SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN
REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA
MENGGUNAKAN METODE SAW TERINTEGRASI
GOOGLE MAPS
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Program Studi Teknik Informatika
Disusun oleh : Alvin Christianto Nugroho
125314051
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
ii
DECISION SUPPORT SYSTEM OF THE CULINARY
RECOMMENDATION IN YOGYAKARTA USING SAW
METHOD INTEGRATED WITH GOOGLE MAPS API
A Thesis
Presented as Partial Fulfillment of the Requirements To Obtain the Sarjana Komputer Degree in Informatics Engineering Study Program
By :
Alvin Christianto Nugroho 125314051
INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM DEPARTMENT OF INFORMATICS ENGINEERING
FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY
iii
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE SAW
TERINTEGRASI GOOGLE MAPS
Disiapkan dan ditulis oleh : Alvin Christianto Nugroho
125314051
Telah disetujui dan disahkan Oleh : Yogyakarta, ………..
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
iv
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE SAW
TERINTEGRASI GOOGLE MAPS
Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh : Alvin Christianto Nugroho
125314051
Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada Tanggal ...
Dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji :
Yogyakarta, ………..
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma
Dekan,
Sudi Mungkasi, S.Si.,M.Math.Sc.,Ph.D
Nama Lengkap Tanda Tangan
Ketua Agnes Maria Polina, S.Kom., M.Sc. ...
Sekretaris JB. Budi Darmawan, S.T., M.Sc. ...
Anggota Drs. Haris Sriwindono, M.Kom ...
v
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya ini saya persembahkan kepada :
Tuhan Yesus dan Bunda Maria,
Keluarga,
Sahabat,
Teman-teman Teknik Informatika,
vi
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak membuat karya atau bagian orang lain, kecuali yang telah saya sebutkan dalam kutipan dari daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, Desember 2016 Penulis
vii
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Alvin Christianto Nugroho
Nim : 125314051
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, karya ilmiah saya yang berjudul :
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN
METODE SAW TERINTEGRASI GOOGLE MAPS
Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalty kepada saya, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya
Dibuat di Yogyakarta, …………
Yang menyatakan,
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas segala berkat, bimbingan dan karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat akademik jurusan teknik informatika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penelitian ini dapat berjalan denggan baik dari awal hingga akhir karena adanya bimbingan, doa, dukungan, semangat dan motivasi yang diberikan oleh banyak pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Tuhan Yesus yang telah memberkati, membimbing dan memberi kekuatan di kehidupan ini setiap hari dalam suka maupun dalam duka.
2. Bunda Maria yang tak pernah bosan untuk mendengarkan keluh kesah pengerjaan Tugas Akhir penulis setiap hari.
3. Keluarga, Bapak C. Supriyanto Ibu C. Asih, Bu Olivia Melissa, Trimakasih atas doa, dukungan dan semangat yang diberikan kepada saya selama proses perkuliahan dari awal sampai dengan akhir.
4. Bapak Drs. Haris Sriwindono, M.Kom, selaku dosen pembimbing akademik yang dengan sabar memberikan bimbingan, nasihat dan wejangan untuk dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
5. Bapak Ali Mustopa, M.Kom yang telah memberikan bimbingan, pengajaran dan bersedia memberi ilmunya dalam pengerjaan tugas akhir ini, serta dengan sabar memberikan pelajaran dalam pembuatan tugas akhir ini.
6. Jay, Tri dan Dion yang telah memberikan bantuan dan memberikan pencerahan dalam penyelesaian tugas akhir ini, terutama membimbing dalam pembuatan program tugas akhir ini.
ix
8. OMK St Ignatius, yang telah menjadi sahabat dan memberikan pelajaran berharga dalam memahami hidup dan memuji memuliakan Tuhan.
9. Teksapala “Deum Per Naturae Amamus” yang telah menempa mental dan memberikan pengalaman hidup berharga.
10.Sahabat dan teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya dalam bentuk apapun.
x
DAFTAR ISI
SKRIPSI SAMPUL...i
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Batasan Masalah ... 3
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3
1.5 Metodologi Penelitian ... 3
1.5.1 Survei Awal ... 4
1.5.2 Studi Pustaka ... 4
1.5.3 Pembangunan Sistem ... 4
1.5.4 Uji Coba Terhadap Pengguna ... 6
1.5.5 Analisa Hasil Uji Coba ... 6
xi
BAB II LANDASAN TEORI ... 8
2.1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ... 8
2.1.1 Definisi ... 8
2.1.2 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ... 8
2.1.3 Struktur keputusan ... 10
2.1.4 Karakteristik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan ... 11
2.1.5 Komponen Sistem Pengambil Keputusan ... 12
2.1.6 Langkah-Langkah Pemodelan Sistem Pengambilan Keputusan ... 13
2.2 Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) ... 14
2.2.1 Definisi Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) ... 14
2.2.2 Langkah Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) ... 15
2.2.3 Keunggulan Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)... 16
2.3 Google Maps ... 16
2.3.1 Konsep Dasar Google Maps ... 16
2.3.2 Cara Kerja Google Maps ... 17
2.3.3 Google Maps Application Programming Interface (API) ... 17
2.3.4 Google Maps Distance Matrix API ... 19
2.4 Skala Likert ... 20
2.5 Restoran ... 21
2.6 Basis Data ... 22
2.6.1 Konsep Basis Data ... 22
2.6.2 Konsep Perancangan Basis Data ... 22
2.7 PHP (Perl Hypertext Preprocessor) ... 27
2.7.1 Konsep Kerja PHP ... 28
xii
2.9 JavaScript ... 29
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 30
3.1 Analisis Sistem ... 30
3.1.1 Fase Definisi Ruang Lingkup (Scope Definition Phase) ... 30
3.1.2 Fase Analisa Masalah (Problem Analysis Phase) ... 31
3.1.3 Fase Kebutuhan Pengguna (Requirement Analysis Phase) ... 34
3.1.4 Use Case Diagram ... 35
3.2 Perancangan Sistem ... 39
3.2.1 Diagram Aliran Data ... 39
3.2.2 Perancangan Basis Data ... 47
3.2.3 Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan ... 53
3.2.4 Perancangan Interface ... 83
BAB IV ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI ... 93
4.1 Pengujian Terhadap Perhitungan Manual ... 93
4.2 Pengujian Terhadap Kriteria Kuliner ... 110
4.3 Analisis Hasil Uji coba Perangkat Lunak (Alpha Test)... 113
4.4 Analisis Hasil Uji Terhadap Pengguna (Betha Test) ... 114
4.4.1 Pengujian Sistem oleh Pemilik Kuliner ... 114
4.4.2 Pengujian Sistem oleh Pengguna ... 124
4.5 Kelebihan Sistem ... 133
4.6 Kekurangan Sistem ... 133
BAB V PENUTUP ... 134
5.1 Kesimpulan ... 134
5.2 Saran ... 134
xiii
LAMPIRAN ... 137
DAFTAR GAMBAR
xiv
Gambar 2. 2 Arsitektur Sistem Pengambil Keputusan ... 12
Gambar 2. 3 Rumus perhitungan metode SAW (Normalisasi) ... 14
Gambar 2. 4 Rumus perhitungan metode SAW (nilai akhir) ... 15
Gambar 2. 5 Google Maps ... 16
Gambar 2. 6 Tombol Get API Key ... 18
Gambar 2. 7 Pilih create new project ... 18
Gambar 2. 8 Kustomisasi Project ... 18
Gambar 2. 9 Google API siap digunakan... 19
Gambar 2. 10 Menyisipkan Script Maps Google Key ... 19
Gambar 2. 11 Model Kerja PHP ... 28
Gambar 3. 1 Diagram Use Case untuk pengguna ... 36
Gambar 3. 2 Diagram Use Case untuk Administrator (1) ... 37
Gambar 3. 3 Diagram Use Case untuk Administrator (2) ... 37
Gambar 3. 4 Diagram Use Case untuk Pemilik Kuliner ... 38
Gambar 3. 5 Diagram Konteks ... 39
Gambar 3. 6 Diagram Berjenjang ... 40
Gambar 3. 7 Overview DFD ... 41
Gambar 3. 16 Database Logical Design ... 48
