• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agustini M. 1995. Pengaruh pemberian ekstrak etanol tumbuhan sigaga (Selaginella plana

Hieron) terhadap waktu pendarahan mencit putih jantan [abstrak]. Di dalam: [Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi].

Penelitian Tanaman Obat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Ahmed A dan Latif A. 2004. Non-Timber Forest Products: A Substitute for Livelihood of the Marginal Community in Kalash Valley, Northern Pakistan. [Terhubungberkala]. http://www.siu.edu/ ~ebl/leaflest/ajaz.htm [27 Des 2007] Alston AHG. 1935. The Selaginella of the

Malay Island:1 Java and the Lesser Sunda Island. Bul Jard Bot Buitenzorg Serie 3,13: 423-442.

Arief S. 2007. Radikal Bebas. Surabaya: SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo.

[Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat I]. 2000. Laporan Inventarisasi Flora dan Fauna di Taman Wisata Alam Gunung Pancar. Bandung: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. Beukema H dan Noordwijk M van. 2004.

Terrestrial pteridophytes as indicator of a

forest-like environment in rubber

production system in the lowland of Jambi, Sumatra. J Agr Ecos Env 104: 63-73. Chen K, Plumb GW, Bennett RN, dan Bao Y.

2005. Antioxidant activities of extract from five anti-viral medicinal plants. J Ethnophar 96: 201-205.

Chikmawati T dan Miftahudin. 2007.

Biodiversitas dan potensi marga

Selaginella sebagai antioksidan dan antikanker. [Laporan Hasil Penelitian]. Bogor: FMIPA, IPB.

Gayathri V, Asha VV, and Subramoniam A.

2005. Preliminary studies on the

immunomodulatory and antioxidant

properties of Selaginella species. Indian J. Phar 2005;37:381-385.

Gurr MI, Harwood JL, dan Frayn KN. 2002.

Lipid Biochemistry 5th edition. UK: Blackwell Science.

Halliwell B. 2002. Food-derived Antioxidants: How to evaluate their importance in food and in vivo. London: Taylor & Francis Pr. Iwatsuki K. 1973. Pteridophytes of Northern

Sumatra: a report of botanical trip in 1971.

Southeast Asian Studies 11(2):277-296. Jinn-Lai T dan Wang-Cheung S. 2003. Flora of

Taiwan 2nd Vol 1. Taiwan: National Taiwan Univ Pr.

Biflavonoid efektif dalam penghilangan radikal hidroksil, radikal peroksil, dan anion superoksida (Packer dan Cadenas 2002). Potensi antioksidan senyawa biflavonoid diperkirakan disebabkan oleh pelepasan atom hidrogen yang terdapat pada gugus hidroksil (-OH). Radikal bebas berikatan dengan atom hidrogen tersebut sehingga energi aktivitasnya berkurang (Gurr et al. 2002). Hal ini dapat mencegah atau memperlambat terjadinya penuaan dini dan berbagai penyakit yang disebabkan cekaman oksidatif (Rose et al.

1982).

SIMPULAN

Terdapat delapan spesies Selaginella yang ditemukan di TNGHS yaitu S. willdenovii, S. ornata, S. plana, S. intermedia, S. involvens, S. alutacia, S. subalpina dansatu spesies belum teridentifikasi. S. willdenovii dan S. ornata

merupakan spesies Selaginella yang dominan. Masyarakat sekitar TNGHS, yaitu masyarakat Desa Citalahab Sentral, desa sekitar Gunung Bunder, dan Desa Kasepuhan Adat Banten Kidul, memanfaatkan Selaginella untuk lalapan, perawatan pasca persalinan, pengobatan luka, dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara penggunaan yang berbeda-beda. Dari ketiga spesies Selaginella yang diuji aktivitas penghilangan radikal hidroksilnya, S. plana paling berpotensi sebagai antioksidan diikuti S. ornata dan S. willdenovii. S. plana dengan konsentrasi 75 µg/ml adalah solusi yang tepat untuk efisiensi pemakaian ekstrak dan kemampuan antioksidan terbaik.

SARAN

Pemilihan jalur eksplorasi keanekaragaman dan etnobotani Selaginella yang berbeda, misalnya ke Suku Badui.

