• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari hingga Desember 2008. Pengambilan sampel dan studi etnobotani Selaginella dilakukan di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS). Sampel untuk pembuatan ekstrak S. plana diambil dari kampus IPB

Darmaga. Identifikasi dan pembuatan

herbarium dan eksrak Selaginella dilakukan di Laboratorium Herbarium dan Taksonomi

Tumbuhan. Uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil dilakukan di Laboratorium Penelitian Fisiologi Tumbuhan, Departemen Biologi, IPB.

.

Bahan dan Alat

Biodiversitas. Bahan yang digunakan dalam eksplorasi ke lapang dan pembuatan herbarium yaitu buku catatan lapang, foto spesies Selaginella yang telah teridentifikasi, kertas koran, spesimen Selaginella kering, kertas HVS, dan kertas pembungkus. Alat yang digunakan kantong plastik besar, label, isolasi/tali, pisau, pensil, kamera, altimeter, lem, pulpen, alat pengepres, oven dan alat penerang.

Bahan yang digunakan dalam identifikasi yaitu buku tulis. spesimen Selaginella segar, herbarium Selaginella, foto spesies Selaginella

yang telah teridentifikasi, dan kunci khusus identifikasi Selaginella Alston (1935) dan Jinn-Lai & Wang-Cheung (2003). Alat yang digunakan yaitu kaca pembesar, penggaris, dan pulpen.

Etnobotani. Bahan dan alat yang digunakan dalam studi etnobotani meliputi buku catatan lapang, kuesioner, Selaginella

segar yang didapatkan disekitar lokasi studi, pensil, kamera, altimeter, alat penerang, dan alat perekam.

Uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil. Bahan tanaman yang digunakan terdiri dari tiga spesies yaitu S. ornata, S. plana

dan S. willdenovii. S. ornata, dan S. willdenovii

berasal dari TNGHS sedangkan S. plana

berasal dari kampus IPB Darmaga.

Bahan kimia yang digunakan untuk uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil adalah ekstrak Selaginella, FeSO4 1 mM,

1,10-phenanthroline 1 mM, bufer fosfat 0.2 M pH 5, dan H2O2 0.17 M (Lampiran 1) .

Alat yang digunakan untuk uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil adalah alat-alat standar uji laboratorium, meliputi blender,

rotasi evaporator, corong gelas, freeze dryer, tabung reaksi, gelas piala, gelas ukur, pH meter, spektrofotometer cahaya tampak Genesis 20, oven, dan inkubator.

Metode

Biodiversitas. Studi biodiversitas

Selaginella dilakukan dengan mengeksplorasi

Selaginella di Taman Nasional Gunung

Halimun-Salak (TNGHS) pada 6 titik

pengambilan sampel yaitu :

A : sekitar Stasiun Pusat Penelitian Cikaniki 950 mdpl.

B : Stasiun Pusat Penelitian Cikaniki - HM 15 - Desa Citalahab Sentral - Timbangan 3 - Timbangan 2 - Timbangan 1 –

Radikal hidroksil merupakan jenis ROS yang paling reaktif dan dapat beregenerasi di dalam sel hidup melalui reaksi Fenton. Selain itu, radikal hidroksil juga dapat bereaksi dengan berbagai senyawa seperti protein, asam nukleat, dan lipid, bahkan radikal hidoksil dapat menyerang target tanpa spesifikasi tertentu sehingga berpotensi mengakibatkan kerusakan sel maupun jaringan (Lautan 1997; Halliwell 2002).

Di dunia, eksplorasi keanekaragaman spesies Selaginella telah banyak dipelajari, antara lain keanekaragaman Selaginella di India (Panigrahi & Dixit 1966), Thailand (Tagawa & Iwatsuki 1967), Taiwan (Jinn-Lai & Wang-Cheung 2003), dan Cina (Xian-Chun 2001). Selain keanekaragaman, kegunaan

Selaginella di dunia juga telah banyak dipelajari, seperti potensi S. bryopteris sebagai antioksidan dan perlindungan sel terhadap sinar UV (Sah et al. 2005), antioksidan pada S. labordei (Chen et al. 2005), Selaginellaceae sebagai indikator kualitas hutan (Beukema &

Noordwijk 2004), antikanker pada S.

tamariscina (Lee et al. 2004), dan antioksidan pada S. involvens, S. delicatula, dan S. wightii

(Gayathri et al. 2005).

