• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAP.COM - SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN ... - USD REPOSITORY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TAP.COM - SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN ... - USD REPOSITORY"

Copied!
188
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN

REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA

MENGGUNAKAN METODE SAW TERINTEGRASI

GOOGLE MAPS

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Program Studi Teknik Informatika

Disusun oleh : Alvin Christianto Nugroho

125314051

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)

ii

DECISION SUPPORT SYSTEM OF THE CULINARY

RECOMMENDATION IN YOGYAKARTA USING SAW

METHOD INTEGRATED WITH GOOGLE MAPS API

A Thesis

Presented as Partial Fulfillment of the Requirements To Obtain the Sarjana Komputer Degree in Informatics Engineering Study Program

By :

Alvin Christianto Nugroho 125314051

INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM DEPARTMENT OF INFORMATICS ENGINEERING

FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY SANATA DHARMA UNIVERSITY

(3)

iii

HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE SAW

TERINTEGRASI GOOGLE MAPS

Disiapkan dan ditulis oleh : Alvin Christianto Nugroho

125314051

Telah disetujui dan disahkan Oleh : Yogyakarta, ………..

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(4)

iv

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE SAW

TERINTEGRASI GOOGLE MAPS

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh : Alvin Christianto Nugroho

125314051

Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada Tanggal ...

Dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji :

Yogyakarta, ………..

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma

Dekan,

Sudi Mungkasi, S.Si.,M.Math.Sc.,Ph.D

Nama Lengkap Tanda Tangan

Ketua Agnes Maria Polina, S.Kom., M.Sc. ...

Sekretaris JB. Budi Darmawan, S.T., M.Sc. ...

Anggota Drs. Haris Sriwindono, M.Kom ...

(5)

v

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya ini saya persembahkan kepada :

Tuhan Yesus dan Bunda Maria,

Keluarga,

Sahabat,

Teman-teman Teknik Informatika,

(6)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak membuat karya atau bagian orang lain, kecuali yang telah saya sebutkan dalam kutipan dari daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, Desember 2016 Penulis

(7)

vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Alvin Christianto Nugroho

Nim : 125314051

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, karya ilmiah saya yang berjudul :

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKOMENDASI KULINER DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN

METODE SAW TERINTEGRASI GOOGLE MAPS

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalty kepada saya, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya

Dibuat di Yogyakarta, …………

Yang menyatakan,

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas segala berkat, bimbingan dan karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat akademik jurusan teknik informatika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penelitian ini dapat berjalan denggan baik dari awal hingga akhir karena adanya bimbingan, doa, dukungan, semangat dan motivasi yang diberikan oleh banyak pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1. Tuhan Yesus yang telah memberkati, membimbing dan memberi kekuatan di kehidupan ini setiap hari dalam suka maupun dalam duka.

2. Bunda Maria yang tak pernah bosan untuk mendengarkan keluh kesah pengerjaan Tugas Akhir penulis setiap hari.

3. Keluarga, Bapak C. Supriyanto Ibu C. Asih, Bu Olivia Melissa, Trimakasih atas doa, dukungan dan semangat yang diberikan kepada saya selama proses perkuliahan dari awal sampai dengan akhir.

4. Bapak Drs. Haris Sriwindono, M.Kom, selaku dosen pembimbing akademik yang dengan sabar memberikan bimbingan, nasihat dan wejangan untuk dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

5. Bapak Ali Mustopa, M.Kom yang telah memberikan bimbingan, pengajaran dan bersedia memberi ilmunya dalam pengerjaan tugas akhir ini, serta dengan sabar memberikan pelajaran dalam pembuatan tugas akhir ini.

6. Jay, Tri dan Dion yang telah memberikan bantuan dan memberikan pencerahan dalam penyelesaian tugas akhir ini, terutama membimbing dalam pembuatan program tugas akhir ini.

(9)

ix

8. OMK St Ignatius, yang telah menjadi sahabat dan memberikan pelajaran berharga dalam memahami hidup dan memuji memuliakan Tuhan.

9. Teksapala “Deum Per Naturae Amamus” yang telah menempa mental dan memberikan pengalaman hidup berharga.

10.Sahabat dan teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya dalam bentuk apapun.

(10)

x

DAFTAR ISI

SKRIPSI SAMPUL...i

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Batasan Masalah ... 3

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3

1.5 Metodologi Penelitian ... 3

1.5.1 Survei Awal ... 4

1.5.2 Studi Pustaka ... 4

1.5.3 Pembangunan Sistem ... 4

1.5.4 Uji Coba Terhadap Pengguna ... 6

1.5.5 Analisa Hasil Uji Coba ... 6

(11)

xi

BAB II LANDASAN TEORI ... 8

2.1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ... 8

2.1.1 Definisi ... 8

2.1.2 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ... 8

2.1.3 Struktur keputusan ... 10

2.1.4 Karakteristik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan ... 11

2.1.5 Komponen Sistem Pengambil Keputusan ... 12

2.1.6 Langkah-Langkah Pemodelan Sistem Pengambilan Keputusan ... 13

2.2 Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) ... 14

2.2.1 Definisi Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) ... 14

2.2.2 Langkah Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) ... 15

2.2.3 Keunggulan Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)... 16

2.3 Google Maps ... 16

2.3.1 Konsep Dasar Google Maps ... 16

2.3.2 Cara Kerja Google Maps ... 17

2.3.3 Google Maps Application Programming Interface (API) ... 17

2.3.4 Google Maps Distance Matrix API ... 19

2.4 Skala Likert ... 20

2.5 Restoran ... 21

2.6 Basis Data ... 22

2.6.1 Konsep Basis Data ... 22

2.6.2 Konsep Perancangan Basis Data ... 22

2.7 PHP (Perl Hypertext Preprocessor) ... 27

2.7.1 Konsep Kerja PHP ... 28

(12)

xii

2.9 JavaScript ... 29

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 30

3.1 Analisis Sistem ... 30

3.1.1 Fase Definisi Ruang Lingkup (Scope Definition Phase) ... 30

3.1.2 Fase Analisa Masalah (Problem Analysis Phase) ... 31

3.1.3 Fase Kebutuhan Pengguna (Requirement Analysis Phase) ... 34

3.1.4 Use Case Diagram ... 35

3.2 Perancangan Sistem ... 39

3.2.1 Diagram Aliran Data ... 39

3.2.2 Perancangan Basis Data ... 47

3.2.3 Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan ... 53

3.2.4 Perancangan Interface ... 83

BAB IV ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI ... 93

4.1 Pengujian Terhadap Perhitungan Manual ... 93

4.2 Pengujian Terhadap Kriteria Kuliner ... 110

4.3 Analisis Hasil Uji coba Perangkat Lunak (Alpha Test)... 113

4.4 Analisis Hasil Uji Terhadap Pengguna (Betha Test) ... 114

4.4.1 Pengujian Sistem oleh Pemilik Kuliner ... 114

4.4.2 Pengujian Sistem oleh Pengguna ... 124

4.5 Kelebihan Sistem ... 133

4.6 Kekurangan Sistem ... 133

BAB V PENUTUP ... 134

5.1 Kesimpulan ... 134

5.2 Saran ... 134

(13)

xiii

LAMPIRAN ... 137

DAFTAR GAMBAR

(14)

xiv

Gambar 2. 2 Arsitektur Sistem Pengambil Keputusan ... 12

Gambar 2. 3 Rumus perhitungan metode SAW (Normalisasi) ... 14

Gambar 2. 4 Rumus perhitungan metode SAW (nilai akhir) ... 15

Gambar 2. 5 Google Maps ... 16

Gambar 2. 6 Tombol Get API Key ... 18

Gambar 2. 7 Pilih create new project ... 18

Gambar 2. 8 Kustomisasi Project ... 18

Gambar 2. 9 Google API siap digunakan... 19

Gambar 2. 10 Menyisipkan Script Maps Google Key ... 19

Gambar 2. 11 Model Kerja PHP ... 28

Gambar 3. 1 Diagram Use Case untuk pengguna ... 36

Gambar 3. 2 Diagram Use Case untuk Administrator (1) ... 37

Gambar 3. 3 Diagram Use Case untuk Administrator (2) ... 37

Gambar 3. 4 Diagram Use Case untuk Pemilik Kuliner ... 38

Gambar 3. 5 Diagram Konteks ... 39

Gambar 3. 6 Diagram Berjenjang ... 40

Gambar 3. 7 Overview DFD ... 41

Gambar 3. 16 Database Logical Design ... 48

Gambar 3. 17 Jarak User dengan setiap kuliner ... 62

Gambar 3. 18 Proses pengambilan keputusan ... 63

Gambar 3. 19 Proses perhitungan SPPK ... 64

Gambar 3. 20 Proses penyusunan ranking ... 65

(15)

