Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca University Farm IPB unit lapangan Cikabayan. Lokasi penelitian berada pada ketinggian 250 m diatas permukaan laut (dpl). Penelitian ini dilaksanakan mulai April sampai Juli 2010.
Bahan dan Alat
Bahan tanaman yang digunakan adalah benih mentimun Gherkin hibrida varietas Vlasset dan varietas Calypso. Larutan hara berupa larutan AB Mix yang terdiri dari pupuk stok A (KNO3, Ca(NO3)2 dan FeEDTA) dan pupuk stok B (KNO3, K2SO4, KH2PO4, MgSO4, MnSO4, CUSO4, (NH4)S04. Na2HBO3, ZnSO4 dan NaMoO4). Komposisi hara yang digunakan yaitu: K+210 ppm, PO4-60 ppm, NO3-233 ppm, NH4+25 ppm, Ca2+177 ppm. Mg2+24 ppm, SO4-113 ppm, Fe 2.14 ppm, B 1.2 ppm, Zn 0.26 ppm, Cu 0.048 ppm, Mn 0.18 ppm dan Mo 0.046 ppm. Media arang sekam, pupuk kandang ayam, kompos daun bambu. Insektisida yang digunakan berbahan aktif Deltamethrin dan Imidacloprid.
Peralatan yang digunakan adalah tray semai, instalasi drip irigation, gelas ukur 1000 ml dan 100 ml, kontainer 100 liter, EC dan pH meter, Termo-hygrometer (0C,%), hand refracktometer (%Brix), hand penetrometer(kg/cm2), Munsell color chart, jangka sorong, ember, benang ajir, kawat ajir, label, alat tulis, alat ukur, timbangan kasar, polybag ukuran 35 cm x 35 cm sebanyak 140 lembar.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot dengan petak utama adalah varietas Vlasset dan Calypso, sedangkan anak petaknya adalah media tanam yang terdiri dari tiga jenis yaitu media arang sekam, media arang sekam dicampur dengan kompos daun bambu, dan media arang sekam dicampur dengan pupuk kandang ayam. Perbandingan volume media yang digunakan adalah 1:1. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi terdiri dari empat ulangan sehingga ada 24 satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri
dari 8 tanaman sehingga secara keseluruhan terdapat 192 tanaman. Analisis data menggunakan uji F dengan taraf 5% dan apabila hasilnya berbeda nyata dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf 5%.
Model rancangan yang digunakan adalah :
Yij = μ+Kk+αiδik+ βj +(αβ)ij+ijk ; (i=1,....t, j=1,....r)
Keterangan :
Yijk =nilai pengamatan pada petak utama ke-i dan anak petak ke-j dan
ulangan ke k
μ = rataan umum
i = pengaruh petak utama ke-i
βj = pengaruh anak petak ke-j
Kk= pengaruh kelompok ke-k
(αβ)ij = komponen interaksi antara petak utama ke-i dengan anak petak ke-j
δik = komponen acak dari petak utama yang menyebar normal
ijk = pengaruh acak dari anak petak yang menyebar normal
Pelaksanaan
Persiapan penelitian dilakukan dengan persiapan alat dan bahan yang digunakan dan pembersihan greenhouse. Pembuatan pupuk ABmix dilakukan dengan melarutkan kedalam dua kontainer, tiap kontainer berkapasitas 90 liter. Kemudian masing-masing larutan hara stok A dan B diambil sebanyak 10 liter dan diencerkan menjadi 2000 liter dalam container kapasitas 2000 l. Selanjutnya dilakukan pengecekan pengukuran pH larutan dan EC dengan nilai pH 6.5-6.8 dan nilai EC 2.1-2.5 mS/cm.
Penyemaian benih mentimun Gherkin dilakukan dengan media kasting selama 3 minggu. Kemudian dilakukan pindah tanam menggunakan polybag dengan satu bibit per polybag. Sebelum penanaman polybag diisi media tanam dan disiram dengan air hingga lembab. Polybag disusun dalam dua baris secara zigzag dengan jarak 50 cm. Pada tiap polybag ditancapkan dripper stick sebagai jalur fertigasi.
Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiraman rutin, pembersihan greenhouse, pengendalian hama dan penyakit. Fertigasi dilakukan tiap harinya dengan sistem otomatis menggunakan drip irigationdengan frekuensi penyiraman dan banyaknya aplikasi disesuaikan dengan umur tanaman. Berikut ini Tabel 1, volume dan jadwal penyiraman tanaman mentimun.
Tabel 1. Volume dan Jadwal Penyiraman Tanaman Mentimun Umur Tanaman Frekuensi Penyiraman Volume Penyiraman (ml/tanaman) EC (mS/cm) 1 MST 3x 250 ml 2.0 2-5 MST 3x 150 ml 2.0 5-9 MST 4x 250 ml 2.2
Pembersihan greenhouse dilakukan dengan penyiraman lantai greenhouse dan pembersihan gulma. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan aplikasi insektisida berbahan aktifDeltamethrin dan Imidaclopriddan konsentrasi 2 cc/liter. Pada awal perkembangan tanaman hingga masa vegetatif dilakukan penyemprotan insektisida setiap tiga hari sekali.
Pengamatan
Pengamatan fase vegetatif dilakukan terhadap beberapa peubah diantaranya tinggi tanaman (cm), panjang ruas rata-rata (cm), jumlah buku (buah). Pengamatan tinggi tanaman (cm) dilakukan dengan pengukuran dari buku pertama hingga ujung titik tumbuh. Pengamatan panjang ruas rata-rata (cm) dilakukan dengan perhitungan dari tinggi tanaman dibagi jumlah ruas. Pengamatan jumlah buku (buah) dilakukan dari buku pertama hingga buku terakhir.
Pengamatan fase generatif dilakukan terhadap beberapa peubah yaitu umur berbunga jantan (HST), umur berbunga betina (HST), jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina dan umur panen. Pengamatan ini dilakukan satu minggu sekali. Pengamatan umur berbunga jantan (HST) dilakukan mulai saat pindah tanam hingga mekar bunga jantan pertama pada saat 50% bunga mekar dari seluruh populasi. Pengamatan umur berbunga hermafrodit (HST) dilakukan mulai
dari pindah tanam hingga mekar bunga hermafrodit dan setelah 50% bunga mekar dari seluruh populasi. Pengamatan jumlah bunga jantan dilakukan mulai saat mekar bunga pertama hingga masa panen. Pengamatan jumlah bunga betina dilakukan mulai saat mekar bunga pertama hingga masa panen. Pengamatan umur panen (HST) dilakukan mulai awal pindah tanam hingga panen.
Pengamatan pasca panen dilakukan terhadap beberapa peubah diantaranya bobot buah (gr), panjang buah (cm), Diameter buah (cm), kekerasan kulit buah (kg/cm2), kandungan padatan terlarut total (%Brix). Bobot buah (gr) diukur menggunakan timbangan. Panjang buah (cm) diukur dari pangkal hingga ujung buah. Diameter buah (cm) diukur pada bagian tengah buah.
Tabel 2. Tabel Kelas Buah Mentimun Gherkin
Kelas Gherkin Diameter Buah E < 3.3 cm B1 3.4 - 3.8 cm
B 3.9 - 4.2 cm Oversize > 4.2 cm
Kekerasan kulit buah (kg/cm2) diukur menggunakan hand penetrometer
pada bagian pangkal-tengah-ujung. Kandungan padatan terlarut total (PTT) diukur menggunakan hand refractometerpada bagian pangkal-tengah-ujung buah.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Kondisi Umum
Daya berkecambah dua varietas mentimun Gherkin secara berturut-turut adalah varietas Calypso memiliki daya berkecambah 67.2% dan varietas Vlasset
memiliki daya berkecambah 97.7%. Tanaman mentimun Gherkin ditransplanting sekitar umur 21 hari setelah tanam. Media tanam saat pembibitan dan hasil penyemaian mentimun Gherkin dapat dilihat pada gambar 1.
