• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Validitas Kuesioner dan Reliabilitas Kuesioner

2. Reliabilitas Kuesioner

Azwar (2009) menjelaskan, reliabilitas artinya tingkat kepercayaan hasil pengukuran. Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel. Azwar (2009) mengatakan bahwa, pengukuran yang menggunakan instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi, apabila alat ukur yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur.

Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α), adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

Keterangan rumus:

S12 dan S22 : Varians skor belahan 1 dan varias skor belahan 2 : Varians skor skala

Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Kriteria Guilford

Berdasarkan data uji coba, telah dilakukan perhitungan menggunakan proses program SPSS 16.0, diperoleh perhitungan reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach yaitu 0,894 dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 7

Koefisien Reabilitas Instrumen coping stres

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.894 55

Berdasarkan hasil koefisien Alpha Cronbach yaitu 0,894 mengacu pada kriteria Guilford dapat disimpulkan bahwa reliabilitas kuesioner termasuk tinggi.

Setelah dilakukan seleksi item yang valid diperoleh 43 item terpakai, peneliti kembali melakukan uji reliabilitas. Berdasarkan uji reliabilitas terhadap 43 item diperoleh uji reliabilitas sebesar 0,907.

No Koefisien Korelasi Kualifikasi 1 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 2 0,71 – 0,90 Tinggi

3 0,41 – 0,70 Cukup

4 0,21 – 0,40 Rendah

5 negatif – 0,20 Sangat Rendah

Tabel 8

Koefisien Reliabilitas kuesioner Coping Stres mahasiswa Penulis Skripsi

Berdasarkan hasil koefisien Alpha Cronbach, dapat diketahui bahwa hasil uji reliabilitas instrumen setelah seleksi item yaitu 0,907 dapat disimpulkan bahwa reliabilitas kuesioner berada pada kategori tinggi. Artinya instrumen ini memiliki keajegan yang tinggi. Koefisien reliabilitas kuesioner coping stres mahasiswa penulis skripsi dapat dilihat pada Lampiran 3.

F. Prosedur Pengumpulan dan Teknik Analisis Data 1. Persiapan dan Pelaksanaan

Tahap-tahap dalam pengolahan data yaitu:

a. Menyusun kuesioner atau skala coping stress bagi mahasiswa penulis skripsi.

b. Menentukan responden yakni mahasiswa semester 2012 prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma.

c. Pengujian instrumen oleh ahli (expert judgment), yang dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi pada saat bimbingan.

d. Pengambilan data uji empirik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner.

e. Melakukan analisis data yang telah terkumpul.

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.907 43

2. Teknik Analisis Data

Sugiyono (2011) mengatakan bahwa, analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Berikut merupakan langkah-langkah yang ditempuh peneliti untuk menganalisis data penelitian Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 adalah sebagai berikut:

a. Menentukan skor dari masing-masing alternatif jawaban yang sudah diberikan oleh responden dan membuat tabulasi skor dari masing-masing butir skala item. Langkah selanjutnya menghitung total skor masing-masing subjek penelitian dan total skor tiap item pernyataan. Melakukan skoring dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS versi 16,0.

b. Membuat tabulasi data dan menghitung frekuensi jawaban pada setiap item “Sangat Sesuai”, “Sesuai”, “Tidak Sesuai”, “Sangat Tidak Sesuai”.

c. Membuat kategori coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 prodi BK disusun berdasarkan model distribusi normal. Tujuan kategori ini adalah menempatkan subjek penelitian ke dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasarkan atribut yang

diukur. Kontinum jenjang berpedoman pada Azwar (2012) yang coping stres mahasiswa penulis skripsi dalam tiga kategori yaitu baik, cukup baik, dan tidak baik. Adapun norma kategorisasinya adalah sebagai berikut:

Tabel 9

Norma Kategorisasi Coping Stres

Keterangan:

Xmaksimal teoritik : Skor tertinggi yang mungkin diperoleh Subjek peniliti dalam skala.

Xminimum teroretik : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala.

Range : Rentangan skor skala.

