BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Metode Penentuan Sampel
Sampel pada penelitian ini adalah bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia selama periode 2017 sampai 2019. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan tujuan tertentu sesuai dengan kriteria-kriteria yang diinginkan peneliti. Adapun kriteria-kriteria tersebut yaitu:
1. Sampel merupakan Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia secara berturut-turut untuk periode 2017, 2018, dan 2019
2. Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan dalam website BUS atau website resmi lainnya pada periode 2017, 2018, dan 2019.
3. Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan pelaksanaan corporate social responsibility dalam website BUS atau website resmi lainnya pada periode 2017, 2018, dan 2018.
4. Memiliki data yang lengkap terkait dengan variabelβvariabel yang digunakan dalam penelitian, seperti ROE dan price book value.
30 C. Metode Pengambilan Data
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan sumber bacaan lain yang memiliki relevansi dengan objek yang diteliti. Untuk data sekunder, peneliti mengumpulkannya dengan studi kepustakaan, literatur pada berbagai perpustakaan di dalamdan di luar kampus maupun pada toko-toko buku, dan website bank syariah atau tersedia di website resmi lainnya. Dan juga data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan bank syariah serta laporan pengungkapan Islamic Corporate Social Responsibility.
D. Operasionalisasi Variabel 1. Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah Islamic Corporate Social Responsibility. Islamic Corporate Social Responsibilityadalah sebuah konsep CSR Islami yang dikembangkan dari CSR konvensional. Corporate social responsibility dalam perspektif Islam menurut AAOIFI yaitu segala kegiatan yang dilakukan institusikeuangan Islam untuk memenuhi kepentingan religius, ekonomi, hukum, etika dandiscretionary responsibilities sebagai lembaga financial intermediary baik bagi individu maupun bagi institusi.
ICSR diukur dengan menggunakan metode analisis konten. Indeks pengungkapan yang digunakan adalah indeks pengungkapan ISR yang dibangun oleh Haniffa (2002) dan Othman et al. (2009. Adapun tema pengungkapan ICSR dalam kerangka ISR Othman et al. (2009) ada 6 tema, yakni: keuangan dan investasi; produk dan jasa; karyawan; masyarakat; lingkungan; dan tata kelola.
31 Item yang diungkapkan akan diberi kode 1 (satu) dan item yang tidak diungkapkan
akan diberi kode 0 (nol).
2. Variabel Dependen
Variabel dependen dala penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai Perusahaan sebagai variabel dependen dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Tobinβs Q, sebuah rasio yang dikembangkan oleh Tobin (1967).
Tobinβs Q dihitungdengan formula sebagai berikut:
Q = (EMV+D)
TA
Q : Nilai Perusahaan
EMV : Nilai Pasar Ekuitas (closing price akhir tahun x jumlah saham yang beredar)
D : Nilai Buku dari Total Hutang TA : Total Aktiva
Jika rasio Q di bawah satu, maka investasi dalam aktiva tidaklah menarik (Herawaty, 2008).
3. Variabel Intervening
Variabel intervening dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan. Kinerja keuangan merupakan salah satu alat ukur untuk melihat kesuksesan dalam menjalankan perusahaan. Penilaian kinerja kuangan biasanya diproksikan oleh
32 rasio-rasio keuangan. Rasio yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
Return on Equity (ROE). ROE digunakan karena memberikan informasi mengenai tiga hal pokok, diantaranya efisiensi entitas dalam mengelola asset (assets management), kemampuan entitas dalam menghasilkan laba (profitability), serta utang yang dipakai dalam melakukan usaha (financial leverage) (Arifin dan Wardani, 2016). ROE mengukur pengembalian atas ekuitas saham biasa, atau tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham, ROE dihitung dengan membagi laba usaha sebelum pajak dengan ekuitas dikalikan seratus persen.
E. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan pada penilitian ini adalah metode analisis statistik yang perhitungannya dilakukan dengan menggunakan SPSS. Analisis ini bertujuan untuk menentukan:Pengaruh antara variabel Islamic Corporate Social Responsibility (X) terhadap kinerja keuangan (Y) dan berimbas pada nilai perusahaan (Z).
1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan data yang telah terkumpul. Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali,2011:19).
33 2. Uji Asumsi Klasik
Uji Asumsi yang dilakukan adalah: Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, Uji Heterokedastisitas dan Uji Autokorelasi. Penelitian ini juga menguji statistif deskriptif dimana ingin mengetahui tingkat pengungkapan CSR, nilai perusahaan, dan kinerja pada bank syariah.
3. Uji Hipotesis
Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) sebagai uji hipotesisnya. Analisis jalur (path analysis) digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel eksogen (independen) terhadap variabel endogen (dependen) (Riduwan dan Kuncoro, 2007:2). Seluruh pengujian dan analisis data menggunakan bantuan SPSS 25.
4. Uji Statistik t
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik t dengan kriteria pengambilan keputusan menurut Riduwan dan Kuncoro (2007:64) adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 <Sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.
34 b. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas
Sig atau (0,05 >Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
35
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Pada Populasi yang dipakai dalam penelitian ini yaitu populasi bank syariah di Indonesia dan sampel dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan tahunan pada rentang waktu tahun 2017 hingga 2019. Penelitian ini dilakukan dengan objek di kurun waktu 3 (tiga) tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan bank umum syariah tahun 2017 hingga 2019. Dari penentuan tersebut, maka sampel sebanyak 12 bank dengan total data 36 laporan tahunan bank umum syariah.
Tabel 4.1 dibawah ini menyajikan perincian perolehan sampel dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.
Tabel 4.1 Kriteria Penentuan Sampel
Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah (2019) jumlah bank umum syariah yang berada di Indonesia hingga tahun 2019 adalah sebanyak 14
No. Kriteria Jumlah
1. Bank Umum Syariah yang berada di Indonesia Periode 2017 - 2019
14 2. Bank Umum Syariah yang tidak
mempublikasi Laporan Tahunan 2017 - 2019
(2)
3. Bank Umum Syariah yang memenuhi Kriteria
12
4. Jumlah tahun penelitian 3
5. Total sampel penelitian 36
36 bank. Dari 14 bank syariah tersebut, terdapat 1 bank umum syariah yang baru didirikan tahun 2018 dan 1 bank umum syariah yang tidak ditemukan laporan tahunannya pada tahun 2019. Jadi hanya 12 bank syariah yang memiliki data secara lengkap terkait variabel penelitian periode 2017 hingga 2019.
Tabel 4.2 Ketersediaan Data Penelitian
B. Analisis Data Penelitian
1. Statistik Deskirptif
Analisis deskriptif data penelitian ini digunakan untuk melihat gambaran variabel penelitian dilihat dari nilai maksimum, minimum, mean dan standar deviasi.
37 Tabel 4.3 Statistik Deskriptif
Sumber: Data sekunder yang diolah (2021)
Hasil analisis deskriptif pada Tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai variabel Islamic Corporate Social Responsibility memiliki nilai minimum sebesar 0,44 dan maksimum sebesar 0,74 dengan rata-rata sebesar 0,6137 dan standar deviasi sebesar 0,0724. Selanjutnya pada variabel kinerja perusahaan yang diproksikan dengan menggunakan nilai ROE perusahaan, nilai minimum variabel kienrja keuangan adalah -94,01 dan nilai maksimumnya adalah 36,50, rata-rata nilai ROE perusahaan sampel adalah sebesar 3,59 dengan standar deviaisi sebesar 22,369. Selanjutnya pada variabel nilai perusahaan, nilai minimum variabel nilai perusahaan adalah sebesar 0,13 dan maksimum sebesar 1,01 dengan mean sebesar 0,422 dan standar deviasi sebesar 0,2959.
