Bayi baru lahir disebut juga dengan neonatus merupakan individu yang sedang bertumbuh dan baru saja mengalami trauma kelahiran serta harus dapat melakukan penyesuaian diri dari kehidupan
intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. ( vivian : 2011 :hal 1)
Masa neonatal adalah masa sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28hari) sesudah kelahiran. Neonatus adalah bayi berumur 0 (baru lahir) sampai dengan usia 1 bulan sesudah lahir. Neonatus dini adalah bayi berusia 0-7 hari. Neonatus lanjut adalah bayi berusia 8-28 hari. (muslihatun:2010: hal 2).
2. Penilaian Bayi Baru Lahir
Segera setelah bayi lahir, letakkan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan diatas perut ibu. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab 4 pertanyaan :
a. Apakah bayi cukup bulan ?
b. Apakah air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium ? c. Apakah bayi menangis atau bernafas ?
d. Apakah tonus otot bayi baik ?
Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megap-megap dan atau tonus otot tidak baik lakukan langkah-langkah resusitasi. ( JNPK-KR : 2008 : hal 124)
3. Berat badan lahir
Berat bayi baru lahir normal adalah 2.500 – 4000 gram.(vivian : 2011:hal 1) sementara bayi berat lahir rendah ( BBLR) < 2.500 gram dan bayi lahir ekstrim rendah yaitu BB < 1500gram atau masa gestasi <32 minggu. (vivian: 2011:hal 5-6)
4. Tahapan bayi baru lahir
Tahap 1 terjadi segera setelah lahir, selama menit-menit pertama kelahiran. Pada tahap ini digunakan sistem scororing apgar untuk fisik dan scoring gray untuk interaksi bayi dan ibu.
Tahap 2 disebut tahap transisional reaktivitas. Pada tahap II dilakukan pengkajian selama 24 jam pertama terhadap adanya perubahan prilaku.
Tahap 3 disebut tahap periodik, pengkajian dilakukan setelah 24 jam pertama yang meliputi pemeriksaan seluruh tubuh. ( vivian : 2011:hal 3)
5. Asuhan kebidanan pada BBL Normal a. Cara memotong tali pusat.
1) Menjepit tali dengan klem dengan jarak 3 cm dari pusat, lalu mengurut tali pusat kearah ibu dan memasang klem ke-2 dengan jarak 2cm dari klem.
2) Memegang tali pusat diantara 2 klem dengan menggunakan tangan kiri ( jari tengah melindungi tubuh bayi) lalu memotong tali pusat diantara 2 klem.
3) Mengikat tali pusat dengan jarak ± 1 cm dari umbilikus dengan sampul mati lalu mengikat balik talipusat dengan sampul mati. Untuk kedua kalinya bungkus dengan kassa steril, lepaskan klem pada tali pusat, lalu memasukanya kedalam wadah yang berisi larutan kloron 0.5%
4) Membungkus bayi dengan kain bersih dan memberikannya kepada klien.
b. Mempertahankan suhu tubuh BBL dan mencegah hipotermia. 1) Mengeringkan tubuh bayi segera setelah lahir.
Kondisi bayi lahir dengan tubuh basah karena air ketuban atau aliran udara melalui jendela atau pintu yang terbuka akan
mempercepat terjadinya hipotermia dan akan mengakibatkan serangan dingin(cold stress) yang merupakan gejala awal hipotermia. Bayi kedinginan biasanya tidak memperlihatkan gejala menggigil oleh karena kontrol suhunya belum sempurna.
2) Untuk mencegah terjadinya hipotermia, bayi yang baru lahir harus segera dikeringkan dan dibungkus dengan kain kering dan diletakan telungkup diatas dada ibu untuk mendapatkan kehangatan dari dekapan ibu
3) Menunda memandikan BBL hingga tubuh bayi stabil.
Pada BBL cukup bulan dengan berat badan >2500 gram dan menangis kuat bisa dimandikan kurang lebih 24 jam setelah kelahiran dengan tetap menggunakan air hangat.
Pada BBL beresiko yang berat badannya<2500 gram atau keadaannya sangat lemah sebaiknya jangan dimandikan sampai suhu tubuhnya stabil dan mampu menghisap asi dengan baik.
