• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI

3.11. Rencana pengolahan dan penyajian data

Pengolahan dan penyajian data dilakukan secara deskriptif. Untuk melihat gambaran distribusi simtom ansietas dan depresi pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis dengan menggunakan kuesioner HADS dan proporsi simtom ansietas dan depresi berdasarkan karakteristik demografik (umur, jenis kelamin, suku, tempat tinggal, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan) dan lama hemodialisisnya. Untuk kedua data, ditampilkan dalam bentuk tabel-tabel frekuensi berisi proporsi masing-masing variabel.

BAB IV HASIL

Sebanyak 81 pasien penyakit ginjal kronis stadium 5 dialis di instalasi hemodialisa RSUP H. Adam Malik Medan, mengisi kuesioner Hospital Anxiety Depression Scale (HADS) untuk melihat simtom ansietas

dan depresi. Hasil rekapitulasi kuesioner dimaksud ditabulasikan pada tabel.

Pada Tabel 4.1 memperlihatkan karakteristik demografik dimana yang terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 56 orang (69,1%), umur 45-54 tahun sebanyak 27 orang (33,3%), pekerjaan sektor swasta sebanyak 34 orang (42%), pendidikan SMA sebanyak 44 orang (54,3%), kawin 70 orang (86,4%), suku Batak sebanyak 52 orang (64,2%), dan tempat tinggal di Medan sebanyak 43 orang (53,1%), yang sudah menjalani terapi hemodialisis 1-12 bulan sebanyak 45 orang (55,6%), diikuti 13-24 bulan sebanyak 14 orang (17,3%), 25-36 bulan sebanyak 7 orang (8,6%), 37-48 bulan sebanyak 3 orang (3,7%), 49-60 bulan sebanyak 7 orang (8,6%) dan 61-72 bulan 5 orang (6,2%).

Tabel 4.1 Distribusi subjek penelitian berdasarkan karakteristik

Tabel 4. 2 Distribusi subjek penelitian berdasarkan lama hemodialisis

Variabel 01-12 bulan 13-24 bulan 25-36 bulan Lama Hemodialisis

37-48 bulan 49-60 bulan 61-72 bulan

Pada Tabel 4.2 memperlihatkan distribusi subjek penelitian berdasarkan lama hemodialisis, dimana lama hemodialisis 01-12 bulan yang terbanyak adalah usia 45-54 tahun 15 orang (33,3%), jenis kelamin laki-laki 28 orang (62,2%), pekerjaan sektor swasta 16 orang (35,6%), pendidikan SMA 21 orang (46,7%), kawin 40 orang (88,9%), suku Batak 30 orang (66,7%), domisili di Medan 23 orang (51,1%).

Lama hemodialisis 13-24 bulan, yang terbanyak adalah usia 35-44 tahun dan 45-54 tahun 4 orang (28,6%), jenis kelamin laki-laki 13 orang (92,9%), pekerjaan sektor swasta 7 orang (50,0%), pendidikan SMA 9 orang (64,3%), kawin 11 orang (78,6%), suku Batak 10 orang (71,4%), domisili di Medan dan di luar Medan jumlah sama 7 orang (50,0%).

Lama hemodialisis 25-36 bulan yang terbanyak usia 45-54 tahun 4 orang (57,1%), jenis kelamin laki-laki 4 orang (57,1%), pekerjaan sektor swasta 3 orang (42,9%), pendidikan SMA 7 orang (100,0%), kawin 6 orang (85,7%), suku Batak 4 orang (57,1%), domisili di luar Medan 4 orang (57,1%).

Lama hemodialisis 37-48 bulan, jumlah subjek sama pada usia 35-44, 45-54 dan 55-64 sebanyak 1 orang (33,3%), jenis kelamin laki-laki 3 orang (100.0%), pekerjaan sama jumlah subjek yang pensiunan, PNS dan sektor swasta sebanyak 1 orang (33,3%), pendidikan sama jumlah subjek yang SMP, SMA dan S1 sebanyak 1 orang (33,3%), kawin 3 orang (100,0%), suku non Batak 3 orang (100,0%), domisili di Medan 2 orang (66,7%).

Lama hemodialisis 49-60 bulan, jumlah subjek yang usia 35-44 tahun dan 55-44 tahun sama 3 orang (42,9%), jenis kelamin laki-laki 4 orang (57,15), pekerjaan sektor swasta 3 orang (42,9%), pendidikan SMA 4 orang (57,1%), kawin 5 orang (71,4%), suku Batak 4 orang (57,1%), domisili di Medan 5 orang (71,4%).

