Penelitian ini dilaksanakan di areal kebun Holti Tropical Date Palm Indonesia Tiga Juhar yang berlokasi di Desa Tiga Juhar, kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu, Kabupaten Deli Serdang, provinsi Sumatra Utara. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit, jl. Brigjend Katamso no.51 Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan Medan . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2020 sampai dengan November 2021.
Gambar 1. Peta Lokasi Penelintian
Bahan dan Alat Penelitian
Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kantong plastik sebagai tempat sampel tanah, karet gelang untuk mengikat kantongan, karung goni sebagai tempat seluruh sampel tanah sampel tanah yang diambil dari lokasi penelitian dan bahan–bahan kimia untuk analisa di laboratorium serta bahan pendukung lainnya.
Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah aplikasi GPS (Global Position System) Essential di smartphone untuk mengetahui titik koordinat lokasi penelitian, bor tanah untuk mengambil sampe tanah, ring sampel untuk mengambil sampel tanah utuh, kamera serta alat tulis untuk keperluan tulis menulis, dan seperangkat alat- alat laboratorium untuk keperluan analisis.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Survey. Dengan pengambilan sampling menggunakan metode purposive sampling Dengan tiga contoh tanah yang diambil dari lokasi kebun Desa Tiga Juhar, kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu, Kabupaten Deli Serdang. Pengambilan titik sampel tanah dilakukan secara acak dan di kompositkan.
Untuk dapat memperoleh Kelas Kesesuaian Lahan untuk tanaman Salak (Salacca edulis) di Desa Tiga Juhar, kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu, Kabupaten Deli Serdang, data yang di dapat dilapangan, data iklim, dan juga data hasil analisis laboratorium nantinya akan dicocokkan (matching) dengan kriteria kelas kesesuaian lahan untuk tanaman Salak (Salacca edulis) sehingga didapat kelas kesesuaian lahan aktual. Dengan mempertimbangkan usaha-usaha perbaikan
yang bisa dilakukan pada beberapa faktor-faktor penghambatnya, maka dapat diperoleh kelas kesesuaian lahan potensialnya
Pelaksanaan Penelitian Tahap Persiapan
Sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan, terlebih dahulu dilakukan konsultasi rencana penelitian dengan dosen pembimbing, referensi pustaka, penyusunan usulan penelitian, persiapan alat dan bahan serta pengambilan titik koordinat dilapangan yang akan digunakan dalam pembuatan peta lokasi penelitian.
Adapun pada tahap ini juga dilakukan pengumpulan data sekunder berupa data suhu dan curah hujan yang didapat dari BPS dan BMKG Kabupaten Deli Serdang Pelaksanaan
Penelitian ini dimulai dengan survey pendahuluan yaitu dengan mengadakan orientasi lapangan penelitian Selanjutnya dilakukan survai utama dengan tujuan pengambilan sampel tanah berdasarkan klasifikasi area penanaman salak di kebun Holti Tropical Date Palm Indonesia desa Tiga Juhar, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu. Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara.
Pengambilan Sampel tanah dilakukan secara random. Kemudian tanah yang telah diambil akan di kompositkan dan dimaksukkan sampel tanah tersebut ke dalam plastik dengan berat tanah ±2 kg serta diberi label lapangan.
Setiap sampel tanah yang diambil kemudian dikering anginkan di ruang yang berventilasi dan tanpa terkena sinar matahari secara langsung, dimana temperaturnya tidak lebih dari 350 C karena akan berakibat pada perubahan yang drastis pada sifat kimia, fisik dan biologi sampel tanah, kemudian dilakukan
pengayakan dengan ayakan 10 mesh untuk mendapatkan ukuran partikel yang berdiameter 2 mm, dimana tanah adalah partikel yang berdiameter 2 mm, sedangkan berdiameter lebih dari 2 mm dikategorikan sebagai kerikil (Mukhlis,2007).
Pada tahap ini parameter fisik yang dapat diukur di lapangan seperti kedalaman tanah, kerusakan erosi yang terjadi dan drainase. Sampel tanah yang dikering udarakan akan dianalisis di laboratorium dengan parameter tekstur lapisan tanah, keasaman tanah(pH), C-Organik, KTK tanah dan Kejenuhan Basa.
Sifat fisik tanah yang dinilai adalah tekstur tanah, kedalaman tanah, kerusakan erosi yang terjadi, dan drainase. Tekstur tanah dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara fraksi tanah (pasir, debu dan liat). Proporsi fraksi menurut kelas tekstur tanah dapat dilihat pada Tabel 2, sedangkan sifat kimia yang diukur dalam penelitian ini adalah KTK tanah, C-organik dan pH tanah yang dianalisis di laboratorium.