4) Menghindari kehilangan panas pada bayi baru lahir.
Ada 4 cara yang membuat bayi kehilangan panas yaitu melalui radiasi, evaporasi, konduksi dan konveksi.
(vivian :2011. Hal 5) 6. Rawat Gabung
Definisi rawat gabung adalah suatu perawatan yang menyatukan ibu beserta bayinya dalam satu ruangan, kamar atau suatu tempat secara bersama-sama dan tidak dipisahkan selama 24 jam penuh dalam seharinya.
Tujuan dilakukan rawat gabung adalah sebagai berikut :
a. Ibu dapat menyusui bayinya sedini mungkin dan setiap saat atau kapan saja saat dibutuhkan.
b. Ibu dapat melihat dan memahami cara perawatan bayi yang benar seperti yang dilakukan oleh petugas.
c. Ibu mempunyai pengalaman dan keterampilan dalam merawat bayinya.
d. Suami dan keluarga dapat dilibatkan secara aktif untuk mendukung dan membantu ibu dalam menyusui dan merawat bayinya secara baik dan benar.
e. Ibu dan bayi mendapatkan kehangatan emosional. ( vivian:2011:hal 8)
Manfaat yang di dapatkan jika dilakukan rawat gabung pada ibu dan bayi adalah sebagai berikut:
a. Fisik
Bila ibu didekat bayinya, maka ibu akan mudah melakukan perawatan sendiri. Dengan perawatan sendiri dan pemberian Asi sedini mungkin, maka akan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi silang dari pasien lain atau petugas kesehatan.
b. Fisiologis
Bila ibu dekat dengan bayinya, maka bayi akan segera disusui dan frekuensinya lebih sering. Proses ini merupakan proses fisiologis yang alami, dimana bayi mendapat nutrisi yang alami yang paling sesuai dan baik. Bagi ibu yang menyusui akan timbul reflek oksitosin yang dapat membantu proses fisiologis involusi rahim.
c. Psikologis
Dari segi psikologis akan segera terjadi proses lekat karena sentuhan badan antara ibu dan bayi. Hal tersebut akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan psikologis bayi. 7. Bayi Baru Lahir dengan resiko tinggi
Berikut adalah kondisi-kondisi yang menjadikan sesuatu berisiko tinggi.
a. Asfiksia neonatorum
Suatu keadaan bayi bar lahir yang gagal benafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir sehingga bayi tidak dapat memasukan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya. ( vivian :2011:hal 7)
b. Perdarahan talipusat
Perdarahan yang terjadi pada talipusat bisa timbul karena trauma pengikatan talipusat yang kurang baik atau kegagalan proses pembentukan trombus normal. Selain itu, perdarahan pada talipusat juga bisa sebagai petunjuk adanya penyakit pada bayi. ( vivian : 2011:hal 7)
c. Kejang neonatus
Kejang pada neonatus bukanlah suatu penyakit, namun merupakan suatu gejala penting akan adanya penyakit lain sebagai penyebab kejang atau kelainan susunan saraf pusat. Penyebab utama terjadinya kejang adalah kelainan bawaan pada otak. Sedangkan sebab sebab sekunder adalah gangguan metabolik atau penyakit lain seperti infeksi. ( vivian :2011:hal 7) 8. Ciri bayi baru lahir normal
a. Lahir aterm antara 37-42 minggu b. berat badan 2500-4000 gram c. panjang badan 48-50 cm
d. lingkar dada 32-34 cm, lingkar kepala 33-35 cm e. lingkar lengan 11-12 cm
f. frekuensi denyut jantung 120-160 g. pernafasan 40-60x/menit
h. kulit kemerah-merahan
i. licin, karena jaringan subcutan yang cukup
j. rambut lanugo tidak terlihat dan rambut kepala biasanya telah sempurna
k. kuku agak panjang dan lemas, gerak aktif l. bayi lahir langsung menangis kuat
m. reflek rooting, sucking, moro, grasping sudah terbentuk dengan baik.
n. Genetalia pada laki-laki kematangan ditandai dengan testis yang berada pada skrotum dan penis yang berlubang. Pada perempuan kematangan di tandai dengan vagina dan uretra yang berlubang serta adanya labia mayora dan minora.
