• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Proses Pembelajaran

1. Beberapa Metode Pembelajaran

Pembelajaran dapat dikatakan berhasil salah satunya dipengaruhi oleh penerapan metode pembelajaran yang tepat guna. Artinya metode yang diterapkan sesuai dengan sub pokok bahasan akan dapat mengantarkan pada tujuan yang diharapkan. Cara guru mengajar di

kelas tidak terlepas dari penerapan metode mengajar yang disesuaikan dengan sub pokok bahasan yang diberikan kepada siswa. Ada 5 (lima) prinsip di dalam memilih metode mengajar yaitu :

a. Asas maju berkelanjutan (continuous progress) yang artinya memberi kemungkinan kepada murid untuk mempelajari sesuatu dengan kemampuannya.

b. Penekanan pada belajar sendiri, artinya anak-anak diberi kesempatan untuk mempelajari dan mencari sendiri bahan pelajaran lebih banyak lagi dari pada yang diberikan oleh guru.

c. Bekerja secara team, di mana anak-anak dapat mengerjakan sesuatu pekerjaan yang memungkinkan anak bekerja sama.

d. Multidisipliner artinya memungkinkan anak-anak untuk mempelajari sesuatu meninjau dari berbagai sudut. Misalnya masalah rambut gondrong dapat dilihat dari sudut kesehatan, keindahan dan pandangan orang.

-e. Fleksibel, dalam arti dapat dilakukan menurut keperluan dan keadaan. 16

Selain prinsip-prinsip tersebut di atas, sebagai guru dalam memilih metode mengajar harus menguasai secara betul metode-metode yang diterapkan. Sebab dengan menguasai metode-metode mengajar sangat mempengaruhi terhadap tercapainya tujuan yang diharapkan.

Menurut Winamo Surakhmad dalam bukunya “Interaksi mengajar dan belajar” yang telah dikutip oleh Zuhairini dkk, mengemukakan berbagai metode mengajar di dalam kelas, yaitu :

a. Metode ceramah. b . Metode tanya jawab

16 Engkoswara. Dasar-Dasar Metodologi Pengajaran, (Jakarta Aksara, 1988), Cetakan kedua, hal. 46.

c. Metode diskusi

d. Metode pemberian tugas belajar/resitasi e. Metode demonstrasi dan eskperimen f. Metode bekerja kelompok

g. Metode sosiodrama dan bermain peranan. h. Metode karya wisata

i. Metode drill (latihan teaching).

j. Metode system regu (team teaching)17

Abdurrahman Saleh dalam bukunya “Didaktik Pendidikan Agama di Sekolah Dasar”, juga mengemukakan hal yang hampir sama, yaitu :

a. Metode ceramah. b. Metode Tanya jawab. c. Metode diskusi. d. Metode demonstrasi. e. Metode sosiodrama.

f. Metode pemberian tugas.18

Untuk lebih jelasnya secara singkat di bawah ini akan diuraikan tentang metode mengajar,

a. Metode Ceramah.

Metode ceramah ialah : “Suatu metode di dalam pendidikan dimana cara menyampaikan pengertian-pengertian materi kepada anak didik dengan jalan penerangan dan penuturan secara lisan”.19 Pelaksanaan metode ceramah yang wajar terletak dalam pemberian

17 Zuhairini, dkk., Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya : Usaha Nasional, 1983, hal. 82.

18 Abdurrahman Saleh dalam bukunya Didaktik Pendidikan Agama di Sekolah Dasar

fakta atau pendapat dalam waktu yang singkat kepada jumlah pendengar yang besar dan apabila cara lain tidak mungkin ditempuh, misalnya karena tidak ada bahan bacaan atau menyimpulkan serta memperkenalkan sesuatu yang baru.

Alasan metode ceramah digunakan dalam pengajaran di kelas dian taranya:

1) Ceramah dilakukan untuk membangkitkan atau menarik perhatian anak-anak atau memberikan gambaran umum tentang suatu persoalan supaya kemudian diselidiki atau dipelajari anak- anak.

2) Ceramah dilakukan apabila bahan yang akan disampaikan dirasakan kurang atau sukar diperoleh anak-anak.

3) Ceramah dilakukan apabila anak-anak mendapat kesulitan di dalam mempelajari sesuatu.