Gambar 3. 17 Jarak User dengan setiap kuliner ... 62
Gambar 3. 18 Proses pengambilan keputusan ... 63
Gambar 3. 19 Proses perhitungan SPPK ... 64
Gambar 3. 20 Proses penyusunan ranking ... 65
xv
Gambar 3. 22Rumus Update Nilai Alternatif ... 79
Gambar 3. 23 Halaman Utama Sistem ... 83
Gambar 3. 24 Halaman Login Administrator ... 83
Gambar 3. 25 Halaman Utama Administator ... 84
Gambar 3. 26 Halaman Verifikasi Kuliner ... 84
Gambar 3. 27 Halaman Lihat Data Kuliner ... 85
Gambar 3. 28 Halaman Delete Komentar ... 85
Gambar 3. 29 Halaman Tambah Alternatif Kuliner ... 86
Gambar 3. 30 Halaman Utama Pemilik Kuliner... 86
Gambar 3. 31Halaman Daftar Pemilik kuliner ... 87
Gambar 3. 32 Halaman Edit Informasi Pemilik Kuliner ... 87
Gambar 3. 33 Halaman Utama Tambah Data Kuliner ... 88
Gambar 3. 34 Halaman Tambah Informasi kuliner ... 88
Gambar 3. 35 Halaman Edit data kuliner ... 89
Gambar 3. 36 Halaman Tambah gambar ... 89
Gambar 3. 37 Halaman Pilih Lokasi Kuliner ... 90
Gambar 3. 38 Halaman Nilai Kriteria Jarak ... 90
Gambar 3. 39 Halaman Pembobotan Kriteria ... 91
Gambar 3. 40 Halaman Hasil Rekomendasi ... 91
Gambar 3. 41 Halaman Preview Kuliner ... 92
Gambar 4. 1 Pemilihan kulinerPemilihan kuliner (1) ... 93
Gambar 4. 2 Mendapatkan jarak tiap-tiap lokasi (1) ... 94
Gambar 4. 3 mengisis bobot kepentingan (1)... 94
Gambar 4. 4 Hasil rekomendasi kuliner (1) ... 95
Gambar 4. 5Kuliner pilihan pengguna (1) ... 95
Gambar 4. 6 Normalisasi kriteria ragam menu (1) ... 96
Gambar 4. 7 Normalisasi kriteria Fasilitas (1) ... 96
Gambar 4. 8 Normalisasi kriteria kenyamanan (1) ... 97
Gambar 4. 9 Normalisasi kriteria harga (1)... 97
Gambar 4. 10 Normalisasi kriteria jarak (1) ... 98
xvi
Gambar 4. 12 Pemilihan kuliner Pemilihan kuliner ... 101
Gambar 4. 13 Mendapatkan jarak tiap-tiap lokasi ... 101
Gambar 4. 14 Mengisi Bobot Kepentingan (2) ... 102
Gambar 4. 15 Hasil rekomendasi kuliner ... 102
Gambar 4. 16 Kuliner pilihan pengguna (2) ... 103
Gambar 4. 17 Normalisasi kriteria ragam menu... 103
Gambar 4. 18 Normalisasi kriteria Fasilitas ... 104
Gambar 4. 19 Normalisasi kriteria kenyamanan ... 104
Gambar 4. 20 Normalisasi kriteria harga ... 105
Gambar 4. 21 Normalisasi kriteria jarak ... 106
Gambar 4. 22 kriteria ternormalisasi ... 107
Gambar 4. 23 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 1 ... 114
Gambar 4. 24 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner Pertanyaan 2 ... 115
Gambar 4. 25 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 3 ... 116
Gambar 4. 26 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 4 ... 117
Gambar 4. 27 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 5 ... 118
Gambar 4. 28 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 6 ... 119
Gambar 4. 29 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 7 ... 120
Gambar 4. 30 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 8 ... 121
Gambar 4. 31 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 9 ... 122
Gambar 4. 32 Hasil Perhitungan Skor Kuisioner Pemilik Kuliner... 123
Gambar 4. 33 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 1 ... 124
Gambar 4. 34 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 2 ... 125
Gambar 4. 35 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 3 ... 126
Gambar 4. 36 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 4 ... 127
Gambar 4. 37 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 5 ... 128
Gambar 4. 38 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 6 ... 129
Gambar 4. 39 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 7 ... 130
Gambar 4. 40 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 8 ... 131
Gambar 4. 41 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 9 ... 132
xvii
DAFTAR TABEL
xviii
Tabel 3. 1 Tabel Analisis Kebutuhan Pengguna... 34
Tabel 3. 2 Tabel datakuliner ... 49
Tabel 3. 3 Tabel pemilikkuliner ... 49
Tabel 3. 4 Tabel kuliner_gambar ... 50
Tabel 3. 5 Tabel kulinerkomentar ... 50
Tabel 3. 6 Tabel kulinerkategori ... 50
Tabel 3. 7 Tabel kulineradmin... 50
Tabel 3. 8 Tabel kulinerkriteria ... 51
Tabel 3. 9 Tabel kulineralternatif ... 51
Tabel 3. 10 Tabel alternatifkriteria ... 51
Tabel 3. 11 Tabel tampungbobot ... 52
Tabel 3. 12 Tabel tampungpilihan ... 52
Tabel 3. 13 Tabel tampunghasil ... 52
Tabel 3. 14 rentang Menu resto bintang ... 56
Tabel 3. 15 Rentang Menu resto nonbintang ... 57
Tabel 3. 16 Rentang Menu Cafe ... 57
Tabel 3. 17 Rentang Menu Angkringan ... 57
Tabel 3. 18 Rentang fasilitas resto bintang ... 58
Tabel 3. 19 Rentang fasilitas resto nonbintang ... 59
Tabel 3. 20 Rentang fasilitas Cafe ... 59
Tabel 3. 21 Rentang fasilitas Angkringan ... 59
Tabel 3. 22 Rentang harga kuliner bintang ... 61
Tabel 3. 23 Rentang harga kuliner non bintang ... 61
Tabel 3. 24 Rentang harga kuliner cafe ... 61
Tabel 3. 25 Rentang harga kuliner angkringan ... 61
Tabel 3. 26 Alternatif Pilihan (1) ... 66
Tabel 3. 27 Bobot alternatif kriteria (1) ... 67
Tabel 3. 28 Bobot Kepentingan (1) ... 67
Tabel 3. 29 Normalisasi Kriteria Ragam Menu (1) ... 68
Tabel 3. 30 Normalisasi Kriteria Fasilitas (1) ... 68
xix
Tabel 3. 32 Normalisasi Kriteria Harga (1)... 69
Tabel 3. 33 Normalisasi Kriteria Jarak (1) ... 70
Tabel 3. 34 Hasil Rekomendasi Kuliner (1) ... 71
Tabel 3. 35 Rekomendasi Kuliner dan Rangking (1) ... 71
Tabel 3. 36 Alternatif Pilihan (2) ... 72
Tabel 3. 37 Bobot Alternatif Pilihan (2) ... 72
Tabel 3. 38 Bobot Kepentingan (2) ... 73
Tabel 3. 39 Normalisasi Kriteria Ragam Menu (2) ... 73
Tabel 3. 40 Normalisasi Kriteria Fasilitas (2) ... 74
Tabel 3. 41 normalisasi Kriteria Kenyamanan (2)... 75
Tabel 3. 42 Normalisasi Kriteria Harga (2)... 76
Tabel 3. 43 Normalisasi Kriteria Jarak (2) ... 77
Tabel 3. 44 Hasil Rekomendasi Kuliner (2) ... 78
Tabel 3. 45 Rekomendasi Kuliner dan Rangking (2) ... 78
Tabel 3. 46 Nilai Alternatif kriteria (1) ... 80
Tabel 3. 47 Nilai Alternatif Baru (1) ... 80
Tabel 3. 48 Proses Update Alternatif (1) ... 81
Tabel 3. 49 Hasil Nilai Update Alternatif (1) ... 81
Tabel 3. 50 Nilai Alternatif kriteria (2) ... 81
Tabel 3. 51 Nilai Alternatif Baru (2) ... 81
Tabel 3. 52 Proses Update Alternatif (2) ... 82
Tabel 3. 53 Hasil Nilai Update Alternatif (2) ... 82
Tabel 4. 1Skala Pengujian ... 110
Tabel 4. 2 Hasil Kriteria Pilihan ... 112
Tabel 4. 3 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 1 ... 114
Tabel 4. 4 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 2 ... 115
Tabel 4. 5 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 3 ... 116
Tabel 4. 6 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 4 ... 117
Tabel 4. 7 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 5 ... 118
Tabel 4. 8 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 6 ... 119
xx
Tabel 4. 10 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 8 ... 121
Tabel 4. 11 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 9 ... 122
Tabel 4. 12 Kuisioner Pengguna pertanyaan 1 ... 124
Tabel 4. 13 Kuisioner Pengguna pertanyaan 2 ... 125
Tabel 4. 14 Kuisioner Pengguna pertanyaan 3 ... 126
Tabel 4. 15 Kuisioner Pengguna pertanyaan 4 ... 127
Tabel 4. 16 Kuisioner Pengguna pertanyaan 5 ... 128
Tabel 4. 17 Kuisioner Pengguna pertanyaan 6 ... 129
Tabel 4. 18 Kuisioner Pengguna pertanyaan 7 ... 130
Tabel 4. 19 Kuisioner Pengguna pertanyaan 8 ... 131
1
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi, yang mempunyai letak geografis antara 109° 40' dan 111° 0' Bujur Timur dan 8° 30' dan 7° 20' Lintang Selatan, dengan luas wilayah DI Yogyakarta mencakup 3185,80 km2 . DI Yogyakarta mempunyai jumlah penduduk 3.452.390 jiwa yang terbagi menjadi 1 kota dan 4 kabupaten, dengan 78 kecamatan dan 438 kelurahan/desa (Statistik Kepariwisataan DIY, 2014).
