• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5. Definisi dan Batasan Operasional

3.5.2. Batasan Operasional

1. Penelitian ini dilakukan di pasar tradisional yang menjual ikan nila dan ikan lele dumbo yaitu di Pasar Simpang Limun.

2. Sampel penelitian ini adalah konsumen yang membeli ikan nila dan ikan lele dumbo di Pasar Simpang Limun.

3. Waktu penelitian dimulai tahun 2021.

28 BAB IV

DESKRIPSI WILAYAH 4.1 Letak dan Keadaan Geografis

Kota Medan merupakan Ibu Kota dari Provinsi Sumatera Utara. Kota Medan terletak antara 2º027'-2º47'LU – 98º35'-98º44'BT. Kota Medan berada pada ketinggian 2,5 sampai dengan 37,5 meter di atas permukaan laut, rata-rata curah hujan 171,2 mm dengan suhu minimum 22,7ºC – 24,1ºC dan suhu maksimum berkisar antara 31ºC – 33,7ºC. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 78-80%

dan kecepatan angin berkisar antara 0,40 m/cc sedangkan rata-rata laju penguapan tiap bulannya 104,5 mm.

Kecamatan Medan Kota merupakan salah satu dari 21 kecamatan yang terdapat di Kota Medan dengan luas daerah 5,27 km². Secara administratif kecamatan Medan Kota berbatasan dengan :

Sebelah Utara berbatasan dengan kecamatan Medan Area Sebelah Selatan berbatasan dengan kecamatan Medan Amplas Sebelah Timur berbatasan dengan kecamatan Medan Denai Sebelah Barat berbatasan dengan kecamatan Medan Polonia

4.2 Kondisi Demografi

Penduduk Kota Medan pada tahun 2015 berjumlah 2.210.624 orang dengan rumah tangga yang tersebar di setiap kecamatan dan kelurahan di Kota Medan.

Menurut data statistik pada tahun 2015 di Kecamatan Medan Kota terdapat 74.439 jiwa dengan kepedatan penduduk per Km² 14.125.

Tabel 4.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2020

No Kecamatan Luas Penduduk Kepadatan Sumber : BPS Kota Medan, 2020

4.3 Lokasi Penelitian

Pada lokasi penelitian atau tempat penelitian di Kota Medan diambil lokasi pasar tradisional yaitu Pasar Simpang Limun. Pasar Tradisional Simpang Limun terletak di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Sakti Lubis. Pasar ini termasuk pasar tradisional yang cukup tua dan menjadi merek dagang kota Medan. Saat ini sedang dalam tahap penataan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas akibat kesibukan pasar ini.

30

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Terhadap Pembelian Ikan Nila

Pada penelitian ini terdapat 5 faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap ikan nila yaitu harga ikan nila, harga ikan lele, pendapatan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga. Akan tetapi, sebelum dilakukannya pengujian dengan menggunakan SPSS, harus diketahui jika data yang digunakan dalam penelitian ini sebaiknya tidak boleh bias atau menyimpang dari asumsi BLUE (Best Linier Unbiased Estimator). Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas.

Faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap ikan nila di Pasar Simpang Limun dianalisis menggunakan metode korelasi dan regresi. Jumlah Pembelian Ikan Nila (Y) diduga dipengaruhi oleh harga ikan nila (X1), harga ikan lele (X2), pendidikan (X3), jumlah anggota keluarga (X4), dan pendapatan (X5).

5.1.1 Uji Asumsi Ordinary Least Square (OLS)

Uji asumsi Ordinary Least Square (OLS) dilakukan untuk mendeteksi terpenuhinya asumsi-asumsi dalam model regresi linier. Model regresi linier berganda dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi beberapa asumsi klasik. Hasil pengujian asumsi klasik diuraikan sebagai berikut.

1. Uji Asumsi Normalitas

Uji asumsi normalitas data dilakukan untuk melihat di dalam model regresi variabel dependent dan variabel independen memiliki distribusi normal atau tidak.

Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.

Menurut Imam Ghozali (2011) model regresi dikatakan berdistribusi normal jika data ploting (titik-titik) yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonal. Uji normalitas kolmogorov smirnov merupakan bagian dari uji asumsi klasik. Uji asumsi normalitas bertujuan untuk mengetahui dan menyakinkan apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang berdistribusi normal. Adapun kriteria pengujiannya, yaitu :

Jika nilai signifikansi > 0,05, maka nilai residual berdistribusi normal.