(a) (b) Gambar 1. Media Pembibitan (a) dan Penyemaian Mentimun Gherkin (b)
Perkembangan masa vegetatif tanaman ini cepat dan baik, namun terdapat beberapa kendala yang terjadi selama melakukan penelitian ini (Lampiran 1). Adanya serangan hama kutu daun (Aphis sp.) pada masa pembibitan sehingga hal ini terjadi pula pada saat fase generatif di dalam greenhouse. Hama lainnya yang menyerang adalah embun tepung yang disebabkan oleh Pseudoperonospora cubensis, belalang, dan kupu-kupu (Lampiran 2). Penyakit yang menyerang tanaman adalah penyakit kerdil. Intensitas serangan hama dan penyakit ringan sehingga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Suhu udara di dalam greenhouse berfluktuasi tiap harinya, secara umum kisaran suhu antara 25OC–43OC . Suhu maksimum terjadi pada siang hari yaitu 43OC dan suhu minimum terjadi di pagi hari sekitar 24OC. Keadaan lingkungan khususnya suhu udara dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman mentimun Gherkin.
Tabel 3. Suhu dan Kelembaban Rata-rata Bulan Mei-Juni 2010 di Dalam Greenhouse pada pukul 07.00, 13.00, 16.00.
Kelembaban udara menjadi faktor penting pula pada keadaan suatu lingkungan. Kelembaban udara (RH) di dalam greenhouse paling tinggi terjadi di pagi hari berkisar antara 80%-95%. Kelembaban paling rendah terjadi pada siang hari berkisar 38%-59%. Suhu udara dan kelembaban udara di dalam greenhouse dapat lebih terjaga sehingga intensitas hama dan penyakit tanaman dapat ditekan.
Pertumbuhan Vegetatif
Tinggi tanaman
Tinggi tanaman menjadi salah satu parameter yang penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berdasarkan Tabel 4, dari kedua varietas yang digunakan tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman mentimun Gherkin. Kedua varietas ini memiliki tinggi yang relatif sama. Perlakuan pengaruh media tanam terhadap tinggi tanaman mentimun Gherkin berbeda nyata pada 6, 7 dan 8 MST. Namun diantara ketiga jenis media tanam tersebut tidak menunjukkan yang terbaik antara satu dengan yang lainnya. Tidak terdapat interaksi antara varietas dan media tanam terhadap tinggi tanaman mentimun Gherkin. Hal ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang terjadi antara perlakuan varietas yang di uji dan media tanam yang digunakan terhadap perkembangan tinggi tanaman mentimun Gherkin.
---Suhu--- ---Kelembaban---Pagi (07.00) Siang (13.00) Sore (16.00) Pagi (07.00) Siang (13.00) Sore (16.00) ---0C--- ---%---Standar 25.1 36.5 29.1 91 48 70 Max 30.7 43.6 33.9 95 59 86 Min 24.3 33.8 26.5 79 38 55
Tabel 4. Pengaruh Varietas dan Media Tanam Terhadap Tinggi Tanaman Mentimun Gherkin
Perlakuan Umur Tanam
4 MST 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST Varietas ---cm---Vlasset 3.56 7.32 44.64 103.85 162.33 Calypso 2.79 9.75 44.85 106.69 155.62 Uji F tn tn tn tn tn Media ---cm---Arang sekam 3.53 7.52 35.78b 84.31a 139.31b Arang sekam+Kompos daun bambu 3.00 9.67 51.22a 112.69a 170.31a Arang sekam+Pupuk kandang 3.00 8.41 47.25a 84.31b 167.31a
Uji F tn tn ** ** *
Interaksi tn tn tn tn tn
Keterangan : tn = Tidak berbeda nyata pada taraf uji 5 %, * = Berpengaruh nyata pada taraf uji 5 %, ** = Berpengaruh sangat nyata pada taraf uji 1%
Jumlah Ruas
Berdasarkan Tabel 5, Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah ruas tanaman mentimun Gherkin pada 8 MST. Diantara kedua varietas yang di uji varietas Calypso memiliki jumlah ruas yang lebih banyak dibandingkan dengan varietas Vlasset. Banyaknya jumlah ruas dapat berpengaruh terhadap banyaknya bakal calon buah yang dihasilkan. Pada umumnya bakal calon buah akan tumbuh pada ruas-ruas tanaman. Hal ini menandakan varietas
Calypso mempunyai peluang memiliki jumlah bakal calon buah lebih banyak dibandingkan varietas Vlasset. Pengaruh jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah ruas tanaman mentimun Gherkin khususnya pada 5, 7 dan 8 MST. Jenis media tanam arang sekam di campur dengan kompos daun bambu merupakan media tanam terbaik diantara lainnya terkecuali pada 8 MST. Interaksi pengaruh varietas dan pengaruh media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah ruas tanaman mentimun Gherkin.