2. Analisis Jalur
Dalam penelitian ini, pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan perbankan dengan dimediasi oleh kinerja keuangan perusahaan akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis jalur yang akan diselesaikan dengan teknik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan kerangka model dan hipotesis dalam penelitian ini, maka bentuk diagram jalur yang akan digunakan untuk menguji pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility
Variabel Minimu
m
Maximu
m Mean Std. Deviation
β’ Islamic Corporate Social
38 terhadap nilai perusahaan perbankan dengan dimediasi oleh kinerja keuangan perusahaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1 Diagram Jalur Penelitian
Berdasarkan diagram jalur pada Gambar 4.1, dapat dilihat bahwa kinerja keuangan berperan sebagai variabel yang memediasi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian, akan terdapat dua persamaan regresi yang akan diestimasi untuk mendapatkan nilai koefisien jalur (πππ; πππ dan πππ). Kedua persamaan regresi tersebut adalah sebagai berikut :
β’ Z = π1 X +e1
β’ Y = π2 X + π3 Z + e2
Dengan :
X = Islamic Corporate Social Responsibility Z = Kinerja keuangan (ROE)
Y = Nilai perusahaan
39 π = koefisien jalur
Tahap dalam analisis regresi linear berganda meliputi tahap uji asumsi klasik dan tahap uji model regresi. Berikut ini adalah keseluruhan hasil dari analisis regresi yang terdapat dalam model analisis jalur tersebut.
3. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dalam analisis regresi linear berganda meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.
Berikut ini adalah hasil uji asumsi klasik model regresi yang akan diestimasi dalam penelitian ini :
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi residual dari model regresi, jika residual berdistribusi normal maka model dapat dianalisis dengan analisis regresi, namun jika residual tidak berdistribusi normal maka model tersebut tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi.
Uji Normalitas dapat dilakukan secara statistik dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorv Smirnov, dalam pengujian ini residual hasil regresi dinyatakan berdistribusi normal jika nilai probabilitas hasil pengujian melebihi 0,05. Berikut ini adalah hasil dari uji normalitas Kolmogorv Smirnov dengan bantuan program SPSS:
Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas
Model regresi Hasil Uji Normalitas Kesimpulan
1 sig. = 0,161 Residual berdistribusi normal 2 sig. = 0,200 Residual berdistribusi normal Sumber : data diolah (2021)
40 Hasil uji normalitas pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai signifikan hasil uji normalitas Kolmogorv Smirnov pada residual model regresi 1 adalah sebesar 0,161 dan nilai signifikansi hasil uji normalitas Kolmogorv Smirnov regresi model 2 adalah sebesar 0,200. Oleh karena nilai signifikansi yang diperoleh dari kedua uji normalitas > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa residual regresi pada kedua model regresi memiliki sebaran data yang berdistribusi normal. Hal ini berarti bahwa asumsi normalitas telah terpenuhi. Hasil uji normalitas secara statistik tersebut juga didukung dengan bentuk grafik PP Plot pada gambar 4.5 yang menunjukkan sebaran data residual menyebar mengikuti arah garis lurus.
Gambar 4.2 Grafik PP Plot Model Regresi 1 sumber : Output SPSS
41 Gambar 4.3 Grafik PP Plot Model Regresi 2
sumber : Output SPSS b. Uji Multikolinearitas
Menurut Imam Ghozali (2011: 105-106) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.
Tabel 4.5 Hasil Uji Multikoleniaritas Model regresi Variabel
Bebas Tolerance VIF Kesimpulan 1
42 Hasil uji multikolinearitas pada Tabel 4.5 menunjukkan bahwa nilai VIF seluruh variabel bebas pada model regresi 2 < 10 dan nilai tolerance seluruh varabel bebas pada model regresi 2 telah melebihi 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi 2 telah memenuhi asumsi multikolinearitas, sedangkan model regresi 1 tidak perlu dilakukan uji multikolienaritas karena hanya memuat 1 variabel bebas sehingga dipastikan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas, hal ini ditandai dengan nilai VIF yang sempurna sebesar 1,000 dan tolerance sebesar 1,000.
c. Uji heterokedastisita
Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Uji Heteroskedastisitas dapat dilakukan secara statistik, yaitu dengan menggunakan Uji Gletsjer. Dalam pengujian ini, model dinyatakan terbebas dari heteroskedastisitas jika nilai signifikansi hasil uji Gletsjer > 0,05.
