• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Pelajaran:

Ketika pergi ke gereja seringkali kita untuk mempelajari tentang firman Tuhan, berdoa, dan bersekutu dengan orang percaya lainnya.

Ayat Hafalan:

“Itulah yang kuingini: Diam di rumah Tuhan seumur hidupku.” (Mzm. 27:4b)

Doa:

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami bersyukur atas pimpinan-Mu melalui minggu ini, sehingga kami dapat datang menyembah-Mu. Kami tahu bahwa ke gereja itu penting untuk mempelajari firman-Mu; diri-Mu adalah teladan bagi kami. Tolonglah kami untuk dapat tetap ke gereja dan tidak akan pernah meninggalkan-Mu. Haleluya, Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Perjamuan Paskah

Paskah menunjuk pada tiga peristiwa penting dalam tradisi orang Yahudi: (1) Makan bersama oleh keluarga Ibrani pada malam Allah melewati orang Yahudi, tetapi menulahi anak sulung Mesir sampai mati (Kel. 12-13). (2) Makan bersama tahunan oleh keluarga Yahudi untuk mengenang kembali makanan yang dimakan oleh kaum Yahudi di Mesir pada Paskah pertama (Kel. 12:24-30). (3) Perayaan tahunan tujuh hari, yang dirayakan dengan korban persembahan umum dan pribadi berbagi perjamuan Paskah, dilanjutkan selama satu minggu dengan memakan roti tidak beragi dan diakhiri dengan hari korban dan perayaan lainnya (2 Taw. 30:1-27).

PEMAHAMAN MURID-MURID

Mungkin beberapa orang murid Anda terbiasa ke gereja secara teratur, tetapi mungkin juga tidak mengerti dengan pasti mengapa mereka datang. Pelajaran ini adalah kesempatan yang baik untuk meneguhkan pentingnya datang ke gereja. Contoh: Yesus pergi ke Bait Allah untuk mempelajari firman Allah, agar dapat mendorong murid-murid Anda melakukan hal yang sama.

Bantulah murid-murid Anda agar dapat mengerti bahwa kita datang ke gereja karena berbagai alasan. Di antaranya yang paling umum adalah untuk beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah termasuk mempelajari firman-Nya, berdoa kepada-Nya, dan bersekutu dengan saudara seiman lainnya. Jemaat Kristen awal memberi teladan: ”Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam

Bayi Yesus Di Bait Allah

PELAJARAN

9

KOSA KATA PELAJARAN

Bait Allah:

Bangunan khusus untuk menyembah Allah.

Sulung:

Anak pertama di dalam keluarga.

Korban:

Persembahan kepada Allah; sesuatu yang istimewa yang kamu berikan.

Paskah:

Perayaan khusus yang diperingati oleh kaum Yahudi untuk mengingat Allah dalam membebaskan mereka dari Mesir.

persekutuan. Dan mereka selalu memecahkan roti dan berdoa (Kis. 2:42).

Gereja juga digambarkan sebagai tubuh Kristus (1 Kor. 12:27), biarkan murid-murid Anda menyadari bahwa mereka adalah bagian dari tubuh Kristus dan memainkan peranan yang penting di gereja. Setelah mereka mengerti mengapa harus datang ke gereja, maka keinginan untuk tinggal di rumah Tuhan itu akan terus bertumbuh.

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Ketika Yesus lahir, para gembala menemui-Nya. Bagaimana para gembala tahu bahwa sang Juruselamat itu telah lahir? (Malaikat Tuhan memberitahukan mereka.) Di mana mereka menemukan Yesus? (Di palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di penginapan.) Siapa lagi yang menemui Yesus? (Orang Majus dari timur.) Mereka mengikuti bintang sampai berhenti di atas tempat Yesus lahir. Apakah yang mereka bawa? (Emas, kemenyan dan mur.) Kelahiran Yesus begitu istimewa, karena telah dinantikan oleh banyak orang sejak lama. Allah telah menyiapkan rencana mengutus anak-Nya untuk menyelamatkan kita dari dosa. Oleh karena itulah, kita tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Sekarang, kita akan mempelajari tentang Yesus, setelah Dia dewasa. Sekalipun Yesus adalah Anak Allah, namun Dia harus tumbuh seperti kita adanya. Dia adalah seorang anak yang baik dan kita juga belajar dari pada-Nya bagaimana cara menjadi seorang yang baik itu.

Maria Dan Yusuf Membawa Yesus Ke Bait Allah

Sekarang tiba waktunya bagi Yusuf dan Maria untuk melakukan hukum Musa tentang apa yang harus dilakukan setalah bayinya lahir.