Tabel 5. Pengaruh Varietas dan Media Tanam Terhadap Jumlah Ruas Mentimun Gherkin
Perlakuan Umur Tanam
4 MST 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST Varietas Vlasset 2.38 4.04 7.91 14.29 21.04b Calypso 2.04 4.58 8.71 15.58 22.67a Uji F tn tn tn tn * Media Arang sekam 2.00 3.62b 8.00 13.81b 20.37b Arang sekam+Kompos daun bambu 24.37 4.50a 8.37 15.93a 22.75a Arang sekam+Pupuk kandang 21.87 3.87b 8.56 15.06ab 22.44a
Uji F tn ** tn * *
Interaksi tn tn tn tn tn
Keterangan : tn = Tidak berbeda nyata pada taraf uji 5 %, * = Berpengaruh nyata pada taraf uji 5 %, ** = Berpengaruh sangat nyata pada taraf uji 1%
Panjang Ruas Rata-Rata
Panjang ruas rata-rata didapatkan dari tinggi tanaman dibagi dengan jumlah ruas. Ini dapat menunjukkan perkembangan panjang tiap ruas dari suatu tanaman. Berdasarkan Tabel 6, panjang ruas rata-rata berpengaruh nyata terhadap pengaruh varietas dan pengaruh media tanam. Pengaruh varietas berpengaruh nyata pada 4, 7 dan 8 MST terhadap panjang ruas rata-rata. Pada 4 MST, varietas
Calypso memiliki panjang ruas rata-rata lebih tinggi dibandingkan varietas
Vlasset, sedangkan pada 7 dan 8 MST varietas Vlassetmemiliki panjang ruas rata-rata lebih tinggi dibandingkan varietas Calypso. Pengaruh media tanam berpengaruh nyata pada 6, 7 dan 8 MST terhadap panjang ruas rata-rata. Perlakuan media tanam arang sekam dicampur kompos daun bambu dan arang sekam dicampur pupuk kandang ayam memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan media arang sekam. Interaksi pengaruh varietas dan pengaruh media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap panjang ruas rata-rata tanaman mentimun Gherkin.
Tabel 6. Pengaruh Varietas dan Media Tanam Terhadap Panjang Ruas Rata-Rata Mentimun Gherkin
Perlakuan Umur Tanam
4 MST 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST Varietas
Vlasset 1.52b 2.84 5.37 7.19a 7.65a
Calypso 2.08a 2.48 4.96 6.80b 6.84b
Uji F * tn tn ** **
Media
Arang sekam 1.87 2.47 4.43b 6.07b 6.82b Arang sekam+Kompos daun bambu 1.83 2.80 5.57a 7.42a 7.44a Arang sekam+Pupuk kandang 1.69 2.70 5.50a 7.50a 7.47a
Uji F tn tn ** ** **
interaksi tn tn tn tn tn
Keterangan : tn = Tidak berbeda nyata pada taraf uji 5 %, * = Berpengaruh nyata pada taraf uji 5 %, ** = Berpengaruh sangat nyata pada taraf uji 1%
Pertumbuhan Generatif
Jumlah Bunga Jantan
Berdasarkan Tabel 7, pengaruh varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga jantan mentimun Gherkin pada saat 8 dan 9 MST. Pada 8 dan 9 MST varietas Calypso menghasilkan bunga jantan lebih banyak dibandingkan varietas Vlasset. Perbedaan jumlah bunga jantan antara dua varietas ini berbeda jauh. Pada umumnya bunga jantan tumbuh bergerombol pada ruas-ruas tanaman mentimun Gherkin. Salah satu contoh pada 8 MST, rataan tiap tanaman jumlah bunga jantan varietas Vlasset adalah 6.92 sedangkan varietas Calypso adalah 21.46. Pengaruh media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga jantan mentimun Gherkin. Tidak ada interaksi antara pengaruh varietas dan media tanam terhadap jumlah bunga jantan mentimun Gherkin. Hal ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang terjadi antara perlakuan varietas yang di uji dan media tanam yang digunakan terhadap jumlah bunga jantan tanaman mentimun Gherkin