Selain dikenal sebagai Kota Pendidikan, Provinsi DI Yogyakarta juga terkenal akan pariwisatanya. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. DI Yogyakarta memiliki daya tarik wisata seperti wisata museum, wisata alam, dan yang tidak kalah penting yaitu wisata kuliner. Wisata kuliner di Yogyakarta bukanlah barang baru. Masyarakat lokal maupun wisatawan sudah banyak mengenal Yogyakarta dari kuliner-kuliner uniknya (Gudeg, Kopi Joss, Brongkos). Keadaan ini menimbulkan suatu kondisi persaingan bisnis di antara pemilik kuliner untuk memasarkan produk kuliner mereka sehingga dapat memperoleh keuntungan dan juga memuaskan pelanggan. Karena dengan adanya kepuasan pelanggan, maka selanjutnya pelanggan akan memperlihatkan peluang membeli yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya. Hal ini akan menyebabkan adanya kecenderungan pelanggan yang akan mengatakan sesuatu yang baik mengenai lokasi kuliner kepada orang lain, sehingga akan meningkatkan minat beli masyarakat.
2
dengan kekhasan dan keunggulannya. Dari segi harga, pemilik lokasi kuliner pun menyesuaikan dengan kemampuan beli pelanggan dan variasi menu kuliner yang dipasarkan. Faktor kenyamanan dan fasilitas dari lokasi kuliner seperti tersedianya tempat parkir dan konektifitas wifi, pun sangat diperhatikan pemilik kuliner.
Keberadaan lokasi kuliner yang semakin banyak membuat pelanggan terkadang merasa bingung untuk memilih kuliner yang sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini menyebabkan pelanggan yang terdiri dari masyarakat yang bertempat tinggal di Yogyakarta maupun pelanggan dari luar Yogyakarta yang masih bingung mencari lokasi kuliner, membutuhkan rekomendasi untuk memutuskan mengunjungi lokasi kuliner yang sesuai dengan keinginan mereka. Untuk itu diperlukan suatu sistem pendukung pengambilan keputusan yang dapat membantu pelanggan dalam memberikan rekomendasi lokasi kuliner dengan menerapkan metode SAW (Simple Additive Weighting). Metode ini menggunakan model perangkingan yang menampilkan lokasi kuliner yang telah direkomendasikan oleh sistem dengan menggunakan bobot kriteria yang telah ditentukan oleh sistem. Sistem ini juga memanfaatkan integrasi Google Maps API untuk menampilkan output lokasi kuliner. Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat membantu pelanggan dalam memperoleh rekomendasi lokasi kuliner yang sesuai dengan keinginan pelanggan.
Agar sistem ini lebih mudah diakses,maka sistem ini dibuat dengan berbasiskan web. Dengan berbasiskan web, maka sistem dapat diakses dari berbagai tempat dan tanpa batasan waktu. Pengimplementasian sistem pemetaan berbasiskan web ini digunakan aplikasi PHP dan XAMPP. Sistem ini diharapkan dapat memenuhi keinginan masyarakat tentang rekomendasi wisata kuliner di Yogyakarta.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana membangun suatu sistem pendukung pengambilan keputusan dengan berintegrasi google maps API untuk merekomendasikan lokasi kuliner yang sesuai dengan keinginan pengguna berdasar keberagaman menu, fasilitas tempat, kenyamanan lokasi, harga kuliner dan jarak kuliner dengan pengguna sistem.
2. Bagaimana membangun suatu sistem pemasaran kuliner untuk pemilik kuliner di Yogyakarta.
1.3 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam proyek akhir ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Sistem pendukung pengambilan keputusan digunakan dalam menentukan lokasi kuliner berdasar 5 kriteria yang ditentukan sistem (ragam menu, fasilitas, kenyamanan, harga, jarak).
2. Daerah yang menjadi obyek dalam pembuatan proyek akhir ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.
3. Verifikasi oleh admin menggunakan google maps street view (dimungkinkan ada lokasi kuliner yang belum terdata).
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Manfaat dan tujuan dari pembuatan proyek akhir ini adalah :
1. Membangun Sistem pendukung pengambilan keputusan untuk memberikan rekomendasi lokasi kuliner sesuai keinginan pelanggan. 2. Memudahkan dan meningkatkan efisiensi waktu pelanggan dalam
mencari lokasi kuliner.
3. Memudahkan pemilik kuliner dalam pemasaran kuliner.
1.5 Metodologi Penelitian
1.5.1 Survei Awal
Dilakukan dengan cara mendata lokasi. Pendataan lokasi kuliner dilakukan dengan cara pemilik kuliner mendaftarkan lokasi kuliner ke dalam sistem. Selanjutnya pemilik kuliner dapat memasukkan berbagai informasi mengenai kuliner, meliputi lokasi wisata kuliner, menu andalan, jam buka-tutup, foto menu.
Survey lain yang diperlukan adalah survey kriteria yang menjadi pertimbangan pengguna atau user dalam memilih suatu tempat kuliner. Survey ini nantinya akan digunakan untuk proses SPK.
1.5.2 Studi Pustaka
Dilakukan studi pustaka untuk mengumpulkan teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi teori mengenai sistem pendukung pengambilan keputusan dengan metode SAW, sistem informasi geografis (SIG) dan teori mengenai pariwisata kuliner. Diperlukan juga teori yang berkaitan dengan teknologi web PHP dan sistem basisdata menggunakan MySQL.
1.5.3 Pembangunan Sistem
Dalam pembangunan sistem informasi ini menggunakan metode Framework for the Application of System Technique (Whitten et.al, 2004). Tahap-tahap penelitian meliputi:
1) Analisa Sistem
a. Scope Definition (Definisi Lingkup)
kuliner meliputi ragam menu, fasilitas, kenyamanan, harga dan jarak.
b. Problem Analysis (Analisa Permasalahan)
Hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah menganalisa permasalahan yang diuji, yaitu pencarian lokasi kuliner oleh masyarakat masih bersifat manual (bertanya dan dari mulut ke mulut) dan referensi kuliner kurang lengkap (terdapat web mengenai ulasan tempat kuliner). Maka dari itu diperlukan sistem yang dengan lengkap dan efisien memberikan rekomendasi tempat kuliner kepada masyarakat.
c. Requirement Analysis (Analisa Kebutuhan)
Hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah menganalisa kebutuhan sistem dengan cara mengumpulkan data kebutuhan pengguna sistem yang kemudian dimodelkan dalam diagram use case.
