Edukasi Orang Tua
A. Bayi Risiko Tinggi, Kategori, dan Sumber Daya Manusia
Bayi risiko tinggi dapat memiliki risiko, baik dari faktor biologis, prosedur intervensi yang dilakukan maupun faktor lingkungan. Hal ini dapat ditemukan baik pada bayi kurang bulan, maupun bayi cukup bulan. Tabel 1 memperlihatkan beberapa faktor risiko masalah pertumbuhan dan perkembangan bayi cukup bulan, dan bayi kurang bulan.3
Adapula yang membagi katagori bayi risiko tinggi menjadi 3 kategori terutama berdasarkan berat lahir dan morbiditas yang dijumpai pada neonatusyaitu bayi risiko tinggi, risiko menengah, dan risiko tinggi.8
Risiko Tinggi
1. Berat lahir< 1000 g dan/atau usia gestasi< 28 minggu
2. Morbiditas mayor seperti chronic lung disease, intraventricularhaemorrhage (IVH), dan periventricular leucomalacia
3. Asfiksia perinatal – Skor Apgar < 3 padausia 5 menit dan/atau hipoksik iskemik ensefalopati (HIE)
4. Kondisi yang membutuhkan pembedahan seperti hernia diafragmatika, fistula trakeoesofagus
5. Kecil masakehamilan (< P3) dan besar masa kehamilan (>P97) 6. Hipoglikemi dan hipokalsemi yang menetap lama
8. Meningitis
9. Syok yang membutuhkan agen inotropik/vasopresor 10. BIHA
11. Neonatus bilirubin ensefalopati
12. Twin to twin transfusion
13. Malformasi mayor
Tabel 1. Pembagian faktor-faktor risiko berdasarkan usia gestasi
Infants Preterm Term
Biologic risk VLBW infants ≤1500 g birth weight ELBW infants ≤1000 g birth weight Infants with cranial ultrasound abnormalities Including PVL-intraventricular hemorrhage, linear hyperechogenicity,
Other neurologic problems (seizures, hydrocephalus)
NEC
Chronic lung disease Complex medical problems Small for gestation Higher-order multiples Twin-twin transfusion Complex congenital anomalies Recurrent apnea and bradycardia Hyperbilirubinemia requiring exchange Failure to grow in the NICU
Sepsis, meningitis, nosocomial infections Multiparity
Abnormal neurology exam at discharge
Encephalopathy persisting at discharge Other neurologic problems/meningitis Complex medical problems Small for gestation Twin-twin transfusion Complex congenital anomalies Birth detects
Metabolic disorders Sepsis, meningitis, nosocomial infections
Hyperbilirubinemia requiring exchange Failure to grow in the NICU
Multiparity
Abnormal neurologic exam at discharge
Interventions Resuscitation
Postnatal steroids
High-frequency ventilation
Prolonged ventilation >7 days
Total parenteral nutrition Prolonged oxygen requirements Nutritional therapies
Other medications
Surgical interventions for NEC, patent ductus Arteriosus, shunt
Resuscitation
Postnatal steroids
High-frequency ventilation
Prolonged ventilation >7 days
Total parenteral nutrition Prolonged oxygen requirements Nutritional therapies
Other medications
Surgical interventions for NEC, shunt Extracorporeal membrane oxygenation Social/
environmental Low maternal education, teen motherLow Socioeconomic status Single marital status
Minority status
No insurance or Medicaid insurance Low income
Drugs/alcohol, smoking, substance abuse No prenatal care
Environmental stress
Low maternal education, teen mother Low Socioeconomic status
Single marital status Minority status
No insurance or Medicaid insurance Low income
Drugs/alcohol, smoking, substance
abuse
No prenatal care Environmental stress
14. Inborn errors of metabolism/ penyakit genetik lainnya 15. Pemeriksaan neurologi abnormal saat pulang
Risiko Menengah
1. Berat lahir 1000 – 1500 g atauusiagestasi< 33 minggu 2. Kembar/triplet
3. Moderate neonatal HIE
4. Hipoglikemi, guladarah< 25 m/dL 5. Sepsis neonatus
6. Hiperbilirubinemia> 20 mg/dl atau membutuhkan transfusi tukar 7. IVH derajat 2
8. Lingkungan rumah suboptimal
Risiko Rendah
1. Kurang bulan, berat lahir 1500 – 2500 g 2. HIE derajat I
3. Hipoglikemi transien 4. Tersangka sepsis
5. Ikterus neonatorum yang membutuhkan terapi sinar 6. IVH derajat I
Selain itu risiko neurodevelopmental disability (NDD) dapat diprediksi berdasarkan beberapa faktor, baik faktor neonatus, tindakan intervensi yang dilakukan selama perawatan maupun faktor lingkungan keluarga. Tabel 2 memperlihatkan faktor-faktor risiko tersebut.1Sedangkan jadwal untuk
pemantauan berkala memiliki beberapa modifikasi, tergantung dari kondisi janin maupun morbiditas yang ditemukan, seperti yang tercantum dalam Tabel 3.1Pada umumnya bayi cukup bulan memilki jadwal kunjungan berkala
3 bulan sampai usia 24 bulan, setiap 6 bulan sampai usia 60 bulan, terutama untuk deteksi masalah tumbuh kembang.9
Risiko ini berkaitan dengan sumber daya manusia yang harus melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Semakin tinggi risikonya, akan semakin banyak tenaga ahli kesehatan yang terlibat. Selanjutnya dapat dilihat dari paparan di bawah ini :
Risiko rendah: pemantauan oleh dokter anak/ tenga kesehatan primer dengan tujuan melakukan skrining terhadap adanya deviasi pertumbuhan dan perkembangan.