Tabel 7. Pengaruh Varietas dan Media Tanam Terhadap Jumlah Bunga Jantan Mentimun Gherkin
Perlakuan Umur Tanam
7 MST 8 MST 9 MST Varietas
Vlasset 6.42 6.92b 5.25b
Calypso 6.71 21.46a 26.67a
Uji F tn * * Media
Arang sekam 7.12 10.56 10.00
Arang sekam+Kompos daun bambu 7.06 14.86 17.25 Arang sekam+Pupuk kandang 5.50 17.12 20.62
Uji F tn tn tn
Interaksi tn tn tn
Keterangan : tn = Tidak berbeda nyata pada taraf uji 5 %, * = Berpengaruh nyata pada taraf uji 5 %, ** = Berpengaruh sangat nyata pada taraf uji 1%
Jumlah Bunga Betina
Berdasarkan Tabel 8, jumlah bunga betina mentimun Gherkin berpengaruh nyata terhadap pengaruh varietas pada 7 dan 9 MST. Pada 7 dan 9 MST jumlah bunga betina yang dihasilkan varietas Vlassetlebih banyak dibandingkan varietas
Calypso. Salah satu contoh dapat dilihat pada 7 MST jumlah bunga betina rataan tiap tanaman varietas Vlassetadalah 7.29 sedangkan varietas Calypsoadalah 1.96.
Jumlah bunga betina berpengaruh terhadap banyaknya calon buah yang dihasilkan. Pada bunga betina terdapat bakal calon buah mentimun Gherkin. Oleh karena itu varietas Vlasset mempunyai peluang menghasilkan bakal calon buah lebih banyak dibandingkan varietas Calypso. Pengaruh media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga betina mentimun Gherkin. Hal ini menunjukkan dari ketiga media tanam yang digunakan memberikan pengaruh perlakuan yang sama terhadap jumlah bunga betina.
Tabel 8. Pengaruh Varietas dan Media Tanam Terhadap Jumlah Bunga Betina Mentimun Gherkin
Perlakuan Umur Tanam
7 MST 8 MST 9 MST Varietas Vlasset 7.29 a 13.92 30.04 a Calypso 1.96 b 7.54 11.04 b Uji F * tn * Media Arang sekam 5.81 9.00 18.69
Arang sekam+ Kompos daun bambu 3.87 12.37 20.69 Arang sekam+Pupuk kandang 4.19 10.81 22.25 Uji F tn tn tn Interaksi * tn tn
Keterangan : tn = Tidak berbeda nyata pada taraf uji 5 %, * = Berpengaruh nyata pada taraf uji 5 %, ** = Berpengaruh sangat nyata pada taraf uji 1%
Pada pengamatan jumlah bunga betina terdapat interaksi antara pengaruh varietas dan pengaruh media tanam pada 7 MST. Berdasarkan Tabel 9, pada varietas Vlasset media tanam arang sekam adalah media tanam terbaik pada 7 MST. Sedangkan pada varietas Calypso, dari ketiga jenis media tanam tidak menunjukkan yang terbaik antara satu dengan yang lainnya.
Tabel 9. Pengaruh Interaksi Antara Varietas dan Jenis Media Tanam Terhadap JumlahBunga Betina Mentimun Gherkin Pada 7 MST
Varietas Media
Umur Tanam (7MST)
Vlasset Arang sekam 9.25 a
Arang sekam+Kompos daun bambu 7.87 ab Arang sekam+Pupuk kandang 4.25 bc
Respon **
Clyppsa Arang sekam 3.75 bc
Arang sekam+Kompos daun bambu 1.62 c Arang sekam+Pupuk kandang 4.5 bc
Respon **
Keterangan : tn = Tidak berbeda nyata pada taraf uji 5%, * = Berpengaruh nyata pada taraf uji 5 %, ** = Berpengaruh sangat nyata pada taraf uji 1%
Pasca Panen
Berdasarkan tabel 10, dapat dilihat lingkar buah mentimun Gherkin tidak berpengaruh nyata terhadap pengaruh varietas dan media tanam. Kemudian dapat dilihat kekerasan mentimun Gherkin tidak berpengaruh nyata terhadap pengaruh varietas dan media tanam. Hal tersebut terlihat pula pada padatan terlarut total mentimun Gherkin yang tid ak berpengaruh nyata terhadap pengaruh varietas dan media tanam.
Tabel 10. Pengaruh Varietas dan Media Tanam Terhadap Parameter Pasca Panen Mentimun Gherkin
Perlakuan Parameter
Lingkar Buah(cm) Kekerasan PTT Varietas Vlasset 2.74 9.51 2.39 Calypso 2.07 11.29 1.65 Uji F tn tn tn Media Arang sekam 1.54 5.63 1.41
Arang sekam+Kompos daun bambu 3.06 15.25 2.34 Arang sekam+Pupuk kandang 2.62 10.32 2.31
Uji F tn tn tn
Interaksi tn tn tn
Keterangan : tn = Tidak berbeda nyata pada taraf uji 5% Bobot dan Jumlah Buah per Tanaman
Berdasarkan Tabel 10, dapat dilihat pengaruh varietas tidak berpengaruh nyata terhadap bobot buah per tanaman mentimun Gherkin. Pengaruh media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap bobot buah per tanaman mentimun Gherkin. Bobot buah per tanaman berkisar antara 164.08–172.92 gr. Kemudian dapat dilihat pula bahwa pengaruh varietas tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman mentimun Gherkin. Hal tersebut juga terlihat pada pengaruh media tanam yang tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman mentimun Gherkin. Jumlah buah per tanaman berkisar antara 2–3 buah per tanaman.
Tabel 11. Pengaruh Varietas dan Media Tanam Terhadap Bobot dan Jumlah Buah per Tanaman Mentimun Gherkin
Perlakuan Bobot Buah per Tanaman (gr)
Jumlah Buah per Tanaman Varietas Vlasset 172.92 2.83 Calypso 169.68 2.17 Uji F tn tn Media Arang sekam 164.08 3.50
Arang sekam+Kompos daun bambu 173.20 2.17 Arang sekam+Pupuk kandang 172.69 2.50
Uji F tn tn
Interaksi tn tn
Keterangan : tn = Tidak nyata pada taraf uji 5%, * = Berpengaruh nyata pada taraf uji 5 %, ** = Berpengaruh sangat nyata pada taraf uji 1%
Pengelompokan Buah
Berdasarkan Tabel 12, terdapat jumlah buah keseluruhan berdasarkan grade buah tanaman mentimun Gherkin. Ada 4 grade yang biasanya dipakai dalam menentukan kelas buah tanaman mentimun Gherkin yaitu kelas B, B1, E, dan O. Grade buah ini ditentukan berdasarkan diameter buah tanaman mentimun Gherkin. Pada media tanam arang sekam, varietas Vlassetmenghasilkan dua belas buah grade B, empat buah grade B1 dan satu buah grade O, sedangkan varietas
Calypsomenghasilkan enam buah grade B dan dua buah grade B1.
Pada media arang sekam di campur dengan kompos daun bambu, varietas
Vlasset menghasilkan 25 buah grade B, tujuh buah grade B1 serta empat buah grade O. Sedangkan varietas Calypso menghasilkan delapan buah grade B, dua buah grade B1 dan satu buah grade O. Selanjutnya pada media arang sekam dicampur dengan pupuk kandang, varietas Vlasset menghasilkan delapan buah grade B dan satu buah grade B1. Sedangkan varietas Calypsomenghasilkan tujuh buah grade B, tiga buah grade B1, serta tiga buah grade O (Lampiran 3).