2) Desain Sistem
Pada tahap ini dilakukan pendesainan awal program, yang meliputi:
a. Logical Design
Menggambarkan logical data model, logical process model, logical interface model.
b. Decision Analysis
Implementasi sistem ke dalam bentuk bahasa pemrograman PHP, Basisdata MySQL dan Sistem Informasi Geografis dengan Google Maps API.
c. Physical Design and Integration
Implementasi rancangan ke dalam program menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basisdata MySQL. Kemudian dilakukan uji coba terhadap sistem. Ujicoba sistem dilakukan dengan cara pengujian Alpha test dan Betha test.
3) Uji coba perangkat lunak
Pada tahap ini dilakukan ujicoba setiap fungsi sistem serta pengujian kinerja dari sistem.
1.5.4 Uji Coba Terhadap Pengguna
Setelah Sistem selesai dibangun, maka akan dilakukan uji coba penggunaan terhadap masyarakat sebagai pelanggan. Uji coba ini meliputi pengisian kuisioner dan percobaan penggunaan sistem, sehingga masyarakat sebagai pelanggan dapat mencoba sistem ini dan memberikan evaluasi.
1.5.5 Analisa Hasil Uji Coba
Setelah sistem diuji coba, maka akan dianalisa. Analisa sistem berguna untuk mengetahui kepuasan pelanggan serta kelebihan dan kekurangan dari sistem, yang dapat diketahui dari kuisioner yang telah dibagikan.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan penelitian ini dibagi menjadi beberapa bagian/bab, antara lain :
a. Bab I : Pendahuluan
b. Bab II : Dasar Teori
Bab ini berisi kumpulan teori-teori yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan sistem informasi ini.
c. Bab III : Analisa dan Perancangan Sistem
Bab ini menjelaskan mengenai analisa dan perancangan sistem yang akan dibangun, bab ini meliputi Use Case , ER Diagram, DFD dan metode penyelesaian yang akan digunakan dalam pembuatan sistem baru ini.
d. Bab IV : Analisa Hasil Implementasi
Bab ini berisi implementasi dari hasil perancangan sistem yang sedang dibuat. Bab ini juga berisi analisa dan hasil dari sistem yang telah dibuat. Pada bab ini juga dibahas mengenai hasil dari pengujian sistem untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari sistem.
e. Bab VI : Penutup
8
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
2.1.1 Definisi
Sistem pendukung keputusan secara umum didefinisikan sebagai sistem yang memiliki kemampuan untuk memberikan pemecahan masalah ataupun komunikasi untuk masalah semi terstruktur. Secara khusus, Sistem Pendukung Keputusan sebagai sistem yang mendukung kinerja seorang manajer atau sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi terstruktur dengan cara memberikan informasi atau rekomendasi menuju pada keputusan tertentu. Sistem Pendukung Keputusan dapat berbentuk sistem manual maupun sistem terkomputerisasi.
Menurut Turban (2005), Sistem Pendukung Keputusan yang selanjutnya akan disingkat SPK adalah sekumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan memberikan pertimbangan bagi manajer dalam mengambil keputusan.
2.1.2 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Berdasar definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan SPK dalam proses pengambilan keputusan adalah :
Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi-terstruktur.
Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer bukan untuk menggantikan fungsi manajer.
Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan banyak komputasi secara cepat dengan biaya yang rendah.
Peningkatan produktivitas. Membangun satu kelompok pengambil keputusan, terutama para pakar. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Selain itu, produktivitas staff pendukung (misalnya analis keuangan dan hukum) bisa ditingkatkan. Produktivitas juga bisa ditingkatkan menggunakan peralatan optimalisasi yang menentukan cara terbaik untuk menjalankan sebuah bisnis. Dukungan kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas
keputusan yang dibuat. Sebagai contoh, semakin banyak data yang diases, semakin banyak juga alternatif yang bisa dievaluasi. Analisis resiko bisa dilakukan dengna cepat dari para pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh) bisa dikumpulkan dengan cepat dan dengan biaya lebih rendah. Keahlian bahkan bisa diambil langsung dari sebuah sistem komputer melalui metode kecerdasan tiruan. Dengan komputer, para pengambil keputusan bisa melakukan simulasi yang kompleks, memeriksa banyak skenario yang memungkinkan, dan menilai berbagai pengaruh secara tepat dan ekonomis. Semua kapabilitas tersebut mengarah kepada keputusan yang lebih baik.
Merekayasa ulang proses dan struktur, memberdayakan karyawan, serta berinovasi. Teknologi pengambilan keputusan bisa menciptakan pemberdayaan yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang untuk membuat keputusan yang baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang.
Mengatasi keterbatasan kognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan.
2.1.3 Struktur keputusan
Sistem Pengambil Keputusan dapat menyelesaikan masalah dilihat dari keterstrukturannya dibagi menjadi :
Keputusan terstruktur (structured decision)
Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin. Prosedur pengambilan keputusan sangatlah jelas. Keputusan tersebut terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah
Keputusan semi terstruktur (semistructured decision) Keputusan semi terstruktur adalah keputusan yang memiliki dua sifat. Sebagian keputusan bisa ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Prosedur dalam pengambilan keputusan tersebut secara garis besar sudah ada, tetapi ada beberapa hal yang masih memerlukan kebijakan dari pengambil keputusan. Biasanya keputusan seperti ini diambil oleh manajer level menengah dalam suatu organisasi.
Keputusan tak terstruktur (unstructured decision)
Keputusan tersebut umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas.
2.1.4 Karakteristik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan
Lima karakteristik utama SPK (Sprague et. al., 1993), adalah sebagai berikut :
Sistem yang berbasis komputer.
Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan. Untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit dilakukan
dengan kalkulasi manual.
Melalui cara simulasi yang interaktif.
Data dan model analisis sebagai komponen utama.
2.1.5 Komponen Sistem Pengambil Keputusan
Berikut adalah gambar dari arsitektur dari sistem pengambil keputusan.
Gambar 2. 2 Arsitektur Sistem Pengambil Keputusan
Aplikasi sistem pendukung keputusan bisa terdiri dari beberapa subsistem, yaitu :
Subsistem manajemen data
Subsistem manajemen data memasukkan satu basis data yang berisi data yang relevan untuk suatu situasi dan dikelola oleh perangkat lunak yang disebut sistem manajemen database (DBMS/Data Base Management System).
Subsistem manajemen model
Merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan model kuantitatif lain yang memberikan kapabilitas analitik dan manajemen perangkat lunak yang tepat. Perangkat lunak disebut manajemen basis model (MBMS).
Pengguna berkomunikasi dengan sistem pendukung keputusan melalui subsistem tersebut. Pengguna adalah bagian yang dipertimbangkan dari sistem.
Subsistem manajemen berbasis-pengetahuan
Subsistem tersebut mendukung semua subsistem lain atau bertindak langsung sebagai suatu komponen independen dan bersifat opsional.
2.1.6 Langkah-Langkah Pemodelan Sistem Pengambilan Keputusan
1. Studi Kelayakan (Intelligence)
Pada langkah ini, sasaran ditentukan dan dilakukan pencarian prosedur, pengumpulan data, identifikasi kepemilikan masalah, hingga akhirnya terberntuk sebuah pernyataan masalah. Kepemilikan masalah berkaitan dengan bagian apa yang akan dibangun oleh DSS dan apa tugas dari bagian tersebut sehingga model tersebut bisa relevan dengan kebutuhan pemilik pemasalah.
