• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka identifikasi masalah yang hendak diteliti dalam penelitian ini adalah terkait Bank Syariah yaitu, 1. Timbulnya kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah dalam segi

tanggung jawab sosial karena menggunakan prinsip Islam.

2. Adanya keyakinan bahwa bank syariah beroperasi sesuai syariat Islam.

3. Adanya keyakinan bahwa bank syariah lebih dapat dipercaya masyarakat karena menggunakan prinsip sesuai dengan syariat Islam.

4. Adanya persepsi bahwa tanggung jawab sosial yang dilakukan bank syariah akan meningkatkan nilai bank tersebut di mata masyarakat C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka pembatasan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini agar tidak terlalu luas adalah terkait pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility oleh Bank Syariah terhadap nilai perusahaannya dengan melalui kinerja keuangan bank syariah itu sendiri.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan permasalahan yang hendak diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

7 1. Apakah pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility

berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai bank syariah?

2. Apakah pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja keuangan bank syariah?

3. Apakah kinerja keuangan berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai bank syariah?

4. Apakah kinerja keuangan mempunyai pengaruh dalam hubungan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai bank syariah?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris atas hal-hal sebagai berikut:

1. Pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai Bank Syariah

2. Pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan Bank Syariah

3. Pengaruh kinerja keuangan Bank Syariah terhadap nilai Bank Syariah 4. Pengaruh kinerja keuangan dalam hubungan Islamic Corporate Social

Responsibility terhadap nilai Bank Syariah

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris atas hal-hal sebagai berikut:

8 1. Kontribusi Teoritis

Penelitian ini dapat dijadikan tambahan literature yang bermanfaat untuk membuka pemahaman atas Islamic Corporate Social Responsibility yang diterapkan Bank Syariah. Selain itu penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dan dapat mengembangkan lebih lanjut mengenai penelitian ini.

2. Kontribusi Praktis

Penelitian ini dapat menggambarkan pentingnya penerapan Islamic Corporate Social Responsibility pada Bank Syariah yang juga dapat membuka wawasan pada unit lain selain Bank Syariah.

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Literatur 1. Teori Sinyal

Sinyal dapat didefiniskan sebagai peringatan, symbol, maupun tulisan yang ditampilkan secara terbuka untuk memberi informasi dengan tujuan menyampaikan pesan ataupun pertanda dari simbol dan tulisan tersebut (Scholastic Dictionary, 2011). Sedangkan menurut Brigham serta Houston isyarat atau signal merupakan suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk bagi investor mengenai bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. dari Spence (2002) dalam Connelly (2011) teori sinyal intinya berkaitan dengan pengurangan asimetri informasi antara dua pihak.

Asimetri informasi umumnya terjadi Jika manajemen tak memberikan semua isu secara utuh yg nantinya akan dapat menghipnotis nilai perusahaan ke pasar kapital. untuk menghindari terjadinya asimetris berita, perusahaan wajib menyampaikan semua informasi terkait perusahaan sebagai sinyal kepada investor.

Oleh karena itu, teori sinyal ini dapat digunakan pada penelitian ini sebab hal yang berkaitan dengan nilai bank syariah. Dimana bank syariah menyampaikan sinyal berupa informasi seperti kinerja keuangan, serta tanggung jawab sosialnya yang akan berdampak positif dimata para nasabahnya.

10 2. Islamic Corporate Social Responsibility

Dalam beberapa tahun belakangan, tanggung jawab sosial yg dilakukan perusahaan merupakan hal yang sangat diharapkan untuk menaikkan rasa kepedulian perusahaan terhadap warga lebih kurang. Bank syariah dibutuhkan menggambarkan taraf tanggung jawab sosial perusahaan yg tinggi dan jelas pada praktik pelaporan sosial mereka yang dibuktikan dalam laporan tahunan (Zubairu et al, 2011).