Mereka membawa Yesus ke Bait Allah dan mempersembahkan korban kepada-Nya seperti hukum Musa katakan, ”Setiap anak laki-laki pertama adalah milik Tuhan.” Hukum Tuhan juga menyebutkan orang tua harus membawa korban sepasang burung dara atau dua ekor merpati muda. Itulah yang dilakukan Yusuf dan Maria.

Simeon Melihat Bayi Yesus

Pada waktu itu, ada seorang yang bernama Simeon tinggal di Yerusalem. Dia adalah seorang yang saleh, yang mengasihi Allah, dan menantikan Allah yang menyelamatkan umat Israel. Roh Allah ada pada Simeon dan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan meninggal sebelum melihat Kristus Tuhan.

Ketika Yusuf dan Maria membawa Yesus ke bait Allah untuk melakukan hukum Musa tentang bayi yang baru lahir, maka Roh Allah menyuruh Simeon untuk ke Bait Allah. Lalu Simeon mengangkat bayi Yesus dan berkata, ”Tuhan, Engkau telah menggenapi janji-Mu kepada hamba-Mu, dan kiranya sekarang Engkau dapat membiarkanku mati dengan tenang. Dengan mataku sendiri aku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu yang telah Engkau sediakan di hadapan seluruh bangsa. Yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel.”

Hana Melihat Bayi Yesus

Ada juga seorang nabi perempuan yang bernama Hana, dan ia telah lanjut usia. Setelah menikah tujuh tahun lamanya, suaminya meninggal. Hana tidak pernah meninggalkan bait Allah, tetapi dengan tekun berdoa siang dan malam di sana dan berpuasa. Hana menghampiri Yusuf dan Maria, dan ia bersyukur kepada Allah. Hana mengatakan kepada semua orang yang sedang menantikan Allah menyelamatkan Yerusalem, yaitu Yesus.

Ketika Yusuf dan Maria telah melakukan semua hukum Tuhan yang harus dilakukan, maka mereka kembali. Anak itu semakin dewasa dan kuat. Dia dipenuhi dengan hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Yesus Dan Orang Tua-Nya Ke Yerusalem Untuk Merayakan Paskah

Setiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah. Dan ketika Yesus berumur dua belas tahun, mereka semua pergi ke sana untuk perayaan seperti biasanya. Setelah hari raya Paskah, maka orang tua Yesus kembali, tetapi mereka tidak tahu bahwa Yesus masih tetap tinggal di Yerusalem. Mereka kira bahwa Yesus ikut serta dalam rombongan lainnya, dan mereka pergi mencari-Nya sepanjang hari. Ketika mereka tidak dapat menemukan Yesus di antara kerabat dan teman mereka, maka mereka kembali ke Yerusalem untuk mencari-Nya.

Yesus Di Bait Allah

Pada hari ketiga, mereka menemukan Yesus di bait Allah sedang duduk di tengah para alim ulama. Dia mendengarkan dan mengajukan pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengar-Nya begitu heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.

Ketika orang tua Yesus menemukan-Nya, mereka tercengang. Sang ibu berkata kepada-Nya, ”Nak, mengapa Engkau berbuat demikian kepada kami? Bapa-Mu dan aku cemas mencari Engkau.”

Yesus berkata kepada mereka, ”Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus tinggal di rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak dapat mengerti apa yang dikatakan-Nya itu.

Yesus kembali ke Nazaret bersama dengan orang tua-Nya, dan tetap hidup dalam asuhan mereka. Ibu-Nya menyimpan semua perkara itu dalam hatinya.

Yesus makin dewasa dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

MENGULANG DAN PERTANYAAN

Isilah Tempat Yang Kosong Dan Tulislah Benar Atau Salah:

1. Di bait Allah ada seorang bernama Simeon yang menantikan untuk melihat (Kristus Tuhan).

2. Di bait Allah juga ada seorang perempuan bernama Hana. Apakah yang dilakukannya setiap hari? (Beribadah, berdoa dan berpuasa.)

3. Setiap tahun orang tua Yesus, pergi ke Yerusalem untuk merayakan hari raya (Paskah).

4. Dalam perjalanan kembali, siapakah yang ditemukan hilang oleh orang tua Yesus? (Yesus.)

5. Di manakah mereka menemukan Yesus? (Di bait Allah Yerusalem.)

6. Apakah yang Yesus lakukan di sana? (Mendengarkan para alim ulama dan mengajukan pertanyaan.)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Mengapakah kita ke gereja? Apakah yang kita lakukan di sana? 2. Apakah yang paling kamu sukai tentang datang ke gereja? 3. Apakah yang dapat kamu lakukan untuk menolong gereja?

