• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Literatur

4. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan ialah salah satu media untuk mengukur kesuksesan dalam entitas melaksanakan bisnis. Kinerja keuangan ialah hasil kerja yang bisa dicapai oleh seorang ataupun kelompok orang dalam sesuatu entitas dengan wewenang serta tanggung jawabnya masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan entitas secara sah, tidak melanggar hukum, serta tidak berlawanan dengan moral serta etika (Rivai dan Fawzi 2004). Dapat dikatakan pula kinerja adalah sarana pengukuran baik buruknya keputusan pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen (Widagdo dan Dewi, 2012).

Ada beberapa metode yang dapat digunakan guna menganalisis kinerja keuangan yang bisa menjadi suatu tolak ukur yang bisa diandalkan serta dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan strategik oleh pemangku kepentingan pada entitas (Amir,2002). Evaluasi kinerja keuangan umumnya

16 diproksikan oleh rasio - rasio keuangan . Dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor . 9/1/ PBI/2007 mengenai Sistem Evaluasi Tingkatan Kesehatan Bank Universal Bersumber pada Prinsip Syariah pasal 3 disebutkan 6 evaluasi terhadap kesehatan bank diantaranya:

a. Permodalan (capital);

b. Kualitas aset (asset quality);

c. Manajemen (management);

d. Rentabilitas (earning);

e. Likuiditas (liquidity); dan

f. Sensitivitas terhadap risiko pasar (sensitivity to market risk).

Rasio yang umum digunakan buat memperhitungkan kinerja keuangan merupakan rasio Profitabilitas (earning). Menurut Astuti (2002) profitabilitas merupakan kemampuan entitas dalam menciptakan laba.

Dalam pembahasan ini laba bersih adalah hal penting sebab laba bersih memperlihatkan secara langsung keuntugan yang dipunyai entitas. Return on Equity (ROE) merupakan indikator yang lumrah digunakan investor dalam pengambilan keputusan investasi (Indrawan 2011). ROE bisa membagikan cerminan terkait 3 unsur pokok, seperti keahlian entitas dalam menciptakan laba (profitability), efisiensi entitas dalam mengelola asset (assets management), dan utang yang dimanfaatkan dalam melaksanakan usaha (financial leverage) (Arifin serta Wardani, 2016). Penggunaan ROE selaku proxy dari kinerja keuangan sebab ROE dirasa dapat mencerminkan usaha entitas dalam menciptakan laba dari sumber energi yang dipunyai (Gadis, 2014).

17 5. Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya (Sujoko dan Soebiantoro, 2007). Oleh karena itu, indikator kesuksesan manajemen perusahaan dapat tercermin dari kemampuan perusahaan menyejahterakan para pemegang saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi, dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap performa saat ini namun juga pada prospek kinerja dan keberlangsungan usaha perusahaan di masa yang akan datang.

Ramadhani dan Hadiprajitno (2012) dalam Putri dan Raharja (2013) menyatakan bahwa nilai perusahaan adalah sangat penting karena nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi nilai perusahaan.

Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, karenadengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham yang tinggi pula.

Menurut Mardiyati (2012), profitabilitas yang diperoleh perusahaan memiliki dampak positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Keuntungan yang tinggi dapat menjadi tanda prospek perusahaan yang positif yang bisa berdampak pada banyaknya investor potensial yang datang untuk permintaan saham. Permintaan saham yang meningkat akan menyebabkan nilai perusahaan yang meningkat. Hal tersebut juga sejalan dengan penelitan yang dilakukan oleh Wahyudi (2016), variabel ROE mempunyai hubungan dan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

18 B. Hasil Penelitian Terdahulu

Adapun hasil-hasil dari penelitian-penelitian terdahulu mengenai topik yang berkaitan dengan penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 2.1

19 Tabel 2.1

Hasil Penelitia Sebelumnya

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

1. Elena Platonova, Mehmet Variabel kinerja Variabel independen CSR, Hasil penelitian menemukan Asutay, Rob Dixon, Sabri keuangan tidak menggunakan bahwa terdapat hubungan

Mohammad (2016) variabel reputasi, tempat positif yang signifikan antara

The Impact of Corporate Social Responsibility Disclosure on Financial Performance: Evidence from the GCC Islamic Banking Sector

penelitian di Negara Gulf Cooperation Council

pengungkapan CSR dengan kinerja keuangan Islamic Bank di GCC

2.

Rulyanti Susi Wardhani (2015)

20 Bersambung ke halaman selanjutnya

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

3. Ichwan Sidik, Reskino (2016) Pengaruh Zakat dan ICSR terhadap Reputasi dan Kinerja

Variabel icsr dan kinerja Penggunaan variable zakat ICSR berpengaruh positif tak signifikan terhadap kinerja Zakat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja.

