BAB IV ANALISA DAN PENGEMBANGAN SISTEM …
4.6. Menguji, Menverifikasi dan Menvalidasi Keluaran
4.6.2. Ping Terus Menerus
Pengujian dengan ping terus menerus ke komputer server
menggunakan dua unit Personal Computer (PC), yaitu: server dan
user/client. Satu unit dari user/client diset untuk melakukan ping
(pada DOS prompt diketikkan ping 192.168.0.1 -t) terus menerus tanpa berhenti selama proses pengujian tahap ini
berlangsung. Ping ini dilakukan untuk mencoba sedikit mengganggu kerja server.
Komputer user/client yang satu lagi digunakan untuk melakukan pengendalian lampu gedung. Dalam kasus ini kerja
server akan sedikit terganggu karena disamping melayani permintaan pengendalian lampu gedung juga melayani permintaan ping dari
user/client secara bersamaan. Komputer server dalam keadaan
standby, karena komputer server juga sebagai kompuer untuk mengontrol lampu ruangan gedung, dan juga sebagai browser atas permintaan client/user, client/user melakukan pengendalian lampu gedung. Beban server pada tahap ini lebih berat dari dua kondisi sebelumnya karena melakukan browsing juga melayani permintaan user/client pada waktu yang bersamaan.
4.6.3. Cara Pengoperasian Alat
Setelah rancangan sistem telah dibahas dan untuk
tahap-tahap dalam mengoperasian alat “Aplikasi Gedung Terkontrol
Melalui Intranet” ada beberapa langkah sebagai berikut :
a. Aktifkan Apache Web Server pada komputer terkontrol pastikan hubungan jaringan antara server & user/client terhubung.
b. Pada komputer user/client jalankan aplikasi web browser
Mozilla-Firefox dengan memasukkan alamat server.
c. Pada halaman login, isi username & password dengan benar, maka akan diberikan URL tampilan halaman “Aplikasi Gedung Terkontrol Melalui Intranet”, pilih pada checkbox lampu lantai berapa saja yang mau diaktifkan
Berdasarkan hasil penelitian dan perancangan sistem kendali lampu ruangan gedung jarak jauh lewat Intranet ini dapat diambil beberapa kesimpulan, keterbatasan sistem dan saran-saran sebagai berikut :
5.1 Kesimpulan
a. Penggunaan paralel port sebagai interface untuk mengendalikan perangkat keras, merupakan salah satu cara pemanfaatan dari sinyal-sinyal yang dikeluarkan oleh pin-pin paralell port. Diantaranya pin-pin data yang terdiri dari D0-D7, yang berfungsi sebagai keluaran dari parallel port dengan tegangan keluaran TTL sebesar 5 Volt, pin status yang berfungsi sebagai
input masukan untuk PC, sehingga memungkinkan kita merancang sebuah sistem dengan mengambil umpan balik dari perangkat luar.
b. Dengan adanya rangkain pendeteksi cahaya cahaya lampu LED menggunakan sensor fotodioda, maka dapat diketahui keadaan status lampu hidup / mati.
c. Dari pengujian kinerja sistem pendukung diperoleh hasil, bahwa sistem kendali lampu ruangan yang digunakan sebagai objek pengendalian dapat dikontrol oleh user melalui media Internet.
d. Karena keterbatasan input dari port parallel untuk mendeteksi status lampu hanya bisa di deteksi 4 lampu.
e. Semakin sedikit sumber daya server yang digunakan, semakin sedikit pemakai jaringan Internet maka proses pengontrolan semakin cepat dilakukan, begitu pula sebaliknya apabila sumber daya server terbagi untuk aktifitas yang lain.
5.2 Saran-saran
a. Sistem ini juga dapat bekerja bila terkoneksi ke internet. Untuk itu perlu dipikirkan pengembangannya dengan menambah server komputer agar dapat terkoneksi ke internet.
b. Untuk menghindari user yang tidak berkepentingan disarankan membuat aplikasi validasi user dengan menggunakan metode antara lain database,
metode session & metode cookies.
c. Dalam perancangan sistem ini dapat dikembangkan lagi dengan pengaturan gedung secara keseluruhan misalnya pengontrolan gerbang, lift, eskalator dan lainnya.
d. Penggunaan paralel port interface memiliki kekurangan yakni dalam mencetak informasi ke printer tidak dapat dilakukan selama rangkaian terpasang.
e. Agar dapat mengetahui keadaan status 8 lampu hidup / mati di dalam aplikasi, maka yang digunakan adalah port serial .