4) Ceramah dilakukan bila metode lain sukar digunakan. Misalnya ruangan sempit, murid banyak, buku atau sumber pelajaran kurang.20

Metode ceramah merupakan metode mengajar yang sampai saat ini masih mendominasi atau paling banyak digunakan guru dalam dunia pendidikan. Hal ini dapat dimaklumi karena metode ceramah paling mudah dilakukan guru, apalagi karena guru sudah terbiasa dan umumnya belum merasa puas dan belum terasa mengajar apabila belum banyak berceramah. Namun demikian, walaupun metode ceramah merupakan metode yang paling mudah dilakukan

oleh guru tidak tertutup kemungkinan adanya kelebihan dan kekurangan dari metode ceramah.

Diantara yang termasuk kelebihan dalam metode ceramah ialah : 1) Metode ini murah dan mudah dilakukan guru; hanya dengan

bermodalkan suara yang ada, guru dapat melaksanakannya. 2) Materi yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-

pokoknya oleh guru dalam waktu singkat. Sedangkan materi yang sedikit dapat disampaikan guru dalam waktu agak panjang dengan berbagai contoh dan kaitannya dengan hal-hal lain, di samping humor.

3) Guru dapat menjelaskan dengan menonjolkan bagian-bagian materi yang penting.

4) Melalui metode ini guru dapat dengan mudah menguasai kelas. 5) Organisasi kelas dapat diatur menjadi lebih sederhana. 21

Kemudian kekurangan metode ceramah diantaranya :

1) Terlalu sering menggunakan metode ini dapat membuat kebiasaan yang kurang baik, yaitu siswa selalu ingin diceramahi. 2) Informasi yang diceramahkan mudah usang atau ketinggalan

sehubungan dengan abad globalisasi informasi sekarang ini. 3) Apa yang diceramahkan guru adalah apa yang diingatnya pada

waktu itu, sedangkan yang tidak diingat guru, tak mungkin dijelaskan.

4) Siswa yang menerimanya tidak selalu baik apabila dihubungkan dengan pendengaran, siapa tahu ada yang pendengarannya sudah kurang atau guru yang menerangkannya kurang jelas.

5) Tidak semua siswa memiliki daya tangkap yang tajam, sering ' terjadi dari apa yang dijelaskan guru, hanya terungkap oleh

fciswa sebagian saja atau terjadi salah tangkap.

6) Metode ini kurang merangsang pengembangan kreativitas dan keterampilan mengemukakan pendapat bagi sisw a.22

21 Sudirman, el, al., Ilmu Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 1992), Cetakan keenam, hal. 113-114.

Metode ceramah selain ada kelebihannya juga ada kekurangannya. Oleh karena itu dengan melihat adanya kekurangan dan kelebihan dalam metode ceramah, maka guru yang secara langsung berhadap-hadapan dengan siswa untuk memberikan pengajaran dengan metode ceramah mampu menyajikan pelajaran optimal mungkin, sehingga pelajaran yang disampaikan betul-betul dapat mencapai sasaran yang diharapkan dan sebagai guru harus dapat melakukan langkah-langkah dalam mempersiapkan metode ceramah yang efektif. Langkah-langkah mempersiapkan metode ceramah yang efektif yaitu dengan :

1) Rumuskan tujuan instruksional khusus yang luas.

2) Selidiki apakah metode ceramah merupakan metode yang paling tepat.

3) Susun bahan ceramah, Gunakan bahan pengait atau advance

organize, yaitu materi yang mendahului kegiatan belajar yang tingkat abstraksinya dan inklisivitasnya lebih tinggi dari kegiatan belajar tersebut, tetapi berhubungan secara integral dengan bahan baru itu.

4) Penyampaian bahan : Keterangan singkat tapi jelas, gunakan papan tulis. Bila perlu katakana dengan kata-kata lain. Berikan ' ilustrasi, beri keterangan tambahan, hubungkan dengan masalah

lain, berikan beberapa contoh yang singkat, kongkret dan yang telah dikenal oleh siswa.

5) Adakan rencana penilaian. Tentukan teknik dan prosedur penilaian yang tepat untuk mengetahui tercapai atau tidak tujuan khusus yang telah dirumuskan.2' *

J.J. Hasibuan & Moedjiono, Proses Pelajar Mengajar, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 1993), hal. 13.

Segala aktivitas dipersiapkan dalam memberikan pelajaran dengan metode ceramah, sangat besar pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Adanya interaksi diantara guru dengan siswa terhadap pelajaran yang disampaikan merupakan salah satu faktor bahwa metode ceramah dapat dikatakan hidup dan dapat berjalan.

b. Metode tanya jawab

Metode tanya jawab ialah : “Penyampaian pelajaran dengan jalan guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. Atau suatu metode di dalam pendidikan dimana guru bertanya sedang murid menjawab tentang bahan/materi yang ingin diperolehnya. " Hal yang senada juga disampaikan oleh Sudirman dkk, bahwa metode tanya jawab ialah : “Cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru”.

Metode tanya jawab mempunyai andil yang cukup besar dalam meningkatkan pembelajaran. Karena dalam metode pembelajaran dari berbagai pihak akan mempunyai peranan yang sama. Apabila guru mengajukan pertanyaan kepada murid, maka murid berusaha 24 25

24 Zuhairim, dkk., Op. Cit., hal. 86. 25 Sudirman dkk., Op.Cit., hal.l 19.

untuk memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh guru. Begitu juga apabila murid mengajukan pertanyaan kepada guru, maka guru akan berusaha semaksimal mungkin memberikan jawaban yang benar.

Dalam proses pembelajaran, bertanya memegang peranan yang penting, sebab pertanyaan yang tersusun baik dengan teknik pengajuan yang tepat akan :

1) Meningkat partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 2) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap

masalah yang sedang dibicarakan.

3) Mengembangkan pola piker dan belajar aktif siswa, sebab berpikir itu sendiri adalah bertanya.

4) Menuntun proses berpikir siswa, sebab pertanyaan yang baik akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik.

5) Memusatkan perhatian murid terhadap masalah yang sedang dibahas.26

Suatu pertanyaan yang baik ditinjau dari segi sisinya, tetapi cara mengajukannya tidak tepat, akan mengakibatkan tidak tercapai tujuan yang dikehendaki. Oleh karena itu aspek teknik dari pertanyaan harus pula dipakai dan dilatih, agar pengajar dapat menggunakan pertanyaan secara efektif dalam proses pembelajaran. Pertanyaan yang berbelit-belit akan mengakibatkan kerancuan suatu

pertanyaan, akibatnya responden yang diberikan pertanyaan akan mengalami kesulitan untuk menjawab.

Supaya pertanyaan mengenai sasaran yang tepat, perlu diperhatikan faktor-faktor dalam mengajukan pertanyaan, di antaranya:

1) Kejelasan dan kaitan pertanyaan. 2) Kecepatan dan selang waktu. 3) Arah dan distribusi penunjukkan. 4) Teknik reinforcement.

5) Teknik menuntun dan menggali (promting and probing).27

Pertanyaan hendaknya diajukan dengan jelas, serta nampak kaitannya antara jalan pikiran yang satu dengan yang lain. Hindari kebiasaan-kebiasaan yang jelek dalam bertanya. Usahakan menyampaikan pertanyaan dengan jelas serta tidak tergesa-gesa. Begitu pertanyaan selesai diucapkan, berhentilah sejenak untuk memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir, sementara itu, sambil memonitor kelas, apakah sudah ada yang siap menjawab.

Pertanyaan hendaknya diajukan ke seluruh kelas. Sesudah diberi kesempatan berpikir, barulah menunjuk seseorang untuk menjawabnya. Usahakan agar pertanyaan diberikan secara merata ke seluruh kelas. Teknik reinforcement perlu dibangkitkan, karena

untuk menimbulkan sikap yang positif pada siswa serta meningkatkan prestasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar sehingga memungkinkan tercapainya tujuan belajar yang lebih baik.

Metode tanya jawab selain terdapat kebaikan juga ada kelemahan-kelemahannya. Dari segi kebaikan metode tanya jawab diantaranya :

1) Situasi kelas akan lebih hidup, karena anak-anak aktif berpikir dan menyampaikan buah pikirannya dengan melalui berbicara/menjawab pertanyaan.

2) Sangat positif sekali untuk melatih anak agar berani mengemukakan pendapatnya dengan lisan secara teratur.

3) Timbulnya perbedaan pendapat di antara anak-anak akan membawa kelas pada situasi diskusi.

4) Mendorong murid lebih aktif dan bersungguh-sungguh, dalam arti murid yang biasanya segan mencurahkan perhatian akan lebih berhati-hati dan aktif mengikuti pelajaran.

5) Walaupun anak lambat tetapi guru dapat mengontrol pemahaman/pengertian murid pada masalah yang dibicarakan.:s

Dilihat dari segi kebaikannya, maka metode tanya jawab dipandang mampu menghidupkan kegiatan belajar mengajar, sebab diantara guru dan murid saling berinteraksi (hubungan timbal balik) dalam memecahkan persoalan sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Murid yang tadinya kurang aktif atau pendiam setelah mendapatkan pertanyaan dari guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan jawaban. Keaktifan murid dalam

kegiatan tanya jawab memberikan andil yang cukup besar terutama dalam mencermati pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, sehingga dengan memahami suatu pertanyaan murid akan lebih mudah untuk memberikan jawaban.

Perbedaan dalam tanya jawab merupakan hal yang biasa terjadi. Terjadinya perbedaan dalam suatu masalah akan memberikan nuansa baru bagi siswa dan guru. Di sinilah guru berperan untuk memberikan penengah atau kesimpulan-kesimpulan dari adanya perbedaan. Kesimpulan yang dibuat harus disimpulkan yang benar, sehingga murid akan mampu memahami dan mengerti tentang apa sebenarnya yang menjadi perbedaan dalam tanya jawab.

Tanya jawab apabila dilihat dari segi negatif, dapat disampaikan kriteria-kriteria sebagai berikut :

1) Apabila terjadi perbedaan pendapat akan memakan banyak waktu untuk menyelesaikannya; dan lebih dari itu, kadang- kadang murid dapat menyalahkan pendapat guru (besar resikonya).

2) Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian anak, terutama apabila terdapat jawaban-jawaban yang kebetulan menarik perhatiannya pada hal bukan sasaran yang dituju.

3) Kurang dapat secara cepat merangkum bahan-bahan pelajaran. 29

Metode tanya jawab selain ada kelamahan juga ada kelebihannya, oleh karena itu guru yang secara langsung

hadapan dengan siswa mempunyai andil yang cukup besar. Apabila mengalami kejanggalan-kejanggalan atau penyimpangan dalam tanya jawab segera mungkin guru membetulkan. Sehingga setiap ada persoalan dengan cepat diselesaikan sesuai dengan fakta yang ada, sebagai siswa yang awam dan sangat membutuhkan jawaban dengan mudah mendapatkan gambaran yang kongkrit terhadap masalah-masalah yang sedang dilakukan dalam tanya jawab,

c. Metode diskusi.

Metode diskusi merupakan salah satu metode pengajaran yang memungkinkan adanya interaksi (hubungan timbal balik) diantara siswa dengan siswa, atau bisa juga siswa dengan guru. Metode diskusi ialah : “ Suatu metode di dalam mempelajari bahan atau menyampaikan bahan dengan jalan mendiskusikannya, sehingga berakibat menimbulkan pengertian serta perubahan tingkah laku murid”.30 31

Adapun masalah yang baik untuk didiskusikan ialah :

1) Menarik minat anak-anak yang sesuai dengan taraf usianya dan merupakan masalah yang up to date.

2) Mempunyai kemungkinan pemecahan lebih dari satu jawaban yang masing-masing dapat dipertahankan; kemudian berusaha menemukan jawaban yang setepat-tepatnya dengan jalan musyawarah (diskusi)/1

30 Zuhairini dkk., Op. Cit., hal. 89 31 lbid, hal 89

Diskusi akan dinilai berjalan dengan baik, apabila seluruh anggota diskusi aktif, artinya setiap memiliki permasalahan dalam diskusi dapat dipecahkan bersama dengan musyawarah. Kesiapan bahan pelajaran yang didiskusikan akan nampak ketika diskusi sedang berlangsung. Siswa yang kurang menguasai bahan pelajaran dan kurangnya berkomunikasi dengan lancar dalam diskusi secara langsung dapat dinilai. Begitu juga sebaliknya bagi siswa yang sudah menguasai bahan pelajaran kemudian diikuti dengan kemampuan yang baik sangat mendukung terhadap proses kegiatan diskusi.

Metode diskusi dilihat dari segi kelebihannya dapat disampaikan sebagai berikut:

1) Merangsang kreativitas siswa dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa dan terobosan dalam pemecahan suatu masalah.

2) Membiasakan siswa untuk bertukar pikiran dengan teman atau pihak lain dalam mengatasi suatu masalah yang sangat diperlukan bagi siswa setelah kembali ke dalam masyarakat (keluarga dan dunia kerja).

3) Keterampilan menyajikan pendapat, mempertahankan pendapat, menghargai dan menerima pendapat orang lain, serta sikap demokratis dapat dibina melalui diskusi.

4) Cakrawala berpikir menjadi lebih luas dalam mengatasi suatu masalah.

5) Hasil diskusi adalah hasil pemikiran bersama dan dipertanggungjawabkan bersama, yang melibatkan banyak orang.32 33

Selain ada kelebihannya dalam berdiskusi, juga terdapat kekurangan-kekurangannya, diantaranya :

1) Menentukan masalah yang tingkat kesulitannya dan menarik sesuai dengan tingkatan siswa tersebut, bukanlah pekerjaan yang mudah.

