Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
B. Daerah Rawan Gempa
2) Kawasan Rawan Bencana Gunung Api
Letusan gunung api Gamalamaa pada umumnya diikuti semburan bom – bom vulkanik membara, lapili serta material lepas lainnya dan kadang – kadang diikuti pula oleh aliran lava tetapi tidak pernah diikuti luncuran awan panas. Bahanya letusan utama (primer) adalah lontaran material (pijar) berukuran abu hingga bongkah, aliran lava serta awan panas (aliran piriklastik), sedangkan bahanya kedua (Sekunder) adalah lahar hujan. Walau pun dalam catatan sejarah letusan tidak pernah terjadi luncuran awan panas, namun tidak menutup kemungkinan dalam suatu letusan yang akan datang dapat terbentuk awan panas, sehingga bahayanya tetap harus diperhitungkan didalam peta kawasan rawan bencana gunung api.
Kawasan rawan bencana gunung api adalah kawasan yang pernah terlanda atu diidentifikasikan berpotensi terancam bahanya letusan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembuatan peta kawasan rawan bencana gunung api diantaranya berdasarkan pada sifat letusan yang terakhir, analisa morfologi/ tropografi, sejarah letusan serta data letusan lainnya. Peta inui menjelaskan tentang jenis dan sifat bahanya gunung api, kawasan rawan bencana, arah/ jalur penyelamatan diri, lokasi pengungsian dan pos penanggulangan bencana.
Karena gunung api Gamalama termasuk salah satu gunung api yang sangat giat atau yang sering meletus dalam masa sejarah kegiatannya dan sudah banyak diketahui sifat atau perilakunya, maka kawasan rawan bencananya dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :
- Kawasan Rawan Bencana I,
- Kawasan Rawan Bencana II,
- Kawasan Rawan Bencana III.
a. Kawasan Rawan Bencana I
Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang terletak sepanjang/ dekat lembah suang dan dibagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak. Merupakan kawasan yang cukup berpotensi terlanda lahar/ banjir serta tidak menutup kemungkinan dapat terlanda perluasan sebaran awan panas dan aliran lava. Selama letusan membesar, kawasan ini kemungkinan dapat tertimpa hujan abu lebat dan atau lontaran batu (pijar). Berdasarkan pada jenis potensi bahayanya, kawasan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu
I RPI2-JM I Kota Ternate I
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 43
Kawasan rawan bencana terhadap aliran masa, berupa lahar/banjir
serta kemungkinan perluasan awan panas serta aliran lava. Kawasan ini letaknya disepanjang/dekat lembah sungai atau bagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak. Pemukiman yang terutama termasuk dalam kawasan ini adalah Kelurahan Dufa-dufa, Tabam, Tubo, Kulaba, Bula, Tobololo, Takome, Lotto, dan kelurahan Togafo.
Khusus untuk Kelurahan Kulaba, harus diwaspadai terhadap bahaya banjir pada musim penghujan. Disamping itu, pemukiman yang juga harus waspada terhadap kemungkinan perluasan lahar adalah
Kelurahan Taduma, Dorpedu, Kastela dan Kelurahan Toboko.
Kawasan rawan bencana terhadap hujan abu, tanpa memperhatikan arah tiupan angin dan kemingkinan lontaran batu (pijar) dengan radius 4.5 Km. Pemukiman yang termasuk dalam kawasan ini adalah seluruh daerah pemukiman yang berada dilereng dan kaki gunung api Gamalamaa (P. Ternate).