σ (Standar deviasi) : Luas jarak rentang yang dibagi menjadi 6 satuan deviasi standar.

µ (Mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

d. Mencari norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari Xmaksimum teoritik, Xminimum teoritik, standar deviasi, dan mean teoritik. Kategori tinggi rendahnya coping

Perhitungan Kategorisasi

Kategori Coping Stres Baik Kategori Coping Stres Cukup Baik

Kategori Coping Stres Tidak Baik

stres mahasiswa penulis skripsi (dengan item total= 43) diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:

Xmaksimum : 43 x 4 = 172 Xminimum : 43 x 1 = 43 Range : 172 - 43 = 129 σ (teoritik) : 129 : 6 = 21,5

µ (teoritik) : (172 + 43) : 2 = 107,5 Tabel 10

Norma Kategorisasi Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Prodi BK angkatan 2012

Norma Rentang Skor Kategori

140<X Coping Stres Baik

75< X 140 Coping Stres Cukup Baik

X≤ 75 Coping Stres Tidak Baik

Selanjutnya data setiap subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan item total yang mereka peroleh dalam kategori diatas, sehingga dapat dihitung jumlah dan presentasi coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 prodi BK Universitas Sanata Dharma secara umum mulai dari yang coping stres baik sampai coping stres tidak baik. Hasil responden coping stres mahasiswa penulis skripsi dapat dilihat pada Lampiran 4.

e. Sebelum melakukan substitusi data, peneliti terlebih dahulu mengelompokkan tingkat stres mahasiswa penulis skripsi. Lalu

peneliti melakukan perubahan data. Substitusi data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini.

Tabel 11

Data Stres Mahasiswa penulis Skripsi Data Tertulis Data Angka

Tinggi 9

Rendah 1

f. Mencari norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari Xmaksimum teoritik, Xminimum teoritik. Kategori tinggi rendahnya tingkat stres mahasiswa penulis skripsi (dengan N = 9) diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:

Xminimum + Xmaksimum 2

1 + 9 = 10 : 2 = 5 Tabel 12

Norma Kategorisasi Capaian Skor Tingkat Stres

g. Setelah mengkategorisasikan secara umum, kemudian dikategorisasikan juga skor setiap item dalam skala. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan item-item skala yang nantinya akan dijadikan dasar penyusunan topik kegiatan dialog kelas khusus mahasiswa penulis skripsi. Kategori skor setiap item itu berpedoman pada Azwar (2012) yang mengelompokkan dalam lima kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan

Perhitungan Kategorisasi

≥5 Stres Tinggi

< 5 Stres Rendah

sangat rendah. Adapun norma kategorisasi untuk item-item skala dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13

Norma Kategorisasi Capaian Skor Item

Keterangan:

Xmaksimal teoritik : Skor tertinggi yang mungkin diperoleh subjek peniliti dalam skala.

Xminimum teroretik : Skor terendah yang mungkin diperoleh subjek penelitian dalam skala.

Range : Rentangan skor skala.

σ (Standar deviasi) : Luas jarak rentang yang dibagi menjadi 6 satuan deviasi standar.

µ (Mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

h. Mencari kategorisasi tinggi rendahnya skor item-item secara keseluruhan dengan menggunakan N = 53. Perhitungannya sebagai berikut:

Xmaksimum teoritik : 53 x 4 = 212 Xminimum teoritik : 53 x 1 = 53 Range : 212 - 53 = 159 σ (Standar deviasi) : 159 : 6 = 26

Perhitungan Kategorisasi

Tinggi

Sedang

Rendah

µ (Mean teoritik) : (212 + 53) : 2 = 132

Penetuan kategorisasi skor item dapat dilihat dalam Tabel 14 Tabel 14

Norma Kategorisasi Skor Item Skala Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma

Dari kategori skor item tersebut, data kemudian dikelompokkan berdasarkan norma yang ada. Setelah itu, item-item yang memiliki skor yang masuk dalam kategori sedang, selanjutnya dibahas dan dikembangkan menjadi topik kegiatan dibidang pribadi sosial.