2) Sering pembicaraan diborong oleh hanya 2 - 3 orang siswa yang telah terbiasa dan terampil mengemukakan pendapat. Sedangkan kebanyakan siswa lainnya kurang mendapat kesempatan, padahal, siapa tahu ada mutiara pemikiran terpendam pada mereka yang tidak berbicara itu.

3) Memerlukan waktu yang agak longgar karena sering terpaksa memperpanjang waktu dari yang direncakan.

4) Kadang-kadang pembahasan dapat meluas dan mengambang sehingga sasaran untuk pemecahan masalah pokok menjadi kabur. 3

Kegiatan diskusi merupakan salah satu kegiatan yang melatih siswa untuk lebih kreatif terutama dalam mengemukakan pendapat sesuai dengan tema yang didiskusikan. Peranan guru dalam diskusi sebagai monitoring artinya kegiatan diskusi diserahkan kepada sisa sepenuhnya, kemudian pada akhir diskusi guru memberikan kesimpulan-kesimpulan dari apa yang telah didiskusikan. Kesimpulan yang dibuat guru merupakan kesimpulan yang akurat dan dapat diuji kebenarannya.

32 Sudirman, dkk. Op.Cit., hal. 151. 33 Ibid.t hal. 151-152

Metode pemberian tugas belajar adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.34 35 Siswa setelah diberikan tugas akan mempunyai kesibukan-kesibukan dalam menyelesaikan tugas tersebut, misalnya tugas membuat rangkuman pelajaran, tugas membuat makalah, tugas mengadakan observasi, tugas mendemonstrasikan sesuatu dan lain sebagainya.

Memberikan tugas kepada siswa disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, sampai siswa betul-betul mampu mengerjakan pekerjaan yang diberikan. Kelebihan metode pemberian tugas, diantaranya :

a. Tugas lebih merangsang siswa untuk belajar lebih banyak, baik pada waktu di kelas maupun di luar kelas; atau dengan kata lain, baik siswa dekat dengan guru maupun jauh dari guru,

b Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa yang diperlukan dalam kehidupan kelak.

c. Tugas lebih menyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya, atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari.

d. Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar karena kegiatan-kegiatan belajar dilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.

e. Metode ini dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.3:1 d. Metode pemberian tugas belajar

'4 Sudiman, dkk., Op. Cit., hal. 141 35 Ibid., hal. 142.

Selain terdapat kelebihan juga metode penugasan memiliki kekurangannya, diantaranya :

a. Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain.

b. Khusus tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan yang menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik. c. Pemberian yang terlalu sering dan banyak, apabila tidak disertai

penilaian tersendiri sering menjadi beban dan keluhan siswa. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari metode pemberian tugas guru yang berperan dalam pembelajaran bertugas memberikan soal-soal harus memberikan materi tugas yang diberikan atau pekerjaan yang perlu diselesaikan siswa harus jelas. Pertanyaan yang jelas memberikan andil yang cukup besar bagi siswa untuk berusaha semaksimal mungkin menjawab sesuai dengan tugas yang diberikan. Tujuan tugas yang diberikan kepada siswa akan lebih baik apabila dijelaskan kepada siswa, hal ini dimaksudkan untuk memotivasi belajar siswa, sebab siswa mengetahui kegunaan tugas yang akan diselesaikan.36

Keterampilan berasal dari kata dasar trampil diberi awalan ke dan akhiran an. Trampil : “Cekatan; cakap mengerjakan sesuatu.”37 Keterampilan “Kecekatan; kecakapan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat (dengan keahlian).” '8 Guru adalah : “Orang yang kerjanya mengajar”.39

Ketrampilan mengajar guru merupakan sosok atau figur yang mempunyai bekal keahlian tertentu untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa tentang ajaran agama, sehingga dengan diberikannya ajaran agama tersebut diharapkan dapat diterima, dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuan.

Seorang yang mengajar ilmu pengetahuan umum maupun ilmu pengetahuan agama disebut sebagai guru. Oleh karena itu :

“Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa memiliki keahlian sebagai guru. Orang yang pandai berkata sekalipun belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang professional yang harus menguasai betul seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan

37 W.J.S. Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Cetakan VII, (Jakarta : Balai Pustaka, 1984)., hal. 1088

38 Ibid.

39 Ibid., hal. 335.

Dokumen terkait