• Tidak ada hasil yang ditemukan

BENTUK BENTUK ANCAMAN DAN SERANGAN TERHADAP PEMBELA HAM

PERLINDUNGAN KEAMANAN UNTUK PARALEGAL

SALIM KANCIL

C. BENTUK BENTUK ANCAMAN DAN SERANGAN TERHADAP PEMBELA HAM

Apa saja bentuk ancaman ataupun serangkan terhadap paralegal sebagai pembela HAM?

Secara umum ancaman dan serangan terhadap Pembela HAM dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) bentuk ancaman, yaitu: (1) Ancaman fisik; (2) Ancaman non fisik dan (3) Ancaman data dan digital.

Adakah perbedaan ancaman ataupun serangan antara Pembela HAM dengan Perempuan Pembela HAM?

YA. Perempuan Pembela HAM menghadapi ancaman dan serang-an yserang-ang berbeda dibserang-andingkserang-an dengserang-an lelaki. Menurut Komnas Perem-puan terdapat 19 bentuk kerentanan dan kekerasan yang menimpa Pembela HAM. Terdapat 10 (sepuluh) bentuk kerentanan dan kekerasan hanya khusus dialami oleh perempuan pembela HAM dan 9 (Sembilan) lainnya juga dialami oleh pembela HAM yang laki-laki.

Perempuan pembela HAM berhadapan dengan kerentanan dan kekerasan khusus yang muncul dalam 2 bentuk. Pertama, serangan ter-hadap tubuh dan seksualitas perempuan yang merupakan elemen utama penilaian kesucian dan harga diri perempuan di dalam masyarakat yang patriarki. Karenanya tubuh dan seksualitas ini tidak henti-hentinya di-jadikan sebagai obyek kekerasan. Kedua, serangan terhadap perempuan atas dasar stereotip dan atas dasar peran jendernya.

Kerentanan dan Kekerasan

Umum Kerentanan dan Kekerasan Khusus

- Pembunuhan - Penyiksaan - Penganiayaan

- Pengrusakan properti

- Perkosaan

- Penyiksaan seksual - Teror seksual - Pelecehan seksual - Kriminalisasi, penangkapan, dan

penahanan sewenang-wenang - Penghancuran sumber

penghi-dupan

- Pencemaran nama baik - Stigmatisasi

- Intimidasi lainnya

- Stigmatisasi seksual

- Serangan pada peran sebagai ibu, istri, & anak

- Pengikisan kredibilitas dengan status perkawinan

- Pengucilan dan penolakan atas dasar moralitas, agama, adat, budaya, dan nama baik keluarga - Pengerdilan kapasitas dan isu

perempuan

- Eksploitasi identitas perempuan Apa saja bentuk ancaman fisik?

Keamanan fisik, merupakan keadaan fisik yang aman terbebas dari ancaman kecelakaan dan cedera. Keamanan tidak hanya mencegah

aktifitasnya. Ancaman fisik yang mungkin mengancam Pembela HAM, diantaranya adalah:

a. Penganiayaan;

b. Kekerasan terhadap barang;

c. Kriminalisasi dan penahanan;

d. Pembunuhan;

e. Penculikan; dan f. Kekerasan seksual.

Tindakan apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan fisik?

Tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan fisik, diantaranya adalah:

1. Mencegah:

Tindakan berupa TIDAK MEMBUAT KITA BERADA DALAM KONDISI TERANCAM KEAMANANNYA. Tindakan dapat be-rupa membuat diri kita tidak menarik perhatian dengan menggunakan barang mewah.

2. Mengurangi:

Tindakan berupa MENGURANGI DAMPAK DAN MEMPER-LAMBAT KERUSAKAN bila terjadi pelanggaran terhadap keama- nan fisik kita. Tindakan seperti menggunakan pakaian tebal, mema-sang gembok di kendaraan dan lainnya.

3. Mendeteksi:

Tindakan berupa MEMBACA KONDISI KEAMANAN sekitar seperti menggunakan CCTV, metal detector dan lainnya.

4. Memperkirakan:

Tindakan MENILAI SUATU ANCAMAN atau insiden keamanan.

5. Merenspon:

Tindakan berupa REAKSI TERHADAP ANCAMAN atau keama-nan. Misalnya: Segera menghubungi petugas keamakeama-nan.