Lama hemodialisis 61-72 bulan, jumlah subjek yang terbanyak adalah usia 35-44 tahun dan 45-54 tahun 2 orang (40,0%), jenis kelamin laki-laki 4 orang (80,0%), pekerjaan sektor swasta 4 orang (80,0%), pendidikan SMA dan Akademi 2 orang (40,0%), kawin 5 orang (100,0%), suku Batak 4 orang (80,0%), domisili di luar Medan 3 orang (60,0%).

Tabel 4.3 Distribusi subjek penelitian berdasarkan skor HADS-A

Variabel 0-7 Normal 8-10 Borderline ≥ 11 Ansietas

Pada Tabel 4.3 memperlihatkan distribusi subjek penelitian berdasarkan skor HADS-A, Ditinjau dari segi usia simtom ansietas terbanyak pada kelompok usia 35-44 tahun sebanyak 12 orang (35,3%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 24 orang (70,6%), pekerjaan sektor swasta 9 orang (26,5%), pendidikan SMA sebanyak 17 orang orang (50%), kawin 28 orang (82,4%), suku Batak sebanyak 25 orang (73,5%), dan tempat tinggal di luar Medan sebanyak 18 orang (52,9%), yang sudah menjalani terapi hemodialisis 1-12 bulan sebanyak 28 orang (82,4%).

Tabel 4.4 Distribusi subjek penelitian berdasarkan skor HADS-D

Variabel 0-7 Normal 8-10 Borderline ≥ 11 Depresi

Pada Tabel 4.4 terlihat distribusi subjek penelitian berdasarkan skor HADS-D, Ditinjau dari segi usia simtom depresi terbanyak pada kelompok usia 45-54 tahun sebanyak 14 orang (45,2%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 24 orang (77,4%), pekerjaan sektor swasta sebanyak 15 orang (48,4%), pendidikan SMA sebanyak 21 orang (67,7%), kawin 25 orang (80,6%), suku Batak sebanyak 21 orang (67,7%), dan tempat tinggal di Medan sebanyak 18 orang (58,1%), yang sudah menjalani terapi hemodialisis 1-12 bulan sebanyak 10 orang (32,3%)

Tabel 4.5 Distribusi subjek penelitian yang mengalami campuran

Pada Tabel 4.5 terlihat distribusi subjek penelitian yang mengalami campuran simtom ansietas dan depresi, Ditinjau dari segi usia terbanyak pada kelompok usia 15-24 tahun sebanyak 3 orang (37,5%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 6 orang (75%), pekerjaan mahasiswa sebanyak 3 orang (37,5%), pendidikan SMA sebanyak 7 orang (77,8%), berdasarkan status pernikahan sama antara kawin dan tidak kawin sebanyak 4 orang (50%), suku Batak sebanyak 8 orang (100%), dan tempat tinggal di luar Medan sebanyak 5 orang (62,5%), yang sudah menjalani terapi hemodialisis 1-12 bulan sebanyak 5 orang (62,5%)

Tabel 4.6 Rekapitulasi subjek penelitian berdasarkan skor HADS-A

SKOR HADS-A N %

Normal 22,0 27,2

Borderline 25,0 30,9

Ansietas 34,0 42,0

Total 81,0 100,0

Dari Tabel 4.6 terlihat bahwa berdasarkan skor HADS-A dari seluruh subjek penelitian didapat simtom ansietas sebanyak 34 orang (42%), borderline 25 orang (30,9%), normal 22 orang (27,2%).

Tabel 4.7 Rekapitulasi subjek penelitian berdasarkan skor HADS-D

SKOR HADS-A N %

Normal 7,0 8,6

Borderline 43,0 53,1

Depresi 31,0 38,3

Total 81,0 100,0

Dari Tabel 4.7 terlihat bahwa berdasarkan skor HADS-D dari seluruh subjek penelitian didapat simtom depresi sebanyak 31 orang (38,3%), borderline 43 orang (53,1%), normal 7 orang (8,6%).

BAB V PEMBAHASAN

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 81 subjek penelitian,

yang jika ditinjau dari karakteristik demografiknya maka yang terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 56 orang (69,1%), dengan kelompok umur 45-54 tahun sebanyak 27 orang (33,3%), dengan jenis pekerjaan pada sektor swasta sebanyak 34 orang (42%), pendidikan terakhir SMA sebanyak 44 orang (54,3%), status perkawinan terbanyak yaitu kawin sebanyak 70 orang (86,4%), suku Batak sebanyak 52 orang (64,2%), dan yang bertempat tinggal di Medan sebanyak 43 orang (53,1%).