Tabel 4.6 Hasil Uji Gletsjer Model Variabel Bebas Sig. Uji
Gletsjer Kesimpulan
Hasil uji Gletsjer pada tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa pada model regresi 1 nilai signifikansi variabel Islamic Corporate Social Responsibility adalah sebesar 0,299, selanjutnya pada model regresi II nilai signifikansi uji Gletsjer pada variabel Islamic Corporate Social Responsibility adalah sebesar
43 0,277 dan pada variabel Kinerja Keuangan (ROE) adalah sebesar 0,097, hal ini berarti bahwa nilai signifikan hasil uji Gletsjer pada variabel bebas di masing-masing model regresi > 0,05 yang berarti bahwa tidak ada heteroskedastisitas pada kedua model regresi.
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Imam Ghozali, 2011 : 110). Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test). Model dinyatakan tidak memuat autokorelasi jika nilai durbin watson model berada pada interval du s.d (4-du).
Pada model regresi 1, jumlah observasi yang dianalisis adalah sebanyak sebanyak 34 (n=34) dan jumlah variabel yang dianalisis adalah sebanyak 2 (k=2) diperoleh nilai du tabel pada taraf 5% sebesar 1,5805 sehingga diperoleh nilai 4-du sebesar 2,4195. Berikut ini adalah hasil uji autokorelasi berdasarkan nilai durbin watson model :
du = 1,5805 dw = 1,768 4 β du = 2,4195
Gambar 4.4 Hasil Uji Autokorelasi model regresi I
44 Sumber: Output SPSS
Hasil analisis pada Gambar 4.4 menunjukkan nilai durbin watson model sebesar 1,768; nilai durbin watson ini berada pada interval du β (4-du) sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi I tidak memuat autokorelasi, asumsi tidak adanya autokorelasi pada model regresi I terpenuhi.
Pada model regresi II, jumlah observasi yang dianalisis adalah sebanyak sebanyak 31 akibat adanya pembuangan outlier untuk pemenuhan asumsi normalitas dan heteroskedastisitas (n=31) dan jumlah variabel yang dianalisis adalah sebanyak 3 (k=3) diperoleh nilai du tabel pada taraf 5%
sebesar 1,650 sehingga diperoleh nilai 4-du sebesar 2,350. Berikut ini adalah hasil uji autokorelasi berdasarkan nilai durbin watson model :
du = 1,6752 dw = 2,295 4 β du = 2,3248
Sumber : Output SPSS
Hasil analisis pada Gambar 4.5 menunjukkan nilai durbin watson model sebesar 2,295; nilai durbin watson ini berada pada interval du β (4-du) sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi II tidak memuat
Gambar 4.5 Hasil Uji Autokorelasi model regresi I
45 autokorelasi, asumsi tidak adanya autokorelasi pada model regresi II terpenuhi.
4. Uji Model Regresi
Hasil analisis regresi linear berganda meliputi hasil uji pengaruh parsial (uji t), uji pengaruh simultan (uji F) dan koefisien determinasi (R square). Hasil uji Parsial (uji t) dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
a. Uji Pengaruh Parsial (Uji t)
Dalam analisis regresi linear berganda, uji pengaruh parsial (uji t) digunakan untuk menguji pengaruh parsial masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hipotesis pengujian yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :
(1) Ho : variabel bebas secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel terikat
(2) Ha : variabel bebas secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat
Dengan tingkat kepercayaan 95%, maka Ho akan ditolak jika nilai signifikan < 0,05 dan Ho akan diterima jika nilai signifikan > 0,05.
