancara, melakukan koding, dan melakukan analisis data.
c. Setelah selesai melakukan analisis data, peneliti menunjukkan transkrip verbatim dan hasil analisis data kepada subjek untuk memastikan apakah hasil wawancara sesuai dengan yang dialami subjek. Kemudian, setelah subjek memastikan kebenaran hasil wawancara, subjek diminta untuk membaca dan menandatangani surat keterangan keabsahan wawancara.
3. Proses Analisis Data
Dalam penelitian ini, proses analisis data meliputi pengorganisasian data, koding, analisis tema-tema, dan interpretasi. a. Setelah proses wawancara selesai dilakukan, peneliti segera
melakukan pengorganisasian data, yaitu dengan melakukan pemindahan hasil rekaman wawancara ke dalam bentuk tulisan yang menghasilkan transkrip verbatim.
b. Transkrip verbatim disusun dalam bentuk tabel dengan 4 kolom. Kolom pertama berisi penomoran untuk setiap baris kalimat pertanyaan maupun jawaban. Kolom kedua berisi hasil verbatim wawancara. Kolom ketiga berisi koding awal berdasarkan hasil verbatim. Kolom keempat berisi analisi dari tema-tema yang muncul.
c. Tahap berikutnya yang dilakukan peneliti setelah melakukan analisis tema-tema, peneliti melakukan interpretasi tema-tema yang muncul sesuai dengan topik penelitian.
d. Setelah interpretasi selesai dilakukan, peneliti melakukan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil interpretasi kesuluruhan berdasarkan topik penelitian.
4. Jadwal Pengambilan Data
Berikut adalah jadwal wawancara dengan kelima subjek
Tabel 3
Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 1
Tanggal Waktu Kegiatan
29 April 2013 16.00 – 16.30 - Menjelaskan kepada subjek tentang penelitian.
- Meminta subjek menandatangani surat persetujuan wawancara.
- Melakukan wawancara tahap 1. 10 Juni 2013 11.00 – 11.30 Melakukan wawancara tahap 2.
Tabel 4
Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 2
Tanggal Waktu Kegiatan
9 Mei 2013 10.00 – 10.30 - Menjelaskan kepada subjek tentang penelitian.
- Meminta subjek menandatangani surat persetujuan wawancara. - Melakukan wawancara
Tabel 5
Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 3
Tanggal Waktu Kegiatan
15 Mei 2013 16.00 – 16.45 - Menjelaskan kepada subjek tentang penelitian. - Meminta subjek menandatangani surat persetujuan wawancara. - Melakukan wawancara Tabel 6
Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 4
Tanggal Waktu Kegiatan
1 Juni 2013 16.30 – 17.00 - Menjelaskan kepada subjek tentang penelitian.
- Meminta subjek menandatangani surat persetujuan wawancara. - Melakukan wawancara
Tabel 7
Jadwal Pelaksanaan Pengambilan Data Subjek 5
Tanggal Waktu Kegiatan
11 Juni 2013 10.30 – 11.30 - Menjelaskan kepada subjek tentang penelitian. - Meminta subjek menandatangani surat persetujuan wawancara. - Melakukan wawancara B. PROFIL SUBJEK