Dari hasil penelitian berdasarkan lama hemodialisis terlihat bahwa subjek yang menjani terapi hemodialisis yang terbanyak adalah 01-12 bulan dengan jumlah subjek usia 45-54 orang (33,3%), laki-laki 28 orang (62,2%), pekerjaan sektor swasta 16 orang (35,6%), pendidikan SMA 21 orang (46,7%), kawin 40 orang (88,9%), suku Batak 30 orang (66,7%), domisili di Medan 23 orang (51,1%).

Dari hasil penelitian terlihat bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terdapat pada kelompok usia 35-44 tahun sebanyak 12 orang (35,3%), meskipun jumlah subjek penelitian lebih banyak pada rentang usia 45-54 tahun. Hal ini

kemungkinan disebabkan pada usia 35-44 tahun merupakan usia paling produktif dimana terapi hemodialisis mempengaruhi produktifitas subjek penelitian. Sedangkan simtom depresi terbanyak pada kelompok usia 45-54 tahun, hal ini kemungkinan disebabkan pada usia ini seseorang seharusnya sudah mapan dan merupakan masa persiapan hari tua atau pensiun.Terapi hemodialisis mungkin menyebabkan pasien merasa masa tuanya menjadi suram.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terjadi pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 24 orang (70,65), hal ini kemungkinan disebabkan karena subjek penelitian lebih banyak jenis kelamin laki-laki, hal yang sama juga ditemui pada kelompok simtom depresi, hal ini kemungkinan karena laki-laki sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab untuk menghidupi keluarga. Terapi hemodialisis mempengaruhi fungsinya sebagai kepala keluarga. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Bayat.25

Hasil penelitian menunjukkan bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terjadi pada kelompok pekerjaan sektor swasta sebanyak 9 orang (26,5%), untuk simtom depresi sebanyak 15 orang (48,4%), hal ini kemungkinan disebabkan subjek penelitian yang terbanyak bekerja pada sektor swasta.

Juga kemungkinan karena bekerja pada sektor swasta sangat bergantung pada kinerja dan kehadiran, dengan menjalani terapi hemodialisis

kemungkinan akan mempengaruhi kinerja dan kehadiran, sehingga akan mengurangi penghasilan.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terjadi pada kelompok tingkat pendidikan SMA sebanyak 17 orang (50%), untuk simtom depresi 21 orang (67,7%), hal ini kemungkinan karena subjek penelitian terbanyak adalah dengan tingkat pendidikan SMA.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terjadi pada subjek penelitian yang kawin sebanyak 28 orang (82,4%), untuk simtom depresi 25 orang (80,6%).Hal ini kemungkinan karena subjek penelitian terbanyak dengan status kawin. Hal ini juga kemungkinan karena dengan kondisi status kawin, memiliki tanggung jawab yang lebih besar, baik terhadap pasangan maupun anak-anak.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terjadi pada subjek penelitian yang sudah menjalani terapi hemodialisis selama 1-12 bulan 28 orang (82,4%), untuk simtom depresi 10 orang (32,3%). Hal ini kemungkinan karena subjek penelitian terbanyak adalah subjek penelitian yang sudah menjalani terapi hemodialisis selama 1-12 bulan.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terjadi pada subjek penelitian suku Batak 25 orang (73,5%), untuk simtom depresi 21 orang

(67,7%). Hal ini kemungkinan karena subjek penelitian terbanyak adalah suku Batak.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa simtom ansietas pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis paling banyak terjadi pada subjek penelitian yang tinggal di luar Medan 18 orang (52,9%), hal ini kemungkinan berhubungan dengan masalah jarak, transportasi dan dana.

Untuk simtom depresi terbanyak yang tinggal di Medan 18 orang (58,1%).

Hal ini kemungkinan karena subjek penelitian terbanyak adalah yang berdomisili di Medan.