2. Perancangan (Design)
Pada tahap ini akan diformulasikan model yang akan digunakan dan kriteria-kriteria yang ditentukan. Setelah itu, dicari alternatif model yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah selanjutnya adalah memprediksi keluaran yang mungkin. Kemudian, ditentukan variabel-variabel model. 3. Pemilihan (Choice)
Setelah itu pada tahap design ditentukan berbagai alternatif model beserta variabel-variabelnya. Pada tahap ini dilakukan pemilihan modelnya, termasuk solusi dari model tersebut. Selanjutnya, dilakukan analisis sensitivitas, yakni dengan mengganti beberapa variabel.
Setelah menentukan modelnya, berikutnya adalah mengimplementasikan dalam aplikasi DSS.
2.2 Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)
2.2.1 Definisi Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)
Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) adalah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu alternatif yang dapat diperbandingkan dengan semua ratting alternatif yang ada. Formula untuk melakukan normalisasi tersebut sebagai berikut:
Gambar 2. 3 Rumus perhitungan metode SAW (Normalisasi) Keterangan :
rij : Rating kinerja ternormalisasi
Max xij : Nilai maksimum dari setiap baris dan kolom
Min xij : Nilai minimum dari setiap baris dan kolom
xij : Baris dan kolom dari matriks
Dimana rij adalah rating kinerja ternormalisasi dari rating Ai pada atribut
Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan rumus sebagai
berikut :
Gambar 2. 4 Rumus perhitungan metode SAW (nilai akhir) Keterangan :
Vi : nilai akhir dari alternatif
Wj : bobot yang telah ditentukan
rij : normalisasi matriks
Dimana nilai Vi yang lebih besar menunjukan bahwa alternatif Ai lebih
baik untuk dipilih.
2.2.2 Langkah Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)
Berikut adalah langkah-langkah metode SAW (Simple Additive Weighting Product) :
1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Cj.
2. Mengisi nilai setiap kriteria untuk setiap alternatif .
3. Membuat matriks keputusan berdasar kriteria (Cj), kemudian
melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R. 4. Hasil akhir diperoleh dari setiap proses perangkingan yaitu
penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai) sebagai solusi (Kusumadewi,
2.2.3 Keunggulan Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)
Kelebihan dari metode simple additive weighting dibanding dengan model pengambil keputusan lainnya terletak pada kemampuannya untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot preferensi yang sudah ditentukan, selain itu SAW juga dapat menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada karena adanya proses perangkingan setelah menentukan bobot untuk setiap atribut (Kusumadewi, 2006).
2.3 Google Maps
2.3.1 Konsep Dasar Google Maps
Google Maps adalah layanan mapping online yang disediakan oleh google. Google maps dapat diakses melalui situs www.maps.google.com seperti pada gambar 2.1. dapat dilihat dari gambar tersebut, dapat dilihat informasi geografis pada wilayah bumi. Pengguna dapat menggeser dan mengubah tingkat zoom untuk mencari daerah di peta.
Gambar 2. 5 Google Maps
menyediakan beberapa mode tampilan, antara lain Sattelite mode, Terrain mode, Traffic mode dan Street mode.
2.3.2 Cara Kerja Google Maps
Google Maps merupakan kombinasi dari gambar peta, database, serta objek interaktif yang dibuat dengan bahasa pemrograman HTML, javascript dan AJAX, serta beberapa bahasa pemrograman lain (Cita, 2008).
Gambar-gambar di peta yang muncul merupakan gabungan dari potongan-potongan gambar dari suatu daerah yang diingikan user, yang dipangil dari database pada server Google Maps.
2.3.3 Google Maps Application Programming Interface (API)
Menurut Cita Ichtiara (2008), bahasa pemrograman dari Google Maps yang hanya terdiri dari HTML dan Javascript, memungkinkan untuk menampilkan Google Maps di website lain. Kustomisasi dari aplikasi ini dumungkinkan dengan disediakan client-side scripts dan server-side hooks. Google Maps Applicaton Programming Interface (API) merupakan suatu fitur aplikasi yang dikeluarkan oleh Google untuk memfasilitasi pengguna yang ingin mengintegrasikan Google Maps ke dalam website.
Dengan menggunakan Google Maps API, Google Maps dapat di-embed pada website eksternal. Agar aplikasi Google Maps dapat muncul, diperlukan adanya API key. API Key merupakan kode Unik yang digenerasikan oleh google untuk suatu website tertentu, agar server Google Maps dapat mengenali. Cara-cara untuk mendapatkan API Key adalah sebagai berikut :
1. untuk mendapatkan API Key dari Google API, kita masuk ke halaman :
2. Klik pada button Get A Key untuk memproses dan mengakrifkan Google Maps API
Gambar 2. 6 Tombol Get API Key 3. Setelah itu klik Create a new Project.
Gambar 2. 7 Pilih create new project
4. Lalu kita namai project baru yang telah dibuat. Klik Create and Enable API.
5. Akan tampil notifikasi yang menyatakan bahwa Google API Key telah siap untuk diakses.
Gambar 2. 9 Google API siap digunakan
Untuk menggunakan Google Maps API Key, maka perlu disisipkan di halaman program yang menggunakan Akses Maps Google seperti gambar dibawah ini :
Gambar 2. 10 Menyisipkan Script Maps Google Key
2.3.4 Google Maps Distance Matrix API
Google Maps Distance Matrix API digunakan untuk perancangan rute
terdekat antara pengguna dengan lokasi kuliner tertentu. Google Maps Distance
Matrix API adalah layanan yang menyediakan waktu dan jarak perjalanaan untuk
matriks asal dan tujuan. Informasi yang dikembalikan berdasarkan rute yang
Dalam Google Maps Distance Matrix API ada parameter yang diperlukan,
parameternya adalah origins (titik Asal), dan destinations (titik tujuan), dan key API
ketiga parameter ini adalah parameter yang diperlukan, sedangkan ada juga parameter
yang opsional seperti mode, language, avoid, unit arrival-time, departure_time,
traffic_model, transit_mode, transit_routing_preference
2.4 Skala Likert
Skala likert dikembangkan oleh Rensis Likert pada tahun 1932. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. dengan skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.
Dalam skala Likert, terdapat dua bentuk pernyataan yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap positif, dan pernyataan negatif yang berfungsi untuk mengukur sikap negatif. pengukuran tersebut menghasilkan sebuah interpretasi nilai dalam persentasi yang dicocokan ke dalam sebuah kategori (Bertram, 2006). Untuk penentuan kategori dalam skala likert dapat ditentukan sesuai kondisi kuisioner yang ada. banyaknya kategori dalam skala likert dimulai dari 3 jenis kategori sampai dengan 7 jenis kategori. Umumnya skala Likert menggunakan 5 kategori penilaian, tabel 5 kategori dapat dilihat dibawah ini :
Contoh Skala Likert :
Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu pilihan jawaban :
No Pernyataan Sangat
Setuju Setuju
Yogyakarta disebut kota pelajar dikarenakan banyak sekolah dan universitas yang berdiri di
Yogyakarta
2
Yogyakarta terkenal dengan ragam kulinernya
2.5 Restoran
Restoran mempunyai bermacam-macam definisi. Menurut Marsum (1985), restoran adalah suatu commercial business yang direncanakan, yang dimaksudkan, yang ditujukan untuk suatu goal sesuatu objek. Menurut pendapat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa restoran dibangun untuk suatu tujuan tertentu yaitu tujuan bisnis.
Menurut Marsum (1985), restoran harus menghidangkan berbagai macam makanan dari harga yang paling murah sampai dengan harga yang paling tinggi. Tamu akan merasa senang dan berkesan makan di suatu restoran bila : selain di dalam restoran itu dihidangkan makanan dan minuman beraneka ragam yang semuanya baik dalam arti gizi, bau, rasa, warna, sanitasi atau kebersihan dan sebagainya, juga di dalam restoran itu udaranya segar nyaman segalanya teratur rapi dan bersih, dekorasinya sesuai dan penerimaan petugas restoran yang ramah, sopan santun, necis, bersih dan serba menyenangkan.
Menurut Marsum (1985), yang menyebabkan para tamu ingin kembali dan kembali lagi untuk makan atau minum di suatu restoran, atau menjadi langganan suatu restoran karena beberapa faktor, antara lain :
Makanan dan minuman baik.
Udaranya nyaman-segar-menyenangkan.
