BAB I PENDAHULUAN
2.4. Model Referensi TCP / IP
2.5.4. Bagian Sistem Operasi LINUX
Sistem Operasi linux terdiri dari kernel, program sistem dan beberapa program aplikasi. Kernel merupakan inti dari sistem operasi yang mengatur penggunaan memori, piranti masukan keluaran, proses-proses, pemakaian file pada file system dan lain-lain. Kernel juga menyediakan sekumpulan layanan yang digunakan untuk mengakses kernel yang disebut system call. System call ini digunakan untuk mengimplementasikan berbagai layanan yang
program-program lainnya yang berjalan di atas kernel disebut user mode. Perbedaan mendasar antara program sistem dan program aplikasi
adalah program sistem dibutuhkan agar suatu sistem operasi dapat
berjalan sedangkan program aplikasi adalah program yang
dibutuhkan untuk menjalankan suatu aplikasi tertentu. Contoh :
daemon merupakan program sistem dan pengolah kata (word processor) merupakan program aplikasi.
2.6. Antarmuka (Interface)
Interface atau antarmuka adalah rangkaian yang bertugas menyesuaikan kerja dari piranti peripheral yang sesuai dengan cara kerja komputer itu sendiri. Rangkaian ini diperlukan karena besarnya (tegangan,
arus, daya dan kecepatan proses) piranti peripheral kebanyakan tidak sesuai dengan peripheral input-output device, maka besaran ini harus disesuaikan dengan bantuan interface.
Untuk menghubungkan piranti peripheral seperti relay, motor,
indicator, sensor, catu daya, IC, yang dapat diprogram, pembangkit frekuensi dan lain-lain ini perlu interface. Pengertian interface sendiri adalah rangkaian elektronik yang digunakan untuk menghubungkan antara dua
sistem, agar sistem tersebut bisa berkomunikasi atau proses handshaking. Dengan bantuan interface komputer dapat digunakan sebagai pemberi dan penerima sinyal dari rangkaian yang akan dikontrol. (Raharjo, dkk, 2006)
Interface (sistem antarmuka) digunakan untuk dialog antara processor
dengan peralatan peripheral. Interface yang digunakan sebagai penghubung antara rangkaian adalah port parallel atau disebut juga dengan port printer. Peralatan ini dibuat untuk pengaturan dari berbagai peralatan, dimana
dibutuhkan suatu rangkaian sebagai perantara antara komputer dengan
peralatan yang akan dikontrol. Untuk menghubungkan antara komputer
dengan rangkaian driver, maka digunakan interface, sehingga nantinya
interface akan meneruskan perintah dari komputer untuk rangkaian driver. 2.6.1. Dasar-dasar Port Parallel
Port parallel merupakan salah satu interface yang ada dari beberapa jenis interface. Port parallel sudah disediakan sebagai alternatif port serial untuk pengiriman data ke printer yang teknologinya cepat berkembang. Port parallel printer mempunyai kemampuan mengirim 8 bit data sedangkan port serial hanya dapat mengirim 1 bit data dalam waktu yang bersamaan. (Sutadi, 2002)
Dengan cepat berkembangnya teknologi komputer, kebutuhan
untuk hubungan external pun bertambah, port parallel kemudian menjadi alat yang dapat dihubungkan kebanyakan peripheral device
yang fungsinya sebagai pengontrol dan penerima input dari eksternal device.
