BAB II KAJIAN PUSTAKA
E. Penelitian yang Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Yaswinto tentang “Perbedaan coping stress pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Abad dan Dakwah Iain Tulungagung dalam Penyusunan Skripsi”. Adapun hasil tingkat stres penelitian ada dua kategori yaitu: 75% memiliki tingkat stres tinggi, dan 25% tingkat stres rendah. Ada 8 mahasiswa Tasawuf Psikologi (87,5%) memiliki strategi nilai problem focused coping lebih besar dari pada emotional focused coping yang berjumlah 12.5%.
Dari penelitian ini mahasiswa penulis skripsi lebih condong menggunakan problem focused coping pada saat mengendalikan emosi, perasaan tekanan-tekanan yang dirasakan pada saat menyusun skripsi.
28 BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini memuat beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian antara lain jenis penelitian, subyek penelitian, teknik dan instrumen pengumpulan data, validitas, reliabilitas, dan teknik analisis data.
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survei. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Hal ini sejalan dengan pendapat Furchan (2007) mengatakan penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitian dilakukan, menjelaskan data apa adanya dalam situasi sekarang.
Penelitian deskriptif ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2015/2016. Selain itu berdasarkan analisis data pencapaian pengukuran tingkat coping stres penulis skripsi, maka dapat diketahui item-item coping stres mana saja yang perlu ditangani.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Universitas Sanata Dharma pada mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 Program Studi Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama 2 minggu pada bulan Juni.
C. Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Mahasiswa angkatan 2012 berjumlah 60 mahasiswa, populasi diambil secara acak, oleh karena itu sampel penelitian ini dipilih dengan teknik simple random sampling. Alasan memilih mahasiswa penulis skripsi karena ingin melihat sejauh mana mahasiswa yang sedang menulis skripsi bisa melakukan coping stres. Rincian subjek penelitian dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2 Subjek Penelitian
D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data
Sugiyono (2010) menjelaskan bahwa, teknik pengumpulan data merupakan langkah yang penting dalam suatu penelitian, karena tujuan utama penelitian adalah untuk memperoleh data.
Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data yang sesuai, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang sesuai dengan standar data yang ditetapkan. Data merupakan suatu bahan yang sangat diperlukan untuk diteliti atau dianalisis. Oleh karena itu,
Subjek Penelitian Jenis Kelamin
Laki-laki Perempuan Mahasiswa
Angkatan 2012 17 36
Total 53
diperlukan suatu teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berbentuk kuesioner yang disusun oleh peneliti menggunakan teknik penyusunan skala likert dan skala tingkah laku.
2. Instrumen Pengumpulan Data
Sugiyono (2012) mengemukakan bahwa, dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. Instrumen dalam penelitian kuantitatif dapat berupa tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan kuesioner.
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2012).
Kuesioner cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 instrumen berupa 1 kuesioner dan 1 skala pengukuran berbentuk tingkah laku seperti pada penjelasan di bawah ini.
a. Kuesioner coping stres
Kuesioner yang disusun oleh peneliti menggunakan teknik penyusunan skala likert. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya (Sugiyono, 2010). Item-item dalam kuesioner ini dibuat berdasarkan 2 fungsi coping stres yaitu emotional focused coping (usaha untuk mengontrol respon emosional terhadap situasi yang sangat menekan) dan problem focused (usaha untuk mengurangi stressor dengan keterampilan yang baru untuk mengubah situasi, keadaan atau pokok permasalahan Lazarus dan Folkman (Safaria dan Saputra, 2009).
Pernyataan yang terdapat dalam inventori coping stres ini terdiri dari pernyataan positif (favourable) dan pernyataan negatif (unfavourable). Pernyataan postif (favourable) merupakan perilaku yang sesuai untuk menggambarkan coping stres mahasiswa penulis skripsi. Sedangkan pernyataan negatif (unfavourable) yaitu perilaku yang tidak sesuai untuk menggambarkan coping stres mahasiswa penulis skripsi.
Skala pengukuran kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk model skala likert dengan mengunakan 4 pilihan jawaban, yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012). Norma skoring yang dikenakan terhadap
pengolahan data yang dihasilkan instrumen ini ditentukan pada tabel 3 berikut.
Tabel 3
Norma Skoring Inventori Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi
Alternatif Jawaban Skor Favourable
Skor Unfovourable
Sangat Sesuai 4 1
Sesuai 3 2
Tidak Sesuai 2 3
Sangat Tidak Sesuai 1 4
Skoring dilakukan dengan cara menjumlahkan jawaban responden pada masing-masing item. Dengan demikian dapat diketahui tingkat coping stres pada subjek penelitian ini.