Tabel 2. Proporsi Fraksi menurut Kelas Tekstur Tanah
Kelas Tekstur Tanah Proporsi (%) fraksi tanah
Pasir Debu Liat
Pasir (sandy) >85 <15 <10
Pasir berlempung (Loam sandy) 70-90 <30 <15 Lempung berpasir (sandy loam) 40-87,5 <50 <20
Lempung (loam) 22,5-52,5 30-50 10-30
Lempung liat berpasir (Sandy clay loam) 45-80 <30 20-37,5 Lempung liat berdebu (sandy silt loam) <20 40-70 27,5-40 Lempung berliat (clay loam) 20-45 15-52,5 27,5-40 Lempung Berdebu (silty loam) <47,5 50-87,5 <27,5
Debu (Silt) <20 >80 <12,5
Liat berpasir (Sandy clay) 45-62,5 <20 37,5-57,5
Liat Berdebu (Silty clay) <20 40-60 40-60
Liat (Clay) <45 <40 >40
Analisis Klasifikasi Kesesuaian Lahan
Analisis klasifikasi kesesuaian lahan pada tahap ini menggunakan metode matching atau metode pencocokan data. Data yang telah diperoleh baik dari data primer, sekunder maupun data hasil laboratorium akan menunjukkan kualitas lahan, kemudian akan dicocokkan dengan persyaratan penggunaan lahan.
Kelas kesesuaian lahan terbagi menjadi empat tingkat, yaitu sangat sesuai (S1), sesuai (S2), sesuai marjinal (S3) dan tidak sesuai (N). Hasil akhir dari klasifikasi ditetapkan berdasarkan kelas terburuk dengan memberikan seluruh pembatas/hambatan yang ada. Perubahan klasifikasi menjadi setingkat lebih baik dimungkinkan terjadi apabila seluruh hambatan yang ada dapat diperbaiki.
Pada klasifikasi kesesuaian lahan tidak dikenal prioritas penghambat, dengan demikian seluruh hambatan yang ada pada suatu unit lahan akan disebutkan semuanya. Akan tetapi dapat dimengerti bahwa dari hambatan yang disebutkan ada jenis hambatan yang mudah ditangani atau sebaliknya hambatan yang sulit untuk ditangani. Perubahan klasifikasi menjadi setingkat lebih baik dimungkinkan terjadi apabila seluruh hambatan yang ada pada unit lahan tersebut dapat diperbaiki.
Klasifikasi kesesuaian lahan dilakukan dengan melalui sortasi data karakteristik lahan berdasarkan kriteria kesesuaian lahan untuk setiap jenis tanaman. Kriteria penentuan kelas kesesuaian lahan dapat dilihat pada Tabel 3
Tabel 3. Kriteria untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan.
Sumber : (Subardja dkk, 2011)
Penyajian Hasil Kasifikasi Kesesuaian Lahan a. Penilaian Kelas Kesesuaian Lahan Aktual
Penilaian kelas kesesuaian lahan dilakukan dengan cara matching yaitu membandingkan antara parameter karateristik lahan yang telah didapat dari lapangan dengan kriteria kesesuaian lahan yang dibutuhkan oleh tanaman yang telah dipilih atau ditentukan.
b. Penilaian Kelas Kesesuaian Lahan Potensial
Penilaian kesesuaian lahan potensial dilakukan apabila setelah proses matching, data yang diperoleh tidak memungkinkan untuk ditanami tanaman tersebut sehingga dibutuhkan perbaikan-perbaikan lahan pada faktor penghambat yang memungkinkan agar kualitas lahan dapat menjadi baik dan kesesuaian lahannya diharapkan dapat meningkat.
Kelas Kesesuaian Lahan Kriteria
S1 = Sangat Sesuai Lahan tidak mempunyai faktor pembatas yang berarti atau nyata terhadap penggunan secara berkelanjutan
S2 = Cukup Sesuai Lahan mempunyai faktor pembatas, yang akan berpengaruh terhadap produktifitas, memerlukan tambahan masukan (input), biasanya dapat diatasi petani sendiri
S3 = Sesuai Marginal Lahan mempunyai faktor pembatas yang berat, berpengaruh terhadap produktifitas, memerlukan masukan yang lebih banyak dari S2, memerlukan modal tinggi, petani tidak mampu mengatasinya.
N = Tidak Sesuai Lahan yang tidak sesuai (N) karena mempunyai faktor pembatas yang sangat berat dan/atau sulit diatasi
c. Penyajian Hasil
Hasil penilaian kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial disajikan dalam bentuk peta dan tabel yang memberikan keterangan kelas kesesuaian lahan dari masing-masing tanaman untuk setiap unit lahan yang dinilai.
Skema pemetaan evaluasi kesesuaian lahan aktual dan potensial dapat dilihat pada Gambar 2.
Data dari lapangan
Masukan Data
Pengumpulan Data
Data Primer Data Sekunder
Karakteristik Lahan
Gambar 2. Skema Pemetaan Evaluasi Kesesuai Lahan
HASIL DAN PEMBAHASAN