Konektor yang digunakan pada port printer adalah DB-25 dengan jumlah pin 25 buah, masing-masing nomor pin dapat dilihat
Gambar 2.6. Female Port Connector DB-25
Pin-pin port printer merupakan pintu komunikasi dua arah, dari komputer ke eksternal peripheral dan sebaliknya dari internal peripheral. Nama-nama sinyal yang terdapat pada pin konektor DB-25 port printer tersebut adalah:
Tabel 2.1 Tabel Signal pada Port Printer Nomor
Pin Nama Sinyal Input/Output
1 Strobe Input/Output 2 Data 0 Input/Output 3 Data 1 Input/Output 4 Data 2 Input/Output 5 Data 3 Input/Output 6 Data 4 Input/Output 7 Data 5 Input/Output 8 Data 6 Input/Output 9 Data 7 Input/Output 10 Ack Input 11 Busy Input
12 Paper Empty Input
13 Select Input
14 Auto Feed Output
15 Error Input
16 Initialize Printer Output
17 Select Input Output
18-25 Ground -
Nama sinyal-sinyal tersebut pada tabel pada dasarnya
pencetak, akan tetapi port printer sebagai mana yang penulis sampaikan pada bab terdahulu mempunyai kemampuan untuk
pengontrolan terhadap peripheral yang sangat baik, setidak-tidaknya
tersedia 8 input/output dan 5 input, serta 4 output tambahan untuk
proses pengontrolan.
2.6.2. Port Parallel DB-25
Paralel Port (DB-25 female) yang sering kita jumpai pada belakang CPU (Central Processing Unit), yang sering kita gunakan sebagai interface antara printer dengan CPU. Paralel Por interface
yaitu rangkaian yang bertugas menyesuaikan kerja dari piranti
peripheral yang sesuai dengan cara kerja komputer itu sendiri. (Sutadi, 2002).
Pada saat komputer pertama kali dihidupkan BIOS (Basic Input/Output System) menetapkan jumlah port yang ada dan menentukan alamat port untuk LPT0, LPT1, LPT2. Setiap port parallel standard IEEE 1284 terdiri atas tiga port address: data port, status port dan control port yang membentuk hubungan dua arah
(bidirectional) dari dan ke printer. Data port yang biasanya terdapat pada IBM PC compatible adalah:
Tabel 2.2. Tabel Address Port Printer
Printer Data Port Status Control
LPT 0 0x3BC 0x3BD 0x3BE
LPT 1 0x378 0x379 0x37A
LPT 2 0x278 0x279 0x27A
Tetapi pengalamatan dasar port parallel (BASE) pada linux
adalah 0x3bc untuk file /dev/lp0, 0x378 untuk file /dev/lp1, dan 0x278 untuk file /dev/lp2.
2.6.3. Sensor Cahaya
Terdapat banyak peranti yang dapat digunakan sebagai
sensor cahaya antara lain fotoresistor, fotodioda, dan fototransistor.
Berdasarkan panjang gelombangnya sensor cahaya diklasifikasikan
menjadi sensor inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet.
Sensor cahaya mempunyai banyak kegunaan pada sistem
otomasi. Beberapa contohnya antara lain deteksi kertas pada
printer, penentuan banyaknya lampu yang dibutuhkan suatu
ruangan, dan penentuan nyala lampu blitz pada kamera.
Pada skripsi disini penulis menggunakan sensor fotodioda
sebagai sensor cahaya yang berguna untuk mengetahui keadaan
lampu hidup atau mati. Fotodioaada adalah satu alat yang dibuat
cahaya. Makin kuat cahayanya, makin banyak pula jumlah
pasangan elektron dan makin besar pula arus baliknya. (Adi
Nugroho Agung, http://www.ikhsanpratama.wordpress.com=
sensor cahaya : 2010)
2.7. Sistem Kendali
Karya manusia yang dapat dikategorikan sebagai mesin-mesin adalah
mekanisme yang dikontrol, terdiri atas bagian-bagian yang terpasang mati
dan bagian-bagian yang dapat bergerak untuk melaksanakan pengubahan
gaya, gerak atau listrik agar menghasilkan suatu usaha, yang keseluruhan
sifatnya terkontrol.
Baik itu dikontrol langsung oleh manusia sebagai operator maupun
yang terkontrol secara otomatis berdasarkan rancangan kerja suatu alat
tertentu. Tujuan pengontrolan/pengendalian adalah untuk menciptakan hasil
kerja yang optimal, sesuai dengan output yang diharapkan dan meminimalkan kesalahan.