o. Eliminasi yang baik ditandai dengan keluarnya mekonium dalam 24 jam pertama dan berwarna hitam kecoklatan.(sondakh: 2013: hal 150)
9. Imunisasi
Imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita. Dengan imunisasi berbagai penyakitseperti TBC, Difteri pertusis dan tetanus, Hapatitis b, Polio mielitis dan campak dapat dicegah. Pentingnya pemberian imunisasi dapat di lihat dari banyaknya balita yang meinggal akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.(vivian 2009 : hal 129)
Pada 6 minggu pertama, pastikan bayi telah diberi beberapa imunisasi dasar. Imunisasi BCG harus diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan. Imunisasi Hepatitis B1 sudah diberikan segera setelah bayi lahir. Imunisasi Hepatitis B 2 diberikan interval minimal 4 minggu setelah imunisasi Hepatitis B 1, yaitu pada usia 1 bulan. Imunisasi polio dosis awal telah diberikan setelah lahir, sebelum bayi pulang dari rumah sakit. Polio oral kedua diberikan interval minimal 4 minggu setelah polio oral pertama yaitu saat bayi berusia 1 bulan. Apabila imunisasi polio diberikan dengan innactivated polio vaccine (IPV), maka diberikan pada saat bayi berusia dua bulan nanti.
( muslihatun:2010: hal 62) 10. Pemeriksaan Neonatus
a. Saat bayi berada di klinik (dalam 24 jam)
b. Saat Kunjungan Tindak Lanjut (KN), yaitu 1 kali pada umur 1-3 hari.
c. Satu kali pada umur 4-7 hari. d. Satu kali pada umur 8-28 hari. F. Keluarga Berencana
Dalam melakukan pemilihan metode kontrasepsi perlu memperhatikan ketetapan bahwa semakin rendah pendidikan semakin efektif metode kontrasepsi yang digunakan yaitu kontap, suntik KB, Susuk KB atau AKBK dan AKDR. (Manuaba:2010:hal 592)
Ada tiga periode masa reproduksi yaitu masa menunda kehamilan / kesuburan ( umur < 20 tahun ), masa mengatur kehamilan / kesuburan ( umur 20-30 tahun), masa mengakhiri kehamilan / kesuburan ( umur > 30 tahun/ sudah mempunyai 2 anak). ( hanifah mirzanie : 2009 : hal VIII.1) 1. KB metode sederhana
a. Kondom
Cara kerja kondom adalah menampung spermatozoa sehingga tidak masuk kedalam kanalis serviks. Konsep kerja kondom adalah menghalangi tertumpahnya sperma kedalam vagina sehingga sepermatozoa tidak mungkin masuk kedalam dan seterusnya.
Kegagalan kondom terjadi apabila karet kondom bocor atau robek, dan menarik penis setelah lemah sehingga sebagian sperma dapat masuk kedalam vagina.
Keuntungan kontrasepsi kondom adalah murah, dapat di dapatkan dengan mudah, tidak memerlukan pengawasan medis, fungsi ganda, dan dipakai oleh kalangan yang berpendidikan.
Kerugian penggunaan kondom adalah kenikmatan terganggu, mungkin alergi terhadap karet atau jelly yang mengandung spermisid.(manuaba : 2009 : hal 594)
b. Pantang Berkala
Sampai saat ini masih banyak dilaksanakan karena cukup berhasil asalkan taat mempergunakan masa subur wanita. Seorang wanita tidak selamanya subur, tetapi kesuburannya terbatas sekitar 48 jam, sedangkan spermatozoa pria dapat hidup didalam kelamin wanita sekitar 40-72 jam.
Kekurangan dari metode ini adalah angka kegagalannya sekitar 17-20% dengan pola menstruasi wanita teratur. Sedangkan kebaikannya adalah karena tidak memakai apapun sehingga hubungan seksual tercapai dan memuaskan kedua belah pihak. ( manuaba dkk : 2009 : hal 238)
c. Senggama terputus
Konsep senggama terputus adalah mengeluarkan kemulan menjelang terjadinya ejakulasi. Kekurangan metode ini adalah
menganggu kepuasan kedua belah pihak. Kegagalan hampir 30-35% karena semen keluar sebelum puncak kenikmatan, terlambat mengeluarkan kemaluan, semen akan tertumpah diluar. Sebagian dapat masuk ke genetalia dan dapat menimbulan ketegangan kedua belah pihak.( manuaba : 2010: hal 596-597)
d. Metode Amenore laktasi
Penundaan atau penekanan ovulasi dengan cara pemberian asi secara eklusif. Efektif sampai 6 bulan dan harus dilanjutkan dengan metode lain. Efektif apabila menyusui secara eklusif selama 6 bulan dan belum haid.
