• Tidak ada hasil yang ditemukan

Benang bedah

Dalam dokumen Buku Panduan CSL 2 2016 (Halaman 138-142)

PENGENALAN ALAT BEDAH MINOR DAN HECTING DASAR

11. Benang bedah

Benang bedah (suture) adalah materi berbentuk benang yang berfungsi untuk ligasi (mengikat)

pembuluh darah atau aproksimasi (mengikat/menyatukan jaringan). Spesifik material benang bedah

 Steril, dan harus steril sewaktu digunakan.

 Diketahui kekuatan untuk memegang jaringan (tensil strength) yang sesuai jenis material

benang.

Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 139 artinya tetap tersimpul selama proses penyembuhan luka.

 Mudah untuk digunakan.

 Dapat digunakan untuk segala jenis operasi.

 Reaksi/trauma jaringan yang minimal, diameter benang bedah yang dianjurkan dipergunakan

adalah ukuran terkecil yang paling aman untuk setiap jenis jaringan yang dijahit, massa material benang dan reaksi jaringan sekecil mungkin.

Ukuran benang bedah

 Ukuran terbesar adalah 7 dan ukuran terkecil adalah 11-0 atau 12-0.

 Ukuran dimulai dari nomor 1 dan ukuran bertambah besar dengan bertambah 1, sedangkan

apabila ukuran bertambah kecil maka ditambah 0.

 Ukuran benang sistem Eropa (metric gauge) adalah metric 0,1 (0,010 – 0,019 mm) sampai

metric 10 (1,00 – 1,09).

 Ukuran benang sistem Amerika (imperial gauge) ukuran 11-0 (0,010 – 0,019 ) sampai ukuran 7

(1,00 – 1,09).

 Dalam kemasan selain dicantumkan diameter juga panjang benang dalam cm.

Klasifikasi Benang Bedah

A. Berdasarkan keberadaannya didalam tubuh pasien dibagi atas :

o Diserap (absorbable sutures)

Merupakan jenis benang yang materialnya dibuat dari jaringan collagen mamalia sehat atau dari sintetik polimer. Material di dalam tubuh akan diserap yang lamanya bervariasi, sehingga tidak ada benda asing yang tertinggal di dalam tubuh.

o Tidak diserap (non ansorbable sutures)

 Merupakan benang yang dibuat dari material yang tahan terhadap enzim penyerapan dan

tetap berada dalam tubuh atau jaringan tanpa reaksi penolakan selama bertahun – tahun.

 Kelebihan dari benang ini adalah dapat memegang jaringan secara permanen.

Kekurangan dari benang ini adalah benang ini menjadi benda asing yang tertinggal didalam tubuh dan kemungkinan akan menjadi fistel.

B. Berdasarkan materi / bahan, dibagi atas :

a. Bahan alami, dibagi atas :

i. Diserap (absorbable)

Dibuat dari collagen yang berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor sapi.

Contoh :

a. Surgical catgut plain : Berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan

serabut collagen tendon flexor sapi tanpa campuran.

b. Surgical catgut chromic : Berasal dari lapisan sub. Mukosa usus domba dan

serabut collagen tendon flexor sapi dicampur dengan chromic aci

ii. Tidak diserap (non absorbable sutures)

Jenis ini terbuat dari linen, ulat sutra (silk) seperti surgical silk, virgin silk dan dari kapas (cotton) seperti surgical cotton. Ada juga yang terbuat dari logam sehingga mempunyai tensil strength yang sangat kuat, contoh : metalik sutures (stainless steel).

b. Bahan sintetis (buatan), dibagi atas :

i. Diserap (absorbable)

Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 140 contoh :

a. Polyglactin 910

b. Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Coated Vicryl®)

c. Polylactin 910 polylastctin 370 dan calcium state (Vicryl Rapide®)

d. Poliglikolik

e. Polyglecaprone 25 (Monocryl®)

f. Polydioxanone (PDS II®)

ii. Tidak diserap (non absorbable)