Jika nilai signifikansi < 0,05, maka nilai residual tidak berdistribusi normal.

Tabel 5.1 Hasil Uji Asumsi Normalitas

One–Sample Kolmogorov Smirnov Test

No. Uji Sig.

1 Kolmogorov-Smirnov 0,063

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Hasil uji asumsi normalitas residual model permintaan konsumen terhadap Ikan Nila dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov disajikan pada Tabel 5.1 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov pada kolom Asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,063. Nilai yang diperoleh lebih besar dari probabilitas kesalahan yang ditolerir, yaitu α sebesar 5% atau 0,05. Dapat dituliskan 0,63 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara distribusi residual dengan distribusi normal. Maka dapat disimpulkan bahwa data

residual model berdistribusi normal dan model regresi linier permintaan konsumen terhadap Ikan Nila memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Asumsi Multikolinearitas

Uji asumsi multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Adanya Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai VIF (variance inflation factor). Menurut Imam Ghozali (2011) tidak terjadi gejala multikolinearitas, jika nilai

Tolerance > 0,100 dan nilai VIF < 10,00. Dengan kata lain :

Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, tidak terjadi gejala multikolinieritas.

Tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10, terjadi gejala multikolinieritas.

Tabel 5.2 Hasil Uji Multikolinearitas

Jumlah anggota keluarga .838 1.194

Pendapatan .863 1.159

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Dari Tabel 5.2 dapat dilihat bahwa nilai Tolerance pada tiap model lebih besar dari 0,100 dan nilai VIF pada tiap model lebih kecil dari 10,00. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier pada data penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas.

3. Uji Asumsi Heteroskedastisitas

Uji asumsi heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain dalam model regresi. Adapun krieteria pengujian heteroskedastisitas, yaitu :

Signifikansi ≥ α (0,05), tidak terjadi gejala heteroskedastisitas Signifikansi ≤ α (0,05), terjadi gejala heteroskedastisitas

Tabel 5.3 Tabel Uji Asumsi Heteroskedastisitas

Model Sig.

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Pada Tabel 5.3 menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel bebas lebih besar daripada α (0,05). Signifikansi variabel Harga ikan nila (X1) sebesar 0,875 > 0,05, Harga ikan lele (X2) sebesar 0,746 > 0,05, Pendidikan (X3) sebesar 0,336 > 0,05, Jumlah anggota keluarga (X4) sebesar 0,632 > 0,05, dan pendapatan (X5) sebesar 0,323 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi atau dengan kata lain model regresi merupakan homokedastisitas.

5.1.2 Uji Kesesuaian Model (test goodness of fit)

Setelah diuji menggunakan SPSS diketahui bahwa pengaruh variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan) terhadap variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila) seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 5.4 Hasil Analisis Regresi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Dari Tabel 5.4 dapat dituliskan persamaan model regresi linier berganda yaitu sebagai berikut :

X4 = Jumlah Anggota Keluarga (Orang) X5 = Pendapatan (Rupiah)

Persamaan regresi di atas menjelaskan bahwa variabel bebas yang berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila yaitu koefisien regresi X1 (Harga Ikan Nila) bernilai 0,011 artinya setiap penambahan 1 tingkat harga ikan nila, maka jumlah permintaan ikan nila akan naik sebesar 0,011 kg ikan nila. Koefisien

regresi X3 (Pendidikan) bernilai 0,026 artinya setiap penambahan 1 pendidikan, maka jumlah permintaan ikan nila akan naik sebesar 0,026 kg ikan nila. koefisien regresi X4 (Jumlah Anggota Keluarga) bernilai 0,063 artinya setiap penambahan 1 jumlah anggota keluarga, maka jumlah permintaan ikan nila akan turun sebesar 0,063 kg ikan nila.

1. Hasil Koefisien Determinasi (R²)

Tabel 5.5 Tabel Hasil Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .845a 713 .654 .23945

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Pada Tabel 5.5 memperlihatkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) (R Square) yang diperoleh adalah sebesar 0,713. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 71 % variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan). Sedangkan 29 % selebihnya dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang belum dimasukkan ke dalam model variabel pengamatan.

