• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bayi Risiko Tinggi, Kategori, dan Sumber Daya Manusia

Dalam dokumen Departemen Ilmu Kesehatan Anak - FKUI (Halaman 81-87)

Edukasi Orang Tua

A. Bayi Risiko Tinggi, Kategori, dan Sumber Daya Manusia

Bayi risiko tinggi dapat memiliki risiko, baik dari faktor biologis, prosedur intervensi yang dilakukan maupun faktor lingkungan. Hal ini dapat ditemukan baik pada bayi kurang bulan, maupun bayi cukup bulan. Tabel 1 memperlihatkan beberapa faktor risiko masalah pertumbuhan dan perkembangan bayi cukup bulan, dan bayi kurang bulan.3

Adapula yang membagi katagori bayi risiko tinggi menjadi 3 kategori terutama berdasarkan berat lahir dan morbiditas yang dijumpai pada neonatusyaitu bayi risiko tinggi, risiko menengah, dan risiko tinggi.8

Risiko Tinggi

1. Berat lahir< 1000 g dan/atau usia gestasi< 28 minggu

2. Morbiditas mayor seperti chronic lung disease, intraventricularhaemorrhage (IVH), dan periventricular leucomalacia

3. Asfiksia perinatal – Skor Apgar < 3 padausia 5 menit dan/atau hipoksik iskemik ensefalopati (HIE)

4. Kondisi yang membutuhkan pembedahan seperti hernia diafragmatika, fistula trakeoesofagus

5. Kecil masakehamilan (< P3) dan besar masa kehamilan (>P97) 6. Hipoglikemi dan hipokalsemi yang menetap lama

8. Meningitis

9. Syok yang membutuhkan agen inotropik/vasopresor 10. BIHA

11. Neonatus bilirubin ensefalopati

12. Twin to twin transfusion

13. Malformasi mayor

Tabel 1. Pembagian faktor-faktor risiko berdasarkan usia gestasi

Infants Preterm Term

Biologic risk VLBW infants ≤1500 g birth weight ELBW infants ≤1000 g birth weight Infants with cranial ultrasound abnormalities Including PVL-intraventricular hemorrhage, linear hyperechogenicity,

Other neurologic problems (seizures, hydrocephalus)

NEC

Chronic lung disease Complex medical problems Small for gestation Higher-order multiples Twin-twin transfusion Complex congenital anomalies Recurrent apnea and bradycardia Hyperbilirubinemia requiring exchange Failure to grow in the NICU

Sepsis, meningitis, nosocomial infections Multiparity

Abnormal neurology exam at discharge

Encephalopathy persisting at discharge Other neurologic problems/meningitis Complex medical problems Small for gestation Twin-twin transfusion Complex congenital anomalies Birth detects

Metabolic disorders Sepsis, meningitis, nosocomial infections

Hyperbilirubinemia requiring exchange Failure to grow in the NICU

Multiparity

Abnormal neurologic exam at discharge

Interventions Resuscitation

Postnatal steroids

High-frequency ventilation

Prolonged ventilation >7 days

Total parenteral nutrition Prolonged oxygen requirements Nutritional therapies

Other medications

Surgical interventions for NEC, patent ductus Arteriosus, shunt

Resuscitation

Postnatal steroids

High-frequency ventilation

Prolonged ventilation >7 days

Total parenteral nutrition Prolonged oxygen requirements Nutritional therapies

Other medications

Surgical interventions for NEC, shunt Extracorporeal membrane oxygenation Social/

environmental Low maternal education, teen motherLow Socioeconomic status Single marital status