xv

Gambar 3. 22Rumus Update Nilai Alternatif ... 79

Gambar 3. 23 Halaman Utama Sistem ... 83

Gambar 3. 24 Halaman Login Administrator ... 83

Gambar 3. 25 Halaman Utama Administator ... 84

Gambar 3. 26 Halaman Verifikasi Kuliner ... 84

Gambar 3. 27 Halaman Lihat Data Kuliner ... 85

Gambar 3. 28 Halaman Delete Komentar ... 85

Gambar 3. 29 Halaman Tambah Alternatif Kuliner ... 86

Gambar 3. 30 Halaman Utama Pemilik Kuliner... 86

Gambar 3. 31Halaman Daftar Pemilik kuliner ... 87

Gambar 3. 32 Halaman Edit Informasi Pemilik Kuliner ... 87

Gambar 3. 33 Halaman Utama Tambah Data Kuliner ... 88

Gambar 3. 34 Halaman Tambah Informasi kuliner ... 88

Gambar 3. 35 Halaman Edit data kuliner ... 89

Gambar 3. 36 Halaman Tambah gambar ... 89

Gambar 3. 37 Halaman Pilih Lokasi Kuliner ... 90

Gambar 3. 38 Halaman Nilai Kriteria Jarak ... 90

Gambar 3. 39 Halaman Pembobotan Kriteria ... 91

Gambar 3. 40 Halaman Hasil Rekomendasi ... 91

Gambar 3. 41 Halaman Preview Kuliner ... 92

Gambar 4. 1 Pemilihan kulinerPemilihan kuliner (1) ... 93

Gambar 4. 2 Mendapatkan jarak tiap-tiap lokasi (1) ... 94

Gambar 4. 3 mengisis bobot kepentingan (1)... 94

Gambar 4. 4 Hasil rekomendasi kuliner (1) ... 95

Gambar 4. 5Kuliner pilihan pengguna (1) ... 95

Gambar 4. 6 Normalisasi kriteria ragam menu (1) ... 96

Gambar 4. 7 Normalisasi kriteria Fasilitas (1) ... 96

Gambar 4. 8 Normalisasi kriteria kenyamanan (1) ... 97

Gambar 4. 9 Normalisasi kriteria harga (1)... 97

Gambar 4. 10 Normalisasi kriteria jarak (1) ... 98

(16)

xvi

Gambar 4. 12 Pemilihan kuliner Pemilihan kuliner ... 101

Gambar 4. 13 Mendapatkan jarak tiap-tiap lokasi ... 101

Gambar 4. 14 Mengisi Bobot Kepentingan (2) ... 102

Gambar 4. 15 Hasil rekomendasi kuliner ... 102

Gambar 4. 16 Kuliner pilihan pengguna (2) ... 103

Gambar 4. 17 Normalisasi kriteria ragam menu... 103

Gambar 4. 18 Normalisasi kriteria Fasilitas ... 104

Gambar 4. 19 Normalisasi kriteria kenyamanan ... 104

Gambar 4. 20 Normalisasi kriteria harga ... 105

Gambar 4. 21 Normalisasi kriteria jarak ... 106

Gambar 4. 22 kriteria ternormalisasi ... 107

Gambar 4. 23 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 1 ... 114

Gambar 4. 24 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner Pertanyaan 2 ... 115

Gambar 4. 25 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 3 ... 116

Gambar 4. 26 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 4 ... 117

Gambar 4. 27 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 5 ... 118

Gambar 4. 28 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 6 ... 119

Gambar 4. 29 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 7 ... 120

Gambar 4. 30 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 8 ... 121

Gambar 4. 31 Grafik Kuisioner Pemilik Kuliner pertanyaan 9 ... 122

Gambar 4. 32 Hasil Perhitungan Skor Kuisioner Pemilik Kuliner... 123

Gambar 4. 33 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 1 ... 124

Gambar 4. 34 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 2 ... 125

Gambar 4. 35 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 3 ... 126

Gambar 4. 36 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 4 ... 127

Gambar 4. 37 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 5 ... 128

Gambar 4. 38 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 6 ... 129

Gambar 4. 39 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 7 ... 130

Gambar 4. 40 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 8 ... 131

Gambar 4. 41 Grafik Kuisioner Pengguna pertanyaan 9 ... 132

(17)

xvii

DAFTAR TABEL

(18)

xviii

Tabel 3. 1 Tabel Analisis Kebutuhan Pengguna... 34

Tabel 3. 2 Tabel datakuliner ... 49

Tabel 3. 3 Tabel pemilikkuliner ... 49

Tabel 3. 4 Tabel kuliner_gambar ... 50

Tabel 3. 5 Tabel kulinerkomentar ... 50

Tabel 3. 6 Tabel kulinerkategori ... 50

Tabel 3. 7 Tabel kulineradmin... 50

Tabel 3. 8 Tabel kulinerkriteria ... 51

Tabel 3. 9 Tabel kulineralternatif ... 51

Tabel 3. 10 Tabel alternatifkriteria ... 51

Tabel 3. 11 Tabel tampungbobot ... 52

Tabel 3. 12 Tabel tampungpilihan ... 52

Tabel 3. 13 Tabel tampunghasil ... 52

Tabel 3. 14 rentang Menu resto bintang ... 56

Tabel 3. 15 Rentang Menu resto nonbintang ... 57

Tabel 3. 16 Rentang Menu Cafe ... 57

Tabel 3. 17 Rentang Menu Angkringan ... 57

Tabel 3. 18 Rentang fasilitas resto bintang ... 58

Tabel 3. 19 Rentang fasilitas resto nonbintang ... 59

Tabel 3. 20 Rentang fasilitas Cafe ... 59

Tabel 3. 21 Rentang fasilitas Angkringan ... 59

Tabel 3. 22 Rentang harga kuliner bintang ... 61

Tabel 3. 23 Rentang harga kuliner non bintang ... 61

Tabel 3. 24 Rentang harga kuliner cafe ... 61

Tabel 3. 25 Rentang harga kuliner angkringan ... 61

Tabel 3. 26 Alternatif Pilihan (1) ... 66

Tabel 3. 27 Bobot alternatif kriteria (1) ... 67

Tabel 3. 28 Bobot Kepentingan (1) ... 67

Tabel 3. 29 Normalisasi Kriteria Ragam Menu (1) ... 68

Tabel 3. 30 Normalisasi Kriteria Fasilitas (1) ... 68

(19)

xix

Tabel 3. 32 Normalisasi Kriteria Harga (1)... 69

Tabel 3. 33 Normalisasi Kriteria Jarak (1) ... 70

Tabel 3. 34 Hasil Rekomendasi Kuliner (1) ... 71

Tabel 3. 35 Rekomendasi Kuliner dan Rangking (1) ... 71

Tabel 3. 36 Alternatif Pilihan (2) ... 72

Tabel 3. 37 Bobot Alternatif Pilihan (2) ... 72

Tabel 3. 38 Bobot Kepentingan (2) ... 73

Tabel 3. 39 Normalisasi Kriteria Ragam Menu (2) ... 73

Tabel 3. 40 Normalisasi Kriteria Fasilitas (2) ... 74

Tabel 3. 41 normalisasi Kriteria Kenyamanan (2)... 75

Tabel 3. 42 Normalisasi Kriteria Harga (2)... 76

Tabel 3. 43 Normalisasi Kriteria Jarak (2) ... 77

Tabel 3. 44 Hasil Rekomendasi Kuliner (2) ... 78

Tabel 3. 45 Rekomendasi Kuliner dan Rangking (2) ... 78

Tabel 3. 46 Nilai Alternatif kriteria (1) ... 80

Tabel 3. 47 Nilai Alternatif Baru (1) ... 80

Tabel 3. 48 Proses Update Alternatif (1) ... 81

Tabel 3. 49 Hasil Nilai Update Alternatif (1) ... 81

Tabel 3. 50 Nilai Alternatif kriteria (2) ... 81

Tabel 3. 51 Nilai Alternatif Baru (2) ... 81

Tabel 3. 52 Proses Update Alternatif (2) ... 82

Tabel 3. 53 Hasil Nilai Update Alternatif (2) ... 82

Tabel 4. 1Skala Pengujian ... 110

Tabel 4. 2 Hasil Kriteria Pilihan ... 112

Tabel 4. 3 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 1 ... 114

Tabel 4. 4 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 2 ... 115

Tabel 4. 5 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 3 ... 116

Tabel 4. 6 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 4 ... 117

Tabel 4. 7 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 5 ... 118

Tabel 4. 8 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 6 ... 119

(20)