Perhitungan Rentang

Skor Kategorisasi

>171 Tinggi

93-171 Sedang

<93 Rendah

46 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan hasil dan pembahasan dari hasil penelitian. Hasil penelitian dipaparkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini.

A. Hasil Penelitian

1. Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan seberapa tinggi tingkat stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2015/2016.

Peneliti akan menjabarkan perolehan data yang dikumpulkan menggunakan skala stres, analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kategoris dan presentase yang disajikan dalam tabel 15.

Tabel 15

Penggolongan Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma

Kategori Rentang Skor Jumlah Mahasiswa

Presentase

Stres Tinggi ≥ 5 33 62%

Stres Rendah < 5 20 38%

Jumlah 53 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa:

a. Terdapat 33 (62%) mahasiswa, dikategorikan tingkat stres tinggi dalam penulisan skripsi.

b. Terdapat 20 (38%) mahasiswa, dikategorikan tingkat stres rendah dalam penulisan skripsi.

Grafik 1

Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Berdasarkan grafik di atas menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa penulis skripsi tinggi, karena penulisan skripsi membutuhkan kerja keras serta niat yang besar untuk memacu mahasiswa menyelesaikan skripsi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 tinggi.

2. Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan seberapa baik coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2015/2016. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kategoris dan presentase yang disajikan dalam tabel 16.

Stres

Tabel 16

Kategorisasi Tingkat Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK USD

Kategori Rentang

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa:

a. Terdapat 20 (38%) mahasiswa, dikategorikan coping stres baik dalam menulis skripsi.

b. Terdapat 33 (62%) mahasiswa, dikategorikan coping stres cukup baik dalam menulis skripsi.

c. Terdapat 0 (0%) mahasiwa, dikategorikan coping stres rendah dalam menulis skripsi.

Grafik 2

Tingkat Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Koping Koping Stres 38% 62% 0%

38%

Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar (62%) mahasiswa angkatan 2012 program studi Bimbingan dan Konseling Tahun Ajaran 2015/2016 memiliki coping stres dalam kategori cukup baik.

Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa tingkat stres mahasiswa penulis skripsi tinggi (62%) dan kemampuan untuk mengelola/mengontrol emosi cukup baik (62%), artinya walaupun mahasiswa mengalami stres yang berat namun kemampuan mereka dalam melakukan coping stres cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa penulis skripsi cukup mampu mengatasi masalah, gangguan, hambatan, tekanan-tekanan dalam rangka menyusun skripsi.

3. Perbedaan Coping Stres Pada Mahasiswa Yang Cenderung Mengalami Stres Tinggi Dan Rendah

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data variabel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Model statistik yang digunakan untuk mengetahui normalitas dengan menggunakan test of normality. Kaidah yang digunakan untuk mengetahui normalitas data adalah pv >0.05 dianggap normal atau jika pv < 0.05 maka dianggap tidak normal. Uji normalitas disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 17

Hasil Uji Normalitas Tingkat dan Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012

Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, diketahui bahwa nilai antara coping dan stres signifikan sebesar 1.000 lebih besar dari pada taraf signifikan yang ditetapkan 0,05 (1.000 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data tingkat stres dan coping stres mahasiswa penulis skripsi dikatakan normal.

b. Uji T-test (Uji Independen Sample T-Test)

Uji T-test dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dengan tingkat stresnya rendah. Kaidah yang digunakan untuk mengetahui perbedaan data adalah pv >0.05 hipotesis (Ho) diterima, artinya tidak terdapat perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dengan

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 53

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 13.38923046

Most Extreme Differences Absolute .049

Positive .043

Negative -.049

Kolmogorov-Smirnov Z .354

Asymp. Sig. (2-tailed) 1.000

a. Test distribution is Normal.

tingkat stresnya rendah. Jika pv < 0.05 maka hipotesis (Ho) ditolak, artinya ada perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dengan tingkat stresnya rendah. Hasil diperoleh dengan bantuan SPSS 16.0 disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 18

Hasil Perbedaan antara Coping Stres pada Tingkat Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012

Berdasarkan hasil output independent sample T-Test di atas, diperoleh nilai Sig(2-tailed) sebesar 0,032 kurang dari taraf signifikan yang ditetapkan yaitu 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya terdapat perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dan tingkat stresnya rendah.