Minority status

No insurance or Medicaid insurance Low income

Drugs/alcohol, smoking, substance abuse No prenatal care

Environmental stress

Low maternal education, teen mother Low Socioeconomic status

Single marital status Minority status

No insurance or Medicaid insurance Low income

Drugs/alcohol, smoking, substance

abuse

No prenatal care Environmental stress

14. Inborn errors of metabolism/ penyakit genetik lainnya 15. Pemeriksaan neurologi abnormal saat pulang

Risiko Menengah

1. Berat lahir 1000 – 1500 g atauusiagestasi< 33 minggu 2. Kembar/triplet

3. Moderate neonatal HIE

4. Hipoglikemi, guladarah< 25 m/dL 5. Sepsis neonatus

6. Hiperbilirubinemia> 20 mg/dl atau membutuhkan transfusi tukar 7. IVH derajat 2

8. Lingkungan rumah suboptimal

Risiko Rendah

1. Kurang bulan, berat lahir 1500 – 2500 g 2. HIE derajat I

3. Hipoglikemi transien 4. Tersangka sepsis

5. Ikterus neonatorum yang membutuhkan terapi sinar 6. IVH derajat I

Selain itu risiko neurodevelopmental disability (NDD) dapat diprediksi berdasarkan beberapa faktor, baik faktor neonatus, tindakan intervensi yang dilakukan selama perawatan maupun faktor lingkungan keluarga. Tabel 2 memperlihatkan faktor-faktor risiko tersebut.1Sedangkan jadwal untuk

pemantauan berkala memiliki beberapa modifikasi, tergantung dari kondisi janin maupun morbiditas yang ditemukan, seperti yang tercantum dalam Tabel 3.1Pada umumnya bayi cukup bulan memilki jadwal kunjungan berkala

3 bulan sampai usia 24 bulan, setiap 6 bulan sampai usia 60 bulan, terutama untuk deteksi masalah tumbuh kembang.9

Risiko ini berkaitan dengan sumber daya manusia yang harus melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Semakin tinggi risikonya, akan semakin banyak tenaga ahli kesehatan yang terlibat. Selanjutnya dapat dilihat dari paparan di bawah ini :

Risiko rendah: pemantauan oleh dokter anak/ tenga kesehatan primer dengan tujuan melakukan skrining terhadap adanya deviasi pertumbuhan dan perkembangan.

Risiko menengah: pemantauan oleh neonatologi dan dokter anak tumbuh kembang hal ini bertujuan untuk skrining terhadap keterlambatan perkembangan, menangani kekambuhan penyakit

y Dokter Anak Tumbuh Kembang

y Terapis tumbuh kembang

y Spesialis radiologi y Spesialis mata y Spesialis THT y Fisioterapi y Pekerja sosial y Dietisien

Tabel 2. Penilaian terhadap faktor risiko neurodevelopmental disability (NDD)

Risiko ringan untuk NDD Risiko menengah untuk NDD Risiko tinggi untuk NDD

Faktor risiko prenatal Pertumbuhan janin abnormal Gawat janin

>37 minggu 33 – 36 minggu <33 minggu

>2500 gram 1500 – 2500 gram <1500 gram

Kehamilan yang diprogram Perawatan perinatal suboptimal Transportasi sub optimal

ANC lengkap ANC tidak lengkap Tidak ANC

Tidak membutuhkan

resusitasi

Membutuhkan resusitasi saat lahir APGAR < 3 pada usia 5 menit, ensefalopati, kerusakan multi organ

levene grade 1 levene grade 2 levene grade 3

Tidak membutuhkan ventilasi Penggunaan ventilasi tanpa

komplikasi Ventilasi> 7 hari, hipokarbi, pneumotoraks, apneu yang membutuhkan resusitasi

Tidak syok Syok Syok refrakter

Hemodinamik signiikan

PDA

Hipoglikemi transien Hipoglikemi, gula darah< 25 mg/dL,

> 3hari

Hipoglikemi simtomatik, kejang Tersangka sepsis (skrining

negatif) Sepsis (Kultur +/ klinis dan skrining positif) Meningitis Ikterus neonatorum yang

membutuhkan terapi sinar Ikterus neonatorum yang membutuhkan transfusi tukar Kernik terus Perawatan di NICU (komplikasi – NEC & PDA