xx

Tabel 4. 10 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 8 ... 121

Tabel 4. 11 Kuisioner pemilik kuliner pertanyaan 9 ... 122

Tabel 4. 12 Kuisioner Pengguna pertanyaan 1 ... 124

Tabel 4. 13 Kuisioner Pengguna pertanyaan 2 ... 125

Tabel 4. 14 Kuisioner Pengguna pertanyaan 3 ... 126

Tabel 4. 15 Kuisioner Pengguna pertanyaan 4 ... 127

Tabel 4. 16 Kuisioner Pengguna pertanyaan 5 ... 128

Tabel 4. 17 Kuisioner Pengguna pertanyaan 6 ... 129

Tabel 4. 18 Kuisioner Pengguna pertanyaan 7 ... 130

Tabel 4. 19 Kuisioner Pengguna pertanyaan 8 ... 131

(21)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi, yang mempunyai letak geografis antara 109° 40' dan 111° 0' Bujur Timur dan 8° 30' dan 7° 20' Lintang Selatan, dengan luas wilayah DI Yogyakarta mencakup 3185,80 km2 . DI Yogyakarta mempunyai jumlah penduduk 3.452.390 jiwa yang terbagi menjadi 1 kota dan 4 kabupaten, dengan 78 kecamatan dan 438 kelurahan/desa (Statistik Kepariwisataan DIY, 2014).

Selain dikenal sebagai Kota Pendidikan, Provinsi DI Yogyakarta juga terkenal akan pariwisatanya. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. DI Yogyakarta memiliki daya tarik wisata seperti wisata museum, wisata alam, dan yang tidak kalah penting yaitu wisata kuliner. Wisata kuliner di Yogyakarta bukanlah barang baru. Masyarakat lokal maupun wisatawan sudah banyak mengenal Yogyakarta dari kuliner-kuliner uniknya (Gudeg, Kopi Joss, Brongkos). Keadaan ini menimbulkan suatu kondisi persaingan bisnis di antara pemilik kuliner untuk memasarkan produk kuliner mereka sehingga dapat memperoleh keuntungan dan juga memuaskan pelanggan. Karena dengan adanya kepuasan pelanggan, maka selanjutnya pelanggan akan memperlihatkan peluang membeli yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya. Hal ini akan menyebabkan adanya kecenderungan pelanggan yang akan mengatakan sesuatu yang baik mengenai lokasi kuliner kepada orang lain, sehingga akan meningkatkan minat beli masyarakat.

(22)

2

dengan kekhasan dan keunggulannya. Dari segi harga, pemilik lokasi kuliner pun menyesuaikan dengan kemampuan beli pelanggan dan variasi menu kuliner yang dipasarkan. Faktor kenyamanan dan fasilitas dari lokasi kuliner seperti tersedianya tempat parkir dan konektifitas wifi, pun sangat diperhatikan pemilik kuliner.

Keberadaan lokasi kuliner yang semakin banyak membuat pelanggan terkadang merasa bingung untuk memilih kuliner yang sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini menyebabkan pelanggan yang terdiri dari masyarakat yang bertempat tinggal di Yogyakarta maupun pelanggan dari luar Yogyakarta yang masih bingung mencari lokasi kuliner, membutuhkan rekomendasi untuk memutuskan mengunjungi lokasi kuliner yang sesuai dengan keinginan mereka. Untuk itu diperlukan suatu sistem pendukung pengambilan keputusan yang dapat membantu pelanggan dalam memberikan rekomendasi lokasi kuliner dengan menerapkan metode SAW (Simple Additive Weighting). Metode ini menggunakan model perangkingan yang menampilkan lokasi kuliner yang telah direkomendasikan oleh sistem dengan menggunakan bobot kriteria yang telah ditentukan oleh sistem. Sistem ini juga memanfaatkan integrasi Google Maps API untuk menampilkan output lokasi kuliner. Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat membantu pelanggan dalam memperoleh rekomendasi lokasi kuliner yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Agar sistem ini lebih mudah diakses,maka sistem ini dibuat dengan berbasiskan web. Dengan berbasiskan web, maka sistem dapat diakses dari berbagai tempat dan tanpa batasan waktu. Pengimplementasian sistem pemetaan berbasiskan web ini digunakan aplikasi PHP dan XAMPP. Sistem ini diharapkan dapat memenuhi keinginan masyarakat tentang rekomendasi wisata kuliner di Yogyakarta.

1.2 Rumusan Masalah

(23)

1. Bagaimana membangun suatu sistem pendukung pengambilan keputusan dengan berintegrasi google maps API untuk merekomendasikan lokasi kuliner yang sesuai dengan keinginan pengguna berdasar keberagaman menu, fasilitas tempat, kenyamanan lokasi, harga kuliner dan jarak kuliner dengan pengguna sistem.

2. Bagaimana membangun suatu sistem pemasaran kuliner untuk pemilik kuliner di Yogyakarta.

1.3 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam proyek akhir ini diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Sistem pendukung pengambilan keputusan digunakan dalam menentukan lokasi kuliner berdasar 5 kriteria yang ditentukan sistem (ragam menu, fasilitas, kenyamanan, harga, jarak).

2. Daerah yang menjadi obyek dalam pembuatan proyek akhir ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.

3. Verifikasi oleh admin menggunakan google maps street view (dimungkinkan ada lokasi kuliner yang belum terdata).

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Manfaat dan tujuan dari pembuatan proyek akhir ini adalah :

1. Membangun Sistem pendukung pengambilan keputusan untuk memberikan rekomendasi lokasi kuliner sesuai keinginan pelanggan. 2. Memudahkan dan meningkatkan efisiensi waktu pelanggan dalam

mencari lokasi kuliner.

3. Memudahkan pemilik kuliner dalam pemasaran kuliner.

1.5 Metodologi Penelitian

(24)

1.5.1 Survei Awal

Dilakukan dengan cara mendata lokasi. Pendataan lokasi kuliner dilakukan dengan cara pemilik kuliner mendaftarkan lokasi kuliner ke dalam sistem. Selanjutnya pemilik kuliner dapat memasukkan berbagai informasi mengenai kuliner, meliputi lokasi wisata kuliner, menu andalan, jam buka-tutup, foto menu.

Survey lain yang diperlukan adalah survey kriteria yang menjadi pertimbangan pengguna atau user dalam memilih suatu tempat kuliner. Survey ini nantinya akan digunakan untuk proses SPK.

1.5.2 Studi Pustaka

Dilakukan studi pustaka untuk mengumpulkan teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi teori mengenai sistem pendukung pengambilan keputusan dengan metode SAW, sistem informasi geografis (SIG) dan teori mengenai pariwisata kuliner. Diperlukan juga teori yang berkaitan dengan teknologi web PHP dan sistem basisdata menggunakan MySQL.

1.5.3 Pembangunan Sistem

Dalam pembangunan sistem informasi ini menggunakan metode Framework for the Application of System Technique (Whitten et.al, 2004). Tahap-tahap penelitian meliputi:

1) Analisa Sistem

a. Scope Definition (Definisi Lingkup)

(25)

kuliner meliputi ragam menu, fasilitas, kenyamanan, harga dan jarak.

b. Problem Analysis (Analisa Permasalahan)

Hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah menganalisa permasalahan yang diuji, yaitu pencarian lokasi kuliner oleh masyarakat masih bersifat manual (bertanya dan dari mulut ke mulut) dan referensi kuliner kurang lengkap (terdapat web mengenai ulasan tempat kuliner). Maka dari itu diperlukan sistem yang dengan lengkap dan efisien memberikan rekomendasi tempat kuliner kepada masyarakat.

c. Requirement Analysis (Analisa Kebutuhan)

Hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah menganalisa kebutuhan sistem dengan cara mengumpulkan data kebutuhan pengguna sistem yang kemudian dimodelkan dalam diagram use case.