Namun di Indonesia tumbuhan Selaginella

belum banyak dieksplorasi, dikaji secara ilmiah, dan dipublikasikan sebagai bahan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini terbukti dengan masih sedikitnya jurnal-jurnal atau artikel ilmiah yang membahas Selaginella

di Indonesia sebagai tanaman obat. Tujuan

Mengkaji dan mengidentifikasi

keanekaragaman Selaginella spp., mengetahui kegunaannya sebagai obat tradisional oleh masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), dan membuktikan

secara ilmiah kemampuannya sebagai

antioksidan dalam penghilangan radikal hidroksil.

BAHAN DAN METODE

Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari hingga Desember 2008. Pengambilan sampel dan studi etnobotani Selaginella dilakukan di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS). Sampel untuk pembuatan ekstrak S. plana diambil dari kampus IPB

Darmaga. Identifikasi dan pembuatan

herbarium dan eksrak Selaginella dilakukan di Laboratorium Herbarium dan Taksonomi

Tumbuhan. Uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil dilakukan di Laboratorium Penelitian Fisiologi Tumbuhan, Departemen Biologi, IPB.

.

Bahan dan Alat

Biodiversitas. Bahan yang digunakan dalam eksplorasi ke lapang dan pembuatan herbarium yaitu buku catatan lapang, foto spesies Selaginella yang telah teridentifikasi, kertas koran, spesimen Selaginella kering, kertas HVS, dan kertas pembungkus. Alat yang digunakan kantong plastik besar, label, isolasi/tali, pisau, pensil, kamera, altimeter, lem, pulpen, alat pengepres, oven dan alat penerang.

Bahan yang digunakan dalam identifikasi yaitu buku tulis. spesimen Selaginella segar, herbarium Selaginella, foto spesies Selaginella

yang telah teridentifikasi, dan kunci khusus identifikasi Selaginella Alston (1935) dan Jinn-Lai & Wang-Cheung (2003). Alat yang digunakan yaitu kaca pembesar, penggaris, dan pulpen.

Etnobotani. Bahan dan alat yang digunakan dalam studi etnobotani meliputi buku catatan lapang, kuesioner, Selaginella

segar yang didapatkan disekitar lokasi studi, pensil, kamera, altimeter, alat penerang, dan alat perekam.

Uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil. Bahan tanaman yang digunakan terdiri dari tiga spesies yaitu S. ornata, S. plana

dan S. willdenovii. S. ornata, dan S. willdenovii

berasal dari TNGHS sedangkan S. plana

berasal dari kampus IPB Darmaga.

Bahan kimia yang digunakan untuk uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil adalah ekstrak Selaginella, FeSO4 1 mM,

1,10-phenanthroline 1 mM, bufer fosfat 0.2 M pH 5, dan H2O2 0.17 M (Lampiran 1) .

Alat yang digunakan untuk uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil adalah alat-alat standar uji laboratorium, meliputi blender,

rotasi evaporator, corong gelas, freeze dryer, tabung reaksi, gelas piala, gelas ukur, pH meter, spektrofotometer cahaya tampak Genesis 20, oven, dan inkubator.

Metode

Biodiversitas. Studi biodiversitas

Selaginella dilakukan dengan mengeksplorasi

Selaginella di Taman Nasional Gunung

Halimun-Salak (TNGHS) pada 6 titik

pengambilan sampel yaitu :

A : sekitar Stasiun Pusat Penelitian Cikaniki 950 mdpl.

B : Stasiun Pusat Penelitian Cikaniki - HM 15 - Desa Citalahab Sentral - Timbangan 3 - Timbangan 2 - Timbangan 1 –

Stasiun Pusat Penelitian Cikaniki 950-1100 mdpl.

C : Stasiun Pusat Penelitian Cikaniki – Balai TNGHS 690-1000 mdpl.

D : Balai TNGHS - Kelapanunggal 670-700 mdpl.

E : Cibatok - Gn. Bunder - Cikampak 765-801 mdpl.

F : Sukawayana - Ciptarasa 150-750 mdpl (Lampiran 2).

Hasil koleksi Selaginella yang diperoleh dari lapang sebagian digunakan untuk pembuatan herbarium dan sebagian yang lain untuk pembuatan ekstrak.