Semakin tinggi jumlah skor yang diperoleh, maka semakin baik kemampuan mahasiswa melakukan coping stres saat menulis skripsi. Sebaliknya, semakin rendah jumlah skor yang diperoleh, maka semakin rendah pula coping stres mahasiswa penulis skripsi. Rekapitulasi kuesioner yang tertera dalam bentuk alat instrumen yang telah tersusun pada Lampiran 1.
Konstruksi Instrumen yang digunakan dalam kuesioner adalah pernyataan yang diharapkan dapat mengungkapkan perubahan-perubahan positif dalam diri mahasiswa yang erat kaitannya dengan coping stres. Lazarus dan Folkman (Safaria
dan Saputra, 2009) menjelaskan tentang aspek dan indikator coping stres disajikan dalam Tabel 4.
Tabel 4
Kisi–kisi Kuesioner Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi
Aspek Indikator
a. Seeking social emotional = Mencari dukungan sosial yang bersifat emosional
1, 2, 3 4, 5 5
b. Distancing = Upaya kognitif atau membuat harapan positif
6, 7, 8, 9 10, 11 6
d. Self control = Pengendalian emosi atau mengatur perasaan
20, 21 22, 23, 24, 25
6 e. Accepting responsibility =
Menerima tanggung jawab
26, 27,
Menilai masalah dari positif yang bersifat religious
a. Seeking informasional support
= Mencari dukungan informasi
38, 39, 40, 41
42, 43 6
b. Confrontive coping =
Menyelesaikan masalah secara
c. Planful problem solving = Perencanaan pemecahan
b. Skala tingkat stres
Kuesioner yang disusun oleh peneliti menggunakan teknik penyusunan bentuk skala tingkah laku. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara memberikan seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010).
Skala pengukuran tingkat stres yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk semantic defferential model skala tingkah laku dengan memberi tanda centang pada angka atau pertengahan angka yang menunjukkan kecenderungan ratee (mahasiswa) pada sifat yang sesuai dengan kondisi atau kenyataan, dimana semakin kecil angka yang dicentang maka tingkat stres rendah, sebaliknya semakin tinggi besar angka yang dicentang maka tingkat stres semakin tinggi. Rekapitulasi tingkat stres yang tertera dalam bentuk alat instrumen yang telah tersusun pada Lampiran 1. Prinsip penskalaan semantic defferential dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1 Pernyataan Pekerjaan menulis skripsi membuat saya:
Santai 1 √ 9 Terpuruk
E. Validitas Kuesioner dan Reliabilitas Kuesioner 1. Validitas Kuesioner
Validitas adalah taraf sampai dimana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang dianggap orang seharusnya diukur oleh alat tersebut. Azwar (2009) mengatakan bahwa “validitas menunjuk pada sejauh mana
ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya”.
Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Menurut Sugiyono (2010), instrumen yang digunakan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program, pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan isi atau rancangan tujuan program yang telah ditetapkan. Validitas isi menunjukkan sejauh mana item-item dalam instrumen mencakup keseluruhan kawasan isi yang hendak diukur oleh instrumen tersebut. Pengertian mencakup keseluruhan kawasan isi tidak saja berarti instrumen itu harus komprehensif akan tetapi isinya harus pula tetap relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan pengukuran.
Pengujian validitas isi instrumen dalam penelitian ini menggunakan analisis rasional. Untuk validitas isi peneliti menggunakan uji pakar yaitu dosen pembimbing yakni Dr. Gendon Barus, M.Si melalui expert judgement. Hasil konsultasi dan telaah yang dilakukan oleh ahli dilengkapi dengan pengujian empirik dengan cara mengkorelasi skor-skor setiap item instrumen. Capaian skor total aspek dalam hal ini menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho melalui aplikasi program komputer SPSS for window. Rumus korelasi Spearman’s rho adalah sebagai berikut:
∑
Keterangan:
Berdasarkan perhitungan statistik yang telah dilakukan peneliti, diperoleh 43 item yang dinyatakan valid dan 12 item dinyatakan gugur. Hasil validitas tersebut dapat dilihat pada Lampiran 2. Adapun hasil analisis butir-butir item yang valid dan gugur terdapat pada Tabel 5.