Independent Samples Test Levene's Test for Equality

of Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2-tailed)

Coping Equal variances assumed

5.289 .026 -2.201 51 .032

Equal variances not assumed

-2.002 29.518 .055

4. Analisis Capaian Skor Butir Coping Stres

Penggolongan skor item coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012, dapat ditentukan dengan menggunakan kategorisasi Azwar (2007). Berdasarkan hasil perhitungan kuesioner setelah uji validitas dan realibilitas, analisis skor item pengukuran coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012.

Tabel 19

Penggolongan Capaian Skor Item Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012

Keterangan Rentang Skor

No. item Jumlah item

Presentase

Coping Stres Tinggi >171

6, 7, 10, 12, 13, 21, 22, 23, 24, 26, 27, 28,

31, 32, 35, 36, 37, 39

18 34%

Coping Stres Sedang 93-171

1, 2, 3, 4, 5, 8, 9,

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa:

1. Terdapat 18 (34%) skor item, dikategorikan coping stres mahasiswa penulis skripsi tinggi.

2. Terdapat 25 (47%) skor item, dikategorikan coping stres mahasiswa penulis skripsi sedang.

3. Terdapat 0 (0%) skor item, dikategorikan coping stres mahasiswa penulis skripsi rendah.

Dari pengelompokkan item-item berdasarkan kategori tersebut, tidak terdapat item-item yang teridentifikasi rendah. Peneliti akan merumuskan beberapa usulan topik kegiatan yang bisa dilakukan di luar kampus (dialog kelas) dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan coping stres mahasiswa penulis skripsi.

Grafik 3

Penggolongan Capaian Skor Item Coping Stres Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa terdapat 18 item (34%) yang teridentifikasi tinggi, 25 item (47%) teridentifikasi sedang.

Item-item yang pada kategori sedang ini akan dijadikan landasan untuk usulan topik-topik kegiatan khusus bagi mahasiswa penulis skripsi dalam mengelola stres.

Coping Stres

B. Pembahasan

1. Tingkat Stres pada Mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan di atas diketahui bahwa ada mahasiswa yang memiliki tingkat stres yang tinggi (62%), namun ada pula mahasiswa yang memiliki tingkat stres rendah (38%).

Sesuai dengan dugaan semula, penelitian ini dapat menunjukan sebagian besar 33 (62%) dari mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma berada pada stres tinggi. Peneliti menyimpulkan bahwa tingkat stres mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dinilai tinggi. Stres yang tinggi artinya mahasiswa merasakan adanya tekanan-tekanan yang datang dari luar diri maupun dari dalam diri mahasiswa tersebut, dimana mahasiswa angkatan 2012 tidak mampu menghadapi kenyataan yang terjadi pada dirinya.

Hardjana (1994) menjelaskan bahwa, stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental seseorang. Bentuk ketegangan tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja seseorang.

Bahkan stres dapat membuat produktivitas menurun, sehingga akan menimbulkan rasa sakit, dan gangguan-gangguan mental. Dari data tingkat stres di atas menunjukkan mahasiswa penulis skripsi mengalami stres yang negatif. Stres negatif membuat seseorang sering merasa bosan, pusing,

jenuh, sampai frustasi dan tidak menghasilkan sesuatu yang berguna (Hardjana, 1994).

Mahasiswa yang sedang berada pada kategori stres tinggi memiliki tingkat rangsangan yang tinggi, dimana penyebab timbulnya stres karena mahasiswa terlalu sibuk, tuntutan konflik dengan waktu/keahlian dalam mengatur waktu, terlalu banyak aktivitas yang harus dikerjakan, waktu untuk bersantai kurang, kecemasan dalam hal finansial/pribadi.

Konsekuensi psikologi (kepuasan kerja) dari tingkat rangsangan tersebut menimbulkan prestasi kerja buruk, merasa frustasi, cemas dan tegang, makan/minum berlebihan, sering merasa kelelahan, merasa terpuruk/tidak bisa mengatasi situasi, serta berekreasi secara berlebihan.