Tempat makan beserta alat-alat makan bersih.
Petugas yang bekerja dengan supel, ramah-ramah dan sopan. Harga makanan dan minuman tidak terlalu mahal.
Lokasinya nikmat, nyaman dan mudah dicapai. Tersedianya tempat parkir yang luas.
Penerimaan yang hangat dan bersahabat dan kesediaan menjamu atau melayani dari para petugas di restoran.
2.6 Basis Data
2.6.1 Konsep Basis Data
Menurut Connoly-Begg (2005), basis data merupakan kumpulan data yang terhubung secara logical dan merupakan sebuah gambaran dari data yang dirancang untuk mencapai kebutuhan informasi dari sebuah organisasi.
Secara umum basis data dapat dikatakan suatu kumpulan data yang saling berhubungan dan diorganisasi sedemikian rupa sehingga data-data tersebut dapat diakses dengan mudah dan cepat dan diproses menjadi sebuah informasi yang lebih bermanfaat.
2.6.2 Konsep Perancangan Basis Data
Penyusunan suatu basis data digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul pada penyusunan data. Masalah-masalah tersebut adalah (Waljiyanto, 2003) :
1. Redudancy Data
Redudancy adalah persitiwa munculnya dataa-data secara berulang pada file baris data yang seharusnya tidak diperlukan.
2. Inconsistency Data
Inkonsistensi data terjadi ketika kesalahan dalam memasukkan data atau update anomaly, update data yang mengakibatkan munculnya data tidak
konsisten 3. Isolation Data
Disebabkan oleh pemakaian beberapa file sehingga program aplikasi tidak mampu mengakses file tertentu, sehingga perlu mengubah atau menambah sehingga seolah-olah ada file yang terpisah atau terisolasi dengan file lainnya.
4. Masalah keamanan
Masalah keamanan ketika setiap pemakai sistem diperbolehkan mengakses basis data
5. Masalah integritas
Ketika basis data berisi file yang saling
6. Multiple user
basis data kemungkinan akan digunakan oleh hanya user baik dengan waktu berbeda atau bersamaan.
Proses dalam metodologi perancangan basis data dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Conseptual Database Design, Logical Database Design dan Physical Database Design
2.6.2.1 Conseptual Database Design
Conceptual database design adalah proses membangun suatu model berdasarkan informasi yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi, tanpa pertimbangan perencanaan fisik (Connolly,2002). Langkah-langkah Conseptual Database Design adalah :
1. Identifikasi tipe-tipe entity
Bertujuan untuk menentukan entity types utama yang dibutuhkan. Menentukan entity dapat dilakukan dengan memeriksa user‟s requirement specification. Setelah terdefinisi, entity diberikan nama yang tepat dan jelas seperti mahasiswa, dosen, mata_kuliah.
2. Identifikasi tipe-tipe relasi
Bertujuan untuk mengidentifikasi suatu relationship yang penting yang ada antar entity yang telah diidentifikasi. Nama dari suatu relationship menggunakan kata kerja seperti mempelajari, memiliki mempunyai dan lain-lain.
setiap entity atau relationship memiliki identitas atau karakteristik yang sesuai dengan memperhatikan attribute berikut : simple/composite attribute, single/multi-valued attribute dan derived attribute.
4. Menentukan attribute domain
Bertujuan untuk menentukan attribute domain pada conceptual data model. Contohnya yaitu menentukan nilai attribute jenis_kelamin pada entity mahasiswa dangan „M‟ atau „F‟ atau nilai attribute sks pada entity mata_kuliah dengan „1‟, ‟2‟, „3‟ dan „4‟.
5. Menentukan candidate key dan primary key attributes Bertujuan untuk mengidentifikasi candidate key pada setiap entity dan memilih primary key jika ada lebih dari satu candidate key. Pemilihan primary key didasari pada panjang dari attribute dan keunikan key di masa datang.
6. Mempertimbangkan penggunaan enhance modeling concepts
Pada langkah ini bertujuan untuk menentukan specialization, generalization, aggregation, composition. Dimana masing-masing pendekatan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ada.
7. Mengecek redundansi
Bertujuan untuk memeriksa conceptual model untuk menghindari dari adanya informasi yang redundan. tahap-tahap yang dilakukan adalah memeriksa kembali one to one relationship dan menghilangkan relasi yang redundansi.
Bertujuan untuk menjamin bahwa conceptual data model mendukung kebutuhan transaksi. Dengan menggunakan model yang telah divalidasi tersebut, dapat digunakan untuk melaksanakan operasi secara manual. 9. Melihat kembali conceptual data model dengan pengguna
Bertujuan untuk melihat kembali conceptual model dan memastikan bahwa data model tersebut sudah benar.
2.6.2.2 Logical Database Design
Logical database design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada perusahan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak tergantung dari Database Management System (DBMS) yang khusus dan pertimbangan fisik yang lain (Connolly,2002).
Tahapan-tahapan perancangan Logical database design adalah :
1. Menghilangkan features yang tidak compatible dengan model relasional (pilihan). Bertujuan untuk menghasilkan model yang kompatibel dengan model relasional. Yaitu dengan :
1.1 Menghilangkan tipe relasi biner many-to-many
1.2 Menghilangkan tipe relasi rekursif many-to-many
1.3 Menghilangkan tipe relasi
1.4 Menghilangkan atribut multi-valued
2 Memperoleh relasi untuk local logical data model. 3 Memvalidasi relasi dengan menggunakan
normalisasi
5 Mendefinisikan Integrity constraints
6 Melihat kembali local logical data model dengan pengguna
2.6.2.3 Physical Database Design
Physical database design adalah suatu proses untuk menghasilkan gambaran dari implementasi basis data pada tempat penyimpanan, menjelaskan dasar dari relasi, organisasi file dan indeks yang digunakan untuk efisiensi data dan menghubungkan beberapa integrity constraints dan tindakan keamanan (Connolly,2002). Langkah-langkah perancangan Physical database design yaitu :
1. Merancang relasi dasar
2. Merancang representasi data turunan 3. Menganalisa transaksi
4. Merancang batasan perusahaan 5. Memilih organisasi file
6. Memilih indeks
7. Memperkirakan kapasitas yang dibutuhkan 8. Merancang User Views
9. Merancang mekanisme keamanan
2.7 PHP (Perl Hypertext Preprocessor)
PHP merupakan server side yang artinya sintaks yang diberikan akan sepenuhnya dijalanka pada server tetapi disertakan pada dokumen HTML sedangkan yang dikirim untuk ditampilkan di browser adalah hasilnya saja. Pada penulisan kode PHP, perlu diawali dengan tanda lebih kecil (<) dan diakhiri dengan tanda panah besar (>)
2.7.1 Konsep Kerja PHP
Model kerja HTML diawali dengan permintaan suatu halaman web oleh browser. Browser mendapatkan alamat internet atau URL (Uniform Resource Locator) dari web server. Browser kemudian mengidentifikasi halaman yang dikehendaki, dan menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan oleh web server (informasi yang disampaikan ke web server adalah nama browser, versi browser, dan sistem operasi yang digunakan). Selanjutnya web server akan mencarikan berkas yang diminta dan memberikan isinya ke browser. Browser yang telah mendapatkan isinya segera melakukan proses penerjemahan kode HTML dan menampilkannya ke layar pengguna.
Gambar 2. 11 Model Kerja PHP
2.8 MySQL
antara skrip program dengan basis data server dalam pengolahan data. Bahasa SQL dapat membuat tabel-tabel yang nantinya akan diisi dengan data, yang kemudian dapat dimanipulasi (menambah, memperbaharui, menghapus data).
Seiring dengan perkembangannya, MySQL semakin banyak digunakan baik dalam aplikasi berbasis web maupun aplikasi non-web, karena fitur-fitur yang ada semakin kompleks dan memungkinkan untuk dibuatnya aplikasi basis data yang canggih.