4. Hanni Chyntia Maita Putri dan

Variabel nilai perusahaan Penggunaan variable kepemilikan manajerial

keuangan: Studi pada bank syariah di Indonesia

Variable ICSR, variable kinerja keuangan, dan objek penelitian pada bank syariah di Indonesia terhadap reputasi dan ROE, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA

21 Bersambung ke halaman selanjutnya

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

6. Roshayani Arshad,

Muhammad Mukhlis Abdul Fatah, and Rohana Othman (2014)

Board Composition, Islamic Corporate Social

Responsibility and Corporate Reputation of Islamic Banks

Variabel ICSR Variabel komposisi jajaran direksi (Board reputasi Islamic Bank di Malaysia

7. Rika Nurlela dan Islahuddin (2016)

Variabel nilai perusahaan Tidak menggunakan variable icsr dan kinerja keuangan

CSR berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan

22 Bersambung ke halaman selanjutnya

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

8. Luh Eni Muliani, Gede Adi Yuniarta, dan Kadek Sinarwati (2009) variable icsr dan nilai perusahaan nilai perusahaan secara positif

9. Arik Novia Handriyani (2013) Pengaruh CSR terhadap Nilai Perusahaan dengan

Profatibilitas sebagai variabel Moderating

Penggunaan variable nilai perusahaan Mazlynda MD Yusuf (2013) Islamic Bank and CSR

Menggunakan Bank Syariah dan kaitannya dengan CSR sebagai objek penelitian

Penelitian kualitatif Konsep bank syariah yang sesuai dengan ketentuan keagamaan harus menunjukkan aktivitas dan kebijakan CSR yang lebih

23 proaktif. Kinerja bank syariah

semestinya superior dibanding bank konvensional.

24 C. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan dalam gambar 2.1

Kinerja Keuangan (Variabel Intervening)

Islamic Corporate Social Responsibility (Variabel Independen)

Nilai Perusahaan (Variabel Dependen) Bank syariah belakangan ini semakin berkembang. Akan

tetapi kinerja keuangan dan nilai perusahaan dari bank syariah masih jauh dibawah bank konvensional. Hal-hal tersebut dapat ditingkatkan dengan adanya pengungkapan

aktivitas sosial bank syariah itu sendiri.

Metode Analisis: Path Analysis

Hasil Pengujian dan Pembatasan

Kesimpulan dan Saran

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran H1

H2 H3

25 D. Pengembangan Hipotesis

1. Pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan

Pelaksanaan Corporate Social Responsibility berperan penting dalam meningkatkan nilai perusahaan sebagai hasil dari peningkatan penjualan dan profitabilitas melalui loyalitas konsumenyang terbangun dengan cara pelaksanaan kegiatan sosial di lingkungannya (Hanni dan Surya, 2013).

Penelitian yang dilakukan Hanni dan Surya (2013) mengungkapkan bahwa nilai perusahaan terpengaruh secara positif dan signifikan oleh pengungkapan Corporate Social Responsibility. Kemudian hasil yang sama juga terdapat pada penelitian yang dilakukan oleh Novia dan Andayani (2013) yang mana ICSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka hipotesis alternatif sebagai berikut:

H1: Pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

2. Pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan Bank Syariah

Kinerja perusahaan merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum, dan tidak

26 bertentangan dengan moral dan etika (Rivai dan Fawzi 2004). Teori sinyal

menyatakan bahwa perusahaan memberikan sinyal-sinyal kepada pihak luar perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Kinerja keuangan merupakan salah satu alat ukur untuk melihat kesuksesan dalam menjalankan perusahaan dan juga dapat menjadi acuan untuk bagusnya.

Studi empiris CSR dan kinerja keuangan dimulai lebih dari tiga dekade yang lalu di negara-negara barat (Saleh, Zulkifli dan Muhamad, 2010). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Arifin dan Wardani (2016) mengungkapkan bahwa pengungkapan ICSR berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan dengan proksi ROE. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Wulandari, Machmuddah, dan Utomo (2016) mendapatkan hasil yang berbeda yaitu bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka hipotesis alternatif sebagai berikut:

H2: Pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja keuangan Bank Syariah.

3. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan

Laporan keuangan menunjukkan kinerja perusahaan yang merupakan hasil akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk memberikan informasi keuangan. Melalui hal inilah kinerja keuangan dapat diukur menggunakan rasio-rasio yang digunakan. Rasio yang paling sering digunakan untuk menilai kinerja keuangan adalah rasio profitabilitas.

