• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Deskripsi hasil penelitian

1. Bahasa

Tabel 2

Ringkasan kategorisasi item 1

Bahasa yang digunakan masyarakat setempat dalam berkomunikasi: Kategori jawaban Frekuensi %

Indonesia 32 43 Jawa 23 31 Keduanya 19 26 Jumlah 74 100 Diagram 1 Item 1 43% 31% 26% Indonesia Jaw a Keduanya

Dari tabel 2 dapat dilihat dari 74 jawaban mahasiswa/i, sebanyak 32 mahasiswa (43%) menjawab menggunakan bahasa Indonesia, 23 mahasiswa (31%) menjawab penggunaan bahasa Jawa, sisanya 19 mahasiswa (26%) menjawab menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ketika masyarakat berkomunikasi dengan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak masyarakat yang menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi dengan mahasiswa pendatang.

Tabel 3

Ringkasan kategorisasi item 2

Intensitas masyarakat menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi dengan pendatang:

Kategori jawaban Frekuensi %

Jarang 24 32 Kadang-kadang 14 19 Sering 36 49 Jumlah 74 100 Diagram 2 Item 2 32% 19% 49% Jarang Kadang-kadang Sering

Dari tabel 3 terlihat bahwa 24 mahasiswa (32%) menjawab masyarakat jarang menggunakan bahasa Jawa saat berbicara dengan mereka, 14 mahasiswa (19%) merasa masyarakat hanya kadang-kadang saja menggunakan bahasa Jawa, sedangkan 36 mahasiswa (49%) menjawab masyarakat sering menggunakannya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih sering menggunakan bahasa Jawa saat berkomunikasi dengan mahasiswa pendatang.

Tabel 4

Ringkasan kategorisasi item 7

Kemampuan mahasiswa/i pendatang dalam mengerti/memahami ketika masyarakat menggunakan bahasa Jawa:

Kategori jawaban Frekuensi %

Mampu 34 46

Cukup 12 16

Sedikit/tidak mampu 28 38

45 Diagram 3 Item 7 46% 16% 38% Mampu Cukup Sedikit/tidak mampu

Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa 34 mahasiswa (46%) mampu mangerti/memahami, 12 mahasiswa (16%) cukup memahami dan 28 mahasiswa (38%) hanya sedikit memahami atau bahkan tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh masyarakat setempat ketika berkomunikasi. Hal itu menunjukkan bahwa cukup banyak mahasiswa yang mampu untuk mengerti/memahami pembicaraan yang mereka lakukan ketika berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

Tabel 5

Ringkasan kategorisasi item 8

Apakah Anda mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar?

Kategori jawaban Frekuensi % Tidak ada 39 53 Ada 35 47 Jumlah 74 100 Diagram 4 Item 8 53% 47% Tidak ada Ada

Dari tabel 5, dapat dilihat bahwa 39 mahasiswa (53%) menyatakan mereka tidak mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, dan 35 mahasiswa (47%) merasa tidak mengalami kesulitan ketika berkomunikasi. Hal tersebut menunjukan bahwa lebih banyak mahasiswa yang merasa tidak mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan masyarakat setempat, meski tidak sedikit pula mahasiswa yang mengalami kesulitan.

Tabel 6

Ringkasan kategorisasi item 9

Hambatan dalam berkomunikasi dengan masyarakat setempat: Kategori jawaban Frekuensi % Tidak ada 39 53 Perbedaan bahasa 20 27 Kurangnya interaksi 7 9 Perasaan asing 8 11 Jumlah 74 100 Diagram 5 Item 9 53% 27% 9% 11% Tidak ada Perbedaan bahasa Kurangnya interaksi Perasaan asing

Dari tabel 6, nampak bahwa sebanyak 39 mahasiswa (53%) tidak menemui hambatan dalam berkomunikasi, 20 mahasiswa (27%) merasa menghadapi masalah perbedaan bahasa yang menghambat komunikasi mereka. Interaksi yang kurang juga dapat menghambat komunikasi, hal

47

itu disampaikan oleh 7 mahasiswa (9%), sedangkan 8 mahasiswa (11%) sisanya merasa munculnya perasaan asing sebagai penghambat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih banyak mahasiswa yang tidak menemui hambatan dalam berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

Tabel 7

Ringkasan kategorisasi item 19

Apakah mahasiswa pendatang mendapat teguran ketika menggunakan bahasa daerah oleh masyarakat sekitar? Mengapa?

