Ayat Hafalan:
“Hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.” (Luk. 1:47)
Doa:
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami bersyukur atas kasih-Mu yang ajaib. Karena Engkau telah datang ke dunia untuk menyelamatkan kami, maka kami beroleh jalan menuju ke surga. Tolonglah kami untuk selalu mengingat betapa Engkau mengasihi kami, dan kiranya kami dapat hidup menyenangkan-Mu. Haleluya, Amin.
PERSIAPAN MENGAJAR
Pernikahan Dan Ketidaksetiaan
Dalam budaya bangsa Yahudi, pasangan yang akan menikah akan saling bertunangan. Dengan begitu mereka saling menyatakan kesungguhan cinta di antara mereka, sekalipun masih tinggal bersama dengan orang tua mereka. Pertunangan itu berlangsung enam bulan sampai setahun lamanya. Lalu ada perjamuan besar, dan kemudian pasangan itu tinggal bersama. Ketika Maria mengandung anaknya, ia dan Yusuf baru pada tahap pertama pertunangan, belum tinggal bersama.
Karena Maria dan Yusuf itu masih bertunangan, maka keadaan Maria yang membuatnya seperti seorang yang tidak setia, dapat mengakibatkan sanksi sosial yang keras. Menurut hukum sipil bangsa Yahudi, Yusuf berhak menceraikannya, dan pihak berwenang dari bangsa Yahudi dapat merajamnya sampai mati.
(Ul. 22:23-24)
Kelahiran Juruselamat Kita,
Yesus Kristus
PELAJARAN
8
Kandang Dan Palungan (Atau “Tempat Makan Hewan”)
Rumah-rumah orang Palestina biasanya terdiri dari satu ruangan besar pada dua bagian, bagian yang satu untuk manusia dan yang lainnya untuk hewan. Kata Yunani 'kataluma' yang mana artinya adalah “penginapan”, tetapi arti sebenarnya adalah "rumah tinggal”. Maria tidak mendapatkan kamar bagi bayinya dan memakai palungan jerami untuk ternak. Para ibu biasanya membungkus bayi-bayi mereka dengan kain yang ketat yang disebut kain bedung. Hal itu untuk melindungi anggota badan bayi tersebut. Kemudian, Lukas mencatat adanya para gembala, yang ditugaskan untuk menjaga kawanan ternak pada malam hari, datang mengunjungi-Nya. Yesus dilahirkan oleh orang yang tidak terkenal dan yang mengunjungi-Nya pertama kalinyapun adalah kaum miskin.
PEMAHAMAN MURID-MURID
Apabila murid-murid Anda belum memiliki kesempatan untuk mengenal siapa Yesus dan perbuatan-Nya, maka pelajaran ini adalah permulaan yang baik. Bagi mereka yang telah dibaptis ketika bayi dan telah diajarkan pendidikan agama, mungkin mereka telah tahu siapa Yesus itu, tetapi kurang memiliki pemahaman yang jelas. Anda dapat memakai pelajaran ini untuk mengulang kembali beberapa kebenaran yang umum. Sedangkan bagi mereka yang yang baru dan yang belum dibaptis, maka inilah akan menjadi saat yang tepat untuk memperkenalkan mereka kepada Yesus Kristus, Juruselamat mereka.
Pertama, pastikan lebih dahulu untuk menjelaskan apa itu “Juruselamat”. Juruselamat adalah seseorang yang menyelamatkan orang lain dari bahaya. Bantulah mereka untuk memahami bahwa kita semua butuh keselamatan. Mungkin mereka menanyakan: Selamat dari apa? Kita perlu selamat dari kebinasaan, karena kita semua orang berdosa. Menurut hukum Allah, siapapun yang berdosa harus dihukum. (Rm. 6:23) Tanyakan kepada mereka, apakah ada dari antara mereka yang belum pernah melakukan kesalahan? Tentu saja, kita semua adalah orang berdosa, dan karena itulah kita layak dihukum. Tetapi Allah begitu mengasihi kita, sehingga Dia datang dalam daging dan rela mati bagi kita untuk menggantikan tempat kita. Dia mengambil hukuman kita di kayu salib, sehingga kita tidak perlu dihukum. Sebagai gantinya, Allah menyiapkan tempat khusus bagi kita, yaitu surga. Apabila kita percaya kepada Yesus dan dibasuh dalam darah-Nya yang berharga, maka kita juga dapat diselamatkan.