2) Desain Sistem

Pada tahap ini dilakukan pendesainan awal program, yang meliputi:

a. Logical Design

Menggambarkan logical data model, logical process model, logical interface model.

b. Decision Analysis

Implementasi sistem ke dalam bentuk bahasa pemrograman PHP, Basisdata MySQL dan Sistem Informasi Geografis dengan Google Maps API.

c. Physical Design and Integration

(26)

Implementasi rancangan ke dalam program menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basisdata MySQL. Kemudian dilakukan uji coba terhadap sistem. Ujicoba sistem dilakukan dengan cara pengujian Alpha test dan Betha test.

3) Uji coba perangkat lunak

Pada tahap ini dilakukan ujicoba setiap fungsi sistem serta pengujian kinerja dari sistem.

1.5.4 Uji Coba Terhadap Pengguna

Setelah Sistem selesai dibangun, maka akan dilakukan uji coba penggunaan terhadap masyarakat sebagai pelanggan. Uji coba ini meliputi pengisian kuisioner dan percobaan penggunaan sistem, sehingga masyarakat sebagai pelanggan dapat mencoba sistem ini dan memberikan evaluasi.

1.5.5 Analisa Hasil Uji Coba

Setelah sistem diuji coba, maka akan dianalisa. Analisa sistem berguna untuk mengetahui kepuasan pelanggan serta kelebihan dan kekurangan dari sistem, yang dapat diketahui dari kuisioner yang telah dibagikan.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan penelitian ini dibagi menjadi beberapa bagian/bab, antara lain :

a. Bab I : Pendahuluan

(27)

b. Bab II : Dasar Teori

Bab ini berisi kumpulan teori-teori yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan sistem informasi ini.

c. Bab III : Analisa dan Perancangan Sistem

Bab ini menjelaskan mengenai analisa dan perancangan sistem yang akan dibangun, bab ini meliputi Use Case , ER Diagram, DFD dan metode penyelesaian yang akan digunakan dalam pembuatan sistem baru ini.

d. Bab IV : Analisa Hasil Implementasi

Bab ini berisi implementasi dari hasil perancangan sistem yang sedang dibuat. Bab ini juga berisi analisa dan hasil dari sistem yang telah dibuat. Pada bab ini juga dibahas mengenai hasil dari pengujian sistem untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari sistem.

e. Bab VI : Penutup

(28)

8

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

2.1.1 Definisi

Sistem pendukung keputusan secara umum didefinisikan sebagai sistem yang memiliki kemampuan untuk memberikan pemecahan masalah ataupun komunikasi untuk masalah semi terstruktur. Secara khusus, Sistem Pendukung Keputusan sebagai sistem yang mendukung kinerja seorang manajer atau sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi terstruktur dengan cara memberikan informasi atau rekomendasi menuju pada keputusan tertentu. Sistem Pendukung Keputusan dapat berbentuk sistem manual maupun sistem terkomputerisasi.

Menurut Turban (2005), Sistem Pendukung Keputusan yang selanjutnya akan disingkat SPK adalah sekumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan memberikan pertimbangan bagi manajer dalam mengambil keputusan.

2.1.2 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Berdasar definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan SPK dalam proses pengambilan keputusan adalah :

 Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi-terstruktur.

 Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer bukan untuk menggantikan fungsi manajer.

(29)

 Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan banyak komputasi secara cepat dengan biaya yang rendah.

 Peningkatan produktivitas. Membangun satu kelompok pengambil keputusan, terutama para pakar. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi ukuran kelompok dan memungkinkan para anggotanya untuk berada di berbagai lokasi yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Selain itu, produktivitas staff pendukung (misalnya analis keuangan dan hukum) bisa ditingkatkan. Produktivitas juga bisa ditingkatkan menggunakan peralatan optimalisasi yang menentukan cara terbaik untuk menjalankan sebuah bisnis.  Dukungan kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas

keputusan yang dibuat. Sebagai contoh, semakin banyak data yang diases, semakin banyak juga alternatif yang bisa dievaluasi. Analisis resiko bisa dilakukan dengna cepat dari para pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh) bisa dikumpulkan dengan cepat dan dengan biaya lebih rendah. Keahlian bahkan bisa diambil langsung dari sebuah sistem komputer melalui metode kecerdasan tiruan. Dengan komputer, para pengambil keputusan bisa melakukan simulasi yang kompleks, memeriksa banyak skenario yang memungkinkan, dan menilai berbagai pengaruh secara tepat dan ekonomis. Semua kapabilitas tersebut mengarah kepada keputusan yang lebih baik.

(30)

Merekayasa ulang proses dan struktur, memberdayakan karyawan, serta berinovasi. Teknologi pengambilan keputusan bisa menciptakan pemberdayaan yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang untuk membuat keputusan yang baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang.

 Mengatasi keterbatasan kognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan.

2.1.3 Struktur keputusan

Sistem Pengambil Keputusan dapat menyelesaikan masalah dilihat dari keterstrukturannya dibagi menjadi :

 Keputusan terstruktur (structured decision)

Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin. Prosedur pengambilan keputusan sangatlah jelas. Keputusan tersebut terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah

 Keputusan semi terstruktur (semistructured decision) Keputusan semi terstruktur adalah keputusan yang memiliki dua sifat. Sebagian keputusan bisa ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Prosedur dalam pengambilan keputusan tersebut secara garis besar sudah ada, tetapi ada beberapa hal yang masih memerlukan kebijakan dari pengambil keputusan. Biasanya keputusan seperti ini diambil oleh manajer level menengah dalam suatu organisasi.

 Keputusan tak terstruktur (unstructured decision)

(31)

Keputusan tersebut umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas.

2.1.4 Karakteristik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan

Lima karakteristik utama SPK (Sprague et. al., 1993), adalah sebagai berikut :

 Sistem yang berbasis komputer.

 Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan.  Untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit dilakukan

dengan kalkulasi manual.

 Melalui cara simulasi yang interaktif.

 Data dan model analisis sebagai komponen utama.

(32)

2.1.5 Komponen Sistem Pengambil Keputusan

Berikut adalah gambar dari arsitektur dari sistem pengambil keputusan.

Gambar 2. 2 Arsitektur Sistem Pengambil Keputusan

Aplikasi sistem pendukung keputusan bisa terdiri dari beberapa subsistem, yaitu :

 Subsistem manajemen data

Subsistem manajemen data memasukkan satu basis data yang berisi data yang relevan untuk suatu situasi dan dikelola oleh perangkat lunak yang disebut sistem manajemen database (DBMS/Data Base Management System).

 Subsistem manajemen model

Merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan model kuantitatif lain yang memberikan kapabilitas analitik dan manajemen perangkat lunak yang tepat. Perangkat lunak disebut manajemen basis model (MBMS).

(33)

Pengguna berkomunikasi dengan sistem pendukung keputusan melalui subsistem tersebut. Pengguna adalah bagian yang dipertimbangkan dari sistem.

 Subsistem manajemen berbasis-pengetahuan

Subsistem tersebut mendukung semua subsistem lain atau bertindak langsung sebagai suatu komponen independen dan bersifat opsional.

2.1.6 Langkah-Langkah Pemodelan Sistem Pengambilan Keputusan

1. Studi Kelayakan (Intelligence)

Pada langkah ini, sasaran ditentukan dan dilakukan pencarian prosedur, pengumpulan data, identifikasi kepemilikan masalah, hingga akhirnya terberntuk sebuah pernyataan masalah. Kepemilikan masalah berkaitan dengan bagian apa yang akan dibangun oleh DSS dan apa tugas dari bagian tersebut sehingga model tersebut bisa relevan dengan kebutuhan pemilik pemasalah.

2. Perancangan (Design)

Pada tahap ini akan diformulasikan model yang akan digunakan dan kriteria-kriteria yang ditentukan. Setelah itu, dicari alternatif model yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah selanjutnya adalah memprediksi keluaran yang mungkin. Kemudian, ditentukan variabel-variabel model. 3. Pemilihan (Choice)

Setelah itu pada tahap design ditentukan berbagai alternatif model beserta variabel-variabelnya. Pada tahap ini dilakukan pemilihan modelnya, termasuk solusi dari model tersebut. Selanjutnya, dilakukan analisis sensitivitas, yakni dengan mengganti beberapa variabel.

(34)

Setelah menentukan modelnya, berikutnya adalah mengimplementasikan dalam aplikasi DSS.