Penelitian ini dengan menggunakan Hospital Anxiety Depression Scale (HADS) memperlihatkan simtom terbanyak adalah simtom ansietas

sebanyak 34 orang (42%) dan simtom depresi sebanyak 31 orang (34,3%), hasil ini lebih rendah dari penelitian Bayat, dimana simtom ansietas 43,1% dan simtom depresi 43,6%.25

Kelemahan penelitian cross-sectional adalah sulit menentukan sebab akibat antara simtom ansietas dan depresi dengan lama menjalani terapi hemodialis. Kuesioner HADS yang digunakan dalam penelitian ini hanya mendapat persetujuan terjemahan dari pusat bahasa Universitas Sumatera Utara ke dalam bahasa Indonesia dan diterjemahkan kembali ke bahasa Inggris oleh Lembaga Bahasa & Pendidikan Profesional (LBPP) LIA Medan dan belum divalidasi.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. KESIMPULAN

Berdasarkan karakteristik demografik simtom ansietas dan depresi, simtom ansietas terbanyak dijumpai pada jenis kelamin laki-laki, usia sekitar 35-44 tahun, bekerja pada sektor swasta, pendidikan terakhir SMA, kawin, suku Batak, dan tempat tinggal di luar Medan. Sedangkan simtom depresi juga lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan rentang usia 45-54 tahun dan bertempat tinggal di Medan. Dari hasil penelitian berdasarkan lama menjalani terapi hemodialisis, simtom ansietas dan depresi terbanyak dijumpai pada lama menjalani terapi hemodialis antara 1-12 bulan.

6.2. SARAN

Dengan ditemukannya simtom ansietas dan depresi pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis, diperlukan kerjasama yang baik antara Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa dan Penyakit Dalam serta departemen terkait lainnya.

DAFTAR RUJUKAN

1. Wang LJ, Chen CK. The psychological impact of hemodialilysis on patients with chronic renal failure. Taoyuan Taiwan. 2012

2. Ibrahim K,Tapoonpong S, Nilmanat K. Coping and quality of life among Indonesians undergoing hemodialysis. Thai J Nurs Res. 2009;13;2

3. Bayat N, Alishiri GH, Salimzadeh A, Izadi M, Saleh DK, Lankarani MM, at.al. Symptoms of anxiety and depression: A comparison among patients with different chronic conditions. J Res Med Sci. 2011;16;11

4. Santos JB, Mendonca M, pinheiro MCP, Tamai S, Uchida R, Miorin LA, at.al.

Negative correlations between anxiety-depressive symptoms and quality of life among patients on hemodialysis. Sao Paulo Med J. 2010;128;2

5. Theofilou P. Anxiety and depression: A comparison among hemodialysis and kidney transplantation patients. J Depress Anxiety. 2011;1;1

6. Cukor D, Coplan J, Brown C, Friedman S, Newville H, Safier M, at.al. Anxiety disorders in adults treated by hemodialysis. Am J Kidney Dis. 2008

7. Sagduyu A, Senturk V, Sezer S, Emiroglu R, Ozel S. Psychiatric problems, quality of life, and compliance in patients treated with haemodialysis and renal transplantation. Turkish J psych. 2006;17;1

8. Feroze U, Martin D, Reina-Patton A, Kalantar-Zadeh K, Kopple JD. Mental health, depression, and anxiety in patients on maintenance dialysis. Ir J Kidney Dis. Vol 4. 2010.

9. Offer D, Offer MK, Szafir SO. Dialysis without fear. New York. Oxford University press. 2007. h. 122-26

10. Patel ML, Sachan R, Nischal A, Surendra. Anxiety and depression-a siucidal risk in patients with chronic renal failure on maintenance hemodialysis.

11. Sausa AD. Psychiatric issues in renal failure and dialysis. Mumbai. Ind J Nephrol.2008;18:47-50

12. Cassano GB, Rossi NB, Pini S. Comorbidity of depression and anxiety.

Dalam: Kasper S, penyunting. Handbook of depression and anxiety. Edisi ke-2. New York. 2003. h. 74-6.

13. Higgins ES, George MS. The neuroscience of clinical psychiatry. Lippincott Williams & Wilkins. 2007

14. Sadock BJ, Sadock VA. Anxiety disorders. In Kaplan & Sadock’s. Synopsis of psychiatry behavioral sciences/clinical psychiatry. 10th ed. Philadelphia:

Lippincott Williams and Wilkins; 2005. h.579-87.

15. National institute of mental health. Depression.NIH publication. No. 08 3561. 2008

16. Knight EL, Ofsthun N, Teng M, Lazarus JM, Curhan GC. The association between mental health, physical function, and hemodialysis mortality.

