BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Terhadap
Pada penelitian ini terdapat 5 faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap ikan lele dumbo yaitu harga ikan nila, harga ikan lele, pendapatan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga. Akan tetapi, sebelum dilakukannya pengujian dengan menggunakan SPSS, harus diketahui jika data yang digunakan dalam penelitian ini sebaiknya tidak boleh bias atau menyimpang dari asumsi BLUE (Best Linier Unbiased Estimator). Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas.
Faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap ikan Lele Dumbo di Pasar Simpang Limun dianalisis menggunakan metode korelasi dan regresi.
Jumlah Pembelian Ikan Lele Dumbo (Y) diduga dipengaruhi oleh harga ikan nila
(X1), harga ikan lele (X2), pendidikan (X3), jumlah anggota keluarga (X4), dan pendapatan (X5).
5.2.1 Uji Asumsi Ordinary Least Square (OLS)
Uji asumsi Ordinary Least Square (OLS) dilakukan untuk mendeteksi terpenuhinya asumsi-asumsi dalam model regresi linier. Model regresi linier berganda dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi beberapa asumsi klasik. Hasil pengujian asumsi klasik diuraikan sebagai berikut.
1. Uji Asumsi Normalitas
Uji asumsi normalitas data dilakukan untuk melihat di dalam model regresi variabel dependent dan variabel independen memiliki distribusi normal atau tidak.
Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.
Menurut Imam Ghozali (2011) model regresi dikatakan berdistribusi normal jika data ploting (titik-titik) yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonal. Uji normalitas kolmogorov smirnov merupakan bagian dari uji asumsi klasik. Uji asumsi normalitas bertujuan untuk mengetahui dan menyakinkan apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang berdistribusi normal. Adapun kriteria pengujiannya, yaitu :
Jika nilai signifikansi > 0,05, maka nilai residual berdistribusi normal.
Jika nilai signifikansi < 0,05, maka nilai residual tidak berdistribusi normal.
Tabel 5.8 Hasil Uji Kolmogrov Smirnov
Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021
Hasil uji asumsi normalitas residual model permintaan konsumen terhadap Ikan Lele Dumbo dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov disajikan pada Tabel 5.8 yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov pada kolom Asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,055. Nilai yang diperoleh lebih besar dari probabilitas kesalahan yang ditolerir, yaitu α sebesar 5% atau 0,05.
Dapat dituliskan 0,055 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara distribusi residual dengan distribusi normal. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual model berdistribusi normal dan model regresi linier permintaan konsumen terhadap Ikan Lele Dumbo memenuhi asumsi normalitas.
2. Uji Asumsi Multikolinearitas
Uji asumsi multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Adanya Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai VIF (variance inflation factor). Menurut Imam Ghozali (2011) tidak terjadi gejala multikolinearitas, jika nilai
Tolerance > 0,100 dan nilai VIF < 10,00. Dengan kata lain :
Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, tidak terjadi gejala multikolinieritas.
Tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10, terjadi gejala multikolinieritas.
Tabel 5.9 Hasil Uji Multikolinearitas
Jumlah Anggota Keluarga .731 1.368
Pendapatan .734 1.363
Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021
Dari Tabel 5.9 dapat dilihat bahwa nilai Tolerance pada tiap model lebih besar dari 0,100 dan nilai VIF pada tiap model lebih kecil dari 10,00. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier pada data penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas.
3. Uji Asumsi Heteroskedastisitas
Uji asumsi heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain dalam model regresi. Adapun krieteria pengujian heteroskedastisitas, yaitu :
Signifikansi ≥ α (0,05), tidak terjadi gejala heteroskedastisitas Signifikansi ≤ α (0,05), terjadi gejala heteroskedastisitas
Tabel 5.10 Tabel Hasil Uji Heteroskedastisitas
Model Sig
Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021
Pada Tabel 5.10 menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel bebas lebih besar daripada α (0,05). Signifikansi variabel Harga ikan nila (X1) sebesar 0,682
> 0,05, Harga ikan lele (X2) sebesar 0,307 > 0,05, Pendidikan (X3) sebesar 0,594
> 0,05, Jumlah anggota keluarga (X4) sebesar 0,314 > 0,05, dan pendapatan (X5) sebesar 0,127 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi atau dengan kata lain model regresi merupakan homokedastisitas.
5.2.2 Uji Kesesuaian Model (test goodness of fit)
Setelah diuji menggunakan SPSS diketahui bahwa pengaruh variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan) terhadap variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila) seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 5.11 Hasil Analisis Regresi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Terhadap Ikan Lele Dumbo
Model
Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021
Dari Tabel 5.11 dapat dituliskan persamaan model regresi linier berganda yaitu sebagai berikut :
Y = -374 + 011 X1 + 050 X2 - 029 X3 + 284 X4 - 015 X5
Keterangan :
Y = Jumlah Pembelian Ikan Nila (kg) X1 = Harga Ikan Nila (Rupiah) X2 = Harga Ikan Lele (Rupiah) X3 = Pendidikan
X4 = Jumlah Anggota Keluarga (Orang) X5 = Pendapatan (Rupiah)
Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Nila (X1) adalah sebesar 0,698 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan nila tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.
Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Lele (X2) adalah sebesar 0,176 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan lele tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.
Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendidikan (X3) adalah sebesar 0,143 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.
Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Jumlah Anggota Keluarga (X4) adalah sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.
Berdasarkan Tabel 5.11 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendapatan (X5) adalah sebesar 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan lele dumbo.
1. Hasil Koefisien Determinasi (R²)
Tabel 5.12 Tabel Hasil Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .895a .801 .759 .22064
Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021
Pada Tabel 5.12 memperlihatkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) (R Square) yang diperoleh adalah sebesar 0,801. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 80 % variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan). Sedangkan 20 % selebihnya dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang belum dimasukkan ke dalam model variabel pengamatan.
2. Hasil Uji Serempak (Uji Statistik F)
Tabel 5.13 Tabel Hasil Uji Serempak (Uji Statistik F)
Model Sum of
Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021
Setelah dilakukan pengujian, berdasarkan tabel Annova pada Tabel 5.13 didapat signifikansi F sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menujukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas (harga ikan nila, harga ikan lele, pendidikan, jumlah
anggota keluarga, dan pendapatan) berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (jumlah pembelian ikan nila).
3. Hasil Uji Parsial (Uji Statistik t)
Tabel 5.14 Tabel Hasil Uji Parsial (Uji Statistik t)
Model
Sumber : Pengolahan SPSS Data Primer, 2021
Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Nila (X1) adalah sebesar 0,698 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan nila tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.
Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Harga Ikan Lele (X2) adalah sebesar 0,176 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas harga ikan lele berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.
Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendidikan (X3) adalah sebesar 0,143 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima, yang berarti variabel bebas pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.
Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Jumlah Anggota Keluarga (X4) adalah sebesar 0,000 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.
Berdasarkan Tabel 5.14 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi Pendapatan (X5) adalah sebesar 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang berarti variabel bebas pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian ikan nila.
5.3 Perbedaan Permintaan Konsumen Terhadap Ikan Nila dan Ikan Lele