Tanah A. Pengertian Tanah
B. Batuan/mineral
Batuan merupakan campuran mineral, sehingga sifat batuan sangat dipengaruhi oleh kandungan mineral di dalamnya. Sifat kimia dan fisika mineral di dalam batuan bervariasi. Mineral adalah zat yang terbentuk di alam memiliki sifat kimia, fisika yang berbeda-beda seperti kuarsa, ortoklas, kalsit.
Mineral merupakan bentukan padat terjadi secara alami melalui proses geologi yang mempunyai komposisi kimia karakteristik, struktur atom ordo tinggi dan sifat fisik tertentu. Batuan, jika dibandingkan, merupakan sekumpulan/gabungan mineral dan atau mineraloid, dan tidak mempunyai susunan kimia yang spesifik. Mineral tersusun dalam bentuk komposisi mulai dari unsur murni dan garam sederhana hingga silikat sangat komplek dengan ribuan dan bentuk yang dikenal. Ilmu yang mempelajari tentang mineral disebut mineralogy.
Perbedaan antara mineral dan batuan. Mineral adalah padatan yang terbentuk secara alami dengan komposisi kimia tertentu dan struktur Kristal yang spesifik. Batuan adalah gabungan dari satu atau lebih mineral (batuan bisa juga termasuk sisa organik dan mineraloid) beberapa batuan dominan hanya tersusun hanya satu jenis mineral saja. Sebagai contoh batu kapur yang merupakan batuan sedimen tersusun hamper keseluruhannya oleh mineral kalsit. Batuan lain mengandung banyak mineral, dan mineral spesifik di dalam satu batu dapat bervariasi secara luas.
Beberapa mineral, seperti kuarsa, mika atau feldspar adalah umum, sementara yang lainnya sudah ditemukan hanya pada 4 atau 5 lokasi di dunia. Batuan sangat banyak dijumai sebagai kerak bumi yang terdiri dari kuarsa, feldspar, mika, chlorit, kaolin, kalsit, epidot, olivine, augit, hornblende, magnetit, hematite, limonit dan beberapa mineral lainnya. Lebih dari setengah spesies mineral dikenal begitu langka yang mana mereka hanya ditemukan di dalam bentuk-bentuk sampel saja. Dan banyak dikenal hanya dari satu atau 2 butiran kecil. Secara komersil nilai mineral dan batuan dihubungkan dengan mineral industry. Batuan dari mineral yang ditambang untuk tujuan ekonomi disebut sebagai bijih (batuan atau mineral yang dipertahankan, setelah mineral yang diinginkan dipisahkan dari bijih dari kegiatan tailing).
Susunan mineral batuan, faktor penentu utama di dalam pembentukan mineral di dalam massa suatu batu adalah komposisi kimia dari massa, untuk mineral tertentu dapat terbentuk hanya bila unsur yang perlu ada di dalam batu. Kalsit secara umum adalah dalam batuan kapur, yang terdiri dari kalsium karbonat; kuarsa secara umum adalah batu pasir dan dalam batuan beku mengandung persentase silica yang tinggi. Dua massa batuan bisa mempunyai sangat banyak komposisi campuran sama, dan mempunyai mineral-mineral yang hampir sama.
Warna menunjukkan cara dari permukaan mineral berinteraksi dengan cahaya dan bervariasi mulai dari dull/bumi atau tak bercahaya hingga kinclong (vitreous). Metalik, reflektivitas tinggi seperti logam; galena dan pyrite. Sub metalik, tidak setinggi reflektivitas logam contoh, magnetit. Kilau non logam antara lain; Adamantin, brillian, kilau dari intan juga cerussit dan anglesit. Vitreous, kilau dari kaca yang pecah contoh kuarsa. Kilau mutiara, iridescen dan seperti mutiara contoh talk dan sulfur, Resin seperti kilau resin contoh sphalerit dan sulfur. Silki- cahaya lunak yang ditunjukkan oleh bahan berserat seperti gypsum dan kristolit, Dull/bumi, menunjukkan mineral terkristalisasi secara halus seperti batu ginjal, dan jenisjenis dari hematite. Warna menujukkan indikasi penampilan dari mineral di dalam refleksi cahaya atau transmissi cahaya untuk mineral-mineral translucen. Iridescence –permainan warna karena permukaan atau interferen internal. Labradorite menunjukkan iridescen interrnal seperti hematite dan sphalerite yang sering menunjukkan efek permukaan demikian.