2.9 JavaScript
JavaScript sebagai bahasa pemrograman web yang berjalan hanya di web browser atau halaman web di sisi klien yang dibuat agar halaman web tersebut menjadi lebih hidup. JavaScript terdiri dari dua kata, yaitu java dan script, java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek, sedangkan script adalah serangkaian instruksi program. JavaScript adalah bahasa script (bahasa pemrograman yang dapat memegang kontrol aplikasi) yang berbasis pada bahasa pemrograman Java, namun JavaScript bukanlah bagian dari teknologi Java dari Sun.
30
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisis Sistem
3.1.1 Fase Definisi Ruang Lingkup (Scope Definition Phase)
Wisata kuliner merupakan salah satu dari sekian banyak daya tarik yang dimiliki di Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisata kuliner mempunyai beragam macam, diantaranya tempat makan, cafe, minuman dan makanan tradisional dan juga angkringan. Hal ini memunculkan pertanyaan, bagaimana wisatawan maupun masyarakat luas mencari dan menemukan lokasi kuliner khususnya di kota Yogyakarta. Persaingan dalam pemasaran kuliner pun menjadi sangat penting, dimana pemasaran kuliner sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu kuliner.
plang/spanduk kuliner, membuat selebaran, ataupun pemasaran melalui media sosial).
Terdapat cara pencarian lokasi kuliner dan pemasaran kuliner yang lebih modern, yaitu mencari melalui internet. Hal ini lebih mudah diakses oleh wisatawan dan masyarakat, dikarenakan kemajuan teknologi dan keberadaan smartphone dan jaringan internet. Akan tetapi belum ada web yang mengakomodasi tempat kuliner yang lengkap dengan informasi yang akurat dan kuga pemasaran kuliner. Informasi yang dibutuhkan masyarakat merupakan bahan pertimbangan dalam memilih lokasi wisata kuliner. Setelah masyarakat mengakses melalui web yang belum semua tempat terakomodasi, masyarakat masih harus memastikan informasi tempat kuliner tersebut. Hal ini tentu sangat menyita waktu dan kurang efektif.
3.1.2 Fase Analisa Masalah (Problem Analysis Phase)
3.1.2.1 Gambaran Umum Sistem Saat Ini
Saat ini pencarian lokasi wisata kuliner dan pemasaran kuliner masih berasal dari informasi internet yang kurang lengkap, dikarenakan masih banyak lokasi kuliner yang belum terdata dan masuk dalam internet. Wisatawan baik lokal dan mancanegara pun hanya bertanya kepada masyarakat dimana lokasi kuliner di Yogyakarta. Hal ini biasanya hanya memunculkan satu lokasi kuliner saja yang dikenal.
Masalah lainnya yaitu pemasaran kuliner oleh pemilik kuliner yang mengandalkan cara konvensional yang kurang efektif seperti pemasangan plang kuliner atau penyebaran pamflet.
Saat ini juga terdapat aplikasi berbasis android, yaitu Foursquare untuk menemukan lokasi tempat makan. Aplikasi ini merupakan situs web jejaring sosial berbasis lokasi yang bergantung pada perangkat lunak. Fitur unggulan yang dimiliki Foursquare yaitu Check in. dengan fitur ini, pengguna bisa menandai diri di lokasi dimana dia berada. Namun aplikasi ini dirasa kurang tepat, mengingat cakupan lokasi yang luas yang tidak mengkhususkan mengenai kuliner di Yogyakarta.
Dari beberapa alasan diatas dapat disimpulkan bahwa banyak lokasi kuliner yang belum dikenal dan keterbatasan alat untuk mendapat rekomendasi kuliner. Kesimpulan lainnya yaitu pemasaran kuliner yang kurang maksimal.
3.1.2.2 Gambaran Sistem yang Akan Dibangun
Sistem Informasi Geografis Lokasi Wisata Kuliner Di Yogyakarta Berbasis Google Maps API dapat menjawab masalah-masalah yang terjadi. Sistem ini akan memberikan banyak informasi mengenai lokasi kuliner disertai dengan petunjuk jalan dan lama tempuh dari lokasi koordinat user sampai ke koordinat tempat kuliner. Informasi lain yang akan muncul adalah kategori kuliner, rentang harga, tampilan menu andalan dan review bagi pengunjung dengan menyertakan rating berbentuk bintang.
Tidak hanya berguna bagi pengguna, sistem ini dapat digunakan untuk memasarkan produk kuliner pemilik kuliner. Sistem ini akan memasarkan kuliner berdasar kategori kuliner, alamat, nama lokasi kuliner, keberagaman menu, fasilitas dll.
1. Pemilik kuliner mendaftarkan kuliner mereka dengan mendaftarkan akun pribadi terlebih dahulu. Setelah itu pemilik kuliner dapat mendaftarkan kuliner mereka. 2. Administrator melakukan proses verifikasi tempat
kuliner dengan menggunakan fasilitas google street view yang disediakan Google Maps. Setelah itu, administrator dapat menambahkan nilai alternatif yang digunakan untuk proses SPK.
3. Pengguna mengakses sistem dengan memasukkan nama kategori kuliner (restoran bintang, restoran nonbintang, cafe atau angkringan).
4. Pengguna memilih lokasi kuliner yang akan dibandingkan. Setelah itu pengguna memberikan bobot kepentingan setiap kriteria(100%).
5. Pengguna akan mendapat rekomendasi kuliner. Kuliner dengan rekomendasi tertinggi merupakan kuliner yang paling direkomendasikan.
6. Pengguna dapat melihat informasi setiap kuliner dengan mengklik infowindow pada marker google maps.
7. Pengguna dapat mengisi form kepuasan di setiap kuliner. Form kepuasan dapat mengupdate nilai alternatif setiap kriteria pada suatu kuliner. Nilai alternatif yang telah diupdate selanjutnya akan digunakan dalam proses SPK yang melibatkan kuliner tersebut.
Keuntungan yang diperoleh setelah menggunakan sistem informasi ini yaitu :
2. Efisiensi waktu dalam mencapai suatu lokasi, dikarenakan terdapat fasilitas rute menuju lokasi dari koordinat user berada.
3. Pemasaran kuliner dari pemilik kuliner dilakukan dengan lebih mudah.
Dalam membangun sistem informasi ini diperlukan perangkat keras berupa komputer desktop dengan sistem operasi minimal windows XP. Perangkat lunak yang digunakan yaitu PHP sebagai bahasa pemrograman, My SQL sebagai basis data dan Google Chrome sebagai browser.
3.1.3 Fase Kebutuhan Pengguna (Requirement Analysis Phase)
3.1.3.1 Analisis Kebutuhan Pengguna
Tabel 3. 1 Tabel Analisis Kebutuhan Pengguna
No Aktor Wewenang
1 Administrator 1.Melakukan proses login dan logout administrator.
2.Memverifikasi tempat kuliner 3.Menghapus data kuliner 4.Menghapus review kuliner 5.Menghapus rating kuliner
6.Menambah alternatif SPK Kuliner 7.Mengedit alternatif SPK Kuliner 8.Menghapus alternatif SPK Kuliner 2 Pemilik Kuliner 1.Melakukan proses login dan logout
pemilik kuliner.
2.Melakukan proses daftar akun 3.Mengedit data akun
kuliner
5.Mengedit data kuliner 6.Menghapus data kuliner
3 User 1.Mencari data lokasi kuliner
2.Melakukan proses SPK kuliner 3.Melihat informasi tempat kuliner
4.Menambahkan review mengenai tempat kuliner
5.Menambahkan rating kepuasan mengenai tempat kuliner
3.1.4 Use Case Diagram
Gambar 3. 2 Diagram Use Case untuk Administrator (1)
3.2 Perancangan Sistem
3.2.1 Diagram Aliran Data
3.2.1.1 Diagram Konteks
Pada Diagram Konteks ini terdapat 3 entitas luar yaitu administrator yang dapat memverifikasi tempat kuliner dan menambah nilai alterntif lokasi kuliner, mengedit dan ,menghapus data kuliner serta menghapus data review dan rating. Entitas Lainnya yaitu pengguna yang dapat melihat data kuliner, melakukan proses SPK dan juga mengisi form kepuasan. Entitas selanjutnya yaitu Pemilik Kuliner yang dapat menambahkan, mengedit dan ,menghapus data kuliner.