2. Hasil Uji Serempak (Uji Statistik F)

Tabel 5.6 Tabel Hasil Uji Serempak (Uji Statistik F)

Model Sum of

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Setelah dilakukan pengujian, berdasarkan tabel Annova pada Tabel 5.6, didapat signifikansi F sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menujukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan) berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila).

3. Hasil Uji Parsial (Uji Statistik t)

Tabel 5.7 Tabel Hasil Uji Parsial (Uji Statistik t) Model

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Berdasarkan Tabel 5.7 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Nila (X1) adalah sebesar 0,642 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan nila tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.7 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Lele (X2) adalah sebesar 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan lele berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.7 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendidikan (X3) adalah sebesar 0,280 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0

diterima, yang berarti variabel bebas pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.7 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Jumlah Anggota Keluarga (X4) adalah sebesar 0,132 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.7 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendapatan (X5) adalah sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

5.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Terhadap Pembelian Ikan Lele Dumbo

Pada penelitian ini terdapat 5 faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap ikan lele dumbo yaitu harga ikan nila, harga ikan lele, pendapatan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga. Akan tetapi, sebelum dilakukannya pengujian dengan menggunakan SPSS, harus diketahui jika data yang digunakan dalam penelitian ini sebaiknya tidak boleh bias atau menyimpang dari asumsi BLUE (Best Linier Unbiased Estimator). Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas.

Faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap ikan Lele Dumbo di Pasar Simpang Limun dianalisis menggunakan metode korelasi dan regresi.

Jumlah Pembelian Ikan Lele Dumbo (Y) diduga dipengaruhi oleh harga ikan nila

(X1), harga ikan lele (X2), pendidikan (X3), jumlah anggota keluarga (X4), dan pendapatan (X5).

5.2.1 Uji Asumsi Ordinary Least Square (OLS)

Uji asumsi Ordinary Least Square (OLS) dilakukan untuk mendeteksi terpenuhinya asumsi-asumsi dalam model regresi linier. Model regresi linier berganda dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi beberapa asumsi klasik. Hasil pengujian asumsi klasik diuraikan sebagai berikut.

1. Uji Asumsi Normalitas

Uji asumsi normalitas data dilakukan untuk melihat di dalam model regresi variabel dependent dan variabel independen memiliki distribusi normal atau tidak.

Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.

Menurut Imam Ghozali (2011) model regresi dikatakan berdistribusi normal jika data ploting (titik-titik) yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonal. Uji normalitas kolmogorov smirnov merupakan bagian dari uji asumsi klasik. Uji asumsi normalitas bertujuan untuk mengetahui dan menyakinkan apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang berdistribusi normal. Adapun kriteria pengujiannya, yaitu :

Jika nilai signifikansi > 0,05, maka nilai residual berdistribusi normal.

Jika nilai signifikansi < 0,05, maka nilai residual tidak berdistribusi normal.

Tabel 5.8 Hasil Uji Kolmogrov Smirnov

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Hasil uji asumsi normalitas residual model permintaan konsumen terhadap Ikan Lele Dumbo dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov disajikan pada Tabel 5.8 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov pada kolom Asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,055. Nilai yang diperoleh lebih besar dari probabilitas kesalahan yang ditolerir, yaitu α sebesar 5% atau 0,05.

Dapat dituliskan 0,055 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara distribusi residual dengan distribusi normal. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual model berdistribusi normal dan model regresi linier permintaan konsumen terhadap Ikan Lele Dumbo memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Asumsi Multikolinearitas

Uji asumsi multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Adanya Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai VIF (variance inflation factor). Menurut Imam Ghozali (2011) tidak terjadi gejala multikolinearitas, jika nilai

Tolerance > 0,100 dan nilai VIF < 10,00. Dengan kata lain :

Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, tidak terjadi gejala multikolinieritas.

Tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10, terjadi gejala multikolinieritas.

Tabel 5.9 Hasil Uji Multikolinearitas

Jumlah Anggota Keluarga .731 1.368

Pendapatan .734 1.363

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Dari Tabel 5.9 dapat dilihat bahwa nilai Tolerance pada tiap model lebih besar dari 0,100 dan nilai VIF pada tiap model lebih kecil dari 10,00. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier pada data penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas.