Terbuat dari bahan buatan (sintetis) dan dibuat sedemikian rupa sehingga reaksi jaringan yang timbul sangat kecil,

contoh :

a. Polypropamide (Ethilon®)

b. Polypropylene (Prolene®)

c. Polyester (Mersilene®)

C. Berdasarkan penampang benang, dibagi atas :

a. Monofilamen (satu helai)

i. Terbuat dari satu lembar benang, tidak meneyerap cairan (non capilarity)

ii. Keuntungan : Kelebihan dari jenis ini adalah permukaan benang rata dan halus, tidak

memungkinkan terjadinya nodus infeksi dan tidak menjadi tempat tumbuhnya mikroba.

iii. Kelemahan : Kelemahannya adalah memerlukan penanganan simpul yang khusus

karena relatif cukup kaku dan tidak sekuat multifilament.

iv. Contoh : Catgut, PDS, dan Prolene

b. Multifilamen

i. Terbuat dari bebeapa filament atau lembar bahan benang yang dipilih menjadi satu.

ii. Keuntungan : Kelebihan jenis ini adalah benang lebih kuat dari monofilament, lembut

dan teratur serta mudah digunakan.

iii. Kerugian : Kelemahannya adalah karena ada rongga maka dapat menjadi tempat

menempelnya mokroba dan sedikit tersendat pada saat melalui jaringan.

iv. Contoh : Vicryl, Silk, Ethibond

Pemilihan material benang bedah

 Karakteristik biologi dari material dalam jaringan yaitu diserap atau tidak diserap dan bersifat

capilarity atau non capilarity.

 karakteristik dan penyembuhan jaringan.

 Lokasi dan panjang dari sayatan yang menjadi pertimbangan kosmetik.

 Ada tidaknya infeksi, kontaminasi dan drainese. Pertimbangan ini mengingat kemungkinan

benang akan menjadi pembentukan jaringan granulasi dan proses yang menjadi rongga (sinus) atau menjadi inti pengerasan yang kemungkinan berbentuk batu apabila dipakai pada operasi kandung kemih atau kandung empedu.

 Problem pasien seperti kegemukan, debil, umur penyakit lain yang mengganggu proses

penyembuhan yang lebih lama sehingga memerlukan penguatan yang lebih lama.

 Karakteristik fisik dari material benang untuk menembus jaringan, pengikatan simpul dan juga

Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 141 Gambar. Jenis sediaan benang

Jenis-Jenis Benang a. Seide (Silk/Sutera)

Terbuat dari serabut-serabut sutera, terdiri dari 70% serabut protein dan 30% bahan tambahan berupa perekat. Tersedia dalam warna hitam dan putih. Bersifat tidak licin seperti sutera biasa karena sudah dikombinasi dengan perekat, tidak diserap tubuh. Pada penggunaan disebelah luar, maka benang harus dibuka kembali.

Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari nomor 0000 (5 nol merupakan ukuran paling kecil) hingga nomor 3 (yang merupakan ukuran terbesar). Yang paling sering dipakai adalah nomor 00 (2 nol) dan 0 (1 nol) dan nomor 1

Kegunaannya adalah untuk menjahit kulit, mengikat pembuluh arteri (terutama arteri besar) sebagai teugel (kendali). Benang harus steril, sebab bila tidak akan menjadi sarang kuman (focus infeksi) sebab kuman terlindung didalam jalinan benang, sedang benangnya sendiri tidak dapat diserap tubuh.

b. Plain Catgut

Asal katanya adalah cat (kucing), dan gut (usus). Dahulu benang ini dibuat dari usus kucing, tapi saat ini dibuat dari usus domba atau usus sapi. Bersifat dapat diserap tubuh, penyerapan berlangsung dalam waktu 7-10 hari, dan warnanya putih dan kekuningan.

Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 00000 (5 nol merupakan ukuran yang paling kecil) hingga nomor 3 (merupakan ukuran yang paling besar). Sering digunakan nomor 000 (3 nol), 00 (2 nol) 0 (1 nol) nomor 1 dan 2. Kegunaanya adalah untuk mengikat sumber perdarahan kecil, menjahit subkutis dan dapat pula dipergunakan untuk menjahit kulit terutama untuk daerah longgar (perut, wajah) yang tak banyak bergerak dan luas lukanya kecil.

