Enterobacteriaceae merupakan kelompok basil fermentatif yang merupakan bagian norma flora gastrointestinal. Merupakan isolat umum yang didapat dari pasien yang di rawat di rumah sakit. Resistensi umumnya oleh karena memproduksi beta-laktamase, enzim yang menghancurkan beberapa antibiotik penisilin dan sefalosporin. Spesies Serratia dan Enterobacter juga dapat bersifat
multi-drug resistant.
Acinetobacter Species
Merupakan non-fermenting bacterium yang secara alamiah terdapat di aquatic environment. Merupakan patogen oportunistik pada manusia dan dapat menyebabkan HAI, terutama ventilator-associated pneumonia (VAP), bacterimia, dan urinary tract infections (UTI).
Pseudomonas Aeruginosa
P. aeruginosa adalah non-fermenting bacterium yang secara alamiah dapat ditemukan di aquatic environment, dan resisten terhadap antibiotik. Dapat merupakan patogen oportunistik bagi manusia dan penyebab utama HAIs. Bertanggung jawab terjadinya infeksi berat, termasuk diantaranya VAP, bakteremia dan UTI.
Ada beberapa mekanisme terjadinya resistensi yang berhubungan dengan bakteri gram-negatif dan umumnya mikroorganisme ini menggunakan multipel mekanisme pada antibiotik yang sama. Bakteri gram-negatif efisien untuk mendapat gen resistensi antibiotik, terutama pada keadaan antibiotic pressure.
E. coli dan Klebsiella species dapat mempunyai extended spectrum beta- lactamase (ESBL) enzymes yang dimediasi oleh plasmid sehingga gen mudah ditransfer antar bakteri. Enzim ESBL dapat menyebabkan resistan terhadap sebagian besar antibiotik beta-laktam, seperti penisilin, sefalosporin,
cephamycins, karbapenem dan monobaktam. Pada mikroorganisme ESBL seringkali mempunyai plasmid yang besar yang mengandung gen resisten bagi kelas antimikroba lain, seperti aminoglikosid dan fluorokuinolon.
ESBL pertama kali di deteksi di Eropa tahun 1983. Ada beberapa tipe ESBL, termasuk diantaranya TEM, SHV, dan CTX-M.ESBL berasal dari tipe TEM dan SHV, terutama ditemukan pada K. pneumonia dan dihubungkan dengan KLB pada institusi. Akhir-akhir ini E. coli-producing CTX-M enzim muncul sebagai penyebab community-onset UTI dan BSI.
Antibiotik karbapenem merupakan pilihan pengobatan infeksi serius yang disebabkan ESBL-producing microorganisms, namun isolat karbapenem resisten juga dilaporkan. Carbapenemase-resistant Enterobacteriaceae (CRE) telah teridentifikasi diberbagai belahan dunia, bahkan juga ditemukan pada KLB. Klebsiella pneumonia carbapenemase (KPC) producers merupakan masalah utama di Amerika Serikat, Yunani dan Israel. VIM metallo-carbapenemases juga diidentifikasi pada K. penumoniae di Yunani. Baru-baru ini, carbapenemase baru New Delhi metallo-beta-lactamase 1 (NDM-1), ditemukan di India dan Pakistan.
Pasien dengan infeksi MDRGN meningkatkan lama perawatan dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan. Pengobatan antibiotik awal jarang berhasil, yang berakibat tingginya morbiditas dan mortalitas.
Faktor risiko MDRGN di antaranya antara lain, penggunaan antibiotik sebelumnya, penyakit berat yang mendasarinya, lamanya perawatan di rumah sakit, riwayat kontak dengan fasilitas medik, kontak dengan fasilitas yang diketahui terjadi KLB MDRGN.
Uji tapis dilakukan berdasar lokal epidemiologi dan faktor risiko pasien. Apabila dilakukan uji tapis, maka sediaan diambil dari apus rektal.
Transmisi terjadi dengan kontak, dan droplet pada pasien dengan pneumonia. Perlu dilakukan kewaspadaan isolasi. Sistem harus dirancang agar pasien dapat diidentifikasi guna kepentingan kunjungan berikutnya.