Dalam pelajaran hari ini, murid-murid Anda akan mempelajari tentang kelahiran sang Juruselamat dan Tuhan kita. Ambillah kesempatan ini untuk berbagi dengan mereka tentang kasih Allah yang ajaib dalam anak-Nya, Yesus Kristus.
KOSA KATA PELAJARAN
Roh Kudus:
Roh Allah yang kudus.
Juruselamat:
Seseorang yang menyelamatkan orang dari pada bahaya; nama Yesus berarti “penyelamat”; Yesus adalah Juruselamat.
Perawan:
Perempuan yang belum menikah.
Kemenyan dan Mur:
Dua jenis wewangian yang mahal; mur juga dipakai sebagai obat.
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai seorang pekerja penting bagi Tuhan. Kita menyebutnya adalah seorang nabi. Apakah kamu masih ingat siapa namanya? (Ya, benar. Yohanes Pembaptis.) Apakah yang Yohanes Pembaptis lakukan? (Dia menyerukan pertobatan kepada Allah dan membaptis banyak orang yang mengakui kesalahan mereka.) Dia melakukan semuanya ini untuk menyiapkan jalan bagi Juruselamat kita, Yesus Kristus. Sekarang kita akan belajar tentang cara Yesus dilahirkan.
Malaikat Menampakkan Diri Kepada Yusuf
Inilah cara Yesus dilahirkan. Seorang perempuan muda bernama Maria bertunangan dengan Yusuf. Tetapi sebelum mereka menikah, kedapatanlah bahwa Maria akan memiliki seorang anak dari kuasa Roh Kudus. Yusuf adalah seorang yang baik dan tidak ingin mempermalukan Maria di depan setiap orang. Lalu ia berencana menceraikannya dengan diam-diam.
Sementara Yusuf, yang berasal dari keluarga Daud, sedang merencanakan hal ini, maka malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi. Malaikat itu berkata, ”Yusuf, bayi yang dikandung oleh Maria adalah dari Roh Kudus, jadi pergilah dan nikahi dia. Setelah bayi itu lahir, berilah nama Yesus, karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari semua dosa mereka.”
Semua ini terjadi sehingga janji Tuhan akan menjadi nyata, seperti yang dinubuatkan oleh para nabi, ”Seorang perawan akan melahirkan bayi laki-laki, dan akan mendapat sebutan "Imanuel”, yang berarti: “Allah beserta kita”.
Ketika Yusuf terjaga dari mimpinya, ia menaati perintah malaikat Tuhan itu dan segera mengambil Maria sebagai istrinya. Tetapi mereka tidak bersetubuh sebelum anaknya itu lahir. Lalu Yusuf menamakan Dia Yesus.
Yesus Lahir Di Betlehem
Pada masa itu, kaisar Agustus memerintahkan agar setiap orang disensus. Sensus pertama ini dibuat ketika Kirenius menjadi gubernur Siria.
Semua orang pergi ke kampung halamannya masing-masing, agar nama mereka dicatat. Lalu Yusuf meninggalkan Nazaret di Galilea dan pergi ke Betlehem di Yudea. Dahulu kala, Betlehem adalah kampung halaman raja Daud, dan Yusuf pergi ke sana karena ia adalah keluarga Daud.
Maria, yang bertunangan dengan Yusuf dan akan segera melahirkan, pergi bersama dengan Yusuf. Ketika mereka di Betlehem, maka Maria melahirkan anak pertamanya. Dia mengenakan pakaian bayi kepada-Nya, dan membaringkan-Nya di palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di penginapan.
Para Malaikat Mengumumkan Kelahiran Yesus Kepada Para Gembala
Pada malam itu, di padang dekat Betlehem, beberapa orang gembala sedang menjaga kawanan domba mereka. Dalam sekejap malaikat datang kepada mereka dan cahaya kemuliaan Tuhan bersinar di sekeliling mereka. Para gembala itu ketakutan, tetapi para malaikat itu berkata, ”Jangan takut! Aku membawa kabar baik bagimu, yang akan membuat setiap orang menjadi sukacita. Hari ini telah lahir juruselamat bagimu, Kristus Tuhan, di kota Daud, dan inilah tandanya: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus oleh lampin dan terbaring di palungan.
