• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.6 Basis Data

2.6.1 Konsep Basis Data

Menurut Connoly-Begg (2005), basis data merupakan kumpulan data yang terhubung secara logical dan merupakan sebuah gambaran dari data yang dirancang untuk mencapai kebutuhan informasi dari sebuah organisasi.

Secara umum basis data dapat dikatakan suatu kumpulan data yang saling berhubungan dan diorganisasi sedemikian rupa sehingga data-data tersebut dapat diakses dengan mudah dan cepat dan diproses menjadi sebuah informasi yang lebih bermanfaat.

2.6.2 Konsep Perancangan Basis Data

Perancangan basis data merupakan proses menciptakan perancangan untuk basis data yang akan mendukung operasi dan tujuan perusahaan (Connolly,2002). Dalam merancang suatu basis data, digunakan metodologi-metodologi yang membantu dalam tahap perancangan basis data. Metodologi perancangan adalah pendekatan struktur dengan menggunakan prosedur, teknik, alat, serta bantuan dokumen untuk membantu dan memudahkan dalam proses perancangan. Dengan menggunakan teknik metode disain ini dapat membantu dalam merencanakan, mengatur, mengontrol, dan mengevaluasi database development project (Connolly,2002).

Penyusunan suatu basis data digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul pada penyusunan data. Masalah- masalah tersebut adalah (Waljiyanto, 2003) :

1. Redudancy Data

Redudancy adalah persitiwa munculnya dataa-data secara berulang pada file baris data yang seharusnya tidak diperlukan.

2. Inconsistency Data

Inkonsistensi data terjadi ketika kesalahan dalam memasukkan data atau update anomaly, update data yang mengakibatkan munculnya data tidak

konsisten 3. Isolation Data

Disebabkan oleh pemakaian beberapa file sehingga program aplikasi tidak mampu mengakses file tertentu, sehingga perlu mengubah atau menambah sehingga seolah-olah ada file yang terpisah atau terisolasi dengan file lainnya.

4. Masalah keamanan

Masalah keamanan ketika setiap pemakai sistem diperbolehkan mengakses basis data

5. Masalah integritas

Ketika basis data berisi file yang saling

berhubungan, masalah utama adalah bagaimana kaitan file tersebut meski diketahui file A berkaitan dengan file B, secara teknis dapat dilakukan dengan adanya sebuah field kunci yang mengaitkan kedia file tersebut.

6. Multiple user

basis data kemungkinan akan digunakan oleh hanya user baik dengan waktu berbeda atau bersamaan.

Proses dalam metodologi perancangan basis data dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Conseptual Database Design, Logical Database Design dan Physical Database Design

2.6.2.1 Conseptual Database Design

Conceptual database design adalah proses membangun suatu model berdasarkan informasi yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi, tanpa pertimbangan perencanaan fisik (Connolly,2002). Langkah-langkah Conseptual Database Design adalah :

1. Identifikasi tipe-tipe entity

Bertujuan untuk menentukan entity types utama yang dibutuhkan. Menentukan entity dapat dilakukan dengan memeriksa user‟s requirement specification. Setelah terdefinisi, entity diberikan nama yang tepat dan jelas seperti mahasiswa, dosen, mata_kuliah.

2. Identifikasi tipe-tipe relasi

Bertujuan untuk mengidentifikasi suatu relationship yang penting yang ada antar entity yang telah diidentifikasi. Nama dari suatu relationship menggunakan kata kerja seperti mempelajari, memiliki mempunyai dan lain-lain.

3. Identifikasi dan menghubungkan attribute dengan entity Bertujuan untuk menghubungkan attribute dengan entity atau relationship yang tepat. Attribute yang dimiliki

setiap entity atau relationship memiliki identitas atau karakteristik yang sesuai dengan memperhatikan attribute berikut : simple/composite attribute, single/multi-valued attribute dan derived attribute.

4. Menentukan attribute domain

Bertujuan untuk menentukan attribute domain pada conceptual data model. Contohnya yaitu menentukan nilai attribute jenis_kelamin pada entity mahasiswa dangan „M‟ atau „F‟ atau nilai attribute sks pada entity mata_kuliah dengan „1‟, ‟2‟, „3‟ dan „4‟.

5. Menentukan candidate key dan primary key attributes Bertujuan untuk mengidentifikasi candidate key pada setiap entity dan memilih primary key jika ada lebih dari satu candidate key. Pemilihan primary key didasari pada panjang dari attribute dan keunikan key di masa datang.

6. Mempertimbangkan penggunaan enhance modeling concepts

Pada langkah ini bertujuan untuk menentukan specialization, generalization, aggregation, composition. Dimana masing-masing pendekatan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

7. Mengecek redundansi

Bertujuan untuk memeriksa conceptual model untuk menghindari dari adanya informasi yang redundan. tahap- tahap yang dilakukan adalah memeriksa kembali one to one relationship dan menghilangkan relasi yang redundansi.

8. Memvalidasi conceptual model dengan transaksi pengguna\

Bertujuan untuk menjamin bahwa conceptual data model mendukung kebutuhan transaksi. Dengan menggunakan model yang telah divalidasi tersebut, dapat digunakan untuk melaksanakan operasi secara manual. 9. Melihat kembali conceptual data model dengan pengguna

Bertujuan untuk melihat kembali conceptual model dan memastikan bahwa data model tersebut sudah benar.

2.6.2.2 Logical Database Design

Logical database design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada perusahan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak tergantung dari Database Management System (DBMS) yang khusus dan pertimbangan fisik yang lain (Connolly,2002).

Tahapan-tahapan perancangan Logical database design adalah :

1. Menghilangkan features yang tidak compatible dengan model relasional (pilihan). Bertujuan untuk menghasilkan model yang kompatibel dengan model relasional. Yaitu dengan :

1.1 Menghilangkan tipe relasi biner many-to- many

1.2 Menghilangkan tipe relasi rekursif many-to- many

1.3 Menghilangkan tipe relasi

1.4 Menghilangkan atribut multi-valued

2 Memperoleh relasi untuk local logical data model. 3 Memvalidasi relasi dengan menggunakan

normalisasi

5 Mendefinisikan Integrity constraints

6 Melihat kembali local logical data model dengan pengguna

2.6.2.3 Physical Database Design

Physical database design adalah suatu proses untuk menghasilkan gambaran dari implementasi basis data pada tempat penyimpanan, menjelaskan dasar dari relasi, organisasi file dan indeks yang digunakan untuk efisiensi data dan menghubungkan beberapa integrity constraints dan tindakan keamanan (Connolly,2002). Langkah-langkah perancangan Physical database design yaitu :

1. Merancang relasi dasar

2. Merancang representasi data turunan 3. Menganalisa transaksi

4. Merancang batasan perusahaan 5. Memilih organisasi file

6. Memilih indeks

7. Memperkirakan kapasitas yang dibutuhkan 8. Merancang User Views

9. Merancang mekanisme keamanan

Dokumen terkait