3.2.1.2 Diagram Berjenjang
3.2.1.3 Overview DFD
3.2.1.4 DFD Level 2 proses 1
Gambar 3. 8 DFD Level 2 proses 1
3.2.1.5 DFD Level 2 proses 2
3.1 idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe,
bobot
idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot
idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot
idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot
idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot
idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot
idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot
4.1
nama depan, nama belakang, email, password, no telp, gender
nama depan, nama belakang, email, password, no telp, gender
idpemilik, email, password idpemilik, email, password
idpemilik, email, password idpemilik, email, password
idpemilik, email, password idpemilik, email, password
idpemilik, email, password idpemilik, email, password
idpemilik, email, password idpemilik, email, password idpemilik, email, password idpemilik, email, password
3.2.1.7 DFD Level 2 proses 4
5.1 idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik,
alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga
idlokasikul idlokasikul
nama, email, komentar
nama, email, rating
idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga
idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga
idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik,
alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga
idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga
idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga
idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga
idlokasikul idlokasikul
nama, email, komentar
nama, email, komentar, komenke, datekomen
nama, email, komentar, komenke, datekomen
nama, email, rating
nama, email, komentar, komenke, datekomen, rating
nama, email, komentar, komenke, datekomen, rating
3.2.1.8 DFD Level 2 proses 5
Gambar 3. 12 DFD Level 2 proses 5
3.2.1.9 DFD Level 2 proses 6
user/pelanggan id 7.1
proses SPK datakuliner idlokasikul idlokasikul
data ditampilkan data ditampilkan
3.2.1.10 DFD Level 2 proses 7
3.2.2 Perancangan Basis Data
3.2.2.1 Desain Konseptual
ER-Diagram digunakan sebagai tahap awal dalam perancangan basis data sistem. Gambar 3.4 berikut adalah ER-Diagram sistem yang digunakan dalam sistem ini.
3.2.2.2 Desain Logikal
Tahap logical design merupakan tahap selanjutnya dari perancangan basis data sistem. Tahap logical design digunakan untuk merekonstruksi tabel pada tahap perancangan ER-diagram, dengan maksud untuk menghilangkan redundansi data, memecah atau menyatukan entitas-entitas dan relasi-relasi pada ER-diagram, dan untuk menetapkan primary key dan foreign key. Gambar 3.5 berikut adalah logical design dari Sistem Informasi Geografis Lokasi Wisata Kuliner di DIY:
3.2.2.3 Desain Fisikal
3.2.2.3.1 Tabel datakuliner
Tabel 3. 2 Tabel datakuliner
3.2.2.3.2 Tabel pemilikkuliner
Tabel 3. 3 Tabel pemilikkuliner
Nama Tipe Size Keterangan Key
idpemilik varchar 20 Field untuk id pemilik kuliner PK emailpemilik varchar 255 Field untuk email pemilik kuliner
password varchar 255 Field untuk password
Fname varchar 255 Field untuk nama pertama pemilik Lname varchar 255 Field untuk nama terakhir pemilik gender varchar 20 Field untuk jenis kelamin pemilik
Nama Tipe Size Keterangan Key
idlokasikul varchar 30 Field untuk id lokasi kuliner PK namakategori varchar 30 Field untuk nama kategori
namalokasi varchar 30 Field untuk nama lokasi
pemilik varchar 30 Field untuk pemilik kuliner
alamat varchar 50 Field untuk alamat kuliner
koord_y double Field untuk koordinat y
koord_x double Field untuk koordinat x
last_update Datetime field untuk waktu update data terakhir
insertby varchar 30
field menyimpan email pemilik kuliner
informasilain varchar 500 field informasi lokasi kuliner ragammakan varchar 500
field informasi menu makanan lokasi kuliner
ragamminum varchar 500
field informasi menu minuman lokasi kuliner
fasilitas varchar 500 field fasilitas lokasi kuliner
rentang_harga varchar 30 Field untuk harga dari kuliner status_verif Varchar 2
Field untuk status verifikasi google
maps streetview
notelp varchar 15 Field untuk nomor telepon last_login datetime Field untuk waktu terakhir login
3.2.2.3.3 Tabel kuliner_gambar
Tabel 3. 4 Tabel kuliner_gambar
Nama Tipe Size Keterangan Key
judul_gambar varchar 30 Field untuk gambar
nama_file varchar 100 Field untuk alamat gambar di folder
3.2.2.3.4 Tabel kulinerkomentar
Tabel 3. 5 Tabel kulinerkomentar
Nama Tipe Size Keterangan Key
id_bukutamu varchar 15 Field untuk id komentar dan rating PK nama varchar 20 Field untuk nama pemberi komentar
Tabel 3. 6 Tabel kulinerkategori
Nama Tipe Size Keterangan Key
idkategorikul int 3 Field untuk id kategori kuliner PK namakategori varchar 30 Field untuk nama kategori
3.2.2.3.6 Tabel kulineradmin
Tabel 3. 7 Tabel kulineradmin
Nama Tipe Size Keterangan Key
idadmin int 10 Field untuk id admin PK
email varchar 255 Field untuk email admin
nama varchar 255 Field untuk nama admin
alamat varchar 255 Field untuk alamat admin
no_telp varchar 255 Field untuk nomor telpon admin last_login datetime Field untuk waktu terakhir login
3.2.2.3.7 Tabel kulinerkriteria
Tabel 3. 8 Tabel kulinerkriteria
Nama Tipe Size Keterangan
Ke y
idkriteria int 11 Field untuk id kriteria PK
kriteria varchar 30 Field untuk daftar kriteria inforkriteria varchar 30 Field untuk info kriteria tipekriteria varchar 30 Field untuk tipe kriteria
bobot int 11 Field untuk bobot kriteria
3.2.2.3.8 Tabel kulineralternatif
Tabel 3. 9 Tabel kulineralternatif
Nama Tipe Size Keterangan Key
idalternatif varchar 30 Field untuk id kuliner alternatif PK namalokasi varchar 30 Field untuk nama kuliner alternatif ragammenu varchar 30 Field untuk kriteria alternatif ragammenu fasilitas varchar 30 Field untuk kriteria alternatif fasilitas kenyamanan varchar 30 Field untuk kriteria alternatif kenyamanan harga varchar 30 Field untuk kriteria alternatif harga
3.2.2.3.9 Tabel alternatifkriteria
Tabel 3. 10 Tabel alternatifkriteria
Nama Tipe Size Keterangan Key
idalternatif varchar 30 Field untuk id kuliner alternatif kriteria PK namalokasi varchar 30 Field untuk nama kuliner alternatif kriteria
ragammenu varchar 30
Field untuk bobot kriteria alternatif
ragammenu
kenyamanan varchar 30
Field untuk bobot kriteria alternatif
kenyamanan
harga varchar 30 Field untuk bobot kriteria alternatif harga
3.2.2.3.10 Tabel tampungbobot
Tabel 3. 11 Tabel tampungbobot
Nama Tipe Size Keterangan Key
ragammenu int 30
Field untuk tampung bobot kriteria ragam
menu
fasilitas int 30 Field untuk tampung bobot kriteria fasilitas
kenyamanan int 30
Field untuk tampung bobot kriteria
kenyamanan
harga int 30 Field untuk tampung bobot kriteria harga Jarak Varchar 30 Field untuk menampung bobot jarak kuliner Geolocation Varchar 30 Field untuk menampung geolocaion user
3.2.2.3.11 Tabel tampungpilihan
Tabel 3. 12 Tabel tampungpilihan
Nama Tipe Size Keterangan Key
idalternatif varchar 30
Field untuk id kuliner yang akan dibandingkan
dengan SPK
namalokasi varchar 1000 Field untuk nama kuliner
Jarak Int 30
Field untuk menampung jarak user dengan tiap kuliner
3.2.2.3.12 Tabel tampunghasil
Tabel 3. 13 Tabel tampunghasil
Nama Tipe Size Keterangan Key
idalternatif varchar 30
Field untuk id kuliner yang telah
dibandingkan dengan SPK PK