2.2 Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)

2.2.1 Definisi Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)

Metode SAW (Simple Additive Weighting Product) adalah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu alternatif yang dapat diperbandingkan dengan semua ratting alternatif yang ada. Formula untuk melakukan normalisasi tersebut sebagai berikut:

Gambar 2. 3 Rumus perhitungan metode SAW (Normalisasi) Keterangan :

rij : Rating kinerja ternormalisasi

Max xij : Nilai maksimum dari setiap baris dan kolom

Min xij : Nilai minimum dari setiap baris dan kolom

xij : Baris dan kolom dari matriks

Dimana rij adalah rating kinerja ternormalisasi dari rating Ai pada atribut

(35)

Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan rumus sebagai

berikut :

Gambar 2. 4 Rumus perhitungan metode SAW (nilai akhir) Keterangan :

Vi : nilai akhir dari alternatif

Wj : bobot yang telah ditentukan

rij : normalisasi matriks

Dimana nilai Vi yang lebih besar menunjukan bahwa alternatif Ai lebih

baik untuk dipilih.

2.2.2 Langkah Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)

Berikut adalah langkah-langkah metode SAW (Simple Additive Weighting Product) :

1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Cj.

2. Mengisi nilai setiap kriteria untuk setiap alternatif .

3. Membuat matriks keputusan berdasar kriteria (Cj), kemudian

melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R. 4. Hasil akhir diperoleh dari setiap proses perangkingan yaitu

penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai) sebagai solusi (Kusumadewi,

(36)

2.2.3 Keunggulan Metode SAW (Simple Additive Weighting Product)

Kelebihan dari metode simple additive weighting dibanding dengan model pengambil keputusan lainnya terletak pada kemampuannya untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot preferensi yang sudah ditentukan, selain itu SAW juga dapat menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada karena adanya proses perangkingan setelah menentukan bobot untuk setiap atribut (Kusumadewi, 2006).

2.3 Google Maps

2.3.1 Konsep Dasar Google Maps

Google Maps adalah layanan mapping online yang disediakan oleh google. Google maps dapat diakses melalui situs www.maps.google.com seperti pada gambar 2.1. dapat dilihat dari gambar tersebut, dapat dilihat informasi geografis pada wilayah bumi. Pengguna dapat menggeser dan mengubah tingkat zoom untuk mencari daerah di peta.

Gambar 2. 5 Google Maps

(37)

menyediakan beberapa mode tampilan, antara lain Sattelite mode, Terrain mode, Traffic mode dan Street mode.

2.3.2 Cara Kerja Google Maps

Google Maps merupakan kombinasi dari gambar peta, database, serta objek interaktif yang dibuat dengan bahasa pemrograman HTML, javascript dan AJAX, serta beberapa bahasa pemrograman lain (Cita, 2008).

Gambar-gambar di peta yang muncul merupakan gabungan dari potongan-potongan gambar dari suatu daerah yang diingikan user, yang dipangil dari database pada server Google Maps.

2.3.3 Google Maps Application Programming Interface (API)

Menurut Cita Ichtiara (2008), bahasa pemrograman dari Google Maps yang hanya terdiri dari HTML dan Javascript, memungkinkan untuk menampilkan Google Maps di website lain. Kustomisasi dari aplikasi ini dumungkinkan dengan disediakan client-side scripts dan server-side hooks. Google Maps Applicaton Programming Interface (API) merupakan suatu fitur aplikasi yang dikeluarkan oleh Google untuk memfasilitasi pengguna yang ingin mengintegrasikan Google Maps ke dalam website.

Dengan menggunakan Google Maps API, Google Maps dapat di-embed pada website eksternal. Agar aplikasi Google Maps dapat muncul, diperlukan adanya API key. API Key merupakan kode Unik yang digenerasikan oleh google untuk suatu website tertentu, agar server Google Maps dapat mengenali. Cara-cara untuk mendapatkan API Key adalah sebagai berikut :

1. untuk mendapatkan API Key dari Google API, kita masuk ke halaman :

(38)

2. Klik pada button Get A Key untuk memproses dan mengakrifkan Google Maps API

Gambar 2. 6 Tombol Get API Key 3. Setelah itu klik Create a new Project.

Gambar 2. 7 Pilih create new project

4. Lalu kita namai project baru yang telah dibuat. Klik Create and Enable API.

(39)

5. Akan tampil notifikasi yang menyatakan bahwa Google API Key telah siap untuk diakses.

Gambar 2. 9 Google API siap digunakan

Untuk menggunakan Google Maps API Key, maka perlu disisipkan di halaman program yang menggunakan Akses Maps Google seperti gambar dibawah ini :

Gambar 2. 10 Menyisipkan Script Maps Google Key

2.3.4 Google Maps Distance Matrix API

Google Maps Distance Matrix API digunakan untuk perancangan rute

terdekat antara pengguna dengan lokasi kuliner tertentu. Google Maps Distance

Matrix API adalah layanan yang menyediakan waktu dan jarak perjalanaan untuk

matriks asal dan tujuan. Informasi yang dikembalikan berdasarkan rute yang

(40)

Dalam Google Maps Distance Matrix API ada parameter yang diperlukan,

parameternya adalah origins (titik Asal), dan destinations (titik tujuan), dan key API

ketiga parameter ini adalah parameter yang diperlukan, sedangkan ada juga parameter

yang opsional seperti mode, language, avoid, unit arrival-time, departure_time,

traffic_model, transit_mode, transit_routing_preference

2.4 Skala Likert

Skala likert dikembangkan oleh Rensis Likert pada tahun 1932. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. dengan skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.

Dalam skala Likert, terdapat dua bentuk pernyataan yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap positif, dan pernyataan negatif yang berfungsi untuk mengukur sikap negatif. pengukuran tersebut menghasilkan sebuah interpretasi nilai dalam persentasi yang dicocokan ke dalam sebuah kategori (Bertram, 2006). Untuk penentuan kategori dalam skala likert dapat ditentukan sesuai kondisi kuisioner yang ada. banyaknya kategori dalam skala likert dimulai dari 3 jenis kategori sampai dengan 7 jenis kategori. Umumnya skala Likert menggunakan 5 kategori penilaian, tabel 5 kategori dapat dilihat dibawah ini :

(41)

Contoh Skala Likert :

Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu pilihan jawaban :

No Pernyataan Sangat

Setuju Setuju

Yogyakarta disebut kota pelajar dikarenakan banyak sekolah dan universitas yang berdiri di

Yogyakarta

2

Yogyakarta terkenal dengan ragam kulinernya

2.5 Restoran

Restoran mempunyai bermacam-macam definisi. Menurut Marsum (1985), restoran adalah suatu commercial business yang direncanakan, yang dimaksudkan, yang ditujukan untuk suatu goal sesuatu objek. Menurut pendapat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa restoran dibangun untuk suatu tujuan tertentu yaitu tujuan bisnis.

Menurut Marsum (1985), restoran harus menghidangkan berbagai macam makanan dari harga yang paling murah sampai dengan harga yang paling tinggi. Tamu akan merasa senang dan berkesan makan di suatu restoran bila : selain di dalam restoran itu dihidangkan makanan dan minuman beraneka ragam yang semuanya baik dalam arti gizi, bau, rasa, warna, sanitasi atau kebersihan dan sebagainya, juga di dalam restoran itu udaranya segar nyaman segalanya teratur rapi dan bersih, dekorasinya sesuai dan penerimaan petugas restoran yang ramah, sopan santun, necis, bersih dan serba menyenangkan.

Menurut Marsum (1985), yang menyebabkan para tamu ingin kembali dan kembali lagi untuk makan atau minum di suatu restoran, atau menjadi langganan suatu restoran karena beberapa faktor, antara lain :

 Makanan dan minuman baik.

 Udaranya nyaman-segar-menyenangkan.

(42)

 Tempat makan beserta alat-alat makan bersih.

 Petugas yang bekerja dengan supel, ramah-ramah dan sopan.  Harga makanan dan minuman tidak terlalu mahal.

 Lokasinya nikmat, nyaman dan mudah dicapai.  Tersedianya tempat parkir yang luas.

 Penerimaan yang hangat dan bersahabat dan kesediaan menjamu atau melayani dari para petugas di restoran.

2.6 Basis Data

2.6.1 Konsep Basis Data

Menurut Connoly-Begg (2005), basis data merupakan kumpulan data yang terhubung secara logical dan merupakan sebuah gambaran dari data yang dirancang untuk mencapai kebutuhan informasi dari sebuah organisasi.

Secara umum basis data dapat dikatakan suatu kumpulan data yang saling berhubungan dan diorganisasi sedemikian rupa sehingga data-data tersebut dapat diakses dengan mudah dan cepat dan diproses menjadi sebuah informasi yang lebih bermanfaat.