( Hanifah Mirzanie : 2009 : hal VIII 2) 2. KB Metode Elektif
Menurut buku saku pelayanan kesehatan tahun 2013 h.245-248 1) Pil kombinasi
Mekanisme : Pil kombinasi menekan ovulasi, mencegah implantasi, mengentalkan lendir serviks sehingga sulit dilalui oleh sperma, dan menganggu pergerakan tuba sehingga transportasi telur terganggu. Pil ini diminum setiap hari.
Efektivitas: Bila diguakan secara benar, risiko kehamilan kurang dari 1 diantara 100 ibu dalam 1 tahun.
Keuntungan khusus bagi kesehatan : Mengurangi risiko kanker endometrium, kanker ovarium,penyakit radang panggul simptomatik. Dapat mengurangirisiko kista ovarium, dan anemia defisiensi besi. Menguranginyeri haid, masalah perdarahan haid, nyeri saat ovulasi,kelebihan rambut pada wajah dan tubuh, gejala sindromovarium polikistik, dan gejala endometriosis.
Risiko bagi kesehatan : Gumpalan darah di vena dalam tungkai atau paru-paru (sangatjarang), stroke da serangan jantung (amat sangat jarang).
Efek samping:Perubahan pola haid (haid jadi sedikit atau semakin pendek,haid tidak teratur, haid jarang, atau tidak haid), sakit kepala,pusing, mual, nyeri payudara, perubahan berat badan,perubahaan suasana perasaan, jerawat (dapat membaik
ataumemburuk, tapi biasaya membaik), dan peningkatan tekanandarah.
2) Suntikan Kombinasi
Mekanisme: Suntikan kombinasi menekan ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga penetrasi sperma terganggu, atrofi pada endometrium sehingga implantasi terganggu, dan menghambat transportasi gamet oleh tuba. Suntikan ini diberikan sekali tiap bulan.
Efektivitas: Bila digunakan secara benar, risiko kehamilan kurang dari 1 diantara 100 ibu dalam 1 tahun.
Keuntungan khusus bagi kesehatan: Penelitian mengenai hal ini masih terbatas, namun diduga mirip dengan pil kombinasi yaitu : Mengurangi risiko kanker endometrium, kanker ovarium, penyakit radang panggul simptomatik. Dapat mengurangi risiko kista ovarium, dan anemia defisiensi besi. Mengurangi nyeri haid, masalah perdarahan haid, nyeri saat ovulasi, kelebihan rambut pada wajah dan tubuh, gejala sindromovarium polikistik, dan gejala endometriosis. Risiko bagi kesehatan: Penelitian mengenai hal ini masih terbatas, namun diduga mirip dengan pil kombinasi yaitu : Gumpalan darah di vena dalam tungkai atau paru-paru (sangat jarang), stroke dan serangan jantung (amat sangat jarang).
Efek samping: Perubahan pola haid (haid jadi sedikit atau semakin pendek, haid tidak teratur, haid memanjang, haid jarang, atau tidak haid), sakit kepala, pusing, nyeri payudara, kenaikan berat badan.
3) Suntikan progestin
Mekanisme: Suntikan progestin mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga penetrasi sperma terganggu, menjadikan selaput rahim tipis dan atrofi, dan menghambat transportasi gamet oleh tuba. Suntikan diberikan 3 bulan sekali (DMPA).
Efektivitas: Bila digunakan dengan benar, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Kesuburan tidak langsung kembali setelah berhenti, biasanya dalam waktu beberapa bulan.
Keuntungan khusus bagi kesehatan: Mengurangi risiko kanker endometrium dan fibroid uterus. Dapat mengurangi risiko penyakit radang paggul simptomatik dan anemia defisiensi besi. Mengurangi gejala endometriosis dan krisis sel sabit pada ibu dengan anemia sel sabit.