Nilai kelimpahan diperoleh dengan

pendekatan jumlah individu dalam satu rumpun dan frekuensi rumpun Selaginella yang diperoleh dari hasil eksplorasi dengan kriteria tertentu. Untuk jumlah individu dalam satu rumpun diklasifikasikan kedalam empat nilai, yaitu:

1-3 individu/rumpun : sangat sedikit 4-10 individu/rumpun : sedikit 11-50 individu/rumpun : banyak > 50 individu/rumpun : sangat banyak

Frekuensi rumpun juga diklasifikasikan kedalam empat nilai, yaitu:

1-3 kali : sangat jarang 4-10 kali : jarang 11-30 kali : sering > 30 kali : sangat sering

Pembuatan herbarium mengikuti metode standar (Lawrence 1955). Seluruh bagian tumbuhan dicuci. Satu individu Selaginella

diletakkan diantara dua tumpukan kertas HVS didalam lipatan kertas koran. Tumpukan ditambah sesuai dengan banyaknya spesies yang akan dibuat herbarium dan disesuaikan dengan kapasitas oven yang akan dipakai. Kemudian tumpukan spesimen tadi dipres dengan alat pengepres dari kayu berukuran 31 cm x 40.5 cm di bagian terbawah dan teratas, dan dikeringkan dalam oven 600C selama 3 hari untuk bagian daun dan selama 5 hari untuk bagian batang. Selanjutnya spesimen kering ditempelkan pada kertas herbarium dengan ukuran standar (30.5 cm x 43.25 cm). Label herbarium (7 cm x 10.3 cm) diletakkan di sudut kanan bawah dari kertas. Informasi dalam label meliputi nama spesies, propinsi dan kabupaten, lokasi, tipe vegetasi, catatan, tanggal, altitut, kolektor, dan nomor koleksi. Herbarium

disimpan di lemari herbarium dengan

dibungkus kertas berwarna gelap berukuran 31 cm x 45.5 cm).

Identifikasi jenis-jenis Selaginella

dilakukan dengan membandingkan sampel segar maupun herbarium yang diperoleh dengan koleksi herbarium atau foto dari spesies yang telah teridentifikasi dan kunci khusus identifikasi Selaginella Alston (1935) dan Jinn-Lai & Wang-Cheung (2003).

Etnobotani. Studi etnobotani dilakukan dengan menggunakan ethnodirect sampling methode, yaitu menggali informasi dari para ahli lokal terhadap aspek etnobotani Selaginella. Studi ini dilakukan di tiga titik pengambilan sampel yaitu masyarakat Desa Citalahab Sentral (20 Februari 2008), desa disekitar Gunung Bunder (12 April 2008), dan Desa Kasepuhan Adat Banten Kidul (17 April 2008)

(Lampiran 2). Cara pengambilan data

menggunakan wawancara semi struktural dengan 3 responden, yaitu dukun, pemandu, dan warga sekitar lokasi studi etnobotani.

Uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah spesies Selaginella yang terdiri dari tiga taraf, yaitu S. ornata, S. plana, dan S. willdenovii. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak

Selaginella yang terdiri dari lima taraf, yaitu 0, 25, 50, 75, dan 100 µg/ml. Percobaan dilakukan 3 kali ulangan sehingga total unit percobaan uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil adalah 45 unit.

Aktivitas penghilangan radikal hidroksil diukur dengan menggunakan prinsip reaksi Fenton (Mahesh et al. 2007, dengan modifikasi katalis Fe, pH, dan waktu inkubasi).

Sebelum dilakukan pengujian, terlebih dahulu dipersiapan ekstrak Selaginella. Ekstrak dibuat dari bagian tajuk (daun dan batang). Ekstraksi dimulai dengan mencuci ketiga spesies Selaginella tersebut dan memasukkan ke kantong kertas. Setelah itu kantong dimasukkan ke ruang pemanas dengan suhu 50-60oC selama 3 hari untuk bagian daun dan selama 5 hari untuk bagian batang. Setelah tumbuhan Selaginella remah, spesimen di

blender hingga halus berbentuk tepung, kemudian dimasukkan ke botol untuk disimpan sementara. Selanjutnya tepung dimaserasi dengan etanol 70% (5g/100ml) selama 24 jam dengan 4 jam pengadukan tetap dengan kecepatan 200 rpm kemudian disaring dengan kertas saring. Hasil saringan diuapkan dengan alat rotasi evaporator pada suhu 600C dengan kecepatan 200 rpm selama 2 jam. Hasilnya dikeringbekukan dengan freeze dryer sampai membentuk pasta dan disimpan di alat

pendingin pada suhu 40C sampai siap dilakukan pengujian.

Uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil dimulai dengan pencampuran reaksi yang mengandung 60 µl FeSO4 1.0 mM, 90 µl

1,10-phenanthroline 1mM, 2.4 ml buffer fosfat 0.2 M (pH 5), 1.5 ml ekstrak Selaginella (0, 25, 50, 75, dan 100 µg/ml) dan penambahan 150 µl H2O2 0.17 M untuk memulai reaksi. Setelah diinkubasi pada suhu 37oC selama 30 menit, nilai absorban diukur dengan spektrofotometer pada λ 510 nm. Aktivitas penghilangan radikal hidroksil diukur dengan rumus :

% Penghilangan = [(A1-A0) / A0 × 100] dengan A0 sebagai absorban kontrol dan A1 sebagai absorban perlakuan.

Data hasil uji dianalisis sidik ragamnya (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan. Analisis ini menggunakan program SPSS 15.0 pada selang kepercayaan α 0.05 dan 0.01.

HASIL

Biodiversitas

Terdapat delapan spesies Selaginella yang ditemukan di TNGHS yaitu S. willdenovii

(Desv.) Baker, S. ornata (Hook. & Grev.) Spring, S. plana (Devs. Ex Poir) Hieron, S. intermedia (Blume) Spring, S. involvens (Sw.) Spring, S. alutacia Spring,S. subalpina Alderw dan satu spesies belum teridentifikasi (Lampiran 3). Kunci identifikasi sederhana dapat digunakan untuk membedakan antar spesies yang ditemukan (Lampiran 4).

Selaginella willdenovii merupakan tumbuhan herba non xerofit. Perakaran kaku. Tipe pertumbuhan batang memanjat (scandent) atau condong menaik (ascending). Semua daun iridesen hijau kuning kebiruan, daun lateral pada batang utama renggang dengan jarak 0.2-1 cm dan berbentuk jorong-lanset. Panjang tumbuhan ini dapat mencapai beberapa meter. Habitat di tanah remah atau padat, basah atau kering, ternaungi sebagian atau terpapar, dan terdapat pada ketinggian 150 – 1100 mdpl.

Selaginella ornata merupakan tumbuhan herba non xerofit. Terdapat rizofor (akar udara pada setengah batang bagian pangkal). Tipe pertumbuhan batang tegak, mudah patah, dengan bagian bawah batang berwarna merah kecoklatan. Daun berwarna hijau, daun lateral

jorong-garis. Tumbuhan ini tumbuh

membentuk rumpun. Habitat di tanah basah, dipinggir aliran air, ternaungi penuh atau

sebagian, dan terdapat pada ketinggian 150-1100 mdpl.

Selaginella plana merupakan tumbuhan herba non xerofit. Perakaran hanya di ujung pangkal batang utama. Tipe pertumbuhan batang tegak. Daun berwarna hijau tua atau hijau muda kekuningan mengkilat, daun lateral jorong-lonjong, jarak antar daun median maupun lateral rapat. Tumbuhan ini tumbuh membentuk rumpun atau soliter. Habitat di tanah remah atau padat, terpapar, ditemukan pada ketinggian 150 – 1000 mpl.

Selaginella involvens merupakan tumbuhan herba non xerofit. Rizoma panjang merayap. Tipe pertumbuhan batang scandent, pola percabangan meruncing. Daun berwarna hijau, merah, atau cokelat mengkilap, daun lateral bulat telur. Panjang tumbuhan ini dapat mencapai beberapa meter. Habitat tanah remah, pada tebing, ternaungi penuh atau sebagian, dan ditemukan pada ketinggian 690 – 1000 mdpl.

Selaginella alutacia merupakan tumbuhan herba xerofit yang berukuran sangat kecil sekitar 3-5 cm. Perakaran kecil dan pendek, terdapat diantara percabangan batang utama. Tipe pertumbuhan batang merayap membentuk sudut sekitar 450 seperti mangkuk (decumbent). Perbandingan daun median dengan daun lateral sebesar 1/3-1/2, daun lateral bulat telur. Habitat pada tanah remah, kering, terpapar, dan ditemukan pada ketinggian 150 – 700 mdpl.