Tabel 5
Analisis Butir-butir Item Coping Stres
Aspek Indikator
Problem-focused
a. Seeking informasional support = Mencari b. Confrontive coping =
Menyelesaikan c. Planful problem
solving = Perencanaan
2. Reliabilitas Kuesioner
Azwar (2009) menjelaskan, reliabilitas artinya tingkat kepercayaan hasil pengukuran. Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel. Azwar (2009) mengatakan bahwa, pengukuran yang menggunakan instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi, apabila alat ukur yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur.
Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α), adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
Keterangan rumus:
S12 dan S22 : Varians skor belahan 1 dan varias skor belahan 2 : Varians skor skala
Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6 Kriteria Guilford
Berdasarkan data uji coba, telah dilakukan perhitungan menggunakan proses program SPSS 16.0, diperoleh perhitungan reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach yaitu 0,894 dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7
Koefisien Reabilitas Instrumen coping stres
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.894 55
Berdasarkan hasil koefisien Alpha Cronbach yaitu 0,894 mengacu pada kriteria Guilford dapat disimpulkan bahwa reliabilitas kuesioner termasuk tinggi.
Setelah dilakukan seleksi item yang valid diperoleh 43 item terpakai, peneliti kembali melakukan uji reliabilitas. Berdasarkan uji reliabilitas terhadap 43 item diperoleh uji reliabilitas sebesar 0,907.
No Koefisien Korelasi Kualifikasi 1 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 2 0,71 – 0,90 Tinggi
3 0,41 – 0,70 Cukup
4 0,21 – 0,40 Rendah
5 negatif – 0,20 Sangat Rendah
Tabel 8
Koefisien Reliabilitas kuesioner Coping Stres mahasiswa Penulis Skripsi
Berdasarkan hasil koefisien Alpha Cronbach, dapat diketahui bahwa hasil uji reliabilitas instrumen setelah seleksi item yaitu 0,907 dapat disimpulkan bahwa reliabilitas kuesioner berada pada kategori tinggi. Artinya instrumen ini memiliki keajegan yang tinggi. Koefisien reliabilitas kuesioner coping stres mahasiswa penulis skripsi dapat dilihat pada Lampiran 3.
F. Prosedur Pengumpulan dan Teknik Analisis Data 1. Persiapan dan Pelaksanaan
Tahap-tahap dalam pengolahan data yaitu:
a. Menyusun kuesioner atau skala coping stress bagi mahasiswa penulis skripsi.
b. Menentukan responden yakni mahasiswa semester 2012 prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.
c. Pengujian instrumen oleh ahli (expert judgment), yang dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi pada saat bimbingan.
d. Pengambilan data uji empirik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner.
e. Melakukan analisis data yang telah terkumpul.
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.907 43
2. Teknik Analisis Data
Sugiyono (2011) mengatakan bahwa, analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Berikut merupakan langkah-langkah yang ditempuh peneliti untuk menganalisis data penelitian Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 adalah sebagai berikut:
a. Menentukan skor dari masing-masing alternatif jawaban yang sudah diberikan oleh responden dan membuat tabulasi skor dari masing-masing butir skala item. Langkah selanjutnya menghitung total skor masing-masing subjek penelitian dan total skor tiap item pernyataan. Melakukan skoring dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS versi 16,0.
b. Membuat tabulasi data dan menghitung frekuensi jawaban pada setiap item “Sangat Sesuai”, “Sesuai”, “Tidak Sesuai”, “Sangat Tidak Sesuai”.
c. Membuat kategori coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 prodi BK disusun berdasarkan model distribusi normal. Tujuan kategori ini adalah menempatkan subjek penelitian ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang
diukur. Kontinum jenjang berpedoman pada Azwar (2012) yang coping stres mahasiswa penulis skripsi dalam tiga kategori yaitu baik, cukup baik, dan tidak baik. Adapun norma kategorisasinya adalah sebagai berikut:
Tabel 9
Norma Kategorisasi Coping Stres
Keterangan:
Xmaksimal teoritik : Skor tertinggi yang mungkin diperoleh Subjek peniliti dalam skala.
Xminimum teroretik : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala.
Range : Rentangan skor skala.
σ (Standar deviasi) : Luas jarak rentang yang dibagi menjadi 6 satuan deviasi standar.
