Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
2) Jenis Tanah
4.5.2 Bahan Galian Konstruksi
Kawasan pertambangan yang terdapat di Kota Ternate umumnya merupakan usaha kegiatan tambang bahan galian mineral non logam dan batuan, yang terdapat di hampir seluruh wilayah kota Terante. Aktivitas kegiatan pertambangan bahan galian mineral non logam dan batuan di Kota Ternate masih bersifat kegiatan tambang sederhana yang menghasilkan pasir, kerikil dan batu kali, yang nilai produksinya relatif kecil.
Mengingat kecilnya potensi bahan tambang bahan galian mineral non logam dan batuan di Kota Ternate, serta dengan pertimbangan keselamatan lingkungan, maka eksploitasi terhadap kegiatan pertambangan tersebut perlu diawasi dan
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 28
penanganan terhadap lingkungan yang kemungkinan akan mengalami kerusakan sebagai akibat dari kegiatan tersebut.
Kawasan penambangan bahan galian mineral non logam dan batuan tersebar di hampir semua pulau di wilayah Kota Ternate dengan potensi yang berbeda di masing-masing lokasi. Menurut perletakannya bahan galian mineral non logam dan batuan ini dapat dibedakan dalam 2 lokasi masing – masing di daratan (bukit dan kalimati/barangka) dan pesisir pantai.
bahan galian mineral non logam dan batuan di pulau Ternate yang terletak di daratan (bukit dan kalimati/barangka) seperti di Dufa-Dufa bagian Barat, Kalumata Bagian Barat, Tarau-Kulaba, Tubo, Bula dan loto. Adapun jenis material adalah pasir gunung, batu angus, batu gunung, kerikil dan tanah. Sedangkan untuk spot pesisir pantai dapat dijumpai di Kelurahan Kalumata pantai, Bula, Takome, Taduma, Dorpedu dan Ake rica, jenis material adalah pasir pantai, kerikil dan batu. Material jenis batu angus memiliki potensi yang sangat besar dieksploitasi untuk kebutuhan pembangunan di Kota Ternate dan hanya terdapat di antara Kelurahan Tarau dan Kulaba. Sedangkan jenis pasir gunung, pasir pantai, batu dan kerikil potensinya terbatas.
bahan galian mineral non logam dan batuan di pulau Moti dapat dijumpai di pesisir pantai maupun daratan, yang tersebar di seluruh kelurahan. Adapun jenis bahan galian mineral non logam dan batuan ini adalah pasir pantai, batu dan tanah. Spot batu belah dan kerikil belah berlokasi di Tuma (perbatasan Kel.Moti Kota – Kel.tafamutu).Potensi material pasir cukup besar sedangkan golongan jenis batuan cukup terbatas.
bahan galian mineral non logam dan batuan di pulau Hiri dapat dijumpai di pesisir pantai maupun daratan. Jenis material yang terdapat di pulau Hiri didominasi jenis batu-batuan yang terdapat diseluruh kelurahan dengan potensi cukup sedang.
bahan galian mineral non logam dan batuan di pulau-pulau gugus Batang Dua (P.Mayau dan Tifure) dapat dijumpai di pesisir pantai maupun daratan. Untuk Pulau Mayau material didominasi pasir pantai yang terdapat kelurahan Mayau, Perum dan Bido . Jenis batu dan kerikil terdapat di seluruh pesisir pantai kelurahan Lelewi, Mayau, Perum dan Bido. Secara umum bahan galian mineral non logam dan batuan di pulau Mayau potensinya cukup besar. Untuk pulau Tifure potensi bahan galian mineral non logam dan batuan jenis batu dan pasir cukup terbatas.
Pengelolaan bahan galian mineral non logam dan batuan di wilayah Kota Ternate diusahakan oleh penambangan rakyat dan perusahaan penambangan swasta. Kondisi di beberapa spot kawasan penambangan telah menimbulkan kerusakan lingkungan abrasi pantai di pesisir pantai Taduma dan Tafure (Daulasi). Sedangkan ancaman bahaya longsor di lokasi penambangan di kelurahan Kalumata bagian Barat dan Dufa-dufa bagian Barat.