Selaginella intermedia merupakan tumbuhan herba non xerofit. Perakaran kuat dengan rizofor tumbuh di titik percabangan batang utama bagian bawah. Tipe pertumbuhan batang ascending atau parabola, percabangan membentuk setengah lingkaran teratur dan rapat. Daun lateral rapat, bergerigi kecil (denticulate), jorong-lanset; daun median tidak rapat dan tersusun dua daun; ujung daun median yang berbentuk jarum dan keras (arista) mempunyai panjang setengah dari panjang

daun median. Tumbuhan ini tumbuh

membentuk rumpun atau soliter. Habitat di tebing, tanah remah dan basah, ternaungi penuh atau sebagian, dan ditemukan pada ketinggian 670 – 1100 mdpl.

Selaginella subalpina merupakan tumbuhan herba non xerofit. Rizofor yang tumbuh di titik percabangan batang utama bagian bawah. Tipe pertumbuhan batang

ascending atau parabola, pola percabangan mengumpul di ujung percabangan primer dan membentuk setengah lingkaran yang renggang. Daun berwarna hijau, hijau kekuningan, dan merah keputihan; daun lateral denticulate, jorong-lanset; daun median rapat dan tersusun tiga daun; arista mempunyai panjang kurang

pendingin pada suhu 40C sampai siap dilakukan pengujian.

Uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil dimulai dengan pencampuran reaksi yang mengandung 60 µl FeSO4 1.0 mM, 90 µl

1,10-phenanthroline 1mM, 2.4 ml buffer fosfat 0.2 M (pH 5), 1.5 ml ekstrak Selaginella (0, 25, 50, 75, dan 100 µg/ml) dan penambahan 150 µl H2O2 0.17 M untuk memulai reaksi. Setelah diinkubasi pada suhu 37oC selama 30 menit, nilai absorban diukur dengan spektrofotometer pada λ 510 nm. Aktivitas penghilangan radikal hidroksil diukur dengan rumus :

% Penghilangan = [(A1-A0) / A0 × 100] dengan A0 sebagai absorban kontrol dan A1 sebagai absorban perlakuan.

Data hasil uji dianalisis sidik ragamnya (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan. Analisis ini menggunakan program SPSS 15.0 pada selang kepercayaan α 0.05 dan 0.01.

HASIL

Biodiversitas

Terdapat delapan spesies Selaginella yang ditemukan di TNGHS yaitu S. willdenovii

(Desv.) Baker, S. ornata (Hook. & Grev.) Spring, S. plana (Devs. Ex Poir) Hieron, S. intermedia (Blume) Spring, S. involvens (Sw.) Spring, S. alutacia Spring,S. subalpina Alderw dan satu spesies belum teridentifikasi (Lampiran 3). Kunci identifikasi sederhana dapat digunakan untuk membedakan antar spesies yang ditemukan (Lampiran 4).

Selaginella willdenovii merupakan tumbuhan herba non xerofit. Perakaran kaku. Tipe pertumbuhan batang memanjat (scandent) atau condong menaik (ascending). Semua daun iridesen hijau kuning kebiruan, daun lateral pada batang utama renggang dengan jarak 0.2-1 cm dan berbentuk jorong-lanset. Panjang tumbuhan ini dapat mencapai beberapa meter. Habitat di tanah remah atau padat, basah atau kering, ternaungi sebagian atau terpapar, dan terdapat pada ketinggian 150 – 1100 mdpl.

Selaginella ornata merupakan tumbuhan herba non xerofit. Terdapat rizofor (akar udara pada setengah batang bagian pangkal). Tipe pertumbuhan batang tegak, mudah patah, dengan bagian bawah batang berwarna merah kecoklatan. Daun berwarna hijau, daun lateral

jorong-garis. Tumbuhan ini tumbuh

membentuk rumpun. Habitat di tanah basah, dipinggir aliran air, ternaungi penuh atau

sebagian, dan terdapat pada ketinggian 150-1100 mdpl.

Selaginella plana merupakan tumbuhan herba non xerofit. Perakaran hanya di ujung pangkal batang utama. Tipe pertumbuhan batang tegak. Daun berwarna hijau tua atau hijau muda kekuningan mengkilat, daun lateral jorong-lonjong, jarak antar daun median maupun lateral rapat. Tumbuhan ini tumbuh membentuk rumpun atau soliter. Habitat di tanah remah atau padat, terpapar, ditemukan pada ketinggian 150 – 1000 mpl.