85
Ardiansyah, et all. 2002. Open Source LINUX : Membangun Kekuatan Baru Teknologi Informasi Dunia. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Ayun Qurratu. “Video Profil FST : 2007 03:41:58. Didownload http://www.youtube.com 12 September 2009.
Adi Nugroho Agung. “Sensor Cahaya : 1 Januari 2010, 13.00:21. Didownload http://www.ikhsanpratama.wordpress 12 Februari 2010.
Daryant, Tri. 2009. Membangun Prototype Aplikasi Pengendali Listrik Ruangan Pada Gedung Berbasis Jaringan Tcp/Ip Pengendalian Lampu Lalu Lintas Berbasis : Skripsi Tidak Diterbitkan.
Hakim Lukmanul dan Musalini Uus. 2003. 150 Rahasia dan Trik Menguasai PHP. Jakarta : Elex Media Komputindo..
Indartono Sony. 2007. Komunikasi Paralel Pada Rancang Bangun Pengontrolan Lampu Rumah Via Sms (Short Message Service) Menggunakan Borland Delphi 6.0 : Skripsi Tidak Diterbitkan
Pratomo, Andi. K. 2004. Rangkaian Elektronik Praktis. Jakarta : Puspa Swara.
Purwanto Mufid D dan Herlambang M. Tito. 2002. Membangun Web Server dengan LINUX. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Purbo W Onno. 1999. TCP/IP Standar, Desain, dan Implementasi. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Utami Ema dan Suwanto Rahardjo. 2004. Belajar Bahasa C di GNU/LINUX.. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sembiring, Jhony H. 2003. Jaringan Komputer Berbasis Linux.. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Raharjo Budi dan Joni I Made. 2006. Pemograman C dan Implementasinya. Bandung :
Elex Media Komputindo
Sridadi, Bambang. Pemodelan dan Simulasi Sistem : Teori, Aplikasi dan Contoh Program
dalam Bahasa C. Jakarta. 2009.
Sutarman. 2003. Membangun Aplikasi Web dengan PHP dan MySQL. Jakarta:Graha Ilmu,. Siswoutomo Wiwit. 2005. .PHP Undercover. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Tel : 087888832125 Fax : (021) 8727845 e-mail : [email protected]
b
Staf Pengajar Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tel : 08129430430 e-mail : [email protected]
c
Staf Pengajar Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tel : (021) 823026 Fax : (021) 8624025 e-mail : nanang@mti.gadjahmada.edu
ABSTRACT
Technological developments in the world is increasingly rapidly, computers have been in almost every house, building or office space. Most computers more frequently used for typing purposes, film, music and games. Though computers can also be used for the purpose of controlling household electrical appliances such as lights, fans and others using Parallel Port (Printer Port). The increasing use of information technology in different fields so that a reference writers to overcome the problem of controlling the room from the buildings that have long distances to turn off electrical equipment in-room space in different buildings. So to turn the rooms of many buildings require energy and time wasted, it is very inefficient for today. The method used in developing simulation writers in general, in this case used is a computer model. In this building the control system consists of the Client and Server. The software will be used consisting of: Linux, PHP (Personal Home Page), Flash, Java Script, C Programming Language, hardware drivers that will be used to control the lamp consists of buildings and photodiode sensors to determine the status lights.
Keywords: Network Intranet, Lamp Driver Controller, Sensor Photodiodes
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi di dunia semakin hari semakin pesat, komputer sudah berada hampir di semua rumah, gedung atau perkantoran. Kebanyakan komputer lebih sering digunakan untuk keperluan ketik-mengetik, film, musik dan permainan. Padahal komputer juga bisa digunakan untuk keperluan pengontrolan peralatan listrik rumah tangga seperti lampu, kipas angin dan lain-lain dengan memanfaatkan Parallel Port (Port printer) pada komputer tersebut sehingga menjadikan komputer sebagai alat bantu utama manusia. (Pratomo, 2004)
Dalam dunia komputer, port adalah satu set instruksi atau perintah sinyal dimana microprocessor atau CPU
(Central Processing Unit) menggunakannya untuk
memindahkan data dari atau ke piranti lain. Penggunaan umum port adalah untuk berkomunikasi dengan printer, modem, keyboard dan display. Kebanyakan port-port komputer adalah berupa kode digital, di mana tiap-tiap sinyal atau bit adalah berupa kode biner 1 atau 0. (Joni, dkk, 2006).