3. Uji Asumsi Heteroskedastisitas

Uji asumsi heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain dalam model regresi. Adapun krieteria pengujian heteroskedastisitas, yaitu :

Signifikansi ≥ α (0,05), tidak terjadi gejala heteroskedastisitas Signifikansi ≤ α (0,05), terjadi gejala heteroskedastisitas

Tabel 5.10 Tabel Hasil Uji Heteroskedastisitas

Model Sig

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Pada Tabel 5.10 menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel bebas lebih besar daripada α (0,05). Signifikansi variabel Harga ikan nila (X1) sebesar 0,682

> 0,05, Harga ikan lele (X2) sebesar 0,307 > 0,05, Pendidikan (X3) sebesar 0,594

> 0,05, Jumlah anggota keluarga (X4) sebesar 0,314 > 0,05, dan pendapatan (X5) sebesar 0,127 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi atau dengan kata lain model regresi merupakan homokedastisitas.

5.2.2 Uji Kesesuaian Model (test goodness of fit)

Setelah diuji menggunakan SPSS diketahui bahwa pengaruh variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan) terhadap variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila) seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 5.11 Hasil Analisis Regresi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Terhadap Ikan Lele Dumbo

Model

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Dari Tabel 5.11 dapat dituliskan persamaan model regresi linier berganda yaitu sebagai berikut :

Y = -374 + 011 X1 + 050 X2 - 029 X3 + 284 X4 - 015 X5

Keterangan :

Y = Jumlah Pembelian Ikan Nila (kg) X1 = Harga Ikan Nila (Rupiah) X2 = Harga Ikan Lele (Rupiah) X3 = Pendidikan

X4 = Jumlah Anggota Keluarga (Orang) X5 = Pendapatan (Rupiah)

Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Nila (X1) adalah sebesar 0,698 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan nila tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.

Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Lele (X2) adalah sebesar 0,176 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan lele tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.

Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendidikan (X3) adalah sebesar 0,143 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.

Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Jumlah Anggota Keluarga (X4) adalah sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.

Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendapatan (X5) adalah sebesar 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.

1. Hasil Koefisien Determinasi (R²)

Tabel 5.12 Tabel Hasil Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .895a .801 .759 .22064

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Pada Tabel 5.12 memperlihatkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) (R Square) yang diperoleh adalah sebesar 0,801. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 80 % variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan). Sedangkan 20 % selebihnya dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang belum dimasukkan ke dalam model variabel pengamatan.

2. Hasil Uji Serempak (Uji Statistik F)

Tabel 5.13 Tabel Hasil Uji Serempak (Uji Statistik F)

Model Sum of

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Setelah dilakukan pengujian, berdasarkan tabel Annova pada Tabel 5.13 didapat signifikansi F sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menujukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah

anggota keluarga, dan pendapatan) berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila).

3. Hasil Uji Parsial (Uji Statistik t)

Tabel 5.14 Tabel Hasil Uji Parsial (Uji Statistik t)

Model

Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Nila (X1) adalah sebesar 0,698 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan nila tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Lele (X2) adalah sebesar 0,176 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan lele berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendidikan (X3) adalah sebesar 0,143 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Jumlah Anggota Keluarga (X4) adalah sebesar 0,000 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendapatan (X5) adalah sebesar 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.

5.3 Perbedaan Permintaan Konsumen Terhadap Ikan Nila dan Ikan Lele Dumbo

5.3.1 Permintaan Konsumen Terhadap Ikan Nila Tabel 5.15 Tabel Hasil Uji Mann-Whitney

Jumlah Pembelian Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Berdasarkan Tabel 5.15, uji Mann Whitney diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,756. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 atau bisa dibaca dengan 0,765 > 0,05, sehingga berdasarkan kriteria pengambilan keputusan H0 diterima.

Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata permintaan konsumen terhadap ikan nila di Pasar Simpang Limun.

5.3.2 Permintaan Konsumen Terhadap Ikan Lele Dumbo Tabel 5.16 Tabel Hasil Uji Mann-Whitney

Jumlah Pembelian Mann-Whitney U

Wilcoxon W Z

Asymp. Sig. (2-tailed)

412 877.000 -.703 .482 Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021

Berdasarkan Tabel 5.16, uji Mann Whitney diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,482. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 atau bisa dibaca dengan 0,482 > 0,05, sehingga berdasarkan kriteria pengambilan keputusan H0 diterima.

Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata permintaan konsumen terhadap ikan lele dumbo di Pasar Simpang Limun.