Corporate Social Resposibility adalah merupakan mekanisme bagi suatu perusahaan secara sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan sosial ke dalam operasinya & interaksinya menggunakan stakeholder, yg melebihi tanggungjawab sosial di bidang hukum (Darwin, 2004 dalam Kurnianto, 2014).

Meningkatkan kesadaran mengenai kiprah bisnis pada masyarakat telah menyebabkan permintaan yang lebih besar bagi manajer buat menerapkan CSR yg bisa memenuhi permintaan banyak sekali pemangku kepentingan (Arshad et.Al, 2012).

a. Pencatatan Corporate Social Responsibility juga adalah satu informasi yg harus tercantum pada pada laporan tahunan perusahaan seperti yang diatur dalam UU RI No. 25 Tahun 2007. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, pasal 15 menjelaskan bahwa setiap penanam modal berkewajiban:

b. Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yg baik c. Melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.

11 d. Membuat laporan mengenai aktivitas penanaman modal &

menyampaikannya kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal.

e. Menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi aktivitas bisnis penanaman modal.

f. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan

Penjelasan atas Pasal 15 (b) lebih lanjut menerangkan bahwa

”tanggung jawab sosial perusahaan” adalah tanggung jawab yang melekat dalam setiap perusahaan penanaman kapital buat tetap membentuk interaksi yang serasi, seimbang, dan sinkron menggunakan lingkungan, nilai, norma dan budaya rakyat setempat.

Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR) sendiri merupakan sebuah konsep CSR Islami yang dikembangkan dari CSR konvensional.

Corporate social responsibility dalam perspektif Islam menurut AAOIFI yaitu segala aktivitas yg dilakukan institusi keuangan Islam buat memenuhi kepentingan religius, ekonomi, aturan, etika & discretionary responsibilities menjadi forum financial intermediary baik bagi individu maupun bagi institusi. Hal ini memperlihatkan bahwa pengungkapan CSR adalah indera dimana manajemen dapat mensugesti persepsi berdasarkan banyak sekali pemangku kepentingan. Dalam kaitannya dengan perusahaan yg diatur oleh prinsip-prinsip aturan moral Islam, dibutuhkan segala aktivitas tetap pada jalur yang seharusnya (Arshad et.Al, 2012).

Penelitian mengenai ICSR pertama kali dilakukan oleh Haniffa (2002) dengan mengembangkan kosep tanggung jawab sosial berdasarkan prinsip ketauhidan, aturan syariah dan etika buat perusahaan Islam yg

12 membentuk kerangka CSR yang dianggap Islamic Social Reporting Disclosure atau ISR. Dari penelitiannya dihasilkan 5 tema pengungkapan ISR, yaitu tema keuangan & investasi, produk, karyawan, warga , &

lingkungan. Penelitian tersebut balik dikembangkan sang Othman et.Al (2009) sehingga sebagai 6 tema, yaitu tema keuangan dan investasi, produk, karyawan, masyarakat, lingkungan, & tata kelola.

Menurut Djakfar (2007) Implementasi CSR pada Islam secara rinci harus memenuhi beberapa unsur yg berbeda dengan CSR secara universal yaitu:

a. Al-Adl

Dalam beraktifitas di dunia bisnis, Islam mengharuskan berbuat adil yg diarahkan kepada hak orang lain, hak lingkungan sosial, hak alam semesta.

Jadi, ekuilibrium alam dan ekuilibrium sosial wajib permanen terjaga bersamaan menggunakan operasional usaha bisnis. Islam jua melarang segala bentuk penipuan, gharar (spekulasi), najsyi (iklan palsu), ihtikar (menimbun barang) yg akan merugian pihak lain.

b. Al-Ihsan

Ihsan adalah melakukan perbuatan baik, tanpa adanya kewajiban eksklusif buat melakukan hal tersebut. Ihsan adalah beauty & perfection dalam sistem sosial. Bisnis yg dilandasi unsur ihsan dimaksudkan menjadi proses niat, sikap & perilaku yg baik, transaksi yg baik, dan berupaya menaruh laba lebih kepada stakeholders. Implementasi CSR menggunakan semangat ihsan akan dimiliki waktu individu atau kelompok melakukan kontribusi dengan semangat ibadah & berbuat lantaran atas ridho Allah SWT.