Tabel 12. Tabel Jumlah Buah Keseluruhan Tanaman Contoh Mentimun Gherkin Pada Masing-Masing
Varietas Media Grade Buah
B B1 O
Vlasset Arang sekam 12 4 1
(70.59%) (23.53%) (5.88%) Arang sekam+Kompos daun bambu 25 7 4
(69.44%) (19.44%) (11.12%) Arang sekam+Pupuk kandang 8 1 0
(88.88%) (11.11%) (0%)
Clyppsa Arang sekam 6 2 0
(75%) (25%) (0%) Arang sekam+Kompos daun bambu 8 2 1
(72.72) (18.18%) (9.1%) Arang sekam+Pupuk kandang 7 3 3
(53.84%) (23.08%) (23.08%)
Keterangan Grade Buah :
B 1 : Diameter Buah 3.4 cm-3.8 cm B : Diameter Buah 3.9 cm-4.2 cm O : Diameter Buah >4,2 cm
Pembahasan
Parameter pertumbuhan vegetatif yang diamati dalam penelitian ini menghasilkan hasil uji F yang berbeda-beda. Tidak ada interaksi antara pengaruh varietas dan pengaruh media tanam terhadap tinggi tanaman mentimun Gherkin sehingga dilihat dari tinggi tanaman perlakuan varietas tidak berpengaruh secara nyata. Namun pengaruh media tanam berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada 6,7 dan 8 MST. Jenis media tanam arang sekam dicampur kompos daun bambu menghasilkan nilai tinggi tanaman lebih besar diantara media tanam lainnya. Media tanam kompos daun bambu dapat menyerap dan menahan air dengan baik serta memiliki porositas yang baik (Asrodiah, 2005).
Perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah ruas tanaman mentimun Gherkin pada 5 MST, 7 MST dan 8 MST. Jenis media tanam arang sekam dicampur kompos daun bambu memberikan hasil lebih baik diantara media tanam lainnya. Ini menunjukkan campuran media arang sekam dan kompos daun
bambu dapat mempengaruhi banyaknya ruas yang dapat tumbuh pada tanaman mentimun Gherkin. Banyaknya ruas tanaman mentimun dapat mempengaruhi banyaknya calon buah yang dihasilkan. Calon buah mentimun Gherkin tumbuh pada ruas tanaman. Media tanam kompos daun bambu sebagai bahan organik mempunyai kelebihan diantaranya ringan dan aerasi baik (Asrodiah, 2005).
Perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap panjang ruas rata-rata pada 6 MST, 7 MST dan 8 MST. Jenis media tanam arang sekam dicampur kompos daun bambu dan arang sekam dicampur pupuk kandang ayam menghasilkan data yang hampir sama. Campuran media arang sekam dan pupuk kandang ayam juga dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap panjang ruas rata. Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap panjang ruas rata-rata pada 4 MST, 7 MST dan 8 MST. Varietas Vlasset menghasilkan panjang ruas rata-rata lebih tinggi dibandingkan varietas Calypso. Ini menunjukkan varietas Vlassetmemiliki keadaan tiap ruas tanaman dan ruang tumbuh buah lebih renggang sehingga perkembangan buah dapat lebih baik.
Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga jantan pada 8 MST dan 9 MST. Tanaman Gherkin varietas Calypso memiliki laju pertumbuhan bunga jantan lebih tinggi dibandingkan varietas Vlasset. Perlakuan varietas juga berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga betina pada 7 MST. Varietas Vlasset
memiliki laju pertumbuhan bunga betina lebih tinggi dibandingkan varietas
Calypso. Berdasarkan hasil tersebut dapat menunjukkan varietas Vlasset lebih banyak memproduksi bunga betina dibandingkan bunga jantan. Varietas Calypso
lebih banyak memproduksi bunga jantan dibandingkan bunga betina. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat produksi dan panen buah mentimun Gherkin dari tiap varietas (Lampiran 4).
Bunga betina mempunyai bakal buah dan dapat diprediksikan menjadi buah yang akan dipanen. Jumlah buah per tanaman akan mempengaruhi dalam total produksi yang dihasilkan. Banyaknya buah per tanaman yang dihasilkan dipengaruhi oleh laju pertumbuhan bunga betina. Semakin meningkat laju pertumbuhan bunga betina dari tiap minggunya semakin besar peluang tumbuh dan berkembangnya bakal buah. Namun tidak seluruhnya bunga betina berhasil mempunyai bakal buah dikarenakan gugurnya bunga sebelum terjadi penyerbukan
atau dapat pula dikarenakan faktor lingkungan yang kurang mendukung seperti suhu yang terlalu panas.
Berdasarkan tabel 12, terlihat varietas Vlasset menghasilkan jumlah buah lebih banyak dibandingkan varietas Calypso. Jenis media tanam arang sekam dicampur kompos daun bambu menhasilkan jumlah buah lebih banyak dibandingkan media tanam lainnya baik pada varietas Vlasset maupun varietas