Apa saja bentuk ancaman non-fisik?

Bentuk ancaman non-fisik terhadap Pembela HAM, diantaranya:

a. penolakan kebebasan melakukan aktivitas perjuangn;

b. kesulitan untuk memperoleh pengesahan organisasi;

c. membatasi dana;

d. stigma;

e. infiltrasi;

f. kriminalisasi;

g. kekerasan seksual;

h. pengucilan;

i. penolakan;

j. pengikisan peran peran sebagai ibu atau isteri;

k. pencemaran nama baik.

Apa yang dimaksud dengan ancaman dan serangan data dan digital?

Ancaman yang menyasar penggunaan teknologi yang didalamnya terdapat berbagai macam data dan infomasi dari pembela HAM

Apa saja bentuk ancaman dan serangan terhadap data dan digital?

Terdapat berbagai ancaman terkait keamanan data digital di pe-rangkat para pembela HAM, yaitu:

1. Kehilangan Data

Karena komputer tidak bersih, terinfeksi virus, perlengkapan yang sudah tua, mati lampu dan lain-lain, komputer dan peralatan lain ka-dang tidak berfungsi dengan baik dan menyebabkan kehilangan data.

2. Akun yang Membahayakan

Terkadang password (kata sandi) terlalu mudah untuk ditembus, atau menjadi korban serangan penipuan dengan tujuan mencuri akun (phi-shing) sehingga memiliki akses ke email atau akun media sosial kita.

3. Penyitaan Alat atau Pencurian

Laptop dan Hp merupakan target yang umum untuk dicuri. Lebih lan-jut jika kita mengalami risiko yang akut, kantor atau rumah digeledah baik oleh aktor negara atau non negara, yang kemudian komputer, laptop, Hand Phone (HP), hard disk, USB dan server bisa disita atau dicuri untuk dianalisa.

4. Pengecekan alat di Penjagaan

Terkadang kita mendapati perangkat digital kita disita di perbatasan atau pos penjagaan militer yang mana data kita bisa disalin atau kom-puter dimasukkan virus.

5. Pengalihan Informasi

Penyedia layanan internet, penyedia layanan email dan media sosial bisa mengalihkan data kita kepada pihak lain.

6. Dimata-matai dan diawasi

Makelar data, penyedia jasa internet, penyedia jasa email, dan banyak perusahaan lain menyasar banyak orang untuk dimata matai dengan cara mengumpulkan dan mengoleksi detail dari kegiatan dalam jaringan kita. Sebagian menarget kita untuk kepentingan iklan, tapi sebagian lain menarget kita untuk memata-matai secara lebih dalam.

7. Terkena Virus

Sebagian aparat pemerintah dan kelompok lain berinvestasi untuk membuat perangkat lunak yang didesain untuk mengelabui agar diunduh dan kemudian mengizinkan mengakses seluruh data didalam

Lalu bagaimana melakukan pengamanan digital?

1. Jika melakukan perjalanan lintas negara, atau di wilayah konflik, lap-top dan HP yang dibawa adalah yang kosong. Sehingga akan mengu-rangi penyitaan atau penyalinan data oleh pihak lain di pos pos peme-riksaan.

2. Membuat password yang aman, rutin diganti dan tidak diinformasikan kepada siapapun.

3. Melakukan “KELUAR” (logout/sign out) ketika menggunakan perang-kat orang lain

4. Tidak mencantumkan informasi pribadi di media sosial.

5. Tidak mengunggah informasi yang berisikan data pribadi dan organi-sasi.

6. Tidak mengunggah foto ketika sedang rapat sehingga peserta dan substansi rapat dapat diketahui.

7. Tidak mengunggah dokumen perjalanan, seperti boarding pass pesa-wat, tiket.

8. Tidak melakukan geotag atau check in atau memberitahukan keberadaan kita di media sosial.

9. Tidak mengunduh konten yang melawan hukum.

10.Tidak mengeluarkan/menuliskan peryataan yang berpotensi kriminal-isasi.

11.Tidak mengklik tautan atau ink yang tidak jelas dan berpotensi menyebarkan virus yang bisa membuka akses terhadap data di seluruh perangkat.

12.Langganan layanan audit digital.

13.Sediakan tools untuk membuat password yang kuat dan aman.

14.Perhatikan jejak digital kita.