Pada kawasan rawan bencana I masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, dengan memperhatikan kegiatan gunung Api yang dinyatakan oleh direktorat Vulkanologi, sambil menunggu perintah dari pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Kawasan Rawan Bencana Ii
Kawasan Rawan Bencana II adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas lontaran atau guguran batu (pijar), aliran lava, hujan abu lebat dan terlanda aliran lahar. Kawasan ini merupakan perluasan dari kawasan rawan bencana III, dan berdasarkan pada jenis potensi bahayanya dapat dibedakan menjadi dua yaitu ;
Kawasan rawan bencana terhadap aliran masa, berupa awan panas, aliran lava, guguran batu (pijar) dan aliran lahar. Kawasan ini meliputi seluruh bagian puncak dan diperluas kearah lereng bagian utara dan selatan yang terutama menempati bagian punggungan. Khusus untuk bahaya lairan lava, daerah- daerah yang mungkin terancam terutama yang berada dibagian utara mulai dari kelurahanSulamadaha hingga bagian timur laut yang berbatasan dengan sungai Togorara. Alur sungai yang termasuk kedalam kawasan ini adalah
sungai Togorara, sungai Kulaba, sungai Sosoma, sungai Ruba, sungai Kelawa, sungai Tareba, sungai Piatoe, sungai Taduma dan sungai castela. Pemukiman yang mungkin terancam terhadap bahaya lahar adalah Kelurahan Tubo, Tafure, Kulaba, Tobololo, Takome dan Kelurahan Loto.
Kawasan rawan bencana terhadap bahan lontaran atau jatuhan berupalontaran batu (pijar), Hujan abu lebat. Kawasan ini meliputi bagian puncak hingga lereng bagian tengah hingga radius 3.5 km dari pusat letusan (kawah Gn. Arfat). Pemukiman yang masuk dalam kawasan ini adalah kelurahan Foramadiyahi, Marikurubu ( lingk.Air Tege-Tege, Tongole, Buku Bendera ) dan Kelurahan Moya. Sedangkan
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 44
kelurahan yang berbatasan dengan kawasan rawan bencana II yang harus waspada terhadap bahan lontaran adalah Kelurahan Sasa, Ngade, Tobona, Malikrubu (Buku bendera).
Pada kawasan rawan bencana II masyarakat diharuskan mengungsi jika terjadi peningkatan gunung api sesuai dengan saran dari direktorat Vukanologi, sampai daerah ini dinyatakan aman kembali. Pernyataan bahwa harus mengungsi, tetap tinggal ditempat dan keadaan sudah aman kembali diputuskan oleh pimpinan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Kawasan Rawan Bencana Iii
Kawasan bencana III adalah kawasan yang letaknya terdekat dengan sumber bahaya dan sering terlanda awan panas, lontaran atau guguran batu (pijar) dan aliran lava. Berhubung sangat tinggi tingkat kewaspadaannya maka kawasan ini tidak diperkenankan untuk hunian tetap.
Kawasan Rawan bencana III terhadap material letusan yang bersifat aliran (awan panas dan lava) menempati bagian daerah puncak, mulai dari pematang kawah tertua (Gn. Kekau atau Bukit melayu) kearah bagian
lereng utara meliputi pemetang kawah kedua (Gn. Meiena) dan kerucut
termuda (Gn. Arfat). Sebagian alur sungai utama yang termasuk kedalam daerah ini dan merupakan sarana air untuk material letusan yang bersifat aliran adalah : Sungai Piatoe, Sungai Tareba dan Sungai Takome, sungai Sososma, Sungai Ruba, Sungai Kulaba, serta sungai Togorara. Sedangkan untuk daerah sangat rawan terhadap material lontaran atau guguran batu (pijar), meliputi daerah puncak dengan radius 2.5 km dari pusat letusan (Kawah * Gn. Arfat). Didalam kawasan rawan bencana III ini tidak terdapat pemukiman.
I RPI2-JM I Kota Ternate I
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 45
Gambar 4.11 : Peta Peta Rawan Gunung Api Gamalama Kota Ternate Sumber: RTRW Kota Ternate, 2012
Bantuan Teknis RPI2JM Dalam Implementasi Kebijakan Keterpaduan Program
Bidang Cipta Karya –Provinsi Maluku Utara Tahun 2014
VI - 46