Tiba-tiba, banyak malaikat lain yang turun dari surga bergabung memuji Allah. Mereka berkata: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Para Gembala Menemui Yesus
Setelah malaikat itu pergi dan kembali ke surga, maka para gembala itu saling berkata, “Mari kita pergi ke Betlehem dan melihat apa yang Tuhan telah katakan kepada kita!” Mereka segera pergi dan menemukan Yusuf dan melihat bayi itu terbaring di palungan.
Ketika para gembala melihat Yesus, maka mereka menceritakan kepada orangtua-Nya apa yang para malaikat katakan tentang-Nya itu. Dan semua orang terkejut, tetapi Maria menyimpan semuanya itu di dalam hatinya.
Setelah para gembala itu kembali, maka mereka memuji Allah. Semua yang mereka lihat dan dengar sama seperti yang malaikat telah katakan.
Orang Majus Menghadap Raja Herodes
Ketika Yesus lahir di Betlehem, Herodes adalah raja Yudea. Pada waktu itu orang majus datang dari timur ke Yerusalem, dan berkata, ”Di manakah anak yang dilahirkan sebagai raja orang Yahudi itu? Kami melihat bintang-Nya di timur dan datang untuk menyembah-Nya.”
Ketika raja Herodes mendengar hal ini, maka ia merasa kuatir, demikian juga semua orang lain di Yerusalem. Herodes memanggil para pemimpin orang Farisi dan para Ahli Taurat, dan bertanya kepada mereka, ”Di manakah Mesias itu dilahirkan?”
Mereka menjawab, ”Dia akan dilahirkan di Betlehem Yudea, seperti yang para nabi tuliskan: Betlehem di tanah Yudea, engkau adalah yang terpenting di antara kota-kota Yudea. Dari padamu akan lahir seorang pemimpin, yang akan seperti gembala bagi Israel.”
Orang Majus Menemui Yesus
Herodes dengan diam-diam memanggil para orang Majus dan bertanya kepada mereka: Kapan mereka pertama kali melihat bintang itu? Dia menyuruh mereka, ”Pergilah ke Betlehem dan carilah anak itu dengan hati-hati. Ketika kamu menemukan-Nya, maka beritahukan aku, karena aku juga ingin pergi dan menyembah-Nya.”
Orang Majus mendengarkan apa yang raja itu katakan, lalu pergi. Dan bintang yang mereka lihat di timur pergi mendahului mereka sampai berhenti di atas tempat di mana anak itu dilahirkan. Mereka senang melihat bintang itu.
Ketika mereka masuk ke rumah itu dan melihat anak itu dan ibu-Nya, Maria, mereka berlutut, dan menyembah-Nya. Lalu mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada-Nya. Kemudian mereka diperingatkan dalam mimpi, agar jangan kembali kepada Herodes, dan mereka kembali melewati jalan yang lain.
MENGULANG DAN PERTANYAAN
Isilah Tempat Yang Kosong Dan Pilihlah Benar Atau Salah:
1. Kapankah malaikat menampakkan diri kepada Yusuf, apakah yang ia minta agar Yusuf lakukan? (Menikahi Maria.)
2. Di manakah Yesus dilahirkan? (Betlehem.)
3. Ketika Yesus lahir, siapakah yang muncul di hadapan para gembala? (Malaikat.)
4. Siapakah orang lain yang menemui Yesus selain gembala? (Orang Majus dari timur.)
5. Mengapakah orang Majus ingin menemui Yesus?
(Mereka ingin menyembah-Nya dan memberikan-Nya persembahan.)
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Mengapakah kelahiran Yesus merupakan sesuatu yang ajaib?