Risiko bagi kesehatan: Tidak ada.
Efek samping: Perubahan pola haid (haid tidak teratur atau memanjang dalam 3 bulan pertama, haid jarang, tidak teratur atau tidak haid dalam 1 tahun), sakit kepala, pusing, kenaikan berat badan, perut kembung atau tidak nyaman, perubahan suasana perasaan, dan penurunan hasrat seksual.
4) Pil Progestin
Mekanisme: (Minipil) Minipil menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium, endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi lebih sulit, mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma, mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu. Pil diminum setiap hari.
Efektivitas: Bila digunakan secara benar, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 1 tahun.
Keuntungan khusus bagi kesehatan: Tidak ada.
Risiko bagi kesehatan: (Minipil) Tidak ada.
Efek samping: Perubahan pola haid (menunda haid lebih lama pada ibu menyusui, haid tidak teratur, haid memanjang atau sering, haid jarang, atau tidak haid), sakit kepala, pusing, perubahan suasana perasaan, nyeri payudara, nyeri perut, dan mual.
Mekanisme: Kontrasepsi implan menekan ovulasi, mengentalkan lendir serviks, menjadikan selaput rahim tipis dan atrofi, dan mengurangi transportasi sperma. Implan dimasukkan di bawah kulit dan dapat bertahan higga 3-7 tahun, tergantung jenisnya.
Efektivitas: Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 1 tahun.
Keuntungan khusus bagi kesehatan: Mengurangi risiko penyakit radang paggul simptomatik. Dapat mengurangi risiko anemia defisiesi besi.
Risiko bagi kesehatan: Tidak ada.
Efek samping: Perubahan pola haid (pada beberapa bulan pertama: haid sedikit dan singkat, haid tidak teratur lebih dari 8 hari, haid jarang, atau tidak haid;setelah setahun: haid sedikit dan singkat, haid tidak teratur, dan haid jarang), sakit kepala, pusing, perubahan suasana perasaan, perubahan berat badan, jerawat (dapat membaik atau memburuk), nyeri payudara, nyeri perut, dan mual.
a. Alat kontrasepsi dalam rahim
Menurut buku saku pelayanan kesehatan tahun 2013 h.248-250
1) Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
Mekanisme:Dalam Rahim AKDR dimasukkan ke dalam uterus. AKDR menghambat(AKDR) kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii,mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri,mencegah sperma dan ovum bertemu, mencegah implantasitelur dalam uterus.
Efektivitas:Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100ibu dalam 1 tahun. Efektivitas dapat bertahan lama, hingga12 tahun.
Keuntungan khusus bagi kesehatan:Mengurangi risiko kanker endometrium.
Risiko bagi kesehatan:Dapat menyebabkan anemia bila cadangan besi ibu redahsebelum pemasangan dan AKDR menyebabkan
haid yag lebihbanyak. Dapat menyebabkan penyakit radang panggul billa ibusudah terinfeksi klamidia atau gonorea sebelum pemasangan.
Efek samping:Perubahan pola haid terutama dalam 3-6 bulan pertama (haid memanjang dan banyak, haid tidak teratur, dan nyeri haid).
b. Kontrasepsi Mantap
Menurut buku saku pelayanan kesehatan tahun 2013 h.250-251 1) Tubektomi
Mekanisme: Menutup tuba falopii (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
Efektivitas: Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 dalam 1 tahun.
Keuntungan khusus bagi kesehatan: Mengurangi risiko penyakit radang panggul. Dapat mengurangi risiko kanker endometrium. Risiko bagi kesehatan: Komplikasi bedah dan anestesi.
Efek samping: Tidak ada. 2) Vasektomi
Mekanisme: Menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferens sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.
Efektivitas: Bila pria dapat memeriksakan semennya segera setelah vasektomi, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 dalam 1 tahun.
Keuntungan khusus bagi kesehatan: Tidak ada.
Risiko bagi kesehatan: Nyeri testis atau skrotum (jarang), infeksi di lokasi operasi (sangat jarang), dan hematoma (jarang). Vasektomi tidak mempegaruhi hasrat seksual, fungsi seksual pria, ataupun maskulinitasnya.