Sedangkan untuk fungsi kendali itu sendiri meliputi :
1. Menerima input dan output referensi (sesuai dengan tingkah laku sistem yang diinginkan).
2. Menerima informasi output melalui elemen baik dan membandingkan dengan output mengambil suatu keputusan melalui perhitungan-perhitungan yang cukup rumit.
Dilihat dari prinsipnya, fungsi dasar suatu kendali adalah mencakup
operasi pengukuran, perbandingan, perhitungan dan koreksi. Dimana
pengukuran merupakan operasi otomatisasi penafsiran mengenal suatu
proses dikontrol oleh sistem. Perbandingan merupakan pengujian kesetaraan
antara nilai yang diukur dengan yang diharapkan.
Perhitungan akan memberikan keyakinan yang menunjukkan seberapa
besar perbedaan antara nilai yang diukur dengan nilai yang diharapkan.
Sedangkan koreksi merupakan penentu langkah pengaturan untuk
mengurangi perbedaan antara hasil yang diukur dengan nilai yang
diharapkan kendali dapat disebut sebagai prosedur yang bisa mempunyai
pengaruh terhadap hasil akhir suatu proses atau operasi.
Kendali terhadap waktu atau respon merupakan variabel yang
tergantung jenis aplikasi merupakan faktor yang cukup berarti yang
mempunyai pengaruh langsung terhadap keefektifan hasil akhir. Sistem
kontrol berdasarkan cara kerjanya dapat di bagi menjadi dua bagian, yaitu
sistem kontrol loop terbuka dan sistem kontrol loop tertutup. 2.7.1. Sistem Kontrol Terbuka (Open Loop)
Sistem yang keluarannya tidak mempunyai pengaruh terhadap
aksi kontrol disebut dengan sistem kontrol terbuka (open loop). Dengan kata lain, sistem kontrol terbuka (open loop) keluarannya tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan
masukan. Dalam suatu sistem kontrol terbuka (open loop), keluaran tidak dapat dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi untuk tiap
masukan acuan berhubungan dengan kondisi operasi tertentu,
sebagai akibat ketepatan dari sistem tergantung kepada kalibrasi.
Pengontrol Sistem
Pengontrol
Input Output
Gambar 2.7. Diagram Sistem Kontrol Terbuka (Open Loop)
2.7.2. Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop)
Sistem yang mempertahankan hubungan yang ditentukan antara
keluaran dan beberapa masukan acuan, dengan membandingkan
mereka dan dengan menggunakan perbedaan sebagai alat kontrol
dinamakan sistem kontrol umpan balik yang sering kali disebut
sebagai Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop).
Pada Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop), semi kesalahan yang bekerja, yaitu perbedaan antara sinyal masukan dan sinyal umpat
balik (yang mungkin sinyal keluarannya sendiri atau fungsi dari
sinyal keluaran dan turunannya), disajikan ke controller sedemikian rupa untuk mengurangi kesalahan dan membawa keluaran sistem ke
nilai yang dikehendaki. Istilah Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop)selalu berarti penggunaan aksi kontrol umpan balik untuk mengurangi kesalahan sistem.
Suatu kelebihan dari Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop) adalah penggunaan umpan balik yang membuat respon sistem relatif
kurang peka terhadap gangguan external dan perubahan internal pada parameter sistem. Pengontrol Sistem Pengontrol Umpan Balik Output Input
Gambar 2.8. Diagram Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop)
2.8. Profesional Home Page (PHP)
PHP adalah salah satu bahasa pemrograman di Internet. PHP bersifat
cepat, gratis dan murah (free), selain itu PHP mendukung penggunaan database seperti MySQL, PostgreSQL, mSQL, Oracle etc. Untuk dapat
menjalankan PHP melalui browser, maka anda diharuskan terlebih dahulu meng-install web server ( misalnya Apache, PWS, IIS ) lalu menginstall PHP. (Sutarman, 2003)
2.8.1. Dasar-Dasar PHP
Pada sub bab ini akan masuk lebih jauh tentang PHP.