Tabel 4.7 Hasil Uji Parsial (uji t) Model
regresi Variabel Bebas
Koefisien Jalur
46
Sumber : Output SPSS
Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel di atas, diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Nilai signifikansi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan adalah sebesar 0,087 dengan t statistik sebesar 1,764 dan koefisien jalur bertanda positif sebesar 0,298 . Oleh karena nilai signifikansi > 0,05, t statistik (1,82) < t tabel (2,04) maka Ho tidak ditolak dan disimpulkan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan (ROE), hal ini berarti bahwa besar kecilnya nilai Islamic Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kinerja perusahaan.
2. Nilai signifikansi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,014 dengan t statistik sebesar -2,616 dan koefisien jalur bertanda negatif sebesar -0,454 . Oleh karena nilai signifikansi > 0,05, t statistik (-2,616) < t tabel (2,05) maka Ho tidak ditolak dan disimpulkan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inilai perusahaan, hal ini berarti bahwa Islamic Corporate Social Responsibility yang terlalu besar justru dapat menurunkan kinerja perusahaan perbankan.
47 3. Nilai signifikansi pengaruh Kinerja perusahaan (ROE) terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,0773 dengan t statistik sebesar -0,291 dan koefisien jalur bertanda negatif sebesar -0,4291 . Oleh karena nilai signifikansi > 0,05, t statistik (-0,291) < t tabel (2,05) maka Ho tidak ditolak dan disimpulkan bahwa kinerja perusahaan (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap inilai perusahaan, hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya kinerja perusahaan tidak berpengaruh terahadap nilai perusahaan.
b) Koefisien Determinasi
Dalam analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi menunjukkan besar pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi dilihat dari nilai R Square untuk model dengan 1 variabel bebas, sedangkan pada model regresi dengan lebih dari 1 variabel bebas, koefisien determinasi dilihat dari nilai adjusted R square.
Tabel 4.8 Koefisien Determinasi
Model Regresi R Square Adjusted R Square
1 0,089 0,060
2 0,221 0,166
sumber : SPSS
Hasil analisis regresi pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai adjusted R Square model regresi I adalah sebesar 0,060. Hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan (ROE) hanya sebesar 6%, sedangkan sisanya sebesar 99,4% variansi kinerja keuangan (ROE)
48 dipengaruhi oleh banyak faktor di luar Islamic Corporate Social Responsibility.
Selanjutnya pada model regresi II, nilai adjusted R Square model regresi I adalah sebesar 0,166. Hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility dan kienrja keuangan (ROE) terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 16,6%, sedangkan sisanya sebanyak 83,% variansi nilai perusahaan dipengaruhi oleh banyak faktor di luar Islamic Corporate Social Responsibility dan kinerja keuangan.
c) Persamaan Jalur
Persamaan Jalur dibentuk dari nilai -nilai koefisien jalur dan nilai error pengukruan yang diperoleh dari perhitungan yang melibatkan nilai R square masing-masing model regresi. Dalam analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi menunjukkan besar pengaruh simultan variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi dilihat dari nilai R Square untuk model dengan 1 variabel bebas, sedangkan pada model regresi dengan lebih dari 1 variabel bebas, koefisien determinasi dilihat dari nilai adjusted R square.