(membutuhkan pembedahan) CLD

Kurang bulan

IVH derajat 1 atau 2, tidak terdapat abnormalitas pada 40 minggu

IVH >derajat 2 pada neurosonogram Ventrikulomegali dan / atau PVL (pada 40 minggu), hidrosefalus

Pemeriksaan neurologis

normal saat pulang Ensefalopati berat /menetap dengan berbagai penyebab Pemeriksaan neurologi abnormal saat pulang / tersangka gangguan perkembangan

Lingkungan rumah baik +

pemantauan optimal Lingkungan rumah sub-optimal (coping orang tua buruk/sosio

ekonomi rendah)

Risiko tinggi mengalami NDD: neonatologi melakukan supervisi dan skrining keterlambtan perkembangan. Tim untuk risiko menengah dan risiko tinggi

y Dokter Anak Tumbuh Kembang

y Dokter Anak Neurologi

y Ahli genetik y Terapis okupasi y Terapis wicara y Spesialis endokrin y Bedah anak y Spesialis ortopedi

Tabel 3. Jadwal pemantauan bayi risiko tinggi Kondisi bayi Jadwal kunjungan

Berat lahir < 1800 gram atau usia gestasi < 35 minggu

Kondisi bayi lainnya

Hari ke 3-7. Selanjutnya setiap 2 minggu sampai berat badan 3000 gram (termasuk pemberian imunisasi)

Usia koreksi 3,6,9,12, dan 18 bulan dan dilanjutkan setiap 6 bulan sampai

usia 8 tahun

2 minggu setelah pulang Usia kronologis 6,10,14 minggu

Usia koreksi 3,6,9,12, dan 18 bulan dan dilanjutkan setiap 6 bulan sampai

usia 8 tahun

Adapun penilaian berkala yang dilakukan meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan sesuai usianya (Tabel 4). 1,3

Tabel 4. Rencana pemantauan untuk bayi risiko tinggi

Jenis penilaian Usia (bulan)

Penilaian untuk pemberian makan dan konseling gizi Pemantauan pertumbuhan

Penilaian perkembangan Imunisasi

Pemeriksaan neurologi

Pemeriksaan fungsi pendengaran (BERA)** Pemeriksaan mata

USG kepala / CT scan kepala

1 2 3 6 9 12 15 18 24...8 tahun + setiap kali visit

setiap kali visit

* * * * * * * * sesuai jadwal imunisasi

* * * * * * * * * (bila ditemukan ada gangguan) * (bila ditemukan gangguan)

Makanan pendamping ASI dapat diberikan sejak usia koreksi 6 bulan. Pemberian MP-ASI sesuai dengan usia anak, termasuk bentuk, jenis, dan frekuensi pemberian MP ASI. Usia 8 bulan, bayi dapat diberikan “finger foods” dan usia 1 tahun dapat diberikan makanan keluarga.

Skrining pendengaran dilakukan untuk mendeteksi gangguan pendengaran sedini mungkin pada bayi baru lahir, agar dapat segera dilakukan habilitasi pendengaran yang optimal. Skrining ini bukan diagnosis pasti, hasilnya harus diterangkan dengan jelas kepada orangtua untuk mencegah kecemasan yang terjadi. Alur skiring pendengaran dapat dilihat pada Gambar 2.4Seorang dokter anak harus mengenali anak yang memiliki risiko terhadap

gangguan pendengaran kongenital maupun yang didapat. Hal yang perlu diketahui adalah faktor risiko (riwayat keluarga, nilai APGAR rendah, hiperbilirubinemia dll) dan temuan pada pemeriksaan fisik (malformasi daun telinga, celah bibir dan palatum, dll). Selanjutnya dilakukan konfirmasi dengan pemeriksaan penunjang.10

Dalam dokumen Departemen Ilmu Kesehatan Anak - FKUI (Halaman 81-87)