Penggunaan spesies Selaginella dan jenis

Reactive Oxygen Spesies (ROS) yang lain dalam uji antioksidan serta uji antioksidan secara in vivo.

Penggunaan akar Selaginella sebagai ekstrak dalam uji antioksidan sehingga diketahui perbandingannya dengan ekstrak dari batang dan daun Selaginella.

DAFTAR PUSTAKA

Agustini M. 1995. Pengaruh pemberian ekstrak etanol tumbuhan sigaga (Selaginella plana

Hieron) terhadap waktu pendarahan mencit putih jantan [abstrak]. Di dalam: [Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi].

Penelitian Tanaman Obat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Ahmed A dan Latif A. 2004. Non-Timber Forest Products: A Substitute for Livelihood of the Marginal Community in Kalash Valley, Northern Pakistan. [Terhubungberkala]. http://www.siu.edu/ ~ebl/leaflest/ajaz.htm [27 Des 2007] Alston AHG. 1935. The Selaginella of the

Malay Island:1 Java and the Lesser Sunda Island. Bul Jard Bot Buitenzorg Serie 3,13: 423-442.

Arief S. 2007. Radikal Bebas. Surabaya: SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo.

[Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat I]. 2000. Laporan Inventarisasi Flora dan Fauna di Taman Wisata Alam Gunung Pancar. Bandung: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. Beukema H dan Noordwijk M van. 2004.

Terrestrial pteridophytes as indicator of a

forest-like environment in rubber

production system in the lowland of Jambi, Sumatra. J Agr Ecos Env 104: 63-73. Chen K, Plumb GW, Bennett RN, dan Bao Y.

2005. Antioxidant activities of extract from five anti-viral medicinal plants. J Ethnophar 96: 201-205.

Chikmawati T dan Miftahudin. 2007.

Biodiversitas dan potensi marga

Selaginella sebagai antioksidan dan antikanker. [Laporan Hasil Penelitian]. Bogor: FMIPA, IPB.

Gayathri V, Asha VV, and Subramoniam A.

2005. Preliminary studies on the

immunomodulatory and antioxidant

properties of Selaginella species. Indian J. Phar 2005;37:381-385.

Gurr MI, Harwood JL, dan Frayn KN. 2002.

Lipid Biochemistry 5th edition. UK: Blackwell Science.

Halliwell B. 2002. Food-derived Antioxidants: How to evaluate their importance in food and in vivo. London: Taylor & Francis Pr. Iwatsuki K. 1973. Pteridophytes of Northern

Sumatra: a report of botanical trip in 1971.

Southeast Asian Studies 11(2):277-296. Jinn-Lai T dan Wang-Cheung S. 2003. Flora of

Taiwan 2nd Vol 1. Taiwan: National Taiwan Univ Pr.

Biflavonoid efektif dalam penghilangan radikal hidroksil, radikal peroksil, dan anion superoksida (Packer dan Cadenas 2002). Potensi antioksidan senyawa biflavonoid diperkirakan disebabkan oleh pelepasan atom hidrogen yang terdapat pada gugus hidroksil (-OH). Radikal bebas berikatan dengan atom hidrogen tersebut sehingga energi aktivitasnya berkurang (Gurr et al. 2002). Hal ini dapat mencegah atau memperlambat terjadinya penuaan dini dan berbagai penyakit yang disebabkan cekaman oksidatif (Rose et al.

1982).

SIMPULAN

Terdapat delapan spesies Selaginella yang ditemukan di TNGHS yaitu S. willdenovii, S. ornata, S. plana, S. intermedia, S. involvens, S. alutacia, S. subalpina dansatu spesies belum teridentifikasi. S. willdenovii dan S. ornata

merupakan spesies Selaginella yang dominan. Masyarakat sekitar TNGHS, yaitu masyarakat Desa Citalahab Sentral, desa sekitar Gunung Bunder, dan Desa Kasepuhan Adat Banten Kidul, memanfaatkan Selaginella untuk lalapan, perawatan pasca persalinan, pengobatan luka, dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara penggunaan yang berbeda-beda. Dari ketiga spesies Selaginella yang diuji aktivitas penghilangan radikal hidroksilnya, S. plana paling berpotensi sebagai antioksidan diikuti S. ornata dan S. willdenovii. S. plana dengan konsentrasi 75 µg/ml adalah solusi yang tepat untuk efisiensi pemakaian ekstrak dan kemampuan antioksidan terbaik.