Untuk mulai menulis sebuah halaman php, perlu diketahui
beberapa hal, seperti variabel dan konstanta, percabangan,
perulangan dan lainnya. Berikut ini dijelaskan dasar-dasar untuk
menulis sebuah halaman PHP. PHP dijalankan dalam file
setting-an PHP anda, tetapi secara umum ekstensi file PHP adalah *.php. (Hakim, dkk, 2003)
Kode PHP dapat menyatu dengan tag-tag HTML dalam satu file atau disebut embedded. Kode PHP diawali dengan tag<?
atau <?php dan ditutup dengan ?>
Contoh :
<?php phpinfo(); ?>
Struktur penulisan dalam PHP, sama seperti dalam bahasa C,
yaitu setiap pernyataan diakhiri oleh semicolon (;) dan bersifat case sensitive untuk penulisan nama variabel. Cara penulisan komentar dalam PHP juga sama dengan bahasa C.
Contoh :
<?php
$nama = “Komunitas Underground”; // memberikan komentar pada satu baris
$NAMA = “KOMITEK”; /* daerah komentar */
print “$nama = variable menggunakan huruf kecil.<br>”; print “$NAMA = variable menggunakan huruf besar.”; ?>
2.8.2. Tipe Data PHP
PHP mempunyai lima macam tipe data, yaitu :
1. Integer
2. Float/double atau bilangan pecahan
3. String 4. Array
1. Integer
Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak
pakai koma).
contoh :
//Tipe data integer $umur = 25;
$nilai = 90;
pernyataan seperti $umur = 25; disebut pernyataan penugasan. Dalam contoh tersebut maksudnya adalah
memberikan nilai 25 ke variabel $umur.
2. Float/double atau bilangan pecahan
Disebut juga bilangan pecahan. Terdapat tanda titik yang
merupakan pemisah antara bagian bulat dan pecahan.
Contoh :
/* Tipe data Floating/Double*/ $harga = 2500.00;
$nilai = 89.45; 3. Strings
Kumpulan huruf ataupun kata
Contoh :
// Tipe data strings
$nama = ”Irvan Febriansyah”; $umur = ”24 Tahun”;
4. Array
Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam
hanya menyimpan satu nilai saja, array dapat menampung lebih dari satu nilai.
Contoh :
/*Tipe data array */ $nama[0]= ”irvan”;
$nama[1]= ”febrinasyah”;
echo =”Nama Saya = $nama[0] $nama[1]”;
hasilnya:
Nama Saya = irvan febriansyah 5. Class dan Object
Class adalah definisi (cara menggambarkan) suatu benda.
Object adalah benda nyata yang ada dalam session, Object
merupakan instance dari class.
Tiap object memiliki nilai yang berbeda-beda untuk masing-masing properties. Hal ini juga sering dikatakan object
memiliki state yang berbeda satu dengan lainnya. Contoh :
/*Tipe data class & object*/ Class bikin_program{
Function bikin(){
return ”Kuasai bahasa pemprogramman dengan serius”; }
}
$obj= new bikin_program;
echo ”syarat menjadi programmer adalah”.$obj->bikin();
2.8.3. Deklarasi variabel
Variabel akan sangat berguna dalam PHP, terutama karena kita
tahu PHP banyak digunakan untuk menampilkan halaman hompej
pengunjungnya. Dalam PHP penamaan variabel harus memenuhi
beberapa aturan (Siswoutamo, 2005), yaitu:
1. Diawali dengan tanda $. Sebenarnya tanda $ sendiri tidak
termasuk nama dari variabel ini, tetapi hanya sekedar
memberitahukan bahwa apa yang anda tulis adalah variabel.