Kidney International. 2003. Vol.63

17. Bayhakki, Hatthakit U. Lived experiences of patients on hemodialysis: A meta-synthesis. Nephrol Nursing J. 2012

18. Lai KN. A practical manual of renal medicine. Singapore. World scientific publishing. 2009

19. Walser M. Coping with kidney disease. New Jersey. John Willey and sons.2004

20. Himmelfarb J, Ikizler TA. Hemodialysis. Massachusetts. N Eng J Med.

2010;363;19

21. Bjelland I, Dahl AA, Haug TT, Neckelmann D. The validity of the hospital anxiety and depression scale an updated literature review. Bergen. J psych Research. 2002

22. Snaith RP. The hospital anxiety and depression scale. Health and quality of life outcomes. 2003, 1;29

23. Chan YF, Leung DYP, Fong DYT, Leung CM, Lee AM. Psychometric evaluation of the hospital anxiety and depression scale in a large community sample of adolescents in Hong kong. Qual life Res.

2010;19:8465-73

24. Dahlan MS. Langkah-langkah membuat proposal penelitian bidang kedokteran dan kesehatan. Jakarta. Sagung Seto. 2009.

25. Bayat A, Kazemi R, mohebi B,at.al. Psychological evaluation in hemodialysis patients. Iran. J pakistan Medical Ascociation. 2012

Lampiran 1

Jadwal Penelitian

Waktu Februari 2013 Maret 2013 April 2013 Persiapan

Pelaksanaan Pengolahan Data Seminar Hasil

Lampiran 3

Lembar Penjelasan Kepada Calon Subjek Penelitian

Judul Penelitian: Simtom Ansietas dan depresi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik stadium 5 dialisis di RSUP H Adam Malik Medan

Peneliti: dr. Ritha Mariati Sembiring Pengantar

Anda diminta untuk berpartisipasi di dalam penelitian ini. Sebelum anda memutuskan, anda membutuhkan informasi mengapa penelitian ini dilakukan dan keterlibatan anda di dalamnya. Harap anda dapat memberikan waktu untuk membaca informasi berikut ini dan mendiskusikannya dengan keluarga jika dibutuhkan. Jika ada sesuatu yang belum jelas atau anda ingin mendapatkan infomasi tambahan, silahkan menghubungi peneliti di nomor kontak di bawah ini. Silakan anda memutuskan apakah anda ingin terlibat di dalam penelitian ini atau tidak.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi simtom ansietas dan depresi pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 dialisis. Anda diminta berpartisipasi untuk menyampaikan beberapa hal berhubungan dengan profil demografi, lama hemodialisis. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, simtom ansietas dan depresi dapat dideteksi dengan cepat dan bila perlu dapat diterapi dengan tepat. Karena itulah maka partisipasi anda sangat diperlukan untuk memberikan informasi yang akurat.

Partisipasi anda

Jika ada ingin berpartisipasi dalam penelitian ini, maka anda akan diminta untuk mengisi kuesionar. Kuesioner berisikan hal-hal yang sudah saya sampaikan dalam tujuan penelitian.

Risiko atas Partisipasi

Penelitian ini bersifat sukarela dan tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun, serta tidak dipungut biaya apapun selama penelitian. Informasi

yang anda berikan TIDAK akan digunakan di luar tujuan penelitian dan konteks akademis.

Kerahasiaan

Semua informasi yang anda berikan akan dirahasiakan dengan baik dan hanya akan digunakan oleh peneliti. Kuesioner anda akan dikode dan informasi yang ada hanya akan ditampilkan dalam laporan atau publikasinya. Semua penanda yang berhubungan dengan anda akan dihapus untuk menjamin kuesioner anda tidak diketahui oleh siapapun.

Perubahan

Ini merupakan penelitian yang mengandalkan partisipasi. Anda memiliki hak untuk tidak terlibat di dalam penelitian ini kapan pun tanpa harus memberikan penjelasan atau mengalami paksaan.

Keikutsertaan

Jika anda ingin berpartisipasi, maka anda akan menerima Lembar Penjelasan ini untuk disimpan dan anda juga diminta untuk menandatangani sebuah Lembaran Persetujuan.

Kontak dan Informasi

Jika anda membutuhkan informasi lain atau anda mengalami masalah selama penelitian ini, silakan untuk menghubungi peneliti pada nomor +62 85297639379.

Terima kasih atas waktu anda.

