1. Kinerja Bank Umum Konvensional
1.2 Dana Pihak Ketiga (DPK)
1.5.2 Beban Operasional
Berdasarkan Grafik A.1.5.2.1 dibawah terlihat bahwa secara industri, BOPO pada triwulan III-2015 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu dari 81,40%
menjadi sebesar 81,82%. BOPO tertinggi terdapat pada kelompok KCBA (88,71%) diikuti oleh kelompok Bank Campuran (87,44%). Sedangkan BOPO terendah terdapat pada kelompok BUMN (74,36%). Rendahnya BOPO pada BUMN dikarenakan pendapatan operasionalnya yang relatif lebih besar dibandingkan dengan beban operasionalnya. Hal tersebut didukung oleh pendanaan program pemerintah yang biasanya disimpan di BUMN.
Disisi lain, kelompok KCBA memiliki pendapatan non bunga tertinggi yang berasal dari valas sebesar 63,86% dibandingkan kelompok bank lainnya (Tabel A.1.5.1.3). Hal ini mengingat kelompok KCBA memiliki infrastruktur, risk management dan metodologi yang relatif memadai dibandingkan dengan kelompok bank lainnya dalam kegiatan transaksi forex. Di samping itu, KCBA memiliki pasar yang lebih luas di pasar offshore baik pada regional maupun kantor pusatnya dalam hal diperlukan hedging atas transaksi forex tersebut di pasar offshore.
Tabel A.1.5.1.3
Proporsi Sumber Pendapatan Operasional Perbankan
Kenaikan
BUMN 79,41% 0,48% 3,39% 9,60% 7,11%
BUSD 82,11% 0,50% 6,27% 6,48% 4,64%
BUSND 95,13% 0,23% 0,01% 1,87% 2,77%
BPD 94,07% 0,23% 0,26% 1,45% 3,99%
Campuran 59,31% 0,51% 31,57% 6,37% 2,24%
KCBA 26,40% 2,39% 63,86% 6,62% 0,74%
Industri 76,24% 0,65% 11,64% 6,74% 4,73%
Jenis Bank Pendapatan Bunga
Pendapatan Non Bunga
Sumber: Diolah dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
1.5.2 Beban Operasional
Berdasarkan Grafik A.1.5.2.1 dibawah terlihat bahwa secara industri, BOPO pada triwulan III-2015 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu dari 81,40%
menjadi sebesar 81,82%. BOPO tertinggi terdapat pada kelompok KCBA (88,71%) diikuti oleh kelompok Bank Campuran (87,44%). Sedangkan BOPO terendah terdapat pada kelompok BUMN (74,36%). Rendahnya BOPO pada BUMN dikarenakan pendapatan operasionalnya yang relatif lebih besar dibandingkan dengan beban operasionalnya. Hal tersebut didukung oleh pendanaan program pemerintah yang biasanya disimpan di BUMN.
Grafik A.1.5.2.1
Struktur BOPO Berdasarkan Kepemilikan Bank (%)
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
Beban operasional bank berupa beban bunga yang pangsanya cukup signifikan diberikan kepada Bank Indonesia, bank lain, pihak ketiga bukan bank (nasabah penyimpan), dan beban bunga yang terkait dengan surat berharga, pinjaman yang diterima, koreksi atas pendapatan bunga, dan lainnya.
Secara industri porsi beban bunga terhadap beban operasional pada triwulan III-2015 menurun menjadi sebesar 47,61% dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 48,78%.
Penurunan beban bunga terutama disebabkan oleh penurunan beban kepada pihak ketiga bukan bank (24 bps) dan penurunan koreksi atas pendapatan bunga (40 bps).
Sementara porsi beban non bunga meningkat menjadi 52,39% dari sebelumnya 51,22%.
Peningkatan beban non bunga dikarenakan adanya peningkatan kerugian transaksi spot dan derivatif (426 bps), kerugian penjualan surat berharga (11 bps), dan kerugian penjualan kredit (2 bps).
BUMN BUSD BUSND BPD Campuran KCBA Industri
TW I '15 TW II '15 TW III '15
Tabel A.1.5.2.1
Komponen Beban Operasional Industri Perbankan (%)
Komponen Beban Operasional TW I '15 TW II '15 TW III '15
Beban Bunga 48,10 48,78 47,61
- Kepada Bank Indonesia 0,13 0,14 0,14
- Kewajiban pada Bank Lain 1,59 1,75 1,77
- Kepada Pihak Ketiga bukan Bank 55,46 56,08 55,84
- Surat Berharga 2,20 2,32 2,36
- Pinjaman yang diterima 1,22 1,13 1,16
- Lainnya 36,90 37,51 38,06
- Koreksi atas pendapatan bunga 2,51 1,08 0,68
Beban Non Bunga 51,90 51,22 52,39
- Penurunan Nilai/Kerugian Penjualan Surat Berharga 0,80 0,79 0,89
- Penurunan Nilai/Kerugian Penjualan Kredit 0,03 0,04 0,05
- Penurunan Nilai/Kerugian Penjualan Aset 0,00 0,00 0,01
- Kerugian Transaksi Spot dan Derivatif 23,51 20,24 24,50
- Penyusutan/Amortisasi 28,21 27,73 25,44
- Kerugian Penyertaan Equity 0,86 0,93 0,86
- Lainnya 46,58 50,28 48,25
TOTAL 100 100 100
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
Komponen beban bunga yang terdiri dari kewajiban kepada Bank Indonesia, pinjaman yang diterima, dan koreksi pendapatan bunga, masih didominasi oleh kelompok bank BUMN dengan porsi masing-masing 91,4%; 38,1%, dan 100%. Sementara, untuk komponen beban bunga kewajiban kepada bank lain, kepada pihak ketiga bukan bank, surat berharga, dan lainnya terbesar disumbang oleh kelompok BUSD dengan porsi masing-masing 33,7%;
45,4%, 52,4%, dan 55,5% (Tabel A.1.5.2.2).
Tabel A.1.5.2.2
Komponen Beban Bunga Kepemilikan Bank Terhadap Beban Bunga Industri
TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 Jumlah dlm Rp miliar 230 2.963345 4.475 94.761 141.555 5.9893.919 1.906 2.941 63.381 96.485 1.825 1.720 - BUMN 91,6% 91,4% 31,9% 30,7% 32,2% 32,3% 24,6% 25,0% 38,5% 38,1% 10,7% 11,0% 99,9% 100,0%
- BUSD 3,6% 3,9% 31,1% 33,7% 46,0% 45,4% 52,5% 52,4% 24,9% 24,8% 55,4% 55,5% 0,0% 0,0%
- BUSND 0,0% 0,0% 3,8% 3,9% 6,0% 6,0% 6,3% 5,9% 10,0% 9,8% 12,3% 12,2% 0,0% 0,0%
- BPD 4,6% 4,6% 12,6% 11,4% 10,1% 10,5% 9,7% 9,5% 5,4% 5,3% 17,1% 17,2% 0,0% 0,0%
- Campuran 0,0% 0,0% 6,6% 6,4% 3,3% 3,3% 3,4% 3,5% 19,4% 20,9% 3,9% 3,5% 0,0% 0,0%
- KCBA 0,1% 0,1% 14,0% 14,0% 2,4% 2,5% 3,6% 3,7% 1,8% 1,1% 0,7% 0,7% 0,0% 0,0%
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Kepada BI Kewajiban pd Bank Lain
Kepada Pihak
Ketiga Bukan Bank Surat Berharga Pinjaman yg
diterima Lainnya Koreksi atas Pendapatan Bunga Komponen Beban Bunga
Porsi Bank Berdasarkan Kepemilikan
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
Dilihat dari beban bunga berdasarkan kelompok bank, beban bunga tertinggi terdapat pada kelompok BUSD (48,6%), sedangkan terendah pada kelompok KCBA (2%) (Grafik A.1.5.2.2).
Tabel A.1.5.2.1
Komponen Beban Operasional Industri Perbankan (%)
Komponen Beban Operasional TW I '15 TW II '15 TW III '15
Beban Bunga 48,10 48,78 47,61
- Kepada Bank Indonesia 0,13 0,14 0,14
- Kewajiban pada Bank Lain 1,59 1,75 1,77
- Kepada Pihak Ketiga bukan Bank 55,46 56,08 55,84
- Surat Berharga 2,20 2,32 2,36
- Pinjaman yang diterima 1,22 1,13 1,16
- Lainnya 36,90 37,51 38,06
- Koreksi atas pendapatan bunga 2,51 1,08 0,68
Beban Non Bunga 51,90 51,22 52,39
- Penurunan Nilai/Kerugian Penjualan Surat Berharga 0,80 0,79 0,89
- Penurunan Nilai/Kerugian Penjualan Kredit 0,03 0,04 0,05
- Penurunan Nilai/Kerugian Penjualan Aset 0,00 0,00 0,01
- Kerugian Transaksi Spot dan Derivatif 23,51 20,24 24,50
- Penyusutan/Amortisasi 28,21 27,73 25,44
- Kerugian Penyertaan Equity 0,86 0,93 0,86
- Lainnya 46,58 50,28 48,25
TOTAL 100 100 100
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
Komponen beban bunga yang terdiri dari kewajiban kepada Bank Indonesia, pinjaman yang diterima, dan koreksi pendapatan bunga, masih didominasi oleh kelompok bank BUMN dengan porsi masing-masing 91,4%; 38,1%, dan 100%. Sementara, untuk komponen beban bunga kewajiban kepada bank lain, kepada pihak ketiga bukan bank, surat berharga, dan lainnya terbesar disumbang oleh kelompok BUSD dengan porsi masing-masing 33,7%;
45,4%, 52,4%, dan 55,5% (Tabel A.1.5.2.2).
Tabel A.1.5.2.2
Komponen Beban Bunga Kepemilikan Bank Terhadap Beban Bunga Industri
TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Kepada BI Kewajiban pd Bank Lain
Kepada Pihak
Ketiga Bukan Bank Surat Berharga Pinjaman yg
diterima Lainnya Koreksi atas Pendapatan Bunga Komponen Beban Bunga
Porsi Bank Berdasarkan Kepemilikan
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
Dilihat dari beban bunga berdasarkan kelompok bank, beban bunga tertinggi terdapat pada kelompok BUSD (48,6%), sedangkan terendah pada kelompok KCBA (2%) (Grafik A.1.5.2.2).
Tingginya beban bunga pada BUSD terutama dipengaruhi oleh beban bunga kepada pihak ketiga bukan bank (52,1%) dan beban bunga lainnya (43,5%) sebagaimana terlihat pada Tabel A.1.5.2.3.
Grafik A.1.5.2.2
Beban Bunga Berdasarkan Kepemilikan Bank
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
Tabel A.1.5.2.3
Proporsi Komponen Beban Bunga Per Kepemilikan Bank
TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15
Kepada Bank Indonesia 0,5% 0,5% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,1% 0,0%
Kewajiban pada Bank Lain 2,3% 2,2% 1,1% 1,2% 0,8% 0,8% 1,7% 1,6%
Kepada Pihak Ketiga bukan Bank 72,6% 73,4% 53,1% 52,1% 40,5% 40,4% 45,1% 45,5%
Surat Berharga 2,3% 2,4% 2,5% 2,5% 1,8% 1,7% 1,8% 1,7%
Pinjaman yang diterima 1,8% 1,8% 0,6% 0,6% 1,4% 1,4% 0,5% 0,5%
Lainnya 16,2% 17,0% 42,7% 43,5% 55,5% 55,7% 50,8% 50,7%
Koreksi atas pendapatan bunga 4,3% 2,8% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
TOTAL 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15
Kepada Bank Indonesia 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,1% 0,1%
Kewajiban pada Bank Lain 3,1% 3,1% 12,6% 12,4% 1,8% 1,8%
Kepada Pihak Ketiga bukan Bank 49,9% 51,3% 69,0% 69,2% 56,1% 55,8%
Surat Berharga 2,1% 2,3% 4,2% 4,5% 2,3% 2,4%
Pinjaman yang diterima 5,9% 6,7% 1,0% 0,6% 1,1% 1,2%
Lainnya 39,0% 36,6% 13,1% 13,3% 37,5% 38,1%
Koreksi atas pendapatan bunga 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 1,1% 0,7%
TOTAL 100% 100% 100% 100% 100% 100%
BPD
Campuran KCBA Industri
Komponen Beban Bunga
BUSD BUSND
Komponen Beban Bunga BUMN
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015 0,0%
BUMN BUSD BUSND BPD Campuran KCBA
24,6%
Dilihat dari komponen beban bunga secara industri, komponen terbesar masih tetap berasal dari pihak ketiga bukan bank atau DPK, yang menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu dari sebesar 56,08% menjadi 55,84%. Beban bunga pada DPK terutama disumbang oleh deposito (80,45%), diikuti oleh tabungan dan giro masing-masing sebesar 11,77% dan 7,77%. Tingginya porsi beban bunga DPK pada masing-masing kelompok bank sejalan dengan masih didominasinya sumber dana perbankan dari DPK (Tabel A.1.5.2.3).
Lebih lanjut, dilihat dari kelompok bank, besarnya beban bunga DPK tertinggi terdapat pada kelompok bank BUSD (45,40%) dan BUMN (32,31%). Tingginya beban bunga DPK pada kedua kelompok bank tersebut disumbang oleh beban bunga deposito, tercermin dari porsi beban bunga deposito terhadap industri masing-masing sebesar 45,14% (BUSD) dan 32,08%
(BUMN). Sementara itu, beban bunga deposito terendah terdapat pada kelompok KCBA sebesar 2,50% (Tabel A.1.5.2.4).
Tabel A.1.5.2.4
Proporsi Beban Bunga DPK terhadap Beban Bunga DPK Industri (%)*)
TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15
DPK 32,15 32,31 46,01 45,40 5,98 6,01
- Giro 28,73 29,57 37,32 36,63 1,64 1,64
- Tabungan 34,75 35,72 54,17 53,00 1,86 1,92
- Deposito 32,10 32,08 45,63 45,14 6,99 7,03
Beban Bunga thd Industri 24,83 24,59 48,61 48,62 8,28 8,30
TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15 TW II '15 TW III '15
DPK 10,13 10,51 3,33 3,30 2,40 2,46
- Giro 24,00 24,17 3,22 2,96 5,10 5,03
- Tabungan 7,84 7,97 0,89 0,90 0,49 0,49
- Deposito 9,16 9,57 3,69 3,68 2,43 2,50
Beban Bunga thd Industri 12,60 12,90 3,74 3,59 1,95 1,99
Komponen BPD Campuran KCBA
Komponen BUMN BUSD BUSND
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI), September 2015
*)perhitungan data didapat dengan membandingkan jumlah komponen DPK masing-masing kelompok bank terhadap komponen DPK industri perbankan.