• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

Dalam dokumen Halaman ini sengaja dikosongkan (Halaman 59-63)

BAB III PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN TINGKAT REGIONAL 23

3.3. BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

bertambah Rp2,53 triliun atau 6,43%.

Terdapat 18 jenis pendapatan hibah yang diterima pada tahun 2020, namun sebagian besar berasal dari pendapatan hibah langsung dalam negeri dalam bentuk uang sebesar Rp16,62 triliun atau 91,87% dari seluruh pendapatan hibah tahun 2020.

3.3. BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

Belanja pemerintah pusat DKI Jakarta pada tahun 2020 mempunyai alokasi sebesar Rp1.568,77 triliun meningkat 34,12% dari tahun 2019 dan 40,73% dari tahun 2018. Sampai dengan akhir tahun 2020 belanja pemerintah pusat DKI Jakarta dapat direalisasikan sebesar Rp1.452,56 triliun (92,59%) meningkat

sebesar 35,43% dari tahun 2019 dan 37,65% dari tahun 2018.

Jika dibandingkan dengan Nasional, realisasi belanja pemerintah pusat DKI Jakarta mempunyai porsi sebesar 79,49%.

Hal tersebut disebabkan DKI Jakarta disamping mengelola anggaran Kementerian/Lembaga juga mengelola anggaran BA-BUN untuk kepentingan nasional. Adapun rinciannya adalah sebesar Rp679,60 triliun (33,25%) merupakan realiasi dari belanja K/L dan sebesar Rp1.364,29 triliun (66,75%) merupakan realisasi dari belanja BA-BUN.

a. Belanja Pemerintah Berdasarkan Unit Organisasi

Pada tahun 2020, belanja pemerintah pusat DKI Jakarta dilaksanakan oleh 84 Kementerian/Lembaga dengan 1.782 satuan kerjadi bawahnya. Dari 84 K/L tersebut terdapat 10 K/L yang mempunyai pagu terbesar mencapai Rp592,68 triliun atau 82,44% dari total pagu belanja K/L sebesar Rp718,96 triliun (non BA-BUN).

Grafik 3.6.

Sepuluh Kementerian/Lembaga Dengan Pagu Terbesar di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 (dalam miliar Rupiah)

Sumber: MEBE dan OMSPAN, 2021

Kementerian/Lembaga yang mempunyai pagu tertinggi adalah Kementerian Sosial Rp133,07 triliun dan sampai dengan akhir tahun 2020 dapat direalisasikan sebesar Rp129,25 triliun

97.13% 97.10% 91.90% 94.28% 90.92% 92.00% 92.23% 98.49% 99.27% 95.17% 85% 90% 95% 100% 105% 50 100 150

Pagu Realisasi Persentase

1,695.08 1,749.71 2,043.89 T r e n R e a lis a s i B e la n j a P e m e r in t a h P u s a t D K I J a k a r t a T a h u n 2 0 1 8 - 2 0 2 0 (d a la m t r ili u n R u p ia h ) 2020 2019 2018 Grafik 3.5.

33 (97,13%). Kementerian sosial disamping mempunyai pagu tertinggi sekaligus menjadi

penyumbang terbesar atas penyerapan anggaran K/L dengan porsi 19,02% dari total realisasi belanja K/L Rp679,60 triliun. Tingginya pagu dan realisasi Kementerian Sosial tersebut disebabkan adanya kebijakan pemerintah dalam penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak pandemi COVID-19.

b. Belanja Pemerintah Berdasarkan Fungsi Berdasarkan klasifikasi fungsi,

belanja pemerintah pusat Kementerian/Lembaga (Non-BUN) DKI Jakarta dibagi menjadi 11 fungsi. Tahun 2020

merupakan kondisi

perekonomian yang sangat lemah terutama pada Provinsi DKI Jakarta yang merupakan wilayah episentrum COVID-19. Oleh sebab itu terdapat dua fungsi yang mendapatkan alokasi belanja prioritas tertinggi dari pemerintah mencapai 36,80% dari total belanja pemerintah pusat DKI Jakarta yaitu fungsi Perlindungan Sosial mempunyai porsi Rp133,25

triliun (18,84%) dan fungsi Ekonomi mempunyai porsi Rp126,96 triliun (17,95%).

Sejalan dengan besaran pagu yang dianggarkan, kedua fungsi dengan pagu tertinggi tersebut juga mempunyai persentase realisasi yang teringgi dibandingkan 9 fungsi lainnya. Fungsi Perlindungan Sosial realisasi mencapai Rp129,43 triliun (97,13%) dan fungsi Ekonomi mencapai Rp120,91 triliun (95,23%). Kedua fungsi tersebut mampu menyumbangkan 37, 61% dari total realisasi belanja pemerintah pusat DKI Jakarta, yaitu fungsi perlindungan sosial menyumbang 19,44% dan fungsi ekonomi menyumbang 18,16%.

c. Belanja Pemerintah Berdasarkan Jenis Belanja

Realisasi belanja pemerintah pusat DKI Jakarta tahun 2020 Rp1.452,56 triliun terdiri dari 8 jenis belanja, dengan rincian realisasi belanja K/L sebesar Rp679,60 triliun terdiri dari 4 jenis belanja, sedangkan belanja BUN terdiri dari 6 jenis belanja sebesar Rp772,97 triliun.

Grafik 3.7.