I RPI2-JM I Kota Ternate I
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 29
Kawasan pertambangan yang terdapat di Kota Ternate umumnya merupakan usaha kegiatan tambang bahan galian mineral non logam dan batuan, yang terdapat di hampir seluruh wilayah kota Terante. Aktivitas kegiatan pertambangan bahan galian mineral non logam dan batuan di Kota Ternate masih bersifat kegiatan tambang sederhana yang menghasilkan pasir, kerikil dan batu kali, yang nilai produksinya relatif kecil.
Mengingat kecilnya potensi bahan tambang galian mineral non logam dan batuan di Kota Ternate, serta dengan pertimbangan keselamatan lingkungan, maka eksploitasi terhadap kegiatan pertambangan tersebut perlu diawasi dan penanganan terhadap lingkungan yang kemungkinan akan mengalami kerusakan sebagai akibat dari kegiatan tersebut.
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 30
Gambar 4.6 : Peta Struktur Geologi Kota Ternate Sumber: RTRW Kota Ternate, 2012
I RPI2-JM I Kota Ternate I
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 31
al ALUVIUM - Lanau, pasir dan kerikil ALLUVIUM - Silt, sand and graveel
pr ENDAPAN PIROKLASTIKA ROMBAKAN - Abu, tif lapili dan
beberapa lapisan lapilibatuapung dari Gt, dan Gm terkonsolidasi lemah takteruraikan. Struktur sedimen fluvial banyak dijumpai.
REWORKED PIROCLASTICDEPOSITS - Weakly consolidated ash, lapili tuff
and some pumice lapili beds fromGt, Gd and Gm undifferentiated. Fluil sedimentary struktures are common.
ENDAPAN MASING-MASING GENERASI GUNUNGAPI GAMALAMA DEPOSITS OF INDIFIDUAL GAMALAMA FOLCANIC GENERATIONS GUNUNGAPI GAMALAMA MUDA (Gm)
YOUNG GAMALAMA VOLKANO (Gm)
Gmpin ENDAPAN PYROKLASTIKA MUDA - Endapan jatuhan piroklastika,
mengandung blok dan bom andesit serta andesit basal diameter maksimum 6 m. Hasil erupsi September 1980.
YOUNG PYROKLASTIC DEPOSITS - Pyroklastic airfall deposits,consist of
andesite and basaltic andesite blocks and bombs to 6 maximum dimension
Products of the September 1980 eruption.
Gmlm
ENDAPAN LAHAR MUDA - Bongkah andesitdan andesit basal meruncing
tanggung sampai membulat tanggun di dalam matrik lanau dan pasir masi
lepas. Termasuk endapan lahar yang terjadi pada 1840, 1897 dan 1970.
YOUNG LAHAR DEPOSIST - Coarse, subangular to subronded boulders of
basaltic andesite and andesite in an unconsolidated mud and sand matrix.
Included lahar deposits of 1840, 1897 and1907 age.
Gmpt
ENDAPAN PIROKLASTIKA TUA - Endapan jatuh piroklastika berupa abu,
skoria dan fragmen litik. Sebagian besar terjadi pada masa sejarah manusia.
OLD PYROKLASTIC DEPOSITS - Pyroclastic airfall deposits consist ash, scoria
and lithic fragments. In large part of historis age
GM LS LAVA 1907 - Lava anddesit basal. Dierupsikan November 1907
1907 LAVA Basaltic andsite. Erupted in November 1907
GmT
ENDAPAN LETUSAN FREATIK MAAR TOLIRE JAHA DAN TOLIRE KECIL
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 32
terpilah, litologi aneka ragam di dekat maar, sedang di lereng maar, sedang
di lereng maar sebagai endapan tumpuan dasar berlapis bagus, berstruktur
bom sag. Terbentuk september 1775
PHREATIC EXPLOSION DEPOSITS OF TOLIRE JAHA AND TOLIRE KECIL MAARS-
Consist Of partly consolidated,unsorted fragmental volcanic material of Various lithologies near maars , but on the maar flanks consist of well stratified base surge deposits and bombs sag strukturs, Formed in september 1775.
Gm t7
LAVA 1763 - Lafa blok jenis adesit abu-abu hitam vesikuler dicirikan oleh
fanokris plagioklas euhedral sekitar 40% Dierupsikan 1763.