Medan, Maret 2013

dr. Ritha Mariati Sembiring

Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK USU Medan

Lampiran 4

Lembar Persetujuan Berpartisipasi

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin :

Alamat :

Menyatakan bahwa setelah mendapat penjelasan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian “Simtom Ansietas dan depresi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik stadium 5 dialisis di RSUP H Adam Malik Medan”

dan setelah mendapat kesempatan tanya jawab tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia diikutsertakan dalam penelitian ini.

Medan, ...2013

Yang memberi penjelasan Yang membuat pernyataan persetujuan

(dr. Ritha Mariati Sembiring) ( )

Lampiran 5

DATA PENELITIAN PASIEN

Nomor MR : Tanggal :

A. Data Demografik

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin : L / P

4. Alamat :

5. Pekerjaan :

6. Pendidikan :

7. Status pernikahan : Kawin/tidak kawin/janda/duda

B. Lama hemodialisis :

C. Skor HADS-A :

D. Skor HADS-D :

Lampiran 6

RIWAYAT HIDUP PENELITI Data Pribadi

Nama : Ritha Mariati Sembiring Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat /tanggal lahir : Kabanjahe/26 Maret 1976

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Jl. Sawit Raya No 4A Medan

Telepon : 085297639379

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan

Tahun 1982-1988 : SD Negeri No 3 Kabanjahe Tahun 1988-1991 : SMP Negeri 1 Kabanjahe Tahun 1991-1994 : SMA Negeri 1 Kabanjahe

Tahun 1994-2001 : Pendidikan Dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Tahun 2011-sekarang : Pendidikan Spesialis di Bidang Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Riwayat Pekerjaan

Tahun 2001-2004 : Dokter PTT di RSUD Bengkalis Riau

Tahun 2005-sekarang : Dokter PNS di Puskesmas Simalingkar Pemko Medan

Lampiran 7

PEMERIKSAAN SKALA CEMAS DAN DEPRESI RUMAH SAKIT (HOSPITAL ANXIETY AND DEPRESSION SCALE-HADS) PETUNJUK : ISILAH IDENTITAS DIRI ANDA

NAMA :

JENIS KELAMIN :

ALAMAT :

Petunjuk “BACALAH PERNYATAAN DIBAWAH INI DENGAN BAIK BARU ANDA SESUAIKAN PILIHAN DENGAN KEADAAN KELUHAN ANDA DALAM

SEMINGGU INI”

1. Saya merasa tegang atau tidak enak Tidak ada (0) Kadang-kadang (1)

Sering (2)

Sering sekali (3) 2. Saya masih dapat menikmati hal-hal yang

biasa saya nikmati 3. Saya merasa takut kalau-kalau sesuatu

yang tidak mengenakkan akan terjadi pada saya

yang lucu dari hal-hal yang saya lihat

Tidak ada (3) Kadang-kadang (2)

Sering (1)

Sering sekali (0) 5. Perasaan khawatir mengganggu pikiran

saya

Tidak ada (0) Kadang-kadang (1)

Sering (2)

Sering sekali (3) 7. Saya dapat duduk tenang dan merasa

nyaman

8. Saya merasa seolah-olah semua pergerakan saya menjadi lamban

Tidak ada (0) Kadang-kadang (1)

Sering (2)

Sering sekali (3) 9. Saya merasa takut sehingga saya merasa

mual dan perut saya mulas

Tidak ada (0) Kadang-kadang (1)

Sering (2)

Sering sekali (3) 10. Saya tidak tertarik akan wajah dan

penampilan saya 11. Saya merasa sesak seolah-olah saya

dikejar-kejar 12. Saya menikmati hal-hal yang

menyenangkan

13. Saya tiba-tiba merasa panik Tidak ada (0) Kadang-kadang (1)

Sering (2)

Sering sekali (3) 14. Saya dapat menikmati buku yang bagus,

radio atau acara TV

Tidak ada (3) Kadang-kadang (2)

Sering (1)

Sering sekali (0)

Kuesioner HADS masing-masing memiliki 7 pertanyaan yang terbagi atas poin A untuk ansietas (yaitu pertanyaan no. 1, 3, 5, 7, 9, 11 dan 13) serta poin D untuk depresi (yaitu pertanyaan no. 2, 4, 6, 8, 10, 12, dan 14). Skor total 0-7 menunjukkan rentang normal, 8-10 menunjukkan boderline abnormal, dan 11 atau lebih menunjukkan adanya suatu masalah gangguan klinis.

Dokumen terkait