13 c. Manfaat

Konsep ihsan yg telah pada jelaskan pada atas seharusnya memenuhi unsur manfaat bagi kesejahteran masyarakat (internal maupun eksternal perusahaan). Konsep manfaat pada CSR, lebih menurut aktivitas ekonomi.

Bank syariah sudah seharusnya menaruh manfaat yang lebih luas dan nir statis misalnya terkait bentuk philanthropi dalam berbagai aspek sosial seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan kaum marginal, pelestarian lingkungan.

d. Amanah

Amanah pada perbankan dapat dilakukan dengan pelaporan dan transparan yg jujur kepada yang berhak, dan amanah dalam pembayaran pajak, pembayaran karyawan, dll. Amanah pada skala makro bisa direalisasikan menggunakan melaksanakan perbaikan sosial & menjaga keseimbangan lingkungan. Dalam perspektif Islam, kebijakan perusahaan dalam mengemban tanggung jawab sosial (CSR) terdapat 3 bentuk implementasi yang mayoritas yaitu:

a. Tangung Jawab Sosial (CSR) terhadap para pelaku pada perusahaan

& pemangku kepentingan.

b. Tanggung Jawab Sosial (CSR) terhadap lingkungan alam.

c. Tanggung Jawab Sosial (CSR) terhadap kesejahteraan sosial secara umum.

Dalam hal ini industri perbankan syariah sangat relevan dalam menjalankan tanggung jawab social perusahaan, karena pada dasarnya tanggung jawab social perusahaan ada dalam ajaran Islam. Hal ini karena

14 dalam dasarnya bisnis berbasis syariah memakai filosofi dasar Al-Qur’an &

Sunnah, sehingga menjadikan dasar bagi pelakunya pada berinteraksi dengan lingkungan & sesamanya (Sofyani, 2012).

3. Bank Umum Syariah

Bank Syariah merupakan entitas yang melaksanakan aktivitas usaha yang bersumber pada prinsip syariah ataupun prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan serta penyeimbang, kemaslahatan, universalisme, dan tidak memiliki gharar, maysir, riba, zalim serta aktivitas yang haram. Bersumber pada kegiatannya Bank Syariah dibedakan jadi Bank Universal Syariah, Unit Usaha Syariah serta Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hal ini sesuai dengan UU Nomor.

21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Bank Umum Syariah merupakan entitas yg pada kegiatannya menaruh jasa pada arus pembayaran. Dalam kasus kepatuhan syariah yang kewenangannya ada pada Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang merupakan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan wajib dibuat dalam tiap Bank Syariah. Dewan pengawas syariah merupakan lembaga bertugas memberikan nasihat pada direksi dan mengawasi aktivitas bank supaya konsisten menggunakan prinsip syariah (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 64/POJK.03/2016).

Dalam aktivitas bank syariah terdapat hal yang terjadi pada kondisi darurat atau kondisi yg tidak diharapkan oleh entitas yang secara prinsip tidak bisa dikatakan menjadi penerimaan (PSAK 101). apabila masih ada pendapatan non-halal maka pendapatan tadi tidak dapat tercantum pada

15 laporan rugi/laba entitas syariah, juga pada laporan pencatanan rugi/laba konsolidasian dengan entitas konvensional yg mengkonsolidasikan pencatatannya dengan entitas syariah.

Informasi pendapatan tidak halal tadi tersaji pada laporan asal dan penggunaan dana kebajikan yang bisa dipakai pada aktivitas sosial entitas.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkata bahwa dana non-halal pada bank syariah hanya boleh diperuntukan bagi kepentingan sosial. MUI juga menyebutkan bila dana non halal juga tidak boleh tercampur bersama laba entitas. contoh pendapatan non-halal bank syariah itu adalah denda nasabah yang terlambat mengembalikan sebuah pinjaman (Muntinanto, 2018).

4. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan ialah salah satu media untuk mengukur kesuksesan dalam entitas melaksanakan bisnis. Kinerja keuangan ialah hasil kerja yang bisa dicapai oleh seorang ataupun kelompok orang dalam sesuatu entitas dengan wewenang serta tanggung jawabnya masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan entitas secara sah, tidak melanggar hukum, serta tidak berlawanan dengan moral serta etika (Rivai dan Fawzi 2004). Dapat dikatakan pula kinerja adalah sarana pengukuran baik buruknya keputusan pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen (Widagdo dan Dewi, 2012).

Ada beberapa metode yang dapat digunakan guna menganalisis kinerja keuangan yang bisa menjadi suatu tolak ukur yang bisa diandalkan serta dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan strategik oleh pemangku kepentingan pada entitas (Amir,2002). Evaluasi kinerja keuangan umumnya

16 diproksikan oleh rasio - rasio keuangan . Dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor . 9/1/ PBI/2007 mengenai Sistem Evaluasi Tingkatan Kesehatan Bank Universal Bersumber pada Prinsip Syariah pasal 3 disebutkan 6 evaluasi terhadap kesehatan bank diantaranya:

a. Permodalan (capital);

b. Kualitas aset (asset quality);

c. Manajemen (management);

d. Rentabilitas (earning);

e. Likuiditas (liquidity); dan

f. Sensitivitas terhadap risiko pasar (sensitivity to market risk).

Rasio yang umum digunakan buat memperhitungkan kinerja keuangan merupakan rasio Profitabilitas (earning). Menurut Astuti (2002) profitabilitas merupakan kemampuan entitas dalam menciptakan laba.

Dalam pembahasan ini laba bersih adalah hal penting sebab laba bersih memperlihatkan secara langsung keuntugan yang dipunyai entitas. Return on Equity (ROE) merupakan indikator yang lumrah digunakan investor dalam pengambilan keputusan investasi (Indrawan 2011). ROE bisa membagikan cerminan terkait 3 unsur pokok, seperti keahlian entitas dalam menciptakan laba (profitability), efisiensi entitas dalam mengelola asset (assets management), dan utang yang dimanfaatkan dalam melaksanakan usaha (financial leverage) (Arifin serta Wardani, 2016). Penggunaan ROE selaku proxy dari kinerja keuangan sebab ROE dirasa dapat mencerminkan usaha entitas dalam menciptakan laba dari sumber energi yang dipunyai (Gadis, 2014).

17 5. Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya (Sujoko dan Soebiantoro, 2007). Oleh karena itu, indikator kesuksesan manajemen perusahaan dapat tercermin dari kemampuan perusahaan menyejahterakan para pemegang saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi, dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap performa saat ini namun juga pada prospek kinerja dan keberlangsungan usaha perusahaan di masa yang akan datang.

Ramadhani dan Hadiprajitno (2012) dalam Putri dan Raharja (2013) menyatakan bahwa nilai perusahaan adalah sangat penting karena nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi nilai perusahaan.

Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, karenadengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham yang tinggi pula.

Menurut Mardiyati (2012), profitabilitas yang diperoleh perusahaan memiliki dampak positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Keuntungan yang tinggi dapat menjadi tanda prospek perusahaan yang positif yang bisa berdampak pada banyaknya investor potensial yang datang untuk permintaan saham. Permintaan saham yang meningkat akan menyebabkan nilai perusahaan yang meningkat. Hal tersebut juga sejalan dengan penelitan yang dilakukan oleh Wahyudi (2016), variabel ROE mempunyai hubungan dan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

18 B. Hasil Penelitian Terdahulu

Adapun hasil-hasil dari penelitian-penelitian terdahulu mengenai topik yang berkaitan dengan penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 2.1

19 Tabel 2.1

Hasil Penelitia Sebelumnya

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

1. Elena Platonova, Mehmet Variabel kinerja Variabel independen CSR, Hasil penelitian menemukan Asutay, Rob Dixon, Sabri keuangan tidak menggunakan bahwa terdapat hubungan

Mohammad (2016) variabel reputasi, tempat positif yang signifikan antara

The Impact of Corporate Social Responsibility Disclosure on Financial Performance: Evidence from the GCC Islamic Banking Sector

penelitian di Negara Gulf Cooperation Council

pengungkapan CSR dengan kinerja keuangan Islamic Bank di GCC

2.