Pagu dan Realisasi Belanja K/L Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 Berdasarkan Fungsi

95.49% 92.92% 82.48% 79.41% 90.73% 94.63% 91.54% 96.98% 91.86% 95.23% 97.13% 1.30 2.90 3.01 5.31 65.72 81.67 80.09 87.61 87.74 120.91 129.43 1.36 3.13 3.65 6.69 72.43 86.31 87.49 90.34 95.51 126.96 133.25 Agama Pariwisata dan Budaya Lingkungan Hidup Perumahan dan Fasilitas

Umum Pendidikan Pelayanan Umum Pertahanan Kesehatan Ketertiban dan Keamanan Ekonomi Perlindungan Sosial

Pagu Realisasi %

34 Pada tahun 2020 porsi pagu belanja terbesar dari total belanja pemerintah pusat DKI Jakarta

adalah pembayaran kewajiban utang sebesar Rp314,09 trilun. Fenomena ini juga terjadi pada dua tahun sebelumnya, mempunyai nilai dibawah realisasi tahun 2020. Jika dibandingkan realisasi pembayaran utang tahun 2020 terhadap dua tahun sebelumnya adalah terjadi peningkatan 14% dari tahun 2019 dan 22,76% dari tahun 2018.

Grafik 3.8.

Tren Realisasi Belanja Pemerintah Pusat DKI Jakarta Per Jenis Belanja Tahun 2018 – 2020

Sumber: MEBE dan OMSPAN, 2021

Pada tahun 2020, belanja pemerintah pusat merupakan salah satu alat bagi pemerintah untuk melakukan stilumus fiskal dalam rangka penanganan pandemi COVID-19 serta program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Oleh sebab itu belanja pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2020 lebih banyak dialokasikan untuk sektor ekonomi, perlindungan sosial.

Jika dilihat dari klasifikasi fungsi, belanja pemerintah DKI Jakarta tahun 2020 yang tertinggi adalah fungsi pelayanan umum, kedua fungsi ekonomi dan ketiga fungsi perlindungan sosial. Ketiga fungsi tersebut mempunyai porsi 76,98% dari total belanja pemerintah pusat DKI Jakarta. Fungsi pelayanan umum mempunyai pagu Rp545,86 triliun atau porsi 34,80%, fungsi ekonomi mempunyai pagu sebesar Rp356,50 triliun atau porsi 22,73%, sedangkan fungsi perlindungan sosial Rp305,17 triliun atau porsi 19,45%.

0 50 100 150 200 250 300 350 2018 2019 2020 257.95 275.52 314.09 Tr ili u n Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Belanja Bantuan Sosial Belanja Hibah Belanja Lain-Lain

35 d. Analisis Program PEN DKI Jakarta

Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan

perekonomian DKI Jakarta yang mengakibatkan berhentinya sebagian besar aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Provinsi DKI

Jakarta. Program

pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) merupakan aksi pemerintah yang tepat dalam mempertahankan dan

bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Alokasi anggaran yang disediakan oleh pemerintah dalam APBN untuk wilayah DKI Jakarta sebesar Rp277,06 triliun atau 12,80% dari total belanja pemerintah pusat DKI Jakarta, yang sampai dengan akhir tahun 2020 dapat direalisasikan sebesar Rp245,63 triliun atau 88,66%. Alokasi anggaran PC-PEN DKI Jakarta tergolong besar, jika dibandingkan dengan anggaran PC-PEN Nasional mempunyai porsi 39,93 dari Rp695,2 triliun.

Anggaran PC-PEN DKI Jakarta dibagi menjadi 4 klaster, namun klaster yang mempunyai alokasi terbesar adalah klaster perlindungan sosial sebesar 73,27% dari total anggaran PC-PEN DKI Jakarta. Hal tersebut disebabkan banyaknya jumlah penduduk DKI Jakarta yang terdampak COVID-19 yang membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah. Adapun penerima manfaat dari bantuan sosial tersebut antara lain:

➢ Program Keluarga Harapan sebanyak 88,30 juta KPM

➢ Bantuan Pangan Non Tunai (Sembako) sebanyak 233,19 KPM ➢ Bansos beras bagi PKH sebanyak 108,4 ribu KPM

➢ Program Kartu Prakerja sebanyak 5,31 juta orang ➢ Diskon listrik sebanyak 111,03 ribu pelanggan

f. Analisis Belanja Fungsi Perlindungan Sosial terhadap Tingkat Kemiskinan

Dilihat dari klasifikasi per fungsi, tahun 2020 fungsi perlindungan sosial mempunyai komposisi terbesar dari belanja pemerintah pusat baik dari alokasi belanja maupun yang telah direalisasikan. Realisasi belanja fungsi perlindungan sosial sampai dengan akhir 2020 mencapai Rp129,43 triliun. Sebesar Rp104,20 triliun (80,50%) disalurkan untuk tiga kegiatan

Grafik 3.9

Pagu dan Realisasi PC-PEN DKI Jakarta Tahun 2020 (dalam triliun Rupiah dan %)

40.09 203.00 31.50 2.47 39.10 193.09 11.25 2.20 97.53% 95.12% 35.70% 89.10% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 50 100 150 200 250 Kesehatan Perlindungan Sosial UMKM Sektoral K/L dan Pemda

Pagu Realisasi Persentase

Dalam dokumen Halaman ini sengaja dikosongkan (Halaman 59-63)