SARAN

Pemilihan jalur eksplorasi keanekaragaman dan etnobotani Selaginella yang berbeda, misalnya ke Suku Badui.

Penggunaan spesies Selaginella dan jenis

Reactive Oxygen Spesies (ROS) yang lain dalam uji antioksidan serta uji antioksidan secara in vivo.

Penggunaan akar Selaginella sebagai ekstrak dalam uji antioksidan sehingga diketahui perbandingannya dengan ekstrak dari batang dan daun Selaginella.

DAFTAR PUSTAKA

Agustini M. 1995. Pengaruh pemberian ekstrak etanol tumbuhan sigaga (Selaginella plana

Hieron) terhadap waktu pendarahan mencit putih jantan [abstrak]. Di dalam: [Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi].

Penelitian Tanaman Obat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Ahmed A dan Latif A. 2004. Non-Timber Forest Products: A Substitute for Livelihood of the Marginal Community in Kalash Valley, Northern Pakistan. [Terhubungberkala]. http://www.siu.edu/ ~ebl/leaflest/ajaz.htm [27 Des 2007] Alston AHG. 1935. The Selaginella of the

Malay Island:1 Java and the Lesser Sunda Island. Bul Jard Bot Buitenzorg Serie 3,13: 423-442.

Arief S. 2007. Radikal Bebas. Surabaya: SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo.

[Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat I]. 2000. Laporan Inventarisasi Flora dan Fauna di Taman Wisata Alam Gunung Pancar. Bandung: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. Beukema H dan Noordwijk M van. 2004.

Terrestrial pteridophytes as indicator of a

forest-like environment in rubber

production system in the lowland of Jambi, Sumatra. J Agr Ecos Env 104: 63-73. Chen K, Plumb GW, Bennett RN, dan Bao Y.

2005. Antioxidant activities of extract from five anti-viral medicinal plants. J Ethnophar 96: 201-205.

Chikmawati T dan Miftahudin. 2007.

Biodiversitas dan potensi marga

Selaginella sebagai antioksidan dan antikanker. [Laporan Hasil Penelitian]. Bogor: FMIPA, IPB.

Gayathri V, Asha VV, and Subramoniam A.

2005. Preliminary studies on the

immunomodulatory and antioxidant

properties of Selaginella species. Indian J. Phar 2005;37:381-385.

Gurr MI, Harwood JL, dan Frayn KN. 2002.

Lipid Biochemistry 5th edition. UK: Blackwell Science.

Halliwell B. 2002. Food-derived Antioxidants: How to evaluate their importance in food and in vivo. London: Taylor & Francis Pr. Iwatsuki K. 1973. Pteridophytes of Northern

Sumatra: a report of botanical trip in 1971.

Southeast Asian Studies 11(2):277-296. Jinn-Lai T dan Wang-Cheung S. 2003. Flora of

Taiwan 2nd Vol 1. Taiwan: National Taiwan Univ Pr.

Khare CP, editor. 2007. Indian Medical Plant an illustrated dictionary. New York: Springer.

Lautan J. 1997. Radikal bebas pada eritrosit dan lekosit. J Cermin Dunia Kedokteran

116:50-53.

Lawrence GHM. 1955. Taxonomy of Vascular Plants. New York: The Macmillan Co. Lee IS, Nishikawa A, Furukawa F, Kasahara K,

dan Kim SU. 2004. Effect of Selaginella tamariscina on in vitro tumor cell growth, p53 expression, G1 arrest and in vivo gastric cell proliferation. J Plant Med 70:

718-722. [terhubung berkala].

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?d b=pubmed&uid=10503882&cmd=showdet ailview&indexed=google [26 Nov 2007]. Mahesh R, Nagulendran KR, Velavan S,

Ramesh T, dan Begum VH. 2007. Studies on the antioxidative and free radical scavenging activities of myrobalan (Terminalia chebula Retz) throught various in vitro models. J Phar online 2:1-11.