Rulyanti Susi Wardhani (2015)

20 Bersambung ke halaman selanjutnya

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

3. Ichwan Sidik, Reskino (2016) Pengaruh Zakat dan ICSR terhadap Reputasi dan Kinerja

Variabel icsr dan kinerja Penggunaan variable zakat ICSR berpengaruh positif tak signifikan terhadap kinerja Zakat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja.

4. Hanni Chyntia Maita Putri dan

Variabel nilai perusahaan Penggunaan variable kepemilikan manajerial

keuangan: Studi pada bank syariah di Indonesia

Variable ICSR, variable kinerja keuangan, dan objek penelitian pada bank syariah di Indonesia terhadap reputasi dan ROE, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA

21 Bersambung ke halaman selanjutnya

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

6. Roshayani Arshad,

Muhammad Mukhlis Abdul Fatah, and Rohana Othman (2014)

Board Composition, Islamic Corporate Social

Responsibility and Corporate Reputation of Islamic Banks

Variabel ICSR Variabel komposisi jajaran direksi (Board reputasi Islamic Bank di Malaysia

7. Rika Nurlela dan Islahuddin (2016)

Variabel nilai perusahaan Tidak menggunakan variable icsr dan kinerja keuangan

CSR berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan

22 Bersambung ke halaman selanjutnya

Tabel 2.1 (Lanjutan)

No. Peneliti (tahun) Judul Model Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan Perbedaan

8. Luh Eni Muliani, Gede Adi Yuniarta, dan Kadek Sinarwati (2009) variable icsr dan nilai perusahaan nilai perusahaan secara positif

9. Arik Novia Handriyani (2013) Pengaruh CSR terhadap Nilai Perusahaan dengan

Profatibilitas sebagai variabel Moderating

Penggunaan variable nilai perusahaan Mazlynda MD Yusuf (2013) Islamic Bank and CSR

Menggunakan Bank Syariah dan kaitannya dengan CSR sebagai objek penelitian

Penelitian kualitatif Konsep bank syariah yang sesuai dengan ketentuan keagamaan harus menunjukkan aktivitas dan kebijakan CSR yang lebih

23 proaktif. Kinerja bank syariah

semestinya superior dibanding bank konvensional.

24 C. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan dalam gambar 2.1

Kinerja Keuangan (Variabel Intervening)

Islamic Corporate Social Responsibility (Variabel Independen)

Nilai Perusahaan (Variabel Dependen) Bank syariah belakangan ini semakin berkembang. Akan

tetapi kinerja keuangan dan nilai perusahaan dari bank syariah masih jauh dibawah bank konvensional. Hal-hal tersebut dapat ditingkatkan dengan adanya pengungkapan

aktivitas sosial bank syariah itu sendiri.

Metode Analisis: Path Analysis

Hasil Pengujian dan Pembatasan

Kesimpulan dan Saran

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran H1

H2 H3

25 D. Pengembangan Hipotesis

1. Pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan

Pelaksanaan Corporate Social Responsibility berperan penting dalam meningkatkan nilai perusahaan sebagai hasil dari peningkatan penjualan dan profitabilitas melalui loyalitas konsumenyang terbangun dengan cara pelaksanaan kegiatan sosial di lingkungannya (Hanni dan Surya, 2013).