2.6.2 Konsep Perancangan Basis Data

(43)

Penyusunan suatu basis data digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul pada penyusunan data. Masalah-masalah tersebut adalah (Waljiyanto, 2003) :

1. Redudancy Data

Redudancy adalah persitiwa munculnya dataa-data secara berulang pada file baris data yang seharusnya tidak diperlukan.

2. Inconsistency Data

Inkonsistensi data terjadi ketika kesalahan dalam memasukkan data atau update anomaly, update data yang mengakibatkan munculnya data tidak

konsisten 3. Isolation Data

Disebabkan oleh pemakaian beberapa file sehingga program aplikasi tidak mampu mengakses file tertentu, sehingga perlu mengubah atau menambah sehingga seolah-olah ada file yang terpisah atau terisolasi dengan file lainnya.

4. Masalah keamanan

Masalah keamanan ketika setiap pemakai sistem diperbolehkan mengakses basis data

5. Masalah integritas

Ketika basis data berisi file yang saling

(44)

6. Multiple user

basis data kemungkinan akan digunakan oleh hanya user baik dengan waktu berbeda atau bersamaan.

Proses dalam metodologi perancangan basis data dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Conseptual Database Design, Logical Database Design dan Physical Database Design

2.6.2.1 Conseptual Database Design

Conceptual database design adalah proses membangun suatu model berdasarkan informasi yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi, tanpa pertimbangan perencanaan fisik (Connolly,2002). Langkah-langkah Conseptual Database Design adalah :

1. Identifikasi tipe-tipe entity

Bertujuan untuk menentukan entity types utama yang dibutuhkan. Menentukan entity dapat dilakukan dengan memeriksa user‟s requirement specification. Setelah terdefinisi, entity diberikan nama yang tepat dan jelas seperti mahasiswa, dosen, mata_kuliah.

2. Identifikasi tipe-tipe relasi

Bertujuan untuk mengidentifikasi suatu relationship yang penting yang ada antar entity yang telah diidentifikasi. Nama dari suatu relationship menggunakan kata kerja seperti mempelajari, memiliki mempunyai dan lain-lain.

(45)

setiap entity atau relationship memiliki identitas atau karakteristik yang sesuai dengan memperhatikan attribute berikut : simple/composite attribute, single/multi-valued attribute dan derived attribute.

4. Menentukan attribute domain

Bertujuan untuk menentukan attribute domain pada conceptual data model. Contohnya yaitu menentukan nilai attribute jenis_kelamin pada entity mahasiswa dangan „M‟ atau „F‟ atau nilai attribute sks pada entity mata_kuliah dengan „1‟, ‟2‟, „3‟ dan „4‟.

5. Menentukan candidate key dan primary key attributes Bertujuan untuk mengidentifikasi candidate key pada setiap entity dan memilih primary key jika ada lebih dari satu candidate key. Pemilihan primary key didasari pada panjang dari attribute dan keunikan key di masa datang.

6. Mempertimbangkan penggunaan enhance modeling concepts

Pada langkah ini bertujuan untuk menentukan specialization, generalization, aggregation, composition. Dimana masing-masing pendekatan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

7. Mengecek redundansi

Bertujuan untuk memeriksa conceptual model untuk menghindari dari adanya informasi yang redundan. tahap-tahap yang dilakukan adalah memeriksa kembali one to one relationship dan menghilangkan relasi yang redundansi.

(46)

Bertujuan untuk menjamin bahwa conceptual data model mendukung kebutuhan transaksi. Dengan menggunakan model yang telah divalidasi tersebut, dapat digunakan untuk melaksanakan operasi secara manual. 9. Melihat kembali conceptual data model dengan pengguna

Bertujuan untuk melihat kembali conceptual model dan memastikan bahwa data model tersebut sudah benar.

2.6.2.2 Logical Database Design

Logical database design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada perusahan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak tergantung dari Database Management System (DBMS) yang khusus dan pertimbangan fisik yang lain (Connolly,2002).

Tahapan-tahapan perancangan Logical database design adalah :

1. Menghilangkan features yang tidak compatible dengan model relasional (pilihan). Bertujuan untuk menghasilkan model yang kompatibel dengan model relasional. Yaitu dengan :

1.1 Menghilangkan tipe relasi biner many-to-many

1.2 Menghilangkan tipe relasi rekursif many-to-many

1.3 Menghilangkan tipe relasi

1.4 Menghilangkan atribut multi-valued

2 Memperoleh relasi untuk local logical data model. 3 Memvalidasi relasi dengan menggunakan

normalisasi

(47)

5 Mendefinisikan Integrity constraints

6 Melihat kembali local logical data model dengan pengguna

2.6.2.3 Physical Database Design

Physical database design adalah suatu proses untuk menghasilkan gambaran dari implementasi basis data pada tempat penyimpanan, menjelaskan dasar dari relasi, organisasi file dan indeks yang digunakan untuk efisiensi data dan menghubungkan beberapa integrity constraints dan tindakan keamanan (Connolly,2002). Langkah-langkah perancangan Physical database design yaitu :

1. Merancang relasi dasar

2. Merancang representasi data turunan 3. Menganalisa transaksi

4. Merancang batasan perusahaan 5. Memilih organisasi file

6. Memilih indeks

7. Memperkirakan kapasitas yang dibutuhkan 8. Merancang User Views

9. Merancang mekanisme keamanan

2.7 PHP (Perl Hypertext Preprocessor)

(48)

PHP merupakan server side yang artinya sintaks yang diberikan akan sepenuhnya dijalanka pada server tetapi disertakan pada dokumen HTML sedangkan yang dikirim untuk ditampilkan di browser adalah hasilnya saja. Pada penulisan kode PHP, perlu diawali dengan tanda lebih kecil (<) dan diakhiri dengan tanda panah besar (>)

2.7.1 Konsep Kerja PHP

Model kerja HTML diawali dengan permintaan suatu halaman web oleh browser. Browser mendapatkan alamat internet atau URL (Uniform Resource Locator) dari web server. Browser kemudian mengidentifikasi halaman yang dikehendaki, dan menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan oleh web server (informasi yang disampaikan ke web server adalah nama browser, versi browser, dan sistem operasi yang digunakan). Selanjutnya web server akan mencarikan berkas yang diminta dan memberikan isinya ke browser. Browser yang telah mendapatkan isinya segera melakukan proses penerjemahan kode HTML dan menampilkannya ke layar pengguna.

Gambar 2. 11 Model Kerja PHP

2.8 MySQL

(49)

antara skrip program dengan basis data server dalam pengolahan data. Bahasa SQL dapat membuat tabel-tabel yang nantinya akan diisi dengan data, yang kemudian dapat dimanipulasi (menambah, memperbaharui, menghapus data).

Seiring dengan perkembangannya, MySQL semakin banyak digunakan baik dalam aplikasi berbasis web maupun aplikasi non-web, karena fitur-fitur yang ada semakin kompleks dan memungkinkan untuk dibuatnya aplikasi basis data yang canggih.

2.9 JavaScript

JavaScript sebagai bahasa pemrograman web yang berjalan hanya di web browser atau halaman web di sisi klien yang dibuat agar halaman web tersebut menjadi lebih hidup. JavaScript terdiri dari dua kata, yaitu java dan script, java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek, sedangkan script adalah serangkaian instruksi program. JavaScript adalah bahasa script (bahasa pemrograman yang dapat memegang kontrol aplikasi) yang berbasis pada bahasa pemrograman Java, namun JavaScript bukanlah bagian dari teknologi Java dari Sun.

(50)

30

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisis Sistem

3.1.1 Fase Definisi Ruang Lingkup (Scope Definition Phase)

Wisata kuliner merupakan salah satu dari sekian banyak daya tarik yang dimiliki di Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisata kuliner mempunyai beragam macam, diantaranya tempat makan, cafe, minuman dan makanan tradisional dan juga angkringan. Hal ini memunculkan pertanyaan, bagaimana wisatawan maupun masyarakat luas mencari dan menemukan lokasi kuliner khususnya di kota Yogyakarta. Persaingan dalam pemasaran kuliner pun menjadi sangat penting, dimana pemasaran kuliner sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu kuliner.

(51)

plang/spanduk kuliner, membuat selebaran, ataupun pemasaran melalui media sosial).