Packer L dan Cadenas E, editor. 2002.

Handbook of Antioxidant 2nd edition. New York: Marcel Dekker Inc.

Pambudi A, Rosita I, Jazilah A, dan Faulina SA.

2007. Analisis kandungan senyawa

golongan flavonoid Selaginella yang berpotensi sebagai antioksidan [PKM penulisan ilmiah]. Bogor: IPB.

Panigrahi G dan Dixit RD. 1996. Studies in the systematics of Indian Selaginella I. J Indian Bot Soc 34(4): 191-209.

Purwanto Y. 2007. Hasil hutan bukan kayu (NTFPs): terminologi dan perannya bagi masyarakat di sekitar hutan. Bogor: LIPI. Rose WM, Creighton MO, Stewart DHPJ,

Sanwal M, dan Trevithick GR. 1982. In

vivo effects of vitamin E on

cataractogenesis in diabetic rats. Canadian J Opht 17:61-66.

Sah NK, Singh SNP, Sahdev S, Banerji S, Jha V, Khan Z, dan Hasnain SE. 2005. Indian herb ‘Sanjeevani’ (Selaginella bryopteris) can promote growth and protect against heat shock dan apoptotic activities of ultra violet and oxidative stress. J Biol Sci

30(4):499-505.

Setyawan AD dan Darusman LK. 2008.

Review: Senyawa biflavonoid pada

Selaginella Pal. Beauv. dan pemanfaatannya. J Biol Div Biodiv 9:64-81.

Smith AD, Datta SP, Smith GH, Champbell PN, Bentley R, McKenzie HA, Bender DA, Harris AJ, Goodwin TW, dan Parish JA. 2000. Oxford Dictionary of Biochemistry and Molecular Biology Revised Edition. New York: Oxford Univ Pr.

Tagawa M dan Iwatsuki K. 1967. Enumeration of Thai pteridophytes collected during1965-66. Tokyo: Tokyo Univ Pr. Thomas SCL. 2002. Chinese and Related North

American Herbs: Phytopharmacology and Therapeutic Values. New York: CRC Pr. Thomson GE. 2007. The Health Benefit of

Traditional Chinese Plant Medicine: Weighing the scientific evidence. Australia: RIRDC Pr.

Thulsi RK, Reddy KN, Pattanaik C, and Reddy CS. 2006. Ethnomedicinal Importance of Pteridophytes used by Chenchus of Nallamalais, Andhra Pradesh, India. [terhubung berkala]. http://www.siu.edu/ ~ebl/leaflest/reddy3.htm [27 Des 2007] Tjitrosoepomo G. 1994. Taksonomi Tumbuhan.

Jakarta: Bhratara Karya Aksara Pr. Tuminah S. 2000. Radikal bebas dan

antioksidan kaitannya dengan nutrisi dan

penyakit kronis. J Cermin Dunia

Kedokteran 128:49-51.

Uluk A, Sudana M, dan Wollenberg E. 2001.

Ketergantungan Masyarakat Dayak terhadap Hutan di sekitar Taman Nasional Kayan Mentarang. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR) Pr.

[United States Department of Agriculture].

2002. National Genetic Resources

Program. Germplasm Resources

Information Network - (GRIN) National

Germplasm Resources Laboratory,

Beltsville, Maryland. [terhubung berkala]. http://www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/ taxon.pl?33581 (11 April 2008)

Winter WP de dan Amoroso VB, editor. 2003.

Plant Resources of South-East Asia No 15(2). Cryptogams: Fern and Fern Allies. Bogor: Prosea Foundation Pr.

Xian-Chun Z. 2001. Studies on the Chinese species of Selaginellaceae (I): Selaginella

subgenus Tetragonostachys Jermy. J Acta Phytotax Sinica 39(4): 345-355.

Zumsteg IS dan Weckerle CS. 2007. Bakera, a herbal steam bath for postnatal care in Minahasa (Indonesia): documentation of the plants used and assessment of the method. J Ethnophar 111: 641-650.