Seperti dalam Hardjana (1994) menjelaskan bahwa tinggi rendahnya stres tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

a. Stres dalam diri individu (internal)

Stres dapat bersumber dari dalam diri mahasiswa yang menetapkan tujuan-tujuan yang tidak realistis (masuk akal) saat menulis skripsi sehingga menguras tenaga pikiran secara berlebihan. Mahasiswa penulis skripsi yang memiliki pola pikir yang positif, ia akan menemukan rasa humor yang sehat, suka akan tantangan, dan memiliki motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan studi.

b. Stres dalam keluarga (eksternal)

Keberadaan keluarga bagi sebagian mahasiswa penulis skripsi sangat besar perannya dalam kelangsungan mahasiswa menulis skripsi.

Budaya dalam keluarga yang terlalu ketat dalam hal pendidikan dapat menimbulkan stres bagi sebagian mahasiswa, dimana mereka akan merasa tertekan oleh tuntutan tersebut namun sebagian mahasiswa malah menjadikan tuntutan itu sebagai motivasi. Stres muncul tergantung bagaimana mahasiswa tersebut memandang setiap kejadian yang timbul baik dari dalam maupun dari luar dirinya.

c. Stres dalam lingkungan (eksternal)

Situasi lingkungan yang tidak kondusif juga berpengaruh dalam kelangsungan mahasiswa mengerjakan skripsi. Tipe-tipe mahasiswa dalam mengerjakan skripsi berbeda-beda ada yang suka mengerjakan skripsi di tempat keramaian dan ada pula mahasiswa yang membutuhkan tempat yang aman dan nyaman agar konsentrasi dalam mengerjakan skripsi.

2. Coping Stres mahasiswa Penulis Skripsi Angkatan 2012 Prodi BK Universitas Sanata Dharma

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan di atas, diketahui bahwa ada mahasiswa yang memiliki coping stres yang baik (38%), namun ada pula mahasiswa yang memiliki coping stres cukup baik (62%).

Penelitian ini menunjukan sebagian besar 33 (62%) dari mahasiswa penulis skripsi angkatan 2012 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma berada pada coping stres cukup baik. Peneliti menyimpulkan bahwa coping stres mahasiswa penulis skripsi angkatan

2012 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dinilai cukup baik melakukan coping.

Coping stres yang cukup artinya mahasiswa mampu memanajemenkan tingkah laku kepada pemecahan masalah yang paling sederhana dan realistis yang berfungsi untuk membebaskan diri dari masalah yang nyata maupun tidak nyata menurut Lazarus (Safaria &

Saputra, 2009). Tuntutan-tuntutan yang timbul ketika mengerjakan skripsi bisa berasal dari internal maupun eksternal mereka. Kedua tuntutan tersebut bertujuan untuk mengubah hubungan antara diri mahasiswa dengan lingkungan sekitarnya agar menghasilkan dampak yang lebih baik dan berusaha untuk meredakan beban emosional yang dirasakan.

Dari dua aspek yang berkaitan dengan coping stres, dapat dipenuhi secara seimbang oleh mahasiswa angkatan 2012 yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi. Coping stres sangat dibutuhkan oleh mahasiswa yang sedang bergulat memperjuangkan tugas akhir, agar penulisan skripsi tersebut bisa berjalan lancar tanpa adanya tekanan-tekanan yang mengancam mereka.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Cohen (Smet, 1994) bahwa coping stres sebagai suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari dalam diri maupun tuntutan yang berasal dari luar diri mahasiswa. Manfaat yang dapat dipetik oleh mahasiswa yang mampu melakukan coping stres dengan baik yaitu mereka memiliki gaya hidup yang sehat, memiliki

semangat yang tinggi atau bergairah dalam mengerjakan skripsi, sehingga lulus dengan tepat waktu.