Kategori jawaban Frekuensi % Tidak, pendatang berusaha menyesuaikan

bahasa yang digunakan

40 54 Tidak, masyarakat menerima perbedaan

bahasa

23 31 Ya, masyarakat tidak mau menerima bahasa

pendatang 11 15 Jumlah 74 100 Diagram 6 Item 19 54% 31% 15% Tidak, pendatang menyesuaikan bahasa yang digunakan Tidak, masyarakat menerima perbedaan bahasa Ya, masyarakat tidak menerima bahasa pendatang

Dari tabel 7, nampak 40 mahasiswa (54%) menyesuaikan bahasa yang digunakan masyarakat saat berbicara sehingga tidak mendapatkan teguran, 23 mahasiswa (31%) menyatakan masyarakat menerima perbedaan bahasa pendatang, sehingga tidak mempermasalahkannya. Selain itu 11 mahasiswa (15%) merasa masyarakat tidak mau menerima perbedaan bahasa dan hal itu menyebabkan adanya teguran ketika pendatang menggunakan bahasa daerahnya. Dengan demikian dapat

dikatakan bahwa lebih banyak mahasiswa yang dapat menyesuaikan penggunaan bahasa ketika berkomunikasi.

Tabel 8

Ringkasan kategorisasi item 20

Apakah masyarakat lebih suka bila pendatang menggunakan bahasa Jawa ketika berbicara? Mengapa?

Kategori jawaban Frekuensi % Ya, masyarakat merasa dihargai 25 34 Ya, komunikasi lebih lancar 9 12 Tidak, masyarakat menerima dengan

terbuka 49 54 Jumlah 74 100 Diagram 7 Item 20 30% 11% 59% Ya, masyarakat merasa dihargai Ya, komunikasi lebih lancar Tidak, masyarakat menerima dengan terbuka

Dari tabel 8, terlihat bahwa 25 mahasiswa (34%) menjawab bahwa masyarakat lebih suka bila pendatang mau menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi dengan alasan mereka merasa lebih dihargai, dan 9 mahasiswa (12%) menjawab komunikasi akan lebih lancar dengan bahasa Jawa. Sedangkan 49 mahasiswa (54%) menjawab bahwa masyarakat tidak mempermasalahkan ketidakmampuan mahasiswa pendatang untuk berbicara dengan bahasa Jawa. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mau menerima pendatang walaupun para pendatang tidak mampu menguasai bahasa Jawa.

49

Tabel 9

Ringkasan kategorisasi item 25

Apakah pendatang dianggap sebagai anggota kelompok tertentu karena bahasa yang digunakannya oleh masyarakat?

Kategori jawaban Frekuensi %

Ya 7 9 Tidak 67 91 Jumlah 74 100 Diagram 8 Item 25 9% 91% Ya Tidak

Dari tabel 9, terlihat bahwa sebanyak 7 mahasiswa (9%) merasa bahwa pendatang dianggap sebagai anggota kelompok tertentu karena bahasa yang mereka gunakan, dan 67 mahasiswa (91%) merasa tidak dianggap seperti itu oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa mahasiswa pendatang tidak dianggap sebagai anggota kelompok tertentu karena bahasa yang mereka gunakan oleh masyarakat.

Tabel 10

Ringkasan kategorisasi item 33

Apakah pendatang dituntut untuk menggunakan bahasa Jawa saat berkomunikasi dengan penduduk setempat? Apa alasannya?

Kategori jawaban Frekuensi % Ya, agar pendatang dapat beradaptasi 3 4 Tidak, kurangnya komunikasi 4 5 Tidak, masyarakat dan pendatang

saling memahami 28 38 Tidak, masyarakat menerima

perbedaan 39 53

Diagram 9 Item 33 4% 5% 38% 53% Ya, agar pendatang dapat beradaptasi Tidak, kurangnya komunikasi Tidak, masyarakat dan pendatang saling memahami Tidak, masyarakat menerima perbedaan

Dari tabel 10, dapat dilihat bahwa 3 mahasiswa (4%) menyatakan bahwa masyarakat menuntut pendatang untuk menguasai bahasa Jawa agar dapat beradaptasi. Di lain pihak, 4 mahasiswa (5%) menjawab bahwa masyarakat tidak menuntut pendatang karena mereka sangat jarang berkomunikasi satu sama lain. Sedangkan 28 mahasiswa (38%) menyatakan alasan pendatang dan masyarakat saling memahami. Dan sebanyak 39 mahasiswa (53%) merasa bahwa masyarakat menerima pendatang dengan perbedaan bahasa yang ada sehingga tidak diperlukan adanya tuntutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendatang merasa bahwa mereka diterima oleh masyarakat tanpa tuntutan menguasai bahasa Jawa.

Tabel 11

Ringkasan kategorisasi item 34

Apakah masyarakat setempat menggunakan bahasa Jawa ketika berkomunikasi dengan pendatang? Apa alasannya?

Kategori jawaban Frekuensi % Ya, memperlancar komunikasi 15 20 Ya, pendatang berusaha menggunakan

bahasa Jawa 19 26 Tidak, masyarakat menerima

perbedaan 30 41

Tidak, kurangnya interaksi 10 13

51 Diagram 10 Item 34

Dokumen terkait