Jadi $ini adalah variabel, dan "ini" bukan variabel.
2. Setelah tanda $, variabel harus diawali dengan huruf. Tidak boleh memulai variabel dengan angka, atau tanda baca lainnya.
Sebagai contoh $3tidakvalid bukanlah penamaan variabel yang dibenarkan.
3. Nama variabel hanya terdiri dari huruf, angka dan tanda garis
bawah (_). Jadi nama seperti $boleh_dong dibenarkan, dan nama seperti $apa_liat-liat tidak dibenarkan.
4. Tidak dibenarkan memberikan nama variabel dengan sesuatu
(perintah, dan lain-lain) yang sudah ada dan memiliki fungsi
tertentu. Misalnya anda tidak dibenarkan menamakan variabel
anda dengan $print.
5. Penamaan variabel pada PHP case sensitive, artinya huruf besar dibedakan dengan huruf kecil. Contohnya variabel $ini tidak sama dengan variabel $iNi.
Contoh penggunaan variabel dalam script PHP adalah sebagai
<? php
$keadaan = "saya bingung tentang PHP";
print ("Sebelum membaca skripsi ini $keadaan"); print ("<p>");
$keadaan = "saya mahir PHP";
print ("Setelah membaca skripsi ini $keadaan"); ?>
Dapat dilihat pada kode di atas diberi nama variabel $keadaan. Kemudian variabel itu diisi dengan kata "saya bingung tentang PHP" dan ditampilkan hasilnya menggunakan perintah print. Di sini perlu diperhatikan bahwa saat melakukan perintah print, variabel tidak diapit oleh tanda petik maupun koma di atas.
Kemudian berikutnya isi variabel $keadaan di ubah dengan memasukkan kata "saya mahir PHP", dan kembali saya menampilkan variabel itu dengan perintah print.
2.8.4. Operator dalam PHP
Operator merupakan suatu simbol yang dipakai untuk
memanipulasi data, seperti perkalian, penjumlahan, pengurangan,
pembagian.
a. Operator Aritmatika 1. Aritmatika ^ Pangkat
2. Aritmatika – Negasi
3. Aritmatika * , / , \ Perkalian, pembagian, pembagian
Integer Aritmatika Mod Sisa pembagian
5. Concatenation & Penggabungan string
6. Pembanding = Sama dengan
7. Pembanding <> Tidak sama dengan
8. Pembanding < Kecil dari
9. Pembanding > Besar dari
10. Pembanding <= Kecil dari atau sama dengan
11. Pembanding >= Besar dari atau sama dengan
12. Pembanding Is Adalah
13. Logika Not Logika Not
14. Logika And Logika And
15. Logika Or Logika Or
16. Logika Xor Logika Xor
17. Logika Eqv Logika Eqv
18. Logika Imp Logika Imp
2.8.5. Pengulangan dengan while dan for
Pengulangan sangat penting untuk membuat sekumpulan
statement dilakukan secara berulang kali. PHP juga menyediakan fasilitas untuk pengulangan yaitu while dan for sebagai berikut: 1. While
<?
$count = 1;
while ($count <=3) {
print ("Baris nomer $count<br>"); $count = $count + 1;
} ?>
Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan
seperti di bawah ini.
Baris nomer 1
Baris nomer 2
Baris nomer 3
Pengulangan tersebut akan terus dijalankan selama nilai
$count lebih kecil atau sama dengan 3. 2. For
<?
for ($count = 1; $count <= 3; $count++)
{ print ("Ini adalah baris ke-$count <br>"); } ?>
Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan
seperti di bawah ini.
Ini adalah baris ke-1
Ini adalah baris ke-2
Ini adalah baris ke-3
Pada saat baris pengulangan (yang dimulai dari for ($count
= 1; $count <= 3; $count++)) dijalankan untuk pertama kali, maka nilai $count adalah 1.