Dengan adannya jaringan intranet, suatu sistem peralatan yang ditangani oleh komputer, maka semuanya akan terasa lebih otomatis, lebih praktis, lebih efisien dalam hal waktu yang menunjukkan keuntungan-keuntungan bila dibandingkan dengan pengerjaan secara manual.
Penggunaan komputer untuk pengendalian lampu gedung yang dilaksanakan secara sentral banyak
sehingga untuk memantau dan mengontrol pemakaian listrik pada suatu waktu dibagian gedung atau ruangan masih dikontrol dan dipantau oleh seorang petugas yang berjaga, bisa dibayangkan apabila bangunan tersebut relatif besar, luas dan mempunyai banyak ruangan juga banyak lantai, sangat tidak efisien waktu yang dibutuhkan seorang petugas yang berjaga hanya untuk memantau atau mengecek penggunaan listrik pada bangunan gedung tersebut.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut dapat dirumuskan bahwa permasalahan yang ada adalah : 1. Bagaimana membuat suatu aplikasi mengontrol
lampu gedung secara otomatis dalam suatu jaringan intranet ?
2. Bagaiamana memanfaatkan port parallel sebagai penghubung antara hardware dan software ?
3. Bagaimana cara user untuk mendeteksi suatu lampu apabila dalam keadaan mati/putus ?
1.3. Pembatasan Masalah
Pada pembahasan skripsi ini penulis membatasi masalah dengan ruang lingkup sebagai berikut :
1. Simulasi pengontrolan lampu gedung
menggunakan rangkaian PCB yang sudah dipasang 8 buah lampu led dan menggunakan sensor fotodioda.
2. Penggunaan paralell port sebagai interface untuk mengendalikan perangkat keras.
3. Perangkat lunak khusus dibuat dan ditujukan untuk mengontrol peralatan listrik seperti lampu yang ada pada satu buah gedung yang sama.
4. Kemampuan penggunaan aplikasi sebatas Local Area Network
1.4. Tujuan Penulisan
Tujuan yang diharapkan dari pembuatan skripsi ini adalah :
1. Mengaplikasikan dua komputer sebagai
pengontrolan lampu gedung melalui jaringan intranet sehingga lampu gedung tersebut dapat dikontrol dari jauh mati dan hidupnya.
2. Meneliti dan menguji fenomena dan permasalahan yang terjadi.
Penulisan skripsi ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada pihak-pihak berikut :
a. Bagi Penulis:
1. Agar dapat mengetahui serta meneliti sistem
kerja sebuah pengendali lampu secara otomatis melalui web.
2. Dapat membuat suatu sistem pengontrol
terpusat, maka kerepotan dalam hal mengontrol peralatan listrik seperti lampu dapat diminimalisasi sehingga efisiensi dapat ditingkatkan.
b. Bagi Universitas:
1. Sebagai tolok ukur keberhasilan proses
belajar mengajar yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pihak akademik dan sebagai referensi bagi mahasiswa dalam penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan studi yang dibahas dalam laporan Tugas Akhir ini.
c. Bagi Pengguna
1. Dengan pengendali jarak jauh, pekerjaan
mematikan lampu akan menjadi lebih mudah dan ringan
2. Menghemat waktu dan tenaga
1.6. Metode Penelitian
Dalam menyusun skripsi ini, diperlukan data-data informasi yang lengkap sebagai bahan yang dapat mendukung kebenaran materi uraian dan pembahasan. Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan, ada beberapa metode yang penulis lakukan :
1.6.1. Metode Pengumpulan Data :
1. Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan mengamati secara langsung pada gedung FST UIN Jakarta.
2. Metode Studi Pustaka
Untuk menambah referensi akan teori-teori yang diperlukan penulis melakukan studi pustaka dengan membaca dan mempelajari secara mendalam literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Diantaranya buku-buku, catatan, dan artikel baik cetak maupun elektronik.
3. Metode Literatur
Studi Literatur ini merupakan kajian teoritis yang dilakukan penulis atas referensi-referensi yang berkaitan dengan penelitian. Kajian ini
dapat dijabarkan rumusannya secara pasti, lebih merupakan seni, yang dapat diberikan sebagai pegangan dalam membuat suatu model hanya petunjuk – petunjuk garis besarnya saja.
