• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat

Pemantauan dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Desember 2008 di gudang penyimpanan beras dan pakan ternak yaitu : gudang beras Bulog, gudang swasta, gudang perorangan pasar induk Cipinang, dan gudang penampungan pakan ternak Cilegon. Wilayah pemantauan keberadaan kumbang khapra adalah wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Serang, dan Cilegon untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok.

Metode Penelitian

Pengambilan Contoh

Pemantauan menggunakan dua cara yaitu : pengambilan contoh langsung dengan menggunakan spear sampler atau probe (colokan) dan perangkap dengan menggunakan yellow trap, cartoon trap, bait trap.

Pengambilan Contoh Langsung

Spear sampler atau probe (colokan). Spear sampler digunakan untuk pengambilan contoh secara langsung pada penyimpanan yang menggunakan karung. Penggunaan dengan alat ini merupakan cara praktis untuk memantau populasi serangga hama, selain itu sekaligus dapat digunakan untuk memantau kualitas komoditas yang disimpan. Setiap staple (tumpukan karung) yang ditetapkan menjadi contoh, dilakukan tiga kali pengambilan contoh dengan colokan yaitu : bagian dasar, bagian tengah, bagian atas, setiap contoh komoditas diambil sebanyak 500 gram (Gambar 4).

Gambar 4 Contoh beras yang diambil dengan menggunakan colokan

Jumlah pengambilan contoh disesuaikan dengan jumlah dan bentuk karung dalam gudang penyimpanan (Sidik 1991)

Jumlah karung contoh per tumpukan

Jumlah karung Jumlah contoh 7 – 270 271 – 630 631 – 1140 1141 – 1800 1801 – 2610 2611 5 10 15 20 25 30

Pengambilan Contoh Dengan Perangkap

Yellow trap. Yellow trap adalah perangkap yang terbuat dari kertas atau plastik kuning dengan ukuran 8cmx15cm, permukaannya dilapisi Vaseline. Perangkap digantungkan di gudang penyimpanan setinggi 2m (Gambar 5). Yellow trap digantungkan pada lorong tumpukan karung, setiap lorong dibuat tiga perangkap. Jumlah perangkap disetiap gudang tidak sama, karena setiap gudang memiliki jumlah lorong yang berbeda. Yellow trapdipasang setiap tiga hari, pada hari yang ketiga perangkap lama diganti dengan perangkap yang baru, karena vaseline sudah tidak merekat lagi pada hari yang ketiga. Tujuan dari perangkap

ini agar hama gudang yang terbang menabrak yellow trap dan melekat, tujuannya untuk memerangkap serangga hama yang bisa terbang.

Gambar 5 Yellow trapyang digunakan di gudang penyimpanan

Cartoon trap. Cartoon trapadalah perangkap yang terbuat dari karton bergelombang dengan ukuran 5cm x 15cm. Karton diletakkan diantara dua karung. Tujuan dari penggunaan perangkap ini untuk menampung ngengat hingga berpupa pada celah-celah karton (Gambar 6). Jumlah cartoon trap yang digunakan tergantung jumlah karung di setiap gudang. Setiap baris vertial karung pada tumpukan stapel diletakan tiga cartoon trap, sedangkan baris horizontal lima cartoon trap. Perangkap lama diganti pada hari yang ketiga dengan perangkap yang baru.

Bait trap. Bait trap adalah perangkap umpan terbuat dari kantung nilon berlubang-lubang yang diisi dengan beras pecah kulit sehingga akan menarik kedatangan serangga hama pada kantung-kantung yang diletakkan pada celah-celah di antara karung dalam suatu tumpukan. Keuntungan perangkap ini dapat diletakkan pada beberapa tempat selama 3 hari, mudah dalam pengambilan serangga yang terperangkap (Gambar 7). Jumlah bait trap yang digunakan tergantung jumlah karung di setiap gudang. Setiap baris vertial karung pada tumpukan stapel diletakan tiga bait trap, sedangkan baris horizontal lima bait trap. Perangkap lama diganti pada hari yang ketiga dengan perangkap yang baru.

Gambar 7 Bait trapyang digunakan di gudang penyimpanan

Pembagian Jenis Komoditas

Komoditas yang diamati adalah komoditas yang umumnya diserang oleh

T. granarium, yaitu: beras dan pakan ternak. Kedua komoditas ini merupakan makanan yang sangat disenangi oleh T. granarium. Pada gudang penyimpanan, sering di temukan T. granarium pada bungkil kacang (Kalshoven 1981). Dano (1977) menyatakan kerusakan besar yang diakibatkan hama gudang ini di Indonesia adalah pada komoditas beras dan pakan ternak.

Pakan ternak yang diamati berupa bahan dasar pakan ternak seperti bungkil kacang kedelei, bungkil jagung, biasanya masih dalam bentuk curah, dan pakan ternak yang sudah berupa konsentrat.

Lokasi Pemantauan

Pemantauan dilaksanakan pada gudang pemerintah, swasta, perorangan dan gudang penampungan di wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Serang, dan Cilegon.

a. Gudang pemerintah (DKI Jakarta), yaitu : GBB II : Gudang Beras Bulog II GBB III : Gudang Beras Bulog III GBB IV : Gudang Beras Bulog IV GBB V : Gudang Beras Bulog V GBB VI : Gudang Beras Bulog VI GBB VII : Gudang Beras Bulog VII GBB XII : Gudang Beras Bulog XII GBB XIII : Gudang Beras Bulog XIII GBB XIV : Gudang Beras Bulog XIV GBB XV : Gudang Beras Bulog XV

b. Gudang swasta (Bekasi dan Serang, ), yaitu : GS I : Gudang Swasta I

GS II : Gudang Swasta II GS III : Gudang Swasta III GS IV : Gudang Swasta IV GS V : Gudang Swasta V

c. Gudang perorangan (DKI Jakarta), yaitu :

GPC I : Gudang Perorangan Cipinang I GPC II : Gudang Perorangan Cipinang II GPC III : Gudang Perorangan Cipinang III GPC IV : Gudang Perorangan Cipinang IV GPC V : Gudang Perorangan Cipinang V

Data sekunder diperoleh dari data intersepsi laporan tahunan 2006 dan 2007 dari Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, data sekunder di luar DKI Jakarta yang mendukung dapat dilihat pada Lampiran 3,4,5, dan 6.

Identifikasi Serangga

Serangga yang diperoleh dengan cara pengambilan contoh langsung dan cara pengambilan contoh dengan perangkap, dihitung jumlahnya. Serangga dibawa ke laboratorium untuk identifikasi dengan bantuan mikroskop dan buku identifikasi Banks 1994.

Parameter Pengamatan

Pengamatan hama gudang dilakukan dengan menghitung padat populasi

T. granarium yang ditemukan pada masing-masing contoh, dan menghitung padat populasi hama gudang lainnya yang ditemukan pada masing-masing contoh.

Selain itu dilakukan pengamatan terhadap sistem manajemen gudang seperti: jalur masuk pada komoditas ke gudang, lama penyimpanan, asal bahan simpan,

Dokumen terkait