µ (Mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.
d. Mencari norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari Xmaksimum teoritik, Xminimum teoritik, standar deviasi, dan mean teoritik. Kategori tinggi rendahnya coping
Perhitungan Kategorisasi
Kategori Coping Stres Baik Kategori Coping Stres Cukup Baik
Kategori Coping Stres Tidak Baik
stres mahasiswa penulis skripsi (dengan item total= 43) diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:
Xmaksimum : 43 x 4 = 172 Xminimum : 43 x 1 = 43 Range : 172 - 43 = 129 σ (teoritik) : 129 : 6 = 21,5
µ (teoritik) : (172 + 43) : 2 = 107,5 Tabel 10
Norma Kategorisasi Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Prodi BK angkatan 2012
Norma Rentang Skor Kategori
140<X Coping Stres Baik
75< X 140 Coping Stres Cukup Baik
X≤ 75 Coping Stres Tidak Baik
Selanjutnya data setiap subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan item total yang mereka peroleh dalam kategori diatas, sehingga dapat dihitung jumlah dan presentasi coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 prodi BK Universitas Sanata Dharma secara umum mulai dari yang coping stres baik sampai coping stres tidak baik. Hasil responden coping stres mahasiswa penulis skripsi dapat dilihat pada Lampiran 4.
e. Sebelum melakukan substitusi data, peneliti terlebih dahulu mengelompokkan tingkat stres mahasiswa penulis skripsi. Lalu
peneliti melakukan perubahan data. Substitusi data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini.
Tabel 11
Data Stres Mahasiswa penulis Skripsi Data Tertulis Data Angka
Tinggi 9
Rendah 1
f. Mencari norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari Xmaksimum teoritik, Xminimum teoritik. Kategori tinggi rendahnya tingkat stres mahasiswa penulis skripsi (dengan N = 9) diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:
Xminimum + Xmaksimum 2
1 + 9 = 10 : 2 = 5 Tabel 12
Norma Kategorisasi Capaian Skor Tingkat Stres
g. Setelah mengkategorisasikan secara umum, kemudian dikategorisasikan juga skor setiap item dalam skala. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan item-item skala yang nantinya akan dijadikan dasar penyusunan topik kegiatan dialog kelas khusus mahasiswa penulis skripsi. Kategori skor setiap item itu berpedoman pada Azwar (2012) yang mengelompokkan dalam lima kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan
Perhitungan Kategorisasi
≥5 Stres Tinggi
< 5 Stres Rendah
sangat rendah. Adapun norma kategorisasi untuk item-item skala dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13
Norma Kategorisasi Capaian Skor Item
Keterangan:
Xmaksimal teoritik : Skor tertinggi yang mungkin diperoleh subjek peniliti dalam skala.
Xminimum teroretik : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala.
Range : Rentangan skor skala.
σ (Standar deviasi) : Luas jarak rentang yang dibagi menjadi 6 satuan deviasi standar.
µ (Mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.
h. Mencari kategorisasi tinggi rendahnya skor item-item secara keseluruhan dengan menggunakan N = 53. Perhitungannya sebagai berikut:
Xmaksimum teoritik : 53 x 4 = 212 Xminimum teoritik : 53 x 1 = 53 Range : 212 - 53 = 159 σ (Standar deviasi) : 159 : 6 = 26
Perhitungan Kategorisasi
Tinggi
Sedang
Rendah
µ (Mean teoritik) : (212 + 53) : 2 = 132
Penetuan kategorisasi skor item dapat dilihat dalam Tabel 14 Tabel 14
Norma Kategorisasi Skor Item Skala Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma
Dari kategori skor item tersebut, data kemudian dikelompokkan berdasarkan norma yang ada. Setelah itu, item-item yang memiliki skor yang masuk dalam kategori sedang, selanjutnya dibahas dan dikembangkan menjadi topik kegiatan dibidang pribadi sosial.
Perhitungan Rentang
Skor Kategorisasi
>171 Tinggi
93-171 Sedang
<93 Rendah
46 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan hasil dan pembahasan dari hasil penelitian. Hasil penelitian dipaparkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini.
A. Hasil Penelitian
1. Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan seberapa tinggi tingkat stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2015/2016.
Peneliti akan menjabarkan perolehan data yang dikumpulkan menggunakan skala stres, analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kategoris dan presentase yang disajikan dalam tabel 15.
Tabel 15
Penggolongan Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma
Kategori Rentang Skor Jumlah Mahasiswa
Presentase
Stres Tinggi ≥ 5 33 62%
Stres Rendah < 5 20 38%
Jumlah 53 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa:
a. Terdapat 33 (62%) mahasiswa, dikategorikan tingkat stres tinggi dalam penulisan skripsi.
b. Terdapat 20 (38%) mahasiswa, dikategorikan tingkat stres rendah dalam penulisan skripsi.