47 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Pendapatan keluarga dan harga ikan lele berpengaruh nyata terhadap jumlah

permintaan, sedangkan harga ikan nila, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga, tidak berpengaruhi nyata terhadap permintaan.

2. Jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga, berpengaruh nyata terhadap jumlah permintaan, sedangkan harga ikan nila, harga ikan lele, dan pendidikan tidak berpengaruhi nyata terhadap permintaan.

3. Tidak terdapat perbedaan nyata antara permintaan konsumen terhadap ikan nila dengan ikan lele dumbo di Pasar Simpang Limun.

6.2 Saran

1. Kepada Pemerintah

Untuk lebih memperhatikan harga ikan nila dan Ikan lele dumbo di pasar agar konsumen bisa mengkonsumsinya.

2. Kepada Konsumen

Untuk lebih mengetahui kandungan gizi pada ikan nila dan ikan lele dumbo.

3. Kepada Peneliti selanjutnya

Untuk meneliti lebih lanjut mengenai tingkat kepercayaan konsumen misalnya tentang lokasi pasar.

DAFTAR PUSTAKA

Afrianto E dan E. Liviawati. 2020. pakan ikan. Yogyakarta: Kanisius. Hal 26-77.

Daelami, D. 2021. Usaha Pembenihan Ikan Hias Air Tawar. Jakarta, Penebar Swadaya

Engel, J. F., R, D. Blackwell, dan P. W, Miniard. 2018. Perilaku Konsumen ( jilid 1 ) Jakarta, Binarupa Aksara.

Handayani DI, Kartikawati D. 2021. Stik lele Alternatif Diversifikasi Olahan Lele (Clarias sp). Tanpa limbah berkalsium tinggi. Serat Acitya-Jurnal Ilmiah.

109-117.

Inpres No. 1, tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Kinasih H.R. 2020. Makan ikan dan ketahanan pangan. m. kompasiana 07 Oktober 2012. diunduh kamis 17 Mei 2017

Khairuman dan Amri, K. 2021. Budidaya Ikan Nila Secara Intensif. Jakarta:

Agromedia Pustaka.

Lupiyoadi 2017. Manajemen Pemasaran Jasa Teori dan Praktek. Jakarta, Salemba empat.

Mahyudin, K. 2018. Panduan lengkap agrbisnis lele. Penebar Swadaya. Jakarta, 170 Hlm.

Nazir, M. 2021. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Suyanto, R. 2020. Budidaya ikan lele. Jakarta. Penebar Swadaya.

Setyorini, E. Pangan Laut Belajar dari Jepang, 28 Desember 2017. Inovasi, 6/xviii/Maret 2006.http://io.ppi- Jepang. Org/article.php.kamis 18 Mei 2017.

Winarni, T., Swastawati, F., Darmanto, Y. S., dan Dewi, E. N. 2017. Uji Mutu Terpadu pada Beberapa Spesies Ikan dan Produk Perikanan Di Indonesia.

Laporan. Laporan Akhir Hibah Bersaing XI Perguruan Tinggi. Semarang.

Universitas Diponegoro.

Setiadi, N.J. 2021. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Kencana.

Zonneveld, N., Rustidja, Viveen, W.J.A.R., & Mudana, W. 2018. Induced spawning and egg incubation of the Asian cztfish, Clarias batrachus.

Aquaculture, 74: 41-47.

Sunarma, A. 2018. Peningkatan produktivitas usaha ikan lele Sangkuriang (Clariassp.). Makalah disampaikan pada Temu Unit Pelaksana Teknis

(UPT) dan Temu Usaha Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Departemen Kelautan dan Perikanan . 4-7 Oktober 2004. Bandung,

Lampiran 1. Matriks Kerangka Pemikiran Matriks Kerangka Pemikiran

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Terhadap Pembelian Ikan Nila Dan Ikan Lele Dumbo (Studi Kasus:

Konsumen Ikan Di Pasar Simpang Limun, Kota Medan)

No Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Hipotesis Data Analisis

1. Faktor-faktor apa saja ikan nila dan data hasil dari regresi linier berganda pada ikan lele dumbo

Analisis MannWhitney

Lampiran 2. Metode Analisis Data 1. Analisis Regresi Linear Berganda

Untuk menganalisis rumusan masalah yang pertama dan kedua menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis ini digunakan untuk

Untuk menganalisis rumusan masalah yang pertama dan kedua menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis ini digunakan untuk

Dokumen terkait