Gmby
BREKSI LETUSAN GUNUNGAPI DAN PERCIKAN - Sebagian besar berupa bom
percikan lava dan bom kerakroti andesit,kadang-kadang fuk kuning kecoklatan teralterasi.Terbentuk di sekitar lubang erupsi pada 1763. SPATER AND VOLCANIC EXPLOSION BRECIAS - Consist largely of adesite
flatened bombs and breadcrust bombs,comonly with broenish yello altered tuff. Formed around eruptife vents in 1763.
Gm L6
LAVA 1737 - Lava blok jenis andesit basal hitam, vesikuler mengandung
fenokris plagioclase euhedral sekitar 45% dierupsikan pada Maret 1747.
vesikular mengandung fenokris plakioklas euhedral sekitar 45%. Dierupsikan pada Maret 1737.
Gmpf
ENDAPAN ALIRAN PIROKLASTIKA-Tersingkap buruk, sebagian terdiri dari
bom kerakroti jenis endesit, vesikuler, kacaan.
PYROCLASTIC FLOW DEPOSIT- Poorly exposed; consist in part of glassy,
vesicular andesite breadcrust bombs.
Gm L5 LAVA 5 - Lava blok jenis andesit basal hitam vesikuler dengan fenokris
plagioklas sekitar 40%, bentuk subhendral.
LAVA 5 - Dark, vesicular basaltic andesite block lava with about 40% subhedral plagioclase phenocrysts.
Gm
I RPI2-JM I Kota Ternate I
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 33
LAVA 4 - Grey andesite block lava, vesicular
Gm
1.3 LAVA 3 - Blok jenis andesit abu-abu, Vesiculer. LAVA 3 - grey, Vesicular andesite blok lava
Gm 1.2
LAVA 2 - Lava blok jenis adesit, abu-abu, visikuler dicirikan oleh venokris
plageoklas sangat kecil.
LAVA 2 - Grey, fisicular andesite block lava, caracterized by very smali plageoclase chemocrysts.
Gm
L.1 LAVA 1 - Lava block jenis andesit abu-abu, Vesikuler, dicirikan oleh venokris plagioklas membulat ( sekitar 40% )
LAVA 1 - Grey, visiculer andesite block lava, caracterized by rounded plageoclase phrnocrysts (abaut 40%)
GUNUNG API GAMALAMA TUA (Gt) OLD GAMALAMA VOLKANO
Gtp
ENDAPAN PIROKLASTIKA - Skoria berselang-seling dengan abu gunungapi,
terkonsoludasi kuat, sudah lapuk lanjut.
PIROCLASTIC DEPOSIT - Well-consolidated, deeply weathered scoria interbeded wite volcanic ash.
Gtig IGNIMBRIT - endapan piroklastika sebagian terlaksana kompak keras,
desitan, berstruktur fiamme.
IGNIBRIT - pyrolactic deposit, party welded, danse, dacitic, with fiamme
structures
Gtlx
ENDAPAN LAHAR - Endapan lahar terkonsulidasi kuat termasuk beberapa
.
LAHAR DEPOSITS - Well -consolidated lahar deposits, including some
interbedded andesit lavas and volcanic ash.
Gtip
SUBAT INTRUSI ANDESIT - Andesit abu-abu masif berbentuk sumbad,
mengalami karat melepas tak teratur.
ANDESITE INTRUSIVE PLUG - Dense, grey andesite with plug from and irrugeler
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 34
seting joints.
GtL LAVA TERALTERASI - Lava outih dan merah ungu teral terasi secara hidroteraltak jelas asalnya
ALTERED LAVAS - White and violete red hidrothermally altered lavas of
uncertain origin.
GtLs
LAVA TAK TERURAIKAN - Lava tua takteruraikan , sebagian besar berupa lava
andesit, abu-abu,masif, disisipi oleh sedikit endapan pada lahar pada tempat
yang lebih rendah.
UNDIFERENTIATED LAVAS - Undifferentiated older lavas, mostly dense grey
andesite interbedded wth minor lahar deposits of lower elevations.
4.5.3 Potensi Bencana Alam