27 Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan

laba (Astuti, 2012). Dalam hal ini laba bersih merupakan hal penting karena memperlihatkan secara langsung keuntugan yang dimiliki perusahaan.

Laporan keuangan yang mencerminkan kinerja yang baik merupakan sinyal bahwa perusahaan telah beroperasi dengan baik. Penelitian yang dilakukan Muliani, Yuniarta dan Sinarwati (2014) mengungkapkan bahwa nilai perusahaan terpengaruh secara positif dan signifikan oleh kinerja keuangan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka hipotesis alternatif sebagai berikut:

H3: Kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

4. Pengaruh Kinerja Keuangan dalam hubungan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan.

Sebagai variabel intervening, kinerja keuangan akan menjadi jembatan antara ICSR dan nilai perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan menggambarkan kondisi keuangan dan perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan (Fabozzi, 2000) dalam Wahyudi (2009). Hasil penelitian sebelumnya bahwa pengungkapan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dan juga terhadap nilai perusahaan (Rulyanti ,2013). Kemudian dalam penelitian ini melihat apakah jika CSR diganti dengan ICSR dapat berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan.

28 Atau untuk mendapatkan nilai yang bagus selain dengan pengungkapan ICSR,

kinerja keuangan bank syariah juga dikatakan baik.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka hipotesis penelitian sebagai berikut:

H4: Pengaruh kinerja keuangan dalam hubungan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan.

29

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility sebagai variabel independen terhadap nilai bank syariah yang berperan sebagai variabel dependen dengan kinerja keuangan sebagai variabel intervening. Populasi untuk penelitian ini adalah seluruh bank syariah yang berada di Indonesia.

B. Metode Penentuan Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia selama periode 2017 sampai 2019. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan tujuan tertentu sesuai dengan kriteria-kriteria yang diinginkan peneliti. Adapun kriteria-kriteria tersebut yaitu:

1. Sampel merupakan Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia secara berturut-turut untuk periode 2017, 2018, dan 2019

2. Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan dalam website BUS atau website resmi lainnya pada periode 2017, 2018, dan 2019.

3. Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan pelaksanaan corporate social responsibility dalam website BUS atau website resmi lainnya pada periode 2017, 2018, dan 2018.

4. Memiliki data yang lengkap terkait dengan variabelโ€“variabel yang digunakan dalam penelitian, seperti ROE dan price book value.

30 C. Metode Pengambilan Data

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan sumber bacaan lain yang memiliki relevansi dengan objek yang diteliti. Untuk data sekunder, peneliti mengumpulkannya dengan studi kepustakaan, literatur pada berbagai perpustakaan di dalamdan di luar kampus maupun pada toko-toko buku, dan website bank syariah atau tersedia di website resmi lainnya. Dan juga data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan bank syariah serta laporan pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility.

D. Operasionalisasi Variabel 1. Variabel Independen

Variabel independen dalam penelitian ini adalah Islamic Corporate Social Responsibility. Islamic Corporate Social Responsibilityadalah sebuah konsep CSR Islami yang dikembangkan dari CSR konvensional. Corporate social responsibility dalam perspektif Islam menurut AAOIFI yaitu segala kegiatan yang dilakukan institusikeuangan Islam untuk memenuhi kepentingan religius, ekonomi, hukum, etika dandiscretionary responsibilities sebagai lembaga financial intermediary baik bagi individu maupun bagi institusi.

ICSR diukur dengan menggunakan metode analisis konten. Indeks pengungkapan yang digunakan adalah indeks pengungkapan ISR yang dibangun oleh Haniffa (2002) dan Othman et al. (2009. Adapun tema pengungkapan ICSR dalam kerangka ISR Othman et al. (2009) ada 6 tema, yakni: keuangan dan investasi; produk dan jasa; karyawan; masyarakat; lingkungan; dan tata kelola.

31 Item yang diungkapkan akan diberi kode 1 (satu) dan item yang tidak diungkapkan

akan diberi kode 0 (nol).

2. Variabel Dependen

Variabel dependen dala penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai Perusahaan sebagai variabel dependen dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Tobinโ€™s Q, sebuah rasio yang dikembangkan oleh Tobin (1967).

Tobinโ€™s Q dihitungdengan formula sebagai berikut:

Q = (EMV+D)

TA

Q : Nilai Perusahaan

EMV : Nilai Pasar Ekuitas (closing price akhir tahun x jumlah saham yang beredar)

D : Nilai Buku dari Total Hutang TA : Total Aktiva

Jika rasio Q di bawah satu, maka investasi dalam aktiva tidaklah menarik (Herawaty, 2008).