Golongan Batuan
Berdasarkan genesa dan strukturnya, batu-batuan umumnya digolongkan atas 3 yaitu; batuan beku, endapan dan metamorfosa. Batuan beku, dibentuk oleh proses solidifikasi (membeku) magma cair. Disebut plutonik, jika membeku jauh di bawah tanah, sedangkan Intrusif jika membeku sedang dalam perjalan hendak keluar dan extrusif jika membeku pada permukaan bumi. Contohnya adalah batuan granit, syenit, basalt, andesit, diabase, gabro.
Batuan endapan, terbentuk dari konsolidasi endapan-endapan yang berakumulasi melalui angin atau air pada permukaan bumi. Jika terbentuk dari sedimen mekanis disebut klastik. Sedimen yang terbentuk secara organik, diendapkan dengan pertolongan jazad renik. Yang lain terbentuk dari reaksi kimia, terbentuk endapan dari larutan, contoh, batuan kapur, batuan pasir, shale, conglomerate, batuan pasir berkapur.
Batuan metamorphose, dihasilkan dari transformasi batuan beku atau endapan di bawah pengaruh suhu, tekanan, cairan atau gas yang aktif, contoh, gneiss dari granit, slate dari shale, marmer dari batuan kapur, schist dari shale, quartzite dari batuan pasir.
Berdasarkan kandungan silika, batuan diklasifikasikan atas; batuan asam (>65% Si) contoh, granit, rhyolit, batuan pasir dan gneiss,batuan intermedier mengandung 55 – 65% Si, contoh, Syenit, diorit, andesit dan batuan basa mengandung < 55% Si contoh, gabro, batuan kapur, diabase, yang kaya Ca, Mg, Na dan Fe.
Penyebaran jenis batuan induk (geologi) dari sumberdaya lahan Sumatera Barat. Batuan induk yang berasal dari zaman Pretersier terdiri dari batuan metamorfik dan intrusi. Jenis batuan metamorfik terdiri dari filit, kuarsit, batu lanau dan batukapur. Batu intrusi terdiri dari diabas-basalt dan serpentin. Batuan yang berumur Tersier dapat digolongkan kepada batuan sedimen volkanik dan intrusi. Batu sedimen terdiri atas batupasir, konglomerat, kuarsit, dan kuarsa. Batu volkanik terdiri dari breksi dan lava yang tergolong kepada andesit ataupun basaltik. Sedangkan batuan intrusi berupa granitik, diorit dan batolit.
Batuan yang berasal dari zaman Tersier Bawah atau peralihan Tersier ke Kuarter berupa batuan vulkanik yang terdiri dari lahar, aglomerat dan bahan koluvium. Batuan dari zamar Kuarter terdiri dari endapan permukaan dan vulkanik. Endapan permukaan terdiri atas
alluvium lanau, pasir dan kerikil yang terdapat di dataran pantai. Batuan vulkanik terdapat di sekitar G. Talang, G. Marapi, G. Singgalang, G. Talamau, G. Pasaman, G. Tandikat, G. Sago, G. Pantai Cermin dan G. Kerinci. Jenis batuan vulkanik meliputi tuf batuapung yang mengandung mineral hornblende dan hiperstin, abu vulkanik, lava dan lahar. Tuf batuapung umumnya tidak mengandung mineral mafik (hitam) yang banyak mengandung kation basa. Tuf batuapung umumnya bereaksi masam (rhiolitik) dengan kadar Si yang >65%. Abu vulkanik, lava dan lahar umumnya tergolong kepada andesitik-basaltik dengan reaksi intermediet sampai alkalis serta mempunyai kadar Si antara 35 –65 % dan <35% untuk basaltik. Batuan vulkanik andesitik dan basaltik umumnya mengandung kation basa yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan batuan vulkanik rhiolitik. Perbedaan batuan induk dan kandungan kation basa ini akan mempengaruhi jenis tanah yang terbentuk di atas batuan induk
Bahan induk (parent material)
Bahan Induk dapat digolongkan atas; bahan induk sisa atau sedentary, angkutan dan cummulose.
1. Bahan induk sisa/residual (sedentary)
a. Igneous (beku), granit, basalt dan andesit
b. sedimen (endapan), batu kapur, batu pasir, shale c. metamorfik, marmar, gneiss, quartzite
2. Bahan Induk angkutan (transportasi material)
a. air (alluvial- air mengalir, lacustrine- danau, marine- laut) b. angin (loess, aeolian)
c. es (morine, till plain, outwash plain) d. gaya gravitasi , colluvial
3. Bahan Cumulose (organik), gambut, peat soil, muck