Proses tahapan dalam mengembangkan model dan simulasi komputer secara umum sebagai berikut : 1. Memahami sistem yang akan disimulasikan. 2. Mengembangkan model dari sistem. 3. Mengembangkan model untuk simulasi. 4. Membuat program (software) komputer
5. Menguji, menverifikasi dan menvalidasi
keluaran simulasi.
6. Mengeksekusi program simulasi.
2. LANDASAN TEORI
2.1. Definisi Simulasi
Simulasi adalah proses implementasi model menjadi program komputer (software) atau rangkaian elektronik dan mengeksekusi software tersebut sedemikian rupa sehingga perilakunya menirukan atau menyerupai sistem nyata (realtitas). Jadi simulasi adalah proses merancang model dari suatu sistem yang sebenarnya, mengadakan percobaan – percobaan terhadap model tersebut.
2.2. Definisi Pemodelan Sistem
Pemodelan adala tahapan (langkah) dalam membuat model dari suatu sistem nyata (realitas). Bahasa yang disepakati dalam pemodelan bisa dalam bentuk bahasa alamiah (natural) seperti bahasa indonesia, bahasa gambar, bahasa simbol, bahasa matematika, atau bahasa komputer. Namun demikian, kebanyakan model untuk simulasi biasanya dalam bentuk model komputer.
2.3. Definisi Jaringan Komputer
Jaringan komputer secara bahasa sederhana atau umum dapat diartikan sebagai suatu komunikasi yang dilakukan oleh beberapa komputer yang terhubung melalui perangkat keras jaringan ( Ethernet Card,
Token Ring, Modem dan Sebagainya ) atau bisa
diartikan juga sebagai kumpulan interkoneksi sejumlah komputer. Dua buah komputer dapat dikatakan
Protocol/Internet Protocol. Meskipun TCP/IP
baru-baru ini saja menjadi protokol standard, namun umumnya telah lebih dari 20 tahun, digunakan pertama kali untuk menghubungkan komputer-komputer pemerintah (USA) dan sekarang telah menjadi dasar bagi internet, jaringan terbesar dari jaringan komputer di seluruh dunia. Pada saat ini, TCP/IP memiliki keunggulan sehubungan dengan kompatibilitasnya dengan beragam perangkat keras dan sistem operasi (Onno, 1999).
2.5. Linux
Linux dibaca sebagai "lainaks" atau "linaks", orang Indonesia menyebutnya sebagai "linuks". Linux adalah salah satu "Sistem Operasi" yang merupakan implementasi yang meniru Unix untuk komputer "mikro". Unix adalah sistem operasi yang diciptakan oleh Ken Thompson, Dennis Ritchie, dan Brian Kernighan pada tahun 1969, ketika diminta untuk menulis suatu sistem operasi yang akan digunakan oleh komputer PDP-7. Unix didasarkan pada sistem operasi MULTICS (MULTiplexed Information and Computing
System) sehingga mula-mula disebut UNICS
(UNIplexed Information and Computing System),
kemudian nama ini dipopulerkan sebagai unix.
2.6. Antar Muka
Interface atau antarmuka adalah rangkaian yang
bertugas menyesuaikan kerja dari piranti peripheral
yang sesuai dengan cara kerja komputer itu sendiri. Rangkaian ini diperlukan karena besarnya (tegangan, arus, daya dan kecepatan proses) piranti peripheral
kebanyakan tidak sesuai dengan peripheral
input-output device, maka besaran ini harus disesuaikan
dengan bantuan interface.
Untuk menghubungkan piranti peripheral seperti relay,
motor, indicator, sensor, catu daya, IC, yang dapat
diprogram, pembangkit frekuensi dan lain-lain ini perlu
interface. Pengertian interface sendiri adalah rangkaian elektronik yang digunakan untuk menghubungkan antara dua sistem, agar sistem tersebut bisa berkomunikasi atau proses handshaking. Dengan bantuan interface komputer dapat digunakan sebagai pemberi dan penerima sinyal dari rangkaian yang akan dikontrol. (Raharjo, dkk, 2006)
bagian yang dapat bergerak untuk melaksanakan pengubahan gaya, gerak atau listrik agar menghasilkan suatu usaha, yang keseluruhan sifatnya terkontrol. Baik itu dikontrol langsung oleh manusia sebagai operator maupun yang terkontrol secara otomatis berdasarkan rancangan kerja suatu alat tertentu. Tujuan pengontrolan/pengendalian adalah untuk menciptakan hasil kerja yang optimal, sesuai dengan output yang diharapkan dan meminimalkan kesalahan.