Selaginella involvens merupakan tumbuhan herba non xerofit. Rizoma panjang merayap. Tipe pertumbuhan batang scandent, pola percabangan meruncing. Daun berwarna hijau, merah, atau cokelat mengkilap, daun lateral bulat telur. Panjang tumbuhan ini dapat mencapai beberapa meter. Habitat tanah remah, pada tebing, ternaungi penuh atau sebagian, dan ditemukan pada ketinggian 690 – 1000 mdpl.

Selaginella alutacia merupakan tumbuhan herba xerofit yang berukuran sangat kecil sekitar 3-5 cm. Perakaran kecil dan pendek, terdapat diantara percabangan batang utama. Tipe pertumbuhan batang merayap membentuk sudut sekitar 450 seperti mangkuk (decumbent). Perbandingan daun median dengan daun lateral sebesar 1/3-1/2, daun lateral bulat telur. Habitat pada tanah remah, kering, terpapar, dan ditemukan pada ketinggian 150 – 700 mdpl.

Selaginella intermedia merupakan tumbuhan herba non xerofit. Perakaran kuat dengan rizofor tumbuh di titik percabangan batang utama bagian bawah. Tipe pertumbuhan batang ascending atau parabola, percabangan membentuk setengah lingkaran teratur dan rapat. Daun lateral rapat, bergerigi kecil (denticulate), jorong-lanset; daun median tidak rapat dan tersusun dua daun; ujung daun median yang berbentuk jarum dan keras (arista) mempunyai panjang setengah dari panjang

daun median. Tumbuhan ini tumbuh

membentuk rumpun atau soliter. Habitat di tebing, tanah remah dan basah, ternaungi penuh atau sebagian, dan ditemukan pada ketinggian 670 – 1100 mdpl.

Selaginella subalpina merupakan tumbuhan herba non xerofit. Rizofor yang tumbuh di titik percabangan batang utama bagian bawah. Tipe pertumbuhan batang

ascending atau parabola, pola percabangan mengumpul di ujung percabangan primer dan membentuk setengah lingkaran yang renggang. Daun berwarna hijau, hijau kekuningan, dan merah keputihan; daun lateral denticulate, jorong-lanset; daun median rapat dan tersusun tiga daun; arista mempunyai panjang kurang

dari setengah panjang daun median. Tumbuhan ini tumbuh soliter. Habitat di tanah remah, basah atau kering, ternaungi sebagian, dan ditemukan pada ketinggian 950 – 1100 mdpl.

Selaginella sp1 merupakan tumbuhan herba non xerofit. Perakaran hanya di ujung pangkal batang utama. Tipe pertumbuhan batang tegak, berwarna hijau muda keputihan. Daun berwarna hijau tua, mengkilap, terdapat variasi putih keperakan; jarak antar daun median maupun lateral renggang, daun lateral lanset-lonjong, dan orientasi horizontal. Tumbuhan ini tumbuh soliter. Habitat di tanah basah, remah, ternaungi penuh atau sebagian, dan ditemukan pada ketinggian sekitar 950 mdpl.

Masing-masing spesies yang ditemukan mempunyai pola percabangan yang

berbeda-beda. S. willdenovii mempunyai pola

percabangan dikotom berbentuk bulat telur teratur. S. ornata mempunyai pola percabangan dikotom berbentuk sudip. S. plana mempunyai pola percabangan dikotom berbentuk bulat telur

teratur. S. involvens mempunyai pola

percabangan dikotom berbentuk lanset. S. alutacia mempunyai pola percabangan dikotom berbentuk bulat telur acak. S. intermedia

mempunyai pola percabangan dikotom

berbentuk bulat telur dan rapat. S. subalpina

mempunyai pola percabangan dikotom yang mengumpul di ujung percabangan membentuk setengah lingkaran seperti ginjal dan renggang.

S. sp1 mempunyai pola percabangan dikotom berbentuk bulat telur (Lampiran 3).

Masing-masing spesies yang ditemukan mempunyai kelimpahan berbeda. S. willdenovii

dan S. ornata ditemukan dominan di lokasi ini (Tabel 1).