Terdapat cara pencarian lokasi kuliner dan pemasaran kuliner yang lebih modern, yaitu mencari melalui internet. Hal ini lebih mudah diakses oleh wisatawan dan masyarakat, dikarenakan kemajuan teknologi dan keberadaan smartphone dan jaringan internet. Akan tetapi belum ada web yang mengakomodasi tempat kuliner yang lengkap dengan informasi yang akurat dan kuga pemasaran kuliner. Informasi yang dibutuhkan masyarakat merupakan bahan pertimbangan dalam memilih lokasi wisata kuliner. Setelah masyarakat mengakses melalui web yang belum semua tempat terakomodasi, masyarakat masih harus memastikan informasi tempat kuliner tersebut. Hal ini tentu sangat menyita waktu dan kurang efektif.

3.1.2 Fase Analisa Masalah (Problem Analysis Phase)

3.1.2.1 Gambaran Umum Sistem Saat Ini

Saat ini pencarian lokasi wisata kuliner dan pemasaran kuliner masih berasal dari informasi internet yang kurang lengkap, dikarenakan masih banyak lokasi kuliner yang belum terdata dan masuk dalam internet. Wisatawan baik lokal dan mancanegara pun hanya bertanya kepada masyarakat dimana lokasi kuliner di Yogyakarta. Hal ini biasanya hanya memunculkan satu lokasi kuliner saja yang dikenal.

(52)

Masalah lainnya yaitu pemasaran kuliner oleh pemilik kuliner yang mengandalkan cara konvensional yang kurang efektif seperti pemasangan plang kuliner atau penyebaran pamflet.

Saat ini juga terdapat aplikasi berbasis android, yaitu Foursquare untuk menemukan lokasi tempat makan. Aplikasi ini merupakan situs web jejaring sosial berbasis lokasi yang bergantung pada perangkat lunak. Fitur unggulan yang dimiliki Foursquare yaitu Check in. dengan fitur ini, pengguna bisa menandai diri di lokasi dimana dia berada. Namun aplikasi ini dirasa kurang tepat, mengingat cakupan lokasi yang luas yang tidak mengkhususkan mengenai kuliner di Yogyakarta.

Dari beberapa alasan diatas dapat disimpulkan bahwa banyak lokasi kuliner yang belum dikenal dan keterbatasan alat untuk mendapat rekomendasi kuliner. Kesimpulan lainnya yaitu pemasaran kuliner yang kurang maksimal.

3.1.2.2 Gambaran Sistem yang Akan Dibangun

Sistem Informasi Geografis Lokasi Wisata Kuliner Di Yogyakarta Berbasis Google Maps API dapat menjawab masalah-masalah yang terjadi. Sistem ini akan memberikan banyak informasi mengenai lokasi kuliner disertai dengan petunjuk jalan dan lama tempuh dari lokasi koordinat user sampai ke koordinat tempat kuliner. Informasi lain yang akan muncul adalah kategori kuliner, rentang harga, tampilan menu andalan dan review bagi pengunjung dengan menyertakan rating berbentuk bintang.

Tidak hanya berguna bagi pengguna, sistem ini dapat digunakan untuk memasarkan produk kuliner pemilik kuliner. Sistem ini akan memasarkan kuliner berdasar kategori kuliner, alamat, nama lokasi kuliner, keberagaman menu, fasilitas dll.

(53)

1. Pemilik kuliner mendaftarkan kuliner mereka dengan mendaftarkan akun pribadi terlebih dahulu. Setelah itu pemilik kuliner dapat mendaftarkan kuliner mereka. 2. Administrator melakukan proses verifikasi tempat

kuliner dengan menggunakan fasilitas google street view yang disediakan Google Maps. Setelah itu, administrator dapat menambahkan nilai alternatif yang digunakan untuk proses SPK.

3. Pengguna mengakses sistem dengan memasukkan nama kategori kuliner (restoran bintang, restoran nonbintang, cafe atau angkringan).

4. Pengguna memilih lokasi kuliner yang akan dibandingkan. Setelah itu pengguna memberikan bobot kepentingan setiap kriteria(100%).

5. Pengguna akan mendapat rekomendasi kuliner. Kuliner dengan rekomendasi tertinggi merupakan kuliner yang paling direkomendasikan.

6. Pengguna dapat melihat informasi setiap kuliner dengan mengklik infowindow pada marker google maps.

7. Pengguna dapat mengisi form kepuasan di setiap kuliner. Form kepuasan dapat mengupdate nilai alternatif setiap kriteria pada suatu kuliner. Nilai alternatif yang telah diupdate selanjutnya akan digunakan dalam proses SPK yang melibatkan kuliner tersebut.

Keuntungan yang diperoleh setelah menggunakan sistem informasi ini yaitu :

(54)

2. Efisiensi waktu dalam mencapai suatu lokasi, dikarenakan terdapat fasilitas rute menuju lokasi dari koordinat user berada.

3. Pemasaran kuliner dari pemilik kuliner dilakukan dengan lebih mudah.

Dalam membangun sistem informasi ini diperlukan perangkat keras berupa komputer desktop dengan sistem operasi minimal windows XP. Perangkat lunak yang digunakan yaitu PHP sebagai bahasa pemrograman, My SQL sebagai basis data dan Google Chrome sebagai browser.

3.1.3 Fase Kebutuhan Pengguna (Requirement Analysis Phase)

3.1.3.1 Analisis Kebutuhan Pengguna

Tabel 3. 1 Tabel Analisis Kebutuhan Pengguna

No Aktor Wewenang

1 Administrator 1.Melakukan proses login dan logout administrator.

2.Memverifikasi tempat kuliner 3.Menghapus data kuliner 4.Menghapus review kuliner 5.Menghapus rating kuliner

6.Menambah alternatif SPK Kuliner 7.Mengedit alternatif SPK Kuliner 8.Menghapus alternatif SPK Kuliner 2 Pemilik Kuliner 1.Melakukan proses login dan logout

pemilik kuliner.

2.Melakukan proses daftar akun 3.Mengedit data akun

(55)

kuliner

5.Mengedit data kuliner 6.Menghapus data kuliner

3 User 1.Mencari data lokasi kuliner

2.Melakukan proses SPK kuliner 3.Melihat informasi tempat kuliner

4.Menambahkan review mengenai tempat kuliner

5.Menambahkan rating kepuasan mengenai tempat kuliner

3.1.4 Use Case Diagram

(56)
(57)

Gambar 3. 2 Diagram Use Case untuk Administrator (1)

(58)
(59)

3.2 Perancangan Sistem

3.2.1 Diagram Aliran Data

3.2.1.1 Diagram Konteks

Pada Diagram Konteks ini terdapat 3 entitas luar yaitu administrator yang dapat memverifikasi tempat kuliner dan menambah nilai alterntif lokasi kuliner, mengedit dan ,menghapus data kuliner serta menghapus data review dan rating. Entitas Lainnya yaitu pengguna yang dapat melihat data kuliner, melakukan proses SPK dan juga mengisi form kepuasan. Entitas selanjutnya yaitu Pemilik Kuliner yang dapat menambahkan, mengedit dan ,menghapus data kuliner.

(60)

3.2.1.2 Diagram Berjenjang

(61)

3.2.1.3 Overview DFD

(62)

3.2.1.4 DFD Level 2 proses 1

Gambar 3. 8 DFD Level 2 proses 1

3.2.1.5 DFD Level 2 proses 2

(63)

3.1 idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe,

bobot

idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot

idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot

idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot

idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot

idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot

idkriteria, kriteria, namakriteria, tipe, bobot

(64)

4.1

nama depan, nama belakang, email, password, no telp, gender

nama depan, nama belakang, email, password, no telp, gender

idpemilik, email, password idpemilik, email, password

idpemilik, email, password idpemilik, email, password

idpemilik, email, password idpemilik, email, password

idpemilik, email, password idpemilik, email, password

idpemilik, email, password idpemilik, email, password idpemilik, email, password idpemilik, email, password

3.2.1.7 DFD Level 2 proses 4

(65)

5.1 idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik,

alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga

idlokasikul idlokasikul

nama, email, komentar

nama, email, rating

idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga

idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga

idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik,

alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga

idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga

idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga

idlokasikul, namakategori, namalokasi, pemilik, alamat, koord_x, koord_x, rentang_harga

idlokasikul idlokasikul

nama, email, komentar

nama, email, komentar, komenke, datekomen

nama, email, komentar, komenke, datekomen

nama, email, rating

nama, email, komentar, komenke, datekomen, rating

nama, email, komentar, komenke, datekomen, rating

3.2.1.8 DFD Level 2 proses 5

Gambar 3. 12 DFD Level 2 proses 5

3.2.1.9 DFD Level 2 proses 6

(66)

user/pelanggan id 7.1

proses SPK datakuliner idlokasikul idlokasikul

data ditampilkan data ditampilkan

3.2.1.10 DFD Level 2 proses 7

(67)

3.2.2 Perancangan Basis Data

3.2.2.1 Desain Konseptual

ER-Diagram digunakan sebagai tahap awal dalam perancangan basis data sistem. Gambar 3.4 berikut adalah ER-Diagram sistem yang digunakan dalam sistem ini.