Lampiran 1 Penghitungan bahan uji aktivitas penghilangan radikal hidroksil Bahan Konsentrasi (mM) pH Volume Stok (ml) Penghitungan Pencampuran FeSO4 1 - 100 1M = 151.92 g/l 1mM = 0.15192 g/1000 ml 1mM = 0.015192 g/ 100 ml 0.015192 g FeSO4 + aquadest sampai volume 100 ml 1,10-phenanthro line 1 - 100 1M = 198.22 g/l 1mM = 0.19822 g/1000 ml 1mM = 0.019822 g/100 ml 0.019822 g 1,10-phenanthroline + aquadest sampai volume 100 ml

Bufer fosfat 200 5 200 Bahan A =

NaH2PO4. 2H2O 0.2 M 27.8 g dalam 1 l aquadest Bahan B = Na2HPO4.2H2O 0.2 M 35.6 g dalam 1 l aquadest 39 ml A + 61 ml B dilarutkan dalam 100 ml aquadest Untuk menaikkan pH tambahkan NaOH dan untuk menurunkan pH tambahkan HCl H2O2 170 - 20 1 M= 34.016 g/1000 ml 1 L= 1.11 kg 1 L H2O2 30% = 0.3 x 1110 g = 333 g jadi H2O2 30% = 333 g/l : 34.016 g/l = 9.79 M M1V1 = M2V2 9.79 V1 = 0.17 x 20 V1 = 0.3473 ml 0.35 ml H2O2 30% + 19.65 ml aquadest

Lampiran 2 Peta eksplorasi biodiversitas dan etnobotani di TNGHS

Keterangan:

: Jalur eksplorasi biodiversitas : Lokasi studi etnobotani - : Titik pengambilan sampel

A B C D E F Kasepuhan Adat B anten Ki dul Citalahab Sentral Desa sekitar Gunu ng Bunder

Lampiran 4 Kunci identifikasi sederhana spesies Selaginella

1.a. Xerofit, ukuran sangat kecil 3-5 cm…...………...…S. alutacia

1.b. Non xerofit, ukuran lebih besar dari 5 cm………...2 2.a. Batang tegak………...………..3 2.b. Batang menjalar atau memanjat……...………....4

3.a. Batang bagian bawah berwarna merah kecokelatan………...…………S. ornata

3.b. Batang bagian bawah berwarna hijau muda sampai tua...………...………5 4.a. Daun tidak iridesen; berwarna hijau, merah, atau cokelat mengkilap; daun lateralbulat

telur...S. involvens 4.b. Semua daun iridesen; berwarna hijau kuning kebiruan; daun lateral jorong-lanset………..

……… S. willdenovii

5.a. Pola pertumbuhan batang tegak menaik atau parabola………6 5.b. Pola pertumbuhan batang tegak……….. ………7 6.a. Arista mempunyai panjang setengah dari panjang daun median…...………..S. intermedia

6.b. Arista mempunyai panjang kurang dari setengah panjang daun median…..….……S. subalpina

7.a. Jarak antar daun median maupun lateral rapat………..S. plana

Lampiran 5 Nilai absorban penghilangan radikal hidroksil spesies S. willdenovii, S. ornata, dan S. plana dengan konsentrasi 25, 50, 75, dan 100 µg/ml pada inkubasi 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit

Spesies Konsentrasi

(µg/ml)

Ulangan Inkubasi (menit)