3. Variabel Intervening

Variabel intervening dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan. Kinerja keuangan merupakan salah satu alat ukur untuk melihat kesuksesan dalam menjalankan perusahaan. Penilaian kinerja kuangan biasanya diproksikan oleh

32 rasio-rasio keuangan. Rasio yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

Return on Equity (ROE). ROE digunakan karena memberikan informasi mengenai tiga hal pokok, diantaranya efisiensi entitas dalam mengelola asset (assets management), kemampuan entitas dalam menghasilkan laba (profitability), serta utang yang dipakai dalam melakukan usaha (financial leverage) (Arifin dan Wardani, 2016). ROE mengukur pengembalian atas ekuitas saham biasa, atau tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham, ROE dihitung dengan membagi laba usaha sebelum pajak dengan ekuitas dikalikan seratus persen.

E. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan pada penilitian ini adalah metode analisis statistik yang perhitungannya dilakukan dengan menggunakan SPSS. Analisis ini bertujuan untuk menentukan:Pengaruh antara variabel Islamic Corporate Social Responsibility (X) terhadap kinerja keuangan (Y) dan berimbas pada nilai perusahaan (Z).

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan data yang telah terkumpul. Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali,2011:19).

33 2. Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsi yang dilakukan adalah: Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, Uji Heterokedastisitas dan Uji Autokorelasi. Penelitian ini juga menguji statistif deskriptif dimana ingin mengetahui tingkat pengungkapan CSR, nilai perusahaan, dan kinerja pada bank syariah.

3. Uji Hipotesis

Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) sebagai uji hipotesisnya. Analisis jalur (path analysis) digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel eksogen (independen) terhadap variabel endogen (dependen) (Riduwan dan Kuncoro, 2007:2). Seluruh pengujian dan analisis data menggunakan bantuan SPSS 25.

4. Uji Statistik t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik t dengan kriteria pengambilan keputusan menurut Riduwan dan Kuncoro (2007:64) adalah sebagai berikut:

a. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 <Sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

34 b. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas

Sig atau (0,05 >Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

35

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Pada Populasi yang dipakai dalam penelitian ini yaitu populasi bank syariah di Indonesia dan sampel dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan tahunan pada rentang waktu tahun 2017 hingga 2019. Penelitian ini dilakukan dengan objek di kurun waktu 3 (tiga) tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan bank umum syariah tahun 2017 hingga 2019. Dari penentuan tersebut, maka sampel sebanyak 12 bank dengan total data 36 laporan tahunan bank umum syariah.

Tabel 4.1 dibawah ini menyajikan perincian perolehan sampel dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Tabel 4.1 Kriteria Penentuan Sampel

Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah (2019) jumlah bank umum syariah yang berada di Indonesia hingga tahun 2019 adalah sebanyak 14

No. Kriteria Jumlah

1. Bank Umum Syariah yang berada di Indonesia Periode 2017 - 2019

14 2. Bank Umum Syariah yang tidak

mempublikasi Laporan Tahunan 2017 - 2019

(2)

3. Bank Umum Syariah yang memenuhi Kriteria

12

4. Jumlah tahun penelitian 3

5. Total sampel penelitian 36

36 bank. Dari 14 bank syariah tersebut, terdapat 1 bank umum syariah yang baru didirikan tahun 2018 dan 1 bank umum syariah yang tidak ditemukan laporan tahunannya pada tahun 2019. Jadi hanya 12 bank syariah yang memiliki data secara lengkap terkait variabel penelitian periode 2017 hingga 2019.

Tabel 4.2 Ketersediaan Data Penelitian

B. Analisis Data Penelitian

1. Statistik Deskirptif

Analisis deskriptif data penelitian ini digunakan untuk melihat gambaran variabel penelitian dilihat dari nilai maksimum, minimum, mean dan standar deviasi.

37 Tabel 4.3 Statistik Deskriptif

Sumber: Data sekunder yang diolah (2021)

Hasil analisis deskriptif pada Tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai variabel Islamic Corporate Social Responsibility memiliki nilai minimum sebesar 0,44 dan maksimum sebesar 0,74 dengan rata-rata sebesar 0,6137 dan standar deviasi sebesar 0,0724. Selanjutnya pada variabel kinerja perusahaan yang diproksikan dengan menggunakan nilai ROE perusahaan, nilai minimum variabel kienrja keuangan adalah -94,01 dan nilai maksimumnya adalah 36,50, rata-rata nilai ROE perusahaan sampel adalah sebesar 3,59 dengan standar deviaisi sebesar 22,369. Selanjutnya pada variabel nilai perusahaan, nilai minimum variabel nilai perusahaan adalah sebesar 0,13 dan maksimum sebesar 1,01 dengan mean sebesar 0,422 dan standar deviasi sebesar 0,2959.