(68)

3.2.2.2 Desain Logikal

Tahap logical design merupakan tahap selanjutnya dari perancangan basis data sistem. Tahap logical design digunakan untuk merekonstruksi tabel pada tahap perancangan ER-diagram, dengan maksud untuk menghilangkan redundansi data, memecah atau menyatukan entitas-entitas dan relasi-relasi pada ER-diagram, dan untuk menetapkan primary key dan foreign key. Gambar 3.5 berikut adalah logical design dari Sistem Informasi Geografis Lokasi Wisata Kuliner di DIY:

(69)

3.2.2.3 Desain Fisikal

3.2.2.3.1 Tabel datakuliner

Tabel 3. 2 Tabel datakuliner

3.2.2.3.2 Tabel pemilikkuliner

Tabel 3. 3 Tabel pemilikkuliner

Nama Tipe Size Keterangan Key

idpemilik varchar 20 Field untuk id pemilik kuliner PK emailpemilik varchar 255 Field untuk email pemilik kuliner

password varchar 255 Field untuk password

Fname varchar 255 Field untuk nama pertama pemilik Lname varchar 255 Field untuk nama terakhir pemilik gender varchar 20 Field untuk jenis kelamin pemilik

Nama Tipe Size Keterangan Key

idlokasikul varchar 30 Field untuk id lokasi kuliner PK namakategori varchar 30 Field untuk nama kategori

namalokasi varchar 30 Field untuk nama lokasi

pemilik varchar 30 Field untuk pemilik kuliner

alamat varchar 50 Field untuk alamat kuliner

koord_y double Field untuk koordinat y

koord_x double Field untuk koordinat x

last_update Datetime field untuk waktu update data terakhir

insertby varchar 30

field menyimpan email pemilik kuliner

informasilain varchar 500 field informasi lokasi kuliner ragammakan varchar 500

field informasi menu makanan lokasi kuliner

ragamminum varchar 500

field informasi menu minuman lokasi kuliner

fasilitas varchar 500 field fasilitas lokasi kuliner

rentang_harga varchar 30 Field untuk harga dari kuliner status_verif Varchar 2

Field untuk status verifikasi google

maps streetview

(70)

notelp varchar 15 Field untuk nomor telepon last_login datetime Field untuk waktu terakhir login

3.2.2.3.3 Tabel kuliner_gambar

Tabel 3. 4 Tabel kuliner_gambar

Nama Tipe Size Keterangan Key

judul_gambar varchar 30 Field untuk gambar

nama_file varchar 100 Field untuk alamat gambar di folder

3.2.2.3.4 Tabel kulinerkomentar

Tabel 3. 5 Tabel kulinerkomentar

Nama Tipe Size Keterangan Key

id_bukutamu varchar 15 Field untuk id komentar dan rating PK nama varchar 20 Field untuk nama pemberi komentar

Tabel 3. 6 Tabel kulinerkategori

Nama Tipe Size Keterangan Key

idkategorikul int 3 Field untuk id kategori kuliner PK namakategori varchar 30 Field untuk nama kategori

3.2.2.3.6 Tabel kulineradmin

Tabel 3. 7 Tabel kulineradmin

Nama Tipe Size Keterangan Key

idadmin int 10 Field untuk id admin PK

email varchar 255 Field untuk email admin

(71)

nama varchar 255 Field untuk nama admin

alamat varchar 255 Field untuk alamat admin

no_telp varchar 255 Field untuk nomor telpon admin last_login datetime Field untuk waktu terakhir login

3.2.2.3.7 Tabel kulinerkriteria

Tabel 3. 8 Tabel kulinerkriteria

Nama Tipe Size Keterangan

Ke y

idkriteria int 11 Field untuk id kriteria PK

kriteria varchar 30 Field untuk daftar kriteria inforkriteria varchar 30 Field untuk info kriteria tipekriteria varchar 30 Field untuk tipe kriteria

bobot int 11 Field untuk bobot kriteria

3.2.2.3.8 Tabel kulineralternatif

Tabel 3. 9 Tabel kulineralternatif

Nama Tipe Size Keterangan Key

idalternatif varchar 30 Field untuk id kuliner alternatif PK namalokasi varchar 30 Field untuk nama kuliner alternatif ragammenu varchar 30 Field untuk kriteria alternatif ragammenu fasilitas varchar 30 Field untuk kriteria alternatif fasilitas kenyamanan varchar 30 Field untuk kriteria alternatif kenyamanan harga varchar 30 Field untuk kriteria alternatif harga

3.2.2.3.9 Tabel alternatifkriteria

Tabel 3. 10 Tabel alternatifkriteria

Nama Tipe Size Keterangan Key

idalternatif varchar 30 Field untuk id kuliner alternatif kriteria PK namalokasi varchar 30 Field untuk nama kuliner alternatif kriteria

ragammenu varchar 30

Field untuk bobot kriteria alternatif

ragammenu

(72)

kenyamanan varchar 30

Field untuk bobot kriteria alternatif

kenyamanan

harga varchar 30 Field untuk bobot kriteria alternatif harga

3.2.2.3.10 Tabel tampungbobot

Tabel 3. 11 Tabel tampungbobot

Nama Tipe Size Keterangan Key

ragammenu int 30

Field untuk tampung bobot kriteria ragam

menu

fasilitas int 30 Field untuk tampung bobot kriteria fasilitas

kenyamanan int 30

Field untuk tampung bobot kriteria

kenyamanan

harga int 30 Field untuk tampung bobot kriteria harga Jarak Varchar 30 Field untuk menampung bobot jarak kuliner Geolocation Varchar 30 Field untuk menampung geolocaion user

3.2.2.3.11 Tabel tampungpilihan

Tabel 3. 12 Tabel tampungpilihan

Nama Tipe Size Keterangan Key

idalternatif varchar 30

Field untuk id kuliner yang akan dibandingkan

dengan SPK

namalokasi varchar 1000 Field untuk nama kuliner

Jarak Int 30

Field untuk menampung jarak user dengan tiap kuliner

3.2.2.3.12 Tabel tampunghasil

Tabel 3. 13 Tabel tampunghasil

Nama Tipe Size Keterangan Key

idalternatif varchar 30

Field untuk id kuliner yang telah

dibandingkan dengan SPK PK

Gambar

Gambar 2. 1 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan ..................................
Tabel 2. 1 Tabel kategori skala Likert ...............................................................
Gambar 2. 1 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
Gambar 2. 2 Arsitektur Sistem Pengambil Keputusan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil Muktamar Surabaya kubu mengajukan intervensi PPP ke PTUN dan disahkan olek PTUN, kubu Djhan Farisz ketua hasil Muktamar Jakarta yang tidak

Untuk memahami proses pemisahan dengan membran, akan ditentukan karakteristik membran yang hubungannya dengan sifat dan struktur membran seperti kandungan air, ukuran pori,

Perlu diperhatikan oleh Saudara-saudara Ketua Pengadilan Tinggi/Negeri bahwa perkara-perkara OOD sebagaimana dimaksud pada butir 1 di atas yang karena sudah mulai

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai sikap Maja labo dahu yaitu dengan memberikan pembiasaan-pembiasaan serta dengan mengarahkan

Matakuliah ini memfokuskan pada dua hal: Pertama, membentuk skemata mahasiswa tentang konsep- konsep dan teori-teori sosiologi yang berkaitan dengan objek formal dan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan metode penyusutan dengan garis lurus dan biaya gaji (tunjangan) yang dihitung secara gross up menghasilkan biaya

Pemerataan dan peningkatan pembangunan di seluruh wilayah tanah air, khususnya kawasan yang kurang berkembang seperti di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan daerah terpencil,

Akan tetapi evaluasi pasca pelatihan belum menggambarkan lebih jauh tentang bagaimana peran puskesmas dalam pelayanan kesehatan masyarakat di permukiman kumuh dan