Penelitian yang dilakukan Hanni dan Surya (2013) mengungkapkan bahwa nilai perusahaan terpengaruh secara positif dan signifikan oleh pengungkapan Corporate Social Responsibility. Kemudian hasil yang sama juga terdapat pada penelitian yang dilakukan oleh Novia dan Andayani (2013) yang mana ICSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka hipotesis alternatif sebagai berikut:

H1: Pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

2. Pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan Bank Syariah

Kinerja perusahaan merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum, dan tidak

26 bertentangan dengan moral dan etika (Rivai dan Fawzi 2004). Teori sinyal

menyatakan bahwa perusahaan memberikan sinyal-sinyal kepada pihak luar perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Kinerja keuangan merupakan salah satu alat ukur untuk melihat kesuksesan dalam menjalankan perusahaan dan juga dapat menjadi acuan untuk bagusnya.

Studi empiris CSR dan kinerja keuangan dimulai lebih dari tiga dekade yang lalu di negara-negara barat (Saleh, Zulkifli dan Muhamad, 2010). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Arifin dan Wardani (2016) mengungkapkan bahwa pengungkapan ICSR berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan dengan proksi ROE. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Wulandari, Machmuddah, dan Utomo (2016) mendapatkan hasil yang berbeda yaitu bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka hipotesis alternatif sebagai berikut:

H2: Pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja keuangan Bank Syariah.

3. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan

Laporan keuangan menunjukkan kinerja perusahaan yang merupakan hasil akhir dari proses akuntansi dengan tujuan untuk memberikan informasi keuangan. Melalui hal inilah kinerja keuangan dapat diukur menggunakan rasio-rasio yang digunakan. Rasio yang paling sering digunakan untuk menilai kinerja keuangan adalah rasio profitabilitas.

27 Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan

laba (Astuti, 2012). Dalam hal ini laba bersih merupakan hal penting karena memperlihatkan secara langsung keuntugan yang dimiliki perusahaan.

Laporan keuangan yang mencerminkan kinerja yang baik merupakan sinyal bahwa perusahaan telah beroperasi dengan baik. Penelitian yang dilakukan Muliani, Yuniarta dan Sinarwati (2014) mengungkapkan bahwa nilai perusahaan terpengaruh secara positif dan signifikan oleh kinerja keuangan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka hipotesis alternatif sebagai berikut:

H3: Kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

4. Pengaruh Kinerja Keuangan dalam hubungan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan.

Sebagai variabel intervening, kinerja keuangan akan menjadi jembatan antara ICSR dan nilai perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan menggambarkan kondisi keuangan dan perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan (Fabozzi, 2000) dalam Wahyudi (2009). Hasil penelitian sebelumnya bahwa pengungkapan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dan juga terhadap nilai perusahaan (Rulyanti ,2013). Kemudian dalam penelitian ini melihat apakah jika CSR diganti dengan ICSR dapat berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan.

28 Atau untuk mendapatkan nilai yang bagus selain dengan pengungkapan ICSR,

kinerja keuangan bank syariah juga dikatakan baik.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka hipotesis penelitian sebagai berikut:

H4: Pengaruh kinerja keuangan dalam hubungan Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan.

29

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility sebagai variabel independen terhadap nilai bank syariah yang berperan sebagai variabel dependen dengan kinerja keuangan sebagai variabel intervening. Populasi untuk penelitian ini adalah seluruh bank syariah yang berada di Indonesia.

B. Metode Penentuan Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia selama periode 2017 sampai 2019. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan tujuan tertentu sesuai dengan kriteria-kriteria yang diinginkan peneliti. Adapun kriteria-kriteria tersebut yaitu:

1. Sampel merupakan Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia secara berturut-turut untuk periode 2017, 2018, dan 2019

2. Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan dalam website BUS atau website resmi lainnya pada periode 2017, 2018, dan 2019.

3. Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan pelaksanaan corporate social responsibility dalam website BUS atau website resmi lainnya pada periode 2017, 2018, dan 2018.

4. Memiliki data yang lengkap terkait dengan variabel–variabel yang digunakan dalam penelitian, seperti ROE dan price book value.

30 C. Metode Pengambilan Data

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan sumber bacaan lain yang memiliki

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan sumber bacaan lain yang memiliki

Dokumen terkait