2.8. PHP
PHP adalah salah satu bahasa pemrograman di Internet. PHP bersifat cepat, gratis dan murah (free), selain itu PHP mendukung penggunaan database seperti MySQL, PostgreSQL, mSQL, Oracle etc. Untuk dapat menjalankan PHP melalui browser, maka anda
diharuskan terlebih dahulu meng-install web server
( misalnya Apache, PWS, IIS ) lalu menginstall PHP. (Sutarman, 2003)
2.9. Bahasa C
Bahasa pemrograman adalah suatu kumpulan kata (perintah) yang siap digunakan untuk menulis suatu kode program sehingga kode – kode program yang kita
tulis tersebut akan dapat dikenali oleh kompilator. (Utami, dkk, 2004)
Bahasa C merupakan salah satu contoh bahasa tingkat tinggi proses untuk merubah dari bentuk bahasa tingkat tinggi ke tingkat rendah dalam bahasa pemrograman ada dua tipe, yakni interpreter dan compiler
3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu
Lokasi yang dijadikan sebagai sampel penelitian bertempat di Fakultas Saints dan Teknologi sedangkan waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus hingga September 2009 jadwal pelaksanaan penelitian terlampir pada lampiran III.
3.2. Alat
Persyaratan minimal kebutuhan perangkat keras yang digunakan dapat digolongkan menjadi dua yaitu kebutuhan perangkat keras di sisi penyedia layanan
2. Macromedia Dreamwiever sebagai perangkat
lunak untuk mendesain web dan sebagai tools coding.
3. Apache sebagai perangkat lunak untuk web
server bahasa pemograman PHP.
4. PHP dan Bahasa C sebagai bahasa
pemrograman sistem yang akan dibuat.
5. Mozilla, IE, Opera dan sejenis browser lainya sebagai alat penampil program yang telah dibuat. 2. Spesifikasi perangkat keras yang digunakan peneliti
dalam simulasi pengendali lampu gedung adalah: a. Sisi penyedia layanan (server
Perangkat keras minimal yang sebaiknya dipenuhi pada sisi penyedia layanan antara lain : 1. Prosesor : Dualcore PIV Asus
2. Memori : 1 Gb
3. Harddisk : 120 Gigabyte
4. Perangkat Komunikasi : VIA PCI 10/100MB Fast Ethernet
b. Sisi pengguna layanan (client)
Perangkat keras minimal yang sebaiknya dipenuhi pada sisi pengguna layanan (client)
antara lain :
1. Pentium III 600 MB keatas 2. Hardisk 10 Gb
3. Memori 256 MB 4. Ehernet Card
3.3. Metode Pengumpulan Data
1. Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan mengamati secara langsung pada gedung FST UIN Jakarta.
2. Metode Studi Pustaka
Untuk menambah referensi akan teori-teori yang diperlukan penulis melakukan studi pustaka dengan membaca dan mempelajari secara mendalam literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Diantaranya buku-buku, catatan, dan artikel baik cetak maupun elektronik dapat dilihat pada daftar pustaka
3. Metode Literatur
Studi Literatur ini merupakan kajian teoritis yang dilakukan penulis atas referensi-referensi yang berkaitan dengan penelitian. Kajian ini dimaksudkan untuk menjelaskan beberapa teori terkait sebagai dasar pijakan dari analisa dan simulasi yang akan dilakukan
Jika pengembang model tidak atau belum mengetahui cara kerja sistem yang akan dimodel simulasikan maka pengembang perlu meminta seorang ahli (pakar) dibidang sistem yang bersangkutan. Misalnya sistem elekronik perlu seorang ahli elektro. Hasil dari pemahaman sistem dapat berupa penjelasan kata – kata atau diagram konteks (context diagram) yang menjelaskan hubungan antara sistem dengan lingkungannya. Dalam hal ini context diagram dapat dilihat di bab 4 sub bab 4.2.
b. Mengembangkan model komputer dari sistem Apabila pengembang sudah mengetahui cara kerja sistem yang bersangkutan, maka tahap berikutnya adalah menformulasikan model komputer dari sistem disesuaikan dengan karakteristik sistem dan tujuan dari permodelan. Kadang – kadang model komputer lebih mudah dipahami dengan digabung dengan model diagram seperti diagram alir data
(data flow diagram). Dalam hal ini data flow
diagram dapat dilihat di bab 4 sub bab 4.3. c. Mengembangkan model komputer untuk simulasi
Kadang – kadang model komputer yang dihasilkan pada tahap b diatas terlalu rumit, sehingga tergantung tujuan dari simulasi, model komputer perlu disederhanakan. Diagram alir data pada tahap b diatas dirinci lebih lanjut sehingga menghasilkan beberapa chart alir (flow chart). Dalam hal ini flow chart diagram dapat dilihat di bab 4 sub bab 4.4. d. Membuat program (software) komputer
Beberapa flowchart hasil dari tahap c diatas kemudian diimplemetasi lebih lanjut menjadi program (software) komputer. Ada beberapa bahasa komputer (kompiler) yang cocok untuk simulasi komputer, namun ada juga bahasa komputer yang tidak cocok untuk simulasi komputer, ini tergantung fasilitas apa saja yang tersedia pada komputer yang bersangkutan untuk mendukung simulasi misalnya pustaka (library) fungsi dan prosedur, gui (graphical user interface), berorientasi objek, ketergantungan perangkat keras. Yang mendukung pembuatan software / hardware dapat dilihat di bab 4 sub bab 4.5
e. Menguji, memverifikasi dan menvalidasi keluaran simulasi
Simulasi pada dasarnya adalah menirukan sistem nyata, sehingga tolak ukur baik tidaknya simulasi adalah sejauh mana kemiripan hasil simulasi dibandingkan dengan sistem nyata. Pengujian
dapat dilihat di bab 4 sub bab 4.6.
f. Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu.
Eksekusi (running) program komputer bisa dilakukan secara waktu nyata (real time)
Dalam hal ini penulis melakukan tahapan diatas hanya sampai Menguji, memverifikasi dan menvalidasi keluaran simulasi tidak sampai kepada waktu nyata / realtime.
4. ANALISIS DAN PENGEMBANGAN SISTEM
4.1. Profil Fakultas Sains Teknologi
Sejarah Fakultas Sains dan Teknologi (FST) tidak bisa dilepaskan dari sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta secara keseluruhan. Perjalanan sejarah UIN Jakarta merupakan cermin dari perjuangan umat Islam Indonesia yang tak kenal lelah untuk memiliki sebuah lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan intelektual yang profesional dan bermoral, dimulai dari berdirinya Akademi Dinas llmu Agama (ADIA) pada tanggal 1 Juni 1957 sampai periode I960, sebagai fakultas dari IAIN Al-Jami'ah yang berpusat di Yogyakarta (1960-1963) dan sebagai IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari tahun 1963 sampai resmi menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 31 Tahun 2002, 20 Mei 2002.
Fakultas Saint dan Teknologi memiliki gedung perkuliahan 7 lantai yang memilliki kombinasi kelas besar dengan kapasitas 40 orang dan kelas kecil dengan kapasitas maksimum 20 orang. Gedung saint dan teknologi dilengkapi dengan studio cyber multimedia, 3 teater room yang memiliki masing - - masing kapasistas 250 orang serta dilengkapi dengan studio bisnis manajemen, serta dilengkapi dengan 33 laboratorium yang terintegrasi dengan labortarium terpadu. (Ayun Qurrotu, http://www.youtube.com= video profil FST:2007)
pembahasan dari sistem dimana medianya adalah
context diagram. Context diagram adalah sebuah
gambaran dari sistem yang menampilkan atau memperlihatkan batasan-batasan dari suatu sistem,
entity-entity yang berinteraksi secara umum yang
mengalir diantara entity dari sistem. Berikut ini dapat dilihat gambar context diagram sistem yang dirancang .
Gambar 4.1 Context Diagram Sistem Lampu Gedung Terkontrol melalui Intranet
Dari context diagram di atas dapat dilihat bahwa sistem ini berinteraksi dengan tiga external entity, yaitu user
sebagai pengendali yang melakukan pengontrolan jarak jauh lewat intranet. Komputer kontrol berfungsi untuk menggerakkan sistem kendali untuk lampu dalam ruangan gedung dengan data yang diperolehnya dari
server.
Jika sistem kendali untuk lampu dalam ruangan gedung aktif maka komputer kontrol akan mengirim bit 1 ke
server Web dan sebaliknya jika tidak aktif maka sistem