2.9. Bahasa C
Bahasa pemrograman adalah suatu kumpulan kata (perintah) yang
siap digunakan untuk menulis suatu kode program sehingga kode – kode
program yang kita tulis tersebut akan dapat dikenali oleh kompilator.
(Utami, dkk, 2004)
Bahasa C merupakan salah satu contoh bahasa tingkat tinggi proses
untuk merubah dari bentuk bahasa tingkat tinggi ke tingkat rendah dalam
bahasa pemrograman ada dua tipe, yakni interpreter dan compiler.
Interpreter membaca program berbahasa tingkat tinggi kemudian
mengeksekusi program tersebut seperti gambar pada berikut:
Gambar 2.9. Diagram Langkah Interpreter
Sedangkan compiler membaca program dan menterjemahkan secara keseluruhan kemudian baru dieksekusi. Dalam kasus ini program tingkat
tinggi ini dinamakan kode sumber (source code) dan hasil dari terjemahan sering dinamakan object code atau executeble.
Input Interpreter Output
executor Object
Code
Compiler Output
Input
2.9.1. Struktur Dasar Bahasa C
Bentuk dasar dari bahasa C meliputi:
1. Praprosessor
2. Prototipe fungsi
3. Variabel
4. Fungsi
Bentuk program C seperti tertampil pada ilustrasi berikut
Bentuk Komentar
/* Bentuk Program C */ #include <stdio.h>
float jumlah(float x, float y); Praprosessor
Prototipe fungsi
main() fungsi
{
int a=6; Variabel
int b=3; float c; }
2.9.2. Kompilasi
Nama program bahasa C disimpan dalam ekstensif *.c,
untuk menjadikan program dapat dijalankan maka sourcecode
harus dikompile terlebih dahulu. Dalam LINUX digunakan GNU
Compiler Collection yang disingkat GCC untuk mengkompile
source C. Perintah dasar untuk mengkompile adalah:
# gcc [option] [nama file]
Pada GCC ada dari 100 option yang bisa diberikan pada gcc. Bentuk paling sederhana dalam mengkompile adalah tanpa
kompilasi tanpa option bila sukses akan menghasilkan file
executable bernama a.out. untuk menghasilkan file yang dapat di eksekusi dengan nama selain a.out maka dapat dipergunakan perintah:
# gcc -O [nama file] –o [nama hasil] # gcc –O output.c –o output
2.10.Komponen Pendukung 2.10.1.Resistor
Resistor/tahanan diberi simbol dengan notasi R dalam satuan
ohm. Dalam eletronika tahanan berfungsi sebagai pengatur arus atau
tegangan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai pengatur arus tahanan
dihubungkan parallel dan untuk pengatur tegangan, tahanan
dihubungkan seri.(Pratomo, 2004)
Beberapa tahanan yang dihubungkan secara paralel adalah untuk
memperkecil nilai tahanannya, dengan rumus:
1/Rt = 1/R1 + 1/R2 +….+ 1/Rn
Sedangkan tahanan yang dihubungkan seri adalah untuk
memperbesar nilai tahanan, dengan rumus:
Rt = R1 + R2 + … + Rn
Untuk mengetahui nilai suatu tahanan dapat kita lakukan
alat ukur tahanan ohm meter. Dengan pengukuran langsung ini, nilai
tahanan tersebut dapat kita lihat dengan melihat angka yangtertera
pada alat ukur tersebut. Untuk mengetahui nilai tahanan resistor ini
dapat ditentukan berdasarkan kode warna.
Untuk membaca nilai dari resistor yang berkode warna seperti
gambar.