Tabel 1 Jenis-jenis Selaginella dan kelimpahannya di TNGHS No Spesies Kode wilayah Kelimpahan ind/rumpun Frekuensi 1 S. willdenovii A, C, D, E, F banyak sangat sering 2 S. ornata A, B, C, D, E, F sangat banyak sangat sering 3 S. plana C, D, F sangat sedikit sangat jarang 4 S. involvens C sangat sedikit jarang

5 S. alutacia D, F sedikit sangat

jarang 6 S. intermedia B, D, E sangat sedikit sering 7 S. subalpina B sangat sedikit sangat jarang 8 S. sp1 A sangat sedikit sangat jarang

Spesies Selaginella ditemukan pada ketinggian yang berbeda-beda. Terdapat satu spesies yang ditemukan pada ketinggian 0 - 900 m, yaitu S. alutacia; dua spesies ditemukan pada ketinggian 900-1100 m , yaitu S. subalpina dan S. sp1; dan spesies lainnya ditemukan pada kedua ketinggian tersebut. Pengelompokan ini merujuk pada Panigrahi & Dixit (1966) (Tabel 2).

Tabel 2 Pengelompokan spesies Selaginella berdasarkan ketinggian tempat

Ketinggian (m) Spesies

0-900 S. willdenovii, S. ornata, S. plana, S. involvens, S. alutacia, S. intermedia 900-1100 S. willdenovii, S. ornata, S. plana, S.

involvens, S. intermedia, S. subalpina, S. sp1

Selain itu, spesies Selaginella juga ditemukan pada tempat dengan tingkat naungan yang berbeda-beda. S. alutacia dan S. plana

termasuk tipe terpapar, S. willdenovii tipe terpapar dan ternaungi sebagian, dan spesies lainnya termasuk tipe ternaungi penuh dan sebagian. Pengelompokan ini merujuk pada Panigrahi & Dixit (1966) (Tabel 3).

Tabel 3 Tingkat naungan spesies Selaginella

Tingkat naungan Spesies

Ternaungi penuh (heliophobous)

S. ornata, S. involvens, S. intermedia, S. sp1 Ternaungi sebagian S. willdenovii, S. ornata, S.

involvens, S. intermedia, S. subalpina, S. sp1

Terpapar (heliophilous) S. willdenovii, S. plana, S. alutacia

Etnobotani

Masyarakat sekitar TNGHS, yaitu

masyarakat Desa Citalahab Sentral, Desa sekitar Gunung Bunder, dan Desa Kasepuhan Adat Banten Kidul memanfaatkan Selaginella

untuk lalapan, perawatan pasca persalinan, pengobatan luka, dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara penggunaan yang berbeda-beda (Tabel 4).

Tabel 4 Aspek-aspek etnobotani Selaginella pada masyarakat sekitar TNGHS

Parameter Masyarakat Desa

Citalahab Sentral Kasepuhan Adat Banten Kidul sekitar Gunung Bunder Nama daerah rane atau rande

rane rane atau

rande Spesies yang di-gunakan spesies Selaginella S.willdenovii (rane tangkal) S. willdenovii

Kegunaan lalapan pembersih darah kotor pasca persalinan menghentikan pendarahan pasca persalinan lalapan mengobati luka meningkat kan daya tahan tubuh

Aktivitas penghilangan radikal hidroksil Uji ini diawali dengan optimasi inkubasi. Semakin lama waktu inkubasi (0-30 menit), nilai % penghilangan radikal hidroksil juga semakin tinggi (Gambar 1; Lampiran 5 & 6).

Faktor spesies dan konsentrasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap penghilangan radikal hidroksil dan terdapat interaksi antara keduanya (Lampiran 7). Masing-masing spesies dengan berbagai konsentrasi yang diujikan memperlihatkan adanya aktivitas penghilangan radikal hidroksil yang berbeda-beda. Semakin tinggi konsentrasi yang diberikan, relatif semakin tinggi pula nilai % penghilangan radikal hidroksilnya (Gambar 2; Lampiran 8).

Selaginella plana mempunyai kemampuan penghilangan radikal hidroksil tertinggi dengan konsentrasi 75 µg/ml yaitu sebesar 98.98 %, sedangkan S. willdenovii memiliki kemampuan penghilangan radikal hidroksil terendah dengan konsentrasi 25 µg/ml yaitu sebesar 0.51 % (Gambar 2; Lampiran 8).

PEMBAHASAN

Secara umum spesies Selaginella

ditemukan pada daerah dengan kelembaban yang cukup, cahaya matahari dengan intensitas sedang dan ternaungi, tanah remah, pada tebing,

Dokumen terkait