2. Mengapakah Yesus harus datang ke dunia? Apakah yang Dia lakukan bagi kita?
3. Mengapakah Yesus disebut Juruselamat? Dari apakah kita diselamatkan oleh-Nya?
AKTIVITAS 1
"Pernyataan Malaikat" Bahan:
Kertas karton dari tisu toilet atau kertas kado Krayon
Tisu putih Karet gelang Perekat
Serbet kertas putih
Bahan Pilihan:
Permen tongkat
Magnet, atau plester magnet dalam gulungan dengan bahan yang telah direkatkan
Cara:
1. Berikan kepada setiap orang murid dua pipa kertas karton untuk boneka gembala dan malaikat.
2. Gambarkan wajah di atas setiap pipa dan rekatkan tisu di bawah untuk pakaiannya.
3. Taruhlah satu tisu di atas boneka gembala dan karet gelang untuk mengelilingi kepala gembala.
4. Rekatkan kertas tisu putih di belakang malaikat untuk sayapnya.
Pilihan:
1. Permen tongkat direkatkan ke gembala untuk membuat tongkatnya.
2. Tempelkan magnet di belakang boneka, sehingga mereka dapat ditaruh di atas kulkas, papan, dan lain sebagainya.
Lihatlah Lembar Kerja pada Buku Aktivitas Murid yang berjudul:
“Tempat Kelahiran Yesus” Bahan:
Kertas tisu beraneka warna Karton hitam Benang Pembuat lubang Gunting Pensil Perekat Penggaris Cara:
1. Tiru dan potonglah pola-pola yang ada pada halaman berikut. Potonglah bagian dalam pola sama dengan bagian luar.
2. Tiru dan potonglah pola di karton hitam.
3. Tirulah bagian dalam pola pada tisu berwarna, kosongkan ½ spasi pada semua sisi. Potonglah bagian luarnya.
4. Rekatkan potongan tisu berwarna di atas potongan karton hitam. 5. Pakai pembuat lubang pada pola-pola yang dimaksud.
6. Potong dan eratkan potongan benang melalui lubang untuk menyambungkan tempatnya. Lalu gantungkan.
Pilihan:
1. Agar lebih tahan lama, potonglah pola-pola itu dari papan.
2. Tutuplah dengan plastik adhesive bening. Lalu isi bagian dalam dengan potongan tisu kecil. Tutuplah dengan plastik adhesive kedua setelah selesai.
Kitab Bacaan:
Luk. 2:21-52
Kebenaran Alkitab:
Gereja adalah tubuh Kristus.
Tujuan Pelajaran:
Ketika pergi ke gereja seringkali kita untuk mempelajari tentang firman Tuhan, berdoa, dan bersekutu dengan orang percaya lainnya.
Ayat Hafalan:
“Itulah yang kuingini: Diam di rumah Tuhan seumur hidupku.” (Mzm. 27:4b)
Doa:
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami bersyukur atas pimpinan-Mu melalui minggu ini, sehingga kami dapat datang menyembah-Mu. Kami tahu bahwa ke gereja itu penting untuk mempelajari firman-Mu; diri-Mu adalah teladan bagi kami. Tolonglah kami untuk dapat tetap ke gereja dan tidak akan pernah meninggalkan-Mu. Haleluya, Amin.
PERSIAPAN MENGAJAR
Perjamuan Paskah
Paskah menunjuk pada tiga peristiwa penting dalam tradisi orang Yahudi: (1) Makan bersama oleh keluarga Ibrani pada malam Allah melewati orang Yahudi, tetapi menulahi anak sulung Mesir sampai mati (Kel. 12-13). (2) Makan bersama tahunan oleh keluarga Yahudi untuk mengenang kembali makanan yang dimakan oleh kaum Yahudi di Mesir pada Paskah pertama (Kel. 12:24-30). (3) Perayaan tahunan tujuh hari, yang dirayakan dengan korban persembahan umum dan pribadi berbagi perjamuan Paskah, dilanjutkan selama satu minggu dengan memakan roti tidak beragi dan diakhiri dengan hari korban dan perayaan lainnya (2 Taw. 30:1-27).
PEMAHAMAN MURID-MURID
Mungkin beberapa orang murid Anda terbiasa ke gereja secara teratur, tetapi mungkin juga tidak mengerti dengan pasti mengapa mereka datang. Pelajaran ini adalah kesempatan yang baik untuk meneguhkan pentingnya datang ke gereja. Contoh: Yesus pergi ke Bait Allah untuk mempelajari firman Allah, agar dapat mendorong murid-murid Anda melakukan hal yang sama.
Bantulah murid-murid Anda agar dapat mengerti bahwa kita datang ke gereja karena berbagai alasan. Di antaranya yang paling umum adalah untuk beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah termasuk mempelajari firman-Nya, berdoa kepada-Nya, dan bersekutu dengan saudara seiman lainnya. Jemaat Kristen awal memberi teladan: ”Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam