• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat

Penelititan ini dilaksanakan dari Oktober – Januari 2014 di Persemaian Mangrove untuk Program Rehabilitasi Hutan Mangrove Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten langkat, Sumatera Utara. Kegiatan Pengovenan akar dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah Hutan, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Kondisi Geografis Desa

Gambar 3. Peta lokasi pembibitan Rhizophora mucronata

Desa Jaring Halus terletak diantara 98’ 33.30” – 98’ 34,30” LU, dan 3’57,00” – 3’56,00” BT. Yang berbatasan dengan:

- Utara berbatasan dengan Selat Malaka - Selatan berbatasan dengan Desa Secanggang

- Timur berbatasan dengan Desa Selotong/ Kuala Selotong

Kondisi Tanah dan Iklim Desa Jaring Halus

Tanah di Desa jaring Halus Merupakan Tanah pasir laut. Keadaan iklim ditadai dengan curah hujan yang bervariasi antara 2000-35000 mm/tahun. Rata- rata curah hujan perbulan adalah 142,59 mm/bulan dengan rata-rata hujan 10 hari per bulan. Dengan demikinan sebagian besar lahan di Desa Jaring Halus tidak cocok untuk lahan pertanian pangan hanya bisa ditumbuhi hutan mangrove.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan adalah jangka sorong, kamera, meteran, Parang,oven, timbangan, Software Excel.Bahan yang digunakan adalah propagul Rizhophora mucronata Lamk dengan ukuran panjang ≥5 0 cm, paranet 100%, 50%, 75%, 25%, polybag 10x15cm, kain sering, tanah lumpur disekitar lokasi persemaian, tali plastik, label, alat tulis.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 10 ulangan sehingga didapat 50 unit percobaan. Metode analisa yang digunakan adalah sidik ragam ANOVA dengan uji lanjut untuk menentukan nilai yang berpengaruh maupun yang tidak dengan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Model linier yang digunakan adalah:

Yij = μ + τi +

ɛ

ij Keterangan:

Yij = Nilai pengamatan pada ulangan ke-j yang mendapat perlakuan intensitas naungan ke-i.

τi = Pengaruh perlakuan intensitas naungan ke-i

ɛ

ij = Galat percobaan pada ulangan ke-j dalam perlakuan intensitas naungan ke-i Perlakuan yang digunakan adalah :

N0 = Tanpa naungan (0 %)

N1 = Paranet dengan intensitas naungan 25 % N2 = Paranet dengan intensitas naungan 50% N3 = Paranet dengan intensitas naungan 75%

N4 = Paranet dengan intensitas naungan 100% (kontrol) Prosedur Penelitian

Pelaksanaan penelitian terdiri atas beberapa tahap yaitu : 1. Pemilihan lokasi persemaian

Lokasi persemaian yang dipilih diusahakan pada tanah lapang dan datar. Selain itu, membuat batasan dari jangkauan kambing. Lokasi persemaian yang dipilih diusahakan mendapatkan air pasang lebih kurang 20 kali/bulan agar tidak dilakukan kegiatan penyiraman bibit.

2. Pembangunan tempat dan bedeng persemaian

Ukuran tempat persemaian dibuat 5m x 4m dengan naungan masing-masing tinggi 1m, lebar 1m dan panjang 1m. Bahan yang digunakan untuk membuat pagar adalah kain sering dengan tinggi 1mx 20m.

Gambar 4 .Layout Persemaian

3. Persiapan media , pengumpulan benih dan penanaman di polibag

Media yang digunakan untuk pertumbuhan R. mucronata adalah lumpur disekitar persemaian yang telah dikompositkan. Dipilih 10 titik dari sekitar persemaian kemudian diambil tanah sedalam 0-20cm sebanyak 2 kg. Tanah yang dikumpulkan diaduk menjadi satu untuk dapat digunakan pada 50 polibag berukuran 10cm x 15cm. Benih propagul yang sudah jatuh dikumpulkan dari hutan Desa Jaring Halus dan diseleksi benih yang sehat, segar, tanpa hama dan penyakit dan belum berakar. Penanaman dilakukan ketika air laut surut sehingga memudahkan dalam penandaan. Dibuat lubang menggunakan bambu sedalam 7cm dan dimasukkan popagul yang telah diseleksi.