Hijau Biru Coklat Perak 10%
Gambar 2.11. Resistor Berkode Warna
Untuk membaca nilai dari resistor yang berkode warna seperti
gambar. Maka mulailah dengan garis yang paling dekat ujung
resistor. Garis pertama adalah angka pertama, garis kedua adalah
angka kedua, garis ketiga adalah pengali 10, yang menyatakan
banyaknya nol yang terdapat dibelakang angka kedua yaitu:
kelipatan dari 10. Jadi resistansi resistor pada gambar 2 = hijau, biru,
coklat, perak adalah 560 ohm toleransi perak 10% yang artinya:
Besar tahanan awal 56 x 10 = 560 ohm Besar toleransi 560 x 10% =
2.10.2.Transistor
Transistor merupakan piranti semikonduktor yang digunakan
sebagai saklar dan penguat pada rangkaian. Transistor banyak dibuat
dari bahan silicon. Transistor memiliki tiga kaki, yaitu emitor, basis
dan kolektor, dan terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan
PNP.
Pada rangkaian saklar elektronik, sinyal inputnya berlogika 1
(5 Volt) atau 0 (0 Volt). Nilai ini selalu dipakai pada basis transistor
dengan kolektor dan emitor sebagai short atau open circuit. Pada transistor NPN, pemberian tegangan positif dari basis ke emitor
menyebabkan kolektor dan emitor terhubung singkat sehingga
transistor aktif. Memberikan tegangan negative atau nol volt dari
basis ke emitor menyebabkan hubungan kolektor dan emitor terbuka
atau transistor mati.
2.10.3.Dioda
Dioda adalah peralatan semi konduktor (setengah penghantar) bipolar yaitu kutub Anoda dan kutub Katoda. Dalam operasinya,
dioda akan bekerja bila diberi arus bolak –balik (AC) dan berfungsi sebagai penyearah. Selain itu dioda dapat mengalirkan arus searah
(DC) dari kutub Anoda (+) ke kutub Katoda (-). Jika kutub Anoda diberi arus negatif dan kutub Katoda diberi arus positif maka dioda
akan bersifat menahan arus listrik.
Dioda merupakan gabungan antara bahan semi konduktor tipe
P dan bahan semi konduktor type N. Bahan tipe P adalah bahan
campuran yang terdiri dari germanium atau silikon dengan
alumunium dan merupakan bahan yang kekurangan elektron dan
bersifat positif. Bahan tipe N adalah bahan campuran yang terdiri
dari germanium atau silikon dengan fosfor merupakan bahan yang
kelebihan elektron dan bersifat negatif.
2.10.4.Fotodioda
Fotodioda merupakan komponen elektronik yang nilai
hambatannya berpengaruh terhadap cahaya, ketika tidak ada cahaya
yang mengenai fotodioda, niai hambatan antara kaki fotodioda
sangat besar, sebaliknya ketika ada cahaya yang mengenai fotodioda,
nilai hambatan antara kakinya menjadi sangat kecil. Gambar 2.13
Gambar 2.13. Simbol Fotodioda
2.10.5.Operational Amplifier
Operational Amplifier atau Op-Amp adalah IC yang
umumnya digunakan untuk penguatan sinyal dan nilai
pengaturannya dapat dikontrol melalui penggunaan resistor dan
komponen lainnya. Umumnya Op-Amp terdiri dari dua input dan
satu output. Beberapa poin karakteristik Op-Amp adalah sebagai
berikut :
a. Impedansi input sangat besar
b. Bandwith tidak terbatas
Gambar 2.14. Simbol Fotodioda
Op-Amp juga dapat digunakan sebagai rangkaian pembanding atau
biasa disebut komparator. Pada rangkaian pembanding, Op-Amp
akan membandingkan nilai tegangan antara kaki inverting dan
non-inverting, kemudian akan mengeluarkan tegangan logika 1 atau 0
pada kaki outputnya
.
2.10.6.Relay
Relay adalah sebuah saklar elektromagnetik yang bila dialiri
arus akan menimbulkan medan magnet pada kumparan untuk
menarik saklar. Relay biasanya menggunakan medan magnet dari
sebuah kumparan untuk membuka atau menutup satu atau beberapa