• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bantuan Keuangan Pemerintah Desa - Rehabilitasi RTLH dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

HASIL DAN PEMBAHASAN

6. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Swasta/Corporate Social Responsibility

4.1.1.6. Bantuan Keuangan Pemerintah Desa - Rehabilitasi RTLH dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

1. Persyaratan Penerima Bantuan

Penerima Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Rehabilitasi RTLH harus memenuhi 3 (tiga) kriteria, yaitu:

a. Kondisi Rumah

Kondisi rumah dinyatakan tidak layak huni, jika memenuhi minimal 2 (dua) kriteria pada point (1),(2), dan (3) dari beberapa kondisi sebagai berikut :

1) Bahan atap berupa daun/ rumbia atau genteng yang sudah lapuk/

rangka atap kondisi lapuk atau seng yang sudah rusak;

2) Bahan lantai berupa tanah atau plesteran/ ubin yang sudah rusak;

3) Bahan dinding berupa bilik bambu/ kayu kualitas jelek atau dinding bata yang sudah rapuh/ retak-retak, atau dinding permanen yang belum diplester;

4) Kecukupan pencahayaan matahari pada ruang tamu kurang dari 50% dan pada ruang tidur kurang dari 10%;

38 5) Tidak memiliki fasilitas kamar mandi dan jamban baik di dalam atau di luar rumah (komunal) serta tidak memiliki sambungan listrik sendiri;

b. Letak dan Status Rumah

1) Rumah calon Penerima bukan masuk dalam asrama milik suatu instansi;

2) Rumah calon penerima bukan termasuk rumah masih dalam waktu kredit perbankan;

3) Rumah tidak berdiri pada kawasan larangan pemerintah misal:

bantaran/ tanggul sungai, waduk, tanah kas desa, pemakaman, trotoar, ruang milik jalan;

4) Rumah milik sendiri, bukan kontrakan, tidak dalam sengketa (misal tanah/ bangunan rumah warisan yang belum dibagi), tidak berdiri di lahan milik orang lain (yayasan pemerintah, perusahaan, dsb). Memiliki tanah dibuktikan dengan Foto Copy sertifikat hak atas tanah atau surat keterangan memiliki tanah dari kepala desa/ lurah;

c. Pemilik Rumah

1) Berdomisili tetap (penduduk) di lokasi kegiatan dan rumah ditempati sendiri;

2) Bersedia untuk memanfaatkan bansos yang dikerjakan dengan berswadaya dan bergotong-royong;

3) Belum pernah mendapat bantuan pemugaran rumah secara berturut-turut.

Dalam Pemenuhan Kriteria bagi Calon Penerima Bankeu Pemdes Rehabilitasi RTLH adalah:

a. Kondisi Rumah minimal memenuhi 2 (dua) kriteria pada point 1 (atap),2 (lantai), dan 3 (dinding);

b. Status dan Letak Rumah harus memenuhi semua kriteria;

c. Pemilik Rumah harus memenuhi semua kriteria.

39 d. Seluruh data yang diusulkan adalah data by name by addres yang diperoleh dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu/PBDT tahun 2015;

2. Mekanisme Pelaksanaan Pekerjaan

Mekanisme pelaksanaan pekerjaan Bankeu pemdes rehabilitasi RTLH meliputi:

a. Musyawarah

Musyawarah dilakukan dalam rangka Rembug Warga penetapan sasaran/kelompok sasaran penerima Bansos RTLH serta dalam rangka pembentukan pokmas, yang dalam pelaksanaannya dilengkapi dengan berita acara dan kelengkapan daftar hadir.

b. Identifikasi dan Verifikasi Lapangan

Identifikasi dan Verifikasi lapangan sebagai bahan dalam penyusunan proposal usulan awal, dapat dilaksanakan oleh Perangkat Desa/Aparat Kelurahan, Pokmas dan Tokoh Masyarakat.

c. Proposal Usulan

Proposal usulan awal disusun sebagai kelengkapan pengajuan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dilengkapi dengan lampiran-lampiran sesuai ketentuan.

d. Verifikasi Penerima Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni

Setelah semua kelengkapan proposal terpenuhi, selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi dan validasi lapangan yang dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan TKSK (Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan).

e. Penetapan Daftar Penerima Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni

Setelah terverifikasi dan tervalidasi data calon penerima bantuan, baik proposal ataupun lapangan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah membuat surat

40 rekomendasi Kepada Gubernur Jawa Tengah untuk kemudian ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur.

f. Pelaksanaan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

1) Pendampingan Pelaksanaan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni

Pendampingan pelaksanaan Bankeu Pemdes Rehbilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mendampingi proses sebelum dan sesudah pencairan Bankeu Pemdes Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga pemanfaatan Bantuan .

2) Mekanisme Pendampingan

Mekanisme pendampingan pelaksanaan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) meliputi:

a) Mendampingi pokmas dalam mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan pencairan Bankeu Pemdes Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dibantu oleh tim TKSK (Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan) setempat hingga proses pencairan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah;

b) Sosialisasi dan melakukan pendampingan kepada calon penerima tentang proses pemanfaatan Bankeu Pemdes Rumah Tidak Layak Huni (RTLH);

c) Pendampingan terhadap Pokmas dalam menyusun Laporan Pertanggungjawaban Program Bankeu Pemdes Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berkoordinasi dengan tim TKSK (Tim Keseahteraan Sosial Kecamatan)setempat;

d) Penyusunan Laporan Evaluasi Hasil Pemanfaatan Program Bankeu Pemdes Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

41 e) Pengendalian, Monitoring Dan Evaluasi Serta Pelaporan

dan Pertanggungjawaban

3. Nominal dana Bantuan dan Mekanisme Penyaluran Dana

Penggunaan Dana Bankeu Pemdes Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk setiap unit rumah sebesar Rp. 10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah) dengan ketentuan penggunaan dana sebagai berikut :

a. Harus dibelanjakan untuk bahan material seluruhnya. Tidak diperkenankan menggunakan dana bantuan untuk membayar tukang, konsumsi dan lain sebagainya.

b. Kebutuhan lainnya diharapkan dapat dipenuhi dan didukung oleh potensi yang ada di Desa/Kelurahan yaitu dari dana mandiri penerima bantuan dan swadaya masyarakat sekitar.

Mekanisme Penyaluran Dana

a. Calon penerima Bankeu Pemdes Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mengajukan Surat Permohonan Pencairan kepada Gubernur c.q.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah yang terlebih dahulu telah diverifikasi dan mendapatkan rekomendasi/pengantar dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi;

b. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah setelah mengevaluasi kelengkapan administrasi pencairan kemudian merekomendasikan/mengantar kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk diproses dan direalisasikan dana bantuan dimaksud dengan mentransfer ke nomor rekening Kelompok Masyarakat (Pokmas) melalui bank penyalur.

c. Dalam pelaksanannya Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa ditransfer langsung ke Rekening Kas Desa dan dianggarkan dalam APB Desa. Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa dapat digunakan untuk biaya operasional dan/atau administrasi kegiatan paling tinggi 5% (lima persen) dari pagu anggaran kegiatan.

42 4. Tenaga Pendamping

Pada skema Bantuan Keuangan Pemerintah Desa untuk Rehabilitasi RTLH Provinsi Jawa Tengah tidak terdapat tenaga pendamping lapangan.

4.1.1.7. Program Rehabilitasi RTLH dari Pemerintah Kabupaten/Kota dan

Dokumen terkait