Plain catgut harus disimpul paling sedikit 3 kali, karena dalam tubuh akan mengembang, bila

disimpulkan 2 kali akan terbuka kembali. Plain catgut tak boleh terendam dalam lisol karena akan

mengembang dan menjadi lunak, sehingga tak dapat digunakan. c. Chromic Catgut

Berbeda dari plain catgut, sebelum benang dipintal ditambahkan krom. Dengan adanya krom ini, maka benang menjadi lebih keras dan kuat, serta penyerapannya lebih lama, haitu 20-40 hari. Warnanya coklat dan kebiruan. Benang ini tersedia dalam ukuran 000 (3 nol merupakan ukuran yang paling kecil) hingga nomor 3.

Penggunaannya pada penjahitan luka yang dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari, untuk menjahit tendo pada penderita yang tak kooperatif dan bila mobilisasi harus segera dilakukan.

d. Etnilon

Merupakan benang sintetis dalam kemasan atraumatis (benang langsung bersatu dengan jarum jahit) dan terbuat dari nilon, lebih kuat dari seide atau catgut. Tidak diserap tubuh, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan jaringan tubuh lainnya.

Tersedia dalam warna biru dan hitam. Tersedia dalam ukuran 10 nol hingga 1 nol. Penggunaannya pada bedah plastik, ukuran yang lebih besar sering digunakan pada kulit, sedang nomor yang kecil dipakai pada bedah mata.

Buku Panduan Keterampilan Klinik Semester 2 142

Merupakan benang sintesis (terbuat dari polytetra methylene adipate). Tersedia dalam kemasan

atraumatis. Bersifat lembut, kuat, reaksi terhadap tubuh minimum, tidak diserap, dan warnanya hijau dan putih. Ukurannya dari 7 nol hingga nomor 2. Penggunaannya pada bedah kardiovaskuler dan urologi.

f. Vitalene

Merupakan benang sintetis (terbuat dari polimer profilen). Sangat kuat dan lembut, tidak diserap, warna biru. Tersedia dalam kemasan atraumatis. Ukuran dari 10 nol hingga nomor 1. Digunakan pada bedah mikro, terutama untuk pembuluh darah dan jantung, bedah mata, bedah plastik, cocok pula untuk menjahit kulit

g. Vicryl

Merupakan benang sintetis dalam kemasan atraumatis. Diserap oleh tubuh, dan tidak menimbulkan reaksi pada jaringan tubuh. Dalam subkutis bertahan selama 3 minggu, dalam otot bertahan selama 3 bulan. Benang ini sangat lembut dan warnanya ungu. Ukuran dari 10 nol hingga nomor 1. Penggunaan pada bedah mata, ortopedi, urologi dan bedah plastik.

h. Supramid

Merupakan benang sintetis, dalam kemasan atraumatis. Bersifat kuat, lembut, fleksibel, reaksi tubuh minimum, dan tidak diserap. Warnanya hitam dan putih. Digunakan untuk menjahit kutis dan sub kutis.

i. Linen (Catoon)

Dibuat dari serat kapas alam dengan jalan pemintalan. Bersifat lembut, cukup kuat, mudah disimpul, tidak diserap, reaksi tubuh minimum. Warnanya putih. Tersedia dalam ukuran 4 nol hingga 1 nol. Digunakan untuk menjahit usus dan kulit, terutama kulit wajah.

j. Steel Wire

Merupakan benang logam yang terbuat dari polifilamen baja tahan karat. Sangat kuat, tidak korosif dan reaksi terhadap tubuh minimum. Mudah disimpul. Warna putih metalik. Terdapat dalam kemasan atraumatis dan kemasan biasa. Ukurannya dari 6 nol hingga nomor 2. Untuk menjahit tendo

Dalam dokumen Buku Panduan CSL 2 2016 (Halaman 138-142)

Dokumen terkait