Grafik 1
Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Berdasarkan grafik di atas menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa penulis skripsi tinggi, karena penulisan skripsi membutuhkan kerja keras serta niat yang besar untuk memacu mahasiswa menyelesaikan skripsi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 tinggi.
2. Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan seberapa baik coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2015/2016. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kategoris dan presentase yang disajikan dalam tabel 16.
Stres
Tabel 16
Kategorisasi Tingkat Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK USD
Kategori Rentang
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa:
a. Terdapat 20 (38%) mahasiswa, dikategorikan coping stres baik dalam menulis skripsi.
b. Terdapat 33 (62%) mahasiswa, dikategorikan coping stres cukup baik dalam menulis skripsi.
c. Terdapat 0 (0%) mahasiwa, dikategorikan coping stres rendah dalam menulis skripsi.
Grafik 2
Tingkat Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Koping Koping Stres 38% 62% 0%
38%
Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar (62%) mahasiswa angkatan 2012 program studi Bimbingan dan Konseling Tahun Ajaran 2015/2016 memiliki coping stres dalam kategori cukup baik.
Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa penulis skripsi tinggi (62%) dan kemampuan untuk mengelola/mengontrol emosi cukup baik (62%), artinya walaupun mahasiswa mengalami stres yang berat namun kemampuan mereka dalam melakukan coping stres cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa penulis skripsi cukup mampu mengatasi masalah, gangguan, hambatan, tekanan-tekanan dalam rangka menyusun skripsi.
3. Perbedaan Coping Stres Pada Mahasiswa Yang Cenderung Mengalami Stres Tinggi Dan Rendah
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data variabel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Model statistik yang digunakan untuk mengetahui normalitas dengan menggunakan test of normality. Kaidah yang digunakan untuk mengetahui normalitas data adalah pv >0.05 dianggap normal atau jika pv < 0.05 maka dianggap tidak normal. Uji normalitas disajikan dalam tabel berikut ini.
Tabel 17
Hasil Uji Normalitas Tingkat dan Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012
Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, diketahui bahwa nilai antara coping dan stres signifikan sebesar 1.000 lebih besar dari pada taraf signifikan yang ditetapkan 0,05 (1.000 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data tingkat stres dan coping stres mahasiswa penulis skripsi dikatakan normal.
b. Uji T-test (Uji Independen Sample T-Test)
Uji T-test dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dengan tingkat stresnya rendah. Kaidah yang digunakan untuk mengetahui perbedaan data adalah pv >0.05 hipotesis (Ho) diterima, artinya tidak terdapat perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dengan
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 53
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 13.38923046
Most Extreme Differences Absolute .049
Positive .043
Negative -.049
Kolmogorov-Smirnov Z .354
Asymp. Sig. (2-tailed) 1.000
a. Test distribution is Normal.
tingkat stresnya rendah. Jika pv < 0.05 maka hipotesis (Ho) ditolak, artinya ada perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dengan tingkat stresnya rendah. Hasil diperoleh dengan bantuan SPSS 16.0 disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 18
Hasil Perbedaan antara Coping Stres pada Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012
Berdasarkan hasil output independent sample T-Test di atas, diperoleh nilai Sig(2-tailed) sebesar 0,032 kurang dari taraf signifikan yang ditetapkan yaitu 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya terdapat perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dan tingkat stresnya rendah.
Independent Samples Test Levene's Test for Equality
of Variances t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-tailed)
Coping Equal variances assumed
5.289 .026 -2.201 51 .032
Equal variances not assumed
-2.002 29.518 .055
4. Analisis Capaian Skor Butir Coping Stres
Penggolongan skor item coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012, dapat ditentukan dengan menggunakan kategorisasi Azwar (2007). Berdasarkan hasil perhitungan kuesioner setelah uji validitas dan realibilitas, analisis skor item pengukuran coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012.
Tabel 19
Penggolongan Capaian Skor Item Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012
Keterangan Rentang Skor
No. item Jumlah item
Presentase
Coping Stres Tinggi >171
6, 7, 10, 12, 13, 21, 22, 23, 24, 26, 27, 28,
31, 32, 35, 36, 37, 39
18 34%
Coping Stres Sedang 93-171
1, 2, 3, 4, 5, 8, 9,
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa:
1. Terdapat 18 (34%) skor item, dikategorikan coping stres mahasiswa penulis skripsi tinggi.
2. Terdapat 25 (47%) skor item, dikategorikan coping stres mahasiswa penulis skripsi sedang.
3. Terdapat 0 (0%) skor item, dikategorikan coping stres mahasiswa
3. Terdapat 0 (0%) skor item, dikategorikan coping stres mahasiswa