2. Analisis Jalur

Dalam penelitian ini, pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan perbankan dengan dimediasi oleh kinerja keuangan perusahaan akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis jalur yang akan diselesaikan dengan teknik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan kerangka model dan hipotesis dalam penelitian ini, maka bentuk diagram jalur yang akan digunakan untuk menguji pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility

Variabel Minimu

m

Maximu

m Mean Std. Deviation

โ€ข Islamic Corporate Social

38 terhadap nilai perusahaan perbankan dengan dimediasi oleh kinerja keuangan perusahaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Gambar 4.1 Diagram Jalur Penelitian

Berdasarkan diagram jalur pada Gambar 4.1, dapat dilihat bahwa kinerja keuangan berperan sebagai variabel yang memediasi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian, akan terdapat dua persamaan regresi yang akan diestimasi untuk mendapatkan nilai koefisien jalur (๐œŒ๐‘‹๐‘; ๐œŒ๐‘๐‘Œ dan ๐œŒ๐‘‹๐‘Œ). Kedua persamaan regresi tersebut adalah sebagai berikut :

โ€ข Z = ๐œŒ1 X +e1

โ€ข Y = ๐œŒ2 X + ๐œŒ3 Z + e2

Dengan :

X = Islamic Corporate Social Responsibility Z = Kinerja keuangan (ROE)

Y = Nilai perusahaan

39 ๐œŒ = koefisien jalur

Tahap dalam analisis regresi linear berganda meliputi tahap uji asumsi klasik dan tahap uji model regresi. Berikut ini adalah keseluruhan hasil dari analisis regresi yang terdapat dalam model analisis jalur tersebut.

3. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dalam analisis regresi linear berganda meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.

Berikut ini adalah hasil uji asumsi klasik model regresi yang akan diestimasi dalam penelitian ini :

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi residual dari model regresi, jika residual berdistribusi normal maka model dapat dianalisis dengan analisis regresi, namun jika residual tidak berdistribusi normal maka model tersebut tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi.

Uji Normalitas dapat dilakukan secara statistik dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorv Smirnov, dalam pengujian ini residual hasil regresi dinyatakan berdistribusi normal jika nilai probabilitas hasil pengujian melebihi 0,05. Berikut ini adalah hasil dari uji normalitas Kolmogorv Smirnov dengan bantuan program SPSS:

Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas

Model regresi Hasil Uji Normalitas Kesimpulan

1 sig. = 0,161 Residual berdistribusi normal 2 sig. = 0,200 Residual berdistribusi normal Sumber : data diolah (2021)

40 Hasil uji normalitas pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai signifikan hasil uji normalitas Kolmogorv Smirnov pada residual model regresi 1 adalah sebesar 0,161 dan nilai signifikansi hasil uji normalitas Kolmogorv Smirnov regresi model 2 adalah sebesar 0,200. Oleh karena nilai signifikansi yang diperoleh dari kedua uji normalitas > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa residual regresi pada kedua model regresi memiliki sebaran data yang berdistribusi normal. Hal ini berarti bahwa asumsi normalitas telah terpenuhi. Hasil uji normalitas secara statistik tersebut juga didukung dengan bentuk grafik PP Plot pada gambar 4.5 yang menunjukkan sebaran data residual menyebar mengikuti arah garis lurus.

Gambar 4.2 Grafik PP Plot Model Regresi 1 sumber : Output SPSS

41 Gambar 4.3 Grafik PP Plot Model Regresi 2

sumber : Output SPSS b. Uji Multikolinearitas

Menurut Imam Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.

Tabel 4.5 Hasil Uji Multikoleniaritas Model regresi Variabel

Bebas Tolerance VIF Kesimpulan 1

42 Hasil uji multikolinearitas pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa nilai VIF seluruh variabel bebas pada model regresi 2 < 10 dan nilai tolerance seluruh varabel bebas pada model regresi 2 telah melebihi 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi 2 telah memenuhi asumsi multikolinearitas, sedangkan model regresi 1 tidak perlu dilakukan uji multikolienaritas karena hanya memuat 1 variabel bebas sehingga dipastikan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas, hal ini ditandai dengan nilai VIF yang sempurna sebesar 1,000 dan tolerance sebesar 1,000.

c. Uji heterokedastisita

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Uji Heteroskedastisitas dapat dilakukan secara statistik, yaitu dengan menggunakan

Uji Heteroskedastisitas dapat dilakukan secara statistik, yaitu dengan menggunakan

Dokumen terkait