5 10 15 20 25 30 S. willdenovii 25 1 0.057 0.050 0.044 0.038 0.033 0.028 2 0.054 0.044 0.041 0.037 0.035 0.032 3 0.064 0.058 0.054 0.049 0.043 0.038 50 1 0.073 0.063 0.055 0.051 0.046 0.041 2 0.070 0.065 0.060 0.053 0.049 0.044 3 0.067 0.062 0.056 0.051 0.047 0.041 75 1 0.085 0.076 0.064 0.057 0.048 0.042 2 0.080 0.074 0.068 0.061 0.053 0.049 3 0.081 0.076 0.069 0.062 0.059 0.056 100 1 0.082 0.075 0.067 0.058 0.052 0.046 2 0.083 0.077 0.070 0.063 0.056 0.050 3 0.084 0.079 0.073 0.068 0.059 0.053 S. ornata 25 1 0.076 0.070 0.062 0.055 0.047 0.041 2 0.074 0.068 0.061 0.053 0.045 0.039 3 0.074 0.068 0.06 0.052 0.048 0.042 50 1 0.079 0.075 0.066 0.058 0.052 0.045 2 0.079 0.072 0.065 0.057 0.050 0.044 3 0.081 0.071 0.063 0.052 0.045 0.040 75 1 0.081 0.075 0.068 0.060 0.055 0.049 2 0.082 0.076 0.069 0.061 0.053 0.047 3 0.080 0.071 0.063 0.057 0.049 0.044 100 1 0.089 0.082 0.073 0.065 0.057 0.051 2 0.086 0.079 0.072 0.063 0.057 0.050 3 0.089 0.083 0.077 0.069 0.062 0.057 S. plana 25 1 0.076 0.068 0.063 0.057 0.051 0.047 2 0.075 0.071 0.065 0.058 0.051 0.045 3 0.076 0.070 0.064 0.058 0.051 0.046 50 1 0.078 0.073 0.067 0.062 0.055 0.050 2 0.080 0.074 0.067 0.062 0.055 0.050 3 0.081 0.075 0.069 0.063 0.057 0.051 75 1 0.084 0.079 0.072 0.065 0.058 0.052 2 0.091 0.084 0.079 0.076 0.077 0.079 3 0.097 0.090 0.081 0.074 0.068 0.064 100 1 0.085 0.081 0.075 0.068 0.062 0.056 2 0.094 0.086 0.079 0.074 0.066 0.060 3 0.099 0.092 0.085 0.077 0.070 0.063 Rata-rata 0.080 0.073 0.066 0.060 0.053 0.048 Kontrol 0 1 0.066 0.061 0.052 0.044 0.040 0.033 2 0.063 0.057 0.049 0.042 0.039 0.032 3 0.068 0.064 0.055 0.046 0.040 0.033 Rata-rata 0.066 0.061 0.052 0.044 0.040 0.033

Lampiran 6 Rataan nilai % penghilangan radikal hidroksil pada inkubasi 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit

Nilai Inkubasi (menit)

5 10 15 20 25 30

%

Lampiran 7 ANOVA faktorial RAL 2 faktor aktivitas penghilangan radikal hidroksil pada α 0.05 Sumber

Keragaman db JK KT Fhit Sig

Spesies 2 0.336 0.168 21.504 n 0.000 Konsentrasi 4 1.539 0.385 49.304 n 0.000 Spesies * Konsentrasi 8 0.166 0.021 2.656 n 0.025 Galat 30 0.234 0.008 Total 44 2.274 * : interaksi n : berbeda nyata

Lampiran 8 Rataan nilai % penghilangan radikal hidroksil spesies S. willdenovii, S. ornata, dan S. plana dengan konsentrasi 0, 25, 50, 75, dan 100 µg/ml pada inkubasi 30 menit

Konsentrasi (µg/ml) S. willdenovii S. ornata S. plana

0 0 0 0

25 0.514 24.490 40.816

50 28.571 31.633 54.082

75 50.000 42.857 98.980

100 45.918 61.225 82.143

Lampiran 9 Uji lanjut Duncan untuk interaksi faktor spesies dan konsentrasi α 0.05 Spesies*Konsentrasi N Subset 1 2 3 4 5 6 7 SW*25a 3 4.510 SP*0a 3 4.512 SW*0a 3 4.512 SO*0a 3 4.512 SO*25b 3 4.736 SW*50bc 3 4.768 4.768 SO*50bcd 3 4.791 4.791 4.791 SP*25bcd 3 4.859 4.859 4.859 4.859 SO*75bcde 3 4.873 4.873 4.873 4.873 SW*100bcde 3 4.892 4.892 4.892 4.892 SW*75cde 3 4.916 4.916 4.916 SP*50de 3 4.950 4.950 SO*100ef 3 4.993 4.993 SP*100fg 3 5.116 5.116 SP*75g 3 5.191 Sig. 0.974 0.065 0.080 0.060 0.112 0.100 0.306

SW: S. willdenovii; SO: S. ornata; SP: S. plana.

Dokumen terkait