Tabel 1. Karakteristik benih matang

Spesies Ukuran Warna dan Ciri Lainnya

R. mucronata ± 50 cm panjangnya Warna kotiledon berubah dari hijau muda menjadi

Kuning R. apiculata ± 20 cm panjangnya

± 14 mm diameternya

Warna kotiledon berubah dari merah menjadi

Kuningan

R. gymnorrhiza ± 20 cm panjangnya Warna hipokotil berubah dari hijau menjadi coklat kemerahan atau merah kehijauan

Parameter yang Diamati

Pengamatan dilakukan diawal sebelum penanaman dan diakhir penelitian dengan parameter yang diamati adalah :

1. Persentase Hidup (%)

Persentase hidup dihitung dengan membandingkan antara jumlah bibit yang hidup dan jumlah biibit yang ditanam pada awal penelitian. Pengambilan data dilakukan pada akhir penelitian (Yusmaini dan Suharsi, 2008)

Persentase Hidup (%) =Jumlah Bibit yang Hidup Jumlah Propagul yang Ditanam

x 100% 2. Mortalitas (%)

Kematian bibit dihitung dengan membandingkan antara jumlah bibit yang mati dan jumlah biibit yang ditanam pada awal penelitian. Pengambilan data dilakukan pada akhir penelitian

Mortalitas (%) =Jumlah Bibit yang Mati Jumlah Propagul yang Ditanam

x 100% 3. Jumlah akar

Perhitungan jumlah akar dilakukan secara manual dengan menggunakan

counteryang dilakukan setelah pemanenan bibit R.mucronata. Jumlah akar dihitung berdasarkan kedudukan akar pada sistem perakaran (tingkat percabangan) menurut klasifikasi Rao dan Ito (1998), yang terdiri dari :

i. Akar utama (tap root) ii. Akar primer (primary root) iii. Akar sekunder (secondary root) iv. Akar tersier (tersier root)

4. Panjang akar

Pengukuranpanjang akar dilakukan secara manual dengan menggunakan

mistar dan benang. Pengukuran panjang dilakukan setelah pemanenan bibit

R.mucronata. Panjang akar diukur berdasarkan kedudukan akar pada sistem perakaran (tingkat percabangan) menurut klasifikasi Rao dan Ito (1998).

5. Diameter akar

Pengukuran diameter dilakukan setelah pemanenan bibit

R.mucronata,dimana akar dapat memberikan informasi penting hubungannya dengan ukuran pori tanah dan potensial penetrasi akar (Bohm, 1979). Pengukuran diameter akar dilakukan pada setiap tipe percabangan menurut dengan menggunakan kaliperyang dilakukan setelah pemanenan bibit R.mucronata(Rao dan Ito,1998)

6. Biomassa akar

Penghitunganbiomassa akar dilakukan setelah pemanenan bibit R. mucronata, yang terlebih dahulu akar dioven pada suhu 105°C selama 20 jam (Schuurman and Goedewaagen, 1971). Akar yang telah kering kemudian ditimbang untuk mengetahui biomassa akarnya.

Biomassa akar (g) = Berat awal – Berat kering oven Berat kering oven

x 100% 7. Luas permukaan akar

Perhitungan luas permukaan akar dilakukan setelah pengukuran diameter dan panjang akar bibit R.mucronata,luas permukaan akarberhubungan dengan luas bidang kontak akar dengan partikel-partikel tanah dan kemampuan untuk mengabsorpsi air dan hara. Dengan asumsi bahwa akar berbentuk silindris, maka luas permukaan akar dapat dihitung dengan rumus 1/3 (3.14) rl.

Luas permukaan akar (cm2)= 1 3 x

π

x

r

x

l

Ket: π = 3,14 r = Diameter akar l = Panjang akar 8. Kerapatan panjang akar

Perhitungan kerapatan panjang akar dilakukan setelah pengukuran panjang akar bibit R.mucronata.Kerapatan panjang akar (root length density) dihitung untuk mengetahui kerapatan penyebaran akar dalam tanah. Nilainya diperoleh dari perbandingan antara total panjang akar dengan volume tanah dalam polybagnya. Nilai perhitungan panjang akar dapat dijadikan acuan standard dalam estimasi jarak tanam yang diambil dari nilai rata-rata kerapatan akar bibit R. mucronata

Kerapatan panjang akar (cm) =

Volume Tanah dalam Polybag Total Panjang akar____

8. Diameter bibit (cm)

Pengukuran diameter bibit dilakukan dengan menggunakan jangka sorong. Pengukuran dilakukan pada awal pembibitan dan diakhir pengamatan setelah pemanenan. Diameter diukur pada panjang 15 cm dari pangkal bawah bibit Rhizophora muronata.

9. Tinggi bibit (cm)

Pengukuran tinggi bibit dilakukan dengan menggunakan mistar. Pengukuran dilakukan pada pangkal bawah bibit Rhizophora mucronata hingga titik tumbuh bibit. Pengukuran tinggi dilakukan pada awal pembibitan dan diakhir pengamatan setelah pemanenan.

Dokumen terkait