AKTIVITAS 1

Lihatlah Lembar Kerja pada Buku Aktivitas Murid yang berjudul:

"Yesus Di Bait Allah" Bahan:

Karton putih dan coklat Kertas gambar putih Krayon atau spidol besar Gunting

Perekat Pola

Persiapan:

1. Perbanyak pola Yesus dan imam bait Allah. 2. Perbanyak pola bait Allah.

Cara:

1. Berikan setiap orang murid salinan pola bait Allah.

2. Berikan setiap orang murid pola Yesus dan imam bait Allah. Berilah warna kepada masing-masing pola dengan krayon atau spidol besar, lalu potonglah. 3. Tirukan cetakan tangan pada karton coklat, lalu potonglah. Rekatkan di tengah

pola bait Allah.

4. Rekatkan satu pola imam bait Allah pada setiap ujung jari. 5. Rekatkan pola Yesus pada tengah jari tangan.

6. Tuliskan Ayat Hafalan minggu ini di atas bait Allah dan tampilkan agar semua dapat melihat.

64

AKTIVITAS 2

"Datang Ke Gereja" Sasaran:

Mengingatkan pentingnya datang ke gereja dengan sukacita.

Persiapan:

Aturlah kursi dalam bentuk lingkaran besar, satu untuk setiap orang murid, kecuali untuk “dia”.

Bagaimana Cara Bermain:

1. Pilihlah seorang murid untuk menjadi si “dia.” Mintalah semua orang untuk duduk di dalam lingkaran. “Dia” berjalan dalam lingkaran, menunjuk satu orang murid dan berkata, ”Marilah ke gereja.” Yang ke dua berjalan keluar mengelilingi lingkaran.

2. Anak yang kedua lalu memilih yang lain, menunjuknya, dan yang ke tiga berjalan keluar mengelilingi lingkaran. Anak yang ketiga memilih yang keempat, begitu seterusnya.

3. Kapanpun si "dia" memilih, “dia” dapat berseru, ”kita di gereja.” Pada saat itu semua pemain yang berdiri berebut mencari satu kursi.

4. Teruskan bermain sampai semua pemain telah memiliki kesempatan “pergi ke gereja” atau berjalan keluar mengelilingi lingkaran.

Kitab Bacaan:

Mat. 3:1-17; 4:1; Mrk. 1:12; Luk. 3:1-18,21-22; Yoh. 1:19-34

Kebenaran Alkitab:

Yesus memberi teladan bagi kita untuk dibaptis.

Tujuan Pelajaran:

Kita semua harus dibaptis untuk menghapus dosa kita dan layak menuju ke surga.

Ayat Hafalan:

“Bertobatlah dan dibaptislah.” (Kis. 2:38b)

Doa:

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami memuji-Mu, Tuhan, karena anugerah dan kemurahan-Mu sungguh ajaib. Engkau rela datang ke dunia untuk mati bagi kami, sehingga kami dapat dibasuh dalam darah-Mu yang mahal. Dengan dibasuh dalam darah-Mu, maka semua dosa kami dapat diampuni. Ya, Tuhan, jangan biarkan kami melupakan kasih-Mu, dan biarlah hidup kami berharga bagi-Mu. Haleluya, Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Baptisan Untuk Pengampunan Dosa

Yesus pernah menekankan pentingnya baptisan dalam pernyataan ini, “Aku berkata padamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yoh. 3:5) Karena itu adalah penting seseorang menerima baptisan, agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Baptisan air memiliki kuasa untuk menghapuskan dosa. Rasul Petrus pernah berkhotbah di hadapan banyak orang: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu.” (Kis. 2:38) Yesus Kristus mati disalib agar darah-Nya dapat menghapuskan dosa dunia. Dengan kematian-Nya, semua manusia telah dibenarkan, dan siapapun yang memilih untuk dibasuh dalam darah-Nya yang mahal, maka akan menerima pengampunan dosa.

Orang Farisi Dan Orang Saduki

Orang Saduki adalah kumpulan para imam kepala. Dari mereka imam besar dipilih. Imam besar adalah kepala penguasa lokal, yang masih tunduk kepada gubernur Romawi. Orang Saduki berkepentingan menjaga keamanan posisi politik dan keagamaan mereka.