Tabel 4.9 Koefisien Determinasi Model Koefisien Jalur
Variabel bebas R Square π = βπ β πΉπ
1 β’ Islamic_CSR = 0,298 0,089 0,955
2 β’ Islamic_CSR = -0,454
0,221 0,883
β’ Ln_Kin = 0,050
sumber : Data diolah (2021) pada Lampiran D
49 Hasil analisis regresi pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai r Square model regresi I sebesar 0,089 sehingga diperoleh nilai error pada persamaan jalur sebesar 0,955, sehingga persamaan jalur pada model regersi I adalah sebagai berikut :
Z = 0,298 X + 0,955
Dengan :
Z = Nilai Logaritma Natural dari Kinerja Keuangan (ROE)
X = Islamic Corporate Social Responsibility
Selanjutnya pada model regresi II, nilai r Square model regresi II adalah sebesar 0,221 sehingga diperoleh nilai error sebesar 0,883, sehingga persamaan jalur pada model regersi II adalah sebagai berikut :
Y = -0,454 X β 0,05 Z + 0,883
Dengan :
Y = Nilai Logaritma Natural dari Nilai Perusahaan
Z = Kinerja Keuangan (ROE)
X = Islamic Corporate Social Responsibility
5. Pengujian Efek Mediasi
Dalam penelitian ini, kinerja keuangan berperan sebagai variabel pemediasi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap Nilai perusahaan. Untuk menguji peran kinerja keuangan dalam memediasi
50 pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan maka dilakukan uji Sobel dengan hipotesis pengujian sebagai berikut :
Ho : Kinerja keuangan tidak dapat memediasi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja
Ha : Kinerja keuangan dapat memediasi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja
Dengan taraf signifikansi 5% maka Ho ditolak jika signifikansi uji Sobel <
0,05.
Tabel 4.10 Hasil Uji Sobel
Sumber : data diolah (2021) pada lampiran E Perhitungan dengan kalkulator Sobel pada link
https://www.danielsoper.com/statcalc/calculator.aspx?id=31
Berdasarkan hasil uji Sobel pada Tabel di atas, diperoleh signifikansi hasil uji Sobel sebesar 0,8876 yang berarti bahwa signifikansi hasil uji Sobel > 0,05 sehingga Ho tidak ditolak dan disimpulkan bahwa
51 kinerja keuangan (ROE) tidak dapat memediasi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan.
C. Pengujian Hipotesis
Tabel 4.11 Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis
No Hipotesis Hasil Kesimpulan
1 Pengungkapan Islamic
Corporate Social 2 Pengungkapan Islamic
Corporate Social
Responsibility berpengaruh terhadap kinerja keuangan Bank Syariah.
berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
memediasi penagruh Islamic
Corporate Social
Responsibility terhadap nilai perusahaan. Sumber : data diolah SPSS (2021)
Penjelasan dari ringkasan hasil pengujian hipotesis di atas adalah sebagai berikut :
1. Hipotesis 1
Hipotesis 1 dalam penelitian ini menyatakan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,014 dengan t statistik sebesar -2,616 dan koefisien jalur bertanda negatif sebesar -0,454 . Oleh karena nilai
52 signifikansi > 0,05, t statistik (-2,616) < t tabel (2,05) maka Ho tidak ditolak dan disimpulkan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inilai perusahaan, hal ini berarti bahwa Islamic Corporate Social Responsibility yang terlalu besar justru dapat menurunkan kinerja perusahaan perbankan. Hal ini mendukung hipotesis 1 dalam penelitian ini sehingga hipotesis 1 diterima.
2. Hipotesis 2
Hipotesis 2 dalam penelitian ini menyatakan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan adalah sebesar 0,087 dengan t statistik sebesar 1,764 dan koefisien jalur bertanda positif sebesar 0,298 . Oleh karena nilai signifikansi > 0,05, t statistik (1,82) < t tabel (2,04) maka Ho tidak ditolak dan disimpulkan bahwa Islamic Corporate Social Responsibility tidak berppengaruh terhadap kinerja perusahaan (ROE), hal ini berarti bahwa besar kecilnya nilai Islamic Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kinerja perusahaan. Hal ini tidak mendukung hipotesis 2 dalam penelitian ini sehingga hipotesis 2 tidak diterima.
3. Hipotesis 3
Hipotesis 3 dalam penelitian ini menyatakan bahwa kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil analisis dalam penelitian
53 ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Kinerja perusahaan (ROE) terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,0773 dengan t statistik sebesar 0,291 dan koefisien jalur bertanda negatif sebesar
53 ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Kinerja perusahaan (ROE) terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,0773 dengan t statistik sebesar 0,291 dan koefisien jalur bertanda negatif sebesar