Skripsi adalah pekerjaan yang sangat berat tetapi mahasiswa mampu melakukan coping dengan cukup baik. Safaria dan Saputra (2009) menjelaskan bahwa, coping yang baik menghasilkan dua tujuan yaitu:

a. Mahasiswa yang mencoba untuk mengubah hubungan antara dirinya dengan lingkungannya akan menghasilkan dampak yang lebih baik sehingga skripsi dapat selesai dengan tepat waktu.

b. Mahasiswa berusaha untuk meredakan atau menghilangkan beban emosional yang dirasakan saat sedang mengerjakan skripsi, maka stres yang timbul tidak akan membuat mahasiswa merasa terpuruk, karena mereka tahu bagaimana mengatasinya.

Mahasiswa yang memiliki rasa humor yang tinggi akan mudah meredakan emosional. Humor memungkinkan individu yang bersangkutan untuk memandang persoalan dari sudut manusiawinya, sehingga persoalan diartikan secara baru, yaitu sebagai persoalan yang biasa, wajar dan dialami oleh orang lain juga. Mereka akan cenderung mencari situasi yang menyenangkan agar bisa melupakan masalah, tekanan-tekanan yang dirasakan. Memberi waktu kepada diri sendiri untuk bersantai dari pekerjaan rutinitas yang berat akan membuat seseorang merasa lebih bugar/santai.

Coping stres yang baik untuk dilaksanakan adalah coping yang membantu seseorang untuk mentoleransi dan menerima situasi menekan

dan tidak merisaukan tekanan yang tidak dapat dikuasainya (Lazarus dan Folkman dalam Safaria & Saputra, 2009).

Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, diketahui bahwa nilai dari data antara coping dan stres signifikan sebesar 1.000 lebih besar dari pada taraf signifikan yang ditetapkan 0,05 (1.000 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data coping stres mahasiswa penulis skripsi dikatakan normal.

3. Perbedaan Coping Stres Pada Mahasiswa Yang Cenderung Mengalami Stres Tinggi Dan Rendah

Berdasarkan hasil uji independen sample t-test, Ho ditolak artinya terdapat perbedaan antara coping stres pada mahasiswa yang tingkat stresnya tinggi dengan tingkat stresnya rendah. Semakin tinggi tingkat stres mahasiswa maka diharapkan semakin baik pula coping yang dilakukan mahasiswa guna untuk mengurangi/menghilangkan stres yang dirasakan pada saat penulisan skripsi.

Cara individu dalam melakukan coping stres berbeda-beda ada yang memilih untuk jalan-jalan/liburan, ada yang pergi berolahraga, ada yang mencari topikn untuk berdiskusi dan sebagainya. Coping tersebut dikatakan positif karena melakukan kegiatan-kegiatan yang membantu dirinya keluar dari tekanan-tekanan yang ia rasakan. Ada juga bagi sebagian mahasiswa melakukan coping negatif dengan merokok berlebihan, minum-minuman keras, mengurung diri dalam kamar, makan

berlebihan dan lain-lain, hal ini akan membahayakan atau merugikan diri individu tersebut, akibatnya skripsi menjadi sasaranya.

Mengambil keputusan yang kurang tepat dalam memanajemenkan emosi/perasaan akan membuat seseorang semakin merasa tertekan dan akan menimbulkan stres. Stres dan coping bagi sebagian mahasiswa penulis skripsi tidak bisa dipisahkan karena saling berkaitan satu sama lain. Tugas akhir bisa selesai dengan baik apabila mahasiswa tersebut bijak dalam mengatasi setiap masalah yang timbul karena skripsi.

4. Usulan Topik-topik Kegiatan Untuk Meningkatkan Kinerja Mahasiswa Dalam Mengerjakan Skripsi Berdasarkan Butir-Butir Item Coping Stres Yang Teridentifikasi Sedang

Berdasarkan dari hasil penelitian ada 18 skor item (34%) dikategorikan tinggi, ada 25 skor item (47%) dikategorikan sedang, dan ada 0 skor item (0%) dikategorikan rendah. Dari hasil yang ditemukan

Berdasarkan dari hasil penelitian ada 18 skor item (34%) dikategorikan tinggi, ada 25 skor item (47%) dikategorikan sedang, dan ada 0 skor item (0%) dikategorikan rendah. Dari hasil yang ditemukan

Dokumen terkait