Kebersihan lingkungan dilakukan dengan pencucian rutin dengan perhatian pada permukaan yang sering tersentuh. Kewaspadaan berakhir sama dengan mikroorganisme gram positif dan pemantauan kontak berdasarkan data epidemiologi lokal dan faktor risiko pasien.
Simpulan
HAIs merupakan masalah pasein yang dirawat di rumah sakit. Faktor risiko terkena infeksi ini adalah pemakaian antibiotik, penyakit berat yang mendasarinya, perawatan lama di rumah sakit, riwayat kontak dengan fasilitas medik, serta penggunaan alat invasif.
Perawatan yang lama di rumah sakit, serta pemakaian antibiotik yang tidak bijaksana akan meningkatkan terjadinya resistensi antimikroba yang merupakan masalah kesehatan masyarakat global.
Keterpaduan kebijakan penggunaan antibiotik dan pelaksanaan PPI dapat mengurangi risiko penyebaran mikroorganisme ini.
Daftar pustaka
1. Pittet D, Donaldson L. Challenging the world: patient safety and health care- associated infection. Int J Quality Health Care 2006;18:4-8.
2. Rosenthal VD, Maki DG, Jaulitrat S, Medeiros ED, Todi SK, Gomez DY, et al. International Nosocomial Infection Control Consortium (INICC) report, data summary for 2003-2008, issued June 2009. Amer J Infect Control 2010;38:95-106. 3. De Leo F, Otto M, Kreiswirth B, Chambers H. Community-associated methicillin
resistant Staphylococcus aureus. Lancet 2010;375:1557-68.
4. Barnes T, Jinks A. Methicillin resistant Staphylococcus aureus: the modern day challenge. British J Nursing 2008;17:1012-18.
5. Chambers H, De Leo H. Waves resistance: Staphylococcus aureus in the antibiotic era. Nat Rev Micobiol 2009;7:629-41.
6. Durai R, Ng P, Hoque H. Methicillin resistant Staphylococcus aureus: An update. AORN J 2010;91(5):599-609.
7. Witt W. Community-acquired methicillin resistant Staphylococcus aureus: What do we need to know ? Clinical Microbiol Infect 2009;15:17-25.
8. Bryant S, Wilbeck J. Vancomycin-resistant Enterococcus in Critical Areas. Crit Care Nursing Clin North Amer 2007;19:69-75.
9. Tenover F, Mc Donald C. Vancomycin-resistant Staphylococci and Enterococci: epidemiology and control. Current Opinion Infect Dis 2005;18:300-5.
10. Lode H. Clinical Impact of Antibiotic-resistant Gram-Positive Pathogens. Euro Soc Clin Microbiol Infect Dis 2009;15:212-17.
11. Kelly CP, La Mont JT. Clostridium difficile - more difficult than ever. N Engl J Med 2008;359:1932-40.
12. Peleg A. Hooper D. Hospital-acquired infections due to Gram-negative Bacteria. N Engl J Med 2010;362:1804-13.
13. Souli M, Galani, Giamarellou H. Emergence of Extensively Drug-resistant and Pandrug-resistant Gram-Negative Bacilli inEurope. Euro Surveill 2008;13:4-7. 14. Carmeli Y, Akova M, et al. Controlling the Spread of Carbapenemase-producing
Gram-negatives: Therapeutic Approach and Infection Control. Euro Soc Clin Microbiol Infect Dis 2010:16:102-11.
15. Canton R, Novais A, et al. Prevalence and Spread of Extended-spectrum B-lactamase-Producing Enterobacteriaceae in Europe. Euro Soc Clin Microbiol Infect Dis, CMI 2008;214:144-53.
16. Rossolini G, Mantengoli E, et al. Epidemiology of Infections Caused by Multiresistant Gram-negative: ESBLs, MBLs, Panresistant Strains.New Microbiologica 2007;30:332-9.
17. Slama t. Gram-negative Antibiotic resistance: there is price to pay. Critical Care 2008;12:1-7.