Risiko menengah: pemantauan oleh neonatologi dan dokter anak tumbuh kembang hal ini bertujuan untuk skrining terhadap keterlambatan perkembangan, menangani kekambuhan penyakit
y Dokter Anak Tumbuh Kembang
y Terapis tumbuh kembang
y Spesialis radiologi y Spesialis mata y Spesialis THT y Fisioterapi y Pekerja sosial y Dietisien
Tabel 2. Penilaian terhadap faktor risiko neurodevelopmental disability (NDD)
Risiko ringan untuk NDD Risiko menengah untuk NDD Risiko tinggi untuk NDD
Faktor risiko prenatal Pertumbuhan janin abnormal Gawat janin
>37 minggu 33 – 36 minggu <33 minggu
>2500 gram 1500 – 2500 gram <1500 gram
Kehamilan yang diprogram Perawatan perinatal suboptimal Transportasi sub optimal
ANC lengkap ANC tidak lengkap Tidak ANC
Tidak membutuhkan
resusitasi
Membutuhkan resusitasi saat lahir APGAR < 3 pada usia 5 menit, ensefalopati, kerusakan multi organ
levene grade 1 levene grade 2 levene grade 3
Tidak membutuhkan ventilasi Penggunaan ventilasi tanpa
komplikasi Ventilasi> 7 hari, hipokarbi, pneumotoraks, apneu yang membutuhkan resusitasi
Tidak syok Syok Syok refrakter
Hemodinamik signiikan
PDA
Hipoglikemi transien Hipoglikemi, gula darah< 25 mg/dL,
> 3hari
Hipoglikemi simtomatik, kejang Tersangka sepsis (skrining
negatif) Sepsis (Kultur +/ klinis dan skrining positif) Meningitis Ikterus neonatorum yang
membutuhkan terapi sinar Ikterus neonatorum yang membutuhkan transfusi tukar Kernik terus Perawatan di NICU (komplikasi – NEC & PDA
(membutuhkan pembedahan) CLD
Kurang bulan
IVH derajat 1 atau 2, tidak terdapat abnormalitas pada 40 minggu
IVH >derajat 2 pada neurosonogram Ventrikulomegali dan / atau PVL (pada 40 minggu), hidrosefalus
Pemeriksaan neurologis
normal saat pulang Ensefalopati berat /menetap dengan berbagai penyebab Pemeriksaan neurologi abnormal saat pulang / tersangka gangguan perkembangan
Lingkungan rumah baik +
pemantauan optimal Lingkungan rumah sub-optimal (coping orang tua buruk/sosio
ekonomi rendah)
Risiko tinggi mengalami NDD: neonatologi melakukan supervisi dan skrining keterlambtan perkembangan. Tim untuk risiko menengah dan risiko tinggi
y Dokter Anak Tumbuh Kembang
y Dokter Anak Neurologi
y Ahli genetik y Terapis okupasi y Terapis wicara y Spesialis endokrin y Bedah anak y Spesialis ortopedi
Tabel 3. Jadwal pemantauan bayi risiko tinggi Kondisi bayi Jadwal kunjungan
Berat lahir < 1800 gram atau usia gestasi < 35 minggu
Kondisi bayi lainnya
Hari ke 3-7. Selanjutnya setiap 2 minggu sampai berat badan 3000 gram (termasuk pemberian imunisasi)
Usia koreksi 3,6,9,12, dan 18 bulan dan dilanjutkan setiap 6 bulan sampai
usia 8 tahun
2 minggu setelah pulang Usia kronologis 6,10,14 minggu
Usia koreksi 3,6,9,12, dan 18 bulan dan dilanjutkan setiap 6 bulan sampai
usia 8 tahun
Adapun penilaian berkala yang dilakukan meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan sesuai usianya (Tabel 4). 1,3
Tabel 4. Rencana pemantauan untuk bayi risiko tinggi
Jenis penilaian Usia (bulan)
Penilaian untuk pemberian makan dan konseling gizi Pemantauan pertumbuhan
Penilaian perkembangan Imunisasi
Pemeriksaan neurologi
Pemeriksaan fungsi pendengaran (BERA)** Pemeriksaan mata
USG kepala / CT scan kepala
1 2 3 6 9 12 15 18 24...8 tahun + setiap kali visit
setiap kali visit
* * * * * * * * sesuai jadwal imunisasi
* * * * * * * * * (bila ditemukan ada gangguan) * (bila ditemukan gangguan)
Makanan pendamping ASI dapat diberikan sejak usia koreksi 6 bulan. Pemberian MP-ASI sesuai dengan usia anak, termasuk bentuk, jenis, dan frekuensi pemberian MP ASI. Usia 8 bulan, bayi dapat diberikan “finger foods” dan usia 1 tahun dapat diberikan makanan keluarga.
Skrining pendengaran dilakukan untuk mendeteksi gangguan pendengaran sedini mungkin pada bayi baru lahir, agar dapat segera dilakukan habilitasi pendengaran yang optimal. Skrining ini bukan diagnosis pasti, hasilnya harus diterangkan dengan jelas kepada orangtua untuk mencegah kecemasan yang terjadi. Alur skiring pendengaran dapat dilihat pada Gambar 2.4Seorang dokter anak harus mengenali anak yang memiliki risiko terhadap
gangguan pendengaran kongenital maupun yang didapat. Hal yang perlu diketahui adalah faktor risiko (riwayat keluarga, nilai APGAR rendah, hiperbilirubinemia dll) dan temuan pada pemeriksaan fisik (malformasi daun telinga, celah bibir dan palatum, dll). Selanjutnya dilakukan konfirmasi dengan pemeriksaan penunjang.10